Love Is Hurt
Author : Park Ha Woo
Genre : Boys Love, Romance, Hurt, dll
Main cast : Oh Sehun
Huang Zi Tao
Kim Jong In
Dan bertambah seiring waktu
Rating : T
Length : 2/?
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan YME. Tapi FF ini murni dari otak saya.
Dan juga Typo bertebaran, tulisan enggak rapi, alur kecepetan, humornya maksa dan cerita pasaran.
So, Happy Reading ^_^
.
.
.
Bel pun berbunyi tanda bahwa waktu pelajaran sudah selesai dan segera Park songsaengnim memberi tugas untuk para siswa untuk dikerjakan setelah itu ia berjalan keluar kelas.
"Hei, Hun aku pulang duluan ne? bye!" ucap Kai sambil berlalu.
"Ne, Kai. Hati-hati dijalan!" jawab Sehun sedikit berteriak.
"Ayo Ge, pulang bersamaku" ujar Sehun.
"Ne, Hunnie" jawab Tao.
Setelah Kai pergi Sehun mengajak Tao untuk pulang bersama.
Tapi, diperjalanan mereka tidak ada yang membuka suara hingga Sehun yang lebih dulu memecah keheningan.
"Hei, Ge? Kenapa kau tiba-tiba datang ke Korea?" tanya Sehun pada Tao.
"Hmm? Memangnya kenapa Hunnie? Apa tidak boleh?" tanya Tao.
"Bukan begitu Ge, hanya saja tidak biasanya kau ke Korea tanpa memberi tahu ku" ucap Sehun. Ya, memang biasanya Tao selalu memberi tahu Sehun jika ia ingin pergi ke Korea.
"Apa Gege punya masalah?" tanya Sehun lagi.
"Hmm, apa terlihat ya?" ujar Tao entah pada dirinya sendiri atau Sehun.
Sehun melihat Gegenya dengan pandangan cukup terkejut tapi kemudian dia tersenyum dan berucap lembut pada Gegenya itu. "Apa benar? Kalau Gege mau, Gege bisa bercerita padaku. Jika aku bisa aku pasti akan membantu Gege"
"Gomawo, Hunnie" ucap Tao dengan senyum lembutnya.
"Ayo, Ge kita ke café dekat taman itu!" ajak Sehun sambil menarik tangan Tao agar mengikutinya.
.
.
.
"Nah, ayo duduk Ge!"
"Ne, Hunnie"
"Ayo Ge, ceritakan apa masalahmu?" ujar Sehun yang penasaran.
"Umm, itu bukan masalah besar kok Hunnie" jawab Tao dengan senyumnya.
"Ishh, Gege jangan begitu padaku. Apa masalah ini benar-benar pribadi atau Gege sekarang jadi pelit? Hingga aku tidak boleh tahu" tanya Sehun dengan mempoutkan bibirnya.
"Hihihi, tidak kok Hunnie" ujar Tao diselingi tawa kecilnya.
Tapi raut wajah Tao langsung berubah menjadi sedih. "Tapi kau janjikan tidak akan bilang siapa-siapa?"
Melihat itu Sehun jadi merasa bersalah, 'apa benar-benar pribadi?' batinnya.
"Ne, Ge. Aku tidak akan bilang siapa-siapa" janji Sehun.
"Eumm, sebenarnya – "
.
.
.
Sehun terus berjalan ke rumahnya dengan pikiran yang tidak menentu, tentu saja setelah ia mengantarkan Gegenya ke pulang apartemen tempat Gegenya tinggal itu. Sebenarnya ia masih memikirkan kata-kata Gegenya tadi di café itu.
Entah kenapa ia rasa kalau lelaki itu benar-benar tidak pantas untuk Gegenya itu.
'Huh, sial! Kenapa semua jadi seperti ini? Dan kenapa harus Tao – Ge!
Akh!, lihat saja nanti jika namja itu membuat Gegeku menangis akan ku hajar dia. Gege tenang saja selama masih ada aku, aku berjanji Gege tidak akan terluka' batin Sehun setengah kesal.
Dan Sehun melanjutkan perjalanan menuju rumahnya dengan 'seringai' yang terukir di bibirnya.
.
.
.
Tok .. Tok .. Tok
"Ne, tunggu sebentar" ucap Tao pada orang yang mengetuk pintunya diluar.
Cklek
"Eh? Hunnie? Kenapa kau ada disini?" tanya Tao dengan wajah bingungnya.
"Hanya menjemputmu Ge, apa tidak boleh?" jawab Sehun dengan senyumnya.
Tao melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 07:00 itu. Dan menatap Sehun bingung. "Masih ada satu jam lagi Hunnie, kau menjemputku terlalu cepat. Dan aku juga belum mandi" ujar Tao dengan muka polosnya.
'Manis..' batin Sehun.
"Hanya ingin, lagipula aku lebih suka datang pagi Ge" jelas Sehun.
"Dan kau harus cepat Ge, karena aku tidak suka menunggu!" lanjut Sehun dengan mendorong Tao masuk kedalam untuk membersihkan diri.
.
.
Sudah 20 menit Sehun menunggu Gegenya itu dan –
"Ah, Hunnie, mianhae. aku lama ya?" tanya Tao
"Ani, Ge. Ayo berangkat" ujar Sehun dan menggengam tangan Tao untuk mengikutinya.
"Eum!"
.
Mereka pun jalan berdampingan demgan tangan saling menggenggam. Kalau dilihat mereka berdua itu seperti sepasang kekasih yang sedang jalan berdua. Bahkan ada sekelompok yeoja yang berhenti hanya untuk memfoto mereka berdua. Berlebihan? Tapi memang begitulah kejadiannya.
Dan akhirnya mereka sampai disekolah mereka tepat pukul 07:30. Ketika Sehun dan Tao berjalan ke kelas mereka ada seseorang yang memanggil Sehun.
"Hei! Hun!" teriak seseorang.
"Waeyo, Kai?" tanya Sehun.
"Aku punya kabar gembira untukmu, dan tentu juga ada kabar buruk. Kau mau ku beri tahu yang mana dulu?" tanya Kai
"Gembira"
"Akhirnya Kyungsoo – Hyung kembali Hun! Kemarin sore. Ahh, aku senang sekali" jelas Kai
"Hmm, baguslah. Kau jadi tidak menggonta-ganti pasanganmu lagi Kai. Buruk"
"Waktumu tinggal sedikit Hun! Sepertinya mereka akan mempercepat pertunangan itu" bisik Kai di telinga Sehun.
"Benarkah? Kenapa secepat itu?" tanya Sehun entah pada dirinya atau Kai.
"Ya, Hun. Aku juga tidak tahu kenapa?"
"Gege, tidak boleh tahu akan hal ini" bisik Sehun pada dirinya sendiri.
"Hun? Kau kenapa?" tanya Kai yang heran melihat Sehun yang berbicara sendiri.
"Ah, ani. Gwaechana" jawab Sehun sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayo, kita ke kelas" ajak Sehun pada Kai dan juga Tao.
Kai memandang Sehun heran. 'ada apa dengan anak itu?' batin Kai heran.
"Sudahlah, mungkin dia hanya kaget" ucap Kai sambil menyusul mereka ke kelas.
.
.
.
Kini mereka berlima sedang istirahat di kantin. Mereka berlima itu Sehun, Kai, Tao, Baekhyun dan Chanyeol. Kai yang mengajak mereka berkumpul karena mereka belum berkenalan dengan Tao.
"Hyung, kenal kan ini Tao – Ge. Dia murid baru disini" ucap Sehun pada Baekhyun dan Chanyeol.
"Ah, Annyeong. Huang Zi Tao imnida senang bertemu dengan kalian" dengan senyum Tao mengatakan itu.
"Jangan terlalu formal dengan kami. Aku Byun Baekhyun dan ini Park Chanyeol" ujar Baekhyun dengan menunjuk Chanyeol.
"Hai!" sapa Chanyeol dengan senyum lima jarinya.
Tao hanya tersenyum menanggapi sapaan Chanyeol itu dan mengganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Baekhyun.
"Oh, ya Kai. Waktu itu apa maksud kata-kata mu?" tanya Baekhyun pada Kai.
"Oh, itu kalian bisa bertanya dengan orangnya sendiri kan?" jawab Kai sambil melirik Sehun.
Sehun yang merasa diperhatikan itu menolehkan kepalanya. "Apa?"
"Ini tentangmu yang waktu itu berlari keatap Sehun, kau kenapa?" kini giliran Chanyeol yang berbicara.
"Nan gwaechana" ucap Sehun singkat.
"Yasudahlah, kalau begitu" ujar Baekhyun.
"Ne" jawab Sehun.
.
.
.
Kini Sehun dan Kai berada di atap sekolah karena Kai yang mengajak Sehun ke sana. Dan Tao? Dia bilang dia punya urusan dan dia bilang ingin pulang sendiri.
"Hei, Hun! Kenapa tidak kau ceritakan saja pada mereka? Mungkin bisa sedikit membantumu?" tanya Kai setengah berbisik pada Sehun.
"Aku tidak bisa"
"Wae?"
"Ada seseorang yang harus ku lindungi dari mereka"
"Hah? Siapa?"
"Kau tau siapa maksudku kan?" jawab Sehun dengan melihat ke suatu arah.
Kai yang heran mengikuti arah pandangan Sehun dan, "Maksudmu itu– itu tidak mungkin Hun! Kenapa dia bisa terlibat?" tanya Kai dengan sedikit berteriak.
"Janji, mereka terikat oleh janji masa kecil mereka. Sama sepertiku"
"Hahh, ternyata janji masa kecil itu merepotkan ya?"
"Tidak juga, jika sang pembuat janji itu tidak saling berhubungan seperti ini"
"Terkadang cinta itu memang membingungkan, sama seperti menyusun puzzle yang sangat rumit dan juga untuk mencari bagian-bagiannya yang hilang itu"
"Kau benar, Kai. Terkadang aku sendiri juga bingung dengan hal ini" ucap Sehun dengan memejamkan matanya, kepalanya terasa penat memikirkan hal itu.
Keduanya terdiam, menikmati hembusan angin yang berhembus disekeliling mereka dan juga untuk menjernihkan pikiran mereka.
.
Setelah cukup lama akhirnya Kai membuka suaranya. "Apa kau benar-benar akan menjaganya?"
"Ya, aku tidak mau dia tersakiti Kai"
"Jika kau diberi dua pilihan kau akan memilih untuk melindunginya atau mengejar Dia?" tanya Kai.
"Aku tidak bisa memilih salah satunya Kai"
"Kalau kau tidak memilih maka satu dari mereka akan mati, bagaimana?"
"Ck, kenapa kau memaksa sekali sih?"
"Hanya ingin tau jawabanmu saja Hun. Jadi jika ada pertanyaan seperti itu kau bisa bersiap-siap bukan?"
"Hmm" Sehun terlihat berpikir dengan serius. Walaupun ini hanya pertanyaan biasa itu bisa mengubah jalan hidupnya jika ia benar-benar harus memilih salah satu diantara keduanya.
'Melindunginya atau mengejar cinta Dia? Ini terlalu sulit. Aku tidak mau dia terluka tapi, apa aku akan melepaskannya begitu saja?
Seandainya aku punya kesempatan untuk membuktikannya.. tapi aku tidak setega itu dengannya kan? Walaupun dia terlihat kuat di luar tapi sebenarnya dia sangat rapuh di dalam. Aku harus memilih yang mana? Aku tidak mau diantara mereka ada yang mati bukan?
Cinta pertamaku atau seseorang yang aku sayangi dan sangat baik denganku?
Hahh, walau sulit tapi aku tetap harus memilih. Oh Sehun, ayolah pilihanmu itu pasti yang terbaik untukmu bukan?' dengan menghembuskan nafasnya dengan berat untuk meyakini pilihannya itu tepat akhirnya Sehun pun bersuara.
"Aku lebih memilih – "
.
.
.
TBC
A/N: Hai! Readers!
Aku balik lagi bawa chap 2, semoga chap ini lebih baik dari yang kemarin ya.
Dan apa chap ini lebih pendek dari yang kemarin?
Mungkin chap ini makin enggak jelas ya?
Dan kalian udah pada taukan Someone's POV nya itu siapa?
Kalau belum ayo ditebak ne?
Ada yang tau enggak, apa yang bakal dipilih Sehun?
Jawab ne?
Dan karena aku masih pemula tolong kasih aku saran dan kritik ne!
Dah, segitu aja bacotan aku.. dan waktunya –
Balasan review...
Zheku Moist: Gomawo #bow. KaiSoo? Boleh, tunggu gilirannya ya. Mana Tao mana? Ehehe, disini pasti tau kok Someone's POVnya itu.
Aku juga ngerasa kecepetan sih tapi ya begitu lah. Noooooo, Kai milik Kyungsoo. Ne ^_^ ini udah update kok. Gomawo for review #bow..
Uniquegals: Gomawo #bow. Iya, pairnya HunHan – TaoRis. Disini kayaknya ketahuan deh Someone's POVnya itu siapa..
Wahh, makasih banyak ya. Udah aku italic kok semoga enggak tambah jelek ya.
Ne ^_^ , ini udah aku update kok. Gomawo for review #bow
destyrahmasari: Eh? Enggak bagus ya. Mian kalo jelek FFnya. Disini ketahuan kok -menurut aku. Gomawo for review #bow
Akhir kata Review please #bbuing – bbuing bareng Tao dan Sehun ..
