Chapter 2: Revolusi
Hallo minna jumpa lagi sama Kyoichi, masih tetap di fic gaje yang sama dan Author abal yang sama tentunya. Apakah kalian merindukan Kyoichi*plak, tentu tidak ya... T_T
Hmmm... Kyoi ucapkan ribuan terimakasih buat reader yang bersedia membaca dan berepot-repot ria meriview, sungguh, itu penghargaan yang luar biasa buat Kyoi yang merasa fic ini bahkan nggak layak di publish karena kekurangan Kyoi dalam pengolahan kata, dan mungkin membuat kalian bosan membacanya, apalagi chap kali ini(Hontou Gomenasai). Chap kali ini mungkin akan membuat kalian lebih bingung, tapi Kyoi udah coba sebaik mungkin kok.
Oke sebelumnya Kyoi mau balas revienya dulu,
Miku In hana
Panggil Kyoichi aja, Hirgaa rasanya terlalu formal ('3')
Mengubah jadi kek gimana yang Miku maksud? Ajarin donk(seenak jidat), soalnya Kyoi emang kurang dalam itu... bagi nasehatnya dong(masang mata melas).
Makasih reviewnya ya, iya salam kenal juga Miku-chan(boleh manggil gitu nggak?)
Moku-Chan
Hehehe makasih, kyoi terharu di bilang ficnya keren(nangis bombai)
Iya ini udah lanjut, jangan lupa review lagi ya
Noal Hoshino
Makasih reviewnya hmmm...noel-san, hehehe iya ini udah lanjut meski sepertinya nggak mengobati rasa penasaran, tapi tenang aja Kyoi bakal berusaha lebih baik.
jangan lupa review lagi ya
Adelia
Iya... Kyoi juga nggak bisa bayangin*plakk(naru : yang buat kan elu).
Yang sabar ya...
Kamikaze no Shinigami
Iya ini udah lanjut, makasih buat reviewnya dan jangan lupa review lagi ya
Miyano Haibara
Hahaha... nggak papa donk Narutonya jadi cewek, soalnya Kyoi nggak rela Naru sama cewek lainnya, mending sama cowok-cowok keren.
#abaikan juga yang ini
Ok ini udah di apdate Haibara-san, jangan lupa riview lagi ya :D
Nasumichan Uharu
Hiksu...Kyoi benar-benar terharu baca review dari Nasu, rasanya menambah semangat Kyoi untuk ngupdate, makasih ya udah mau-maunya suka sama fic gaje Kyoi. Jangan lupa review lagi ya, ditunggu loh.
Guest
Hihi namanya lucu, kayak nama pengguna di warnet langganan Kyoi*hajared, iya ini udah update guest-san, review lagi ya. XD
kuru little girl
iya... ini udah di update, loh kenapa Kuru-chan merasa gitu? Kyoi sendiri nggak tahu gimana perasaan Kyubi(sambil melirik Kyubi). Tapi yang Kyoi tahu Kyubi itu nggak berperasaan*digapar Kyubi.. Pokoknya review lagi ya, biar Kyoi tetap semangat. Ditunggu loh.
gokuno
hihihi... pairnya Kyoi masih bingung, soalnya judulnya aja Playgirl. Tapi Kyoi bakal pertimbangkan usul gokuno-san, mungkin dua-duanya akan ada, bahkan lebih kali ya(hahaha).
Ok ini udah di update , jangan lupa riview lagi ya :D
makina-chan
hahah... emang udah nasib si Naruto mungkin*buagh. Kyoi buat gitu untuk mendukung jalan ceritanya aja, nggak maksud membashing Naruto kok.
Masalah perasaan Kyubi, Kyoi sendiri juga nggak tahu, makina-chan putusin aja sendiri(Kyubi: yang Authornya kan elo dodol, Kyoi : aha nggak papa kok, Kyoi ikhlas*plaak)
Makasih reviewnya, jangan lupa review lagi ya.
Raya
Makasih, raya orang pertama yang muji judul gaje fic Kyoi. Hehehe
iya ini udah lanjut, review lagi ya
Ciel-Kky30
Makasih, (nangis guleng-guleng di puji keren). Masalah Kyubi, Kyoi nggak tahu, Ciel ikutin aja ya.(namanya cool banget, Ciel-kun :3 )
ka-chan Imut
waah ka-chan Imut ada demdam apa nih sama Sasuke? (Kyoi penasaran)
Sasuke : iya bener, ada dendam ape loe ama orang seganteng gue.
Kyoi muntah-muntah gaje, abaikan dia Ka-chan Imut, sesuai requestnya, Naruto udah banyak kan. Sip deh, Review lagi ya. Di tunggu pokoknya.
MissFREAK
Iya... ini udah lanjut, makasih reviewnya ya,,,
jangan lupa review lagi, ditunggu ya ^_^
Oke deh nggak banyak cincong, langsung aja kita mulai ficnya.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
WARNING: OOC, typo(s), EYD agak acak-acakan, humor langka, kalaupun ada pasti garing, alur super lambat dan kegajean lainnya.
Summary: Dihina dan dibanding-bandingkan, itusih sudah biasa. Ingin membalasnya? Tentu saja. Dengan jalan kekerasan? Ah itu sudah tidak zaman... gigi dibalas gigi, mata dibalas mata.../"itik buruk rupa? Kau percaya dongeng itu?". "Huh omong kosong/Itik buruk rupa selamanya adalah itik buruk, menjadi angsa hanya akan terwujud di dunia dongeng, sadarlah ini dunia NYATA!" DLDR...
Disclaimer: Masashi Kishimoto.
Pairing : Belum tahu dan tidak ingin tahu*plaakk
DON'T LIKE? DON'T READ PLEASE!
.
.
.
.
Udara yang begitu sejuk di akibatkan butiran-butiran air yang berjatuhan dari langit memaksa semua orang mempererat jaket atau mantel mereka, hawa dingin itu begitu menusuk sampai ketulang mereka, suasana sore yang mendung disana menambah keinginan seseorang untuk tetap berdiam diri dirumah, dan tidur dibawah sebuah kotatsu yang hangat. Seorang gadis berambut pirang menuruni pesawat yang dinaikinya, kepalanya celingukan seperti sedang mencari seseorang. Tak jauh dari kerumunan orang-orang di bandara itu, terdengar sebuah suara yang familiar di telinganya sedang memanggilnya.
"Hei lihat, anak SD itu naik pesawat sendirian,"
"Kasian sekali, mungkin dia diusir dari rumahnya,"
"Mungkin dia kabur dari rumah,"
"Anak sekecil itu?"
Tidak...bukan suara itu yang terdengar familiar di telinga gadis itu, dia mengacuhkan semua perkataan semua orang-orang itu, dan mencoba fokus pada suara yang di kenalnya.
"Naru-chan... hei Naru-chan,"pria berambut hitam di kuncir, dengan sebekas luka melintang di wajahnya melambai-lambaikan tangan kearahnya. Sosok berambut pirang atau orang yang di panggil Naru-chan itu pun berjalan menghampirinya.
"Iruka oji-san,"panggil Naruto pada orang yang menjemputnya di bandara. Orang yang bernama Iruka itupun langsung memeluk keponakannya itu, betapa ia merindukan sosok kecil yang selama ini terpisah darinya, dia sudah menganggap Naruto seperti anaknya sendiri.(anak? Kau tak setua itu Iruka -_-)
"Lepaskan... aku bukan anak-anak lagi ji-san,"ucap Naruto mencoba melepaskan pelukan maut Iruka, memang diakui Naruto Iruka adalah sanak keluarga yang paling dekat dengan dirinya.
"Bagiku kau selamanya adalah Naru-chibi ku,"ucap Iruka melepaskan pelukannya.
"Kau gila ji-san,"Cetus Naruto.
Iruka hanya bisa sweatdroped mendengar penuturan sang keponakan yang memang selalu kejam dan seenaknya itu. Setelah cipika cipiki ria akhirnya Naruto dan Iruka menuju keparkiran untuk menaiki mobil Iruka yang terparkir disana dan menuju ke rumah kediaman Iruka.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
"Keringkan rambutmu Naruto,"kata Iruka melempar sebuah handuk ke wajah Naruto.
"hmm...eh ji-san, kau sudah menelepon kaa-san?"tanya Naruto sembari mengeringkan rambut pirang sebahunya dengan handuk yang di berikan Iruka.
"Ya...baru saja aku mengabari mereka. Tapi Naru-chan, apa yang ingin kau lakukan disini selama 3 bulan? Kyubi sempat marah-marah tadi di telepon, menyuruhmu untuk segera kembali,"jawab sekaligus tanya Iruka.
"Kyubi ni-chan?" desah Naruto pelan.
"heei... kau mendengarkan aku tidak sih?"panggil Iruka melihat Naruto tak merespon ucapannya tadi.
"Heh? Memangnya kenapa? Ji-san keberatan aku berlibur disini? Kau mau mengusirku?" sergah Naruto tidak sopan (anak baik jangan ditiru ya).
"Bu...bukan begitu maksudku, yaah aku senang kau ke sini jadi aku tidak sendirian dirumah."tutur Iruka cepat.
"Kalau senang jangan banyak bertanya, sudah terima apa adanya saja,"cetus Naruto seenak udelnya.
Lagi-lagi Iruka hanya bisa sweatdroped mendengar penuturan sang keponakan.
"Ah yasudahlah, ayo kubantu mengemasi barangmu dikamar," ucap Iruka menuntun Naruto masuk kesalah satu kamar kosong di rumahnya.
Kamar itu seolah khusus di persiapkan untuk kedatangan Naruto, begitu sesuai dengan seleranya, mulai dari penataan barang-barang hingga warna kamarnya, begitu sama seperti di rumahnya sendiri hanya saja...
"Waaah...kamar ini ada komputernya, yatta..."ucap Naruto kegirangan sambil menendang-nendang semua barang yang ada di depannya.
"Syukurlah kalau kau senang, supaya kau tidak bosan aku juga sudak mengkoneksikannya ke internet,"tambah Iruka yang membuat Naruto semakin bernafsu menendang barang-barang di sekitarnya.
"Terimakasih ji-san,"ucap Naruto sambil memeluk pamannya.
'Kalau seperti ini saja dia bersikap manis, dasar...'Iruka membatin
"Istirahatlah, kau pasti lelah selama penerbangan tadi," ucap Iruka melangkah keluar kamar.
"Iya...arigatou Ji-san."ucap Naruto ambil menutup pintu kamarnya.
Segera ia langkahkan kakinya untuk menata pakaiannya dan mengganti bajunya yang memang agak lembab karena terkena percikan hujan.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
"Loh Kyu? Tumben kau datang ke studio, biasanya saat Liburan kau sangat betah di rumahmu," ucap seorang pria berambut hitam obsidian dengan bola mata senada, tampak ia sedang memainkan gitarnya dengan lihai.
"Hmm... aku sedang bosan,"jawab Kyubi sekenanya.
"Heh... kau bosan? Baru kali ini kudengar kau merasa bosan berada di rumahmu, mottomu 'kan rumahku surgaku. Kahahaha setiap harinya hanya kau habiskan di rumah dengan buku-bukumu."cerocos pria bergigi runcing dengan rambut silver sebahunya, atau sering di sapa Suigetsu, yang dengan semangatnya menabuh drum di depannya.
Kyubi jengkel dengan sindiran dari teman-teman dekatnya itu, memang harus di akuinya bahwa selama ini dia lebih memilih menghabiskan waktu di rumahnya ketimbang hang out atau sekedar ngumpul-ngumpul gaje dengan mereka.
"Sudahlah Suigetsu, Itachi, jangan menggoda Kyubi, ini bassmu Kyu, kau masih ingat cara memainkannya kan?"kali ini satu-satunya perempuan yang ada disana yang bersuara, rambutnya panjang sebahu dengan bekas riasan merah dipipinya, ia menyerahkan sebuah bass ke Kyubi.
.
.
.
"Hei Kurama...ini sudah jam 4 sore loh, kau masih ingin terus bermain?"tanya seorang pria berambut hitam pendek yang memakai syal panjang di tengah kebisingan orang-orang memainkan game, ya mereka berada di game center.
"Ya...kita pulang nanti malam saja,"jawab Kurama masih terfokus pada salah satu game yang tersedia disana, dia tampak sangat lihai menggerakkan kakinya memainkan game dancer ini.
"HAH? Malam? Yang benar? Biasanya..."
"Sudahlah Udon, tidak masalah'kan kita bersenang-senang sesekali,"Konohamaru, nama pria bersyal tersebut menjawab perkataan temannya. Kurama tak bengacuhkan mereka, ia tetap memainkan game itu dengan serius.
.
.
.
Udara malam yang begitu sejuk membuat Naruto menghidupkan pemanas ruangann di kamarnya, kemudian dia duduk di kursi meja komputernya, dengan lihai jari-jari kurusnya menghidupkan komputer di hadapannya.
'Hmmm...tujuanku kemari adalah supaya aku berubah, tapi bagaimana caranya ya?'Batin Naruto berpikir dengan keras cara efektif yang harus ia lakukan untuk mengubahnya dalam kurun waktu 3 bulan ini. Ia melirik ke seluruh penjuru ruangan itu hingga akhirnya terfokus pada satu benda, yaa benda di depannya yaitu komputer.
"Haah...aku merasa sangat bodoh,"ucap Naruto yang sepertinya sudah menemukan ide.
'Untuk apa aku repot-repot berpikir keras untuk mencari jawabannya? Jelas-jelas di depannku sudah ada mbah dukun modern yang siap menjawab semua pertanyaanku.' Batin Naruto sambil mengetik sebuah kata kunci di sebuah search engine.
"Cara menambah berat badan,"kemudian Naruto menekan tombol enter dan dengan otomatis informasi yang ia inginkan sedang dalam proses pencarian atau bahasa kerennya loading.
TIPS Menambah Berat Badan Alami
Jika 85% dari orang-orang kebanyakan sedang dengan giatnya mencari tips untuk mengurangi berat badan atau diet, ternyata ada juga 15% dari itu yang ingin menambah berat badan, hmm mungkin karena badan mereka yang kelewat seksi atau jangkung kalau (nggak mau di bilang kurus). Kesan pertama penilaian orang terhadap kita itu dari penampilan, yaah meski penampilan tak mampu memberitahu isi hati sesungguhnya tapi nggak mungkin 'kan orang berpakaian preman dianggap ustad*? Itulah mengapa penampilan itu penting. Baiklah bagi kalian yang merasa kurang percaya diri dengan penampilan kalian yang kurus itu, saya punya sedikit tips untuk menambah berat badan kalian:
Makanlah makanan yang bergizi tinggi, terutama mengandung banyak protein...[Read More]
Atur pola makanmu dengan benar dan tepat waktu...[Read More]
Minum 2 gelas air setelah bangun tidur (jangan mencuci mulut dulu...[Read More].
Makanlah lebih banyak di malam hari, bila perlu ngemil...[Read More].
Minum susu berprotein tingg...[Read More].
Berolahraga...[Read More].
Tidur teratur...[Read More]
Meminum vitamin penambah nafsu makan juga akan sedikit membantumu.
Selamat Mencoba ^_^
"Uhuk uhuk uhuk..."
"Naru-chan makanlah pelan-pelan, aku membuat banyak makanan malam ini kok."ucap Iruka melihat keponakannya yang sangat terburu-buru memakan makanannya sampai tersedak.
"Tidak bisa paman, semakin lama aku makan semakin lama waktuku mengunyah, jika sudah seperti itu mulutku akan pegal dan otakku akan memberi sinyal bahwa aku kenyang, karena itu harus buru-buru,"ucap Naruto yang melahapan apa saja yang ada di hadapannya.
"Tapi kalau makanannya tidah kau kunyah dengan benar, itu akan mengganggu sistem pencernaanmu,"ucap Iruka menjelaskan dengan sabar.
"Argght perut sialan, cuman segini yang bisa kau tampung? lemah, ayo tahan sedikit lagi," tak menghiraukan perkataan Iruka, ia malah bicara dengan perutnya*? Melahap apa saja di hadapannya, seolah dia tak makan bertahun-tahun."hoeek...hooekk..."akhirnya perut yang kepenuhan, meminta izin untuk keluar. Ckckckckc
Setelah membuang sebagian isi perutnya, Naruto kembali lagi ke kamarnya, berkutat lagi dengan komputernya. Ia kembali mengetik sesuatu di kotak pencarian.
Cara Meninggikan Badan.
Saat ini, begitu banyak profesi dan perkerjaan yang membutuhkan seorang pekerja yang memiliki tinggi badan yang ideal. Bahkan hanya karena tinggi badan, sehebat apapun kemampuanmu kau akan sulit diterima bekerja, benar begitu? Karena itu bagi para remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, jangan sia-siakan kesempatan kalian untuk menambah tinggi badan. Memang pengaruh genetika juga sangat besar, tapi tidak ada salahnya kita berusaha bukan? Berikut kiat untuk menambah tinggi badan dari saya :
Minum susu berkalsium tinggi...[Read More].
Makan makan bergizi...[Read More].
Berolahraga(sangat dianjurkan bergantungan atau berenang...[Read More]
Tidur yang cukup(tidur dalam posisi lurus terlentang, jangan lupa tidur siang juga...[Read More]
Saat ini memang sudah ada cara modern, yaitu dengan menyuntikkan sejenis hormon yang akan memicu pembelahan sel berkali-kali lipat, sehingga kamu akan mendapatkan hasil yang lebih cepat mengenai tinggimu, namun yang Alami tentu lebih baik dan lebih aman.
Selamat mencoba!
Aduh aku tidak mengerti, tadi katanya untuk menambah berat badan, harus minum susu berprotein, tapi kalau untuk meninggikan badan aku harus minum susu berkalsium tinggi, masak iya harus minum 2 gelas susu sekaligus? Hueek... membayangkannya saja aku mau muntah.(Naruto tipe yang benci susu).
Ah sudahlah besok kupikirkan lagi, sekarang waktunya untuk tidur, "hoaaam" aku ngantuk sekali.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
Sang Mentari kembali menduduki singgasananya, memberi penerangan keseluruh dunia bahagian timur ini, cicitan burung-burung yang merdu tak terdengar lagi karena suara-suara dari rutinitas manusia yang berlalu lalang mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Berbeda dengan sebuah masion yang lumayan megah di distrik perkomplekan Konoha ini, Masion Namikaze-Uzumaki yang terlihat sepi mengingat sang suami istri pemilik rumah ini sedang berbisnis di ame gakure, meninggalkan 2 anak lelaki mereka.
Terlihat Kurama sedang menggonta-ganti channel tv di hadapannya dengan wajah bosan, sambil sesekali melirik jam dinding di rumahnya.
"Sudah jam 10.00 si bodoh itu belum bangun juga,"gumam Kurama bangun dari posisi duduknya, melangkahkan kaki ke salah satu kamar dirumahnya.
Dia mencoba mengetuk-ketuk pintu itu dengan bingas tanpa belas kasian, berusaha membangunkan sang empunya kamar dari tidur nyenyaknya.
"Bangun ugly-nee, kau mau tidur sampai jam berapa sih?"Kurama mendobrak pintu yang ternyata adalah kamar Naruto.
"Hei kau tuli ya-"ucapan Kurama langsung terhenti begitu ia mengingat kakaknya yang memang sedang tidak berada di rumah, ia mengerling sekeliling kamar kakaknya seolah mencari sesuatu yang hilang. Ia menghela nafas, sadar akan kebodohannya.
'Huh...bukankah aku yang menyuruhnya pergi?'Pikir Kurama sambil melangkah kakinya hendak keluar dari kamar tersebut, yaah dia memang sudah terbiasa membangunkan kakaknya yang malas itu. namun langkahnya terhenti saat melihat sekelebat bayangan orang yang berbaring di atas ranjang kakaknya.
Kurama melangkah mendekati ranjang berusaha memastikan siapa orang kurang ajar yang tidur disana, namun bagian tubuh atas orang tersebut ditutupi selimut tebal milik Naruto. Kurama melangkah dengan hati-hati, jantungnya berdebar dengan keras, entah bagaimana adegan di film-film dimana sang tokoh utama di serang perampok yang bersembunyi di dalam rumah terlintas di pikirannya. Ia sudah mengantisipasi semua senjata yang akan di todongkan padanya, Pistol? Pisau? Golok? Atau celurit? Pikiran Kurama semakin kacau, namun tekadnya tidak goyah untuk memastikan kebenaran yang ada. "Kebenaran harus di tegakkan," batinnya gaje. Sesampainya di samping ranjang, Kurama langsung menyikap selimut tebal itu, jantungnya masih berdegup kencang, ia menarik selimut sambil menutup matanya.
"Ehmm... ohayou Kurama,"erang orang tersebut mengkedip-kedipkan matanya.
"KYU...KYU-NII?" Jerit Kurama Histeris begitu tahu siapa sosok misterius tersebut.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
Di saat yang sama namun tempat yang berbeda.
Iruka sudah berpakaian rapi, ia hendak bersiap-siap pergi berbelanja untuk membeli keperluan sehari-hari mengingat sekarang dia sudah tidak sendiri lagi, ada Naruto dirumahnya. Ia berencana mengajak keponakannya itu berbelanja bersama, karena itu dia melangkahkan kakinya menuju kamar sang keponakan.
"Cekleek..." Iruka membuka pintu kamar itu dengan hati-hati setelah mengetuknya beberapa kali. Hal selanjutnya yang ia lakukan adalah mencari keberadaan sang keponakan yang kemungkinan masih terlelap.
"Na...NARUTO!?"Iruka menjerit syok menemukan sosok keponakannya tergantung tak berdaya di seutas tali yang menjerat lehernya. Dengan sedikit gemetaran ia mendekati tubuh Naruto, ia ingin meminta bantuan, namun suara Iruka tak bisa keluar dari tenggorokannya, ia seperti orang gagu yang kehilangan kewarasannya sesaat. Dengan tangan yang masih gemetaran ia mencoba menurunkan tubuh Naruto yang BERGANTUNGAN di tengah kamar tersebut.
"Harusnya kau tak melakukan ini Naruto, aku tahu hidupmu sangat berat," Iruka meracau tak jelas sambil meneteskan air matanya.
"Kau menggaguku paman," sergah sebuah suara mencegah tangan Iruka dari aktivitasnya.
"Na...Naruto?" Iruka kembali di kagetkan oleh Naruto yang tiba-tiba sadar dan kembali berbicara, padahal ia masih bergantungan "A..apa yang terjadi?" tanya Iruka memastikan.
"Hmmm...aku hanya mempraktekkan salah satu kiat untuk meninggikan badan," ucap Naruto sambil turun dari posisi bergantungnya dan melepaskan jeratan tali di lehernya.
"Kiat? Tinggi badan? Maksudmu?"Iruka bertanya berusaha memastikan apa yang sebenarnya di maksud oleh keponakannya satu ini.
"Haaah,"Naruto menghela nafasnya, ia pun menceritakan tentang kiat-kiat yang ia baca semalam, " kiat ketiga: 3. Berolahraga(sangat dianjurkan bergantungan atau berenang...) ." Jelas Naruto pada Iruka.
Iruka menepuk jidaknya melihat kepolosan sang keponakan yang kelewat batas. "Bukan bergantung yang seperti itu Naruto, maksudnya yang seperti ini!" teriak Iruka yang bergantungan kayu menggunakan tangannya.
"Huh... kau sok tahu paman,"
"Sudahlah, aku ingin berbelanja, kau mau ikut?" ucap Iruka memijit-mijit keningnya.
"Hmmm... ya aku ikut, ada beberapa barang yang ingin kubeli," kata Naruto setelah berpikir beberapa saat.
" Baiklah ayo,"
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
"Hmmm... yang mengandung mulberry lebih bagus,"gumam Naruto sambil melihat-lihat merek make-up yang berjejer di rak-rak mall tersebut. Dia kembali membaca komposisi dari salah satu produk yang tengah di pegangnya itu, dia kembali mengingat-ingat artikel yang di bacanya kemarin.
CARA MERAWAT WAJAH.
Kulit wajah tidaklah sama dengan kulit tubuh kita bagian lainnya, kulit wajah memiliki suatu kekomplekan yang membuat kita merasa percaya diri tampil di depan orang-orang. Kulit wajahmu berminyak? Berpori-pori besar? Berjerawat? Hitam dan penuh luka-luka? Apakah itu membuatmu minder? Kini, saya akan memberikan beberapa terobosan untuk mendapatkan wajah sesuai impianmu :
Cucilah wajahmu 2x sehari menggunakan facialfoam, setelah dan sebelum bangun tidur(kalau wajahmu berjerawat gunakan yang berscrub).
Gunakan cream day yang menjaga kulit wajahmu dari cahaya matahari, gunakan cream yang mengandung Spf yang mampu melindungi kulitmu dari UV A(Ultra Violet Anging, penyebab keriput) dan UVB(Ultra Violet Burning yg menyebabkan kulit wajahmu terbakar).
Sebelum tidur, gunakan Night cream yang akan mengregenerasi sel-sel kulitmu yang telah mati.
2 kali dalam seminggu gunakanlah masker.
Masker bisa dibuat dari berbagai bahan alami seperti...[READ MORE]
Naruto POV
'Baiklah aku ambil yang ini saja,' akupun memasukkan day dan night cream kedalam keranjang belanjaanku, aku baru saja akan melangkahkan kakiku ketika ada seseorang yang menarik-narik bajuku.
"Kaa-san,"
Kaa-san? Oke baik, mungkin aku sudah terbiasa di panggil anak sd, kurang gizi atau semacamnya, tapi ini...hey ayolah apakah wajahku ini terlihat seperti emak-emak? Segera kupalingkan wajahku pada orang yang tak tahu malu itu, baru saja aku ingin meneriakinya dan mengeluarkan sumpah serapahku, segera kuurungkan niatku melihat sang pemanggil sedang menangis.
"Ka...Kaa-san huwaaa,"raung anak itu sambil melirik sekitarnya, oh rupanya dia sedang mencari ibunya, kupikir dia memanggilku ibu, bikin kaget saja dasar bocah.
"Hei bocah, cari ibumu ditempat yang lain, dia tidak ada disini, sana pergi," aku yang merasa kesenanganku terganggu itupun mencoba mengusirnya, tapi alangkah sialnya nasibku, anak tersebut bukannya pergi dia malah menangis semakin keras.
'cih...merepotkan saja.'
"Iya...iya baiklah ayo kita cari," teriakku frustasi karena melihat tatapan menusuk dari sekelilingku, aku terlihat seperti emak-emak pelit yang menganiaya anaknya, WTH?
Akupun menyeret anak itu menuju tempat resepsionis, segera kusodorkan bocah itu di depan muka sang resepsionis itu. Barbar? Mungkin, tapi inilah aku.
"Anak hilang, tolong carikan ibunya," ucapku meletakkan anak itu diatas meja, dan melenggang pergi melanjutkan belanjaku.
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
"Paman, aku sudah selesai ayo kita pulang," ucapku pada paman Iruka yang menungguku di pintu mall, dia sudah selesai berbelanja lebih dulu.
"Kau membeli apa saja?" tanya ji-san dengan curiga memandang kantong belanjaanku yang memang kelihatan mencurigakan.
"Aku membeli beberapa peralatan mandi,"ucapku sambil mengobrak abrik barang belanjaan.
"Oh..."
"..."
"Naruto...kau berkelahi?"tanya paman dengan wajah khawatirnya.
"Tidak,"
"La...lalu kenapa wajahmu lembam seperti itu?"
"Sudahlah, ayo kita pulang,"aku meninggalkan paman yang masih memandangku dengan wajah cemasnya itu.
END Naruto POV
Di dalam mobil, baik Naruto maupun Iruka tak ada yang mengeluarkan suara, keduanya diam, larut dalam pikiran masing-masing. Melihat hawa yang tak enak ini, Iruka berusaha mencairkan suasana.
"Ehmm... jadi, kenapa wajahmu lembam begitu Naru-chan?" tanya Iruka membuka pembicaraan, sekaligus mencari tahu kondisi Naruto yang memang agak sedikit berbeda.
Naruto hanya diam, matanya sendu tak bersemangat, ia hanya memandang gedung-gedung megah yang ia lewati, sesekali ia mencipitkan matanya berusaha membaca tulisan yang ada di famplet-famplet yang di tempel di pinggir jalan, akhirnya suasana kembali hening, Irukapun tak berinisiatif mengajak Naruto berbicara lagi.
"Paman..."
"Ya?" jawab Iruka cepat, karena akhirnya Naruto mengeluarkan suaranya.
"Kau percaya dongeng?"
"Hah?"
"Bisakah... itik buruk rupa menjadi angsa?"
"Kau bicara apa Naruto? Itik adalah itik, dan angsa adalah angsa, Itik buruk rupa selamanya adalah itik buruk, menjadi angsa hanya akan terwujud di dunia dongeng, sadarlah ini dunia nyata, Naruto,"Iruka menjawab dengan sedikit cekikikan mendengar pertanyaan keponakannya yang memang kekanankan itu.
Naruto menunduk dalam, hawa sekelilingnya semakin dingin, dia kembali tersenyum miris. "Benar... itu hanya omong kosong,"ucap Naruto nanar, ia kembali terdiam dengan wajah menekuk, Iruka yang merasa bersalahpun hanya bisa memandang Naruto.
"Itik buruk rupa memang akan selamanya adalah itik buruk rupa,tapi apa kau tahu..."
"Hm?"
"Terkadang itik buruk rupa dapat terlihat layaknya seekor merak, mereka bukan merak, mereka tetaplah itik buruk rupa, tapi kecantikan hati mereka layaknya seekor merak, karena itu mereka terlihat anggun seperti merak, dan kau tahu?... merak lebih indah dari angsa,"
"Hah?"Naruto menaikkan alisnya, ia benar-benar tak mengerti dengan ucapan pamannya ini, terlalu puitis najis cuis*plakk.
Iruka menghela nafas mengingat kebodohan keponakannya dalam mencernakan kata-kata peumpamaan yang ia ucapkan.
"Maksudku, kecantikan itu memang penting Naruto, tapi kau tahu? Inner beauty itu lebih penting, kau akan terlihat cantik dengan inner beauty, bahkan lebih cantik dari cantik yang sesungguhnya, maksudku, apa gunanya wajah cantik tapi hatinya busuk? Orang tetap akan menjauhi mereka,"jelas Iruka panjang lebar, namun reaksi yang Naruto tunjukkan tak seperti yang diinginkan, Naruto hanya mendengus mendengar penuturan Iruka, yah di tahu Iruka sedang berusaha menghiburnya.
"Didunia ini ada yang bisa dan mustahil paman, kau tahu, meski 'burung', penguin sama sekali tidak bisa terbang,"Naruto meracau tidak jelas,"Sekuat apapun mereka berusaha, pengguin tidak akan pernah bisa mengepakkan sayapnya,"sambung Naruto lagi.
Iruka terlihat berpikir sejenak, kemudian dia tersenyum kearah Naruto, mengerti apa yang di maksud sang gadis.
"Benar... mereka memang tidak akan bisa mengepakkan sayapnya, itu karena mereka memang tidak memiliki sayap, dan mereka bukannya aneh, hanya BERBEDA, tapi kalau mereka menggunakan sayap buatan bisa kok," ucap Iruka lembut.
"Heh... kau mengigau paman, membuat sayap?"
"Iya... kau pernah menonton penguin of managascar kan? Lihat... buktinya saja mereka bisa terbang,"
Naruto hanya diam, sepertinya kata-kata itu cukup mempengaruhinya, karena kebetulan dan tanpa sengaja ia memang menyaksikan dan bahkan mengikuti setiap episode kartun itu.
"Kau pintar melawak paman," dengus Naruto menyunggingkan sedikit senyumnya.
"Ah...kau baru tahu? Dasar kuno."
"apa katamu?" Naruto menyalak.
"Yaah...pokoknya Naruto, bukan hanya bagian luar, kau juga harus mempercatik bagian dalammu," ucap Iruka menepuk kepala pirang Naruto.
"Ya...aku mengerti"
***Hirgaa Kyoichi***
~Cupu Girl to be Playgirl~
3 bulan kemudian
"Kyu... kau sudah mengurus SMU yang akan Naru masuki?"Kushina yang sedang menghirup kuah miso makan malamnya bertanya pada anak sulungnya yang duduk dengan tenangnya sambil menyuapi nasi kedalam mulutnya.
"Hmmm... ya, aku sudah mengambil ijazah, dan mendaftarkannya di beberapa SMU di konoha, namun entah kenapa dia hanya diterima di KHS(Konoha High School)," ucap Kyubi tanpa mengalihkan pandangan.
"Apa? KHS? Bukankah itu sekolah yang tidak berprestasi?"Minato bertanya dengan ragu-ragu, ia berpikir ada kesalahan apakah, hingga putrinya masuk ke SMU yang tidak ada favorite-favoritenya sama sekali.
"Entahlah, aku tak tahu," ucap Kyubi cuek, dia hannya melirik Kurama yang kelihatan sedang mendengar dengan seksamak.
"Ah... aku juga tidak tahu dengan pasti, sepertinya di sekolah Naru-nee yang sebelumnya, terjadi kecurangan, mungkin seperti suap atau penyogokan, sebab seperti yang aku tahu, semua murid yang berprestasi mendapat nilai kelulusan yang rendah, sedangkan mereka yang biasa-biasa saja malah mendapat nilai yang luar biasa tinggi sehingga di terima di SMU-SMU hebat," jelas Kurama, sepertinya ia menyelidikinya dengan cermat.
Kushina dan Minato hanya mengangguk mengerti, mereka memang sejak dulu membiasakan jiwa jujur pada anak-anak mereka, apapun yang mereka ingin peroleh, harus mereka usahakan sendiri, sebab yang instan itu tidaklah bagus.
"Ini sudah tiga bulankan? Seharusnya sudah waktunya ia pulang," ucap Kyubi menggerutukkan giginya.
"Ia...Kaa-san pikir juga begitu,"ucap Kushina yang merindukan anaknya itu.
Selesai makan malam, mereka kembali kepekerjaan masing-masing, Minato membaca beberapa laporan perusahaannya, Kurama duduk manis di depan TV dan menonton program kesayangannya, Kushina membereskan piring-piring kotor bekas makan malam, sedang Kyubi membaca novel-novel koleksinya yang selama ini belum ia baca, bahkan di sentuhpun tidak. Jam menunjukkan pukul 21.00 malam, semua masih sibuk dengan kegiatan masing-masing, sampai sebuah telepon mengintrupsi mereka.
"Moshi moshi?"terlihat Kushina mengangkat pesawat telepon itu, sedangkan penghuni lainnya yang sempat terusik itupun kembali kekegiatan mereka semula.
"Oh kau Iruka..."perkataan Kushina kembali mengintrupsi kegiatan Minato dan anak-anaknya, mereka mendekati Kushina yang sedang menerima telepon dari Iruka.
"Ohya? Benarkah?.."
"ada apa kaa-san?"
"Apa katamu?" Kushina membelalakkan matanya, ia menjerit tertahan yang membuat orang-orang yang disampingnya makin merasa penasaran dengan apa yang ia bicarakan.
"Dia sudah berangkat pulang dari jam 7 pagi? Tapi sampai sekarang dia belum sampai dirumah!" seru Kushina dengan mimik kaku.
'apa? Bukankah Ame-Konoha cman butuh waktu 8 jam penerbangan?'batin Minato yang juga mulai merasa cemas sambil melirik jam tangannya.
"Apa? Handponenya tertinggal dirumahmu? jangan-jangan dia tersesat!"Kushina semakin panik saja, tubuhnya sudah mulai bergetar tak sanggup menompang berat badannya lagi.
"Cih... si bodoh itu,"desah Kyubi sambil menjambret jaket terdekat, dia berlari sangat kencang menuju garasi sambil menenteng kunci moge kesayangannya.
.
.
.
"Paman... aku beli permen karet,"
"Aku...Aku...Ini dimana?"kata anak tersebut mengerling sekelilingnya, wajahnya sedikit pucat. "Huwaaaaaaa...Kaa-san, aku takut!"anak itupun menangis ketakutan, ia merasa asing dengan sekelilingnya.
"Ah paman tidak jadi, aku beli Lolipop saja,"
"Hmm...baiklah" ucap sang pemilik toko memberikan 2 buah lolipop.
"Huwaa..."
Orang tersebut menghampiri anak yang sedang menangis itu, ia mengelus surai halus anak tersebut dengan lembut, berusaha menenangkan.
"Adik kecil, apa kau tersesat?" tanyanya pada anak itu, anak itu pun mendongak melihat siapa yang mengajaknya berbicara, setelah itu ia kembali menangis.
"Sudah sudah, jangan menangis lagi, ayo One-san Bantu mencari ibumu,"ajaknya pada anak itu, sambil memberikan 2 buah lolipop pada anak tersebut, agar ia berhenti menangis.
Anak itu kembali menatapnya, ia memangdang curiga pada orang yang bersikap sangat baik untuk ukuran orang yang baru saja saling bertemu.
"Kata Kaa-san aku tidak boleh menerima barang dari orang yang tidak kukenal," cetus anak tersebut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Orang di hadapannya cuman tersenyum sambil menggemgamkan lolipop tersebut ke tangan si anak, "kalau begitu ayo kita kenalan, namaku-"
"SARI-CHAN!?"sebuah teriakan menginterupsi perkataan orang tersebut, dan membuat anak di hadapannya mengalihkan perhatian pada orang yang tadi berteriak.
"Gaara-ni?"teriak sang anak gembira, sepertinya ia mengenal orang yang berteriak itu, menunggu sosok 'Gaara-ni' menghampirinya, anak tersebut mengalihkan pandangannya kembali pada orang yang berbaik hati, yang hendak menolongnya.
"Ohya...arigatou, ehmm ehmm"anak tersebut yang sepertinya bernama Sari, bingung memanggil sosok d hadapannya.
"Panggil saja Naru-nee-chan,"
~TBC~
Fiuh...akhirnya selesai juga, ngurut-ngurut badan, beneran loh minna, Kyoi buatnya buntu-buntu gimana gitu makanya agak aneh ya? Terus mohon maaf juga dengan trick & tips yang Kyoi cantumkan di dalam fic, yang mungkin mengganggu para reader(emang hama?), yang mungkin juga membuat kalian bosan, dan maaf juga untuk karacter Naruto yang nggak sesuai dengan yang kalian harapkan, tapi beneran loh, Kyoi nggak bermaksud membashing, hanya saja Kyoi buat gitu untuk mendukung jalan cerita, jadi harap dimaklumi ya minna.
Ohya, sepertinya banyak hal yang nggak Kyoi jelasin dengan jelas kejadian yang terjadi ya di chap ini, biarlah menjadi rahasia yang nantinya akan terungkap sendiri, jadi minna tunggu aja ya
Next chap : ANGSA?
Sebelum lanjut ke next chap, jangan lupa review yang ini dulu ya minna.
R&R
