Review Chapter 1

"Sehun! Tao! Kita satu ruangan!"

"Benarkah?! Kita ruangan apa?!"

"Ruangan A !"

Kai menghentikan langkahnya perlahan. Ia mendengar jelas teriakan Suho pada Tao dan Sehun. Dan mereka bilang mereka ruangan... Ruangan...

"RUANGAN A?! APA ENGGAK SALAH?!"

ㅡo00oㅡ

©byuncrackers

Warning! Typo(s), plot pasaran, gajelas, aneh, berantakan, gembel, blablabla.

Berani baca, berani review!

.

.

Chapter 2

"RUANGAN A?! APA ENGGAK SALAH?!"

Kai memekik keras hingga banyak murid yang melihatnya aneh. "Ganteng-ganteng tapi gila." Ucap Sooyoung. Chanyeol yang mendengarnya langsung tertawa.

"Hey diam! Ini bukan lelucon bodoh. Kau tak dengar?"

"Dengar apa?"

"Teriakan Suho tadi."

"Apa?"

"Dasar tuli. Untuk apa telingamu diciptakan Tuhan kalau tidak digunakan dengan baik? Aish lebih baik kita kembali kekelas. Aku tidak mood makan."

"Tapi akuㅡ"

"Aku akan mentraktirmu pulang sekolah nanti. Kau mengerti?"

Chanyeol tersenyum senang lalu segera menarik Kai ke kelas karena memang sudah masuk pelajaran ke 7. 2 jam pelajaran lagi pulang. Betapa bahagia nya seorang Chanyeol, tapi tidak untuk Kai. Kai ingin ia kembali ke tadi pagi.

ㅡo00oㅡ

Sehun merebahkan tubuhnya dikasur sambil membawa notes dan sebuah pulpen. Dia bingung bagaimana cara mengambil hati Kai sedangkan tidak ada yang tahu kalau ia dan Kai itu pernah menjalin hubungan.

Dan lebih parahnya, dari satu tahun kemarin hingga sekarang, mereka adalah musuh. Ya, memang bukan musuh yang selalu bertengkar setiap saat, tapi musuh yang diam-diam. Kalian mengerti kan maksudku?

Hanya saling membenci. Saling merendahkan walau hanya tatapan mata yang datar, tidak pernah di umbar-umbar ke yang lain. Pengecualian Kai.

Kai menceritakan semuanya pada Chanyeol. Sehun adalah tipe pribadi yang tutup mulut. Jadi belum ada yang mengetahui masalah mereka ini kecuali Sehun, Kai, Chanyeol, dan yang pastinya Tuhan.

Ia membuka diarynya dengan berat hati. Diary yang ia tulis dalam kurun waktu dua bulan, semuanya tentang Kai. Walau hanya berpacaran selama seminggu.

Ia membaca satu demi satu halaman. Mulai dari ia dan Kai tidak saling mengenal, tiba-tiba melakukan hal yang aneh hingga terjadi insiden memalukan, baru berinteraksi satu sama lain, menjadi sahabat, lalu pacaran, hingga putus, dan sampai sekarang. Pura-pura tidak saling kenal.

Sehun memutar kedua bola matanya. "Apa yang harus kulakukan sekarang?"

Dia berfikir sambil sesekali mengacak rambutnya sendiri. Ia pikir, membaca diary dapat memudahkannya menjalankan dare. Alhasil? Nihil.

Tiba-tiba ia tersenyum. Sehun mendapat ide yang cukup cerdik dan licik. Dan sepertinya dapat menguntungkan pihaknyaㅡtentu saja pihak Kai.

Ia mengambil tasnya dan mengambil ponselnya. Menelefon Chanyeol terlebih dahulu akan memudahkannya.

"Yeoboseyo, Sehun?"

"Euh, Chanyeollie... Eungg.."

"Ada apa, Hun?"

"Eng.. Itu... Aku mendapat dare. Aku disuruhㅡ"

"Mendapatkan hati Kris atau Kai? Dan kau memilih Kai sebagai bahan darenya?"

"Nah iya. Aku ingin kau membantuku menipu Suho dan Tao."

"Menipu?"

"Yaaa, jadi aku minta tolong kau, untuk memberi instruksi pada Kai, ia harus menjadi baik padaku didepan Suho dan Tao."

"Oke, itu hal yang cukup mudah. Aku akan menyusun rencananya. Tapi aku tak yakin Kai akan mau. Kau punya cara untuk membuatnya langsung setuju?"

"Bilang aja, kalo dia gak mau, aku pasti nge ganggu hidupnya untuk jalanin dare nista dari Suho. Kalo dia tau kan jadi gampang."

"Ohh sipsip. Aku menghubungi Kai dulu."

"Oke. Thanks Chanyeol!"

Piip. Telepon terputus.

Sehun meloncat senang. Feelingnya mengatakan bahwa ia akan berhasil menjalankan dare dari Suho dengan mudah.

Baru kali ini dia menggunakan cara nista. Tapi mau gimana lagi? Ini satu-satunya cara yang paling mudah.

Ia memejamkan matanya, tak lama ia tertidur.

ㅡo00oㅡ

"Eh? Chanyeol. Ada apaan? Tumben main."

Kai mempersilahkan Chanyeol masuk.

"Mau minum apa?" Tanya Kai.

"Tak usah, aku ingin berbicara dengan mu. Penting. Bisakah kita bicarakan ini dikamar?"

"Eum, tentu. Ayok."

.

.

"APA?! BERPURA-PURA BAIK PADA SEHUN? HABIS ITU PURA-PURA SUKA DENGAN DIA?! HELL NO CHANYEOL!"

Chanyeol menjitak kepala Kai. "Kau ini berisik sekali. Jika kau tak mau yasudah, kau akan terus diganggu Sehun dan kedua kawannya demi menjalankan dare nista itu."

Kai mendengus kesal. Terkutuk kau Suho. Batin Kai.

"Jadi kau mau atau tidak? Kau makanya cepat-cepat bilang pura-pura suka pada Sehun dan menembaknya, agar tidak diganggu mereka lagi."

"Yasudah sekarang aja bilangnya."

"Pabo! Jika kau bilang sekarang, Suho akan curiga. Apalagi mereka sama sekali tidak tau kalau kau dan Sehun memiliki masalah yang tidak diketahui penyebabnya."

Kai diam. Apapun yang barusan Chanyeol bilang itu benar. Buat apa dia menjauh dari Sehun sedangkan tak ada masalah yang benar-benar dapat dijadikan alasan mengapa ia musuhan dengan Sehun. Kai sendiri juga tidak tau.

"Aku tidak punya alasan, aku hanya membencinya, itu saja."

"Dasar aneh. Yasudah kau harus mau. 3 hari atau satu minggu berikutnya kau harus bilang suka padanya. Untuk membuat Suho percaya aku serahkan padamu. Nanti tinggal aku kasih rencananya. Arraseo?"

Kai menghela nafas. Lalu mengangguk pelan. Chanyeol menepuk bahu Kai. "Jangan sampe keterusan."

"Maksudmu?"

"Jangan sampai suka beneran. HAHA"

Kai mendelik sebal. "Aku tidak tau."

"Jadi kau akan menyukai nya lagi?"

"AISH DIAM KAU!" Kai melempar bantal kearah Chanyeol. Chanyeol tertawa.

ㅡo00oㅡ

Sehun duduk lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sesekali menghela nafas berat memikirkan mimpinya tadi. Mimpi yang membuat ia pusing seratus persen. Ia tak yakin akan sukses pada pelajaran hari ini.

"Sehun? Kau kenapa duduk disini? Ini tempatku. Sebaiknya kau lihat papan dulu kau duduk dimana."

Bingo. Satu tanda bahwa ia tak konsentrasi. Lupa melihat papan tempat duduk. Untung dia tak lupa kalau ia kelompok A pagi ini.

"Maaf aku sedang pusing."

Sehun mengambil tasnya lalu melihat papan didepan kelas.

"Barisan ketiga, dua dari belakang bagian kanan" gumam Sehun lalu kembali ke kelas. Ia menaruh tasnya pada tempat yang sudah diatur oleh guru.

Dan ia kembali pada pekerjaannya. Merenung kesal pada mimpi nista itu. Sejujurnya ia cukup senang pada mimpinya tapi... Semua nya berbanding terbalik di kenyataannya.

"Ah!" Desah Sehun pelan. Ia kesal pada pikirannya yang sekarang tak waras.

Tiba-tiba bel masuk berbunyi membuyarkan lamunan Sehun. Sehun kembali menghela nafas lalu duduk dengan rapih.

Sehun melihat sesosok namja yang tak asing baginya menuju barisan tempat duduknya dan ternyata...

"APA?! AKU DUDUK DENGAN JONGIN?!"

.

.

.

TBC

Hai! Chapter 2 keluar :3

Ini balasan review untuk chapt 1 ;

- oelfha100194

Mianhaee.-. Tp kali ini bener2 harus kaihun hehe.. author sendiri juga lebih nyaman bikin ff kaihun drpd hunkai. Nah, author udh bikin plot hunkai. Tunggu aja nee^^ btw thanks for review! Ditunggu review selanjutnya

- bbuingbbuingaegyo

Sip! Ini udh dilanjut ;;) btw thanks for review! Ditunggu review selanjutnya

- asdindas

Hehe iya nih... Sebenernya ini remake dr ff aku yg straight. Tp karena peminat kurang, akhirnya dirombak abis ke kaihun fic._. Hehe mian ne. Btw thanks for review! Ditunggu review selanjutnya

- miszhanty05 ; jisaid

Sip! Udah nih;;) ditunggu review selanjutnya~

- nin nina

Sip udah dilanjut nih! Hehe iya ini gara2 kisah nyata aku sendiri geez~ btw, ditunggu review selanjutnya^^

- rindi kimia

Thanks bgt! Nih udh dilanjut! Ditunggu review selanjutnya;)

- askasufa

Iyaa ;;) udh dilanjut nihh~ ditunggu ya reviewnyaa

- 110401

Kkkk~ iya aku ga bisa bayangin kalo kita diposisi sehun lol. Ditunggu ya review selanjutnyaaa

- indah cqupp

Udah nihh;) iya nanti aku kasih skinship baekyeol ^^ ditunggu review selanjutnyaa owo

- SehunBubbleTea1294

Ahaha iya XD makasih yaa udh bilang ff ini keren, padahal abal-' ditunggu review selanjutnyaa~owo

Okay! Mind to RnR? .-.