==*❋ Kuroyuki*==
.
❋ 黒雪
.
Author:
谷上黒雪
(Kuroyuki Yagami)
.
Disclaimer:
Naruto by Mashashi Kishimoto sedangkan Charnya saya pinjam untuk waktu yang lama, Juga Char HS DxD saya pinjam Charnya untuk waktu yang lama.
WARNING:
Female Human Kurama, OOC, Gaje, typo yang bertebaran dimana-mana, Alternate Universe, Monster, Hunter no Sekai...
Genre:
Adventure, Action, Supernatural , Demons, Military
Rate:M
Pair:?
Author's Note:
Hahahaa Yappari, yang review cuma dikit. Reader and Author kebanyakan kabur ke Wattpad sih.
Terimakasih buat reader yang repot-repot me-review fict ini. Dan terimakasih sanjungannya. Saya juga jarang ke fanfic karena masih meneruskan story oneshot yang akan di publish,...serta leveling game online hehehe...
Mohon maaf kalau fict lain masih belum ada update an barunya. Masih dalam proses.
Sekian dan kita langsung aja.
"Dont Like Dont Read"
*Happy Reading*
ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
❋Avenger❋
Seorang pemuda berambut raven yang tengah berbaring di atas ranjang pasien dengan peralatan rumit yang tersambung di tubuhnya membuka matanya. Matanya benar-benar redup.
Tidak ada kata lain yang pantas menggambarkan dirinya selain kata 'Menyedihkan' . Seluruh kulitnya pucat, otot yang sempat tumbuh di lengan dan kakinya juga berkurang.
benar-benar menyedihkan.
Dia membisu, dia tidak mengatakan sepatah katapun atau bergerak seinchipun. Sepertinya pemuda bernama Sasuke Uchiha itu sedang mengingat kejadian yang dilaluinya, namun tetap saja dia tidak mengingat apapun,
kreett!
"Yo, sudah sadar ya" Seseorang berkata kepada Sasuke, namun Sasukehanya diam saja, matanyalah yang secara perlahan dan bergetar melirik ke arah seseorang yang berjalan ke arahnya.
"Namaku Azazel, aku Direktur Avenger bagian 2" Kata pria itu sambil mengambil kursi dan duduk.
Pakaiannya benar-benar berbeda dengan jabatannya. Seharusnya direktur itu memakai jaz dan berdasi. Namun ini malah memakai pakaian yang biasa-biasa saja.
Pria ini memakai kemeja putih dengan bagian lengannya dilinting hingga sampai siku.
"Sepertinya keadaanmu sangat buruk sampai-sampai sulit untuk membalas perkataanku" Bisa dikatakan Azazel sedang bicara sendiri.
Benar, Sasuke ingin membalasnya akan tetapi mulutnya terkunci rapat oleh tutup oksigen di mulutnya, bukan itu saja, dia juga kehilangan ingatannya sementara.
krieett
Pintu kembali terbuka, namun kalo ini memunculkan seorang gadis cantik berambut hitam yang digerai, berkaca mata dengan bingkai merah dan memakai seragam ala Avenger Genesis.
Gadis itu melirik ke arah Direktur bernama Azazel.
"Direktur!...Kenapa anda disini?" Tanya gadis itu dengan ramah.
"Hanya menjenguk orang sakit" Azazel membalas dengan nada santai.
Setelah itu Gadis tersebut mengalihkan pandangannya ke arah orang yang dimaksud oleh Azazel. Seketika matanya terbuka.
"Nii-san!" Dengan spontan Gadis tersebut berlari ke arah orang yang berada di atas ranjang dengan mata terbuka itu.
"Sa-ra...-da" Ya, hanya kalimat itulah yang ia ingat dan katakan pada gadis itu dengan nada serak dan berat.
"Nii-san! Syukurlah...Nii-san sudah sadar...Aku pikir Nii-san tidak akan membuka mata lagi!" Dia mengeluarkan liquid matanya dan memeluk Sasuke. Sasuke hanya diam saja tanpa bisa membalas perkataan Sarada.
'Seandainya aku memiliki keluarga yang memiliki sifat seperti Uchiha Sarada' Batin Azazel disertai mengeluh.
Dan saat itu pulalah Sarada menceritakan semua hal yang telah terjadi berawal dari Malam Ungu (Murasaki Yoru) hingga hari ini.
.
.
.
Sudah beberapa minggu kemudian Sasuke dirawat dalam ruangan itu. Dalam waktu itu dia telah mengingat semuanya.
Krieett!
pintu terbuka menandakan ada seseorang yang akan memasuki ruangan. Dia seorang wanita berambut perak dengan rambut dikepang
"Uchiha-kun, mengenai keadaanmu sekarang sudah membaik dan lusa kau sudah bisa keluar dari ruangan ini" Ujarnya, wanita itu diketahui bernama Grayfia Lucifuge
"Hm, terimakasih" hanya itulah balasan dari Sasuke dalam posisi duduk sambil meluruskan kakinya.
"Kalau begitu aku pergi dulu" Grayfia langsung keluar ruangan setelah mengatakan itu.
Hening
Sasuke menggerakkan tangannya dan melihat telapak tangannya yang sudah memerah yang berarti dia sudah kembali ke keadaan normal. Otot-otot yang sempat menghilang kini sudah pulih meski perlu melakukan kebugaran jasmani lagi. Rambutnya sudah memanjang hingga mata kirinya tertutupi oleh surai hitam kusutnya.
krieet!
Selang beberapa detik pintu terbuka lagi dan menampakkan wajah trauma seorang Sarada.
"Nii-san" Suaranya bergetar.
"Ada apa Sarada?" Sasuke memandang Sarada dengan tatapan yang biasa saja
"Aku takut, aku takut..." Sarada berjalan pelan menuju Sasuke.
grebb!
Sarada memeluk Sasuke dengan erat. Memang setiap waktu Sarada mengunjungi Sasuke selama masih dirawat disini setelah dia sadar 10 hari yang lalu, dan dalam waktu itu dia selalu memeluk kakaknya itu. mungkin lebih dari 20 kali dia memeluk Sasuke. Namun berbeda dengan hari ini.
Dia tampak ketakutan, jantungnya berdetak kencang, matanya bergetar, tangisan membuncah, air mata mengalir dari matanya, dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Dan-sensei dan juga...hiks...Inojin terbunuh... hiks... oleh 4 Sigma...hiks... Draco..." Suaranya bergetar diselingi isakan tangisan darinya
"Kau itu masih saja cengeng ya" Sasuke melepas pelukan adiknya, setelah itu mengusap air mata yang menghiasi wajah gadis itu.
"Kau akan terlihat jelek kalau menangis, Hirup nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan" Sarada melakukan hal yang disuruh oleh Sasuke, dan itu berulang-ulang sebanyak 3 kali.
"Sudah baikan?" Sasuke menunggu respon dari adiknya.
"hm"
"coba ceritakan" Sasuke ingin mendengar kisah adiknya.
"...Aku dan Boruto hanya mematuhi perintah Dan-sensei untuk segera mundur, waktu itu Dan-sensei menghadapi dua Sigma Draco. Dulu dia dapat menghadapi 2 Sigma Draco dengan mudah...tetapi kemarin malam turun hujan dan ditambah lagi 2 Sigma Draco dari Sisi Utara..."
"...Lantas Dan-sensei memberi perintah untuk mundur, akan tetapi Inojin menolak dan membantu Dan-sensei...awalnya Aku ingin membantu Sensei tetapi Boruto menarik tanganku dengan kuat dan mundur...Namun saat itu juga aku selalu memandang ke belakang dan melihat Inojin tertebas Sayap Naginata milik Sigma Draco, sedangkan Dan-Sensei kehilangan anggota geraknya dan dimakan oleh Sigma Draco bersama dengan Slayer miliknya..."
Cerita Sarada berakhir dan terjadi keheningan diantara mereka.
Setelah beberapa saat kemudian Sasuke mengutarakan penilaiannya.
"Yang dilakukan Boruto sudah benar, Yang dimaksud oleh Dan-sensei adalah membiarkan kalian hidup meskipun dia harus membayarnya dengan nyawanya..." Mendengar penilaian Sasuke barusan membuat mata Sarada melebar.
"Dia hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sebagai pembimbing meskipun itu adalah cara yang tidak bertanggung jawab..." Sasuke berkata dengan lembut.
"Itu karena kita adalah Bibit yang baru tumbuh dan baru mengenal bagaimana rasanya diterjang oleh angin..." Sasuke meneruskan perkataannya.
Itu membuat Sarada tetap sakit hati karena teman dan gurunya yang baru ia kenal satu bulan itu sudah tidak dapat menampakkan senyumnya meski untuk yang terakhir kalinya.
"Kita?" Sarada bergumam
"Nii-san Apakah kau akan menjadi Avenger?"
"ya, Tidak ada pilihan yang lebih cocok lagi selain melindungimu yang cengeng ini" Setelah itu Mereka tertawa renyah.
"?"
"Dan juga dadamu juga sudah muat ditanganku" Pantas saja ada yang berbeda yang dirasakan Sarada pada dadanya.
Ternyata kedua tangan Sasuke memijat pelan payudara Sarada hingga wajah Sarada merona disertai desahan, untung saja hanya mereka berdua yang ada di ruamgan tersebut, ditambah tidak ada kamera pengintai.
"Ahhh!"
'Ini memalukan' Batin Sarada.
"Nii-san Ecchi!" Sarada langsung menjauhi Sasuke yang sedikit tersenyum kecut.
"Aku dapat melihatnya, Milikmu sekarang bertambah besar hehehe..." Sasuke berkata dengan nada menggoda.
"Jadi memang begitu ya, aku baru tahu kenapa Kurama-san tidak pernah mendekatimu...itu karena kau itu mesum..." Sarada berkata sambil melindungi kedua buah dadanya, ia baru tahu ada sifat lain yang tersembunyi pada diri Sasuke.
"Tetapi syukurlah kalau Nii-san tidak menjauh dariku" Gumamnya.
"Kau mengatakan sesuatu?" berhubung jarak mereka berdua terpaut cukup jauh maka suara desisan Sarada tidak terdengar jelas oleh Sasuke.
"Tidak ada, hanya aku berpikir yang mana tim yang akan dimasuki oleh Nii-san" Sarada mengubah sikapnya ke keadaan Normal.
"Oh, begitu ya, semoga aku di timmu karena timmu kekurangan anggota bukan?"
"Kuharap begitu"
"Sarada..."
"hm?"
"Bagaimana dengan keadaan rumah kita?" Tiba-tiba Sasuke mengalihkan topik dengan bertanya.
"Bagaimana mengatakannya ya..."
"...Hancur Lebur" Sarada melanjutkan perkataannya, kali ini dia merubah raut wajahnya dengan raut wajah serius.
"Sudah kuduga" Gumam Sasuke.
"Tetapi tenang saja foto-foto yang berharga sudah kubawa di ruanganku..termasuk foto pernikahan Kaa-san dan Tou-san" Ujar Sarada.
"Begitu ya, apakah menjadi Avenger dapat memiliki ruangan sendiri?" Sasuke bertanya lagi, pemuda itu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Avenger.
"Ya, tetapi satu ruangan berisi tiga kamar tidur dan itu berarti kau akan tinggal bersama kedua anggota timmu" Balas Sarada. Sasuke diam saja dan berpikir
"tetapi tenang saja, setiap kamar tidur terdapat pembatas. Jadi lebih aman untuk privasi" Lanjut Sarada.
"Begitu ya, Kalau begitu aku sudah memutuskan untuk menjadi Avenger.."
Tok...tok...tok...
Terdengar suara pintu yang diketuk.
"Sarada kau ada di dalam!?" Suara laki-laki menyebut nama Sarada.
"Itu suara Boruto" gumam Sarada.
"Iya aku di dalam ada apa!" Sarada menyahut
"Ada panggilan untuk tim kita untuk segera menemui Azazel-Shibuchou" Ujarnya.
"Baiklah" Balas Sarada.
"Aku tunggu di ruangan Direktur" Percakapan mereka akhirnya berakhir
"Sepertinya kau berteman baik dengannya" Sasuke menyahut setelah pembicaran adiknya berakhir
"Tidak juga, Dia itu orang yang suka seenaknya sendiri, aku benar-benar membencinya" Sarada berkata dengan tangan terkepal kuat di depan tubuhnya.
"begitu ya"
"Kalau begitu aku pergi dulu ya Nii-san" Tiba-tiba Sarada dengan beraninya mencium pipi kanan Sasuke, Sasuke pun terperanjat. Sarada pun berlari ke luar
"Ja nee Onii-san!" Dengan berkata demikian Sarada telah lenyap dari pandangan Sasuke
greb!
Terdapat senyum yang mengembang di wajah Sasuke, tangannya menyentuh pipi bekas ciuman kasih sayang dari adiknya.
"Baka no Imouto da, kau sudah dewasa rupanya...tapi..." Dengan cepat Sasuke merubah raut wajahnya dengan penuh kesedihan, mata yang menandang nanar.
Kakinya ia tekuk dan dia memeluk kakinya sendiri, akan tetapi wajahnya memandang lantai yang tadinya bercahaya kini meredup seperti matanya.
'kau masih belum mengerti arti kedewasaan yang sebenarnya...'
wusshhh...
tiba-tiba saja atap ruangan berubah menjadi hitam, dan perlahan turun kristal-kristal salju akan tetapi berwarna hitam.
'Aku akan membunuh Semua verkis itu...karena itu adalah kebencianku'
'Ya, kedewasaan bagiku bukanlah cinta tetapi kebencian'
Dengan begitu ruangan menjadi gelap dan dingin karena tertutupi oleh salju hitam.
"Aku akan mengakhiri semuanya"
.
.
.
Tepat 3 hari setelah itu terdapat acara upacara penerimaan anggota baru. Ada 8 calon Genesis yang lulus tes, antara lain:
-Koneko Toujou
-Issei Hyodou
-Karin Uzumaki
-Hanabi Hyuuga
-Shion Hatake
-Konohamaru Sarutobi
-Kiba Yuuto
-Sasuke Uchiha
Mereka ber-delapan tengah memakai seragam ala pasukan genesis, yaitu atasan Blazer merah dengan dalaman kemeja putih berdasi hitam sedangkan bawahan celana/rok hitam.
Mereka tampak gagah dan siap di aula. Seluruh pasukan Avenger entah itu Genesis, God, atau Archangel duduk di tribun, untuk menunggu persiapan upacara penerimaan Calon Genesis. Meskipun dengan keramaian lebih mendominasi dari jumlah mereka.
tep! tep! tep!
Dari pintu masuk masuklah seseorang yang merupakan salah satu atasan dan beberapa bawahannya untuk memimpin jalannya upacara penerimaan genesis baru.
tep!
"Baiklah semuanya diam dan perhatikan!" Wanita berbaju hijau kebesaran dengan dalaman kemeja putih dan bawahan celana hitam menyuarakan ketegasannya. Dia memiliki rambut pirang pucat.
Lantas siapapun yang mendengarnya pasti tidak bisa berkutik lagi atau bertanya.
"Aku Senju Tsunade akan memimpin jalannya upacara kali ini!" Benar-benar atasan yang tegas
"Kita mulai saja, pertama-tama, aku ingin mendengar keinginan kalian...Calon genesis!" Ucapannya tertuju pada ke-delapan calon Genesis.
tep! tep! tep!
Tsunade berjalan menuju ke depan calon Genesis yang berbaris rapi.
"Hormat!"
Greb!
Dengan serentak dan gerakan cepat Mereka berdelapan langsung memberi hormat kepada Tsunade. Lantas Tsunade membalas hormat mereka dan setelah Tsunade menurunkan tangannya, tangan Calon Genesis itu juga menurunkan tangannya.
"Sekarang aku ingin bertanya, apa tujuan kalian memasuki Avenger? apakah kalian ingin mati dengan cepat?.."
"Pertama berawal dari barisan paling kiri!" Tsunade menunjuk seorang gadis berumur 15 tahun yang memiliki surai silver model bob dan orang terpendek di calon Genesis itu.
" Hai'...Saya tidak ingin mati, tetapi saya hanya ingin mengetahui sebatas apa Verkis berevolusi..." Itulah alasan yang diberikan oleh Koneko Toujou. Namun Tsunade tersenyum sambil manggut-manggut.
"berikutnya"
"Hai'...Saya ingin melindungi Semua orang, dan saya tidak ingin menjadi orang yang gagal lagi" Itu adalah alasan dari seorang Issei Hyodou.
Sama seperti sebelumnya, Tsunade hanya manggut-manggut.
"Berikutnya"
"Hai'...Saya ingin menjadi orang yang berguna, dan ingin mengetahui luasnya dunia" Itu adalah alasan dari Karin Uzumaki.
Seperti sebelumnya Tsunade mengulangi posenya lagi.
"berikutnya"
"Hai' Saya ingin melihat sesuatu yang disebut laut" Ungkapan Hanabi Hyuuga membuat orang-orang disekitarnya melotot tak percaya, Itu karena kebanyakan mereka hanya mendengar nama laut dari teman atau buku, tetapi mereka tidak pernah melihatnya sekalipun.
"Alasan yang bagus" Dan kali ini Tsunade mengulangi posenya namun disertai perkataan.
"Berikutnya"
"Hai'...Tujuan saya sama dengan Hanabi, kami ingin melihat birunya laut dan air yang asin, serta pantai" Shion Hatake, nama marga itu tidak asing bagi Tsunade. Lagi-lagi akibat perkataannya yang berkaitan dengan sifat laut mereka menjadi ingin merasakannya langsung di pantai.
"baiklah, berikutnya"
"Hai'...Tujuanku adalah menjadi seorang pemimpin teladan dan dapat melindungi semua orang, dan teman-temanku" Konohamaru, Alasannya tidak buruk juga.
"Berikutnya"
"Hai'...Saya ingin menjadi seorang Ksatria di Avenger, meskipun ini lelucon tetapi saya benar-benar serius" Perkataan Kiba Yuuto membuat beberapa orang tertawa namun karena suara peringatan dari sepatu Tsunade menyala mereka kembali terdiam.
tap!
"Berikutnya"
"Hanya satu alasanku..."
"Aku akan membunuh semua Verkis"
Kali ini Perkataan dari Seorang Sasuke Uchiha membuat beberapa orang -tidak bahkan semua orang sampai Tsunade melotot tidak percaya, baru kali ini dia mendengar kalimat semacam itu.
Mata kanan Sasuke tampak mengartikan rasa bosan meski mata kirinya tidak demikian karena tertutupi poni hitamnya.
"Kenapa kau ingin membunuh verkis?" Tsunade melontarkan sebuah pertanyaan kepada Sasuke.
"Karena mereka itu merepotkan bagi manusia" jawaban yang klise. Tsunade semakin tertarik dengan sosok Uchiha ini.
'Nii-san Kau...Berubah?' Batin seorang gadis di tribun dengan tatapan kecewa.
"Adakah tujuan lain dari semua itu?"
"Ada, tetapi bukanlah tujuanku yang sebenarnya. Tujuan itu adalah adikku yang ingin melihat dunia luar...laut, samudera, benua..."
Tsunade tersenyum, namun dia belum puas
"Lalu kenapa kau menganggapnya itu adalah tujuanmu?"
"Karena Aku akan melindungi adikku, karena dia adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa" Orang-orang yang masih memiliki keluarga utuh memandangnya dengan penuh rasa kasihan, namun Sasuke tidak memperdulikan semua itu.
"dan ada keinginan dari seorang wanita yang ingin melihat akhir dari dunia ini, dimana tidak ada Verkis..."
"Menarik, Seorang Uchiha kebanyakan begitu kan" Gumamnya tersenyum puas.
"Baiklah Shizune, umumkan tim mereka dan pembimbingnya" Dia menyuruh salah satu bawahannya untuk membagikan tim mereka ber-delapan.
"Hai'..." Sahut Seornag gadis berambut hitam yang memakai pakaian kantoran.
"Dengan kusebutkan tim kalian maka kalian resmi menjadi Seorang Avenger tingkat pertama Genesis, Dan setelah kusebutkan tim kalian, kalian segera pergi ke laboratorium Vivid Armlet...Uzuki Yugao-sensei akan memandu kalian.." Jelas Shizune, dengan begitu dia siap membagikan tim mereka.
"Untuk tambahan, Besok kalian berkumpul di Ruangan no 15 di lantai 3 pada pukul 10 pagi untuk menemui Pembimbing kalian" Tambah Shizune
" Tim Genesis Betha, terdiri dari Tojou Koneko, Hyodou Issei, dan Uzumaki Karin dengan Pembimbing Rias Gremory"
"Tim Genesis Omega, terdiri dari Hyuuga Hanabi, Hatake Shion, dan Sarutobi Konohamaru dengan Pembimbing Umino Iruka"
"Dan terakhir, Tim Genesis Alpha terdiri dari Yuuto Kiba, dan Uchiha Sasuke dengan pembimbing Himejima Akeno" Ini adalah pertama kalinya ada Avenger yang memiliki 2 anggota dan diresmikan, biasanya mereka akan digunakan untuk cadangan.
"MAAF!"
Seorang gadis berambut merah menghentikan acara, lantas semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pintu kecuali Sasuke yang tampak tidak perduli.
"Kau terlambat!" Ujar Tsunade Kecewa. Sasuke merasa pernah mendengar suara itu tetapi dia tidak ingat betul karena sudah 2 minggu tidak sadarkan diri, itu mengakibatkan dirinya kehilangan sebagian ingatannya.
"Sekali lagi mohon maafkan saya! maaf atas keterlambatan saya!" Gadis itu membungkuk 90 derajat.
"Baiklah kau akan menjadi anggota Avenger, berhubung dengan tim Genesis Alpha kekurangan anggota maka..."
"Kitsune Kurama..." Tsunade menyebutkan nama gadis itu. Setelah mengingat siapa pemilik suara dan nama itu Sasuke membulatkan mata.
'Kurama?' batin Sasuke, ingatannya tentang gadis itu langsung mengisi kepalanya. Lantas Dia menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan yang tidak biasa atau bisa disebut juga dengan terkejut.
"Kau Akan Masuk ke tim Genesis Alpha bersama Uchiha Sasuke dan Yuuto Kiba" Lanjut Tsunade. Tak jauh beda dengan Sasuke, Kurama pun melotot ke arah Sasuke begitupun sebaliknya. Mereka saling memandang dengan tatapan tidak percaya mata Merah cerah dan Hitam gelap saling bertemu.
'Sasuke-kun'
"Dengan begini kalian resmi menjadi Anggota Avenger" Tsunade memberi penjelasan terakhir.
"Selanjutnya kalian ikuti aku" Seorang Avenger bernama Uzuki Yugao menyahut, dia memakai pakaian elit dimana dia memiliki perlengkapan armor yang tebal.
Selanjutnya Mereka semua mengikuti senior mereka untuk menuju ke labiratorium.
Ketika Sasuke akan berpapasan dengan Kurama, Kurama hanya memandang tidak percaya pada Sasuke, Sasuke tampak cuek dan melewatinya begitu saja.
'Dia berubah'
.
.
.
Selama di perjalanan Genesis angkatan baru itu berbincang-bincang untuk menghilangkan ketegangan yang barusan mereka alami, kecuali dua orang (pemuda dan gadis) yang berjalan beriringan di bagian paling belakang.
Kurama ingin bertanya sesuatu kepada Sasuke namun dia takut Sasuke tidak akan menjawabnya. Lagipula Sasule tampak berbeda dari yang dulu, sekarang dia sudah berubah menjadi pendiam dan miskin emosi.
Kurama akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Sas-"
"Kita masuk" Terlebih dahulu Suara Yugao menghentikan niat Kurama untuk berkata sesuatu. Lantas semua orang pun memasuki Laboratorium dan Sasuke meninggalkan Kurama sendirian sebelum akhirnya Kurama mengikuti mereka.
Sesampainya di dalam ruangan Avenger baru itu terkagum-kagum. Pasalnya terdapat banyak sekali senjata-senjata yang masih setengah jadi. Suara desingan logam yang terkikis menghiasi tempat itu. Bisa dibilang Senjata yang baru setengah jadi itu terdapat 30 bilah lebih.
"Kesini" Yugao memasuki sebuah ruangan di sisi kanan. Lantas mereka mengikuti Yugao.
Ketika sudah memasuki ruangan itu, suasananya sangat berbeda. Disini lebih tenang ketika pintu baja ditutup rapat.
Udara juga menjadi dingin karena adanya AC. Benar-benar nyaman dan sejuk. Di depan mereka terdapat seseorang yang berpakaian rapi namun terlihat klasik.
"Shikaku-sensei, berikan mereka Vivid Armlet" Ujar Yugao. Ketika namanya dipanggil pria bernama Shikaku Nara itu menoleh kebelakang.
"Oh jadi kalian ya...sudah lama tidak bertemu ya Sasuke, Kurama" Lantas Sasuke dan Kurama mendapati sorotan mata dari teman-teman seangkatannya.
"eh..heheheeh..." Kurama hanya tertawa canggung sedangkan Sasuke hanya diam membisu.
"Baiklah, yang perlu kalian lakukan adalah masukkan tangan kalian ke lubang ini dan tahan rasa sakitnya ya" Shikaku langsung menyuruh mereka untuk memasukkan salah satu tangan mereka ke lubang sebesar bola Voli di sisi mesin.
Pertama, orang yang memasukkan tangannya adalah Issei, Dia memasukkan tangan kanannya. Beberapa detik kemudian Perangkat lain menutup lubang dari dalam sehingga membuat dia kesakitan, sangat kesakitan karena ada sesuatu yang melelehkan tangannya dan membungkus tangannya, uap biru cerah mulai keluar dari lubang pemasukan tangan itu.
Dan setelah berhasil perangkat itu pun kembali ke posisi semula, Issei manarik tangannya dan terlihat gelang berbentuk jam tangan digital namun di bagian tengahnya terdapat permata berbentuk bola berwarna biru cerah.
"wah hebat!" Issei bersorak gembira, kesakitannya dibayar dengan sesuatu yang indah.
"Bagaimana rasanya?" Shikaku bertanya.
"Hebat, aku merasa ada sesuatu yang mengalir dari nadiku meski berlawanan arah dengan aliran jantungku" ujar issei.
"Benar, kekuatan Vivid menuju pada jantungmu dan menjadikanmu kuat secara fisik, namun sebagai gantinya darahmu akan menjadi gantinya. Semakin banyak kau menggunakan kekuatan Vivid maka darahmu akan cepat habis" Kegembiraan Issei pupus ketika mendengar penjelasan dari Shikaku.
"Itu dinamakan pertukaran setara" Ujar Yugao menambahi.
"Baiklah berikutnya" Satu persatu genesis telah memiliki gelang Vivid. kini tinggal Sasuke dan Kurama yang tersisa.
"Kau duluan" Sasuke menyuarakan suara baritonnya kepada Kurama, Kurama sedikit tersentak tapi dia mematuhi perkataan Sasuke. Kurama pun memasukkan tangan kirinya, entah mengapa dia memilih tangan kiri.
Jdank
perangkat telah mengerat di tangan kiri Kurama.
sratts
"Akkhh!" Kurama menjerit ketika merasa pergelangan tangannya disobek oleh mesin secara memutar dan sesuatu seperti gel menutupi tangannya yang tersobek, setelah itu ada baja yang menutupi gel itu. Setelahnya rasa sakit itu menghilang seketika.
'Jadi begini ya rasanya' batin Kurama sambil mencabut tangannya dari lubang setelah perangkat penutup telah kembali ke posisi sebelumnya.
'Detak jantungku berdetak lebih cepat setelah memakai ini" pikir gadis itu.
"!?"
"?!"
Shikaku dan Yugao terkejut seketika setelah melihat Nubes Stone yang ada di gelang Vivid milik Kurama berbeda dengan warna lainnya yang biasanya berwarna Biru cerah, namun kali ini memiliki warna ungu cerah.
"Namamu siapa?" Yugao bertanya.
"Kitsune Kurama-desu" Jawab Kurama.
"Milikmu berbeda dengan yang lain, mungkin kau adalah yang istimewa, gunakan sebaik-baiknya Kurama" ujar Shikaku dengan serius. Genesis yang melihatnya merasa iri.
"begitu ya, baiklah paman" Kurama tersenyum, setelah itu pergi ke tempat genesis lainnya berada yaitu di belakang Sasuke.
"Sekarang giliranku" Sasuke langsung memasukkan tangannya kedalam lubang mesin.
jdam!
srasshh
'Aah, ternyata cuma begini rasanya, ini masih tidak berasa daripada waktu perutku dipukul oleh Simian' batin Sasuke dengan malasnya.
Lalu karena Sasuke merasa geram, dia mengeratkan tangannya yang mengepal di dalam mesin, urat-urat tangannya langsung keluar dan terdapat warna yang berbeda yaitu biru pada uratnya.
'Aku merasa kuat sekarang, tetapi masih belum cukup kuat untuk membunuh Karas' Batin Sasuke.
Setelah selesai Sasuke mengeluarkan tangannya. Lalu dia melihat Nubes Stone pada gelangnya yang terletak di tangan kanannya. .
'Inikah yang disebut Nubes Stone?' pikirnya dengan bertanya. Lalu kembali ke tempatnya
"Setelah ini kalian akan memilih bentuk Blaster yang akan kalian gunakan..." Yugao berujar.
"Besok temui aku di Laboratorium Blaster setelah kalian telah memutuskan Blaster yang cocok di dalam timmu dan juga cocok denganmu" Ujar Shikaku.
"Baik"
.
.
.
Setelah selesai Yugao memandu Avenger genesis baru untuk menuju ke kamar pribadi milik mereka, dan 1 ruangan berisi 3 kamar atau satu tim. Jadi tim Genesis Betha berada di ruangan no 5, Genesis Omega berada di ruangan no 6, dan Genesis Alpha berada di Ruangan no 7.
Setelah itu anggota baru itu memasuki ruangan masing-masing. Akan tetapi Sasuke mendengar ada orang yang memanggilnya, lantas iapun menoleh ke kiri.
"Nii-san"
"Ada apa Sarada?"
"Kau tampak berbeda, apa yang menyebabkan kamu berubah?"
"Itu karena mimpi kemarin adalah mimpi terpanjangku dimana aku membunuh berbagai jenis Verkis...selain itu Dia juga ada disini" Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Sarada masih bingung.
"hihihihi..." Sesaat kemudian Sarada terkikik geli
"Kenapa kau tertawa?" Sasuke kembali mengarahkan pandangannya ke arah Sarada.
"Mana mungkin nii-san yang baru akan bertarung bisa bermimpi seperti itu ?"
"Itu benar-benar terjadi dan terasa nyata"
"Kalau begitu apa kelemahan Draco?" Draco adalah naga bersisik baja berwarna cokelat bersayap tulang tanpa selaput.
"Tengkuk, ekor, kaki belakang, dan wajah" Sarada langsung berhenti tertawa, dan digantikan dengan keterkejutannya. Pasalnya semuanya benar.
"Elemennya?" Sarada kembali bertanya, kali ini benar-benar serius.
"Api" Jawaban Sasuke lagi-lagi benar.
"Sebutkan Elemen dari Sigma Draco, Kronos, Karas,"
"Sigma Draco berelemen Es, dan Cahaya, Tetha Draco atau Kronos berelemen Air dan Cahaya, Betha Draco atau Karas berelemen Air, Petir, dan Cahaya"
Sarada semakin kagum, tetapi dia masih ingin mengetahui lebih banyak tentang pengetahuan yang Sasuke dapat hanya dari mimpi itu.
"Sebutkan evolusi dari Venomous, Titan, Celia, Shappire, Minorc, dan Alcaeus..." Sarada menyebutnya dengan perlahan mungkin agar Kakaknya tahu jawaban dari ke enam Verkis yang barusan ia sebut.
"Venomous...Laevateinn...Blitz...Antares..."
"Titan...Tyrant...Cyclops...Wizaleon..."
"Celia...Nymph...Seraph..."
"Minorc...Simian...Ymir...Brionac..."
"Alcaeus...Argenteus...Aurumteus..."
"Bagaimana mungkin?" Sarada menatap Sasuke tidak percaya
"Apa yang ingin kau tanyakan lagi?" Sasuke bertanya dengan santai tanpa merubah raut wajahnya. Tangan Sarada terkepal erat
"Sebutkan evolusi dari Serpent, Nova, dan Golden Dragon"
"Serpent yaitu Bassilisk, Leviathan, Jormungandr..."
"Nova yaitu Traviata dan Hagalaz..."
"sedangkan Golden Dragon hanya ada satu yaitu Kaiser" Dan setelah semua itu terjawab Sarada hanya terdiam ditempat.
'Bagaimana mungkin?' Batin Sarada terkejut
"Dengan begitu aku bisa melindungimu" Sarada melebarkan matanya, lalu dia memandang wajah kakaknya, Sasuke tersenyum untuknya.
"Maaf karena aku tidak bisa masuk ke dalam timmu...tetapi aku akan melindungimu bagamanapun juga...karena kau adalah satu-satunya keluargaku" Ujar Sasuke menenangkan hati Sarada.
"Janji ya"
"hm" balas Sasuke.
"Aku akan istirahat dulu...jaa..." Baru saja tangan kekar Sasukemenyentuh kenop pintu, dia teringat sesuatu
"Oh ya, Sarada Aku belum tahu tentang Senjata Avenger, maukah kau menceritakannya?" Perkataan Sasuke begitu hangat bagi adiknya.
"Baiklah"
"Sebaiknya kita bicara di kamarku saja" Ujar Sasuke.
.
.
.
Keesokan harinya, Terdapat 3 tim Genesis baru teoah berkumpul di Laboratorium Blaster. Sebelum berada di Lab Blaster, terlebih dahulu mereka melewati gudang senjata aneka Blaster dengan berbagai warna.
"Baiklah kalian akan menerima formulir ini, Kalian mengisi dan mengumpulkannya hari ini juga. "
Dalam waktu kurang dari 10 menit mereka telah mengisi formulir.
"Baiklah, setelah ini kalian akan berkumpul di ruangan no 15 di lantai 2 kan?" Genesis baru itu mengangguk semua kecuali Sasuke dan Kurama.
"Kalau begitu kalian boleh pergi atau latihan dengan Blaster sampel di Training Ground 2 di lantai 2" Sedikit saran dari Shikaku kepada prajurit baru.
Orang yang pertama pergi adalah Sasuke, dia merasa sudah tidak ada yang perlu di sampaikan lagi.
'Sasuke-kun?' Kurama menatap kepergian Sasuke dengan pandangan bertanya-tanya.
.
.
.
Di tempat latihan para blaster ada sejumlah orang sedang latihan bekerja sama, mereka berada di atas tingkatan Genesis jika dilihat dari kerjasama mereka yang sempurna.
Sasuke melihat Tempat latihan yang mirip seperti Stadion berdinding baja itu dengan pandangan bosan dari balik kaca lantai 2.
Dia melirik Verkis-verkis secara bergantian.
'Argenteus, Tyrant, Draco, Laevateinn' Pikirnya ketika melihat Verkis-verkis tersebut dengan bergantian.
'oh ada Sariel juga ternyata, Semuanya berada di tingkatan B ya' Tatapannya tetap datar seperti biasa.
"Hei ingin latihan juga?" Seseorang bertubuh tegap menghampirinya, dia adalah seorang laki-laki berambut silver dan bermasker.
"Sepertinya begitu, tapi tempatnya sedang digunakan" dengan tenang Sasuke menjawab.
"Tenang saja, masih ada 2 tempat yang kosong, di training ground 3 dan 4" Ujar Pria berambut silver.
"Oh ya, Namaku Hatake Kakashi dari Avenger God, Zeus" Sasuke sedikit terkejut ketika mendengarnya. Dia bisa melihat tangan Kakashi ingin berjabatan dengannya, diapun menjabat tangan Kakashi dengan tenangnya.
"Tadi kau bilang Hatake?" Sasuke mengernyitkan dahi ketika dia pernah mendengar ada gadis yang memiliki marga seperti orang di hadapannya saat ini.
"Ya, Oh pasti kau mengenal Shion, Dia Anakku meski matanya berbeda denganku karena dia menurun dari ibunya " Kakashi sedikit canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh, gadis berambut coklat itu anakmu ya" Sasuke menambahi namun dengan ekspresi yang sama.
"Ya, Namamu siapa anak muda?" Kini giliran Kakshi yang bertanya.
"Uchiha Sasuke" Mata Kakashi sontak melebar sebelum akhirnya ia bersikap tenang.
"Begitu ya, kau anak dari Uchiha Itachi kan? dia seperti adikku sendiri" Ujar Kakashi, Sepertinya Sasuke mendapat sedikit pencerahan.
"Apakah anda dekat dengan ayahku?"
"Ya, begitulah, kami sering menjalankan misi bersama sebelum dia menikah. Sayangnya setelah dia menjadi pahlawan dia menghilang bak ditelan bumi" Ujar Kakashi, itu membuat Sasuke mengepalkan tangannya karena marah.
"Aku akan latihan di Training Ground 3, Kakashi-san tolong tunjukkan jalannya" Dengan senang hati Kakashi menuruti keinginan dari anak sahabatnya.
'Dia seperti dirimu dulu Itachi' seulas senyum terpampang di balik maskernya.
"Ngomong-ngomong blaster mana yang cocok dengan mu?" Kakashi melontarkan sebuah pertanyaan untuk mengisi suasana.
"Slayer" jawaban singkat tapi memuaskan bagi Kakashi.
.
.
.
Beberapa menit kemudian, Sasuke sudah berada di arena berbentuk Stadion yang tertutup. cahaya yang meneranginya memantulkan cahaya di lantai baja di bawahnya.
'Hanya ada 5 level'
'Low, High, Higher, Super, Extreme'
'Sampai sekarang masih belum ada yang mencapai tingkatan Extreme, Ketika pemain terjatuh dalam latihan ini, maka ia dianggap sudah mati dan kembali ke level 1' Pikir Sasuke sambil menyiapkan Blaster sampel type slayer.
Blaster yang ia genggam kini berwarna senada dengan besi biasa.
"Hajime!" Seorang Perempuan bersurai putih berpakaian kantoran berucap. Dia adalah Grayfia Lucifuge istri dari Sirzechs Gremory.
wusshh!
Mata kanan Sasuke menatap tajam musuh yang terbuat dari asap hitam dari lantai dan membentuk sesuatu. Mata kirinya masih belum terlihat karena bersembunyi di balik surai hitamnya.
wussshhh!
Makhluk itu membentuk seekor macan kumbang setinggi 2 meter berekor kalajengking.
Groaaarrggghhh!
'berisik'
'Ini mudah, hanya perlu beberapa tebasan' Pikirnya dengan nada meremehkan.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Sasuke Uchiha sudah duduk di sebuah ruangan mirip kelas itu. Dia duduk di bagian paling pojok kanan paling depan. Dilanjut dengan beberapa orang rombongan dari tim Genesis Omega dan Betha, lalu kedua anggota timnya. Mereka duduk di bangku yang telah di sediakan sambil bercengkrama.
Orang-orang sepertinya memperbincangkannya tapi Sasuke tidak perduli sama sekali.
Tak lama kemudian masuklah 3 Gadis remaja. Diketahui mereka bernama Rias Gremory, Akeno Himejima, dan Sakura Haruno.
"Perkenalkan, Namaku Rias Gremory, aku akan membimbing Avenger Genesis Betha" Ujar Gadis berumur 18 tahunan itu, namun nada bicaranya dapat menggoda laki-laki manapun, apalagi dengan dadanya yang Super itu yah kecuali Sasuke yang tidak memperdulikan apapun. Saat itu juga Gadis itu melihat Kurama dengan tersenyum sedangkan Kurama hanya tersenyum kikuk.
"Aku adalah Haruno Sakura, aku akan membimbing Avenger Genesis Omega," Kata Sakura dilanjut dengan gadis berambut hitam panjang di sampingnya.
"Namaku Himejima Akeno, Aku akan membimbing tim Avenger Genesis Alpha, jadi untuk tim Alpha kita akan berkumpul di ruangan kalian fufufu" Bagi seorang Yuuto Kiba dia merasa baru saja melihat Kuntilanak di hadapannya, meski Kiba berumur 16 tahun Gadis itu 1 tahun di atasnya.
"Akan kuberitahu misi pertama Genesis" Sakura langsung angkat bicara dan to the point. Lantas Para murid baru itu langsung fokus setelah mendengar kata 'misi'.
"Misi pertama kalian adalah melatih kerjasama tim kalian di training ground 3, sebelum itu kalian perlu mengetahui berbagai Verkis, kelemahan verkis, dan evolusi Verkis untuk 1 minggu kedepan" Tak ayalnya Genesis baru itu langsung tertunduk lesu.
"Ini memang awal yang merepotkan tapi kalian akan tahu manfaat dari pelajaran secara materi ini" Ujar Rias menambahi, itu membuat Genesis baru perempuan maupun laki-laki bersemangat kecuali Sasuke dan Kurama. Mereka terlihat serasi tapi juga seperti air dan minyak.
"Untuk Genesis Betha, kalian bisa kembali ke ruangan kalian, kita akan belajar disana" Setelah mengucapkan itu Rias dan Bimbingannya keluar dari ruangan.
"Seperti yang dikatakan Rias, Alpha juga kembalilah ke ruangan dan kita belajar disana" Ujar Akeno. Lantas Sasuke dan kedua anggota timnya berdiri dan mengikuti Pembimbingnya.
"Kalian juga, Omega" Ujar Sakura sedikit mengirit kata-kata.
.
.
.
Di Ruangan Genesis no 7, kini duduk 4 orang yang masing-masing berlawanan jenis. Mereka duduk di sofa. Menunggu penjelasan yang akan dijelaskan oleh pembimbing mereka.
"Baiklah, tim Avenger Genesis Alpha semuanya sudah berkumpul kan, maka aku akan menjelaskan tentang Blaster dan Verkis. Sebelum itu aku akan mengulang perkenalan kita agar kita lebih dekat dan tidak canggung. Dan juga untuk kalian jangan terlalu formal ya"
"Akan kumulai..."
"Namaku adalah Himejima Akeno, 17 tahun. Aku adalah Senior Para Genesis yang dijuluki Pendeta petir. Kesukaanku mungkin kalian belum saatnya tahu..sekarang giliran kalian, dimulai dari kau adik berambut merah" Setelah selesai memperkenalkan diri Akeno langsung menunjuk Kurama.
"Hai' Namaku Kitsune Kurama-desu, 16 tahun. Kesukaanku adalah memasak" Ujar Kurama dengan senyum ramah untuk melepas kecanggungan.
"Dan aku, Yuuto Kiba, Aku juga 16 tahun, kesukaanku mungkin melatih ketangkasanku" Ujar Kiba agak canggung.
"Aku, Uchiha Sasuke, 16 tahun, kesukaanku hanya berlatih" Berbeda dengan kedua rekannya, Sasuke tampak tenang dengan kedua tangan terlipat di dadanya.
"Kau tampak berbeda dengan kedua rekan timmu, kau sepertinya tidak canggung?"
"Aku canggung, tetapi bagiku apapun itu tetaplah sama saja" Akeno sedikit terkejut dengan adik didiknya kali ini.
"Waktunya materi Sensei" Sasuke tanpa melihat ke wajah pembimbingnya, dia berucap.
"Huhh...baiklah, dan juga panggil aku ini Senpai" Dengan sedikit mengeluh Akeno menyuruh peserta didiknya memanggilnya Senior.
"Hai'..." Dan yang menjawabnya adalah Kurama dan Kiba.
'Sepertinya ini akan menjadi lebih rumit ya Sasuke-kun' Batin Akeno, sebenarnya dia telah mengenal lama Sasuke, hanya saja kemungkinan besar Sasuke melupakannya.
"Kita akan materi" Ujarnya lalu terfokuskan ke arah layar di dinding sebelah kanan. Di layar berwarna itu terdapat susunan Evolusi dari Verkis tingkat D sampai tingkat C
"Kita awali dengan apa itu verkis..."
"Verkis adalah makhluk buas yang sulit mati dan memiliki regenerasi yang sangat cepat...selain itu Verkis hanya bisa mati jika Pheromone essence yang ada di jantungnya dihancurkan..."
"Dengan begitu terciptalah satu-satunya senjata yang hanya bisa mnghancurkan kulit keras Verkis..." Jelas Akeno
"Blaster" Ujar Sasuke dengan pelan. Tampilan Layar berubah menjadi gambar jenis Blaster dan Teknik-teknik serta bagian-bagian Blaster.
"Benar...selain itu dengan Blaster yang disatukan kekuatannya dengan Vivid Armlet, kita dapat mengeluarkan kekuatan hasil dari gesekan kedua benda tersebut..."
"Istilahnya adalah...Tennochikara (Kekuatan Langit)..."
.
.
.
Keesokan Harinya terdapat panggilan untuk tim Avenger Genesis Alpha untuk memasuki Laboratorium Blaster.
Sreett!
Pintu geser Alternatif bergeser, lalu muncul 3 orang yang berjalan memasuki ruangan dari sana. Di bagian paling belakang terdapat Sasuke yang berjalan tenang dengan pakaian Avenger Genesis.
Namun Di ruangan penyempurnaan Blaster di Laboratorium Blaster, tidak terdapat Shikaku, malahan digantikan dengan seorang Perempuan dan seorang Laki-laki.
"woa...Shikamaru-kun dan Temari-Nee!" Kurama menaikkan nada bicaranya ketika melihat dua orang yang ia kenali berada di depannya yang tengah menyempurnakan bagian-bagian Blaster, terbukti dengan percikan bunga api.
Merasa ada seseorang yang menyebut nama mereka, mereka pun menolehkan wajah mereka ke belakang sebelumnya mereka menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Oh Kurama ya" Ujar Shikamaru, laki-laki berambut nanas hitam dengan malasnya.
"Kurama!" Temari langsung berlari dan memeluk adik kelasnya itu. "Hehehe, Temari-Nee semakin dekat saja dengan Shikamaru-kun" Kurama memuji Kedekatan mereka.
"Tentu saja, sepasang kekasih memang harus begitu bukan?" Temari berucap dengan pipi memanas.
"Etto, Reuni ya" Kiba merasa dia tersingkirkan sementara.
"Oh, ternyata pacar baru Kurama ya" Temari membuat Kiba dan Kurama salah tingkah akibat ucapannya.
"B-bukan, dia ini rekan timku di Genesis Alpha" ujar Kurama mengelak.
"Oh ya?!" Tetapi Temari masih saja menggoda mereka sampai Sasuke datang dengan perubahan di depannya.
tep!
"Apakah Pedangku sudah jadi, Shikamaru?" Sasuke memang bertanya tetapi dia terlihat dingin dan datar.
"Sasuke? Kaukah itu? kau tampak berbeda sekali" Shikamaru langsung mengecek perubaham di sekitar Sasuke. Dan bagian yang paling mencolok adalah bagian mata kirinya yang tertutupi Poni hitamnya.
"Urusai" Dia bahkan tidak tahu itu adalah kalimat marah atau apa.
"Hei Sasuke, ada apa? kau tampak berbeda dari yang dulu" Kini Temari yang menyadari perubahan drastis pada diri Sasuke.
"Semua manusia itu pasti berubah" jawaban yang simpel. Kurama langsung merubah ekspresinya dengan ekspresi sedih.
"Ano, Shikamaru-san kami ada panggilan dari Shikaku-sensei untuk mengambil Blaster kami di sini, tetapi dimana Shikaku-sensei?" Kiba akhirnya angkat bicara.
"Oh, Ayahku terlalu lelah bekerja, jadi dia menyuruhku untuk menggantikannya. Untuk Blaster yang berwarna emas dan merah ada di sebelah sana, dan juga jangan diambil karena akan berdampak buruk pada pemiliknya nanti" Shikamaru menunjukkan tempat Blaster yang masih hangat karena baru jadi di sebelah kanan sembari memberi peringatan.
Lalu Kurama dan Kiba berlari kecil dengan senang ke arah Blaster yang dapat diasumsikan milik mereka.
"Nah, dan inilah milikmu Sasuke"
pup!
Shikamaru menombol sesuatu di samping logam cetakan. Lantas sesuatu yang tajam dan terikat oleh besi menyembul dari dalam lubang dalam waktu beberapa detik.
ctasshhh!
Mata Sasuke sedikit terbuka, itu lebih seperti apa yang dia bayangkan.
Ujung Blaster miliknya menyembul dari dalam lubang, Blaster miliknya bersinar karena masih baru, Warna Ungu pada bilah Blaster type Slayernya bersinar akibat pantulan cahaya, di gagang pedangnya terdapat tulisan 'Kuro' berwarna putih. Nubes Essence pada pembatasnya bersinar terang seperti telah menemui pemiliknya.
"Pedang yang indah"
"Ini dibuat berdasarkan data Vividmu ketika kau berlatih di Training Ground 3, yang membawanya adalah Kakashi-sensei" Ujar Shikamaru.
"Dari semua Genesis yang ada, Hanya tim Genesis Alpha lah yang benar-benar istimewa. Direktur menemukan sesuatu yang tidak kami tahu. Itulah data yang tersembunyi dari kalian, .bahkan Direktur Azazel sendiri masih belum bisa memastikannya" Jelas Temari menambahi.
"Apakah boleh ku pegang?"
"Tentu, tetapi kau bisa menggunakannya setelah 24 jam selepas masa pembuatan" Ujar Shikamaru. Mereka bertigs terpaku pads Slayer milik Sasuke.
tep
Degg!
Ketika tangan kanan Sasuke memegang gagang pedangnya, Jantungnya memanas.
'Apa ini?'
Sebuah bayangan terlintas di kepalanya. Akan tetapi karena bayangan itu terus bermunculan di kepalanya, itu menambah rasa sakit pada kepalanya. Sontak dia melepaskan pegangannya.
"Bagaimana?" Shikamaru bertanya kepada Sasuke mengenai sensasi yang didapat Sasuke.
"Jantungku sedikit bertambah detakan ketika menyentuhnya" Ujar Sasuke dengan menyembunyikan apa yang berada di pikirannya.
"Untuk sekarang biarkan pedangmu disini bersama keduanya, aku akan mengirimnya ke tempat milik Kurama dan rekannya yang ada disana" Sasuke mengangguk saja.
.
.
.
Keesokan harinya, terlihat dua manusia berjalan beriringan. Mereka berdua adalah Kiba dan Kurama. Mereka berjalan menyusuri lorong hanya untuk sekedar berjalan-jalan, mengenali Avenger corps lebih dalam lagi.
Tanpa Kurama duga, saat berjalan di dekat kaca, dia melihat seseorang yang dikenalnya yaitu Sasuke tengah berlatih di Trining Ground 4 sendirian. Waktu itu jam dinding menunjukkan pukul 3 Sore.
'Sasuke-kun?' Akhirnya Kurama memutuskan untuk menonton latihan Sasuke dan berjalan mendekati kaca agar tubuh Sasuke terlihat dengan jelas, Kiba pun ikut menyaksikan apa yang ingin Kurama lihat.
Kebetulan waktu itu Sasuke mengulangi lagi dari level 1. Kali ini latihan yang ia jalani adalah dengan memakai Blaster miliknya sendiri
.
'Lagi-lagi mati ya' batin Sasuke dengan kesalnya meski raut wajahnya tetap terlihat datar seperti biasa.
'Aku memang tahu kelemahan dari setiap Verkis yang pernah kulihat, tapi jumlah itu ternyata merepotkan juga' Sasuke mengeluh dalam hati
Sasuke memfokuskan dirinya ke arah Venomous, monster berbentuk harimau kumbang berekor kalajengking.
'Dengan Slayer milikku saat ini, aku bisa merasa hanya memerlukan 3 tebasan seperti tadi' pikir Sasuke dengan tenangnya, Dia merentangkan tangan kanannya yang memegang Slayer berbilah ungu ke belakang.
"Sekarang, Aku tidak lebih dari sekedar Alat"
"Aku hanyalah sebuah alat!" Tatapannya berubah menjadi tatapan kebencian. Itu terlintas ketika dia melihat bayangan ibunya yang terlahap oleh Simian.
.
Mata Kurama bergetar saat itu juga, mata itu belum pernah ia lihat ketika masih mengenal Sasuke.
.
Grrroaaarrgghhh!
Syuut!
Dengan cepat Sasuke berlari ke arah Venomous yang mengaum keras namun terasa berisik karena suaranya benar-benar cempreng. Mata Kurama tidak alihnya melebar, kekuatan yang ditunjukkan Sasuke bukanlah kekuatan Manusia.
crasshh! crasshh! crasshh!
Sasuke memotong kepala Venomous, lalu memotong ekor sengatnya, kemudian dia menghancurkan Pheromones Essense dengan membelah tubuh Venomous. Tatapannya masihlah sama, yaitu menyiratkan kebencian.
'Sasuke-kun, kenapa kamu berubah menjadi seperti monster?' Itulah pertanyaan yang berada di kepala Kurama saat ini dengan keterkejutannya.
Di belakang Sasuketerdapat Asap hitam yang memadat, kali ini membentuk dua sosok makhluk yang dapat terbang. Dia berbentuk manusia dewasa tanpa kelamin namun bertubuh kekar dan bersayap kupu-kupu biru cerah. Itu adalah dua Verkis berjenis Sapphire.
Lalu dengan singkat pedang Ungu milik Sasuke menyala dan terbungkus aura berwarna biru, Gelang Vividnya juga bercahaya. Grayfia, Akeno, dan Kakashi yang menyaksikan kejadian itu di tempat pemantauan benar-benar terkejut.
Mata Onyx di mata kanan Sasuke bersinar, seolah-olah sudah berganti menjadi warna biru langit.
Grooaaarrgghhh! Groaaarrgghhh!
"Burst"
*To Be Continued*
Preview
"Ini adalah misi pertama kalian Avenger Genesis-Alpha"
"Aku hanyalah sebuah alat berbentuk manusia"
"Hanya seekor Argenteus"
"Gawat!"
"Aku tidak ingin mati, SASUKE-KUN!"
"BURST!"
.
Chapter 3
Soto no Sekai
(Outside of the World)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Kuroyuki's Note:
Sorry kepanjangan, habis alurnya lemot sih, kayak ujian Chuunin hehehe, jadi langsung aja dicepetin. Dan syukurlah bagian rumitnya dan bagian paling membosankan telah berlalu.
Untuk Char Hatake Shion, coba check di google penampilan Hatake Shion, Dan chapter depan adalah melihat luasnya dunia.
ya, Dunia yang Hancur.
Oke, Sekian, terimaksih buat yang sempet-sempet baca dan Review, semoga tambah menyenangkan meski sedikit ribet.
•
•••
•••
-黒雪-
•
※Sēlämät※
※Měñüñäïkäñ※
※Ïbâdäh※
※Pǔäsä※
•
#Kuroyuki Log Out
