-vkook-
Top!Tae!Bot!Kook
Yaoi!
Semua cerita murni hasil pemikiran saya, jika ada kesamaan itu hanya ketidak sengajaan. Semua cast milik orang tua saya hanya meminjam (:
Happy Reading!!
Taehyung menggulung kemejanya sebatas siku, bibirnya bergumam mengerutuki sifat bodoh sekretarisnya itu. Bagaimana tidak, Jungkook menelfonya pagi pagi hanya menanyakan apakah ia jadi menjemputnya atau tidak. Jelas jelas ia kemarin sama sekali tidak bilang akan menjemputnya.
Kring Kring
Butty calling
Taehyung menghela nafasnya,ia meraih ponselnya. Menerima telfon dari sekretarisnya itu.
"Hallo"
"ihhh Mr Ceo dimanasih? Kenapa lama sekali? saya sudah menunggu lama didepan rumah, bahkan bedak saya sudah mau luntur,"
"Ya tuhan Jungkook, Aku bahkan tidak nenyuruhmu menung—"
"Ahh baiklah baiklah Mr Ceo, anda sudah berangkat? Araseo, saya akan menunggu"
Pip
Sambungan telfon terputus begitu saja, Taehyung mengeram pelan. Pemuda manis itu tidak pernah mau mendengarkan perkataanya, dan selalu memaksanya. Yah dengan cara sepert itu tadi.
"Lihat saja nanti, akan kusentil bokongnya"
-Me and Mr Ceo-
Mobil audi bewarna merah berhenti didepan perkarangan rumah Jungkook, pemuda cantik itu segera mengemasi barang barangnya dan menaruh kembali kedalam tasnya. Ia tersenyum cerah, secerah matahari pagi tangan kananya melambai kita melihat pemuda tampan yang keluar dari mobil audi itu.
"Jimin-shi" Teriaknya, ia berlari kearah Jimin
"mian menunggu lama" ucap Jimin, Jungkook menggelengkan kepalanya
"tidak masalah"
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang" Jimin membukakan pintu mobil sebelah kananya, mempersilahkan Jungkook untuk masuk. Dan pemuda cantik itu segera masuk kedalam mobil Jimin, ia merasa seperti seorang putri yang dibukakan pintunya oleh seorang pangeran tampan.
Jimin melajukan mobilnya, mengeluari gerbang rumah Jungkook. Oh satu lagi ingatkan Jungkook untuk mengabari Taehyung agar tidak perlu repot repot menjemputnya.Sebenarnya tadi ia meminta jemput dengan dua orang sekaligus Jimin dan Taehyung, ia tadi sudah bertekad didalam hati siapapun yang pertama kali menjemputnya ia akan berangkat kekantor bersama dengan orang itu tanpa pandang bulu.
"Jimin-shi, maaf sudah merepotkanmu"
"tidak tidak, Justru aku senang bisa menjemputmu" Jungkook tersipu melihat senyuman Jimin, Senyuman itu mampu membuat hatinya berdegup dengan kencang. Jimin terlihat sangat tampan ketika tersenyum, hehehe dan Jungkook sangat menyukai senyuman Jimin.
-Me and Mr Ceo-
Jungkook duduk diruanganya, ia menata meja kantornya yang sedikit berantakan. Tapi pergerakan tanganya itu terhenti ketika mengingat sesuatu.
"Astaga Mr Ceo!" gumamnya, dengan terburu buru ia mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya
69 missed call
"Mr Ceo ternyata peduli juga denganku" Gumam Jungkook, tidak ada rasa bersalah dari perkataanya itu. Ia memasukan kembali ponselnya kedalam tasnya
Brak!
Jungkook sedikit terlonjak ketika pintu ruanganya tiba tiba dibuka dengan kasar-ralat ruangan Mr Ceo maksudnya. Ia satu ruangan dengan Pemuda itu sekarang, Dan sekarang lihatlah wajah Mr Ceo yang memerah menahan amarah.
"Selamat pagi Mr Ceo" Jungkook menunjukan cengiranya, tanpa merasa berdosa sedikitpun
"Jeon Jungkook Kau!!" geram Taehyung
"Mr Ceo wae?" Jungkook memiringkan kepalanya, menunjukan wajah inocent andalanya.
Taehyung melangkah lebar lebar kearah Jungkook, ia mencengkram kuat bahu pemuda cantik itu. Nafasnya berhembus kasar, sedangkan Jungkook ia merasa seperti didalam sebuah adegan drama dimana seorang boss yang ingin mencium sekretarinys sendiri.
"Kau—"
"Uhh Mr Ceo tidak gosok gigi? ewhh nafas Mr Ceo seperti bau bawang goreng yang dicampur deng—"
"Jeon Jungkook!!" Bentak Taehyung, Jungkook mengatupkan bibirnya rapat rapat kedua mata bulatnya mengerjap beberapa kali menatap Taehyung dengan pandangan takut takut.
"Dengar, cukup sekali kau mempermainkanku. Aku tidak ingin kejadian hari ini terjadi untuk yang kedua kalinya! Kau mengerti!" Gertak Taehyung, tapi Jungkook menggelengkan kepalanya.
"Saya dan Mr Ceo tidak memiliki hubungan apapun, tidak mungkin saya mempermainkan Mr Ceo" Jungkook berucap lirih, Dan Taehyung jangan tanya bagaimana keadaan pemuda itu, tubuhnya terasa lemas terlalu lelah berbicara dengan Jungkook.
"aku tidak tau, kenapa hanya bokongmu saja yang besar. tapi tidak dengan otakmu" Taehyung melepaskan cengkramanya dari bahu Jungkook, ia berjalan gontai kekursi kerjanya. Sesekali tertawa memikirkan kebodohan sekretarisnya itu.
"Ahh Mr Ceo anda terpesona dengan bokong saya? sebenarnya saya—"
"Sstt jangan katakan apapun arra" Taehyung menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya, ia menyandarkan tubuhnya dengan kasar dikursi kerjanya. Tidak peduli dengan tatapan kesal yang diberikan kelinci semok didepan sana.
-Me and Mr Ceo-
Jam sudah menunjukan pukul 12, sudah waktunya untuk makan siang. Jungkook mematikan layar komputernya, ia mengeluarkan kotak bekal makananya. Ia memang sudah terbiasa membawa bekal, bukan karena ia pelit tidak mau mengeluarkan uang hanya saja Hyungnya 'Seokjin' selalu mengatakan jika makan makanan di luar tidak sehat. Jadi ia memutuskan untuk membawakan Jungkook bekal, lagipula pemuda manis itu juga tidak keberatan.
"Mr Ceo mau makan bergabung dengan saya?" Jungkook mengangkat kotak bekalnya, ia menunjukan cengiran lucunya.
"Tidak, makan saja" Taehyung berucap dingin, pemuda itu masih sibuk dengan pekerjaanya.
"Mr Ceo yakin? saya banyak membawa daging panggang hari ini" Jungkook beranjak dari duduknya, ia berjalan mendekati Taehyung lebih tepatnya duduk disamping pimpinanya itu tanpa sopan satun, kenapa kubilang seperti itu karena ia duduk diatas meja.
"Yatuhan Jungkook, turun dari mejaku!!"
"sayakan kesini ingin berbuat baik, mau membagi bekal saya" Jungkook mengerucutkan bibirnya, Taehyung menghela nafasnya ia merampas bekal Jungkook dengan paksa.
"Jadi seberapa banyak daging yang kau bawa heum??" Taehyung sudah bersiap membuka kotak bekal Jungkook, tapi pemuda manis itu menghalangi Taehyung.
"Mr Ceo jangan memakan dagingnya, karena dagingnya khusus buat Saya! Mr Ceo memakan sawinya saja"
Taehyung menjauhkan tanganya, niatnya untuk membuka kotak bekal Jungkook pupus begitusaja. Ia tidak menyangka bisa bertahan lebih dari 3 tahun dengan sekretarisnya itu, Sepertinya ia benar benar terbutakan dengan bokong sexy yang hanya dimiliki seorang Jeon Jungkook. sampai sampai ia rela menghabiskan waktunya selama 3 tahun dengan berbagai kelakukan konyol Jungkook.
"kalau begitu Tuan Jeon Jungkook yang terhomat, bisa makan bekal anda sendiri! saya sudah kenyang" Taehyung mengulas senyuman dibibirnya
"Eumm baiklah, tapi ingat nanti jangan minta" Jungkook menggerakan ujung jari telunjukanya, ia berjalan kembali ketempat duduknya. Sedangkan Taehyung, pemuda itu hanya bisa geleng geleng kepala.
-Me and Mr Ceo-
Taehyung mencuci tanganya, ia melirikan matanya kesamping. Mengamati sosok pemuda bantet yang sedang mencuci wajahnya, Taehyung mengamati pemuda itu dari atas kebawah. Ia bertanya tanya apa yang dilihat Jungkook dari pemuda yang err- Tidak ada sisi memukaunya. Jika dilihat lihat pemuda yang berstatus kepala keuangan itu penuh dengan sisi kekurangan, tinggi badan yang pendek, tubuh berisi yang terlihat seperti roti bantal menurutnya. Dan wajah yang jauh dari kata tampan jika dibandingkan denganya, Ia merasa tipe ideal Jungkook sangatlah rendahan.
"Maaf Mr jika saya lancang, tapi kenapa anda melihati saya seperti itu?"
"Tidak" Taehyung bergidik acuh, ia berjalan keluar toilet. Kedua sorot matanya yang tajam mengamati setiap karyawanya yang bekerja dikantornya. Sesekali menegur karyawanya yang sedang menggosip
"Kim Taehyung" Langkah Taehyung terhenti ketika mendengar seseorang yang memanggil namanya dengan lengkap, seingatnya dikantornya ini tidak ada satupun yang berani memanggilnya seperti itu.
"Hoseok Hyung" gumamnya, Ia mengerutkan keningnya ketika melihat wajah sumringah Hoseok
"Aku ingin bercerita sesuatu denganmu" Ucap Hoseok, Kedua pemuda itu berjalan beriringan, Jika Hoseok menunjukan wajah senangnya berbeda dengan Taehyung hanya menunjukan tampang datarnya .
Ceklek
Taehyung membuka pintu ruanganya, ia mendengus mendapati Jungkook yang sedang mengoleskan kutek dijari jari kakinya. Ya tuhan untung saja ia bersama dengan Hoseok, bukan seorang klien penting. akan ditaruh mana wajahnya jika melihat sekretarisnya yang berlagak seperti bos dengan kaki diatas meja.
"Jungkook buatkan Hoseok Hyung, teh hangat" ucap Taehyung
"Tapi Mr Ceo ini masih belum kering" Jungkook menunjukan jari jari tanganya dan juga jari kakinya
"Jungkook!!"
"Baiklah baiklah" Jungkook beranjak dari tempat duduknya, ia mengurucutkan bibirnya. Menghentak hentakan kakinya dengan kesal
"Dasar namja menyebalkan" gumamnya, ia mengatakan cukup keras tidak peduli jika Taehyung akan mendengarnya.
Hoseok yang mendengar itu terkikik geli, berbeda dengan Taehyung yang mencoba bersabar. Ia mendudukan tubuhnya disofa, kemudian menarik nafasnya mencoba menghilangkan rasa kesalnya dengan Jungkook.
"Jadi Hyung apa yang ingin kau ceritakan"
"Kau tau tae, Aku berhasil mengajak kencan Seokjin Hyung!!!" pekik Hoseok, ia mengayunkan tanganya berulang ulang
"Heum chukae hyung" Taehyung mendengus, ia merasa itu kabar yang paling tidak penting sedunia.
"Aku mengajaknya menonton film, pekan ini" Hoseok berucap antusias
"lalu?"
"Aku memiliki tiket lebih, aku berencana mengajakmu" Taehyung yang mendengar itu menoleh cepat, kemudian menggeleng gelengkan kepalanya.
"Tidak mau aku sibuk! lagipula kaukan sudah ada Jin Hyung, untuk apa mengajaku lagi"
"tiketnya sayang Tae, kaukan bisa datang dengan Jungkook"
"Aku dengan dia yang benar saja, Tidak sudi!!" Taehyung sedikit meninggikan suaranya, Hoseok yang mendengar itu terkekeh geli.
"bibirmu mengatakan tidak tapi hatimu iya, lagipula Jungkook cantik. Kalian terlihat cocok" Taehyung memutar bolamatanya malas, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia dan Jungkook akan pergi nonton bersama. Pemuda itu pasti sangat menyusahkanya.
"aku tidak mau" Hoseok menghela nafasnya, ia mengeluarkan dua tiket bioskop dari saku celananya kemudian menaruhnya diatas meja.
"Kalau kau tidak mau, kasih karyawanmu atau siapa saja" ucap Hoseok, ia beranjak dari tempat duduknya
"aku pulang dulu"
Taehyung hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, ia menatap dua kertas kecil yang berada diatas meja. Menimang nimang haruskah ia pergi nonton berdua dengan Jungkook atau memberikan tiket itu untuk orang lain.
"O'dimana Hoseok Hyung?" Jungkook mengedarkan pandanganya tapi ia tidak menemukan wajah kuda pemuda itu.
"Dia sudah pulang"
"pulang!!" Jungkook memekik kesal, ia sudah mengorbankan tenaga dan waktu 10 menitnya untuk membuatkan teh Hoseok. Tapi pemuda itu sudah pulang begitusaja tanpa memberitahunya, jika tau hanya ingin berkunjung sebentar ia tidak akan sudi disuruh membuatkan teh.
"Hmm, minum saja tehnya"
"Ishhh saya tidak bisa meminum teh, apalagi ada gulanya seperti ini!!" Pekik Jungkook, suara cemprengnya membuat telinga Taehyung berdengung
"Kau tidak bisa meminum teh tapi kemarin kau menghabiskan 5 cup ice cream! apa bedanya?" Taehyung sedikit meninggikan suaranya, Jungkook mengerucutkan bibirnya kesal ia menaruh teh itu dengan kasar dimeja. Kedua mata bulatnya terlihat berkaca kaca, merasa kesal karena dari tadi Taehyung membentaknya.
"Mr Ceo jahat!!"
Taehyung menghela nafasnya, ia menggeserkan tubuhnya kemudian menepuk nepuk tempat kosong disofa.
"duduk disini" ucap Taehyung
"Tch, setelah menyakiti hati saya. Sekarang Mr Ceo ingin menggoda saya begitu?"
"aku tidak ingin menggodamu jeon, cepat duduk sini!" Taehyung menepuk sofa sebelahnya dengan tidak sabaran, Pemuda cantik itu berjalan kearah Taehyung mendudukan bokong sexynya sedikit keras membuat sofa itu memantul berulang ulang.
Jungkook bersedekap ia masih mengerucutkan bibirnya kesal, sampai kedua mata bulat itu menatap dua buah kertas kecil yang berada diatas meja. Dengan mata berbinar binar ia meraih dua kertas itu, bibirnya memekik histeris.
"kyaaa bukankah ini tiket film beauty and the beast pekan ini?" Jerit Jungkook, ia menggoyang goyangkan tiket itu dengan wajah yang kelebihan senang.
"heumm, waeyo"
grep
Taehyung terlonjak ketika tiba tiba Jungkook memeluk lenganya dengan kedua mata yang berbinar binar, jangan lupakan senyuman yang menunjukan deretan kelincinya yang terlihat errr sedikit mengerikan menurut Taehyung.
"Wa-Wae, kenapa kau menatapku seperti itu?" Taehyung menatap horror Jungkook, pemuda itu benar benar terlihat mengerikan dengan senyuman yang menyerupai anabelle.
"Mr Ceo saya ikut nonton neee" Jungkook mengedip ngedipkan matanya, ia semakin mengeratkan pelukanya dilengan Taehyung.
"Eung-" Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Bukankah Beauty and The beast itu seperti kita Mr? Saya Beauty dan Mr Ceo Beastnya" Jungkook berucap dengan polosnya, melupakan tatapan Taehyung yang seakan ingin mengulitinya hidup hidup.
"Kau—"
"Mr Ceo~" Rengek Jungkook, ia menunjukan puppy eyes andalanya. Dan Taehyung hanya bisa mendesah pasrah
"baiklah baiklah, Kau boleh ikut"
"YEAYYYY, MR CEO YANG TERBAIK!!!" Jungkook berteriak senang, ia meloncat loncat kecil.
Cup cup cup
"Gomawoo Mr Ceo" Jungkook mengecup berkali kali pipi Taehyung, membuat pemuda tampan itu menunujukan wajah syoknya. Ia mengusap pipinya yang terasa hangat, pemuda cantik itu meninggalkan bekas noda lipstik dipipi Taehyung.
Tbc
makasih buat yang sudah minta cerita ini lanjut ((:
jangan lupa riviewnya yah :)))
