Title: Eottokhae? PART 2
Cast: Xi Luhan,Oh Sehun
Other Cast: All EXO members
Disclaimer: Hai, ini part 2 dari Eottokhae? Part 1. Enjoy reading~jangan lupa tulis review ^^
"Aku merindukannya, namun aku bisa apa?"
Sejak kepeninggalan Sehun, hidup Luhan kini semakin menyedihkan. Meskipun ia masih mempunyai Chanyeol dan kawan kawan namun tetap saja rasanya berbeda. Luhan sudah memandang Sehun sebagai sahabat karibnya. Ia menyukai Sehun begitu pula sebaliknya.
Keadaan Sehun lebih parah lagi. Ia dibawa naik pesawat dengan orangtuanya,babysitternya dan Lay pergi ke tempat yang amat sangat jauh dari tempat Luhan. Di rumah barunya ia diperlakukan sama bahkan lebih buruk. Orang tuanya kini sedang dalam masalah, ayahnya terlibat masalah keuangan di kantor barunya sementara ibunya mengalami sebuah syndrome yang membuatnya gila dan akhirnya dengan berat hati terpaksa di masukkan ke rumah sakit kejiwaan saat umur Sehun sudah mencapai 10 tahun.
Babysitter Sehun pun sekarang sudah tidak mau lagi bekerja di tempat Sehun. Ia menginginkan biaya yang lebih mahal, sekitar 5 kali lipat dari gaji sebelumnya karena sekarang ia berada di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Dan ayah Sehun menganggap babysitter ini juga sudah gila. Jarak bukanlah masalah untuk seorang babysitter, pekerjaannya hanyalah menemani dua orang anak laki-laki yang menurutnya gampang diatur. Akhirnya si babysitter itu mengundurkan diri dari pekerjaannya, ia lebih memilih tawaran pekerjaan oleh orang lain dengan gaji yang lebih tinggi tentunya. Saat itu umur Sehun dan Luhan sama-sama menginjak 12 tahun.
12 tahun di kehidupan seorang Luhan,
Orang tuanya sudah berdamai, kini mereka jarang lagi bertengkar karena sedikit-banyak permasalahan mereka sudah teratasi. Mereka sekarang sudah dapat membangun keluarga yang lebih harmonis. Luhan turut senang oleh keadaan orang tuanya yang sekarang ini, ia lebih banyak mendapat kasih sayang.
Dalam waktu yang cukup lama tersebut, Sehun dan Luhan masih tetap berkomunikasi lewat surat-menyurat sampai sekarang. Setiap ia mendapat surat balasan dari Sehun, Luhan duduk di kursi meja belajarnya dan memeluk boneka teddy nya sambil menggoreskan penanya di atas kertas surat warna merah jambu. Setelah selesai ia memasukkannya kedalam amplop merah hati dan menyemprotkan parfum bau bunga mawar diatasnya.
Lain dengan Sehun, saat ia mendapat surat balasan dari Luhan ia biasa membaca dan membalas surat tersebut di bawah selimut setiap malam dan menerangi tulisannya dengan senter. Surat-surat yang Luhan beri ia simpan di salah satu laci meja belajarnya, terkadang ia sangat suka mencium aroma parfum mawar Luhan. Ia sangat merindukannya.
Begitu pula dengan Luhan, ia menyimpan semua surat balasan dari Sehun, namun ia menyimpannya di dalam sebuah album. Ia menuliskan semua deskripsi dan detail yang mungkin perlu dituliskan seperti tanggal pengirimannya dan tanggal pembalasan, serta waktu nya yang tepat.
Dan akhirnya, usia mereka berdua sama sama memasuki 15.
Luhan,Chanyeol, dan kawan kawan sedang asyik di halaman rumah Luhan, mereka sedang duduk-duduk dan makan bersama. Mengobrol,bercanda,tertawa seperti anak normal seusia mereka.
Namun tiba-tiba ada sebuah mobil hitam yang melaju dari arah kanan di jalan di depan, mobil itu memasuki sebuah halaman rumah di seberang. Rumah yang sudah tua dan tidak ditinggali selama kira-kira 8 tahun.
Sekelompok anak-anak itu hanya membungkam melihat gerak gerik mobil itu. Saat mobil tersebut berhenti, turunlah seorang anak berumur 15 tahun sama seperti mereka. Mengenakan jaket berwarna biru dan topi berwarna hitam.
Luhan menatap anak itu lekat-lekat, ia merasa mengenalinya.
Anak itu balik menatap Luhan lalu tersenyum lebar. "Oh Sehun?" Luhan berteriak dan berlari kearah nya. Ia memeluk tubuh anak itu erat-erat. "Sehuna, aku merindukanmu sangat merindukanmu! Apakah ini nyata? Ini bukan mimpi kan?" Luhan meneteskan air matanya di baju Sehun, ia sangat yakin bahwa anak itu adalah Sehun, aroma khas sahabatnya itu menusuk hidung nya.
"tidak, ini nyata" Sehun balas memeluk Luhan lebih erat. Mereka berpelukan saling melepas kerinduan. Sudah 8 tahun mereka terpisah jauh dan di hari ini, Tuhan mempertemukan mereka
"Mengapa kau tidak bilang bahwa kau akan kesini?" Tanya Luhan, memandangi wajah Sehun yang kini sudah mulai berubah. Ia terlihat lebih tampan dan tinggi
"Hahaha, ini sebuah kejutan untukmu lu~kau ternyata masih sama saja ya, tetap mungil seperti terakhir aku bertemu denganmu" Sehun mencubit pipi Luhan sambil tertawa lepas
Luhan mengenyahkan tangan Sehun dan mengusap pipinya yang memerah "Ah jangan begitu, aku sudah tidak mungil lagi kok!"
"Hahaha, terserah apa katamu lah. Btw, aku masuk dulu ya. Kelihatannya Lay dan papa ku butuh bantuan" Sehun meninggalkan Luhan dan masuk ke dalam rumahnya. Luhan berjalan kembali ke halamannya dengan senyum lebar. Kawan-kawannya hanya melongo melihat kejadian yang barusan lewat di depan mata mereka.
"Kalian lihat tadi itu apa? Oh Sehun! Oh Sehun! Ia kembali!" Luhan melonjak lonjak kegirangan "Ayo kita rayakan peristiwa ini!"
Chanyeol dan kawan – kawan menyetujui ajakan Luhan, mereka juga sudah merindukan sesosok Oh Sehun, sahabat kecil mereka. Mereka mulai menyusun rencana
"Bagaimana kalau kita rayakan bersama sambil makan makan di café yang dua tahun ke depan akan diwariskan padaku?" Ajak Kyungsoo. Nenek dan kakek Kyungsoo memang memiliki sebuah café yang popular di daerah mereka. Café itu akan diwariskan ke Kyungsoo mengingat umur nenek dan kakeknya sudah cukup untuk pension, mereka mewariskan nya ke Kyungsoo karena mereka tahu bahwa Kyungsoo adalah lelaki yang berbakat dalam hal masak-memasak dan sangat bertanggung jawab.
"Ide bagus, Sehun tidak tahu kan tentang café itu? Dan kudengar ia dan Luhan suka bubble tea, dan kebetulan sekali café mu itu menu utamanya adalah bubble tea!" kata Suho
"Wah kalian memang benar benar cerdas kawan, namun apakah kita juga akan mengajak Lay?" Tanya Chanyeol yang sedari tadi hanya diam
"Lay? Coba tanya Sehun dulu, ia mau kita mengajak Lay atau tidak" ucap Luhan sambil mengangguk mantap.
"Hey lihat, itu dia keluar dari rumah nya menuju kesini!"
Ya, Sehun melangkah menyebrangi jalan di depan mereka, menuju pekarangan rumah Luhan. "Hey, kalian! Aku sedang bebas sekarang. Papaku rupanya menyewa orang untuk menata ulang rumah ku dan sekarang aku disuruh keluar" kata Sehun sambil tersenyum tipis. Chanyeol dan kawan-kawannya langsung bangkit tanpa ba bi bu dan memeluk Sehun bebarengan dan menepuk nepuk pundaknya "Kita merindukan mu Oh Sehun! Kau kemana saja? Kita sangat sangat merindukanmu kawan, si kecil Luhan itu terlihat berbeda tanpamu!"
"Hahaha benarkah? Aku merindukan kalian juga, khususnya Luhan… Tapi pasti rasa rindunya melebihi rasa rinduku padanya" jawab Sehun sambil terkekeh melihat perlakuan temannya. Luhan hanya mem-poutkan bibirnya dan memukul lengan Sehun pelan. "Bagaimana bisa kau tahu kalau rasa rinduku melebihi rasa rindumu? Cih, fitnah!" Luhan menjulurkan lidahnya ke arah Sehun tanda mengejek.
Sehun balas menarik kulit bagian bawah matanya dan mehrong ke Luhan. Lalu Luhan menggoyangkan bokong nya di depan wajah Sehun dan akhirnya mereka kejar-kejaran sambil tertawa tawa.
"Sifat mereka dari dulu sampai sekarang sama saja…" bisik Jongin kepada Suho. "Maklumi sajalah jjong~mereka sudah lama tidak bertemu kan? Haha" Suho balas berbisik dan menepuk pundak Jongin.
"Hey, sudah hentikan. Kalian terlihat seperti anak kecil, ayo duduk. Kita perlu membicarakan rencana kita" Chanyeol menenangkan suasana, Sehun dan Luhan berhenti berlari dan duduk melingkar di atas rumput bersama teman-temannya.
"Kita semua berencana ingin pergi ke café milik Kyungsoo untuk merayakan kepulanganmu dari negeri jauh, besok sore jam empat.. bagaimana? Kau bisa?" Tanya Kris kepada Sehun. "Bisa kok.. wah Kyungsoo punya café? Kok Luhan tidak bilang tentang hal itu di surat nya? Hebat sekali! Aku jadi tidak sabar untuk besok…" jawab Sehun sambil tersenyum senang.
"Wah baguslah kalau begitu, iya dia diwariskan café dari kakek dan neneknya. Lumayan kan untuk ngisi waktu luang dan menambah isi dompet" Tao mengerlingkan matanya kepada Kyungsoo. Sementara Kyungsoo hanya membalasnya dengan cekikikan.
"Kau akan mengajak Lay atau tidak?" Baekhyun yang sedaritadi membungkam pun akhirnya bicara
"Lay? Kurasa iya, dia sudah lebih baik sejak babysitterku pergi dan ibuku masuk rumah sakit…"
Chanyeol yang sedang menyedot sodanya langsung tersedak. "Tunggu. Apa? Masuk rumah sakit? Ada apa? Sejak kapan?"
Sehun membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Chanyeol dan teman temannya yang sudah terlihat penasaran. Namun tiba-tiba Lay menghampiri mereka, semuanya memandangi Lay dengan heran karena tiba tiba saja ia sudah berada tak jauh dari tempat mereka berkumpul
"Umm.. Hai semua.. Maaf mengganggu kalian, Sehun dipanggil oleh appa dan dia harus kembali ke rumah untuk istirahat dan membereskan hal lain…" ucap Lay sambil menunduk dan memainkan ujung kausnya dengan jari.
"Oh tidak apa-apa, kalau begitu ceritamu itu dilanjut besok ya Hun? Kami tunggu, ah sudah nggak sabar nih" Kata Chen sambil mendecak kesal. "Okelah kalau begitu, aku pergi dulu ya teman-teman. Sampai ketemu besok" Sehun meninggalkan halaman rumah Luhan sambil melambai kepada teman temannya dan kembali ke rumahnya bersama Lay.
Esok sore, seperti yang dijanjikan. Mereka berkumpul di café milik Kyungsoo sambil minum bubble tea dan makan sandwich dan ice cream. "hei semua, maaf menunggu. Ini pesanan kalian! Semuanya gratis, mengingat kalian ini teman baikku" kyungsoo menaruh dua nampan diatas meja dan membagi bagi pesanan mereka. "Waah, makasih Kyung! Kau sungguh pemuda yang baik hati, kami cinta kamu hahaha" ucap Jongin sambil memukul punggung Kyungsoo pelan.
Kyungsoo hanya terkekeh dan duduk di samping Jongin. "Jadi, kalian bicarain apa nih? Masalah keluarga Sehun?"
"yap, tepat sekali. Ternyata ibunya ini mengalami sakit kejiwaan dan ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa lalu babysitternya pergi karena menginginkan gaji yang lebih besar.. betul kan sehun?" Jelas Luhan. Sehun mengangguk lalu menjawabnya "Dan sejak itu pula ayahku dan Lay menjadi berubah sifat, kurasa doaku setiap malam dikabulkan oleh Tuhan. Semuanya sudah membaik sekarang dan aku bisa berkumpul kembali bersama kalian ini sungguh suatu berkah. Aku sungguh bersyukur, dan kuharap kalian bisa menerima kehadiran Lay di kelompok kecil kita ini ya" Sehun menepuk bahu Lay, Lay hanya menunduk karena ia malu.
"Yap, tentu saja kami akan menerima siapa saja yang ingin berteman dengan kita. Kau tidak usah malu malu Lay, coba perkenalkan dirimu? Dan kalau bisa ceritakan pula riwayat hidupmu. Hanya untuk mengenalmu lebih jauh~" Kata Chanyeol sambil melempar senyum hangat kearah Lay. Lay mendongakkan kepalanya, memandangi sebelas lelaki remaja yang duduk melingkar dan memandanginya balik.
"Umm.. nama lengkapku Zhang Yixing, biasa dipanggil Lay. Aku berasal dari China lalu aku dibawa ke rumah Sehun disini.. uh…. aku suka unicorn"
Kris tiba tiba saja tersedak saat ia minum bubble teanya. "Apa? U-unicorn?"
"ne… ada yang salah?" Lay memandangi Kris dengan wajah bertanya-tanya
"T-tidak.. Hanya, hei kau seumuran dengan kita dan kau percaya dengan hal seperti itu? Maksudku.. lol, come on. Kamu serius?"
Teman-teman nya yang lain melirik Kris dengan sinis "Kumohon jangan hadirkan kesan buruk dihadapan Lay." Suho mendesis di telinga Kris.
"ini hanya aneh teman. Aneh! Mengapa dia masih percaya dengan hal seperti itu bahwa seharusnya ia sekarang sudah mulai tumbuh dan melihat dunia yang baru bukan tumpukan buku bergambar berisi Unicorn dan menulis tulisan aku cinta unicorn di setiap lembar buku coretannya"
"Semua yang kau bicarakan itu benar" Lay memutus omongan Kris dan seketika mereka semua memandangi Lay dengan tatapan 'wtf?'
"M-maaf jika kalian menganggapku kekanakan namun itu hobiku, menyimpan banyak gambaran unicorn dan menulis diatasnya"
Seketika suasana hening, mereka semua berusaha mencerna omongan Lay
"Sudahlah sudah tidak usah dibicarakan lagi,kita semua memang memiliki perbedaan sifat bukan?" Sehun mencairkan suasana sambil menggigit sandwich tuna nya
"Jadi.. Kau sekarang akan mulai bersekolah dimana hun? Masuk saja ke sekolah yang sama dengan kita" usul Tao.
"Iya betul, sekolah kita bagus sekali,gurunya baik baik dan suasana belajarnya pun tenang dan damai. Kujamin kau akan betah disekolah" Baekhyun mengunyah makanannya dan mengacungkan jari jempolnya
"Ah benarkah? Oke aku akan mencoba, Lay juga masuk kesitu aja ya?" Tanya Sehun. Lay hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
"Hei, jadi bagaimana rasa masakanku? Daritadi kalian diam aja nggak ada yang komentar?" sahut kyungsoo.
"Rasanya SEMPURNA!" mereka menjawab bebarengan lalu memandang satu sama lain dan tertawa.
Hari itu Sehun dan Lay sudah mulai bersekolah di tempat yang sama dengan teman-temannya. Setiap berangkat dan pulang mereka selalu bersama menaiki bus sekolah, namun terkadang mereka bersama sama naik sepeda. Pagi ini Sehun dan Lay keluar dari rumah mereka lalu menaiki bus yang sudah menunggu di depan.
"Heyy selamat pagi kalian" Sehun duduk di bangku paling belakang tempat kelompoknya berkumpul. "Selamat pagi Hun" Suho menjawabnya dengan mata masih menghadap kea rah sebuah buku. "Hey, kau sedang belajar apa?" Tanya Sehun, kelihatannya Suho serius sekali membaca bukunya. "Oh ini? Ini manga, Hana Kimi hahaha"
Sehun bersandar kembali di tempat duduknya "haahh kirain buku apaan ho"
Bus itu tidak lama berhenti di pekarangan sebuah gedung, gedung sekolahan mereka. Mereka ber duabelas pun turun dari bus itu dan melangkah bersama ke dalam sekolah. Meskipun mereka satu sekolah namun kelas mereka berbeda. Suho,baekhyun dan luhan berada di kelas A. Kris,Tao,Chen dan Xiumin di kelas B. Sehun,Jongin dan Chanyeol di kelas C lalu Lay dan Kyungsoo di kelas D.
Walau begitu pada saat bel istirahat berbunyi mereka berkumpul bersama di kantin.
"Hei, jadi bagaimana? Sehun,Lay? Kalian suka bersekolah disini?" Tanya Baekhyun. "Yap, kita sangat menikmati pelajaran disini. Menyenangkan, gurunya ramah.. bukan begitu kan Lay?" sahut Sehun
"Tidak…" Lay menggelengkan kepalanya. "guru itu tadi menyita buku ku"
"Buku? Bagaimana buku bisa disita? Memang isi buku itu apa?" Tanya Xiumin.
"jelas saja buku itu disita, di dalam situ ia malah menggambar unicorn bukannya memperhatikan guru menerangkan pelajaran di papan tulis" ucap Kyungsoo santai sambil menyeruput es tehnya. Anak anak yang lain hanya tertawa "Lain kali jangan ulangi perbuatanmu lagi, Lay" kata Jongin sambil menepuk pundak Lay. Lay hanya mengangguk lalu ia melanjutkan makannya.
Sehun memandang berkeliling, pantas saja sekolah ini diidam idamkan banyak orang. Semuanya terlihat sempurna, mulai dari kelasnya,kantin,murid,guru,toilet semuanya sempurna. Bahkan hampir tidak terlihat setitik noda dilantai. Semua yang menghuni sekolah ini pun ramah ramah. Mereka berbicara dengan sopan dan santun serta mempunyai selera humor yang bagus.
Belum apa-apa Sehun sudah menyukai sekolah ini… tunggu, siapa dia? Sehun tiba tiba menangkap seorang gadis di tepi ruangan. Gadis itu duduk di lantai, rambutnya tergerai panjang berwarna hitam. Ia sedang menikmati makan siangnya namun.. apa yang ia lakukan di lantai?
Luhan yang sedaritadi memperhatikan Sehun pun mengerti apa yang sedang Sehun lihat. Ia melambaikan tangannya di depan mata Sehun. "hey… melamun ya?"
Sehun mengerjapkan matanya lalu ia menoleh kearah Luhan. "Ada apa lu?"
Luhan mendengus lalu ia mengalihkan pandangannya kearah makanan di depannya. "Aku tahu kau sedang memerhatikan seorang gadis yang duduk di lantai sana kan?"
Sehun mengangguk pelan "Iya, benar. Memangnya kenapa Lu?"
"Jangan dekati dia, aku tekankan sekali lagi. Jangan. Kau akan menyesal nanti"
Sehun menggaruk kepalanya,kebingungan. "Apa? Tapi kenapa? Memangnya ada apa dengan dia?"
"Pokoknya jangan. Dengar kata-kataku, jika kau mendekatinya. Kau akan tahu apa yang akan terjadi nanti, kuyakin kau akan menyesalinya Oh Sehun"
Sehun yang masih bingung itu hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan acara makannya yang tertunda karena Luhan sambil sesekali melirik gadis yang duduk di lantai itu. Memangnya ia kenapa? Ia terlihat normal.
Sangat normal.
- TO BE CONTINUED -
Heyyoooo.. Author chanbubble kembali membawa FF Eottokhae part ke dua ini! Makasih buat kalian para readers khususnya untuk yang udah nulis review. Kalau nggak ada kalian mungkin FF ini gabakal ada part duanya mengingat thor terlalu malas ngelanjutin T^T tapi berkat ada yang nulis review minta dilanjut yaudah thor lanjutin aja hahaha xD maaf gabisa bales semuanya yang terpenting chanbubble cinta kalian semua 3
Kalian juga bisa hubungi chan lebih lanjut, ini email chan: creambubbletea yahoo . com Kirim pesan ya, nanti chan tambahin ke kontak~bye see you at the next chapter!
