soonhoon-
bxb-boyslove
rate: M 18
mohon yg sucitidak nyaman membacanya bisa meninggalkan laman ini :)
ch2
"tidak!" ucapnya dengan nafas yang menderu. jika dilihat-lihat kondisi Jihoon sekarang sangat mengenaskan. terlentang tidak memakai baju dan wajahnya merah padam serta nafasnya yang tercekat membuat dirinya terlihat seperti laki-laki manis yang ingin di lahap oleh lelakinya.
dari deskripsi diatas, kalian tahu kan bagaimana perasaan soonyoung? jika deskripsinya untuk orang normal saja sudah seperti itu, apalagi soonyoung yang mesum nya setengah hidup.
"Ya, jika kau tidak mau maka aku akan pergi,"
ia mengangkat kedua bahunya dan berdiri mengambil kemeja yang ada di bawah tempat tidur milik Jihoon. dari belakang Soonyoung merasakan tatapan Jihoon yang lebih menunjukkan aura kecewa.
ingin tertawa rasanya. Ia ingin mengerjainya hingga laki-laki bernama jihoon itu menunjukkan sisi laparnya. Kwon Soonyoung tidak mau menyerah, bagaimana pun ia akan melakukan segala cara agar misinya berjalan dengan lancar.
soonyoung selesai mengenakan kemejanya. lalu disusul memakai celana yang tadi dipakai saat pergi ke rumah Mingyu.
Soonyoung cemas rencana ini akan gagal, karena sedari tadi jihoon tidak memanggil. tidak ada rencana B. soonyoung belum merencanakan rencana B untuk misi ini. dia percaya betul bahwa Rencana awalnya akan berhasil.
"sialan, apa kali ini rencana ku tidak berjalan mulus seperti biasanya?" soonyoung mendecak. tentu Jihoon mendengar decakan itu.
Hendak keluar dari kamar, tiba-tiba saja jihoon menahannya dari belakang. oh, lihatlah. senyum mesum Soonyoung mengembang lagi untuk kesekian kalinya.
tapi setelah Jihoon menahannya, mereka hening. tidak ada percakapan selama 30 detik akhirnya soonyoung menjawab, "sayang, jika kau hanya menahanku seperti ini, lebih baik aku membuat makanan dibawah,"
masih tidak ada jawaban. ingin melepas tangan jihoon, tetapi ia tidak tega. ia tidak tega kekasihnya itu bermain sendirian, asik sendirian dikamar tanpa dirinya. jika ia keluar pun ia akan melihat jihoon di kamarnya karena soonyoung memasang kamera cctv di sudut kamar jihoon. pastinya ia juga bermain sendiri di kamar, dan itu tidak seru.
"say-"
"d..daddy. a..ayo bermain denganku," jihoon meremas tangan Soonyoung. sedangkan yang diremas merasa dirinya penuh kemenangan.
"oh, jadi baby soonyoungie sedang lapar?" ia membalikkan badannya dan menatap jihoon yang telanjang dada. dia menutupi area bawahnya dengan selimut.
"Cepatlah, aku sudah mengabulkan permintaan mu daddy. m..masih kurangh? aku sudah tidak tahan,"
percaya atau tidak, tapi jihoon mengatakannya sambil memasukkan tangannya kedalam selimut.
benar-benar sadis.
"uwoh, baby sudah bisa menggoda daddy rupanya. aku tidak bisa menyangka,"
"salah daddy menelantarkanku selama 1 minggu. daddy asik bermain dengan Mingyu minggu ini, dan k..kau memberiku larutan bodoh ini. jadi kau harus bertanggung jawab,"
soonyoung menutup pintu dan berjalan mendekati Jihoon. jihoon yang merasa didekati, ia melangkah mundur hingga ia terjatuh di kasur dan tetap mundur hingga ia mencapai kepala kasur. sekarang soonyoung duduk didepan Jihoon, masih menggunakan pakaiannya yang dipakai kembali tadi.
soonyoung menatap Jihoon intens. sepertinya ia mengode jihoon, tapi jihoonnya tidak peka.
"baby,"
"ya, d..daddy?"
"kau ingin bersetubuh dengan daddy?"
"ingin, sekali nghhn," ucapannya terpotong sebelum ucapan itu selesai. siapa lagi kalau bukan ulah soonyoung yang langsung menyerang orang yang ada didepannya.
ia membuat tanda lagi di leher jihoon. menjilatnya lalu menggingitnya hingga yang digigit ingin menangis keenakan. mata jihoon sudah mulai berkaca-kaca, ingin mendesah intens tapi ia sadar jika melakukan itu, soonyoung tidak akan membiarkannya bisa jalan normal besok.
selesai dengan pekerjaannya, ia menghembuskan nafas berat tepat didepan telinga jihoon. ia merinding dibuatnya.
"baby, Buka kan baju daddy mu ini," ucapnya berat. ia duduk dan menunggu respon Jihoon.
tentu Jihoon menerimanya. ia maju 5cm masih dengan bawahan yang tertutup oleh selimut. namun tonjolan yang ada dibawah selimut itu benar-benar membuat soonyoung salah fokus.
jihoon melepas kancing kemeja soonyoung satu persatu. ia benar-benar ingin menggigit benda coklat kecil yang ada di dada Soonyoung, tetapi ia mengurungkan niatnya karena sekali lagi, ia pasti tidak akan membiarkan dirinya berjalan normal besok.
selesai melepas kemeja soonyoung, sekarang ia melihat dada soonyoung yang telanjang bulat, yang benar-benar kekar dan mulus. Tidak tahu seperti apa wajah jihoon sampai soonyoung berkata "wow" pelan.
jihoon maju. soonyoung menyuruhnya membuka celananya dengan cara membuka resletingnya dengan mulutnya. tidak ada cara lain, akhirnya ia menurut.
jihoon menggigit kancing celananya dan ganggang resleting itu, lalu menurunkannya. siapa sangka belum-belum ia sudah ditampar oleh kepunyaan Soonyoung yang benar-benar menggoda ukurannya.
"kulum,"
diam sejenak. udara disini terasa panas. tanpa disadari muka jihoon sekarang sudah merah seperti tomat.
"d..daddy yakin?"
soonyoung mengangguk. jihoon menurut.
ia melepaskan celana kekasihnya dan melemparnya ke sembarang arah lalu ia menarik pelan boxer yang dipakai soonyoung. hiduplah kejantanan Soonyoung dengan bebas. menjulang tinggi dan besar.
jihoon yang melihat itu hanya bisa menelan ludah. setelah ini benda yang ada didepannya itu akan berada dimulutnya.
ia memposisikan wajahnya dibawah paha milik soonyoung. soonyoung memberinya ruang untuk jihoon. ia melebarkan selangkangannya, membuat sebuah lukisan indah yang terpampamg didepan jihoon.
"astaga, punya mu besar sekali,"
sooyoung tersenyum dan menggodanya. "tentu, aku masih bisa mengingat bahwa lubang mu itu ketat dan sempit sekali. sepertinya sekarang akan lebih sempit,"
jihoon melirik sinis kekasih nakal yang ada didepannya. ia mengoceh pelan tidak jelas. soonyoung berpikir, padahal jihoon sedang ada di pengaruh perangsang tapi dirinya masih bisa melakukan hal semacam itu.
"kekasih ku memang keren,"
sejak pertemuan mereka 4 bulan lalu, tuhan memberikan Soonyoung takdir yang tidak disangkanya. ia kira, ia tidak akan bisa menikah dengan lelaki manapun. bahkan berpacaran pun, ia tidak sanggup memikirkannya.
saat Wonwoo menolak perasaannya, seakan dunia ini runtuh menjadi satu. bulir-bulir racun yang biasanya disimpan oleh Soonyoung saat itu keluar saling membalap satu sama lain. hingga seseorang menyentuh nya pada saat itu. dan bulir-bulir racun nya berhenti mengalir.
"hyung, kau tidak apa?" laki-laki itu memberinya selembar tisu. ia duduk didepan Soonyoung, dan menatap dirinya polos. tatapan itu tidak bisa diartikan.
"Kau kan sudah besar. jika menangis nanti dikata bayi mau? lagipula suaramu berisik. nanti pelanggan cafeku pergi gara-gara tangisanmu tau,"
imut dan sadis di satu waktu. benar-benar tipe Soonyoung. ia meminta maaf pada lelaki itu, dan ia melirik name tag yang terpampang di dadanya
lee jihoon.
soonyoung tersenyum.
"nama yang lucu,"
"kenapa?" jihoon berbalik ketika mendengar komentar Soonyoung.
"mau jadi tunanganku?"
jihoon menatapnya tanpa berkedip.
"percaya diri sekali. jika aku tidak suka padamu bagaimana?"
soonyoung mendekatkan diri pada jihoon. wajah mereka hanya berjarak 5cm. sangat dekat hingga nafas mereka saling terdengar.
"aku tahu mukamu merah. tidak usah berbohong padaku,"
ya, dan dari situ hubungan mereka berawal. ia pernah berhubungan intim dengan Jihoon 2 bulan lalu, dan itu hanya 1 ronde. tidak membuat soonyoung puas. karena mereka terkadang saling sibuk, mereka hanya bisa berpegangan dan tidur seranjang.
itu saja, dan nafsu mereka tidak bisa terlampiaskan.
dan hari ini, mereka kembali melakukannya. jihoon kapan bernafsu? tidak akan pernah. kecuali soonyoung mengeluarkan hawa nafsunya, seperti hari ini.
jihoon mulai melakukan aksinya. ia menyentuh ujung penis soonyoung. soonyoung memejamkan matanya. ia tidak kuat melihat jihoon nya melakukan hal semacam ini. dan ini pertama kalinya ia dikulum oleh Jihoon. lelaki pendiam yang imut dan berhati polos.
mungkin.
jihoon menggosok kejantanan Soonyoung secara pelan. memainkannya seperti seorang kucing yang bermain dengan bunga. tentu soonyoung sedang menahan desahannya sekarang.
keringat mengalir bercucuran di leher Soonyoung. Sial, Jihoon melakukannya dengan profesional ternyata. soonyoung sudah mengeluarkan suara binalnya berkali-kali.
"anghn,"
"ya, d..disana jihoon-ah!"
"ah, shit. ahh,"
jihoon melebarkan senyumnya. bahagia membuat kekasihnya mengeluarkan suara-suara yang langka untuk didengarkan.
ia memasukkan penis soonyoung ke mulutnya. ukuran big size itu membuat jihoon sedikit tersedak karena ujung penisnya mencapai kerongkongannya.
ia mengulum penis itu dengan tempo teratur. setelah itu dengan tempo cepat.
soonyoung meremas kasur yang ada dibawahnya. urat-urat dilehernya perlahan keluar. rasa nikmat ini begitu mengasyikkan. soonyoung bersumpah,jika jihoon mau, ia ingin melakukan ini setiap malam.
posisi jihoon yang mengulum penis soonyoung, membuat soonyoung semakin tegang. kejantanan jihoon bergerak kesana kemari mengikuti irama kulumannya.
tidak. soonyoung tidak tahan dengan penampilan yang ada didepannya ini.
padahal jihoon sedang menikmati aktivitas ini, namun Soonyoung menyuruhnya berhenti dan ia mendorong Jihoon hingga ke ujung kasur.
"m..mau apa, soonyoung?"
"bukankah persyaratannya masih berlaku? kau harus memanggilku daddy,"
jihoon menundukkan kepalanya. "m..maaf daddy,"
uh, gemasnya.
soonyoung menatap penis Jihoon yang menegang. meliriknya seperti setan yang ingin memotongnya.
tanpa basa basi, ia mengulum milik jihoon. jihoon tersentak dan desahan indahnya tak berhenti keluar dari mulutnya.
"aghnh! d..daddyh, K..kulum t..ter..us," wajahnya mendongak keatas. ia menutupi mulutnya sendiri. benar-benar nikmat.
saking asiknya soonyoung mengulum penis jihoon, ia tidak sadar bahwa jihoon mengeluarkan air mata. salah satu bentuk kenikmatan yang pernah ada. jika soonyoung mengulum milik jihoon, ia tidak pernah mengulum dengan tempo lambat. selalu cepat.
"sayang, aku benar-benar ingin menusukmu sekarang,"
ia mencumbu bibir jihoon sekarang. tangannya bermain dengan milik jihoon yang berada dibawahnya.
benang-benang saliva saling berjatuhan membasahi badan mereka. cumbuan tadi adalah cumbu ternikmat yang pernah jihoon rasakan.
"tusuk saja,"
"yatuhan. apakah efek perangsang sebesar ini?"
"Aku hanya terangsang setengah. aku menuruti keinginanmu hari ini. kalau tidak mau yasudah, tidak usah menusukku,"
soonyoung menyesal mengeluarkan kata-katanya barusan. tanpa ijin ia menaikkan tubuh jihoon yang mungil itu, tubuh itu sekarang duduk di atas pahanya.
ia menyuruh Jihoon melebarkan selangkangannya. jihoon menurut.
soonyoung mengambil cairan yang ada di meja sebelah. ternyata ia sudah merencanakan ini dari awal. dasar licik.
ia mengoles cairan itu pada jarinya. menggosoknya untuk mengecek apakah sudah cukup licin.
"aku masukkan boleh baby?"
jihoon mengangguk kecil. perlahan soonyoung memasukkan jari telunjuknya ke lubang surga milik jihoon. jihoon terjungkal syok hingga membuat jeritan kecil.
"ah! s..sakit,"
"tahan. aku akan membuat ini nikmat,"
ia memasukkan 2 jarinya. mencari titik kenikmatan Jihoon. yang dimasuki hanya bisa mendesah sakit dan nikmat. jihoon hanya mengikuti alur yang dibuat kekasihnya.
3 jari masuk dengan sempurna. ia masih mencari titik sempurna jihoon.
"ngh!,"
"disini? ah pasti bukan,"
ia kembali mengkeluar masukkan jarinya. jihoon mendesah nikmat sedari tadi, bahkan ia merasa desahan itu akan habis besok.
"disini hm," ia memajukan tangannya yang masih berada di dalam lubang milik jihoon.
"ahhn! nghn!"
"lakukan lagi. hantam lagi. penis ku terasa seperti tersetrum,"
kena kau jihoon.
akhirnya titik itu bertemu dengan tangan nakal Soonyoung.
"baiklah,"
ia membalikkan tubuh jihoon yang awalnya ada dipangkuannya, sekarang posisi jihoon menungging dengan pantat yang terekspos keatas.
"boleh masuk?"
tidak ada jawaban. itu artinya jihoon menjawab iya.
soonyoung memegangi penisnya. menggosok nya pelan, lalu memasukkannya perlahan ke lubang jihoon.
jihoon merasa nafasnya tercekat sekarang. benda hangat, besar dan berurat itu masuk kedalam lubangnya.
soonyoung bergerak maju mundur dengan perlahan. membiasakan tempo untuk jihoon. setelah membiasakan ia bergerak dengan tempo sedang. lalu ia bergerak dengan tempo cepat.
"nghh ahn, nghh," jihoon bergerak mengikuti gerak laju soonyoung. "cepatlah daddy, aku lelah,"
"sebentar lagi sayang. daddy juga lelah menghadapi makhluk semanis kau,"
"AH! NGHh.. hah..hah.. ah!" desahan maut jihoon keluar rupanya. soonyoung berhasil menghantam titik kenikmatan jihoon.
merasa dirinya akan menuju klimaks, ia menarik kejantanannya kembali dan memangkunya diatas pahanya. ia menyuruh jihoon berjongkok dan memasukkan penisnya ke dalam lubang milik jihoon. ia menurut saja lagi.
jihoon membidik penis Soonyoung ke lubangnya. memasukkan nya perlahan dan sekarang ia duduk menahan penis soonyoung yang menancap ke lubangnya.
soonyoung bergerak. ia naik turun menghantam lubang milik jihoon. jihoon meletakkan tangannya mengitari leher soonyoung. ia meremas pelan rambut pink soonyoung. rasa nikmat kali ini benar-benar berbeda. tancapan itu membuat jihoon tergila-gila. nikmat mana yang ia lewati saat jodohnya terpilih dengan Kwon soonyoung.
"jihoon, aku akan keluar," ia mempercepat temponya. hingga cairan putih kental keluar menelusuri lubang jihoon.
"nghahn!"
mereka keluar bersamaan. cairan putih milik jihoon itu tersebar ke area dada soonyoung. sedangkan cairan soonyoung berhasil menjelajah masuk didalam lubang jihoon.
hangat.
cairan hangat itu sangat terasa memasuki lubangnya. dan pada saat itu juga, Jihoon ambruk kelelahan.
tbc.
Hai hai, gimana scene ini? kecepetan? jujur ini pertama kalinya aku bikin ffnc :") mohon previewnya yash sblmnya makasih buat yg udah ngereview hehe. hope u enjoy it
