Uke's Type
.
T
.
Screenplays!Kristao, Hunhan, Sulay, Kaisoo, Chenmin, Chanbaek
.
Akai with Azul
.
All about character is not mine, except this fic was belong me and idea was belong Xin Lao Mao
.
Yaoi/ BL/ Be eL/ Boys Love/ Alternative Universe with much baby typos
.
No like, don't read!
.
Summary! :
Uke itu banyak jenisnya—serius, banyak jenisnya.
Dan di antara jenis itu, ternyata uke mereka adalah salah satunya. Yang manakah itu..?
.
.
Oh ya, sekali lagi, tiap bab mungkin setting tempat dan waktunya berbeda~
.
.
.
Uke's Type #2 :: Master Uke
.
.
Master Uke :: cowok yang akan memperuke semua uke walaupun dia uke. Meski begitu, ia tetap takluk dibawah seorang seme.
.
.
.
Luhan menghambur di belakang tubuh hoobae-nya. Merengkuhnya erat, lantas ia berteriak gemas. "Kyungsoo! Kamu menggiurkan sekali hari ini~~~ umumumumumumu~~ give me your deep-kiss from that sexy lip,honey!"
"hah? Hyung ngomong apa, sih..?" yang dipeluk hanya bengong. Keping mata bulatnya bertambah volume, terabaikan sudah jamur krispi yang nyaris ia lahap ganas, jamur krispi dipesannya saat bertandang ke kantin beberapa menit lalu, bersama Baekhyun.
"biarkan saja, Kyungsoo-ya, dia 'kan kebiasaannya memang gitu. Sok ganteng, sok seme, tapi sendirinya uke gila. Dia nggak punya cermin di rumah kali, ya, Kyungsoo-ya..? cantik kayak gitu ngaku – ngaku ganteng!"
Baekhyun—satu tahun diatas Kyungsoo, berbisik tapi dengan nada yang cukup didengar oleh objek bisikannya—entah dia bodoh, idiot, atau bodoh dan idiot, bisik – bisik tapi suaranya masih terdengar jelas sampai telinga Luhan. Ingat, Luhan masih menggelayut manja di punggung Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk paham—lupa soal obsesi salah satu sunbae cantiknya, yang ingin menjadi seme para uke, namun rupa fisik amat sangat tidak memungkinkan. Luhan mendengar itu hanya tersenyum, tapi senyum dipaksakan. Dengan aura hitam menguar – nguar cantik di sekitar tubuhnya, membuat para siswa yang bertandang ke kantin itu merasa merinding dan mengigil aneh.
Sekejap, pikiran nakal Luhan bersemayam di otaknya, ia melirik Baekhyun—yang meliriknya takut dan was – was—dengan tatapan jahil.
Tiba – tiba, Luhan sudah melepaskan Kyungsoo dan beralih ke Baekhyun—tepat duduk di samping kanan Kyungsoo, sambil kedua tangannya yang berhasil menangkup wajah Baekhyun. Tangkupan tangan Luhan membuat bibir Baekhyun yang agak basah, sehabis menghabiskan ramyun, jadi sedikit maju—membentuk pout imut.
Luhan, yang semula hanya ingin main – main dengan mengancam akan mencium Baekhyun karena berani mengatainya, jadi tergoda. Lelaki muda asal Tiongkok itu mulai mengacuhkan misi utamanya pada Baekhyun untuk bermain – main, dan sekarang ia justru ingin mencium Baekhyun betulan.
"Baby Baeeekkk~~~ kamu kok cantik banget sih, kalau begini! Lihat! Lihat! Bibirmu yang basah itu, yang sedang pout seperti itu, membuatku nggak tahan untuk men-tjivok-mu, darliiinnngg~~~!"
Kyungsoo dan hampir semua warga yang ada di kantin melongo luar biasa. Sedangkan Baekhyun, anak pecinta eyeliner dan strawberry itu bergidik melihat muka Luhan yang berubah (cukup) mesum (untuk ukuran lelaki uke).
Lantas berteriak dan meronta – ronta—yang ada justru ia semakin terpojok di dinding kantin, Luhan mendorongnya pelan dan pasti.
"GYAAAA…! HYUNG, HENTIKAN! JANGAN DEKAT – DEKAT—TIDAK, JANGAN TJIVOK AKU, HYUNG! TOLOOOONNGGG..!—"
"—ngehehehehehe! Jangan malu – malu, darling~! Baek belum punya seme, 'kan..? gimana kalau Lulu yang jadi semenya..? dijamin Baek baby bakal puas luar dalam!"
"TIDAAAKKK..! HYUNG JANJI GITU JUGA AKU NGGAK MAU...! ENYAH KAU, HYUNG, ENYAH! AKU NGGAK DOYAN SESAMA STRAWBERRY (uke), AKU MASIH DOYAN JERUK (seme)..! TOLOOONGGG! PLIS, TOLONG BAEEKKK..! KYUNGSOO-YAAAA..!"
Tapi Kyungsoo justru menjauh. Mereka—para siswa/ siswi maupun penjual kantin ikut menjauh, hanya menatap iba Baekhyun dan mengirimkan kucup – kucup doa pada Yang Kuasa—bahwa semoga Baekhyun masih selamat walau kondisinya (mungkin) menjadi 'mengenaskan'.
Dia tahu, jika Luhan sudah begini, dia benar – benar keras kepala dan ganas. Jika Luhan sudah seperti itu, hanya ada satu jalan supaya si rusa cantik menjadi jinak—merelakan diri di-grepe – grepe olehnya.
Sudah banyak korban grepe – grepe Luhan si Uke mengaku Seme, hampir semua lelaki berjenis uke di sekolah ini sudah pernah makan garam di grepe Luhan, tapi yang paling sering dapat grepe hanyalah Baekhyun dan Xiumin—satu angkatan dengan Luhan, yang bersyukur pada yang diatas jika hari ini Bakpao itu tidak masuk karena sakit, jadi dia bebas dari jadwal mari-menggrepe-para-uke-tiap-hari-minimal-tiga-orang milik Luhan.
Baekhyun meanatp seram Luhan yang semakin mendekat padanya. Bibir mereka sedikit lagi saling bertemu sapa—sebelum sebuah tarikan cukup kasar di belakang kerah Luhan, membuat tautan LuBaek terpisah, dan Baekhyun bernafas lega sambil menyebut syukur padaNya.
Luhan mengerjap sekali, lalu menatap ke bawah, merasa bahwa tubuhnya sedikit melayang—tapak sepatunya tidak menyentuh lantai kantin yang masih hening, sunyi, senyap sejak koar – koar Luhan yang mendaftarkan diri untuk menjadi seme Baekhyun.
Kyungsoo menatap terkejut sosok yang mengangkat Luhan seperti anak kucing, lalu begitu tahu siapa gerangan, lelaki bermata belo itu mendesah lega. Ia menepuk dadanya, lalu ganti menepuk punggung tegap sosok yang berhasil menyelamatkan Baekhyun diujung tanduk.
"Sehun, untung kau datang di saat yang tepat." Mendengar nama Sehun, tubuh Luhan berjengit. Ia membeku dan merautkan wajah takut – takut.
"yeah.." Sehun memutar kelerengnya searah jarum jam. Lalu menatap Baekhyun dengan tatapan poker face andalan sang ace tim basket di sekolah ini. "maaf hyung, aku telat. Apa kau berhasil diapa – apakan oleh rusa ini..?"
Baekhyun menggeleng dengan raut wajah syok, masih tidak percaya jika dirinya selamat. "Hunnah.., sebaiknya kau bawa dia ke tempat yang aman! Wejangi anak itu, kalau perlu sekalian di rukiyah!"
Baekhyun berteriak cukup histeris. Tidak, dia tidak trauma dengan ulah Luhan barusan (ingat, jika dirinya dan Xiumin yang paling sering jadi korban grepe – grepe anak itu), dia hanya jengkel dengan Luhan yang terus berkoar – koar kalau dirinya adalah seme para uke, padahal muka uke luar binasa gitu. Sehun yang tahu kekesalan salah satu sunbae cantiknya, mengangguk tegas.
Maka, masih dengan menjinjing Luhan seperti anak kucing, Sehun keluar dari kantin. Membawa pergi Luhan yang meronta – ronta dan menjerit sambil menangis tak rela, dan orang – orang di kantin tidak peduli—memilih mempercayakan Luhan pada Sehun sepenuhnya, dan beranjak mengelilingi Baekhyun untuk menenangkan sang eyeliner lover yang masih berwajah syok, atau meneruskan kegiatan di sana.
Luhan terisak, ia tak rela dan masih terus meronta untuk kabur, jika akan diberi 'wejangan' oleh Sehun…
… oleh Oh Sehun, hoobae-nya sekaligus semenya.
Ah, ya,
Sudahkah kalian mengetahui jika Xi Luhan sudah memiliki seorang seme..?
.
.
Ukes Type #2 Master Uke :: The End
.
.
To be Continued
.
