"Sepertinya aku pernah melihatnya...
Dimana ya?"
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | As Sweet As Sugar's Sequel! | This gonna be Mpreg. Do you want to, don't you? | Beware! '-')/
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
"Hyung."
"Hn."
"Hyung~"
"Hm~"
"Yoongi-hyung~"
"Apasih, bawel."
Jimin cemberut. Ia kemudian menggelengkan kepalanya yang sedang rebahan di paha Yoongi dengan santai, tetapi ia tak suka Yoongi meresponnya seperti itu.
"Berhenti menggerakkan kepalamu, itu geli, Bodoh." Yoongi masih tetap setia dengan buku bacaannya-yang entah apa itu Jimin tidak terlalu mempedulikannya- dan merespon keluhan Jimin yang sedang rebahan diatas pahanya itu.
.
"Hyung, aku ingin sesuatu."
"Iya, beli saja sana—"
"Ish, Hyung." Jimin bangun dari rebahannya di atas paha Yoongi. Ia cemberut duduk disamping Yoongi.
.
Yoongi menghela napas. Ia menaruh pembatas halaman dan menutup buku bacaannya. Kemudian menatap Jimin untuk memberikan perhatian penuh padanya.
.
Membiarkan Jimin merajuk hanya akan merepotkan. Begitulah pikir Yoongi.
.
"Lalu apa, hm?"
Jimin tersenyum karena Yoongi menatapnya.
Jimin kemudian balas menatap serius Yoongi dengan tatapan tegasnya. Membuat Yoongi seketika gugup juga.
.
"Aku ingin kita bertunangan, Hyung."
Yoongi mengerjap perlahan. Kemudian sesaat ia mengalihkan pandangannya dari Jimin begitu mendengar penuturan darinya.
.
Apa katanya? Tunangan? Jimin benar-benar seserius itu...
.
Semburat merah mulai mewarnai pipi Yoongi.
"A—apaan sih. Kau masih kuliah, Bodoh!" Ucap Yoongi agak gugup.
Jimin tersenyum kembali. Ia senang karena Yoongi tak memberi tanda kalau dia akan menolaknya mentah-mentah.
.
"Yaaah memang kenapa, Hyung. Aku hanya ingin kita bertunangan lebih dulu~" Jimin merubah raut wajahnya menjadi sedih. Dengan sengaja.
"Aku bahkan belum pernah bertemu orangtuamu!" Yoongi kembali menatap Jimin, tetapi ia mengeluh dengan wajah merona. "Aku juga tak mau kalau belum lulus..."
Jimin menatapnya gemas. Ia mengusap lembut surai kekasih manisnya itu.
Jimin kan baru mengajaknya bertunangan, belum menikah. Tetapi Yoongi sudah memberi reaksi seperti itu. Membuat Jimin semakin gemas saja.
.
Jimin kemudian mengeluarkan bandul kalungnya yang berhuruf Y itu kemudian menyatukannya dengan bandul berhuruf J yang Yoongi pakai juga, menyatukannya dalam genggaman Jimin.
"Oke, kita bisa ke rumah orangtuaku dan juga orangtuamu. Dan aku akan menunggu itu." Jimin menyatukan keningnya dengan kening Yoongi. Tersenyum lembut dan mengecup pelan bibir Yoongi penuh sayang.
"Sampai kau benar-benar mau berkata 'iya'."
.
.
.
.
"Hai, Chany!"
Yoongi memberikan high-five nya bersama lelaki tinggi yang baru saja datang memasuki cafe tongkrongan Yoongi dan kawan-kawan rappernya.
.
Sekarang Yoongi dan Park Chanyeol itu berteman dekat dengan mudahnya. Mungkin karena mereka satu pikiran dan nyambung dalam hal musik-memusik dan juga rap technical. Jadi, mereka akrab begitu saja.
Dan lagipula, Chanyeol itu tipe orang mudah bergaul dalam mendekati seseorang.
Apalagi orang itu adalah Min Yoongi.
Membuat Chanyeol mengingatkannya pada seseorang tersayang...
Tetapi juga jatuh dalam pesona rapper manis berkulit putih pucat itu.
.
"Yak! Jangan memanggilku Chany dengan sebutan itu seperti Tiffany!" Chanyeol memprotes. Ia menepuk-nepuk kepala Yoongi dengan gemas.
Yoongi segera menyingkirkan lengan lelaki tinggi itu dari kepalanya. "Aish, kau merusak rambutku,"
Yoongi cemberut, masih mencoba merapikan tatanan rambutnya. "Lagipula panggilan itu cocok denganmu, Chany!"
Chanyeol menatapnya gemas. "Terserah deh."
.
Beberapa menit kemudian lonceng pintu cafe berbunyi dan masuklah Taehyung dan Hoseok yang saling bergenggaman tangan. Mereka tersenyum ceria seraya menghampiri teman-teman geng rapper itu.
"Woah! Coba lihat siapa yang datang!" Seru Namjoon.
Hoseok dan Taehyung hanya semakin melebarkan senyumnya dan segera memberikan high five kepada mereka semua.
"Sudah berapa lama kalian tidak mampir bersama? Aigoo sekarang akan kembali ramai!" Jin berseru.
Hoseok merespon. "Uri Taehyungie sibuk sekali dengan kuliahnya. Dan kami baru bisa bersenang-senang kembali~"
Taehyung hanya nyengir. Ia baru saja akan memberi high five kepada Yoongi namun tangannya terhenti begitu saja di udara dan beralih menunjuk seseorang yang sedang membungkuk di sebelah Yoongi dengan menumpukan kedua sikutnya diatas meja. Ia membulatkan mata besarnya melihat Taehyung yang tiba-tiba menunjuknya.
.
"Kau?!"
.
.
.
.
Jimini baru saja memasuki cafe. Ia sempat bingung menatap sudut cafe tersebut dimana geng rapper berada dan Taehyung yang berdiri menunjuk seseorang di samping Yoongi.
Jimin tak mengenal lelaki di samping Yoongi karena tubuhnya yang menghadap belakang.
Tetapi Jimin hanya mengangkat bahunya. Ia kemudian berjalan menuju bar di sudut lainnya untuk memesan robusta dengan banyak gula.
Ugh, Jimin hanya ingin melepas stressnya dari tugas-tugas kuliah yang baru saja di lewatinya.
Maka dari itu malam ini Jimin dapat mengunjungi Yoongi di cafe setelah sekian lama. Begitu juga Taehyung.
.
.
"Kau?!" Taehyung berucapa kaget. Menelisik lelaki tinggi di hadapannya. "Park Chanyeol?!"
"Iya aku Park Chanyeol." Chanyeol mengusap tengkuknya. Menatap Taehyung menelisik seperti yang Taehyung lakukan padanya. "Kau sepupunya Baekhieya?"
"Wow, tenanglah. Kalian saling mengenal?" Yoongi yang berada diantara mereka mencoba mencairkan suasana akrab.
Taehyung berdehem. Ia duduk di sebelah Hoseok yang langsung disambut dengan usapan lembut di kepalanya. "Tidak sih. Kami baru saja bertemu sekarang."
Ucapan Taehyung membuat Yoongi menaikkan alisnya. Baru bertemu tetapi sudah mengetahui satu sama lain?
Pemikiran bingung Yoongi segera buyar begitu Jimin datang menghampiri mereka. Ia memberi salam kepada semuanya dengan senyuman riangnya itu.
Dan ketika ia bertemu pandang dengan Yoongi. Tatapannya semakin melembut dan ia tersenyum begitu hangat. Ah, betapa Jimin merindukan kekasih juteknya itu.
Karena Yoongi tak suka dipeluk di tempat umum, Jimin hanya menghampiri Yoongi dan kedua tangannya mengusap kedua pundak Yoongi dengan sayang.
Yoongi hanya berdehem. Ada semburat samar di pipinya. "Ya, Jiminie." Ucapnya pelan.
Chanyeol yang melihat itu risih sendiri.
.
Jimin kemudian mengalihkan pandangannya kepada lelaki di sebelah Yoongi. Ia mengerutkan alisnya memandang wajah pria itu. Ia juga merasa pernah bertemu dengannya.
.
Oh iya, Jimin baru ingat. Ia kan memang pernah melihat lelaki itu di cafe ini!
Yoongi segera berdiri, ia memperkenalkan Jimin dan Chanyeol satu sama lainnya.
"Jimin, perkenalkan ini Chanyeol, dia juga seorang rapper sepertiku. Dan Chanyeol, perkenalkan ini Jimin." Ucap Yoong, tersenyum tipis.
.
Jimin mengerutkan dahi tak suka. Si Chanyeol ini apa katanya? Rapper juga? Hih entah kenapa Jimin merasa tidak suka.
.
"Hmm~" Jimin kemudian duduk di tempat yang Yoongi duduk sebelumnya. Membuat Yoongi menatapnya sebal.
Dan tatapan mengernyit juga dari Chanyeol. Kenapa dengan anak itu?
.
"Em, Chanyeol-hyung, kemarilah sebentar. Aku ingin bicara padamu." Taehyung tiba-tiba memanggil. Mengisyaratkan dengan tangannya agar Chanyeol menghampirinya.
Dan Chanyeol pun menghela napas, kemudian menghampiri Taehyung dan duduk di sebelahnya.
.
Yoongi hanya menggeleng kemudian kembali duduk di sebelah Jimin. Tempat yang sebelumnya diduduki oleh Chanyeol.
"Kendalikan bad mannermu, Jiminie." Ucap Yoongi berbisik ke arah Jimin.
Jimin hanya berwajah datar menanggapinya.
Hanya kalau seseorang siapapun itu dekat dengan Yoongi, ia selalu merasa tidak nyaman.
Ia trauma dengan kasus kekasih manisnya itu dengan Kim Myungsoo.
Dan itu membuat sikap posesifnya meningkat.
.
.
.
.
"Kau tahu, Hyung. Baekhyun-hyung menyuruhku mencarimu untuk mengawasinya sebelum ia kembali ke Korea." Ucap Taehyung pelan.
Yang lainnya sibuk mengobrol ini-itu. Tetapi Taehyung lebih memilih untuk membicarakan hal penting tentang tunangan sepupunya itu.
"Baekhie akan ke Korea?!" Chanyeol kembali membulatkan mata besarnya. Membuatnya terlihat menarik.
Taehyung berdehem. "Em Hyung, hentikan reaksi seperti itu. Kau terlihat menggemaskan." Taehyung berucap semakin pelan, tak ingin Hoseok mendengarnya.
Chanyeol jadi ikutan berdehem dibuatnya.
.
"Jadi, apa saja yang disampaikan Baekhie?"
Taehyung menatap serius Chanyeol. "Kau tidak sedang ada masalah dengannya kan?"
Chanyeol menggeleng. "Tidak kok. Aku tetap mencintainya."
Taehyung mengangkat alisnya. Jawaban Chanyeol malah terdengar mencurigakan untuknya. Sama seperti yang sepupunya bilang padanya.
"Lalu? Kenapa Baekhyun-hyung mengkhawatirkanmu? Kau tidak sedang berselingkuh 'kan?" Terka Taehyung.
Chanyeol membulatkan kedua matanya kembali. Tetapi ia kembali menatap Taehyung normal begitu pemuda berambut soft orange itu menunjuk-nunjuk matanya.
"Ah Baekhie juga bilang begitu ya...," Chanyeol mengusap pelipisnya pelan. "Aku 'kan hanya... Mencintai orang lain—"
"HAH itu sih sama saja selingkuh!" Potong Taehyung cepat dan memekik pelan. Ia menatap sebal kepada lelaki tinggi itu.
"Tu—tunggu dulu. Aku kan belum jadian dengannya. Jadi jangan sebut aku selingkuh—"
"Dan kau membuat Baekhyun-hyung curiga! Astaga." Taehyung kembali memotong pembicaraan Chanyeol dan menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa kau mencintai dua orang? Bukankah itu tandanya tak setia?" Tanya Taehyung, ia mendelik dan juga benar-benar mengantisipasi lelaki dihadapannya ini.
Chanyeol kembali mengusap pelipisnya. "Bukan begitu... Lagipula aku selalu berusaha jujur pada Baekhie. Tetapi orang itu juga membuatku terpesona..."
HAH.
Taehyung menggeleng mendengar jawaban Chanyeol. "Siapa memangnya orang itu? Kau tak menceritakan orang itu pada Baekhyun-hyung 'kan?"
Chanyeol mengangguk. "Sudah kubilang aku selalu jujur pada Baekhie... Kalau orang itu baik sepertinya, manis sepertinya, imut sepertinya, dan juga ia sangat mengingatkanku pada Baekhie. Dan aku tak bisa menghindar dari pesonanya begitu saja. Sama seperti Baekhie, ukh."
Taehyung menepuk dahinya sendiri dan menggeleng pelan mendengar penuturan Chanyeol.
Bagaimana bisa? Ia dengan santainya mencintai dua orang? Apa maksudnya Taehyung sungguh tak mengerti. Dan yang paling membuatnya tak mengerti, kenapa sepupunya mau memiliki pasangan sepertinya?!
.
Taehyung memijit pelipisnya pelan. Setidaknya Park Chanyeol ini agak polos dan tidak terlihat dari tampangnya bahwa dia itu maniak.
"Katakan padaku, siapa orang itu?"
Chanyeol tersenyum mendengar pertanyaan Taehyung. "Tentu saja dia ada disini, itulah mengapa aku juga berada di tempat ini dan kau bisa menemukanku."
"HAH." Taehyung kembali dibuat terkejut olehnya. "Maksudmu diantara kita?!"
Chanyeol mengangguk semangat.
"Yang mana?" Taehyung mendadak jadi gugup sendiri.
Bisa bahaya juga kan kalau lelaki tinggi ini menunjuk Hoseok sebagai orang kedua yang dicintainya. Lagipula menurut Taehyung, Hoseok itu juga sama seperti yang Chanyeol bilang; manis, imut, mempesona...
.
"Yang itu, dia." Tunjuk Chanyeol. Jari dan kedua matanya mengarah pada seseorang yang sedang duduk bercengkerama tak jauh dari mereka.
Taehyung mengikuti arah pandang Chanyeol. Ia dapat melihat Yoongi yang sedang menutup mulutnya untuk menahan tawa bersama Jimin yang bercengkerama dengannya.
.
Taehyung segera membulatkan kedua matanya menyadari itu.
"Min Yoongi, namanya."
"Mwoya?!"
.
.
.
.
"Hyung, pulang yuuuk~"
Jimin mulai merengek. Padahal sedari tadi ia cukup menikmati suasana cafe malam ini. Bahkan Yoongi sempat menikmati candaannya juga. Tetapi kini anak hobi menari itu mengajaknya pulang.
"Ayo pulaaang~"
Yoongi mendelik. "Apa sih. Masih jam sembilan ih. Nanti saja jam sepuluh."
Jimin merengut. "Ayolah, Hyung~"
"Nanti dulu, Jimin."
"Yah, Hyung. Kubelikan cheesecake deh."
Yoongi kembali menelisik, menatap Jimin penuh curiga. "Cheesecake?"
Jimin tersenyum. "Iya, cheesecake kesukaanmu. Kubelikan kalau kita pulang sekarang."
Yoongi merengut. Ia berpikir sebentar. Tetapi sesaat kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Besok saja ya cheesecakenya. Aku harus melanjutkan laguku bersama Chany."
.
Jimin memudarkan senyumnya dan merengut sebal. Ia tahu siapa Chany-Chany itu. Yang tadi berbicara dengan Taehyung dan Jimin tahu bahwa dia sudah bertunangan dengan sepupunya Taehyung.
Ukh, tetapi Yoongi akrab sekali dengannya. Dia bahkan menolak cheesecake yang ditawarkan Jimin.
Huh.
.
.
.
.
To be Continued...
.
.
.
.
Nb :
Hai, ketemu lagi ._.)/
Duh, beberapa chapter lagi saya pindahin ke M ya, gak apa-apa kan?
Kalau bisa sih pengennya pake dua rated *apaan sih*
Omong-omong saya udah teracuni sama uke Hope nih yaampun (maafkan) ;_; pingin bikin dia uke juga disini tapi kan udah terlanjur ;;_;;
Sekalian minta rekomendasinya buat ff uke Hope boleh ya? Apa aja ratednya boleh, siapa aja semenya hayu *plak*
Yasudahlah, terimakasih sudah membaca sampai sini. Kritik, saran dan masukannya selalu diterima xD
Review, please? :3
