Title : Seonsaengnim is My Umma

Author : Parkyoonhra

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Jung Changmin, and others

Genre : Family

Chapter : 2/?

Warning : Yaoi, MalexMale, Typos, Don't like Don't read

Tiba-tiba Changmin berdiri dari duduknya dan membuat Jaejoong yang sedang membantu salah seorang anak yang makan dan semua anak menoleh kearahnya.

"Ceoncaengnim, jadilah ummaku"

.

.

Chapter 2

Changmin mengerucutkan bibirnya kesal karena permintaannya kepada guru barunya itu ditolak. Sang seonsaengnim bilang seharusnya Changmin meminta seorang yeoja cantik untuk menjadi ummanya.

"Min gak mau! Min maunya ceoncaengnim yang jadi umma Min!" padahal Changmin sudah berteriak keras menyuarakan keinginannya namun guru cantiknya itu masih tidak mengabulkan permintaan bocah penyuka makanan itu.

Saat ini Changmin tengah berdiri di depan pintu TK memandangi Jaejoong dengan deathglare terbaik miliknya sambil melipat kedua tangannya di depan dada (Changmin mengikuti gaya appa-nya ketika sang appa sedang marah kepadanya). Namun, seberapa menakutkan tatapan dari bocah menggemaskan itu tentunya tidak membuat Jaejoong beralih menatap Changmin karena Jaejoong kini sedang sibuk menenangkan teman sekelas Changmin yang sedang menangis hebat karena tidak ingin berpisah dari Jaejoong – guru baru mereka yang cantik.

Changmin menghentakkan kakinya kesal saat melihat Jaejoong mengelus kepala anak itu sayang dan kemudian anak itu memeluk tubuh ramping Jaejoong. Changmin sudah tidak tahan! Changmin tidak suka (calon) umma-nya disentuh orang lain. Posesif, eoh? Benar-benar tipikal seorang Jung. Ckckck.

Changmin berlari kencang menuju kearah Jaejoong yang masih memeluk Donghae – teman sekelas Changmin. Changmin menjauhkan tubuh Donghae dari Jaejoong dan melindungi Jaejoong di belakang tubuh kecilnya.

"Changmin!" Jaejoong terpekik kaget saat melihat salah satu anak muridnya yang tiba-tiba datang dan merusak momen indah guru-murid antara dirinya dan Donghae. Donghae yang ditarik menjauh secara tiba-tiba pun kaget dan kembali menangis.

"Dacal cengeng" ejek Changmin.

Donghae kemudian diajak pulang oleh umma-nya meninggalkan Changmin yang tengah diberi tatapan tajam dari Jaejoong.

"Kau tidak boleh mengejek temanmu seperti itu, Changmin-ah. Lihat, Donghae menjadi sedih dan menangis" Jaejoong mencoba memberi pengertian kepada bocah berusia lima tahun di depannya itu.

"Hae cuka cama ceoncaengnim" ucap Changmin.

Jaejoong mengerutkan kedua alisnya. Dan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi tubuh Changmin. "Lalu?"

"Nanti kalo Hae mau ceoncaengnim jadi umma-nya Hae juga gimana? Min maunya ceoncaengnim jadi umma-nya Min bial bica macakin Min yang enak tiap hali"

Jaejoong menggelengkan kepalanya mendengar celotehan Changmin dan mencoba mengerti apa yang dikatakannya. Sebagian besar Jaejoong mengerti. Masalah umma lagi, kan?

"Dengar, Donghae tidak mungkin meminta seonsaengnim menjadi umma-nya. Donghae kan sudah punya umma"

Changmin mengingat yeoja cantik yang tadi mengajak Donghae pulang. Tentu saja!

"Yeay! Jadi, ceoncacengnim cekalang umma-nya Min" ucapnya girang.

"Aniya" tolak Jaejoong tegas.

"Waeeeeeeee?" Jaejoong berusaha keras untuk tidak tertawa gemas melihat wajah Changmin yang tengah merajuk. Sangat menggemaskan! Tapi Jaejoong harus bersikap tegas.

"Kan seonsaengnim sudah bilang. Seonsaengnim ini seorang namja jadi tidak mungkin menjadi umma-mu, Changmin-ah"

Jaejoong benar-benar tidak tega melihat genangan air mata yang sudah mengumpul di pelupuk mata Changmin.

"Tapi Min maunya ceoncaengnim yang jadi umma Min"

Changmin hanya ingin Jaejoong yang menjadi umma-nya. Changmin tidak mau orang lain. Apalagi nenek sihir berbedak tebal yang sering genit kepada appa-nya. Changmin tidak mau yeoja itu yang menjadi umma-nya.

"Permisi"

Changmin dan Jaejoong mengalihkan pandangan mereka kepada seorang yang tiba-tiba muncul. Seorang yeoja dengan rok mini dan baju yang melekat erat di tubuhnya.

Baru saja Changmin memikirkan nenek sihir itu, eh orangnya beneran muncul.

"Aku datang untuk menjemput Jung Changmin"

Changmin segera bersembunyi di belakang tubuh Jaejoong saat yeoja itu menyebut namanya.

"Changmin?" Jaejoong bingung melihat reaksi Changmin saat bertemu dengan yeoja ini.

"Min gak kenal nenek cihil itu" ucap Changmin sambil menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Jaejoong.

"Apa yang kau katakan, Changmin-ah? Kau tidak ingat aku? Ahra noona yang cantik" walaupun sedikit kesal karena anak bos-nya yang memanggil dirinya 'nenek sihir', Ahra mencoba untuk bersabar untuk menghadapi bocal senakal Changmin.

"Maaf, tapi anda siapa?" tanya Jaejoong.

Ahra menatap namja cantik walaupun tidak secantik dirinya (menurut dirinya sendiri) yang tengah berdiri di depannya itu. Namja cantik itu memeluk tubuh kecil Changmin yang ada dibelakangnya.

Ahra sedikit mengibaskan rambut indahnya. (-.-")

"Aku Go Ahra, sekretaris Tuan Jung Yunho yang ditugasi untuk menjemput Jung Changmin, anaknya"

Jaejoong memperhatikan penampilan Ahra yang sedikit ekstrim untuk seorang sekretaris.

"Kajja, Changmin-ah. Kita harus segera sampai di kantor appa-mu" ajak Ahra sambil mengulurkan tangannya kearah Changmin yang pastinya tidak disambut tangan bocah evil itu XD. Sampai tangan Ahra pegal dibuatnya.

"Nanti kita akan beli es krim, otte?" tanya Ahra memancing minat bocah penggila makanan itu. Terbukti berhasil karena terlihat Changmin mau keluar dari belakang tubuh Jaejoong saat mendengar kata 'es krim'. Ahra tersenyum menang. 'Kena kau bocah' pikirnya.

Tapi Changmin tidak menghampiri Ahra, melainkan berdiri tepat di depan Jaejoong.

"Jadi, seonsaengnim mau jadi umma Min kan?" tanya Changmin sekali lagi memastikan.

Jaejoong menghela napas frustasi. Sepertinya sangat sulit untuk berdebat dengan bocah ini.

"Kalau Changminnie jadi anak baik, seonsaengnim akan memikirkannya"

Jawaban yang keluar dari bibir Jaejoong mengundang cengiran lebar Changmin. Bocah yang memiliki tinggi diatas rata-rata anak seusianya itu memekik senang. Yang ada dipikiran Changmin adalah kalau dirinya menjadi anak baik, Jaejoong mau menjadi ibunya. Bukan masalah. Changmin anak baik, aniya?

Akhirnya setelah memeluk dan mencium pipi seonsaengnim – yang akan segera menjadi ummanya – Changmin pergi meninggalkan TK dan Changmin masih melambai-lambaikan tangannya kepada jaejoong saat mobil sudah mulai bergerak menjauhi jaejoong yang masih berdiri di depan pagar TK.

^_^ Seonsaengnim is My Umma ^_^

Changmin memang hanya tinggal berdua dengan sang appa. Tapi biasanya sepulang sekolah ia akan dijemput oleh sang halmoni dan menghabiskan waktu hingga appa-nya pulang kantor di rumah kakek-neneknya. Changmin sangat senang berada di rumah kakek-neneknya karena walaupun sang halmoni tidak pandai memasak, Jung Heechul – sang halmoni – akan membelikan banyak makanan yang enak untuk memuaskan hasrat perut Changmin yang sangat besar. Lalu, sore harinya ia akan bermain sampai puas dengan Kyuhyun yang tinggal tidak jauh dari rumah kakek-neneknya.

Tapi tiga minggu belakangan sang halmoni tidak bisa menjemputnya. Kata sang appa, halmoni dan harabojinya sedang pergi ke suatu tempat yang bernama hawai untuk kembali mengenang masa muda mereka. Changmin tidak terlalu mengerti tapi Changmin sangat kesal saat mengetahui yang menggantikan halmoni menjemput dirinya adalah sekretaris genit appa-nya. Sepulang sekolah Changmin akan ke kantor appa-nya dan ia bisa menyaksikan betapa gigihnya Ahra menggoda appa-nya di kantor.

Setibanya di kantor sang appa, Changmin segera berlari menuju sebuah ruangan yang sudah dihafalnya, meninggalkan Ahra yang sedang menangisi dompetnya yang semakin menipis karena memuaskan nafsu makan besar yang dimiliki Changmin. Changmin menghabiskan 5 porsi jumbo es krim beraneka rasa saat Ahra menaktrir bocah itu.

"Chun jucchi~~~" panggil Changmin. Changmin sangat menyukai ajusshi-nya yang satu ini.

Yoochun mengelus-elus dadanya yang terkaget karena mendengar suara Changmin yang tidak bisa dibilang pelan. Yoochun menyayangi anak sahabatnya ini tapi tidak menyukai saat dimana Changmin menerobos masuk ke ruangannya dan memalaknya layaknya rentenir.

"Changmin-ah~ kau seharusnya memberi salam padaku terlebih dahulu sebelum mengulurkan tanganmu seperti supir taksi yang meminta bayaran begitu" omel Yoochun. Changmin hanya menyengir, menunjukkan gigi-gigi putihnya yang rapi.

Kemudian Yoochun mengeluarkan sebungkus coklat dan memamerkannya ke hadapan Changmin yang tengah menatapnya lapar.

"Eits … kau harus berjanji apa dulu?" Yoochun segera menghalau tangan Changmin yang akan meraih coklat di tangannya. Menagih janji agar bocah evil itu tidak membuat keonaran di ruang kerjanya.

"Min janji tidak akan nakal, tidak akan belicik, dan tidak akan mengganggu pekeljaan Chun jucchi"

"Good boy" Yoochun menyerahkan coklat itu kepada Changmin.

"Min kan anak baik" ucap Changmin saat merampas coklat itu dari tangan Yoochun dengan kecepatan cahaya(?) membuat sang ahjussi terbengong menyaksikan kecepatan tangan Changmin.

Yoochun langsung meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Changmin setelah melihat Changmin yang duduk tenang di sofa di ruangannya sambil memakan coklatnya.

Setelah menghabiskan coklatnya, Changmin melihat Yoochun yang sedang berdiri di depan lemari – memeriksa beberapa file perusahaan.

Tidak ingin mengganggu pekerjaan ahjussi-nya Changmin memilih untuk bermain sendiri. Lalu ia mengeluarkan sebuah spidol berwarna merah kesukaannya. Setelah itu, Changmin celingak-celinguk mencari kertas yang bisa ia gunakan untuk menggambar. Dengan asal tangan kecilnya meraih beberapa lembar kertas dari meja kerja Yoochun dan mulai menggambar diatasnya.

Setelah bosan menggambar, Changmin bangkit dan berjalan keluar ruangan Yoochun.

"Chun jucchi, Min pelgi ya~" pamitnya.

"Ya! Apa seperti itu caranya kau pergi, eoh? Ya! Changmin-ah!" Yoochun berteriak memanggil Changmin yang main pergi begitu saja setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Astaga, anak itu benar-benar …

^_^ Seonsaengnim is My Umma ^_^

Yunho masih berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk. Sesekali ia memijit peliipisnya yang terasa pening. Badannya terasa sangat letih tapi ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa cepat pulang bersama Changmin. Ngomong-ngomong tentang Changmin, Yunho belum melihat anaknya yang manis itu setelah ia menyuruh Ahra untuk menjemputnya. Mungkin Changmin sedang berkeliling kantornya seperti biasa, mendatangi setiap pegawainya dan meminta jatah makanan dari mereka (-.-"). Yunho hanya berharap semoga Changmin tidak berulah.

BRAAAAAAAAK

Suara gebrakan dari pintu ruangannya membuat Yunho mengakhiri tanda tangannya dengan sebuah garis lurus yang panjang.

"Astaga, Park Yoochun! Bisakah kau masuk ruangan atasanmu dengan cara yang lebih sopan selain mendobrak pintu ruanganku?"

Yunho mengomeli Yoochun yang seenak jidatnya masuk ruangannya tanpa etika, tapi sepertinya sahabatnya itu tidak peduli dan malah menyodorkan beberapa lembar kertas ke hadapannya. Yunho meraihnya dan mencoba menelaah isi kertas tersebut.

"Astaga! Apa yang kau lakukan dengan kontrak kita dengan perusahaan Choi Group, Yoochun-ah?" bagaimana Yunho tidak memekik kaget saat melihat kontrak berharga mereka dengan beberapa perusahaan besar telah 'berhiaskan' gambar-bambar abstrak berwarna merah. "Kau ingin membuat perusahaan kita bangkrut?"

Yoochun yang diberi tatapan tajam dari Yunho hanya menghela nafas frustasi.

"Katakan itu pada anak kesayanganmu itu, hyung" ucap Yoochun. "Itu hasil perbuatan Changmin"

Yunho membulatkan matanya tidak percaya. Astaga. Anaknya benar-benar membuat masalah.

Yunho mengusap wajahnya kasar. Rasanya ia sangat ingin berteriak.

Yoochun memperhatikan sahabatnya itu. Yunho terlihat sangat mengenaskan. Sudah berapa hari duda beranak satu itu tidak tidur? Melihat terdapat lingkaran hitam yang menggantung di bawah matanya. Dan sudah berapa lama namja bermata musang itu tidak bercukur? Yoochun bisa melihat rambut-rambut halus di sekitar dagunya.

"Kau harus segera mencari istri, hyung" pernyataan yang terlontar dari mulut Yoochun sontak membuat namja tampan itu menatap sahabatnya dengan tatapan 'apa maksudmu?'

"Aku serius, hyung. Kau butuh seseorang untuk mengurusmu dan mendidik Changmin agar menjadi anak yang … ehm … baik?" ucap Yoochun sedikit ragu.

"Jadi menurutmu Changmin bukan anak baik, begitu?" tanya Yunho sedikit tersinggung.

"Bukan seperti itu, hyung. Changmin anak yang baik tapi menurutku Changmin butuh seseorang yang bisa menemaninya bermain sehingga ia tidak bosan dan berbuat hal yang aneh-aneh" terlihat Yunho masih belum bisa menerima perkataan Yoochun sepenuhnya namun Yunho hanya diam, tidak tahu harus merespon apa.

"Listen, hyung. Kantor bukan tempat yang baik untuk Changmin bermain. Dia seharusnya dirumah sepulang sekolah, mengerjakan PR-nya, tidur siang atau bermain dengan mainannya"

Yunho menghela napas. "Kau tahu kan kalau Changmin biasanya memang melakukan hal itu, Chun. Tapi umma dan appa-ku sedang pergi berlibur sehingga tidak bisa menjaga Changmin dan aku harus membawanya ke kantor karena aku tidak bisa membiarkan anakku sendirian di rumah"

"Itu masalahnya" Yoochun menjentikkan tangannya. "Seharusnya Changmin berada di rumah bersama umma-nya bukan orang tuamu, hyung"

Yunho terlihat mulai tidak meyukai arah pembicaraan mereka.

"Tidakkah kau pernah merindukan saat-saat kau lelah pulang dari kantor dan ada seseorang yang menyambut kepulanganmu dengan senyum indahnya, menyiapkan air hangat untukmu mandi dan makan malam untukmu, membangunkanmu di pagi hari dan menyiapkan keperluanmu untuk pergi ke kantor?"

"Oke, Chun. Aku tahu kau itu masih pengantin baru dengan Junsu jadi jangan membawa cerita pribadimu ke hadapanku. Lagipula selama ini aku bisa mengurus diriku sendiri" deklar Yunho.

Yoochun tersenyum mengejek. "Kau bilang kau bisa mengurus dirimu sendiri, hyung? Lihat saja dirimu. Kau sangat tidak terurus, hyung"

Yunho memperhatikan kembali penampilannya. Oke, tadi pagi ia memang terburu-buru menyiapkan diri untuk pergi ke kantor sehingga asal mengambil pakaiannya yang ada di lemari, menyisir dan memakai sepatunya di dalam mobil. Ia baru menyadari kalau ia menggunakan dasi yang sangat tidak cocok dengan warna kemejanya dan ia baru sadar kalau ia menggunakan kaus kaki yang berbeda warna di kakinya!

Yunho menepuk dahinya pelan menyadari kebodohanya sedangkan Yoochun tersenyum puas karena sahabatnya mulai sadar.

"See? Kau butuh seorang istri untuk mengurusmu dan Changmin membutuhkan seorang umma untuk megurus keperluan sekolahnya, menyiapkan bekal makan siang, menjemputnya ke sekolah, membacakannya cerita, mengajaknya bermain, menidurkannya dan memanjakannya"

Yunho terdiam mendengarkan perkataan Yoochun.

"Entahlah, Chun. Kurasa aku masih bisa membesarkan Changmin sendirian dengan bantuan orang tuaku. Lagipula Changmin tidak pernah menanyakan tentang umma-nya"

Yoochun merasa berbicara dengan seorang Jung Yunho merupakan hal yang sia-sia.

"Kurasa cepat atau lambat ia akan bertanya"

BRAAAAAAAAAK

Sekali lagi pintu ruangan Yunho terbanting dengan cukup keras dan Yunho rasa ia harus segera mengganti pintunya dengan yang baru.

"APPA!" Changmin berlari memasuki ruangan appa-nya dan memeluk appa-nya itu.

Yunho menciumi wajah Changmin dan mengangkat bocah gembul itu tinggi-tinggi membuatnya tertawa senang.

"Darimana saja kau? Kenapa baru ke ruangan appa sekarang?" tanya Yunho pada Changmin.

Changmin menjawab dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

"Tadi Min habis dali tempatnya Chungmin ahjucchi, Ciwon ahjucchi, Chindong ahjucchi cama yang lain. Telus Min dikacih banyaaak cekali makanan campe pelut Min kenyang" Changmin menunjukkan perutnya yang sedikit membuncit kepada appa-nya. Mendengar cerita Changmin, Yunho bisa membayangkan bagaimana nasib pekerjaan karyawannya yang sudah didatangi Changmin. Hhhhh …

"Dasar food monster" bisik Yoochun dengan suara serendah mungkin. Kalau Yunho mendengarnya, bisa tamat riwayat Yoochun.

"Appa, Min mau umma" Yunho terkejut bukan main mendengar perkataan Changmin. segera ia alihkan pandangannya dan menemukan Yoochun yang tengah tersenyum lebar dan Yunho bisa menangkap mata Yoochun yang seakan-akan mengatakan 'benar kan apa yang aku bilang?'

Yunho kembali menatap mata polos yang ada di hadapannya itu. "Apa maksudmu, Changmin-ah?"

"Min mau ceoncaengnim jadi umma Min" pintanya.

Kemudian Changmin menceritakan tentang guru barunya yang cantik, ramah dan baik hati di sekolah. Tak lupa tentang masakannya yang sangat enak dan membuat Changmin langsung jatuh cinta.

"Kurasa kau harus segera menikahi guru baru Changmin itu, hyung. Sepertinya ia benar-benar tipikal calon istri yang sempurna" komentar Yoochun setelah mendengar cerita Changmin.

"Ya! Mana bisa aku langsung menikah dengannya, bertemu saja belum pernah"

"Kan yang penting Changmin senang" jawab Yoochun asal.

Dan rasanya Yunhho sangat ingin menjitak kepala sahabatnya itu.

"Tapi, appa. Min cangat ingin ceoncaengnim jadi umma Min"

Yunho menghela napas mendengar permintaan Changmin. Sangat sulit menolak permintaan anaknya itu kalau Changmin sudah mengeluarkan jurus puppy eyes miliknya biasanya Yunho akan segera bertekuk lutut di hadapannya.

"Kita lihat nanti ya" Yunho berusaha membujuk Changmin. Tapi itu bukan jawaban yang diinginkan Changmin. Changmin butuh jawaban yang pasti!

Changmin mulai menangis keras dan merengek meminta seonsaengnimnya menjadi umma-nya. Yoochun berpikir kalau tangisan Changmin bisa saja memecahkan seluruh jendela yang ada di kantor mereka. Yoochun menutup telinganya mendengar suara tangisan Changmin sedangkan Yunho masih berusaha menenangkan anaknya itu.

"Baiklah, baiklah. Kita akan meminta seonsaengnim menjadi umma-mu" kata Yunho pada akhirnya.

"Jeongmal?" seketika tangis Changmin berhenti dan tergantikan dengan tatapan yang penuh harap di wajahnya.

"Ne" jawab Yunho pasrah.

Changmin berteriak senang dan Yoochun yakin melihat seringai evil terpampang jelas di wajah bocah lima tahun itu. Yoochun jadi berpikir kalau Changmin bisa saja memenangkan sebuah award untuk acting-nya barusan.

.

.

.

TBC

Author's note : Alhamdulillah saya masih bisa menulis chapter 2 Seonsaengnim is my umma~ ff ini ringan tapi saya bingung menuliskannya. Saya mulai merasakan kesulitan untuk menulis lho! Cerita mah udah kebayang di kepala tapi susah nulisnya XD. Saya akan berusaha apdet cepat soalnya saya juga ga nyangka kalo ff ini ckp digemari byk org pdhl ini iseng2 nulisnya XD mgkn ini power of Chibi!Min kali yak? Hahaha. Saya juga suka Min disini. Yg minta yunjae moment tlg sabar yaw maap kalo yunjae momennya blm keluar, saya sepertinya harus mencari seorang guru utk bisa menulis romance -,- Yasudahlah, apapun yg terjadi yg penting Changmin senang(?)

Terimakasih utk semua reader yg sudah meluangkan waktu kalian yg berharga utk membaca, me-review, mem-fav, mem-follow ff ini semoga kebaikan kalian dibalas lebih byk olehNYA^^

Special Thanks for:

jung neul neul, gwansim84, missjelek, YunHolic, Yjboo, Jaejung Love, nunoel31, Edelweis¸Nakahara Grill¸ pumpkinsparkyumin, Lady Ze, Kitty Princess YJ, Aje Willow Kim, Aje Willow Kim, yoon HyunWoon, riska0122, VoldeMIN vs KYUtie¸ahraya love henry, Hana - Kara, anastasya regiana, DeLoAniMan U-know, lipminnie, Kyuhyuk07, myeolchi gyuhee, jae sekundes, Anik0405, Dipa Woon, niaretha, zia, kimyo, OktavLuvJaejoong, tukangbaca, MaghT, shiro20, min, Zen Ikkika, SunnyHeells, anf, imekaJung, shotix, diyas, BlaueFEE, haru-chan, ajid yunjae, gdtop, toshi-chan, Glowing, BooMilikBear, Angel Muaffi, shendylopyunjae, Rara, kim eun neul, Star Litz, vampireyunjae, Kim RyeoSungHyun, Nee-chan CassieBigeast, lanarava6223, fuyu cassiopeia, azahra88, Taeripark, DBSJYJ, akiramia