Chapter 01 [Misi mengawal pendeta dinegeri iblis]

Sudah satu bulan penuh Naruto menjalani pelatihannya, dan selama itu pula Naruto sudah mulai berkembang, dimulai dari Taijutsu ciptaannya sendiri yang dia beri nama Fighting Tiger, karena setiap serangan tangan yang dia lancarkan, selalu dengan gerakan mencengkram seperti harimau, walau masih dalam tahap pengembangan sih.

kedua adalah Kenjutsu, dimana dia sudah bisa mengaliri sebuah senjata dengan Chakra elemen, dan elemen yang paling disukai Naruto dalam menggunakan Chakra adalah elemen angin karena daya potongnya amatlah mengerikan, dan tekhnik yang diciptakan Naruto dari Kenjutsunya adalah, tekhnik Tebasan Bulan Sabit, atau Moon Fang Slash walau juga masih dalam pengembangan juga.

ketiga adalah Genjutsu, ini yang paling susah Naruto kuasai, karena Chakranya yang terlampau besar, serta dirinya merupakan host dari Biju terkuat, jadi Naruto harus ekstra sabar melatih teknik Genjutsu karena dirinya paling lemah dalam tahap ini, terbukti dengan dirinya dimasa lalu dengan mudah diperdaya dengan Genjutsu Itachi Uchiha dan Sasuke Uchiha, dan perjuangan Naruto tidak sia-sia dalam menguasai Genjutsu, karena dia sudah menciptakan sebuah Ilusi Rank-C sampai Rank-B, dimana dia mampu menanam Ilusi pada lawannya hanya dengan melihat jari telunjuknya, atau melalui tatapan mata, dan juga melalui sentuhan.

keempat adalah Fuinjutsu, nah ini adalah latihan yang paling disukai Naruto karena menurut penjelasan Godaime Hokage, Uzumaki merupakan klan khusus dengan Fuinjutsu sebagai keahlian mereka, serta Kenjutsu juga, hingga Naruto dengan mudah mempelajari Fuinjutsu seperti aliran air yang tenang, dan Naruto sudah sampai pada tahap menyegel barang dibagian tubuhnya, dan ini sangat bermanfaat saat dalam misi, dan juga dia sudah menanam Fuinjutsu GrafitySeal dalam tubuhnya, dan ini sudah masuk tahap 200kg.

kelima adalah Kontrol Chakra, karena dia yang memiliki Chakra yang sangat besar, dia agak kesulitan dalam mengontol pengeluaran Chakranya, tapi karena kekeras kepalaannya, dia sudah bisa duduk diatas air selama 1 jam penuh dengan Fuin Grafitasi ditubuhnya yang beratnya 200kg, dan merupakan pencapaian yang memuaskan dalam jangka waktu satu bulan, yah walau Naruto harus kehabisan Chakra jika sudah dalam pelatihan ini.

keenam adalah Ninjutsu, dan Naruto sudah bisa mengontrol 4 elemennya dengan baik, yang meliputi Fuuton, Katon, Suiton, dan Doton. dan juga penguasaannya tentang teknik ini sudah mencapai Rank-C sampai Rank-B, dan juga dia sudah mulai memasukkan Chakra Elemen pada teknik favoritenya yakni Rasengan.

dan entah kenapa pola pikir Naruto mulai berubah dalam waktu satu bulan ini, dimulai dari kejeniusannya yang perlahan muncul karena dia sudah dapat mengimbangi sahabatnya Shikamaru dalam permainan Shogi. fisiknya tidak ada yang berubah terlalu menonjol tapi rambutnya sudah lumayan panjang, hingga modelnya mirip seperti Minato tapi agak sedikit pendek, bahkan dia sudah mengembangkan sebuah teknik dasar ninja seperti Shunshin No Jutsu, karena hal ini, dia mampu berpindah tempat dalam jarak 50 meter dalam sekejap, dan menurut informasi dari gurunya yakni Kakashi, pencapaiannya ini mirip dengan Parodgy Uchiha dimasa lalu yakni Shisui Uchiha, hingga dia mendapat julukan dari teman-temannya, yaitu Shunsin No Naruto mirip dengan julukan Shisui Uchiha.

[14 : 30]

Naruto sekarang sudah tidak berlatih di training ground, melainkan dihutan kematian, karena training ground sudah mulai rusak karena semangatnya dalam berlatih, dia berlatih dipinggir sungai hutan kematian, atas izin dari Godaime maka Naruto secara bebas bisa keluar latihan dihutan kematian selama 2 hari penuh, selebihnya dia akan dicap Missing-nin jika dia melampaui batas itu.

nampak Naruto bersandar disebuah pohon, dekat sungai ditemani beberapa klonnya, sedang menulis kanji Fuinjutsu digulungan dan kertas, m dan ada juga yang membaca buku dengan santai dengan berbagai posisi, dan hanya pelajaran ini yang santai menurut Naruto [tapi menguras otak bagi teman temannya dikonoha]

dari kejauhan juga nampak puluhan klonnya nampak berlatih Genjutsu, Ninjutsu, Kenjutsu, Control Chakra, Taijutsu, dan mereka kecuali team pengontrolan Chakra nampak saling bertarung satu sama lain hingga satu persatu dari mereka menghilang, dan dibagian ini Naruto harus melatih mentalnya karena setiap pengalaman yang didapat dari klonnya memasuki dirinya secara paksa, hingga Naruto langsung pingsan pas pertama kali menggunakan metode ini tapi akhir akhir ini dia hanya kelelahan, sehingga setiap Klonnya menghilang Naruto asli selalu menggerang kesakitan sembari memegang kepalanya, walau sudah agak berkurang rasa sakitnya akhir akhir ini, karena sudah terbiasa.

[Katon : Goukakyu No Jutsu!]

[Fuuton : Daitoppa No Jutsu!]

[Suiton : Suiryuudan No Jutsu!]

[Doton : Doryuu Dango No Jutsu!]

Bruakh! trankk! bugh!! trank!

mereka nampak saling jual beli serangan, hingga membuat beberapa klon pengontrolan Chakra emosi, karena ketenangan mereka diganggu, hingga beberapa dari mereka juga ikut bertarung, sedangkan pengontrolan Chakra sisanya, hanya duduk tenang dibawah air terjun, menahan derasnya air terjun yang menimpa mereka sembari terus berkonsentrasi agar mereka tidak kehilangan kendali dan tidak tenggelam karena konsentrasi mereka pecah.

sudah beberapa jam mereka berlatih hingga memasuki waktu sore menjelang malam, karena hari ini Naruto kecapean serta semua klonnya sudah menghilang pengalaman mereka semua langsung merasukinya secara paksa, hingga Naruto lumayan capek hari ini, maka dia memutuskan untuk tidur di hutan kematian, tidak menyadari ada seseorang yang diam diam mengawasing dengan wajah penuh arti, setelah itu kembali menghilang dengan ledakan asap.

-Unknown Place-

terlihat Naruto berdiri disebuah ruangan serba putih bagaikan tanpa batas, dan juga Naruto hanya memandang ruangan ini dengan kerutan didahinya kebingungan.

"dimana ini?" gumam Naruto sambil membolak balikkan pandangannya, dan berputar, "Bukannya tadi aku tidur dihutan kematian yah?" sambungnya dengan heran.

dan dari ketiadaan muncul sesosok yang amat mirip dengan diri, dan sosok itu berdiri tepat 2 meter didepannya, namun ini tak membuat Naruto kaget, tapi bingung, karena mata sosok itu berwarna gelap dengam pupil merah darah dibagian kanan, sedangkan dibagian kiri, berpupil merah dengan bentuk seperti Shuriken.

"Siapa kau?" tanya Naruto dengan tenang.

"Aku? bisa dibilang aku adalah kau, dan kau adalah aku, dan bisa dibilang aku adalah dirimu yang sebenarnya, kebencian yang selama ini kau pendam." kata sosok itu sembari menyeringai, dan ini mengundang tanda tanya besar di benak Naruto.

"kebencian? tapi selama ini aku tak merasakan hal itu?" kata Naruto kebingungan.

"tentu saja! karena kau mengubur kebencianmu itu dalam dalam, dan karena kebencianmu bertambah sejak Jiraiya meninggal dibunuh oleh Akatsuki, maka diriku perlahan tercipta, mungkin kau tak menyadarinya, tapi.kebencianmu pada Akatsuki jauh lebih besar dari kebencianmu pada rakyat Konohagakure."

"dan karena hal itu, aku memanggilmu kemari untuk memberimu sebuah kekuatan."

"kekuatan? kekuatan sejati itu hasil dari perjuangan keras, bukan didapat dengan cara yang instan."

"percaya atau tidak percaya itu bukan urusanku, tapi yang jelas ini memang merupakan kekuarmtanmu sendiri." kata Yami dengan mengangkat bahu cuek kemudian menyeringai lagi.

"saa... karena waktumu disini sudah mulai habis, maka akan aku jelaskan secara singkat mengenai kekuatan yang ada dalam dirimu..."

"-kekuatan itu adalah Sharingan Shisui Uchiha, karena kau paling lemah dalam Genjutsu maka membangunkan kekuatan itu merupakan sebuah ide yang cocok untukmu." sambungnya tiba-tiba muncul seekor burung gagak yang mendarat dipundak Yami, dan mata kiri dari gagak itu nampak sama dengan mata kiri Yami.

seketikan Naruto tersentak pelan, dia ingat, Itachi pernah mengaku memberinya sebuah kekuatan saat misinya menolong Hotaru dari orang yang berencana membuat seorang yang menculik Hotaru itu menguasai dunia dengan Kinjutsu yang terpasang dipunggung Hotaru, dia bersama Jinchuriki Rokubi waktu itu.

"melihat ekspresimu, sepertinya kau sudah mengerti dan ingat." kata Yami terkekeh pelan kemudian melebur menjadi ratusan kelelawar dan berterbangan kesana kemari.

sedangkan Naruto hanya menatap mata Sharingan gagak tang saat ini nangkring dilengannya, setelah melihatnya Naruto hanya menghela nafas pelan diikuti dengan tubuhnya yang perlahan melebur menjadi cahaya. dan juga, sebelum Yami menghilang, Naruto samar-samar mendengar kata terkhirnya.

"aku yakin, kita akan bertemu suatu saat nanti, dan pertemuan kita berikutnya kita akan bertarung habis-habisan."

-keesokan harinya-

seperti biasa Naruto memulai paginya dengan push up, sit up, pull up 200x terus berlari mengelilingi hutan kematian 2 kali dengan fuinjutsu pemberat yang terpasang di sekujur tubuhnya yang luasnya tidak main main di jam 5 pagi, tapi karena sudah terbiasa Naruto selesai melakukannya dia hanya membutuhkan waktu 3 jam, kemudian membuat ratusan klon seperti biasa untuk latihan.

sedangkan Naruto asli mandi disungai, dan beberapa dari mereka nampak menangkap ikan, membuat api unggun, berburu hewan yang dapat dimakan dihutan serta beberapa tumbuhan dan sayuran jika ada.

Naruto serasa seperti boss saat ini, dengan hanya memerintahkan klonnya ini itu pasti oke. dan Naruto bersyukur karena bisa menguasai teknik ini, bahkan dia bisa membuat ribuan, mungkin karena faktor Chakra Monster Uzumaki, dan juga karena dirinya merupakan Host dari biju terkuat.

-Skip-

Naruto sudah kembali dari hutan kematian, dan saat ini dia sudah ada di apartemennya, untuk apa? ganti pakaian tentu saja karena pakaiannya kemarin sudah sangat kotor dan bau, maka dari itu Naruto memutuskan untuk kembali kedesa, dengan meninggalkan ratusan klonnya dihutan kematian untuk berlatih.

[09.20]

nampak Naruto berdiri didepan lemarinya yang terbuka, semari mengusap dagunya, niat memilih pakaian apa yang bagus dipake hari ini, hingga pandangannya teruju pada kaos berwarna merah, rompi berkerah tinggi berwarna hitam, dan juga celana longgar berwarna hitam.

"yosh! sudah diputuskan." katanya singkat kemudian mulai menanggalkan semua pakainnya kemudian menaruhnya diember dibawah ranjangnya dan memakai pakaian tadi yang dipilihnya.

dirinya tidak mencucinya, sebab dia punya cara yang instan yaitu.

[Kage Bunshin No Jutsu!]

dan munculan sebuah klon di sampingnya, dan tanpa diperintah klon itu pergi kekamar mandi untuk mencuci semua pakaian kotornya, diam diam Naruto terkekeh dalam hati karena hidupnya seperti seorang boss.

sedikit merapikan pakaiannya didepan cermin, dan juga mengikatkan pelindung dahi konoha dia didahinya, dan juga memakai sarung tangan tanpa jari dengan plat logam dipunggung sarung tangannya, sedikit mengusap rambutnya yang lumayan panjang kemudian tersenyum tipis, karena selama beberapa hari ini kumis kucing yang ada dipipinya sudah menghilang sepenuhnya, dan kulitnya sudah sedikit memutih.

Naruto kemudian berjalan keluar apartemen dan tak lupa mengunci pintunya. menghirup udara dengan dalam dan menghembuskannya dengan pelan berjalan melalui jalan setapak Konohagakure dengan tenang, tak.mengindahkan tatapan para warga, dan juga beberapa gadis konoha serta beberapa Kunoichi seumurannya yang menatapnya dengan tatapan love-love, dan ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Naruto akhir-akhir ini, walau awalnya dia cukup risih tapi sudah mulai terbiasa.

'sekarang aku paham kenapa si Teme itu sangat risih ketika perempuan dikelas memujanya.' katanya dalam hati.

tujuannya saat ini adalah kantor Hokage, karena siapa tau ada misi, karena 1 bulan terkhir Naruto tak pernah menjalankan misi karena latihannya, dan juga hitung-hitung, karena dia belum pernah membunuh satu orangpun dalam hidupnya, dia jadi ingin mencari pengalaman dalam membunuh, karena dia tau tidak selamanya dunia itu baik, dan juga karena Shinobi Membunuh atau dibunuh sudah menjadi makanan sehari-hari dari seorang Shinobi.

dirinya hanya ingin mengasah kemampuannya diluar desa dengan bertarung, sekaligus menambah pengalaman bertarungnya, juga sekaligus membuat sikaf naifnya karena sikap naifnya itulah yang bisa membuat teman temannya dalam bahaya, maka dari itu Naruto akan belajar membunuh mulai sekarang.

nampak pula berbagai Shinobi dan warga berlarian kesana kesini, entah karena apa, ada juga Shinobi yang berlari keluar desa, maka dari itu Naruto ingin memastikan sesuatu dengan cara pergi kekantor Hokage.

Naruto berlari melompati atap-atap rumah sesekali turun untuk menyelamatkan anak kecil dan orang tua lansia yang berada ditengah warga yang berlarian.

tampak dari kejauhan Sakura berlari kearahnya, membuat Naruto yang berlari di atas rumah warga berhenti.

"Naruto! apa yang kau lakukan?!"

"tidak ada, rencananya mau kekantor hokage untuk mengambil misi, jadi ada apa?"

"Godaime Hokage memanggil team 7 segera!" kata Sakura kemudian berlari kembali kearah kantor Hokage.

Naruto menatap kepergian Sakura dengan dahi yang berkerut, tanda kebingungan, "bukankah kita bisa pergi bersama yah? tapi, maa~ masa bodo, yang penting aku bisa memulai karirku sebagai Shinobi kembali!"

selepas Naruto berkata dengan kebingungan serta berseru dengan semangat dia kembali berlari melompati diatap rumah warga dengan tempo sedang dengan rasa penasaran menyelimuti hatinya, 'hmm~ semoga misi kali ini lebih menantang lagi dibandingkan dengan yang dulu.' batinnya dengan komat kamit.

-Ruang Hokage-

tampak Naruto, Sakura, Lee, dan Neji berdiri didepan Tsunade yang saat ini duduk di kursi Hokage, dan dibelakangnya Shizune berdiri dengan babi yang berama ton-ton dipelukannya.

"Jadi misi apa yang akan kita lakukan Hokage-sama?" tanya Naruto dengan nada formal.

"kemarin malam kita menerima pesan dari negeri iblis. seseorang menyusup ke istana bawah tanah dan menghancurkan segel tempat iblis Mouryou. dia memulai invasi bersama pasukan batu hantunya, untuk menguasai dunia, maka dari itu kita akan bekerja sama dengan negara lain untuk menghadapi krisis ini." jelas Tsunade.

"aku mengutus kalian berempat untuk mengawal seorang pendeta di negeri iblis, sebab hanya pendeta inilah yang dapat menyegel Mouryou." kata Tsunade menjelaskan misi yang akan mereka lakukan, "jika Mouryou kembali bangkit, maka tak akan ada siapapun yang dapat menghentikannya, dan kemungkinan hari itu dunia akan berakhir. dan satu-satunya cara menyelamatkan dunia adalah dengan membawa pendeta ketempat Iblis Mouryou disegel, dan menyegel roh iblis Mouryou kembali" lanjut Tsunade.

"ber-empat, maksud Hokage-sama adalah kami sekarang adalah team? tapi, bukannya Hokage-sama memanggil team 7?" tanya Naruto kembali.

"pertanyaan yang bagus. Lee disini akan menggantikan posisi Sasuke." kata Tsunade dengan watadosnya.

Rock Lee mengcungkan jempolnya dengan gigi yang berkilau, "mohon kerja samanya!" serunya dengan semangat masa muda.

Naruto mengangguk pelan, "mohon kerja samanya."

deg!

ketika mendengar nama Sasuke, Sakura langsung saja menunduk dengan aura suram di kepalanya membuat Tsunade memasang wajah bersalah.

"Seharusnya Hokage-sama tidak perlu menyebut namanya." kata Shizune dibelakangnya.

"jadi Sakura masih memikirkannya yah?" gumam Tsunade.

"Neji disini akan menjadi pengganti posisi Kakashi, karena Kakashi dan Maito Gai sedang dalam posisi bertahan dan mencegah para pasukan hantu batu. sebenarnya aku akan menunjuk Naruto sebagai pemimpin di team ini, tapi karena Naruto masih minim dalam pertarungan kelompok dan juga pemimpin, jadi Neji yang akan memimpin team ini." kata Tsunade.

sementara Neji, Lee, dan Naruto hanya diam, kecuali Sakura yang tiba-tiba tersentak, "a-apa maksud Tsunade-shisou, 'akan menunjuk Naruto sebagai pemimpin di team ini'?" tanya Sakura dengan wajah tidak percaya.

"percaya atau tidak, Naruto hampir pernah mengalahkan Shikamaru dalam permainan Shogi, apa itu menjawab pertanyaanmu? dan bagaimana aku bisa tau, karena akulah yang menyuruh mereka berdua adu strategi di sini." jawab Tsunade.

sontak Sakura menatap Naruto dengan wajah tak percayanya, dengan berbagai pertanyaan berkecamuk dipikirannya. 'seberapa berkembang dirimu yang sekarang, Naruto...'

"jadi rumor tentang Naruto Uzumaki yang pernah hampir mengalahkan Shikamaru ternyata benar?" Neji yang sedari tadi diam angkat bicara.

"hm.." gumam Tsunade sembari mengangguk.

"bagus Naruto-kun! itu yang baru disebut semangat masa muda! heyyaa!!" teriak Lee dengan mata berapi-api.

"baiklah! sekarang bubar, dan persiapkan keperluan kalian dalam misi ini." kata Tsunade untuk keterakhir kalinya.

"Dimengerti!" jawab mereka serentak.

tapi saat melihat tempat Naruto, mereka bertiga kaget juga ini berlaku pada Tsunade dan Shizune, karena Naruto sudah tidak ada ditempatnya.

Naruto sudah tiba diapartemennya, untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawanya ke negeri iblis, yaitu 50 Shuriken, dan 50 kunai yang terlilit kertas peledak, pedang bermata dua bergagang biru gelap tersarung(hitam) dipunggungnya, beberapa lembar pakaian dan terakhir adalah kebutuhan makanan dalam perjalanan nanti, dan setelah semuanya siap Naruto menyegel perlengkapannya disebuah gulungan sedangkan untuk kunai dan shuriken dia menaruh sebagian didalam kantong senjata dipinggangnya.

"hmmm... tinggal menonaktifkan semua klonku dan tidur beberapa saat, untuk mencegah kelelahan diperjalanan nanti." kata Naruto, membuat Hanseal ram dan [Ka'i].

sedangkan para klon yang ada di hutan kematian langsung meledak secara bersamaan dalam gumpalan asap, dan ini cukup melelahkan bagi Naruto maka dari itu dia akan sedikit beristirahat untuk memulihkan tenaganya.

-skip-

tampak semuanya sudah berkumpul di gerbang desa Konoha, dengan tas dipundak mereka kecuali Naruto, karena dia menyegel perlengkapannya dalam gulungan supaya praktis.

"baiklah karena semuanya sudah berkumpul, aku akan menentukan semua tugas kalian, pertama adalah Sakura." kata Neji berdiri didepan Naruto, Sakura, dan Lee.

"dengar, agar tugas ini berhasil, penjagaan kita harus sempurna. aku ingin kau yang memegang tanggung jawab kita, Sakura."

"baik!" kata Sakura.

"jika terjadi sesuatu padanya, maka kau dapat menggungakan Ninjutsu medismu."

"dimengerti!"

"Lee, aku ingin kau mencegah semua serang musuh." kata Neji.

"yokai!" seru Lee dengan hormat ala tentara.

"karena kita belum mengetahui, musuh yang akan kita hadapi, maka cara bertarungmu akan cocok, karena tidak mengandalkan Chakra."

"serahkan semuanya padaku, aku akam melindunginya dengan segenap kemampuanku." kata Lee dengan semangatnya.

"Naruto.. ? lau tidak membawa perlengkapan?" tanya Neji, pasalnya Naruto hanya terlihat membawa pedang dipunggungnya.

sedangkan Lee dan Sakura juga ikut bingung, sebab mereka tau betul Naruto bukanlah seorang petarung menggunakan senjata.

"dan pedang dipunggungmu?" tanya Sakura juga.

Naruto hanya membuka telapak tangannya memperlihatkan beberapa kanji fuin di telapak tangannya, dan artinya Naruto menyegel semua keperluannya ditangan kanannya, setidaknya itu yang dipikirkan.

"aku baru mengetahui dari Hokage-sama dan Kakashi-sensei, kalau klan Uzumaki merupak klan spesialis dalam Fuinjutsu dan juga Kenjutsu, maka dari itu aku tertarik belakangan ini untuk menggunakan pedang dan juga Fuinjutsu." jelas Naruto, membuat semuanya mengangguk faham.

"intinya kau akan menggunakan spesialis klanmu dalam misi ini?" tanya Neji lagi.

"sebenarnya iyya, tapi tidak juga sih, karena tujuanku hanya ingin mengasah kemampuanku selama sebulan terakhir ini." jawab Naruto.

"hmm~ kau dalam misi yang sama dengan Lee karena, pertarunganmu tidak menggunakan Chakra." kata Neji.

"dimengerti." kata Naruto singkat.

"kalau begitu, kita berangkat."

"yaahh!"

TBC itu penyakit..