Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Kim Heechul

Pair : KYUMIN | slight KyuChul

Rated : T

Genre : Hurt Comfort , Romance

Disclaimer : The characters inside are belong to themselves

Summary : Origami merupakan seni tradisional melipat kertas yang popular di Jepang. Kelihaian Sungmin membuat aneka bentuk boneka kertas menarik perhatian anak-anak kecil. Namun, siapa sangka dari origami itu bisa mendekatkan Sungmin dengan idaman hatinya.

Warning : GS, Typo(s), abal etc..

Baca author's note dibawah ya ^^

ORIGAMI

.

.

© Little Cho (Cho Sun Kyu) ©


.

Di sini lah Sungmin sekarang berdiri, di pintu masuk Lotte-theme park, taman ria terbesar yang ada di Seoul. Karena ini adalah hari Minggu, tempat ini sangat ramai, dipadati oleh keluarga kecil yang ingin menghabiskan Minggunya, kumpulan anak-anak muda yang datang bersamaan, ataupun pasangan muda-mudi yang berkencan disini. Sungmin yang bisa berada disini karena paksaan dari Heechul, kini tengah diam menunggu dengan perasaan tegang yang tidak menentu. Entah dia harus bersikap seperti apa saat bertatap muka dengan Kyuhyun nanti.

'Ukh! Kenapa cuaca hari ini panas sekali?'

Sungmin terus meremas jarinya dan menggigit bibir bawahnya dengan gelisah.

"Ah itu dia! Kyuhyunie! Sebelah sini!" Heechul melambai semangat begitu dilihatnya namja yang begitu dicintainya telah tiba, yang memang sebelumnya sedang mereka tunggu.

"Heechulie!"

Kyuhyun berlari kecil menghampiri dua orang gadis yang sama terpana pada pesonanya. Dia yang saat itu hanya mengenakan t-shirt bermotif strip, rambut coklat caramel sedikit ikalnya dibiarkan menumpuk didepan dan sedikit berantakan, ditambah scraft berwarna senada yang melingkar dengan sempurna dilehernya. Sederhana, tetapi terkesan istimewa. Dia, Cho Kyuhyun mampu menjerat dua gadis yang saat ini sudah ada didepannya.

.

DEG DEG

.

'Omo! Kyuhyun. Dia tampan sekali hari ini.'

Sungmin menatap Kyuhyun dengan penuh kagum. Karena ini memang pertama kalinya dia melihat Kyuhyun tanpa mengenakan pakaian seragam sekolah.

"Apa kau sudah lama menunggu? Maaf ya, Heechulie. Kami mendapat sedikit halangan tadi." Jelas Kyuhyun seraya memperkenalkan ketiga temannya yang ikut serta bersamanya kepada Sungmin dan Heechul secara singkat.

"Itu tidak masalah Kyuhyunie, akupun baru saja tiba disini. Kyunie, kau terlihat sangat tampan sekali." Heechul tersipu melihat ketampanan Kyuhyun, yang sekarang ini telah menjadi kekasihnya—sesuatu yang Heechul bahkan hampir tidak mempercayainya.

"Benarkah? Kau pun terlihat cantik. Aku suka pita merahmu." Kyuhyun tersenyum mendengar pujian dari yeojanya. Tangannya lembut mengelus kepala Heechul.

Sungmin yang berada di belakang Heechul yang lagi-lagi melihat kemesraan mereka, tersenyum melihat sikap lembut Kyuhyun. Setidaknya, dia berpikir bahwa Kyuhyun adalah lelaki yang baik dan dia bersyukur sahabatnya mendapat lelaki yang baik seperti Kyuhyun.

'Kau sangat lembut dan perhatian Kyuhyun.' Sungmin berbisik dalam hati. 'Tapi.. Tentu saja senyuman lembutmu itu tidak akan pernah kau berikan padaku..'

Sungmin mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun ke sembarang arah. Sebenarnya dia tidak tahan untuk melihatnya.

"Ah, kau juga disini, Sungmin-ssi?" Kyuhyun yang menyadari ada gadis lain di belakang Heechul segera menyapanya.

"Eh? I-iya, Chullie mengajakku ikut kemari. Ngomong-ngomong salam kenal Kyuhyun-ssi dan semuanya." Sungmin membungkuk hormat sembari memperkenalkan diri dengan sedikit kaku.

"Haha, tidak perlu seformal itu Sungmin-ssi. " Kyuhyun tersenyum geli melihat sikap Sungmin yang menurutnya sangat lucu. Tapi ada yang berbeda dari cara Kyuhyun menatap Sungmin, seperti tatapan yang—entahlah terlalu rumit untuk dideskripsikan. "Nah sekarang kita akan mencoba wahana yang mana dulu?" Kyuhyun mencoba untuk mengakrabkan semuanya.

"Bagaimana kalau kita mencoba wahana yang sedikit mengguncang adrenalin?" Donghae mengusulkan.

"Jangan! Para yeoja tidak menyukai yang seperti itu. Kurasa kita harus mencoba yang itu terlebih dahulu." Usul Yesung menunjuk pada wahana komedi putar.

"Apa-apaan itu? Aku tidak mau permainan anak kecil." Sanggah Donghae.

"Sudahlah, biarkan para yeoja ini untuk menentukan pilihan mereka." Han Geng yang sedari tadi diam akhirnya memberi saran.

"Hehe, kalian semua lucu sekali." Heechul tertawa geli melihat tingkah kekanakkan sahabat dari kekasihnya ini.

"Baiklah, kita tentukan sambil berjalan dulu saja, ayo.." Kyuhyun menggiring teman-temannya untuk segera berjalan. "Kau mau naik wahana yang mana, Sungmin-ssi?"

"A-apa? Te-terserah saja—" Sungmin memutar badannya mengindari Kyuhyun, terlalu gugup sehingga ia tidak dapat berbicara seperti biasanya.

"Kau tidak perlu sungkan seperti itu, Sungmin-ssi. Ahaha.."

.

'Ba-bagaimana ini? Hanya berjalan disamping Kyuhyun saja, jantungku…'

Kyuhyun yang saat ini berjalan beriringan ditengah Heechul dan Sungmin, jelas membuat Sungmin bertambah gugup. Walaupun Kyuhyun terlihat berbincang ringan bersama Heechul, tapi Sungmin tidak peduli dengan itu. Yang dia sangat gugupkan saat ini adalah berada dekat disamping Kyuhyun.

.

DEG DEG DEG

.

'Ternyata dari jarak sedekat ini, aku dapat mencium aroma tubuh Kyuhyun. Dia wangi sekali..' Sungmin berjalan menunduk dengan meremas tangannya gugup. Sesekali memejamkan matanya. 'Tenang Sungmin, jangan panik. Kumohon jangan.'

.

'Syuut'

.

'Ah tali sepatuku lepas. Aish! Kenapa disaat seperti ini—'

Sungmin yang hampir terjatuh menginjak tali sepatunya yang lepas, segera berjongkok untuk mengikat kembali tali sepatunya yang lepas.

"Eh?"

Namun begitu Sungmin kembali berdiri, dia tidak menemukan Heechul maupun orang-orang yang tadi pergi bersamanya. Yang dia lihat hanya keramaian orang berlalu lalang didepannya, yang sama sekali tidak dia kenali.

"Kemana perginya Chullie?" ditengah-tengah keramaian seperti ini, Sungmin mengedarkan pandangan kekanan dan kekiri dengan gerakan lucu, persis seperti anak kecil yang tersesat.

"Jangan-jangan aku terpisah?" dengan panik Sungmin merogoh kasar tas kecil yang dibawanya dengan tergesa-gesa. " Omo! Karena tadi Chullie mengajaku berangkat dengan terburu-buru, aku jadi lupa membawa ponsel. Ottokhe?"

Sungmin semakin bergerak gelisah karena dia telah terpisah. Sedikit merutuki nasibnya, di tengah keramaian ini tidak adakah diantara salah satu rombongannya yang menyadari bahwa dia tertinggal?

.

ooOOOoo

.

"Fiuh! Kenapa aku bisa sesial ini sih?" Sungmin yang lelah mencari akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu bangku kosong yang ada disana. Sungmin sedikit mengerucutkan bibirnya dan mulai melihat kesekeliling. Dia tersenyum ketika melihat beberapa anak kecil yang dengan riangnya berlari kesana kemari, terlihat sangat bahagia. Setidaknya tawa riang anak-anak kecil itu dapat membuat Sungmin sedikit lebih tenang.

"Waaah, balon punyaku bagus sekali. Umma pasti ikut senang melihatnya! Hehehe.."

Sungmin tersenyum melihat anak perempuan kecil yang hendak berjalan melintasinya. Ditangannya ada sebuah tali yang mengikat balon agar tidak terbang.

'Lucu sekali anak itu. Dia sepertinya sebaya dengan Hyunyoungie. Haah~ Youngie.. kau sudah sehat kan?'

Sungmin memandang sendu anak kecil itu, seketika dia jadi merindukan Hyunyoung.

.

Srats!

.

"Ah! Balonkuu!" Anak kecil itu menjerit panik begitu tali balon ditangannya terlepas .

'Oh tidak! Balonnya!' Sungmin pun ikut panik dan segera menghampiri anak itu. Dia mencoba melompat untuk menggapai tali balon yang hendak terbang lebih tinggi lagi. Tetapi hasilnya nihil.

"Ummaaa.. balonkuuu..huweeee.."

'Tidak bisa.. Tidak sampai' Sungmin mencoba melompat lebih tinggi lagi, namun tetap gagal.

Tiba-tiba tanpa Sungmin sadari sebelumnya, terlihat seorang namja berlari dari arah samping menuju ketempatnya. Dia melompat keatas bangku yang tadi Sungmin duduki, dan..

'HUP'

Dengan sekali lompatan, namja itu berhasil menangkap tali balon yang telah terbang.

"EH?"

Namja itu mendarat dengan sempurna. Membuat tatapan semua orang terarah padanya. Bahkan anak kecil tadi pun telah berhenti menangis. Tetapi sepertinya Sungmin mengenali siapa namja itu.

"Hampir saja.." namja itu membalikan badannya dan berjalan ke arah Sungmin, tentu saja dengan balon ditangannya.

'Kyuhyun!'

"Waaahhh, hebaaat.." semua orang yang melihat aksi Kyuhyun tanpa sadar memberikan tepuk tangan.

'Kyuhyun.. dia keren sekali..' Sungmin ikut terpesona seperti yang lain.

"Hehe, terima kasih. Ini, Sungmin-ssi. Punyamu?" Kyuhyun menyerahkan balon yang ada ditangannya pada Sungmin.

"Eh? Ah, go-gomawo Kyuhyun-ssi.." Sungmin menerima tali balon itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Ini saengie, balonmu. Untung sekali yah, balonnya bisa ditangkap lagi. Hehe.." Sungmin menyerahkan tali balon pada pemiliknya dengan senyum manis yang tidak lepas dari bibir plump Sungmin.

"Gomapta unnie sudah membantuku.." Anak kecil itu menerima balonnya dengan sangat senang. "Dan juga oppa, terimakasih sudah membantuku." Dia melempar senyum pada Kyuhyun, yang kemudian dibalas dengan belaian sayang Sungmin di kepala anak itu.

Kyuhyun tersenyum lembut melihat sikap tulus Sungmin pada anak kecil itu.

"Sudah ya unnie, oppa, aku pergi dulu, annyeong.."

"Hati-hati." Sungmin melambai semangat pada anak kecil tadi.

"Kyuhyun-ssi, kau sangat hebat! Anak itu terlihat sangat senang sekali." Sungmin menghampiri Kyuhyun dan menatapnya dengan penuh kagum.

"Ya, untung saja. Aku tidak tega melihatnya karena adikku juga sebaya dengan anak itu. Kau tahu kan? Heechul pasti pernah bercerita padamu." Tanya Kyuhyun.

'DEG'

'Ah iya, iya. Aku lupa. Kyuhyun menganggap Chullie itu adalah origami unnie. Aku harus mengikuti permainannya.'

"I-iya, aku tahu kok. Nama adikmu Hyunyoung kan?" Sungmin memang tidak pandai berbohong, tapi kali ini dia sudah berusaha.

"Haha, ne. Senang rasanya kau mengingat nama adikku."

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku celananya, terlihat menekan beberapa nomor dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.

"Yeobseo Heechulie? Aku sudah menemukan Sungmin-ssi... Ah baiklah.. iya aku mengerti..." begitu Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya, barulah Sungmin mengerti keadaannya.

'DEG'

'Eh? Apakah Kyuhyun… Dia mencariku?' Sungmin merasa kaget juga senang ternyata ada yang peduli padanya, dan terlebih lagi orang itu adalah Kyuhyun.

"Gomawo Kyuhyun-ssi! Kau mau mencariku. Aku memang sangat merepotkan bukan? Seperti anak kecil saja. Maaf." Sungmin menundukkan kepalanya. Samar terlihat rona merah di pipi Sungmin, dia benar-benar merasa malu dan sungkan. Tapi walau Sungmin menunduk seperti itu, Kyuhyun tetap bisa melihat wajah cantik Sungmin yang pipinya kini telah berubah menjadi kemerahan. Sangat imut, menurut Kyuhyun.

Ditepuk-tepuknya kepala Sungmin dengan lembut, Kyuhyun mulai tertawa dengan sedikit keras. "Hahaha.. Sudah kubilang tidak perlu sungkan dan formal begitu padaku Sungmin-ssi."

"Ukh, tapi tetap saja.." Yang ditepuk kepalanya hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Yang entah kenapa membuat Kyuhyun semakin ingin mencubit pipi chubby nan padat milik Sungmin. Namun Kyuhyun berusaha keras menahan tangannya, kalau-kalau dia melakukan sesuatu di luar kendalinya.

"Dan lagi, kau tidak perlu memanggil seformal begitu padaku. Cukup Kyuhyun saja."

"Uh-hum, baiklah.." Sungmin mengangguk lucu. "Kau juga bisa memanggilku Sungmin saja."

Sungmin terdiam sejenak. Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu yang ingin sekali dia tanyakan pada namja dihadapannya ini.

"Kyuhyun, sebenarnya aku bertanya-tanya akan satu hal.." Sungmin terlihat mulai bisa menguasai kegugupannya saat bersama dengan Kyuhyun

"Ya? Hal apa itu?" tanya Kyuhyun.

"Bagaimana kau bisa mengetahui namaku? Kita kan tidak pernah satu kelas. Bahkan selama hampir tiga tahun ini kita belum pernah bertegur sapa sebelumnya. Tapi kenapa..." Sungmin mengerutkan dahinya penuh tanya dan sedikit memiringkan kepalanya.

Kyuhyun memang sudah pernah mendengar sebelumnya bahwa Sungmin mempunyai aegyo alami yang tidak dapat ditahan. Tetapi, baru kali ini Kyuhyun melihat secara langsung "aegyo"nya itu. Dan tentu saja, hal itu membuat Kyuhyun menjadi gelisah sendiri.

"Ehem.." Kyuhyun sedikit meredam rasa gugupnya. "Siapa yang tidak mengenal Lee Sungmin? Putri tunggal dari dokter terkenal Lee Young Woon yang juga merupakan murid teladan di sekolah? Orang-orang disekitarku sering kali membicarakanmu."

Sungmin terkejut mendengar penjelasan Kyuhyun. "Mwo? Be-benarkah?"

"Tentu saja. Lagipula, sebenarnya dari dulu aku ingin sekali bisa akrab denganmu, Min."

"Oh ya? Kenapa?" Sungmin semakin tidak mengerti dengan pengakuan Kyuhyun.

"Itu karena…" Kyuhyun sengaja menghentikan ucapannya, dia tersenyum misterius ke arah Sungmin yang dibalas tatapan tidak mengerti dari Sungmin. "Naah~ lupakan. Kau sendiri, bagaimana kau bisa tahu namaku?"

"Eh? Ish!" Sungmin mendengus merasa kesal karena pertanyaannya tidak dijawab. Tetapi entah kenapa dia tidak bisa protes. Dia mengerucutkan bibirnya lucu. "Siapa yang tidak mengenal Cho Kyuhyun?" cicit Sungmin pelan.

Kyuhyun sudah tidak bisa menahan lagi. Dengan gemasnya dia mencubit kedua pipi Sungmin. "Hahaha, kau lucu sekali Sungmin."

"Ouch.. appo.."

"Ha..ha..ha.."

'DEG'

Sungmin menyentuh kedua pipinya tidak percaya. Matanya tidak lepas dari Kyuhyun yang kini masih tertawa-tawa. Sentuhan tangan itu masih tertinggal dipipinya.

'K-Kyuhyun menyentuhku..'

Setelah beberapa saat barulah Kyuhyun berhenti dari tertawanya. "Oh ya, tadi Heechul bilang dia dan yang lainnya sedang mengantri di wahana yang antriannya panjang. Selagi menunggu, bagaimana kalau kita berjalan-jalan dulu sebentar? Kau mau kan Sungmin?" tawar Kyuhyun.

.

Hening..

.

'HEEEH?'

Lagi-lagi Sungmin dikejutkan oleh permintaan Kyuhyun. Sungguh dia tidak menyangka akan mendapat banyak kejutan hari ini.

'Apa? Jalan-jalan berduaan saja dengan Kyuhyun? Yang benar saja? Sepertinya ini semua benar-benar hanya mimpi.'

Bukannya menjawab ajakan Kyuhyun, Sungmin malah menatap terbengong dengan tatapan mata kosong ke arah Kyuhyun.

"Sungmin?" Kyuhyun melambaikan tangannya di depan wajah Sungmin. Mencoba untuk mengembalikan kesadaran Sungmin yang sedang melamun.

"Eh? I-iya Kyuhyun?" tanya Sungmin lagi, memastikan bahwa apa yang ia dengar adalah salah.

Kyuhyun tertawa renyah, "Sudahlah Min berhenti memasang muka seperti itu. Dan aku tidak menerima tolakan. Ayo, cepat! Lewat sini." Kyuhyun mempersilahkan Sungmin untuk berjalan terlebih dahulu.

Sementara Sungmin? Diam-diam dia tersenyum simpul, dia sangat senang. Walaupun mati-matian dia berusaha menahan rasa gugupnya karena berjalan disamping Kyuhyun, tapi satu kesimpulan yang dia kirakan sendiri membuatnya tersenyum senang.

'Berjalan di taman ria berdua bersama Kyuhyun? Kalau begini, rasanya seperti kita sedang berkencan saja. Hihihi..'

.

ooOOOoo

.

Ditengah perjalanan, Kyuhyun dan Sungmin berbincang-bincang ringan, sesekali diselingi oleh tawaan kecil dari Kyuhyun ataupun Sungmin.

"Lihat itu Sungmin. Itu area hewan-hewan herbivora, kita bisa masuk dan menyentuhnya loh. Kau suka binatang tidak Min? Mau mencoba masuk?" tanya Kyuhyun.

"Tentu saja! Aku sangat suka sekali binatang, terutama yang mungil dan lucu." Jawab Sungmin dengan semangat.

"Baiklah, ayo masuk."

Mata Sungmin langsung berbinar ketika memasuki area tersebut. Setiap hewan yang berbeda jenis diberi pagar pembatas. Terlihat ada bermacam-macam hewan herbivora disini, mulai dari yang terkecil hingga yang besar. Tapi mata Sungmin terpaku pada kumpulan hewan bertelinga panjang yang terlihat sedang melompat kesana kemari.

"Lihat itu Kyuhyun! Kelinci!" tunjuk Sungmin yang dengan segera berlari ke tempat dimana kelinci itu sedang bermain-main.

"Aigoooo.. lucu sekali kelinci-kelinci ini." Dengan gemasnya Sungmin membelai kepala kelinci bertubuh paling gemuk disitu.

Kyuhyun pun ikut menghampiri Sungmin dan memberikan sebuah wortel pada Sungmin yang dia dapat dari petugas keliling. "Kudengar kelinci menyukai wortel, coba kau berikan padanya Min."

"Ah nee, gomawo." Sungmin menerimanya dengan senang hati.

Kyuhyun berjongkok disamping Sungmin, diam memperhatikan indahnya berbagai ekspresi yang Sungmin tunjukkan saat ini.

"Nah tuan kelinci gembul, ayo makan dulu.." Sungmin menyodorkan wortel tersebut tepat di depan mulut si kelinci. Kelinci itu mengendus-endus wortel itu terlebih dahulu sebelum mulai menggigitinya dengan lahap. "Kyaaa menggemaskan sekali~ Kau lihat hidungnya Kyuhyun? Hidungnya bergerak-gerak lucu~ Makan yang banyak ya tuan kelinci, supaya kau bertambah besar."

"Bukankah tubuh kelinci itu sudah sangat besar, Min?"

"Ha..ha..ha..ha~"

Kyuhyun ikut tertawa bersama Sungmin. Dia menangkap satu kelinci berbulu putih dan bersih yang berjalan melompat kearahnya. Diangkatnya tubuh kelinci itu dengan kedua tangannya dan dipandanginya. Sedangkan yang dipandang hanya diam dan balik memandang, dengan tidak berhenti menggerak-gerakan hidungnya cepat. Kyuhyun terkikik pelan begitu satu pikiran lucu melintas di kepalanya.

'Giginya mirip dengan Sungmin..'

.

.

"Kita akan mencoba apalagi kali ini?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin yang sedang sibuk mengulum sesuatu.

"Terserah kau Kyuhyun, aku hanya mengikuti saja." Dilahapnya gigitan terakhir permen kapas hingga tak bersisa. Sungmin bilang tidak lengkap rasanya bermain ke taman ria jika tanpa memakan permen kapas.

Seketika Kyuhyun tersenyum jahil. "Aku tahu wahana yang menarik dan cocok untuk hari ini, ikut aku." Dan dengan polosnya Sungmin mengekor dibelakang Kyuhyun tanpa tahu kemana tujuan mereka.

"Bagaimana kalau masuk ke tempat ini?"

"Eh? MWO..?! ANDWAE!"

Sungmin menjerit ketakutan begitu Kyuhyun menggeser tubuhnya dan terlihatlah papan bertuliskan "Rumah Hantu" di atas bangunan yang dibangun sedemikian seramnya yang ada dihadapan mereka sekarang.

"Kenapa? Mumpung tempatnya lagi sepi nih, pasti seru sekali." Kyuhyun tertawa tertahan melihat Sungmin yang mengkeret ketakutan.

"Bukan seru, tapi seram! Tidak, aku tidak mau Kyuhyun.." Sungmin merengek lucu pada Kyuhyun.

Tapi bukan Kyuhyun namanya kalau tidak jahil. "Ayolah Min, hanya sebentar saja kok. Ini kan masih siang tidak perlu takut. Malah mungkin hantunya terlihat lebih "cute". Iya kan?"

"Shireoyeo.. Kita cari tempat yang lain saja ya? Ayo pergi dari sini." Tanpa mau berdebat lagi, Sungmin pergi dengan meringis menjauhi tempat yang sangat angker menurutnya, meninggalkan Kyuhyun yang sedang tertawa-tawa puas dibelakang sana.

Sementara itu, tidak jauh dari tempat Kyuhyun dan Sungmin, orang-orang disekitar yang melihat perdebatan lucu itu hanya ikut tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah keduanya. 'Dasar pasangan muda.' Begitulah kira-kira yang ada dipikiran mereka.

.

ooOOOoo

.

'Ini bohongan kan? Pasti ini hanya mimpi! Benar-benar tidak kusangka dan tidak pernah kubayangkan sebelumnya, bisa berbagi tawa bersama dengan Kyuhyun. Walaupun ini hanya mimpi tapi aku benar-benar bersyukur. Aku senang sekali. Tapi bagaimana ini? Aku takut… tidak, tidak! Aku tidak boleh semakin jatuh padanya..'

"Heechul dan lainnya kemana? Kenapa mereka tidak ada disini?" tanya Sungmin setelah mereka sampai ditempat dimana seharusnya mereka bertemu dengan Heechul dan yang lainnya. Sungmin sekarang sudah mulai terbiasa dengan Kyuhyun, tidak secanggung saat pertama kali mereka bertemu.

"Entahlah tapi aku sudah meminta mereka untuk kembali kesini. Ouch..!"terdengar Kyuhyun mengaduh kecil dan memeriksa jarinya.

Sungmin yang terheran dengan keadaan Kyuhyun segera menoleh kesampingnya dan bertanya. "Kau kenapa Kyu?"

"Tadi aku luka digigit oleh kelinci." Ujar Kyuhyun santai sembari memainkan setetes darah yang keluar dari jari telunjuknya.

"Mwo? Itu bahaya kan? Jangan memainkan lukamu seperti itu, Kyu..!" panik Sungmin.

"Tenang saja Mingie, luka sekecil ini dijilat juga pasti sembuh kok. Hahaha.." ujar Kyuhyun enteng, perlahan mendekatkan luka dijarinya ke mulutnya.

Tapi Sungmin lebih gesit, dengan sigap dia menahan tangan Kyuhyun dan menjauhkan luka itu dari mulutnya. "Apa-apaan kau Kyu? Jangan dijilat! Nanti bisa infeksi, kau tahu!" wajah Sungmin berubah semakin khawatir melihat sikap enteng Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit kaget dengan sikap Sungmin. Apalagi tadi Sungmin menyentuh tangannya, membuatnya diam mematung dan hanya diam memperhatikan Sungmin.

"Luka sekecil apapun tidak boleh dianggap remeh, Kyu. Tunggu sebentar, aku punya plester di tasku. Plester... plester.." Sungmin sibuk mengaduk-aduk isi tas kecilnya untuk mencari plester, tidak menyadari ada sepasang mata dihadapannya yang memperhatikannya dengan tatapan intens.

Tiba-tiba..

.

'PLUK'

.

Tanpa Sungmin sadari, saat merogoh tas ada sesuatu yang terjatuh keluar dari dalamnya. Kyuhyun yang melihat itu merasa tertarik, dia menunduk dan mengambil sesuatu yang terjatuh tadi.

"Chaa.. ini dia Kyuhyun plesterny—eh?" perkataan Sungmin terpotong oleh Kyuhyun yang tiba-tiba berucap.

"Sungmin-ah, ada yang terjatuh dari dalam tasmu."

Begitu Kyuhyun kembali berdiri dengan sesuatu tersebut ditangannya, Sungmin maupun Kyuhyun sama-sama terkejut dengan benda tersebut.

.

'DEG'

.

"Inikan—" Kyuhyun sengaja tidak melanjutkan ucapannya. Ditangannya kini terdapat sebuah origami kepala kucing yang terbentuk sangat rapi. Kyuhyun menggenggam origami itu kuat.

'Omo! Origamiku! Bagaimana origami itu bisa ada didalam tasku?! Sepertinya aku tidak sengaja memasukkannya kedalam tas. Omo! Bagaimana ini?'

"I-itu.. itu adalah origami ya-yang Heechul ajarkan padaku. Kau tahu kan Kyu kalau Heechul itu pandai sekali membuat origami, d-dan aku tertarik untuk mempelajarinya." Sungmin menjelaskan dengan terbata-bata. Walaupun itu tidak berhasil karena Sungmin memang tidak pandai berbohong.

"Sungmin-ah. Kamu, tidak berbohong kan?" Kyuhyun bertanya dengan nada yang berbeda, sedikit bernada dingin.

.

ooOOOoo

.

Sementara itu di waktu yang sama, di kejauhan terlihat Heechul dan teman-teman Kyuhyun yang baru saja selesai menaiki salah satu wahana. Heechul kini terlihat sudah semakin akrab dengan teman-teman Kyuhyun.

"Lihat, itu Kyuhyun! Dia sudah berada disana bersama Sungmin." Ujar Donghae.

"Sebaiknya kita kesana, sepertinya mereka sudah menunggu kita terlalu lama." Heechul mengusulkan.

"Baiklah."

.

ooOOOoo

.

"Kamu.. tidak berbohongkan?"

'DEG'

"Saat bersamamu tadi, aku terus terpikirkan tentang dirimu, Sungmin-ah."

'DEG'

"Sikapmu yang ramah dan menyenangkan, sikap gugupmu.."

'DEG'

"Perhatianmu pada anak kecil, kesukaanmu pada binatang, ketakutanmu akan hal-hal seram.."

'DEG'

"Dan juga, kebaikan hatimu.."

'DEG DEG'

"Semakin lama aku bersamamu, aku semakin merasa yakin bahwa.. kau lah "origami unnie" yang sering diceritakan oleh Hyunyoung, adikku. Benar bukan? Apa yang aku katakan benar, kan?"

'DEG DEG DEG'

"Semua yang Hyunyoung ceritakan benar-benar sama persis seperti semua sifatmu itu. Hal yang sama sekali tidak pernah aku temukan dalam diri Heechul. Pantas saja aku merasa curiga, pantas saja aku merasa.. ada yang aneh dari cerita Hyunyoung tentang "origami unnie"nya jika dibandingkan dengan Heechul."

'DEG DEG DEG'

"Kenapa Heechul membohongiku? Kenapa kau membohongiku Sungmin? Kenapa kalian bersandiwara dan membohongiku? Apa kau sedang berusaha membodohiku? Kenapa Sungmin?"

Sungmin menggigit bibir bawahnya pelan, air mata sudah menumpuk dipelupuk matanya. Tidak ada satupun kata yang dapat keluar dari mulut Sungmin. Semua kata-kata itu seakan menolak untuk dikeluarkan. Dia tidak tahu harus menjawab seperti apa.

.

ooOOOoo

.

Sungmin POV

"Kamu.. tidak berbohongkan?"

'Ba-bagaimana ini? Apakah Kyuhyun curiga? Tidak, mungkin saja dia ingin berkata hal lain.'

"Saat bersamamu tadi, aku terus terpikirkan tentang dirimu, Sungmin-ah."

'Be-benarkah? Tapi apa maksudmu, Kyuhyun?'

"Sikapmu yang ramah dan menyenangkan, sikap gugupmu.."

'Benarkah aku menyenangkan?'

"Perhatianmu pada anak kecil, kesukaanmu pada binatang, ketakutanmu akan hal-hal seram.."

'A-apakah ada yang salah dengan hal itu?'

"Dan juga, kebaikan hatimu.."

'DEG DEG'

"Semakin lama aku bersamamu, aku semakin merasa yakin bahwa.. kau lah "origami unnie" yang sering diceritakan oleh Hyunyoung, adikku. Benar bukan? Apa yang aku katakan benar, kan?"

'Ya Tuhan.. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa mengetahuinya? Apakah ini akhir dari semuanya?'

"Semua yang Hyunyoung ceritakan benar-benar sama persis seperti semua sifatmu itu. Hal yang sama sekali tidak pernah aku temukan dalam diri Heechul. Pantas saja aku merasa curiga, pantas saja aku merasa.. ada yang aneh dari cerita Hyunyoung tentang "origami unnie"nya jika dibandingkan dengan Heechul."

'Hiks.. aku ingin menangis, sungguh ingin menangis. Iya, kau benar Kyuhyun. Akulah origami unnie yang Youngie ceritakan. Akulah yang selalu merawat adikmu, menyayangi adikmu. Akulah yang tidak tahu kau adalah kakak dari Hyungyoung. Akulah yang selalu menyukaimu.'

"Kenapa Heechul membohongiku? Kenapa kau membohongiku Sungmin? Kenapa kalian bersandiwara dan membohongiku? Apa kau sedang berusaha membodohiku? Kenapa Sungmin?"

'Tidak! Aku benar-benar tidak bermaksud untuk membohongimu Kyuhyun. Dengarkan dulu penjelasanku, aku tidak bermaksud seperti itu! Sungguh. Aku menyukaimu.. tapi aku tidak boleh… Aish! Ayo katakan sesuatu Sungmin bodoh, kenapa kau hanya diam saja? Hiks..'

Sungmin POV End

.

ooOOOoo

.

"MIANHAE!"

"Heechulie?" Kyuhyun terkejut.

Heechul yang sebelumnya sudah mencuri dengar apa yang tengah dibicarakan oleh Kyuhyun dan Sungmin, segera menampakkan diri dan angkat bicara. Dia harus melakukan sesuatu, dia harus melakukan sesuatu untuk Sungmin dan cintanya.

"Mianhae, jeongmal mianhae—" Heechul mulai tersengguk, dia menatap Kyuhyun dengan wajah menyesal dan penuh rasa bersalah.

"Aku.. Mian aku memang telah membohongimu Kyuhyun. Tapi Sungmin sama sekali tidak bersalah, akulah yang salah. Aku berbohong padamu dan mengaku bahwa akulah origami unnie, dan aku memohon pada Sungmin untuk merahasiakan kejadian yang sebenarnya padamu. Tapi kau harus tahu alasan kenapa aku tega membohongimu, itu karena aku benar-benar menyukaimu Kyuhyun. Perasaanku ini sangat tulus. Dan saat aku melihat ada satu kesempatan berada tepat didepan mataku, tanpa sadar aku malah memanfaatkannya, walaupun aku tahu aku salah karena aku telah berbohong. Aku hanya ingin kau benar-benar melihatku, aku menyukaimu Kyuhyun. Maafkan aku. Jeongmal mianhae. Hikss.. hikss.."

Heechul mengakhiri pengakuan panjangnya. Dia menangkupkan kedua tangannya di wajahnya, dan menangis tersedu-sedu disana.

"Jadi begitu ya?" Kyuhyun tersenyum simpul lalu menghampiri Heechul yang menangis tersedu. "Sudah, berhentilah menangis. Aku tidak marah, aku hanya merasa kecewa. Tapi setelah tahu kejadian yang sebenarnya, aku sangat merasa lega. Tidak apa walaupun telat, aku senang kau mau jujur." Kyuhyun menenangkan Heechul yang sedang menangis, dia mengusap lembut bahu Heechul yang bergetar. Walau bagaimanapun, Kyuhyun tidak akan tega membiarkan seorang gadis menangis hebat dihadapannya.

'Kau dengan beraninya mengakui kejadian yang sebenarnya Chullie. Kau memang hebat, dibandingkan dengan aku yang pengecut.. Aku semakin yakin kau memang benar-benar tulus menyukai Kyuhyun. Maafkan aku, aku sempat mempunyai pikiran jelek tentangmu. Aku sahabat yang buruk, maafkan aku Chullie. Hiks..' Sungmin mendesah dalam hati.

Setetes air mata jatuh dari mata indah Sungmin. Semua ini salah, tidak seharusnya dia melibatkan perasaan. Jika dia tidak jatuh terlalu dalam pada pesona Kyuhyun, mungkin rasanya tidak akan semenyesakkan dan sesakit ini.

"Ada apa ini?"

"Apa kalian bertengkar?"

"Kenapa kau menangis Heechul?"

Donghae, Yesung dan Han Geng yang datang belakangan saling melempar pertanyaan begitu dilihatnya ada sesuatu yang tidak beres antara Kyuhyun, Sungmin dan Heechul.

"Ah—" Sungmin segera tersadar dengan situasi dimana mereka berada sekarang. Dia mengusap air matanya kasar sehingga tidak ada satupun dari mereka yang menyadari. "Oh, maaf Kyuhyun-ssi tampaknya aku harus segera pulang. Mianhae Chullie aku harus segera pulang sekarang karena aku baru ingat kalau aku ada urusan. Oh ya, ini plesternya Kyuhyun-ssi, jangan lupa untuk kau pakai." Sungmin menyerahkan plester ke tangan Kyuhyun, dan berpamitan singkat dengan Heechul.

"Eh?" Kyuhyun maupun Heechul heran dengan sikap Sungmin.

"Senang dengan bisa berkenalan dengan kalian Donghae-ssi, Yseung-ssi dan Han Geng-ssi. Maaf aku sedang terburu-buru untuk pulang." Sungmin membungkuk dan tersenyum singkat lalu segera berlari.

Sungmin tidak mempedulikan tatapan heran dan bertanya dari ketiga namja yang baru disapanya. Dia terus berlari dan tidak ingin menoleh kebelakang. Satu-satunya hal yang ia inginkan adalah cepat-cepat pergi dari tempat ini. Dia merasa sesak, dia ingin menangis dengan lepas.

'Chullie-ah, mianhae. Sebenarnya aku sangat senang saat Kyuhyun sadar bahwa akulah "origami unnie". Padahal aku tahu seharusnya aku tidak boleh jatuh cinta pada Kyuhyun. Karena, walau kejadian yangsebenarnya telah terungkap pun, itu tidak akan mengubah apapun. Kyuhyun, tetap adalah kekasihmu. Hiks..' Sungmin terus berlari tidak peduli dengan air matanya yang turun semakin deras.

"Sungmin-ah!"

Bahkan panggilan Kyuhyun pun tidak Sungmin hiraukan.

Kyuhyun merasa kesal pada dirinya sendiri, dia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Melihat Sungmin yang sudah berlari menjauh, ingin sekali dia mengejarnya. Tapi dia tidak yakin apakah hal itu benar? Kyuhyun terus menatap kepergian Sungmin hingga sosoknya telah hilang ditelan kerumunan orang. Diremasnya kuat origami yang masih ada di genggaman tangan kirinya, seolah menyiratkan suatu maksud.

Heecul sendiri bukannya tidak peka, diapun memandang kepergian Sungmin dengan tatapan sendu. Tapi berdiri disamping belakang Kyuhyun seperti ini membuatnya teringat akan bagaimana cara Sungmin menatap Kyuhyun. Heechul tahu pasti hanya dengan melihat dari tatapan Sungmin itu, dia tahu bahwa Sungmin juga menyukai Kyuhyun. Dia pun sama bimbangnya seperti Kyuhyun dan Sungmin. Hanya saja sepertinya dia memilih menjadi seseorang yang seakan tidak tahu apa-apa.

.

'Gyuts'

.

Heechul memegang lengan Kyuhyun kuat, seolah tidak ingin melepaskannya. Seiring dengan pemikirannya, tatapan Heechul berubah dari sendu menjadi semakin tajam dan penuh kekesalan yang mengarah kedepan. Dan disaat itu, ketika semua orang tidak sedang memperhatikannya, sesuatu dalam diri Heechul telah berubah. Sesuatu yang berubah dalam sekejap.

.

.

TBC


.

.

a/n : chapt 2 update.. chapt yg ini agak lbh panjang ya? hoho ff ini gak akan lama-lama kyknnya 1 ato 2 chapt lagi udah end.. hmmm.. mnurutku chullie gak jahat kok.. dia cuma mencoba mempertahankan orang yg dicintainya dengan caranya sendiri.. wkokokok #gubrak XD mkasih bwat smua yg udh review ya.. ^^

.

.


isOlive89 : hoho sungmin yang polos dan chullie yang 'pintar' emang cocok xD hmm, kyuchul putus gak yaaa?

Kim Ae Rin : sebenernya aku jg pengan bgt bikin part kyu cemburu…. tp kayaknya disini hae, yesung sama gege cuma muncul slight doang.. ^^v hho makasih udh suka

Kyumin Town : kenapa ya? Mungkin takdir(?) o.o

gienoona88 : maaf.. sepertinya sungmin blm bisa berenti nangis T_T

parkhyun : sungmin emang terlalu baik, dia ampe gk mau ngakuin perasaannya sama chulie

keyla HB malik : sprtnya emg trlalu cepet y?, kayaknya aku emg harus bisa lbh ngembangin suatu cerita jd lbh luas lg.. makasih.. (:

abilhikmah : kyumin pasti berakhir bersama aku gk mau bkin kyumin broken hehe

nova137 : iya tadinya jg pgn aku bikin oneshoot tapi ternyata ckup pnjang, jadinya mungkin ini three shoot XD sebenernya udah ada yeoja yg kyuhyun suka sblum yeoja origami itu loh x)

Sung Yongmi1307 : sungmin nanti psti ktmu ama youngie (:

fhsky1371 : iyaa, karna kyuhyun tuh diceritakan sbage pangeran skolah (preet XD) jd iya bnyak yg suka sama kyu, trmasuk chullie..

beMINe : kyknya sungmin msih harus mengalah sbntar lagi T_T