Wah, gomen...
*sembah sujud*
Di charpter pertama banyak kesalahannya! chap pertama itu kependekkan, bukan kepanjangan... (sudah di perbaiki, tapi tetap pendek *plak*)
Bener-bener maaf ya... Kalau soal pairingnya, emang tu ling-ling sengaja hehehe... masih tanda tanya..
Kali ini ling-ling udah ngerencanain critanya dengan matang. Gara-gara itu lama banget baru updatenya deh… hwuahahaha... *ngakak* *punch*
Semoga kalian suka dengan chap. yang kedua ini.^^
Sekilas balesan review :
For Chiaki Megumi : Thanks buat commentnya. ^^ . ling2 akan berusaha untuk yang berikutnya, author baru sih... *plak*
For White and Black Crow : Makasih buat comentnya ling-ling akan berusaha.
For Hinaruto Youichi : Wah maaf, ada banyak kesalahan... tapi sudah ling2 perbaiki. Kalau masih ada yang salah... AMPUNI LING2! *sembah sujud*
For Nazuki Kyouru : Wah, sekali lagi maap. Kalo soal namanya kan sudah ada di WARNING... Sebenernya sengaja karena ada sesuatu di dalamnya. fufufufu...*senyum setan* ^^
Sekian buat balasan reviewnya ^^. Maaf , buat yang sebelumnya dan yang reviewnya gak di bales . Langsung saja...
EMOTION
Story by Ling-ling Chinese
Pairing :
rahasia
Genre :
Romance/Drama
Rating : Naik jadi T pa kagak ya...
Disclaimer :
*lirak-lirik kanan-kiri*
Ling-ling...*bisik-bisik*
*dilempar kunai ma mbah masashi*
Maaf mbah...Naruto milik mbah Masashi...
WARNING :
Penamaan pada tokoh yang terlalu dipaksakan, dapat membuat anda berpikir, 'Authornya gak bisa bikin nama yang bagus!Kasihan Banget Naruto dkk...' *sambil berlinangan air mata*
NOT YAOI!
Summary :
Naruko mengindahkan pesan dari Sasuko. Gara-gara itu dia tersesat dan berjumpa dengan seseorang yang mungkin akan menjadi rival (?) Sasuko.
Ch.2 Wanita Cantik Lagi?
Naruko P.O.V
"Ko...Naruko...,"
Terdengar suara yang memanggilku. Serasa seperti di surga. Malaikat kah? Apa aku sudah mati? Wah, kalau begitu gawat! Kan besok sekolah sudah dimulai. Jika aku mati...
Pikiranku terhenti ketika seseorang mengguncang-guncangkan tubuhku dengan keras.
"Naruko, ayo bangun!" pinta-ah bukan. Maksudku perintah seseorang.
Dengan malas-malasan aku bangun. "Masih ngantuk, bu..." kataku yang masih setengah sadar dari tidurku. Aku memposisikan tubuhku untuk duduk di atas tempat tidurku sambil ku gosok mataku supaya dapat melihat dengan jelas.
"SIAPA YANG IBUMU,HAH?" teriak seseorang di dekatku. Serasa bagai dijatuhkan ke dalam neraka. Dalam sekejap aku langsung terbangun dari tidurku. Aku menoleh kearah datangnya suara itu. Disana mataku menangkap sosok Sasuko yang sedang bertolak pinggang. Ternyata asal suara malaikat dan iblis itu berasal darinya.
"Oh, Sasuko..." aku mengeluarkan senyuman lebarku.
Sepertinya senyumanku dapat meluluhkan hatinya. Walau sedikit, aku bersyukur tidak membuatnya marah. Membuat Sasuko marah, seperti membangkitkan amarah raja setan.
Sasuko memalingkan mukanya sejenak sebelum menatapku lagi.
"Ayo cepat bersiap! Aku tak bisa menemanimu di upacara nanti. Aku harus bersiap untuk pidato sebagai wakil murid baru." katanya terburu-buru sambil mencopoti kancing piamaku satu-persatu.
Eh?
Eeh?
Eeeeehhhhh?
Kancing piama?
Keringat dingin mengucur deras di keningku. Begitu aku sadar, aku langsung menepis tangannya dan menutup dadaku yang sedikit terlihat.
"Apa?" katannya sedikit sewot.
"A... aku... bisa sendiri..." kataku malu seraya berdiri secara tiba-tiba. Sontak Sasuko terduduk di lantai.
"Baiklah. Terserah kamu." Sasuko mengibaskan tangannya dan menyibukkan diri lagi.
Aku bergegas ke kamar mandi sebelum aku berfikir yang macam-macam. Aku melucuti pakaianku di kamar mandi dan segera mengguyur kepalaku dengan air dingin untuk menjernihkan pikiranku.
Rasanya segar~
Aku memejamkan mataku. Menikmati dinginnya air pagi ini.
"Aku pergi sebentar ya Naruko. Aku letakkan seragammu di atas meja." kata Sasuko dari balik pintu kamar mandi."Nanti aku akan kembali lagi. Setelah sarapan, kembalilah ke kamar." sambungnya sebelum menutup pintu.
"Hn," gumamku dari dalam kamar mandi. Namun sepertinya suaraku tak terdengar olehnya karena terdengar pintu yang di tutup secara terburu-buru. 'Sepertinya dia tidak dengar deh.' batinku dalam hati.
Selesai mandi, aku memakai seragam baruku dan berkaca di depan cermin. 'Cocok juga, ya.' pikirku dalam hati.
Aku berputar-putar sebentar di depan cermin layaknya Cindrelella yang baru saja di beri gaun pesta oleh ibu peri. Setelah puas melihat diriku yang memakai seragam baru, aku mengikat rambutku sama rata di kedua sisi kepala. Kusisir sebentar kedua ikatan rambutku dengan lembut.
"Yup. Sempurna." Pujiku sendiri. "Saatnya sarapan." Aku keluar kamar dan pergi ke kantin.
Aku mengambil roti dari piring sarapanku.
"Sasuko lama sekali sih?" gumamku disela kunyahan rotiku. "Apa kususul saja ya?" pikirku.
.
.
Hening.
.
.
"Benar juga!" aku berdiri tiba-tiba dari kursi yang kududuki. "Kalau aku mencari dia, siapa tahu aku akan bertemu dengannya dalam perjalanan. Dan akan lebih menghemat waktu." cerocosku pada diriku sendiri. "Yap, kamu pintar Naruko." ucapku dengan PD-nya.
Tapi dengan pemikiranku itu, aku menjadi bersemangat. Rasanya semangatku menjadi meluap-luap.
'Toh, aku juga tak akan tersesat.' pikirku dengan percayadiri (lagi).
Aku segera mengambil tasku yang ada di tempat tidur.
"SAATNYA BERANGKAT!" teriakku penuh semangat. Saking kerasnya, telingaku sampai berdenging. Aku yakin, pasti semua tetangga yang selantai denganku, kaget dengan teriakkanku barusan. Mendingan aku kabur dulu daripada kena damprat.
END NARUKO P.O.V
'Toh, aku juga tak akan tersesat.' itulah pikiran Naruko beberapa menit yang lalu.
Ya, begitulah pikir Naruko. Namun, kenyataannya tak sejalan dengan pikiran Naruko. Nyatanya, sekarang ia tengah tersesat di-daerah-yang-entah-dimana-itu. Namun, tentu saja masih di dalam area sekolah.
"TIDAK!" teriaknya frustasi. Dia menarik rambut ekor duanya.
Naruko terduduk lemas di atas hamparan rumput yang basah karena embun pagi. "Ba-bagaimana ini... ," bulir-bulir air mata mulai keluar dari mata Shapphirenya.
"Sedang apa duduk disitu?" tanya seseorang yang telah berdiri di depannya. Naruko mendongakkan kepalanya. Melihat dengan jelas si penyapa dengan suara ramah tersebut.
Seorang gadis cantik berambut merah terpampang di hadapannya. Gadis yang anggun dengan paras secantik Sasuko. Rambutnya lurus sepunggung dengan belahan poni sebelah kiri. Warna matanya indah. Hijau seperti batu Jade.
"Apa kau tersesat?" tanyanya lagi karena Naruko tak kunjung menjawab pertanyaannya tadi.
Naruko tersadar dari semua lamunannya. "I-iya..," lirihnya sambil tertunduk malu.
"Iya, ya. Sekolah ini luas sekali. Aku juga tersesat." Ternyata wanita ini bukan hanya cantik, tapi baik hati pula. Dia tidak tertawa atau bahkan mengejek Naruko. Dia malah berkata seperti itu untuk membesarkan hati Naruko.
'Sepertinya aku bisa berteman baik dengannya.' pikir Naruko dalam hati.
"Ayo kita mencari Aula bersama." ajaknya dengan senyum ramah. Tangannya terulur pada Naruko. Menanti sambutan dari tangan Naruko. Senyum simpul menghiasi wajahnya lagi untuk meyakinkan Naruko.
Naruko membalas senyumannya dan langsung menyambut tangan gadis cantik itu. sang gadis mengeratkan kedua tangan mereka. Dan mereka berdua pun segera bergegas mencari Aula bersama dengan tangan yang masih bertautan.
~TBC~
Yup, Chap 2 yang telah di edit sampai disini dulu ^^
Terlalu lama updatenya ya? hahaha...
Ada tokoh baru yang muncul! Pasti udah tau kan siapa orangnya? fufufu...
Semakin bertambah chap-nya, semakin banyak pula yang muncul. hehehe...
Hm... Soal pairingnya, sebenernya Ling2 masih bingung. Makanya belum ling2 tulis. Biar keren, ling2 tulis aja rahasia. wkwkwk... biar misterius.. *di kroyok pembaca*.
Ya, nanti lihat sikon dulu. Jika berkembang ke jalan yang benar, ya tetep SasuNaru donk. Tapi, kalau otak ling2 lagi kumat jailnya, mungkin saja XXXNaru atau ZZZNaru. Atau bahkan YYYNaru (?)
yah, apapun pilihan ling2, minumnya tetep aer comberan. Lho(?) Maksud ling2 semoga pembaca tetep setia dengan cerita ling2 dengan review2nya. walaupun ceritanya ancur lebur (=_=;). Dan pasti yang kasih review itu orang-orang pilihan yang RUARRR BIASA! ^_^d.
Oh, ya. Ling2 lupa tulis di warning!
Walau charanya Mas Masashi, tapi fict ni punya ling2. Jadi charanya ling2 usilin dikit dengan hilangnya beberapa ciri khas mereka. Jadi, gomen...
Udah deh sekian dulu. Review tetep review... yang review cakep n cantik deh... *ngerayu*
please REVIEWNYA!
