MINE
Title : Mine
Main Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast : Wu Yifan
Genre : Romance, Friendship
Length : Chapter
Author : Ai_byun
Disclaimer : Hanya pinjam nama member EXO untuk Chara-nya.. ide cerita tetap Ai_byun..
Warning : GS for Baekhyun
.
Preview
"Aku masih belajar dengan Wu Yifan Sunbae-nim di apartemennya."
"Mwo?" Teriak Chanyeol lagi di seberang telepon.
Pip! Karena kesal dengan teriakan namja yang pandai bermain gitar itu, Baekhyun menutup panggilan telepon dari Chanyeol. Tapi tindakannya kali ini adalah sebuah kecerobohan. Sekarang ia malah melihat wajah sendu Yifan, sunbae yang menyukainya sebagai wanita.
MINE CHAPTER 2
"Chanyeol-ah, ada apa denganmu?" Tanya Krystal yang heran melihat Chanyeol marah pada ponselnya sendiri.
Chanyeol tak menggubris yeoja bermarga Jung tersebut. Ia malah berbalik meninggalkan gadis itu. Tak terima dengan perlakuan namja itu, Krystal mengejarnya.
"Yak Chanyeol-ah! Kau mau kemana? Kau itu pacarku! Jangan pergi seenaknya sendiri!"
'Pacar? Aku saja tak pernah mengatakan suka padamu'. Chanyeol berbalik. "Aku bukan pacarmu! Aku saja tak pernah memintamu jadi yeojachinguku." Ucap Chanyeol sakartis.
"Mwo? Kalau aku bukan pacarmu, untuk apa kita berkencan?" Teriak Krystal kesal. Park Chanyeol sialan.
"Oh kencan …. Tentu itu untuk menghilangkan rasa bosanku. Sudahlah, aku harus pergi. Dan ingat, aku bukan pacarmu!" Ucap Chanyeol ketus meninggalkan Krystal sendiri yang masih berteriak kesal.
.
.
.
CHANBAEK
.
.
Yifan menggenggam tangan Baekhyun dengan sedih. Meskipun Baekhyun tak mengatakan bahwa ia menyukai Park Chanyeol, tapi Yifan tahu bahwa sebenarnya gadis itu menyukai namja bermarga Park itu. Sedangkan Baekhyun sendiri, ia merasa sangat bersalah tak bisa membalas perasaan namja yang ternyata adalah seorang ketua OSIS di sekolahnya. Melihat kebaikan pemuda itu harusnya Baekhyun menggetarkan hatinya untuk pria tersebut, tapi yang namanya hati tidaklah memandang baik dan buruk. Seperti Baekhyun, hatinya malah bergetar untuk namja bodoh bernama Park Chanyeol.
.
.
.
CHANBAEK
.
.
Suara gedoran pintu menggema di apartemen Yifan.
Ceklek. Yifan membuka pintu apartemennya. Dengan jelas dilihatnya mata Chanyeol memerah sambil mendelik, menatap kearah tangannya yang masih menggenggam tangan yeoja yang disukanya, Byun Baekhyun.
Tiga detik berlalu. Baekhyun tersentak menyadari jika baru saja dengan cepat Chanyeol sudah menarik tangannya dengan kasar. Segera ia meronta. Tapi percuma. Usahanya tak cukup mengimbangi kekuatan Park Chanyeol, "Yak Park Chanyeol, jigeum mwoeyo?" Baekhyun menahan sakit di pergelangan tangannya.
"Ayo pulang!" Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan sulit diartikan. Ia mencoba menyeret gadis itu, namun tetap saja gadis tersebut masih meronta.
"Shireo!"
"Kau dengar Park Chanyeol? Baekhyun tak mau pulang bersamamu. Aku yang akan mengantarkannya pulang." Ucap Yifan menatap Chanyeol sengit.
"Baekhyun akan pulang bersamaku." Chanyeol balik menatap Yifan sengit.
Bug. Belum sempat Yifan meraih lengan gadis yang disukainya, sebuah pukulan mendarat di pipi kirinya. Wu Yifan, pemilik rambut brunette itu tersungkur.
"Subaenim!" Tentu Baekhyun terkesiap dengan apa yang baru saja terjadi di depan matanya. Ingin sekali gadis itu menolong orang yang sudah menyukainya itu, tetapi tangan kanan Chanyeol kembali mencengkram lengan kirinya dengan kuat.
"Chanyeol, lepaskan akau …. Aku mohon." Baekhyun meringis, kembali rasa sakit menjalar di daerah tangan kirinya yang sudah memerah.
Chanyeol mendecih, "Lepaskan? Melepaskanmu untuk menolong namja blasteran itu? Tidak akan!"
Air mata jatuh membasahi pipi mulus Baekhyun. Chanyeol yang melihatnya tersentak. Sudah lama tak dilihatnya yeoja itu menangis. Tapi sekarang, yeoja itu menagis tepat di depan matanya. Entah kenapa ulu hatinya terasa sangat sakit.
Yifan bangun. Ingin sekali ia mempertahankan Baekhyun, gadis berambut ikal itu agar tidak dibawa pergi Chanyeol. "Sebenarnya apa maumu Park Chanyeol? Baekhyun itu hanya temanmu bukan yeojachingumu." Kata-kata Yifan membuat jantung Chanyeol tertohok. Ya, benar sekali, Baekhyun bukanlah kekasih Chanyeol. Tak berhak ia berlaku posesif padanya.
Chanyeol menoleh mendapati wajah Baekhyun yang basah oleh air mata. Tatapannya pada gadis itu mulai melembut. 'Ya Tuhan apa yang sudah kulakukan padamu Byunnie? Aku sudah membuatmu menangis'. Park Chanyeol bodoh. Hampir setiap hari kau membuat gadis itu menangis! Kau saja yang tak peka dan tak sadar!
"Baekhyun itu bukan pacarmu Tuan Park, jadi jangan perlakukan dia seperti pacar yang sedang kau cemburui. Apa kau tak kasihan padanya? Gara-gara sifatmu yang terlalu posesif padanya, sampai sekarang dia tak punya pacar. Sedangkan kau sendiri malah asyik berkencan dengan gadis-gadis lain."
Deg. 'Apa aku seketerlaluan itu Byunnie? Tapi jika aku tidak posesif padamu, maka kau akan dekat dengan namja lain. Dan aku tidak suka Byunnie. Aku tak suka banyak namja yang setiap melihatmu member tatapan ingin memilikimu'.
"Geumannhae Sunbaenim …." Suara Baekhyun terdengar lirih dan parau karena masih mengeluarkan air mata.
"Tapi dia sahabatku". Sehun buka suara lagi tapi lirih. Tiba-tiba saja perasaan bersalah pada Baekhyun menyerang nuraninya.
"Hanya sahabat bukan? Dan jelasnya bukan pacarmu. Apa kau tahu, selama ini banyak namja yang menyukai sahabatmu itu bahkan sudah banyak sekali namja yang memintanya untuk menjadi yeojachingu mereka. Apa kau tahu itu? Tidak bukan?"
'Benarkah? Tapi selama ini Baekhyun tak pernah memberitahuku'. Tentu saja Baekhyun tak akan memberitahumu Tuan Park, jika ia maka kau akan membuat babak belur semua namja-namja yang berharap menjadi kekasih sahabatmu. Dulu saja Luhan yang menyatakan perasaannya pada Baekhyun tepat di depan matamu langsung kau buat wajahnya babak belur. Huft! Dasar.
"Kau tahu karena saking pedulinya dia padamu, dia menolak semua perhatian dan cinta para namja itu."
Rasa kesal Yifan sudah memuncak melewati ubun-ubunnya. Ia sungguh tak rela jika saat ini gadis yang disukainya menangis. Ia tak suka jika ada orang yang membuat gadis polo situ tersakiti. "Bahkan tadi tepat sebelum kau menggedor pintu apartemenku, aku juga sudah menyatakan perasaanku pada Baekhyun".
Jeder! Sebuah tembakan rasanya baru saja mengenai tepat di jantung Chanyeol. Oh tidak, rahang pemuda itu mulai mengeras lagi. 'Baekhyun hanya milikku. Tidak ada yang boleh memilikya selain aku.'
"Apa kau ingin tahu jawabannya Park Chanyeol-ssi?" Yifan tersenyum remeh.
Gret. Dengan cepat Chanyeol menarik paksa pergelangan tangan Baekhyun dan membawanya pergi.
Dengan sigap Yifan mengejar kepergian dua orang itu, namun, terlambat. Chanyeol dan orang yang disukainya sudah masuk ke dalam lift.
.
.
.
CHANBAEK
.
.
Baekhyun menundukkan kepalanya. Ia hanya ingin menyembunyikan air matanya yang sedari tadi jatuh tak mau berhenti. Ia tak ingin siapapun melihatnya menangis termasuk Chanyeol. Pemuda yang sudah mengisi hatinya sejak lama.
"Hiks …. Mianhae Chanyeol-ah …."
Plak. Sebuah tamparan rasanya mengenai pipi dari seorang Park Chanyeol. Tapi tidak ada siapapun yang menamparnya. Ok, ini hanya kiasan yang menggambarkan hatinya yang berdenyut melihat sahabatnya sendiri menyembunyikan tangisannya. Segera pemuda itu menangkup kedua pipi gadis manis bermarga Byun. Dengan jelas ia melihat anak sungai yang sudah mengalir di pipi gadis itu. Hatinya berdenyut lagi melihat air mata itu. 'Ya Tuhan apa yang sudah kulakukan? Bagaimana bisa aku membuat malaikat kecil di depanku ini menangis?'
Dengan lembut Chanyeol menhapus air mata yang menggenang di sekitar mata Baekhyun. Mata kedua insane itu saling bertemu. Mereka terdiam. Menyelami betapa indahnya mata mereka masing-masing.
'Oh God, kenapa aku baru menyadari jika mata ini sangat indah. Rasanya aku sudah tenggelam jika menatap matamu Byunnie, kau benar-benar cantik.'
TaoBaekCiuman
.
.
.
CHANBAEK
.
.
Sebelumnya mian banget,, demi kebutuhan cerita, Chanyeol dibikin sedikit lebih tua dari Baekhyun… sebenernya juga… saya bikin cerita ini dengan Chara yang beda yakni uri maknae si Sehun sam aktris cilik udah mulai remaja Kim Yoojung… tapi Karena saya Chanbaek Shipper, saya ganti Charanya.. lagipula yang versi Sehun juga belum kelar dan kemungkinan besar akan dikelarin di Chanbaek version aja…hehe… silahkan review… terimakasih…
Chapter 2 rada garing ya? Tapi semoga suka…
