Jeon Wonwoo or Another Jeon?

(Meanie)

Mingyu pulang kerumah dan menemukan semua member mengerumuni kamarnya. Mingyu langsung menaruh kunci mobilnya sembarangan dan berjalan tergesa menuju kamarnya. Perasaan tidak enak tiba-tiba menyerang hatinya. Ia menerobos para member, masuk kekamarnya, dan menemukan Wonwoo sedang tertidur dengan infus menancap di tangan kurusnya. Disamping Wonwoo ada Jeonghan dan Seungcheol.

"H-hyung.." panggil Mingyu. Ia melangkahkan kakinya mendekati ranjang dimana kekasihnya itu sedang terbaring lemah.

"Jangan dekati dia!" bentak Jeonghan. Mingyu berhenti dan menatap Jeonghan tidak terima. Jeonghan balik menatap Mingyu tajam, membuat Seungcheol mengurut keningnya. Kalau begini bagaimana masalah Mingyu dan Wonwoo bisa selesai.

"Bisakah kita biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka saja? Jangan malah memperkeruh suasana, Hyung.." lerai Hoshi yang berada di pojok kamar. Jeonghan menatap Hoshi tajam, yang ditatap hanya mengendikkan bahunya. Jeonghan menatap Seungcheol, namja itu malah mengangguk mengiyakan ucapan Hoshi. Jeonghan mendengus, lalu berdiri dan keluar dari kamar Mingyu dengan langkah besar tanda dia kesal.

"Akan kuurusi dia... sekarang selesaikan masalahmu dulu.. uhm, sebaiknya nanti saja, Wonwoo baru saja istirahat.. penyakitnya sedang kambuh karena dari tadi belum makan.." ujar Seungcheol. Mingyu menangguk dan duduk dipinggiran ranjang. Seungcheol tersenyum dan keluar, diikuti para member kecuali satu orang.

"Kenapa kau masih disini, Hyung?" tanya Mingyu kepada Jun. Jun tersenyum dan mendekati Mingyu, meremas pundak Mingyu.

"Ku mohon, jangan ulangi sifat burukmu itu.." nasihat Jun lalu keluar. Mingyu membelalakkan matanya, lalu terkekeh. Ternyata sudah menyebar ke semua membernya, apa Mingyu sebegitu mudahnya ditebak? Entahlah. Mingyu melirik pada namja yang sekarang sudah tertidur dengan begitu pulasnya, tangannya terulur untuk menggenggam tangan Wonwoo. Sekarang hanya Wonwoo dan selamanya hanya Wonwoo.

_Jeon Wonwoo or Another Jeon?_

Mingyu memasuki kamarnya dan menemukan pujaan hatinya sudah mulai membuka matanya. Ia tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati ranjang Wonwoo. Ia meletakkan nampan yang ia bawa dimeja belajar. Mingyu menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. Kalau tidak ingat dia disidang di ruang tengah oleh ke-10 member dan mendapatkan teriakan nyaring dari Jeonghan, dia tidak akan berani memasuki kamarnya sekarang karena malu menghadapi Wonwoo.

"Gyu..." panggil Wonwoo. Mingyu membalikkan badannya dengan cepat. Wonwoo menatap Mingyu penuh tanda tanya. Dengan menghela napas, Wonwoo berusaha untuk duduk, Mingyu langsung membantu Wonwoo.

"Hati-hati, Hyung.." ucap Mingyu. Setelah duduk dengan nyaman, Wonwoo menatap kekasihnya yang masih menunduk itu. Wonwoo tersenyum, lalu menggenggam tangan Mingyu. Mingyu yang masih menunduk itu langsung mendongak dengan pandangan kaget.

CUP

Mata Mingyu membola begitu Wonwoo menempelkan bibir mereka. Berhasil menguasai keadaan dan menguasai diri, Mingyu mulai melumat bibir Wonwoo. Tangannya merambat ke punggung kurus kekasihnya.

CKLEK

"YAK KIM MINGYU, MATI KAU!"

_Jeon Wonwoo or Another Jeon?_

Mingyu duduk dimeja belajar yang cukup jauh dari Wonwoo. Disebelah kanan dan kiri Mingyu ada Dino dan Vernon yang dipanggil langsung oleh Jeonghan untuk menahan Mingyu. Mingyu sendiri sudah mengerucutkan bibirnya. Aish, nenek sihir itu, awas saja, Mingyu akan menggunduli rambutnya dan mengacak-acak wajah cantiknya itu. Ia melihat kearah Wonwoo yang melihatnya dengan cekikikan.

"Jeonghan hyung, ayolah, aku ingin bersama Wonwoo hyung.." pinta Mingyu. Jeonghan menggeleng, masih setia menyuapi Wonwoo. Mingyu mendengus lalu melirik kedua dongsaeng mereka yang entah kenapa hari ini sangat pro dengan Jeonghan.

"Vernon-ah, lepaskan aku, nanti akan ku belikan satu paket ayam goreng.." bujuk Mingyu setengah berbisik. Kali ini pasti berhasil, mengingat bule polos yang berdiri disampingnya ini sangat suka dengan ayam goreng.

"Tidak! Ini hukuman karena sudah menyakiti Wonwoo hyung sampai penyakitnya kambuh lagi.." tolak Vernon. Dino yang mendengar itu terkikik begitupun pula dengan Wonwoo. Sedangkan Mingyu malah semakin memajukan bibirnya. Sepertinya Mingyu harus menahan keinginannya untuk berdua dengan Wonwoo sampai Jeonghan pergi.

30 menit kemudian, Jeonghan telah selesai menyuapi Wonwoo, memberikan obat, dan mengatur infusnya. Mingyu mendesah lega, dan melirik kedua dongsaeng yang mengurungnya ini dengan pandangan tajam. Jeonghan berdiri dan keluar dari kamarnya setelah sebelumnya memberikan pandangan tajam kepada Mingyu. Mingyu tersenyum penuh kemenangan dan berjalan menuju ranjang Wonwoo.

"Sampai kau menciumnya, akan kubunuh kau Kim Mingyu!" desis Jeonghan sebelum benar-benar meninggalkan kamar Mingyu dan Wonwoo. Mingyu mengangguk semangat dan melirik Wonwoo. Wonwoo tersenyum dan mendekat kearah Mingyu.

"Jangan sakit lagi.." ujar Mingyu sambil menarik pinggang Wonwoo mendekat kearahnya. Wonwoo meletakkan kepalanya dipundak Mingyu dan mengangguk. Mingyu tersenyum, lalu hening. Baik Mingyu maupun Wonwoo memilih diam dan memikirkan masalah mereka masing-masing.

"Gyu..." panggil Wonwoo memecah keheningan. Mingyu menolehkan kepalanya, wajahnya dan Wonwoo terlampau dekat. Mingyu hampir saja kehilangan kontrol dirinya jika tidak ingat kata-kata Jeonghan.

"Wae?" tanyanya. Wonwoo menggembungkan pipinya. Aish, kalau begini bagaimana Mingyu bisa mengontrol dirinya lebih lama lagi. Wonwoo adalah godaan, dan begitu bodohnya dia sudah tergoda dengan Jungkook, padahal Wonwoo jauh lebih menggoda daripada Jungkook.

"Jungkook, apa tidak apa-apa kau bertemu denganku? Bagaimana dengan Jungkook?" tanya Wonwoo. Mingyu tersentak lalu menjauhkan dirinya. Ia menghadap Wonwoo dan menatap namja emo itu tajam.

"Jangan pikirkan masalah Jungkook, aku dan Jungkook, sudah selesai.. sekarang hanya ada kau dan aku, Hyung.." jawab Mingyu. Wonwoo terkekeh lalu menggenggam tangan Mingyu.

"Aku sudah bisa ikhlas kau dengan Jungkook. Aku akan terima kenyataan jika aku memang membosankan karena terlalu cuek.." jawab Wonwoo. Mingyu menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia menggenggam tangan Wonwoo.

"Hyung, dengarkan aku, aku sungguh menyesal sudah menjalin hubungan dengan Jungkook, aku lebih malu lagi ketika tahu semua member termasuk kau mengetahui apa yang ku perbuat.. tapi sekali lagi, Jungkook tadi mengingatkanku akan perjuanganku mendapatkanmu.." jelas Mingyu. Wonwoo tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Ia menangkup pipi Mingyu dan memaksa namja tan itu menatapnya.

"Sekarang jawab pertanyaanku, aku atau Jungkook? Jeon Wonwoo or another Jeon?" tanya Wonwoo. Mingyu tersenyum dan mengecup singkat bibir Wonwoo.

"Kenpa kau bertanya hm? Tentu saja Jeon Wonwoo.." jawab Mingyu mantap. Wonwoo tersenyum dan memeluk Mingyu erat. Hm, hubungan mereka memang begini, Mingyu yang populer dikalangan para uke, dan dirinya yang selalu membuat Mingyu cemburu karena dekat dengan Jun.

"Jun hyung dan aku, aku minta maaf karena sudah membuatmu cemburu, aku.. aku.. aku tidak bisa jauh darinya, kita member dan kita tidak bisa saling menjauh.." jelas Wonwoo gugup. Gugup karena memilih kata yang tepat agar Mingyu tidak mengamuk lagi padanya. Mingyu terkekeh dan memeluk Wonwoo serta menghujani kepala namja emo itu dengan ciuman hangat.

"Sekarang aku yang bertanya, Wen Junhui atau Kim Mingyu?" tanya Mingyu. Wonwoo mendongak, menatap kekasih tannya yang kini jaraknya kurang dari 10 cm.

"Hmm, Wen Junhui.." jawab Wonwoo lalu dengan cepat menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Mingyu. Mingyu terkekeh dan melepaskan pelukannya, memaksa Wonwoo untuk menatap dirinya.

"Katakan padaku, apa itu serius?" tanya Mingyu sambil menahan tawa. Wonwoo tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ia mengalungkan lengannya pada leher Mingyu, mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir Mingyu.

"Tentu kau, dan hanya kau.." jawabnya. Mingyu tersenyum puas. Kalau begini, orang seimut Jungkook, se seksi dan seberisi Eunha, akan lewat jika dibandingkan dengan Wonwoo. Benar memang, dikala dia bosan dengan tingkah Wonwoo yang cuek dan tsundere, Mingyu harus mengingat bagimana dia berjuang mendapatkan Wonwoo. Karena itu, jika dia sampai tergoda dengan hal-hal lain yang mengancam hubungan mereka, maka dipastikan Mingyu akan mengubur dirinya hidup-hidup ditanah karena malu berhadapan dengan Wonwoo.

"Kau melamun? Kenapa?" tanya Wonwoo. Mingyu menggelengkan kepalanya dan menatap Wonwoo dalam. Benar, dunianya memang berada di Wonwoo. Entah jadi apa Mingyu jika Wonwoo tidak berada disampingnya seperti sekarang.

"Kau tahu jika aku mencintaimu, Hyung?" -Mingyu

"Kau pasti sudah tahu jawabannya.." –Wonwoo

"Bisa kau katakan sekali lagi?" –Mingyu

"Permintaanmu aneh, Gyu.. tapi baiklah, aku juga mencintaimu..." –Wonwoo

Dan dengan itulah Mingyu memeluk Wonwoo erat sekali, seakan lama sekali mereka tidak bertemu. Masalah ini, ini terakhir kalinya Mingyu melakukannya. Tidak, ia tidak ingin Wonwoo sakit lagi karenanya, melihat Wonwoo menangis, sama saja membunuhnya perlahan. Namja ini, namja ini yang sudah menjungkir balikkan dunia Mingyu. Namja ini pula yang sudah membuat Mingyu mengerti apa arti dari kesetiaan. Sejauh apapun Mingyu mengkhianatinya, pada akhirnya Wonwoo seperti mempunyai magnet tersendiri untuk membuat Mingyu kembali padanya.

_END_

::: Coretan Author :::

Haloha.. ada yang merindukan author? Tidak adakah? Yasudahlah author tabah hemm, memang sudah lama author tidak pernah dirindukan oleh siapapun #pundung

Ini chapter finalnya ya? Author gak bisa bikin masalahnya semakin rumit ya reader-nim, jujur author banyak masalah, ini author habis menjalani operasi kecil, jadinya author sempatin buat bikin final chapternya. Maaf kalo author bikin kalian kecewa #bow

Itu saja, oh ya, reader-nim yang keterima di UB, ayo kapan-kapan kita meet up, biar bisa saling memberi ide dan menjalin silaturahmi juga..

Jangan lupa like and review reader-nim.. #bow