~~~ Love and War in Training Camp ~~~
Pair : AoKuro / KagaKuro
Genre : Humor/Romance
Rate : M (buat jaga2)
Warning : TYPO and OOC (dikit2 banyak) | GAJE | Author nya newbie dikit (?), abal dan sarap | jika ada kesamaan alur cerita,setting,tokoh,penokohan,dan ke 9 unsur instrinsik suatu cerita didalam fic ini,maka itu adalah suatu ketidaksengajaan /ditabok | Shounen-ai menjurus ke yaoi (?) | DON'T LIKE,DON'T READ YAW
Disclaimer : Kuroko dkk punyanya Tadatoshi Fujimaki.
Written by : Terong Desu
Summary : "Training camp ini bisa memunculkan cinta diantara kalian loh" cinta seperti apa yang dimaksud Riko dan Momoi ?
…
Chapter 1 ( Flashback )
Pertarungan sengit antara keduanya pun akan dimulai. Sebenarnya apakah yang terjadi antara Aomine,Kuroko, dan Kagami ? Sepertinya ini akan menjadi perjalanan training camp yang menarik.
Chapter 2
"cih, apa maksudmu dengan mengklaim Kuroko sebagai milikmu?" ujar Kagami sinis.
"dia memang milikku…apa ada masalah ha?" jawab Aomine mantap.
Terlihat antara mata Aomine dan Kagami seperti Listrik yang saling beradu. Suhu disekitar mereka sampai – sampai mengalami tekanan tinggi.
"O-oi kalian, sudahlah ! jangan bertengkar..kita harus segera berangkat, bukannya begitu Riko – san?" bujuk Momoi.
"sepertinya ini menarik..hmm" Riko menunjukan Evil smirk nya.
"hee? Apa maksudmu Riko ! apanya yang menarik dari pertengkaran itu?!" sahut Hyuga yang tengah panic.
"yah menarik saja menurutku." Jawab Riko sambil memanyunkan bibirnya.
"tidak bisa terus begini ! harus kita hentikan." Ucap Hyuga.
"ya memang, tapi tidak semudah itu." Sahut Midorima.
"sebenarnya mudah saja ko." Ujar Riko sambil tersenyum tipis.
"huh, memangnya bagaimana?" sahut mereka bersamaan.
"Kurokocchi." Jawab Kise singkat.
"Hm, betul.. ya pertengkaran ini kan dikarenakan mereka memperebutkan Kuroko, jadi yang bisa melerai mereka hanyalah Kuroko." Ujar Riko membetulkan jawaban Kise
BOOOOONG
"sudah kuduga kalian tidak akan mengerti." Sahut Kise.
"jadi tinggal kita serahkan pada Kuroko seorang ya hmm." Ujar Hyuga.
.
.
.
"sudah kubilang Tetsu itu milikku !" Aomine mencengkram kerah baju yang dikenakan Kagami.
"cih, memangnya dia sudi menjadi milikmu?" Kagami mengepalkan tangannya yang sudah gatal ingin memukuli Aomine.
"apa yang harus kulakukan?" ucap Kuroko dalam hati.
Aomine dan Kagami saling menjelek – jelekan satu sama lain.
"Kau kira kau itu spesial baginya ? aku rasa tidak." Ejek Kagami.
"Apa yang kau bilang ! aku mengenalnya lebih lama daripada kau !" Aomine pun tak mau kalah.
Aomine dan Kagami sama – sama melayangkan pukulannya kewajah lawannya masing - masing.
Bak Buk Bak Buk Bak Buk
"hosh hosh..hah hah" napasnya mereka terengah – engah akibat kelelahan memukuli lawannya masing – masing.
Kuroko menenggelamkan wajahnya disemak suraian birunya nan indah. Sepertinya hati nya tidak senang akan hal ini. Ia mendekati Aomine dan Kagami yang tengah bertengkar itu. Namun saat Kuroko berusaha mendekati mereka…
BRAK
Kuroko terjatuh akibat senggolan dari Aomine dan Kagami yang tidak ingin mengalah.
"Kuroko ! Tetsu !" teriak Kagami dan Aomine bersamaan.
"Ku-kuroko ! apa yang terjadi !" Teriak seluruh anggota training camp panik.
"aku tidak apa – apa…." Kuroko mencoba berdiri. Terlihat darah segar mengucur deras dibagian pelipisnya.
Mereka semua terkejut akan hal yang menimpa Kuroko, termasuk Aomine dan Kagami.
"kalian jangan bertengkar lagi.. jangan bertengkar karena aku." Ujar Kuroko lembut.
"Ku-kuroko." Kagami merasa sangat bersalah, ia ingin sekali mendekap Kuroko, namun ia tidak ingin menyentuh Kuroko dengan tangan kotornya itu. Tangan yang telah menyakiti Kuroko sampai seperti ini.
"…" Aomine terdiam, yang ada dipikirannya saat ini adalah sama hal nya yang dipikirkan Kagami. Ia tidak ingin menyentuh Kuroko dengan tangan yang telah menyakitinya itu.
"Kagami-kun, Aomine-kun…"
BRUK
Sebelum menyelesaikan kalimat akhirnya, Kuroko sudah ambruk.
"TETSU ! KUROKO !"
Itu kata – kata terakhir yang dapat didengar Kuroko dari Aomine dan Kagami saat dalam keadaan pingsan.
.
.
.
Penglihatan Kuroko agak kabur. Ia ingat kalau tadi ia pingsan.
"ini dimana?" tanya Kuroko lemah.
Tempatnya mirip seperti ruangan kesehatan. Terlihat disamping sisi kiri dan kanan Kuroko, terbaring Kagami dan Aomine. Sepertinya mereka yang menjaga Kuroko sampai sadar. Kuroko tersenyum kecil melihat mereka yang tertidur pulas itu, sesekali Kuroko membelai helaian rambut keduanya.
"oyasumi~" ucap Kuroko yang ditujukan untuk ke 2 pemuda yang tengah tertidur didekatnya itu.
…
BRAK
Terdengar keras bunyi pintu yang terhempas akibat ulah gadis manis berambut pendek bermanik coklat itu.
"OHAYOU~~"
Krik Krik Krik Krik
"hah, rupanya kalian bertiga belum bangun yah, apa boleh buat." Riko sudah mengambil satu langkah menuju pintu keluar namun….
TENOOOT PRAK PRAK
"Ohayou~~ smoga cepat sembuh ya Kuroko!" ujar member training camp yang tertunda itu.
"kalian apa – apa'an sih? Pakai bawa terompet dan peralatan pesta begini, ini rumah sakit tahu." Sahut Riko kesal.
"haha, maaf maaf.. ara, mereka belum bangun…padahal kita sudah berisik sekali, tapi mereka masih bisa tidur yah." Ujar Hyuga.
"mereka… sangat manis kalau sedang tidur yah." Sahut Izuki.
"iya betul… terutama.." disambung Koganei.
"KUROKO" sahut mereka bersamaan.
Merasa namanya dipanggil, Kuroko terbangun dari dunia bawah sadarnya. Namun Kagami dan Aomine masih tertidur, sepertinya mereka memang sangat kelelahan.
"nggh.." lenguh Kuroko sembari mengucek kedua matanya.
"a-ah, maaf telah membangunkanmu." Ujar Furihata.
"ngg.. tidak apa – apa.." jawab Kuroko lemas.
"kyaaaa ! Tetsu-kun.. kau tidak apa – apa kan?" ujar Momoi yang sudah cepat – cepat ingin memeluk Kuroko.
"KUROKOCCHI !" Kise berlari menuju Kuroko dan langsung hendak memeluknya.
BRAAAK BRUUK.
Nyuuut nyuuut nyuuut
Tapi apa daya, sebelum Kise memeluk Kuroko, ia sudah dilumpuhkan oleh Aomine dan Kagami yang terganggu akan kegiatan Kise.
"aduuuh, Aominechhi, Kagamicchi, ini sakit tahu." Ujar Kise sembari mengelus – elus kepalanya yang habis – habisan dipukuli oleh duo seme kekar itu.
"jangan mendekatinya…" aura hitam pekat keluar dari tubuh Aomine dan Kagami. Ini pertanda jangan pernah menyentuh apa yang telah menjadi milik mereka. Momoi mengerti akan hal itu.
"hah, apa boleh buat… padahal aku sudah sangat ingin memeluk Tetsu-kun~" dengus Momoi kesal.
"ck, mattaku.." hela Riko.
.
"ngg, Riko – san, bagaimana dengan training camp nya? Maaf gara – gara aku, kegiatan itu tertunda." Ucap Kuroko dengan perasaan bersalah.
"ah, tidak apa – apa Kuroko – kun… training camp ini akan tetap berlangsung setelah kesembuhanmu kok." Ujar Riko sembari tersenyum.
"aku sudah sembuh." Ucap Kuroko pendek.
"Kurokocchi, kau jangan memaksakan diri." Sahut Kise.
"iya, itu benar." Disambung Midorima.
"tidak, aku memang sudah benar – benar sembuh, istirahat sebentar sudah cukup untukku." Ujar Kuroko.
"maa, kalau kau yakin begitu, kita akan berangkat kereta malam saja. Jadi kau bisa istirahat lebih lama lagi." Ujar Riko.
Kuroko mengangguk kecil.
Kagami dan Aomine hanya mendengus pelan.
"Maaf !." ujar Aomine dan Kagami berbarengan.
"Oi teme ! kau jangan mengikuti apa yang kukatakan !" bentak Kagami.
"hah, maksudmu ? yang ada kau itu yang mengikuti apa yang kukatakan chikuso !" Bentak Aomine.
Mata mereka pun sama – sama mengeluarkan aura membunuh. Kuroko menghela nafas pendek.
"kalian masih ingin bertengkar?" sahut Kuroko.
"….." hening, tidak ada yang berbicara. Mereka semua membisu satu sama lain.
"kalau begitu silahkan, aku tidak peduli lagi." Kuroko turun dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan keluar ruangan itu. Langkahnya terlihat kacau, ia berjalan sempoyongan. Tetapi walaupun begitu, Kuroko tetap meneruskan langkahnya.
Mereka semua heran, termasuk Riko dan Momoi yang saat ini sedang menganga ria. Ia tak habis pikir, bahwa Kuroko bisa mengatakan hal itu. Biasanya ia tidak seperti itu. Apa mungkin, Kuroko sudah muak karena kata – katanya tidak dianggap ?
"Ku-kuroko….." ucap Hyuga.
"Kurokocchi…." Isak Kise, ia terharu, karena akhirnya, sahabat "kesayangan" nya itu tidak peduli lagi dengan 2 pemuda bodoh itu.
"ck, kau ini." Dengus Midorima yang tahu akan jalan pikiran Kise itu.
BLAM
Pintu itu tertutup. Kuroko sudah keluar. Mereka yang masih didalam, tidak dapat melakukan apa – apa. Sepertinya Kuroko kesal. Mungkin ia butuh waktu untuk sendiri.
"maa.. itu kesalahan kalian berdua… jadi apa yang akan kalian lakukan? Terutama kau DA-I-CHAN." Ujar Momoi yang disertai penekanan saat mengucapkan nama Aomine.
"cih…." Saat ini Kagami dan Aomine sedang habis – habisan mengutuk diri mereka sendiri.
Ketegangan memang sudah mereda, namun saat ini kesuraman telah melanda ruangan yang berbau obat – obatan itu. Hening, tak ada yang berbicara.
.
.
.
Untaian sinar kecil meretas dibalik langit, terbalut awan yang masih putih bersih itu. Sejuknya angin membelai halus, kulit pemuda pemilik manik aqua – marine yang tengah berdiri di atap gedung kesehatan yang luas. Jemari lentiknya membelai helaian birunya lembut.
"apa tindakanku tadi agak berlebihan?" Ucapnya dalam hati.
Wajah datar namun banyak menyembunyikan berbagai ekspresi itu menghiasi parasnya. Ntah iya terlihat sedih, bingung, maupun kesal dan muak.
Kuroko menyentuh dadanya. Ia merasa sesak. Perasaanya kini bingung, pikirannya kacau.
"hah…. Kamisama, apa yang harus kulakukan." Lenguhnya.
.
.
.
Kuroko berjalan menyusuri lorong – lorong rumah sakit sendirian. Pergerakannya kini membaik. Saat ini ia bingung apa yang harus ia katakan saat memasuki ruangan yang sempat menegang itu.
Kieeeeeeet
Sebuah pintu terbuka kecil, pintu yang diketahui adalah ruangan Kuroko sebelumnya.
Terlihat dua sosok pemuda tengah berjalan keluar dari ruangan itu. Jalannya memang agak sempoyongan. Disekitar mereka terdapat aura suram yang pekat. Sepertinya mereka berdua tengah berduka ria.
"Kagami-kun…. Aomine-kun?" suara Kuroko mencapai mereka.
"Tetsu…." Ujar Aomine.
"Kuroko…" Disambung Kagami.
Hening ….
"Maaf….. kau tidak marah bukan?" ujar Aomine dan Kagami berbarengan.
"tentu saja." Jawab Kuroko singkat,padat,jelas namun memberikan banyak makna bagi kedua pemuda itu.
"Kuroko.."
"Tetsu…."
"ayo, kita harus bersiap – siap, bukannya nanti malam kita akan berangkat." Ucap Kuroko sembari memberikan senyuman nya kepada Aomine dan Kagami.
Kagami dan Aomine langsung berbunga – bunga mendengar ajakan Kuroko, ditambah lagi senyuman Kuroko yang membuat mereka bersemangat.
"yah, mungkin aku hanya bingung saja… aku tidak boleh membuat mereka sedih begitu." Ujar Kuroko dalam hati.
.
Kuroko memasuki ruangannya itu, ia langsung disambut ria oleh manusia – manusia yang sempat bingung akan kelakuannya tadi. Sedangkan Kagami dan Aomine masih diluar.
"keh, kau kira aku kan menyerah begitu saja…. Lihat saja Kagami, Kuroko akan menjadi milikku." Ucap Aomine dengan pede nya yang selangit itu.
"cih, kau kira kau akan menang dariku? Lihat saja !" Balas Kagami yang tidak ingin kalah.
Ternyata mereka masih belum berbaikan juga. Apakah yang akan terjadi saat perjalanan training camp yang sempat tertunda itu ?
…
HOLEE, chap 2 nya udh selese~~~
Maaf ya kalo lebih gaje dan pendek dari chap sebelumnya~~
Ane lagi dilanda stress berat, mulai dari stok kopi yang habis sampe ulum yang tinggal 2 minggu lagi QwQ /dessh
Kalo mau ngasih review silahkan,
kalo mau nge flame juga silahkan, tapi jangan menggunakan majas sarkasme,sinisme,dan ironi secara berlebihan yah /heh
Sampai bertemu di chap 3~~
Bubye~
Salam Terong.
