SasuSaku And Baby
.
Uchiha Sasuke & Haruno Sakura
.
Nisha_gaem407
.
.
.
"Ah! Aku bisa terlambat!" Terdengar teriakan seorang pemuda berambut raven dengan bentuk pantat ayam kebanggaannya.
Ditatapnya seorang mahluk kecil yang sedang berbaring sambil tersenyum polos ke arahnya dengan tatapan memelas.
Memelas? Seorang Uchiha sepertinya memelas? Apa kata dunia jika seorang Uchiha sepertinya memelas? Kepada seorang balita pula.
"Aish... Aku tak perduli!" Disambarnya tasnya yang tergeletak pada meja belajar yang tepat berada di sampingnya dan segera berlari keluar kamar, berniat meninggalkan Ryu sendirian.
KRIET
Setengah pintu telah dibukanya, tapi entah kenapa kakinya terasa berat untuk melangkah.
Dialihkan pandangannya pada kamarnya yang ada pada lantai atas. Di satu sisi ia tak ingin membawa Ryu ikut dengannya, tapi disisi lain ia juga tak tega meninggalkan Ryu sendirian di rumah.
Ia tahu dirinya egois dan selalu mementingkan kepentingannya sendiri, tapi ia juga tak setega itu meninggalkan seorang balita yang bahkan belum tahu bagaimana caranya bicara dan berjalan.
"Huh... Terpaksa."
Satu masalah terselesaikan. Setidaknya Ryu akan lebih aman bersamanya daripada sendirian di rumahnya yang besar. Tapi ada satu masalah lagi yang muncul. Jangan sampai ia diusir dari sekolahnya hanya karena membawa seorang balita bersamanya.
"Urgh... Aku terlambat lagi." Sasuke mendesis kesal begitu melihat keadaan sekolah yang sudah sepi.
"Itu semua karenamu." Ia menunjuk kesal Ryu yang berada dalam tas gendongannya di depannya. Ryu tersenyum menggemaskan, tapi itu malah membuat Sasuke ingin meremas anak itu.
Untung saja tadi penjaga sekolahnya tidak ada di pintu masuk, sehingga ia bisa memarkirkan motornya dengan aman, tanpa ada yang mengetahui ia membawa seorang setan kecil bersamanya. Yah, setidaknya untuk saat ini. Ia tak tahu apa yang akan terjadi sebentar.
Dengan perlahan, bahkan sangat perlahan, Sasuke mengendap-ngendap untuk bisa sampai ke kelasnya agar tak ketahuan oleh guru jaga.
Dan beberapa menit setelahnya, ia berhasil lolos dan sekrang berada tepat di depan kelasnya, masih dengan Ryu dalam tas gendongnya.
KRIET
"Ohayou sensei." Sasuke bersikap normal, layaknya tak ada Ryu dalam gendongannya.
Masuk ke kelas, memberi senyuman yang paling manis pada sensei-nya dan langsung saja duduk pada tempat duduknya.
"Uchiha Sasuke! Kenapa kau terlambat hah?" Sang sensei, guru biologi sekaligus kepala Sekolah Konohagakuen Senior High School yang terkenal sebagai salah satu guru killer di sekolah itu menatapnya dengan pandangan geram.
"Ah... Saya terlambat bangun sensei. Hehe, maaf sensei." Sasuke nyengir tak jelas ke arah gurunya, Tsunade. Tak mungkin jika ia mengatakan ia terlambat karena mahluk kecil yang dibawanya saat ini kan?
Sungguh, teman-temannya sungguh takjub dengan sikap Sasuke yang seakan-akan sangat santai menghadapi Tsunade sensei mereka.
"Hm... Dan siapa yang kau bawa bersamamu Sasuke~?" Kini Tsunade telah meninggalkan posisinya yang berada di depan kelas menuju tempat duduk Sasuke. Nada suaranya kali ini terdengar lebih halus dan pelan. Suara itu cukup membuat seisi kelas merinding. Termasuk Sasuke yang kini sudah pucat pasi.
Tapi bukan Uchiha Sasuke namanya jika tak bisa menutupi ekspresi yang bisa menjatuhkan harga dirinya kan?
"Saya tak membawa apapun sensei. Sungguh." Ia berkata dengan ekspresi yang dibuat sepolos-polosnya. Tapi ternyata pura-pura tak tahu malah tak membawa berkah untuknya karena dua detik kemudian ia dapat mendengar teriakan menggelegar yang ia sendiri yakin terdengar oleh seluruh penduduk Konohagakure dan dapat merusak langsung pendengarannya.
"Dia anakmu?"
Sekarang Sasuke sedang berdiri dengan wajah menunduk di hadapan Tsunade yang duduk dengan santainya di balik meja kerjanya. Ya, mereka sekarang berada dalam ruang Kepala Sekolah.
"Saya berani sumpah sensei, saya belum melakukannya." Sasuke berkata panik. Tentu saja panik. Siapa yang mau dituduh seenaknya kau sudah mempunyai anak? Apalagi jika umurmu masih 16 tahun.
"Yang jelas bukan anak saya sensei." Sasuke berkata tegas. Ia tak suka dituduh seperti ini. Seakan-akan ia sudah pernah berbuat 'sesuatu' sehingga menghasilkan setan kecil yang tetap masih berada dalam gendongannya ini.
"Saya tak mau tahu. Kau diskors selama seminggu."
"Tapi sensei, dia benar-benar-,"
"Tidak ada tapi-tapian. Kau bisa pergi sekarang."
CKLEK
"Maaf sensei, saya menganggu." Seorang gadis dengan rambut yang di kepang dan menggunakan kacamata tebal dan besar tiba-tiba saja muncul dengan masih tetap menyembulkan kepalanya saja.
"Ah..Kau anak baru itu? Haruno Sakura?" Untuk beberapa saat Sasuke seperti dilupakan jika berada dalam ruangan itu.
"Ya sensei. Tapi maaf jika saya lancang. Saya mendengar pembicaraan anda dan uhm...dia. Dan saya rasa tak ada salahnya ia membawa seorang bayi ke sekolah."
"Kau berani-beraninya!"
"Lagipula tak ada peraturan dilarang membawa bayi ke sekolah. Benarkan sensei?" Ucapan gadis bernama Sakura itu seketika menghentikan gerakan Tsunade yang kelihatannya ingin menggebrak meja.
Sasuke yang semula tertunduk lesu kini langsung saja mengangkat kepalanya dengan semangat. Takjub juga ia melihat gadis berambut pink dan er... cupu-menurut Sasuke- membelanya dengan cara bicaranya yang santai dan cepat kepada si guru killer.
'Kami-sama... Terimakasih telah mengirimkan malaikat padaku.'
Annyeong... :D
Maafkan saya yang hiatus selama setahun lebih.. Hehe
Makasih buat review-nya *bow*
Saya akan usahain FF ini bakal dilanjutin secepatnya :*
