"K-kalian? Siapa?"

.

.

.

Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu © Koge Donbo

Warning: gak nyam, gaje, ANEH, OC, OOC, banyak skip time, TYPO, Judul tidak sesuai, de el el

Genre: Friendship, Romance, Music ( may be )

Chara: all KK ( may be )

Rate T

.

.

.

"Karin-chan… HIKS.." ucap Himeka sambil terisak karena tidak kuat melihat keadaan sahabatnya itu,

"K-kau tidak ingat? Kau tidak ingat kami ini siapa?!" ucap Kazusa sambil berusaha menahan tangisannya itu. Sedangkan yang diajak berbicara hanya memiringkan kepalanya menatap orang-orang disekitarnya dengan tatapan bingung, dan kemudian menggeleng.

"Tidak, memang kalian siapaku?" tanya Karin dengan polosnya,

"Kami ini… HIKS. Kami adalah sahabatmu. Keluargamu." ucap Michi,

"Emm.. Sahabat? Keluarga? KYAA! Apapun itu aku tidak tau!" ucap Karin menjerit karena menahan sakit dikepalanya,

"K-karin kau kenapa?" ucap Kazune cemas,

"Ittai!" ucap Karin sambil menekan kepalanya agar rasa sakit yang ia derita menghilang.

"Permisi." Ucap seseorang berjas putih bersih diikuti beberapa perempuan dibelakangnya,

"Apakah kalian keluarga dari nona ini?" tanya orang itu,

"Iya!" jawab Jin mantap,

"Sou ka... Apakah salah satu dari kalian bisa ikut pergi keruangan saya?" tanya orang itu lagi,

"Onii-san, kau saya yang pergi!" ucap Kazusa pada Kazune, sedangkan Kazune hanya mengangguk kecil dan segera mengikuti orang yang memakai jas putih tadi keruangannya.

"Sumimasen minna-san.. bisakah kalian biarkan Hanazono -sama beristirahat?" tanya seorang suster yang tadi mengikuti orang yang memakai jas putih saat masuk keruangan Karin,

"Tentu..." ucap mereka bersamaan *kecuali sang suster*,

"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap suster tadi dan segera beranjak dari tempat ia berada.

KAZUNE POV

aku berjalan mengikuti sang dokter menuju ruangannya.

Kami pun akhirnya sampai dan tanpa banyak bicara lagi, ia langsung menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi pada Karin,

"Sebelumnya… siapa nama anda?" tanyanya,

"Aku Kazune. Kujyo Kazune." Dan ia hanya mengangguk mengerti,

"Kujyo-sama… sebenarnya Hanazono-sama terkena 'amnesia' akibat kecelakaan yang dia alami." Jelas dokter padaku,

"Apa?!" aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar, sungguh aku benar-benar tidak bisa mempercayainya,

"Itu benar Kujyo-sama,"

"…" aku berusaha tetap tegar setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh dokter,

"Tapi untunglah Hanazono-sama tidak mengalami amnesia permanen," sambungnya. Aku… aku sudah tidak kuat lagi! Aku… aku menagis.

" Lalu… bagaimana caranya agar kami bisa mengembalikan ingatannya?!" ucapku gemetar,

"Mungkin dengan memceritakan masa lalu kalian, yang pernah kalian lalui bersama. Akan tetapi…" ia menggantungkan kalimatnya!

"Tapi… APA!?"

"Memerlukan waktu yang cukup lama untuk semua itu." Sambungnya, aku hanya bisa menunduk setelah mendengarnya berkata seperti itu,

"Itu… itu tidak masalah!" ucapku mantap, sedangkan sang dokter hanya tersenyum menanggapi.

"Berjuanglah!" ucapnya dan menepuk pundak kananku,

"Ya! Terima kasih untuk pemberitahuannya Dok!"

Setelah itu aku segera menghapus bekas air mata ku yang mengalir dan langsung berlari menuju kamar Karin.

.

.

CLEK

"Onii-san! Bagaimana? Apa yang terjadi pada Karin?!" ucap Kazusa saat aku sudah masuk kedalam ruangan Karin,

"Karin… Karin terkena amnesia." Jawabku sedikit pelan,

"APA?!" ucap Kazusa,

"Ka-Karin-chan…" ucap Himeka dan menghambur kearah Karin,

"E-eh?!" Karin terlihat sangat kebingungan dengan semua ini,

"Kazune-kun… apa Karin sudah boleh pulang?" tanya Nishikiori padaku,

"Aku… tidak tau." Jawabku seadanya,

"Hanazono-sama sudah boleh pulang, tapi dia tidak boleh terlalu lelah untuk sementara waktu." Ucap dokter yang baru saja tiba.

"Kalau begitu… Karin-chan apa kau mau pulang?" tanya Himeka,

"Pu-pulang? Kemana?" sahutnya polos,

"Kerumahmu. Nanti kalau sudah dirumah, onii-san yang akan merawatmu." ucap Kazusa,

"Eh?!" terkejut? Sangat.

"Onii-san… jangan memasang ekspresi seperti itu. Kau pasti senangkan karena mempunyai banyak waktu untuk bersama Karin." Ucap Kazusa dengan entengnya, tadi baru saja menangis! Sekarang malah menggodaku! Dasar!

"Lagi pula kau kan dokter, jadi kau pasti tau harus bagaimana." Sambungnya,

"Kazusa!" tegurku. Sedangkan yang ditegur hanya terkekeh.

"Jadi, Karin -chan kau mau pulang?" tanya Himeka lagi dan disambut anggukan kecil oleh Karin. Aku merasa senang sekaligus gugup, karena… mulai hari ini aku akan tinggal serumah dengan Karin.

"Baiklah… sekarang kita semua harus segera bersiap! Aku akan membantu Karin membereskan barang-barangnya." Ucap Himeka

"Aku akan mengambil mobil yang ada diparkiran, ayo Jin-kun, Kazune-kun!" ucap Nishikiori,

"Chotto matte! Onii-san harus tetap disini!" titah Kazusa. Sekarang apalagi yang sedang direncanakanya…

"Onii-san!"

"Wakatta, wakatta. Kalian pergilah aku akan tetap disini sambil membantu Kazusa dan Himeka." Ucapku pasrah, dan Kazusa tersenyum penuh kemenangan.

.

.

"Yosh! Sudah selesai!" ucap Kazusa semangat,

"Waktunya kita pulang!" ucap Himeka tidak kalah semangat, sedangkan karin hanya tertawa melihat kelakuan Kazusa dan Himeka.

"Onii-san! Ayo!" aku mengangguk menanggapinya,

"Ne! kami jalan duluan yaa, soalnya bawaan kami berat." Ucap Himeka sambil tersenyum,

"Ya!" sahutku santai.

Dan setelah itu mereka pun langsung berlari dengan kencang, aku hanya bisa sweatdrop melihat kejadian ini. Karena Himeka Bilang 'Bawaan kami berat' tapi bisa berlari sekancang angin. Hhh sudahlah…

"Karin, ayo!" ajakku, dia hanya mengangguk dan segera mengulurkan kakinya untuk berpijak dan beranjak dari tempat tidurnya.

Tiba-tiba…

"KYAA!" tubuhnya masih belum bisa menyeimbangkan diri, dan dengan sigap aku menangkapnya,

"Da-daijobu ka, Karin?" tanyaku setengah panik,

"Daijobu, gomenne Kazune-kun." Sahutnya yang masih setia berada dalam rengkuhanku,

"Ku-Kun?!" terkejut lagi? Sangat dan sangat terkejut. Karin memanggilku dengan akhiran 'Kun'

"Kazune-kun." Suaranya sukses menbuyarkan lamunanku.

Aku hanya bisa menatapnya, sambil mencari dimanakah Karin yang aku kenal dulu berada. Dan lama-kelamaan wajahnya terlihat memerah. Kenapa? Ini bukan seperti karin yang dulu aku kenal! Karin yang dulu… biarpun kami bertatapan lama wajahnya tidak akan memerah seperti saat ini.

Apakah ini adalah Karin-ku, yang aku kenal dulu?

"Go-gomen." Ucapku dan melepaskan rengkuhanku darinya, dan ia sekarang sudah bisa berdiri dengan baik.

"Ayo!" ajakku lagi. Ia hanya mengangguk dan dengan segera kami berjalan menuju mobil yang sudah menunggu 15 menit lalu.

.

.

.

"Kita sampai!" ucap Nishikiori dan segera masuk lalu duduk disofa putih milik keluarga Hanazono,

"Kau mau kekamar? Tanya Kuga ala pelayan pada Karin, dan ia hanya menganggukkan kepalanya saja,

"Kazune! Kau antar dia kekamarnya!" sekarang malah seperti boss,

"Cih! Baiklah." Ucapku pasrah,

"Chotto! Onii-san ini barang-barangmu tadi aku baru mengambilnya." Ucap Kazusa dan menyerahkan sebuah koper besar padaku,

"Ya,ya,ya." Dan aku pun segera berlalu dari hadapan mereka, yang menurut firasatku ini sudah direncanakan.

.

.

Aku benar-benar merasa hubunganku dengan Karin menjadi renggang, karena dulu jika kami berjalan bersama pasti Karin yang membuka pembicaraan. Tapi ini, sekarang tidak ada, tidak ada yang membuka pembicaraan. Aku? Aku tidak tahu harus bicara apa. Jadi aku tidak bisa membuka pembicaraan.

"Ini kamarku?" tanyanya polos,

"Ya."

"Boleh aku masuk?" tanyanya dengan senyuman yang terukir diwajahnya, senyuman itu… sudah lama sekali.

Aku sangat merindukannya,

"Tentu saja, itu kan kamarmu." Sahutku dan kami pun segera masuk kedalam ruangan Karin,

"Waa.. apa benar ini kamarku?" ucapnya terkagum-kagum, aku bisa memaklumi kenapa dia bersikap seperti itu.

"Kazune-sama!" ucap seseorang dibalik pintu,

"Eh? Q-chan." Sahutku setelah berbalik menghadapnya

"Bagaimana keadaan Karin-sama?" tanyanya setenang mungkin,

"Kau lihat sendiri… dia baik-baik saja. Tapi-"

"Tapi, apa Kazune-sama?"

"Dia… dia terkena amnesia…" lirihku,

"Ap-apa?!"

"Kata dokter dia bisa saja sembuh, akan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama." Jelasku

"Sou ka… Kalau begitu, saya percayakan Karin-sama kepada anda Kazune-sama." Ucapnya dan kemudian berlalu.

"Ne! Kazune-kun, ini gitar punya siapa? Bagus sekali!" tanyanya. Aku hanya bisa tersenyum menanggapi, ternyata seleranya masih sama seperti dulu.

Flashback on

"Ne! minna~ coba lihat gitar ini bagus sekali!" ucap Karin

"Waah.. selera Hanazono benar-benar menarik." Sahut Nishikiori,

"Jadi… kau mau membeli gitar lagi?" tanya Kazusa,

"Hehehe… iya." Simple sekali jawabanmu Karin,

"Padahal kan dirumah gitarmu sudah lebih dari 10 macam dan merk." Ucap Himeka,

"Etto… hehehe, sebenarnya itu gitar milik ibuku, dan aku belum punya gitar satupun," ucap Karin,

"Kalau begitu beli saja… dan gitar itu resmi menjadi gitarmu, gitar pertamamu." Usul Kuga,

"Usulmu boleh juga!" ucap Karin dan segera kekasir untuk membeli gitar yang dia mau,

"Oia… gitar yang Karin-chan pilih itu merknya apa?" Tanya Himeka,

"Kalau tidak salah 'Les Paul Costum Cherry Sunburst'" sahutku,

"OooO. Ternyata Onii-chan memperhatikan juga yah." Ucap Kazusa, selalu saja… menggodaku,

"Minna!"

BRUK

"Karin-chan!" jerit Himeka yang melihat Karin terjatuh, tapi dia segera bangun lagi lalu berlari kearah kami. Benar-benar orang yang kuat.

"Ne! sekarang gitar ini sudah resmi menjadi gitar pertamaku!" teriak Karin yang tidak peduli pada orang-orang yang menatapnya,

"Karin-chan selamat yaa!" ucap Himeka,

"Kalau begitu ayo kita pulang." Ajakku,

"Ayo!" sahut Kazusa, Nishikiori, Kuga, dan Himeka. Karin? Saking senangnya dia tidak peduli apa yang aku katakana. T_T

Flashback off

"Kazune-kun… Kazune-kun?" ucap Karin yang membuyarkan lamunanku,

"Ini gitar punya siapa?" tanyanya lagi, tapi kali ini dia memonyongkan bibirnya,

"E-eh! Itu gitar milikmu." Jawabku sambil nyengir.

"…" matanya langsung berkaca-kaca kagum.

"Ne! apa dulu aku bisa memainkannya?" tanyanya lagi,

"Tentu! Kau sangat berbakat dalam bidang musik." Jawabku mantap.

"…"

"Kau ini," ucapku sambil mengacak-acak rambutnya.

"Onii-san, Karin-chan! Saatnya makan malam!" teriak Kazusa dari lantai bawah,

"Ne!" sahut kami bersamaan dan kemudian tertawa bersama.

.

.

"Sugoi ne… makan ini benar-benar enak! Siapa yang masak?" ucap Karin,

"Itu masakan Himeka." Sahut Kazusa enteng,

"Sugoi… Himeka-chan lain kali ajarin aku masak yaa…" ucap Karin.

Sikapnya, kata-katanya… sama seperti dulu. Ketika ia pertama kali memakan masakan Himeka.

Flashback on

"Makanan sudah siap!" ucap Himeka,

"Yey! Ittadakimasu~ waa… enak sekali! Ini kau yang masak Himeka-chan?" tanya Karin sambil terkagum-kagum,

"Etto… iya." Jawab Himeka sambil blushing,

"Waa! Kalau gitu… lain kali ajarin aku masak yaa!" ucap Karin, kemudian melanjutkan acara makannya. Kami semua hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Karin yang seperti orang tidak makan 3 hari.

Flashback off

"By the way. Kau juga bisa belajar memasak dengan Onii-san lho, Karin." Ucap Kazusa,

"Eh? Kazune-kun bisa masak?" tanya karin,

"Of course Hanazono-san." Sahut Nishikiori ala-ala orang Inggris gitoh,

"Waa… Kazune-kun nanti ajari aku masak yaa…" pinta Karin dengan mata yang berbinar-binar,

"Eee… ya baiklah…" sahutku sambil… blushing.

"Hahaha… wajah Onii-san memerah tuh." Goda Kazusa,

"Iya benar… hahahaha." Sahut Kuga.

"Baru dibilangin gitu aja udah blushing, apalagi kalau aku bilang…" menggantungkan kalimat udah sudah menjadi kebiasaan Kazusa ternyata,

"Kazusa-chan! Sudah-sudah!" tegur Himeka, yang ditegur malah nyengir tidak jelas. Dasar!

"Kazune-chan lanjutkan lagi acara makanmu, jangan sampai tidak habis yaa!" ucap Himeka dengan senyum, tapi senyum itu bukan senyum tulus melainkan senyum ancaman,

"Ba-baiklah… lagi pula memangnya aku pernah tidak menghabiskan makanan yang kau buat…" sahutku pasrah, sedangkan yang diajak bicara malah tertawa tidak jelas.

.

.

.

CIT CIT CUIT CIT CIT CUIT

Suara berisik milik tuan burung sudah berbunyi, dan membangunkanku dari mimpi-mimpi yang aku alami tadi malam.

"Ohayou Kazune-kun." Ucap Karin ketika aku keluar dari kamarku,

"Ohayou." Sahutku. Aku tercengang ketika melihat Karin yang bersinar karena cahaya matahari pagi. Dia… dia sangat can-tik.

"Can-tik…" lirihku pelan,

"Eh? Mengatakan sesuatu Kazune-kun?" tanyanya,

"Ah. Ti-dak tidak, aku tidak mengatakan apapun." Sanggahku,

"Begitu ya… berarti ini hanya perasaanku saja. Hihihi~" ucap Karin,

"Memang ada apa?" tanyaku penasaran,

"Eh! Etto aa.. aku.. hanya merasa bahwa Kazune-kun mengatakan 'cantik' tadi." Dia mendengarnya!

"Eh! Kenapa Kazune-kun? Wajahmu memerah lagi…" ucapnya sambil terkekeh,

"Apa yang aku dengar tadi memang benar…?" kenapa ada senyuman jahil diwajahnya?

"Kazune-kun?"

"A-e-o-eh! Tidak ada apa-apa kok." Ucapku se-normal mungkin. Padahal sejujurnya jatungku bagaikan mau meledak!

"Yang benar…?" wajah itu… seperti wajah Kazusa saja,

"Hhh.. iya deh aku ngaku. Aku memang mengatakan kata 'cantik'." Ucapku menyerah,

"Ya… memang!" sahutnya,

"Eh?"

"Cantik dan bersahabat." Ucapnya sambil tersenyum,

"Ma-maksudmu?"

"Cuacanya…" sahutnya sambil memonyongkan bibirnya,

"Tapi, aku mengatakan 'cantik' bukan untuk soal cuaca." Ucapku sambil tertunduk,

"Eh? Lalu?" dengan polosnya ia menjawab dan itu membuatku agak geram, ternyata dari dulu sampai sekarang pun dia tidak peka-peka. T-T

"Aku mengatakan 'cantik' untukmu!" ucapku sedikit membentak.

Tunggu dulu! Aku… membentaknya?!

Aku menongakkan kepalaku dan meliahat ekspresi keterkejutan diwajah Karin.

"KAZUNE-KUN!" teriaknya saat aku berlari menjauh darinya. Ia terus saja berteriak memanggiku, tapi… aku hiraukan semua itu.

Sampai akhirnya suaranya tidak lagi terdengar olehku.

.

.

Aku berlari dan terus berlari, sampai akhirnya aku berada ditaman belakang rumah Karin,

"Kazune-kun… hh hah." Panggil Karin lagi sambil ngos-ngosan. Dia mengikutiku sampai kesini?

Sekarang aku hanya bisa berbalik dan menatapnya. Wajahnya terlihat pucat. Dan kemudian…

BRUUK

Kesadaran Karin menghilang dan tentu saja dengan sigap aku menangkapnya, dan tubunya juga terasa panas. Apa jangan-jangan Karin terkena demam?

Setelah beberapa menit aku merespon semuanya, aku baru ingat dengan apa yang dikatakan dokter yang memeriksa Karin kemarin. Karin tidak boleh terlalu lelah!

"Karin… Karinn… sadarlah! Aku mohon buka matamu, Karin!" ucapku sambil mengguncang ringan tubuh Karin. Tanpa pikir panjang lagi aku segera mengangkat tubuh Karin dan berlari menuju kamar Karin.

.

.

"Kazune-sama." Ucap Q-chan

"Q-chan cepat ambil baskom, dan isi dengan es! Dan jangan lupa kain untuk mengompres." Titahku,

"Ha'I" sahutnya dan segera berlalu, dan aku pun juga langsung masuk ke dalam kamar Karin.

.

.

"Ini… Kazune-sama."

"Arigatou." Sahutku. Dan segera mengompres kepala Karin dengan kain yang kini ada ditannganku,

"Emm.." lirih Karin sambil mencoba untuk membuka kedua kelopak matanya,

"Karin!"

"Karin-sama! Syukurlah kalau anda sudah siuman…" ucap Q-chan lega,

"…" aku hanya bisa menunduk,

"Kalau begitu… saya permisi dulu." Sambungnya.

.

.

Setelah beberapa menit ke-heningan menyelimuti kami, akhirnya aku memutuskan untuk membuka pembicaraan. Tapi…

"Kazune-kun!" ucapnya,

"Eh?" dia menatapku lekat-lekat. Dan sekarang jantungku berdetak cepat lagi,

"Kau… sebenarnya ingin marahkan?" ucapnya,

"Hah! Maksudmu?"

"Kazune-kun… kau tidak perlu menyembunyikannya! Luapkan saja semua amarahmu! Kau tida perlu menahan diri." aku mengigit bibir bawahku, sebelum aku…

"Kazu-"

"Aku- aku hanya ingin kau yang dulu kembali!

A-aku! Aku… tidak bisa dengan… dirimu yang seperti ini!

Aku mohon… kembaikan Karin yang dulu!

Kembalikan Dia!" ucapku sambil mengguncang tubuhnya dan dengan nada yang tinggi dan gemetar.

PLUKK

Hangat.

"ne-kun…"

"Ka-karin…" lirihku,

"Wakatta..." ucapnya, sedangkan aku hanya bisa mengangguk dan membalas pelukannya… dengan erat,

"Ka-kazune-kun… aku tidak bisa bernafas!" ucapnya dan membuatku segera melepaskan pelukanku darinya,

"Gomen."

"Hihihi! Daijobu." Sahutnya sambil tersenyum,

"Oia… Karin. Kau mau jalan-jalan denganku hari ini?" tawarku.

"Jalan-jalan?!" ucapnya memastikan, dan aku mengangguk menjawabnya,

"TENTU SAJA AKU MAU!" ucapnya semangat,

"Baiklah… kalau begitu segeralah bersiap!" ucapku,

"Baik!" sahutnya antusias.

.

.

DIKOTA…

"Ne! Kazune-kun! Kita mau kemana?" tanya karin,

"Bagaimana… kalau kita ke…"

TBC

Ne! minna-san~kembali lagi bersama Cherry… aothur yang baru saja terbangun dari hibernasi fanfic #PLAAK!

Hehehe… gomenne Cherry baru bisa ngelanjutinnya sekarang…

Oia… Cherry sangat berterima kasih pada semua pembaca yang sudah mau membaca cerita karya Cherry hontou ni arigatou _

Satu lagi… ini adalah trailer untuk Chap3 Sakura Girls.

'Cinta pandangan pertama'

:

BRUUK!

"Itaii!" ucap Karin,

"Gomenasai. Hontou ni gomenasai! Aku tadi tidak melihat jalan." Ucap seseorang yang bertabrakkan dengan Karin sambil mengulurkan tangan untuk membantu Karin berdiri,

"Emm… daijobu." Sahut Karin dan meraih tangan orang itu,

'Keren!' batin Karin,

"Etto… siapa namamu?" tanya orang itu,

"Aku… Hanazono Karin."

"Dan kau?" sambung Karin,

"Aku…

.

.

Nah minna-san sekian dulu dari Cherry. Matta ne!

Tertanda

Cherryflower-chan