Apa luka lama bisa membuatmu kuat?

Airmata membuatmu berani?

Patah hati membuatmu bijaksana?

Berterimakasihlah kepada masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.

Cinta tak hanya datang sekali. Seperti katah pepatah "mati satu tumbuh seribu"

Kata-kata itulah yang selalu aku yakini selama ini.

.

.

.

Naruto © Masashi Kisimoto

Prilly-Chan

Rated: T

Gender: Hurt/Comfort,Romance.

Warning: AU, OOC, Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.

Don't Like? Dont read.

Chap 2 "Flashback"


Disinilah aku berada. Di dalam kamar sendirian. Derasnya hujan membuat udara terasa dingin.

Jam sudah menunjukan pukul sebelas. Lampu kamar pun sudah dimatikan,hanya tersisa sinar temaram dari lampu kecil di meja belajar di samping tempat entah mengapa mataku seolah-olah tidak ingin terpejam. Alhasil, aku memilih membaca buku yang terpajang dilemari buku.

Sebenarnya di antara banyaknya buku yang ada di lemari, hanya satu buku yang belum pernah aku baca. Aku memang tidak tertarik dengan bukulebih tepatnya komik yang bercover seorang pria yang sedang memantulkan dan mencoba melempar bola basket ke dalam ring. Tapi dimalam berhujan seperti ini, aku makin penasaran ingin membaca komik tentang basket tersebut.

Aku mengambil komik itu, membawanya ke ranjang dan sambil menyenderkan punggung ke bantal. Yah, paling tidak dibuka dulu. Kalau seandainya tidak menarik,baru ditutup lagi terus dibalikan ke lemari, pikirku.

Aku melirik ke arah jendela yang tertutup tirai. Masih terdengar suara hujan yang cukup deras. Dinginnya udara malam itu makin terasa sampai kedalam selimut.

Aku kembali memusatkan perhatian pada komik yang ada di tanganku. Perlahan aku membuka halaman pertama.

Mataku terbelalak melihat selembar kertas yang terselip di halaman pertama. Dengan cepat aku mengambil kertas itu sementara komik slamdunk tidak kupedulikan lagi. Ini kan….

Dear sakura,

Sebelumnya aku minta maaf karena aku hanya mengirimimu surat. Aku hanya ingin menyampaikan kalau hubungan kita sebaiknya berakhir saja. Maksudku, kita putus.

Aku tahu kau pasti akan bertanya "kenapa?", tapi aku baru menyadari kalau aku tidak memiliki perasaan lagi kepadamu, aku telah mencintai seseorang selain dirimu. Perasaanku kepadanya muncul sejak 2 bulan kita pacaran. Kau bisa membayangkan betapa tersiksanya aku menjalani hubungan tanpa cinta selama 8 bulan denganmu?

Aku berharap dengan luka yang telah aku berikan ini kau bisa menjadi lebih kuat. Aku yakin, derasnya air matamu ketika membaca surat ini akan membuatmu berani dan patah hati yang kau rasakan akan membuatmu bijaksana. Aku ingin kau berterimakasih kepada situasi sekarang untuk masa depan yang lebih baik tanpa aku.

Dan satu lagi, tolong jangan cari mungkin akan mengejar perempuan yang telah mencuri hatiku darimu.

From Sasuke.

Setelah selesai membaca, aku menatap langit langit kamar dengan air mata yang entah sejak kapan telah membanjiri pipiku. Aku melihat lagi sekilas tulisan di kertas itu,lalu memasukkannya ke dalam laci. Untuk kesekian kalinya aku teringat peristiwa 3 tahun lalu dimana aku dan dia masih memadu kasih sampai akhirnya luka yang kudapatkan sekarang.


FLASHBACK

NORMAL POV

"Hah... hah... aku lelah Sasuke-kun!" deru napas yang tidak beraturan terdengar dari mulut sang gadis.

"Bagaimana kau bisa main basket kalau baru begini saja sudah menyerah?" pemuda Uchiha itu menanggapi perkataan gadisnya dengan nada santai.

"Aku sudah mencobanya beberapa kali tapi hasilnya nihil. Belum ada satupun bola yang masuk ke ring," ucap sang gadis merah mudaSakura sambil mempoutkan bibirnya,menambah kesan imut pada dirinya.

"Pantas saja kau selalu gagal, cara memegang bolanya salah!" ucap Sasuke sambil menautkan tangannya dan tangan Sakura yang sedang memegang basket.

Sasuke yang berniat untuk mengajari Sakura cara memegang bola basket yang benar, membuat posisi maupun wajah keduanya sangat dekat. Sakura bisa melihat dengan jelas pesona yang dikeluarkan oleh seorang Sasuke Uchiha yang kita tahu bisa membuat kaum hawa terpesona dengan wajah memerah padam. Begitupun dengan wajah Sakura sekarang yang terlihat memerah.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau terpesona,eh?" perkataan Sasuke membuat Sakura salah tingkah karena sedari tadi dibuat terpanah oleh pemandangan yang ada dihadapannya.

"…"

Tidak adanya respon dari Sakura yang membuat Sasuke menyeringai.

Duk Duk Duk

Grak

Dengan sekali lompatan, Sakura mencebloskan benda bulat itu pada sebuah ring yang berjarak dua meter di hadapannya. Sakura tahu,dia bisa melakukannya karena bantuan sang kekasih, Sasuke.

"Yay... aku bisa! Arigatou Sasuke-kun!" sebuah senyuman mengembang menambah aurah kecantikan di wajah Sakura.

"Hn."

Bukan Sasuke namanya kalau menjawabnya tidak seperti itu.

Kini Sakura sudah berada tepat di belakang Sasuke. Sakura menaikkan badannya agar bisa menyamai tingginya dengan Sasuke dengan cara menjingkatkan kaki,dihembuskan pelan napasnya di telinga Sasuke sehingga membuat Sasuke terpancing untuk membalikkan badannya dan...

CUP

Bibir Sakura menyentuh permukaan halus yang ternyata pipi Sasuke. Ciuman Sakura yang hanya berlangsung beberapa detik saja,sampai akhirnya sakura mulai menjauhkan wajahnya. Perlakuan Sakura itu cukup membuat Sasuke kaget,tak disangka kekasihnya tiba-tiba menciumnya. Tapi atas maksud apa?

"Aku mencintaimu!" seketika Sakura menghambur ke dalam pelukan Sasuke sedangkan yang dipeluk hanya bisa balas memeluk.

"Kau pasti sudah tahu, kalau aku lebih mencintaimu," perkataan sang kekasih mampu membuat hati Sakura hangat ditambah hangatnya pelukan yang Sasuke berikan.

Bayangan tentang hal buruk yang akan menimpa hubungan mereka selalu terlintas di dalam pikiran nya, sehingga membuat Sakura ingin mengatakan kalau dia begitu mencintai Sasuke walaupun ia sudah tahu kalau Sasuke juga mencintainya.


"Ne... Sasuke-kun coba tebak sebentar malam,malam apa?" tanya sang gadis merah muda pada pria tampan di sebelahnya.

"Malam minggu. Kenapa?" Sasuke menjawab pertanyaan Sakura polos,seolah-olah tidak tahu kalau malam minggu merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian remaja yang ingin berkencan dengan kekasihnya. Apa Sakura juga berniat untuk mengajak Sasuke berkencan?

"Apa Sasuke-ku sengaja bertanya seperti itu supaya aku mengajaknya berkencan duluan?" ucap Sakura dalam hati.

"Apa kau tidak berniat untuk sekedar jalan jalan atau berken–"

"Sepertinya aku tida bisa Sakura,aku harus mengerjakan PR Biologiku" belum sempat Sakura melanjutkan perkataannya tapi sudah ditepis oleh Sasuke.

Sakura tahu kalau kecerdasan seorang Uchiha Sasuke sudah tida bisa diragukan lagi tapi apakah dia tidak bisa menyelesaikan PR nya itu besok saja, mengingat besok hari minggu.

"Tapi Sasuke-kun–"

"Kencannya lain waktu saja Sakura-chan!" lagi-lagi kalimat yang akan meluncur dari mulut Sakura ditepis oleh Sasuke.

"Uh~ Hai'," keluh Sakura sambil dikerucutkannya bibir merah muda tipis sebagai tanda penolakanterpaksa akan perkataan sang pria. Ayolah, ini kencan yang sudah di tunggu-tunggunya selama seminggu penuh.

"Sakura-chan!" yang dipanggil hanya menoleh dengan tatapan kesal. "Ini untukmu" ucap Sasuke sambil memberikan sebuah komik berjudul slamdunk kepada Sakura.

Sakura hanya melihat komik itu sekilas. "Untuk apa?"

"Ini komik tentang basket,siapa yahu dengan membacanya kau bisa lebih mahir bermain basket dan menantangku suatu saat nanti"

Demi apapun Sakura ingin menolak komik pemberian Sasuke mengingat apa bisa sesorang yang hanya membaca sebuah komik tentang basket bisa langsung mahir memainkannya? Lagian yang Sakura inginkan adalah berkencan bersamanya bukan diberi sebuah komik.

"Oh..Ne arigatou Sasuke-kun" mau tak mau Sakura harus menerima pemberian sang kekasih.

END OF FLASHBACK


Disinilah Sakura berada sekarang. Disebuah kamar dengan dinding dilapisi cat merah jambu persis dengan rambut Sakura. Menurutnya malam minggu kali ini akan terasa biasa-biasa saja. Jangankan berkencan, sampai sekarang pun Sakura belum menerima satupun SMS dari Sasuke.

Sakura mengambil Handphone nya yang ada di meja belajar guna mengecek lagi SMS masuk. Tapi niatnya berubah ketika melihat sebuah komik pemberian Sasuke tergeletak di meja belajar di samping Handphone. Sakura mengamati Cover komik tersebut.

Gambarnya tidak menarik. Itulah yang ada didalam pikiran Sakura sehingga dia tidak berniat untuk membacanya. Ia pun melempar komik tersebut ke sembarang tempat, membuat sebuah kertas putih meluncur keluar dari komik tersebut dan jatuh.

"Surat?" dilihatnya kertas putih itu. "Apa dari Sasuke?" karena tidak ingin sebuah pertanyaan akan muncul di pikirannya lagi,Sakura membuka surat itu dan membacanya.

Beberapa menit kemudian…

Gadis merah jambu itu tidak bergeming sedikitpun dari posisinya. Hanya bahunya saja yang mulai gemetaran dan genangan air mata yang membanjiri pipinya.


END NORMAL POV

Sekarang aku baru ingat mengapa aku tidak pernah membaca komik itu, karena surat dari Sasuke yang kuselipkan didalamnya membuat aku teringat akan sosoknya. Sampai sekarang aku belum menganggap kalau hubungan ku dengan Sasuke telah berakhir. Aku rasa itu hanya keputusan sepihak antara aku dan Sasuke.

"Hoaamm..." Aku menguap. Mataku mulai mengantuk.

Sembari memejamkan mata, pikiranku melayang sesaat. Siapa perempuan yang dimaksud Sasuke di surat itu? Aku tahu Sasuke selalu dikagumi oleh kaum hawa tapi tidak ada yang sedekat dengan Sasuke selain aku. Seperti apakah rupa perempuan itu? Rasanya tidak mungkin Sasuke mencintai perempuan lain selain aku, lagipula apa maksudnya mengatakan kalau dia lebih mencintaiku tapi nyatanya tidak seperti apa yang ia katakan? Walaupun dingin nya perlakuan sasuke kepadaku tapi aku yakin dia sangat mencintaiku? Ah, sudahlah! Biarkan waktu yang menjawabnya.

Aku menghentikan kerja otakku, dan mulai terlelap diiringi suara hujan membentuk yang sebuah irama yang bergema nyaring di telingaku.

.

.

.

TBC

a/n : sekian untuk second chapternya, terimakasih udah menyempatkan diri membaca ^^ Jika ada yang kurang sreg di hati readers, mohon dikomentari di review box yaa ^^ jangan segan-segan untuk berkomentar, saya terbuka dengan segala jenis kritik kok ;) concrit dan flame turut dihalalkan... Setidaknya itulah yang dapat membantu kemajuan cerita. MIND TO REVIEW, MINNA?