Love Is As Cold As Ice

Chapter 2:Changing Hearts

Sudah lebih dari seminggu semenjak aku sekolah di SMA Seiei dan sudah lebih dari seminggu juga aku mulai menyadari perasaanku kepada Karin Hanazono.

"Kazune , hari ini mau ke kafe baru yang baru di dekat stasiun itu nggak? Katanya makanannya enak-enak lho..."Nishikiori tiba-tiba datang ke mejaku.

" Kamu lupa ya? Aku mau ke rumah sakit dulu tau!"

"eh? Rumah sakit? Kamu ingin menjenguk siapa? " Tiba-tiba Karin datang menghampiriku dan aku terkejut melihatnya. Setiap aku melihatnya mukaku pasti selalu merah dan panas.

" Kazune ingin menjenguk Kazusa kan?"

"Kazusa?Siapa dia?"

"Dia adikku. Sejak kecil daya tahan tubuhnya memang lemah jadi dia harus tetap di rumah biar dia nggak kesepian aku menjenguknya setiap minggu."Kataku dengan muka cool supaya menyembunyikan mukaku yang tadinya merah.

"hmm...Boleh aku ikut?"Tanya Karin dengan muka polos.

"boleh,boleh saja..."aku memalingkan wajahku supaya dapat mempertahankan citraku yang cool dan dingin padahal dalam hati aku bilang 'yess...! aku bisa jalan-jalan sama Karin!'

.

.

Di Rumah Sakit Hakusajishi.

Aku , Karin dan Nishikiori sampai di rumah sakit tempat Kazusa menaiki lift ke lantai 2 , ruang 108 , kamar membuka pintunya dan melihat Kazusa sedang melihat kearah pintu yang dibuka.

"Kakak!"Kazusa sudah pasti tahu kalau itu Himeka yang sering menjenguk tapi sekarng ada di Inggris , hanya ada satu kemungkinan kalau pastti aku yang menjenguknya.

"Kakak bawa teman ya?siapa saja?"

"Ini temanku waktu sekolah di Inggris , Michiru Nishikiori dan teman sekelasku seklian teman Nishikiori yang dulu , Karin Hanazono."

"Salam kenal, aku Kazusa Kujyou."

"Himeka tadi datang kesini?"

"kakak masih tetap pintar dan bisa menebak situasi seprti dulu, ehehehe...iya , tadi dia datang ke sini."

"Kazune-kun hebaaatt...kok bisa tahu?"Karin menatapku dengan pandangan serius juga heran. 'yess..! aku bisa buat Karin terkesan!' kataku dalam hati.

"Mudah saja. Sebelum Kazusa dirawat disini , Aku , Himeka , dan Kazusa sering bermain di padang rumput yang penuh dengan bunga liar. Kalau aku meletakkan buket bunga mawar merah dikamar ini pasti Hineka meletakkan buka daffodile di sela-selanya. Karena kata Himeka 'Mawar tidak cocok untuk Kazusa , bunga liar lebih bagus untuk Kazusa!' begitu deh ceritanya."

"waahh...Memorimu sangat tajam ya..."Kata Karin waktu melihat kearahku dengan senyum diwajahnya.

"Kakak...dari tadi aku penasaran..."

"kenapa?"Kataku sambil mengambil secangkir kopi dan meminumnya. Karin dan Nishikiori juga melakukan hal yang sama.

"kakak menyukai kak Karin ya...?"

'BRUUSSHHH!' aku dan karin menyemburkan kopi yang tadi ingin diminum tapi gara-gara Kazusa... Cuma Nishikiori yang tenang meminum kopinya.

"Ka-ka-ka-kamu ngo-ngo-ngomong a-apa-paan sih?"Kataku terbata-bata.

"I-iya! Kazusa-chan ma-mana mung-mungkin a-a-aku su-suka sama Kazuna-kun!ehehehe..." Karin gugup? Baru pertama kali aku melihatnya seperti ini.

"Sudah ketahuan kalau mereka saling suka... iya kan, Kak Michiru?"

"Iya...aku kira Kazune itu pinter tapi ternyata nggak pinter bohong..." GAAAHHH! Apa-apaan sih sih Kazusa sama Nishikiori? Sejak kapan meraka sependapat? Padahal mereka kan baru kenal!

"ya-ya sudah...Kazusa! kamu udah baikan kan? Aku tinggal sebentar ya... Karin dan Nishikiori tolong jagain Kazusa ya!" Aku meninggalkan kamar Kazusa dan pergi keluar untuk menghirup udara segar.

.

.

.

Aku pergi keluar ke halaman belakang rumah sakit. Aku suka sesak nafas menghirup bau obat dan rumah sakit. Aku bersandar di pohon besar dan menghirup udara. Aku merasa ada seseorang yang mendekatiku , karena aku pesaran , aku menoleh ke belakang.

"Kazune-kun? " Itu Karin! Kenapa dia disini? Apa dia mengikuti aku?

"Karin? Kenapa kamu disini?" Tanyaku dengan muka terkejut.

" Aku cuma ingin menghirup udara segar. Katanya Micchi bisa jagain Kazusa." Kata Karin kepadaku.

Sudah hampir sebulan aku mengenal Karin tapi belum tahu apa-apa tentang dia. Hari ini akan aku kumpulkan keberanian untuk menanyakannya.

"Karin... Boleh aku tanya soal kehidupanmu?" Aku bertanya dengan gugup. Dia tidak menjawab selama beberapa detik. Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat.

"Keluargaku..." Karin akhirnya membuka mulutnya dan aku melihatnya tertunduk. Karin mendekat kepadaku yang bersandar di pohon.

" Aku terpisah dari keluargaku sejak kecil. Ibu dan Ayahku bercerai saat aku berumur 7 tahun dan hanya Micchi yang mengetahui hal ini. Saat aku berumur 9 tahun Ibuku sakit dan Ayahku pergi ke luar kota. Semenjak itu aku membenci Ayahku. Dan waktu umurku 13 tahun Ibuku menikah dengan pria lain dan aku mulai tinggal sendiri waktu Micchi pindah sekolah di Inggris." Aku ikut sedih mendengar cerita Karin. Hidupnya sangat sedih.

Aku tidak tahu kalau ada seseorang yang hidupnya seperti ini dan dia adalah gadis yang sangat aku cintai. Aku seharusnya bersyukur karena masih mempunyai Ayahku , Kazusa , dan Himeka. Dia sudah sendiri semenjak dia kecil.

"maaf ya...aku menanyakan hal yang tidak perlu..."

"tidak apa-apa. Kalau aku,boleh menanyakan tentang kehidupanmu?"Kata Karin dengan muka yang polos tapi juga manis. Kalau mukanya seperti itu mana mungkin aku bisa menolak.

" Aku anak pertama dari Direktur Kujyou Foreign CEO Group. Sejak kecil aku sudah dipilih untuuk menjadi penerus Ayahku. Aku tidak pernah merasa bahagia dengan kepuasan itu. Tapi ayahku selalu mementingkan pekerjaannya daripada aku. Dia bahkan melupakan ulang tahun anaknya sendiri... Aku masih beruntung mempunyai Kazusa dan Himeka." Aku berhenti seejanak dan Karin melihatku dengan tatapan melanjutkan ceritaku.

" Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan , ceria ataupun cinta..." Aku berhenti lagi dan Karin masih menatapku dengan tatapan serius.

"apa kamu pernah merasakan sedih?"Tanya Karin kepadaku.

" sedih? Ya...pernah dan selalu.." Jawabku dengan muka tertunduk.

"aku pernah merasakan cinta..." Karin tiba-tiba mengatakan itu. Apa dia mencintai seseorang?

"Kamu penasaran siapa itu? Kalau namanya mana mungkin aku kasih tahu! Tapi...kalau sifatnya mungkin bisa... Dia itu orangnya... awalnya aku pikir dia pediam dan dingin tapi aku merasakan sesuatu pada dirinya. Aku tidak tahu apa perasaan ini... tapi setelah beberapa hari , aku baru mulai menyadari bahwa aku mencintainya..." Perasaan Karin sepertinya sangat tulus padanya,tapi siapakah orang ini?

-TO BE CONTINUED-

AUTHORS NOTE: FINALLY,I'M DONE! IT TOOK ME 3 DAYS TO FINISH THIS STORY. STAY TUNE FOR THE NEXT CHAPTER AND PLEASE REVIEW!BYE~^_^