Chapter 2

Uwaahh walau pun sedikit, Nami bersyukur masih ada yang mau review. Nami ucapkan terimakasih banyak, telah mereview fic abal-abal ini. Sekali lagi Arigatou Minna*bungkukin badan*.

Balasan review Chapter 1

Black Market : Maaf ya Black-san, ficnya kependekan nanti Nami usahain biar panjang. Kalau update kilat sepertinya Nami tak yakin, soalnya masih banyak tugas-tugas dari sensei Nami. Tapi, sekali lagi Arigatou, telah mereview.

Rannada Youichi : Nami juga suka NaruSasu/NarufemSasu, dan Nami tak yakin ini termasuk Angst atau bukan, ikuti saja alur ceritanya, Arigatou ya Rannada-san.

Nasumichan Uharu :Wahhh berarti kita sama. Dan untuk momentnya, sepertinya di chapter berikutnya, ikuti saja alurnya. Silakan

TobiAkatsukiID :Arigatou tobi-san

: Nami gak bisa janji, tapi nanti Nami usahain, Arigatou.

Arum Junnie : Ok. Ini Nami lanjutin.

: Udah Nami lanjut.

.7739814 : OK. Udah dilanjutin kok

Thanks ya bagi para reviewers dan readers, yang telah mau membaca fic Nami. Ok sekarang kita mulai Chapter 2nya.

Happy reading!


=0o0==0o0==0o0=

Because Of You

Naruto bukan punya Nami, tapi punya Masashi Kishimoto-sensei.

Pairing : NarufemSasu

Warning : Typo bertebaran, OOC, Gender-Bender, dll.

Sebelumnya

"Aku sudah selesai" jawab Sasuke, sambil berlalu pergi ke garasi.

"Sasuke, jawab dulu pertanyaan Tou-san!" Seru Fugaku marah.

"SASUKE" teriak Fugaku

(Chapter 2) Start

Sasuke POV

Ku percepatkan jalan menuju garasi mobil milikku, sambil menulikan telinga dari panggilan Tou-san. Setelah sampai digarasi, segera saja aku memasuki mobil, dan menjalankanya dengan kencang, tanpa memperdulikan lampu lalu lintas ynag sedang berwarna merah.

"Kenapa ini terjadi kepadaku, KENAPA!" teriaku, sambil memukul-mukulkan stir. Takku sadari, cairan bening mulai keluar dari kedua mataku, mengalir melewati pipi pucat milikku.

NORMAL POV

Tak terasa mobil milik Sasuke, sudah masuk ke perkarangan sekolah. Para siswa mulai berkumpul, untuk melihat sang Princess ice keluar dri mobilnya. Sorak-sorak para siswa mulai terdengar.

"Jadilah pacarku!"

"Terima ini Sasuke-chan"

"Ayo, kita kencan"

"APA! Enak aja. Sasuke itu akan kencan denganku!" dan mulai lah aksi saling dorong- mendorong. Sasuke pun berjalan dengan tenang, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Sasuke terus saja melangkah menuju kelasnya, dan setelah sampai Sasuke pun duduk dibangkunya, bangku paling belakang, pojok kanan, dan dekat dengan jendela. Dari jendela kita bisa melihat luasnya halaman sekolah KONOHA INTERNATIONAL SCHOOL (maaf nama sekolahnya Nami ganti sedikit) atau KIS. Banyak failitas tersedia disini, oleh sebab itu banyak juga para orang tua yang mencoba mendaftar disini.

"Oh-ohayo, Sasuke-chan. Ja-jangan mela-mun te-terus" sapa Hinata dengan pipi yang barsemu merah, dan suara yang lembut tapi tergagap-gagap.

"…"

"Sasuke" Hinata pun menggoyang-goyangkan tubuh Sasuke. Seakan baru tersadar dari lamunanya, Sasuke pun menjawab "Oh, rupanya kau Hinata. Kukira siapa" jawab Sasuke datar.

"A-apa yang se-sedang kau pikirkan, Sa-sasuke?"

"Tidak ada"Sasuke menjawabnya dengan cepat, singkat, dan padat

"Kalau be-gitu, ja-jangan melamun lagi. Se-bentar lagi Asuma-sensei akan datang" ucap Hinata mempringatkan Sasuke.

"Hn" jawab Sasuke malas. Hinata pun hanya bisa menghela nafas, sambil berjalan kearah tempat duduknya.

.

.

.

.

.

KONOHA INTERNATIONAL AIRPORT

Dari salah satu pesawat yang telah mendarat. Muncul seorang pemuda tampan bersurai pirang, berkulit tan, dan memiliki sepasang mata berwarna shappire. Pemuda tersebut menuruni tangga, sambil memegang koper miliknya.

"Naruto-sama" sapa Iruka, sambil menunduk hormat. Iruka, lebih tepatnya Umino Iruka merupakan pengasuh pemuda itu sejak kecil, dan telah menjadi ayah kedua baginya.

Namikaze Naruto pemuda yang baru saja menginjak umur 17tahun, tapi sudah bisa menjalankan perusahaan milik Tou-sanya, Namikaze Crop. Namikeze crop bergerak dibidang kesehatan, teknologi, dan pertambangan. Dan sampai saat ini, sekarang sudah ada 200 lebih perusahan yang tersebar diseluruh dunia. Orang tua Naruto, Namikaze Minato, dan Namikaze/Uzumaki Kushina telah lama meninggal dunia. Minato dan Kushina meninggal dunia, dikarenakan terjadinya ledakan dipesawat yang menabrak tebing. Kejadian ini sudah 11tahun lamanya, dan dari situlah awal mula terjadinya perubahan pada diri Naruto.

"Ayo pulang Iruka" ajak Naruto, sambil berjalan keluar bandara

"Ha'i Naruto-sama" Iruka pun mebukakan pintu mobil untuk Naruto, dan setelah menaruh koper milik Naruto kebagasi mobil, Iruka pun berjalan kearah kemudi mobil, dan menjalankanya dengan santai.


=0o0==0o0==0o0=

Tak terasa waktu berlalu cepat, bel pulang sekolah pun berbunyi, menandakan waktu pulang sudah tiba. Para siswa dan siswi mulai berlarian keluar dari kelas, dan tinggalah 4orang siswa, dan 1 orang siswi yang sedang menunggu temanya memasukan buku.

"Cepatlah, Sasuke. Kita jadikan pergi nonton" ajak Kiba tak sabar.

"Hn, ayo" mereka berenam pun berjalan bersama keluar, sambil bercanda tawa -minus Sasuke, Neji, dan Gaara yang hanya diam-. Perjalan yang jauh pun tak terasa bagi mereka, yang sudah sampai didepan gedung Bioskop.

"Bagaimana, kalau kita makan dulu. Sehabis itu kita bisa nonto sepuasnya" usul Gaara, yang sepertinya mulai lapar.

"Kryukk" mereka semua mandang kearah Sasuke, yang perutnya sudah mulai mendemo. Hinata, Kiba, Gaara, dan Neji mulai terdiam dan saling pandang, dan akhirnya suara tawa mereka pecah.

"Hahaha… liat wajahmu itu Sasuke. Lucu sekali, hahaha…"tawa Kiba keras, sambil memegang preutnya yang sakit akibat tertawa keras.

"Diam." Ucap Sasuke dingin, tapi dengan wajah memerah menahan malu

"Hhmp..hhmp…"tahan tawa Kiba, sambil menggunakan tanganya. Wajah Sasuke bertambah merah, dan semakin membuatnya imut dimata mereka. 'Kawai…' batin mereka bersamaan meniadakan Deathglare yang Sasuke berikan.

"Su-sudah-sudah, a-ayo Sasuke kita ma-makan" lerai Hinata, seakan tahu Sasuke akan meledak.

"Hn" jawab Sasuke dengan nada ketus, ia masih marah dengan kejadian tadi. Mereka pun berjalan kearah kedai ramen –yang di tunjuk Hinata dan Kiba-.

KRINCING

"Selamat datang. Untuk berapa orang?" Tanya pelayan tersebut ramah, sambil tersenyum manis. "6 orang" jawab Neji, cepat. Sebenarnya ia juga lapar, takut suara perutnya berbunyi dan terdengar seperti Sasuke tadi, hancur sudah image stoicnya.

"Mari, ikuti saya" ajak Ayame nama pelayan tersebut, menuntun jalan ke meja mereka. Setelah sampai, Ayame menyerahkan daftar menu kepada mereka.

"Kau mau apa Hinata?"Tanya Neji sambil mencatat pesanan mereka.

"Mi-so ramen sa-saja, dan se-gelas Ocha" jawab Hinata. "Dan kalian mau apa?" Tanya Neji kembali, sambil menatap mereka. "Sama/Hn/Aku seperti pesana Hinata saja"jawab Gaara, Sasuke, dan Kiba bersamaan.

"OK,itu saja." Sambil menyerahkan daftar menu.

"Aku kekamar madi dulu" Sasuke berjalan kearah kamar mandi, tetapi Sasuke tidak sengaja menabrak tubuh seseorang pemuda yang baru saja masuk kedalam kedai ramen terebut.

"Gomen, aku tidak sengaja " maaf Ssuke sambil menbungkukkan badan, tanda penyesalan. Dan berlalu pergi, Sasuke tidak mengetahui bahwa sang pemuda bermata shappire menatapnya tanpa berkedip. 'Cantiknya' batinya terpanah.

Flashback

"Iruka, sebelum kita pulang aku ingin memakan ramen Ichiraku dulu" perintah sang Namikaze muda kepada pengasuhnya sejak kecil.

"Ha'i, Naruto-sama" Iruka pun menjalankan mobil kearah kedai ramen langganan mereka, saat kecil.

Brumm

Sebuah mobil terparkir manis ditempat parkir mobil. Lalu keluarlah seorang pemuda tampan dengan setelan jas Formalnya, berjalan dengan aurah wibawa, dan bijaksana terpancar dari tubuhnya. Iruka hanya mengikuti Naruto dari belakang, saat Naruto membuka pintu dan melangkah masuk kedalam. Naruto tidak sengaja menabrak seorang gadi cantik, yang berlari menuju keluar (kamar mandi berada dilur kedai, dekat dengan tempat parkir)

Flashback End


=TBC=

Please reviewnya, dan thanks for R and R. Segela macam saran, kritikan, dan apapun Nami terima. Reviewnya Nami tunggu, bye.