~Oh! My Bad Boy!~
Disclaimer: Miyazaki Aika a.k.a Yolanda Tan
Pair: SiBum
Chapter: 1
Rated: T,(sewaktu-waktu bisa berubah *EviL SmirK*)
Warning: OOC! YAOI! Typo(s)! Fluff!
Note: Lagi-lagi Kibum di FF saya umurnya lebih tua dari pada Siwon - -"
Chapter 1
Beberapa hari setelah 'kejadian' itu, Kibum dan Siwon selalu saja beradu mulut. Entah itu karena Siwon yang selalu menggoda dan memancing emosi Kibum atau Kibum yang mencari gara-gara karena menegur 'kesalahan' seorang Choi Siwon. Kibum heran, Entah mengapa, staff-staff guru sampai kepala sekolah tak ada yang memberi hukuman pada Siwon atau sekedar menegur kalau Siwon membuat masalah baru. Entah itu karena pakaiannya yang tak rapi, datang ke sekolah selalu terlambat, sering tertidur disaat jam pelajaran. Sungguh! Bagi Kibum yang merupakan namja yang paling menjunjung tinggi nilai peraturan, sudah tak tahan lagi dengan sikap Siwon yang semena-mena. Entah apa yang sedang berada di kepala seorang kepala sekolah sampai-sampai kemarin menyuruh Kibum untuk tak lagi mencatat pelanggaran yang Siwon lakukan di Buku Hitam. Kibum ingin memprotes atas tak kebijakkan Kepala Sekolah tapi pada saat ia ingin memprotes, Kepala Sekolah malah memotong perkataannya dengan berkata 'Tidak ada penolakkan.' alhasil Kibum berhasil memecahkan gelas yang berada di ruang OSIS sebagai pelampiasan kekesalannya.
Kibum melangkahkan kakinya di koridor lantai empat, lantai yang dikhususkan untuk anak kelas sepuluh. Tampak sekali orang yang tak berkutik pada saat Kibum lewat. Ohh ayolah.. Siapa yang namanya mau dicatat di Buku Hitam dan tak naik kelas kecuali Choi Siwon? Tak ada kan? Dengan perawakannya yang sedingin es, dan badan mungilnya yang berjalan tegap khas ketua OSIS, tak ada satupun yang tak mengenal Kibum sebagai ketua OSIS yang horror dan sedingin es batu. Kibum melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas sepuluh B, karena ingin meyampaikan pengumuman bahwa nanti kelas itulah yang akan mengikuti kegiatan paskibraka sepulang sekolah nanti.
Dibukanya pintu ruang kelas itu dengan sekali dorongan, membuat seluruh mata yang berada di dalam kelas itu tertuju padanya. Dibawa langkahnya menuju tepat di depan kelas. Dengan begini saja, semua siswa-siswi di kelas itu tahu kalau ada pengumuman penting yang akan diumumkan. Karena tak mau mencari masalah, mereka pun duduk manis di tempat duduk masing-masing dengan pandangan yang mengarah ke wajah Kibum. "Ehem! Ada pengumuman penting yang harus saya sampaikan. Saya tak akan mengulangi pengumuman ini untuk yang kedua kalinya, jadi saya harapkan kalian memperhatikan." Ucap Kibum dengan jelas. "Nanti, yang mendapat giliran latihan paskibraka adalah kelas ini. Jadi, nanti sekolah kalian diharapkan untuk tidak langsung pulang dan tetap berada di sekolah. Kalau kalian kabur, kalian akan tanggung jawab akan akibatnya." Sambung Kibum mengerikan.
Tiba-tiba, seorang namja tinggi yang sedari tadi tak dideteksi keberadaannya berdiri dari kursi yang sedari tadi dipakainya untuk tidur. Dilangkahkannya kakinya menuju Kibum yang sedang menampilkan mimik ketidaksukaannya pada namja ini. Namja tadi-Choi Siwon, menghentikan langkahnya setelah dirinya berada tepat di depan wajah Kibum. Kira-kira sekarang wajah mereka hanya berjarak 10cm. Sontak semua isi kelas terdiam, bahkan banyak siswa dan siswi yang berada di luar kelas itu mengintip dari jendela kelas. Siapa yang tak tahu akan permusuhan antara Kim Kibum sang ketua OSIS dan Choi Siwon si namja yang sudah tercap sebagai satu-satunya orang yang bergelar Bad Boy. Siwon mengembangkan smirk di wajah tampannya, sedangkan Kibum sedari tadi menunjukkan urat di dahinya, menunjukkan kalau ia benar-benar benci dengan namja yang berada di depannya ini. "Kalau aku tak mau ikut bagaimana, hmmm My Snow White?" Ujar Siwon tajam.
Kibum berusaha mati-matian agar emosinya tak pecah. Ia harus bisa mengontrol emosinya, jangan sampai namja di hadapannya ini menganggapnya remeh karena pertahanannya yang runtuh. Kibum tau ia harus tenang, setenang-tenangnya, just like he always did. Semua orang tau akan keahlian seorang Kim Kibum dalam mengatur ekspresi dan mimik wajahnya, dan mereka mengakui itu. "Sebuah kebanggaan untukku karena kau telah mengajakku untuk beradu mulut. Tapi maaf Kuda-ssi, sebaiknya anda duduk kembali ke tempat asal anda, dan tidak memancing amarahku. Karena aku sedang tidak mood meladenimu." Ujar Kibum dengan bahasa santun tapi menusuk andalannya itu.
Siwon yang lagi-lagi merasa tertantang hanya melebarkan smirknya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Kibum. Sungguh, menggoda Kibum sudah menjadi kebiasaan terfavoritenya sekarang. Ia sangat senang melihat namja itu menunjukkan mimik kesal dan wajah yang dikeraskan untuk menutupi ekspresi asli dari wajah seorang Kibum. Siwon membisikkan sesuatu ke telinga Kibum, "Benarkah? Tapi aku bermaksud membuat situasi ini akhirnya sama dengan kejadian beberapa hari yang lalu, My Snow White." Jackpot! Kibum tau benar apa yang dimaksud namja ini dengan 'kejadian beberapa hari yang lalu' itu. Tak lain tak bukan adalah saat first kiss-nya diambil secara tiba-tiba oleh namja yang bergelar brengsek di otaknya ini.
Kibum meremas kedua telapak tangannya sampai buku-buku jarinya memutih, menunjukan kalau ia benar-benar marah sekarang, tapi tentu saja ia masih memilih tak berekspresi. "Benarkah? Kalau kau mau silahkan mencoba lagi." Ujar Kibum sarkastik, mencoba untuk menantang namja di hadapannya ini. Tapi tentu saja ia hanya main-main dengan ucapannya ia hanya mencoba menantang camkan itu HANYA MENCOBA MENANTANG, The Hell, siapa yang ingin dicium oleh Kuda mesum untuk yang kedua kalinya? Ehhhh? Bukankah Siwon itu bad boy? bukankah ia akan menyosor duluan tanpa disuruh? Apa lagi sekarang sang objek yang mempersilahkannya, Jadi apa yang sekarang ada di pikiran Siwon?
Loading...
HANA..
DUL..
SET..
"MMMMMPPPPHHHHHHHHH!"
Dan yah... sepertinya kalian tahu itu suara rintihan milik siapa. Tentu saja milik Kibum yang bibirnya lagi-lagi menjadi korban pemerkosaan bibir Choi Siwon.
.
.
Kibum POV
Aku cuci bibirku di wastafel sekolah dan menyikatnya dengan sikat gigi yang selalu aku bawa untuk jaga-jaga akan kotoran yang menempel. Dan sepertinya sikat gigi akan menjadi barang terwajib yang harus aku bawa selama kotoran itu masih berada di sekolah ini. Huh.,. bagaimana bisa siswa seperti itu bisa masuk ke sekolah ini? Itu sangat tidak mungkin, apa lagi kepala sekolah menyuruhku agar tak mencatat namanya di buku hitam. Shit! Itu sama sekali tak masuk akal! Apa sisi spesialnya dari si Kuda itu? Ini benar-benar sudah tidak adil! Bagaimana bisa ia sangat dispesialkan seperti itu? Sebenarnya siapa Choi Siwon itu? Apa maunya bersekolah di sini? Sudah jelas-jelas sekolah ini tak cocok untuknya.
Setelah memastikan semuanya bersih, aku langkahkan kakiku keluar dari toilet ini. Dengan wajah dan perawakan yang masih dingin seperti biasanya aku melangkah. Aku tak mau membuat diriku malu kalau aku terpergok melakukan rutinitas 'ajaib' yang baru saja kulakukan karena si Kuda itu, salah-salah aku malah akan dibilang takut dengannya.
Kulirik jam tanganku yang menunjukan pukul 11.30. Berarti mata pelajaran setelah istirahat ini adalah olahraga. Aishhh... jinjja? Aku benci sekali olahraga. Walaupun di mata pelajaran lain aku sangat mahir, tapi jangan pernah menyuruhku untuk berolahraga, untuk menyeimbangkan lariku dengan lari teman sekelasku saja aku tak bisa. Sebenarnya bukan karena aku yang malas atau lamban, tapi ini tentang fisikku yang memang mempunyai daya tahan yang kecil ditambah lagi dengan penyakit asma yang selama empat tahun belakangan ini kualami, maka dari itu aku tak bisa beraktivitas melalui batas normal. Sebaiknya nanti aku izin ke UKS saja kalau hari ini praktek.
Setelah beberapa menit aku berjalan menyusuri koridor, sekarang aku telah berada di depan pintu kelasku, kelas dua belas A. Di ujung ruangan bisa kulihat Changmin, sepupuku yang sedang bermain PSP kesayangannya. Walaupun kerjaannya hanya bermain PSP dan makan, aku akui Changmin memiliki otak yang cerdas. Di kelas pun dia menginjak peringkat dua, sedangkan aku di peringkat pertama. Kebalikan dariku, Changmin memiliki fisik yang kuat. Changmin sangat berbakat di bidang olahraga apa lagi yang menyangkut basket. Mendapa juara satu kapten Basket terbaik di Seoul saja sudah sangat membuktikan bahwa Changmin benar-benar berbakat di bidang olahraga basket. Selain itu, Changmin juga memiliki suara yang bagus, walaupun dia tak berusaha mengembangkan bakatnya yang satu itu. Malas katanya.
Kuhampiri Changmin yang sepertinya tak mengetahui tentang keberadaanku. Kalau Changmin sudah memegang PSPnya, jangan harap dia memperhatikan keadaan sekitarnya. Kududuki diriku di sebelah Changmin, bisa dilihat Changmin yang menolehkan kepalanya tapi tak lama kemudian ia kembali dengan PSPnya. "Oi Min!" Ujarku memanggilnya. Kulihat Changmin yang tak menggubris panggilanku. Aishhhh kalau dia bukan sepupuku, sudah aku remukkan badannya- eh? Memangnya aku bisa? Lihat saja badannya yang berbidang itu, bisa-bisa bukan aku yang meremukkan tulangnya, tapi dia yang meremukkan tulangku =A=. Karena masih tak ada jawaban dari Changmin, kuambil PSP dari tangannya. "Kalau orang bicara itu di jawab!" Ujarku kesal.
Changmin hanya menatapku sebal. Ada apa eoh, sama namja satu ini? "Kau ini kenapa Min?" Ucapku heran. Kalau sudah seperti ini, ujung-ujungnya pasti berakhir di kantin, dengan Changmin yang memakan sepuluh cup ramen dan aku yang membayar bil nya. Changmin hanya mengangkat kedua bahunya malas. "Aish! Waeyo Min?" Tanayaku kesal pada Changmin. "Sudah jelas aku sedang kesal, aku ingin sendiri!" Ujarnya dan mengambil lagi PSPnya dari tanganku.
Ck, tumben sekali Changmin menjadi seperti ini. Siapa dan apa yang membuat anak ini ngambek seperti ini? Biasanya Changmin sama sekali tak pernah mengurusi sekelilingnya kalau tidak menyangkut harga dirinya dan orang yang ia sayangi. "Waeyo Min?" Tanyaku. Changmin menghembuskan nafasnya berat, "Ada anak kelas sebelas yang menjengkelkan. Ingin sekali rasanya aku remuk-remukkan badannya itu." Ujarnya malas. Aku heran, tak biasanya Changmin memperdulikan orang lain seperti ini. "Si-"
"KIBUM Hyung?!"
Kutolehkan kepalaku, melihat siapa orang yang meneriakkan namaku. Kulihat seorang Hoobae-ku yang datang dengan napas terengah-engah di depan pintu kelasku. Ada apa sih? Kenapa harus teriak-teriak? "Ada apa? Kalau alasanmu tak jelas, jangan harap kau bisa lepas dari buku hitam karena memekik seperti itu." Ujarku dingin.
Terlihat Hoobae-ku itu ketakutan. Semua orang tahu kalau aku tak pernah bermain-main dengan perkataanku. "i-i-i-i-it-it-itu..." Aish lamban sekali anak ini! "Wae? Katakan yang jelas! Jangan seperti itu! Babo!" Ujarku dingin. Benci sekali aku dengan orang yang lamban seperti namja ini. "E-Eh... S-s-siwon, memasang banner dan meneriakkan 'I Love you Kibum' Di hadapan siswa-siswa dan guru di k-k-kan-kantin." Oh, Siwon kukira ap- MWOOOOOOYYYAAAA! BABOOOO! NAMJA BABOOOOOO!
Kulangkahkan kakiku cepat untuk menuju ke tempat si namja tak tahu malu itu. Mau di kemanakan mukaku ini, eohhhh? Aishh..,.. Sudah merebut ciuman orang sembarangan, Sekarang apa lagi ulahnya itu! Menjijikan! Kususuri tangga sekolah dengan tatapan garang. Koridor sepi, sudah pasti semua orang sudah melihat kelakuan aneh namja bejat itu! Aiiiiihhhh...Jinjja! Baboya! Mau dikemanakan harga diriku ini eoh?
Di kantin sekolah, aku lihat Siwon yang tengah dikerubuni siswa-siswi bahkan guru-guru. Kulihat Siwon yang tengah memegang bunga dan masih berceloteh tak jelas. Di belakangnya bisa kulihat banner berukuran sangat besar yang menuliskan 'KIBUM-AH! SARANGHAEYOOO!' Baik cukup, Choi Siwon, tak ada ampunan lagi untukmu, akan aku laporkan perbuatanmu pada kepala sekolah karena telah membuat kerusuhan tak jelas seperti ini.
Dengan badan yang bergetar dan muka yang memerah karena menahan amarah, kulangkahkan kakiku menuju si namja kelewat babbo itu. Kulihat dia yang tersenyum kepadaku,yiakkzzzz senyuman menjijikkan! Kulihat dia melangkahkan kakinya menuju ke arahku. "KIBUM-AHH! SARANGHAE!"
Kibum POV end
Author POV
'BUGH!'
Perkataan Siwon, sukses membuatnya mendapat memar di pipi kirinya. Ck..ckk.. Babbo namja.
.
.
'principal's office (kantor kepala sekolah)'
Terlihat dua pemuda yang duduk di hadapan seorang lansia yang menjabat menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Terlihatlah Kibum yang masih bengong tak percaya akan apa yang baru ia dengar barusan dan Siwon yang tersenyum sambil memegang 'tanda' kebiruan di pipi kirinya.
Sang kepala sekola mengehela napas melihat kelakuan siswanya ini. "Jadi sekarang kau sudah mengertikan Kibum-ssi?" Tanya kepala sekolah pada Kibum yang -mungkin- masih berkeliaran dengan pikirannya. Holly Shit! Ini semua tak mungkin! Pasti pendengarannya salah! Ya, pasti pendengarannya yang salah bukan perkataan yang ia dengar dari mulut kepala sekolahnya itu.
Terlihat Siwon yang mendekatkan kepalanya ke wajah Kibum. 'Kibummie... Ini masih sakit lohh..." Ujarnya seduktif sambil menunjuk pipinya yang 'bertanda'. Kibum yang masih shock hanya bergeming. "Seonsaengnim...Boleh diulangi lagi kata-katanya?" Ujar Kibum dengan nada tak percaya dan lemas.
Kepala sekolah menghembuskan napasnya lagi, diliriknya Siwon dan Kibum. "Siwon itu anak pemilik sekolah ini, jadi saya tak bisa berbuat apa-apa..." Ujarnya menyesal.
"ANDWAE!" Teriak Kibum histeris.
Kibum-ah, sepertinya kau harus sabar, ne? Mungkin dibalik sifat Siwon itu ada sesuatu yang tak kau ketahui...~~~~~ *Evil SmirK*
~TehhhBehhhCehhh~
a/n: AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAA FIC INI KELUAR JUGAAAAAAA!
REaders-nim... Gomawoyo buat reviewnya... Saya terharuh dan berlinang air mata (?) Semoga reviewnya gak turun yaaa... #ngarep
Yang udah Review, review lagi ne? Karena kalian penyemangatku... Tanpa readers, seorang author itu bukan siapa-siapa dan gak berarti... T_T
Maaf kalo Cap ini pendek, saya mau ngetes aja apakah masih ada yang ngingat fic ini? - -" Saya janji, kalau reviewnya masih stabil, saya akan memanjangkan ficnya! BENELAN DECHHH GX BOONG! CUERRRR! #Alayers
Btw, Changmin mau dipasangin sama siapa couplenya? Kyuhyun atw Se7en?
Thanks for:
Reeiini| is0live89| kyuminring| rarage| eni. kuswati1| kyuminjong| amilya| zakurafrezee| aurelsnowestsiwonesttryw| aureltyw| Nila Arieswari| Princess Kyumin| iruma-chan| wonnie| meyy-chaan| shiya| frosyita| HarunoZuka| mulov| EvilmagnaeMin| Feykwangie| KimShippo| Gysnowers| findayaa| trilililili| Anami Hime| sha| anin| Yukina Itou Sephiienna Kitami| Aqua| Qhia503| nannaa| joy'ers312| Seo Shin Young| RistaMbum| Snowhite04| Guest (1)| mitade13| Shofiy Nurlatief| Sarah XX| Cloudyeye| Adyndaratih| 0704minnie| Simbaa| Guest (2)| Zelenvi| bumhanyuk| Guest (3)| Guest (4)| Brigitta Bukan Brigittiw| Sri| Eunwoo| Ichigobumchan| Simbanyasnow| Siti azzahra muayanah| MyLovelySiBum| Guest (5)
Pai-pai ^^
