MY RASCAL BOY

.

Thank youuuu buat yg udh review or baca *bow* chap 2 datang selamat membaca.

.

.

TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK

"Neeee tunggu sebentar~! Aish siapa yang mengetuk pintu seperti orang gila begitu!"

CKLEK

"Huh? Kau? Ada apa?"

"Aku baru dari RS. Kau sedang apa?"

"Masak ramyun"

"Ramyun? Mie instan lagi?"

Putera pertama pasangan Yunho - Jaejoong itu masuk kedalam rumah sewa minimalis yang tertata rapi dan bersih.

"YAH! Aku belum memberimu ijin masuk! Yaish bocah tiang itu suka seenaknya!"

"Bagaimana keadaan Junsu?" tanya Kyu dari dapur.

"Masih sama, tidak banyak bicara"

"Lalu, pemeriksaan terakhir kemarin bagaimana?"

"Preman brengsek itu belum terlalu dalam merasukinya. Rektumnya masih selamat"

Sudah tiga hari pasca kejadian buruk yang menimpa Junsu.

Namja bertubuh gempal itu belum di ijinkan pulang oleh dokter.

Dan hal itu membuat Changmin kelelahan, ia menjaga adiknya setiap hari.

Kyu kembali dari dapur sambil membawa satu panci penuh ramyun jamur.

Ia menaruh panci dan meletakan meja kecil di tengah kamar.

Lalu menata peralatan makan.

"Dan orang-orang jahat itu? Sudah kau laporkan ke polisi?"

"Sudah mati"

TRANG

Mendadak sumpit alumunium Kyu terjatuh.

Ia menatap horor Changmin yang tengah santai merebahkan tubuhnya di kasur.

"Ma-mati?"

"Hm, memangnya kau pikir mereka masih bisa hidup setelah apa yang dilakukannya terhadap adik-ku?"

Kyu menelan salivanya berat.

Ternyata ucapan Changmin waktu itu tidak main-main.

Ia kembali menata mangkuk dan mengambil sumpit yang baru.

"Apa mereka murid sekolah disana? Kulihat seragam yang mereka pakai sama seperti seragam Junsu"

"Hm, mereka anak kelas 3. Salah satunya ketua osis dan si brengsek itu yang mendekati adiku untuk merencakan niat jahatnya!"

"Ish, Mereka jahat sekali?!"

"Adiku itu polos bahkan terlalu polos. Dia tidak pernah berfikiran buruk terhadap orang lain, sama seperti Umma. Karena itu dia sering dimanfaatkan"

"Untung saja kau datang tepat waktu meski- yah dengan kondisi Junsu yang seperti sekarang"

Changmin diam.

Ia tengah memejamkan matanya di kasur kecil milik Kyu.

Kamar Kyu memang tidak sebesar kamarnya, tapi ia merasa nyaman disini.

Wangi ruangan Kyuhyun seperti wangi caramel machiato.

Menenangkan.

Menyamankan hatinya.

"Yah, bangun! Aku tidak punya makanan enak hanya ada ramyun"

Si tampan Jung terpaksa membuka matanya dan terduduk, ia menatap meja bundar kecil dihadapannya.

Ia mengambil sendok dan mencicipi kuah ramyun buatan Kyu.

"Akh!"

"Wae?"

"Tidak ada rasanya"

"Huh? Benarkah?" kali ini giliran Kyu yang mencoba. Raut wajahnya berubah masam.

"Kau benar, kuahnya terlalu banyak"

"Ini Ramyun sungai Han"

Kyu mendelik.

"Kau tidak bisa masak huh? Kenapa tidak beli?"

"Kau pikir beli bisa pakai daun?! Aku belum gajian dan di dapur hanya ada ramyun! Sudahlah aku makan saja sendiri kalau kau tidak mau"

SRAK

"YAH! Kenapa kau membuang sumpitku?"

"Ayo"

"Ayo kemana lagi sih? Aku lapar, aku mau makan!"

"Diam! Sudah ikut saja"

"Aish kau ini. Tunggu aku kunci rumah dulu"

Setelah mengambil jaketnya Kyu mengekor di belakang Changmin.

Mengikuti gerak langkah namja tinggi itu meski mulutnya terus menggumam kesal.

Ia lapar tapi namja Jung itu malah mengajaknya keluar.

"Dimana motormu?"

"Aku tidak bawa motor"

"Lalu? Apa kita akan naik bis?"

Bunyi alarm Audy A6 metalik Changmin menjawab pertanyaan Kyu.

"Masuklah"

"Kita akan kemana?" tanya Kyu setelah berada di dalam mobil.

"Tenang saja aku tidak akan menculikmu"

"Kau akan rugi kalau menculiku, makanku banyak"

Dan Changmin tertawa kecil mendengarnya.

Ah~ lelaki disampingnya ini selalu bisa membuatnya tersenyum.

Mobil Changmin melaju dengan kecepatan sedang.

Jalanan Seoul di minggu siang memang cukup padat.

Hingga kurang dari satu jam keduanya sudah berada di halaman rumah besar bergaya Eropa.

Namun terasa hangat dan nyaman.

"Biar kutebak. Ini rumahmu?"

"Cha kita turun Umma sepertinya masih dirumah"

Chang-Kyu turun bersamaan.

Kyu mengekor di belakang Changmin sambil matanya melihat kanan kiri mengagumi rumah besar yang lebih pantas disebut istana.

"Aku pulang"

"Kau sudah datang Minnie?"

"Aku Jung Changmin bukan Minnie"

"Welcome home honey"

Jung Jaejoong turun dari tangga sambil tersenyum cantik kearah putera sulungnya.

Pakaiannya nampak rapi.

Paduan jeans berwarna gelap dengan cardigan maroon membuatnya terlihat sangat cantik meski usianya tak lagi muda dan- meski ia seorang pria.

"Umma mau pergi?"

"Umma akan ke RS. Appamu masih disana?"

"Hm. Saat Appa datang aku langsung pulang"

Iris mata Jaejoong melirik Kyu yang nampak bersembunyi dibalik tubuh tinggi Changmin.

"Siapa namja itu Min~ah?"

Changmin menggeser tubuhnya.

Dan terlihatlah Kyu yang gugup bertemu dengan seorang fenomenal seperti Kim-Jung-Jaejoong.

Bagaimana tidak fenomenal jika lelaki cantik itu memiliki rahim dan bisa melahirkan dua anak.

"A-Anyeong haseyo. Cho Kyuhyun imnida" ucapnya sopan sambil membungkuk.

"Aigooo jadi kau yang bernama Kyuhyun? Manis sekali, gomawo ne sudah membantu uri Suie waktu itu"

"Gwaenchanayo Kim Jaejoong~shi"

"Aigo panggilan apa itu? Sebenarnya aku lebih suka dipanggil hyung karena aku laki-laki keunde aku bisa melahirkan dan memiliki dua anak, berarti kau harus memanggilku Umma, bagaimana?"

Jaejoong tersenyum ramah, membuat Kyu terpesona.

Lelaki cantik di hadapannya ini benar-benar mengeluarkan feromon yang mampu membuat siapapun jatuh cinta.

Pantas Jung Yunho si milioner bertekuk lutut padanya.

"N-nee Um-ma"

"Good boy. Umma yakin kalian belum makan siang, makanlah Umma mau ke RS mengantarkan makan siang untuk Suie dan Appamu"

"Perlu kuantar?"

"Tidak usah, Umma bawa mobil sendiri saja"

"Nyonya Jung, ini makanannya sudah siap"

"Bawa ke mobilku. Ah~ bawa dolphino sekalian, Su tidak bisa tidur tanpanya. Oya ttoppokinya tidak lupa kan? Suie ingin makan itu"

"Semuanya sudah siap Nyonya"

"Baiklah. Umma pergi dulu, Kyu bagaimana kalau kau menginap hari ini? Umma sepertinya akan menginap di RS menemani Appanya Min jadi dirumah tidak ada orang. Kau tahu Minnie takut kalau dirumah sendirian"

"Yah Umma!"

"Wae? Kau memang takut aniya? Kau sering mengajak teman-temanmu untuk menginap kalau Umma dan Appa atau Suie sedang tidak ada dirumah"

"Aku bukannya takut! Hanya tidak suka sendirian!" kesalnya.

"Apa bedanya?"

"Ck! Terserah!"

Jaejoong terkikik.

Putera sulungnya ini mudah sekali ngambek.

Persis Yunho.

"Umma pergi dulu neeeee. Hati-hati dirumah"

Selepas Jaejoong pergi.

Changmin menyuruh pelayan menyediakan makanan.

"Aku mau mandi dulu. Kau tunggu disini"

"Arraso"

Kyu berada di ruang keluarga.

Matanya berkeliling melihat-lihat isi ruangan yang penuh dengan foto keluarga.

Mulai dari foto pernikahan Yunho - Jaejoong.

Foto bayi Changmin dan Junsu.

Dan banyak moment lainnya yang diabadikan dalam kamera.

Bahkan foto 1st walking-nya Changmin - Junsu pun ada.

Jaejoong memang senang memfoto apapun yang berkaitan dengan keluarganya.

"Aigooo~~~ ruangan ini seperti museum foto"

Hampir 15 menit Kyu menghabiskan waktunya melihat-lihat album foto.

Ia kadang tertawa sendiri melihat foto Changmin.

Wajah putera pertama Jung Yunho - Kim Jaejoong itu tidak pernah berubah.

Tetap kekanakan namun- tampan.

"Kau sedang apa?" tanya Changmin sekembalinya dari mandi.

"Hum? Aniya"

Pemuda bertubuh tinggi itu mengambil duduk di seberang Kyu.

Penampilannya lebih fresh dan terlihat santai.

Celana pendek selutut dan T-shirt.

Simple tapi berkelas.

"Hei. Ini semua keluargamu?"

"Hm, itu keluarga besarku. Yang di depan haraboji dan halmonim, Jung Hankyung dan Kim Heechul. Kau tahu halmoni-ku itu bisa melahirkan sama seperti Umma"

"Jeongmal? Kalau begitu Jaejoong Umma bukan satu-satunya laki-laki yang bisa melahirkan?"

"Yes"

"Ajaib"

"Itu pamanku, Jung Il Woo anak pertama keluarga Jung. Di sebelahnya itu istrinya, Nam Gyuri dan itu Jessica Jung, kau mengenalnya kan?"

"Tentu, yeoja blonde yang sering menemanimu makan siang"

"Hm, jadi jangan cemburu lagi kalau melihatku dengan Sicca"

"Yaish siapa yang cemburu! Lanjutkan, ah~ itu siapa? Namja tampan dan tinggi itu"

"Itu anak kedua keluarga Jung. Jung Siwon dan istrinya Kim Kibum. Kibum aunty juga namja tapi tidak seperti Umma dan halmoni, dia tidak bisa hamil karena itu mereka mengangkat anak. Yang ditengah mereka itu Jung Taemin, anak angkat mereka"

"Kenapa keluargamu suka sekali menikah dengan laki-laki" bisik Kyu.

"Apa?"

"Opso. Lanjutkan"

"Itu Appa dan Umma lalu itu aku dan sebelahnya Junsu"

"Aku pernah bertemu pamanmu di RS, Jung Siwon. Dia tampan"

"Gen keluargaku tidak ada yang tidak tampan"

Kyu mengangguk dan membenarkan pernyataan Changmin.

"Wajah kalian benar-benar sempurna. Cantik dan tampan. Yah, kalian tidak melakukan operasi plastik kan?"

"Bicara apa kau ini? Apa kau lihat dari wajahku ada bekas operasi? Aku memang terlahir tampan"

Namja berkulit pucat itu menatap Changmin iritasi

Percaya diri sekali huh? Ucapnya dalam hati.

Walau ia sendiri mengakui bahwa Jung Changmin memang tampan.

"Tuan muda, makanannya sudah siap"

"Kita makan aku lapar"

Dan seperti sudah kebiasaan, Kyu akan mengekor di belakang Changmin.

Kyu menatap takjub ruang makan besar dan elegan dimana terdapat meja makan besar yang mampu menampung segala jenis makanan.

Tidak seperti miliknya.

Hanya meja bundar kecil.

"Badanmu kurus sekali, kau tidak pernah makan?"

"Aku memang begini, mau makan sebanyak apapun tidak pernah gendut"

"Aku akan suruh chef Leo memasak untuk kau bawa pulang"

"Huh? Chef Leo kau bilang?"

"Hm, wae?"

"Chef Kang Leo? Kang Leo si jenius masakan itu adalah koki dirumahmu?! Kau bercanda"

"Memangnya kenapa? Dia celebrity chef di manajemen Appa, jadi sesekali dia sering masak disini"

"Jinjja?! Whoa daebaakk!"

Lagi-lagi Changmin tersenyum melihat sikap Kyu.

Hari ini sudah berapa kali namja Cho itu membuatnya tersenyum.

"Yah, aku ingin minta foto dan tanda-tangannya!"

"Habiskan dulu makanmu nanti kita ke dapur bertemu dengannya"

"Yaiiyy! Gomawo Min~ah"

"Makan yang banyak"

"Neeee"

"Ah Kyu, malam ini kau mau menginap?"

"Mianhe Changmin~ah aku harus bekerja, mungkin lain kali saat aku libur"

"Kau bisa tetap bekerja meski harus menginap. Nanti biar kuantar"

"Tidak perlu, aku harus pulang karena ada tugas yang belum kuselesaikan"

"Tugas apa?"

"Biologi. Memangnya kau sudah selesai?"

"Sudah sejak 10 menit pelajaran Biologi selesai"

"Ckckc kau memang anak ajaib"

"Kalau begitu- aku yang menginap dirumahmu"

"Aigooo~ ternyata benar kata Umma Jae"

"Apa?"

"Kau memang penakut"

"Aku tidak takut!"

"Hehehe benarkah?"

"I-Itu karena aku benci sendirian dirumah! Membosankan!"

"Hmmm? Lalu?"

"APA?!"

Kyu memperhatikan wajah sok galak Changmin padahal jelas ia nampak kikuk.

Dan bagi Kyu itu hal yang lucu sampai ia harus menahan tawanya.

"Aish sudahlah! Aku akan mengajak Sicca menginap!"

"Hahahaha kau penakut Changmin~ah"

"Ck, diam!"

"Hahahahaha kau- kau lucu sekali, wajahmu itu hahahaha"

"Berhenti tertawa atau kucium paksa!"

Tawa Kyu langsung berhenti.

Changmin mengangkat sudut bibirnya arogan.

Kyu tidak semanis yang ia kira.

Ternyata pemuda ber-marga Cho itu bisa membuatnya kesal juga.

Tapi jujur-

Ia suka melihat Kyu tertawa.

Ia senang berada di samping Kyu.

Lelaki berwajah tirus itu membuatnya nyaman.

Dan debaran kecil itu-

Selalu datang tiap ia bersamanya.


*SEOUL HOSPITAL*

TRANG

"Suie, kenapa sayang?"

"UMMA! Aku kan tidak suka tomat! Kenapa nasi goreng ini ada tomatnya!"

"Omo, Umma tidak tahu, itu masakan RS. Umma pesankan yang baru ne tidak usah pakai tomat"

"Tidak mau! Sudah tidak lapar! Aku mau tidur!"

"Suie~"

"Sudahlah sayang, biarkan saja mungkin Suie memang lelah karena sejak tadi ia bermain di taman. Yah- kau belum makan hum? Kka kita makan di kantin RS eotte?"

"Tapi Yun- Suie?"

"Kalau lapar dia akan makan, aku akan menyuruh Hyukjae menjaga Junsu sementara kita sarapan dibawah. Kajja"

"Suie, maafkan Umma ne"

Begitulah.

Jung Junsu menjadi lebih mudah marah sejak kejadian buruk itu.

Emosinya tidak stabil.

Secara fisik ia sudah sembuh tapi secara mental belum mencapai kata baik.

Dan untuk sementara ia tidak bisa pulang.

Yunho menyewa psikiater terbaik untuk menyembuhkan Junsu.

Namun hasilnya nihil.

Junsu tetap diam, tidak mau menceritakan apapun.

Dihari berikutnya.

"Tuan Jung, maafkan saya- sepertinya saya tidak mampu membuat putera anda bercerita. Junsu- tetap bungkam dan saya bingung harus melakukan metode apa lagi untuk membuatnya berbicara"

Yunho menghela napasnya.

Bahkan psikiater terbaik-pun tidak bisa melakukan banyak hal.

"Lalu bagaimana dengan kesehatan mental Junsu? Kau mau lari dari tanggung jawab Kangin~shi?"

"Tidak, tentu tidak tuan Jung. Begini, RS kami baru saja kedatangan seorang psikiater lulusan Univesity of Virginia Amerika. Kudengar dia salah satu lulusan terbaik, dia baru menyelesaikan gelar master-nya dan- aku yakin dia memiliki metode yang berbeda untuk menyembuhkan anak anda tuan Jung"

"Apa kau yakin dia mampu?"

"Dia orang Korea yang kuliah disana tuan Jung, selain lulusan terbaik track recordnya juga termasuk bagus dalam menyembuhkan trauma"

"Aku akan bicarakan dulu dengan Jaejoong"

"Baiklah tuan Jung, jika anda dan nyonya Jung setuju besok ia akan datang dan mungkin lusa ia sudah bisa memeriksa Junsu"

Yunho hanya mengangguk.

Ia sebenarnya sudah lelah, segala cara sudah ia tempuh.

Tapi Junsu masih belum ada perkembangan.

Meski begitu ia tidak akan menyerah, keluarga adalah hal yang paling berharga di hidupnya.

*KAIST SENIOR HIGH SCHOOL*

"CHANG!"

"Ada apa sih Jess? Kau senang sekali memanggil namaku sambil berteriak"

"Aku mau menengok Suie, aku ikut sampai RS"

"Tidak bisa"

"Waeo?"

"Aku ada janji dengan-"

"JUNG CHANGMIN! Kenapa kau membiarkan aku membawa buku itu sendiri?! Saenim kan menugaskan kita berdua!"

"Cho Kyu?"

"Oh anyeong Jessica~shi"

"Panggil aku Jess atau Sicca saja, jangan pakai embel-embel shi~ aku tidak suka. Chang, kau akan pergi dengan Kuyu?"

"Hm"

"Kemana?"

"RS"

"Aigoo kalian sudah semakin dekat huh? Yah Kyuhyun~ah kau adalah orang pertama selain aku dan Junsu yang diperbolehkan Min menaiki motornya"

"Diam kau Jess!"

"Memang benar kan? Aigoya~ begitu sukanya kau pada Kuyu Jung Chang~shi?"

"Jessica Jung!"

"Hehehe. Kalau begitu aku ikut~" manja gadis blonde itu.

"Aku bawa motor"

Yeoja blonde itu mempoutkan bibirnya.

Di pelukannya terdapat boneka dolphin yang sangat besar.

Ia bawa untuk sepupunya tercinta.

"Masa aku harus naik taksi?"

"Kenapa tidak minta antar Taecyeon?"

"Ish jangan sebut namanya! Pria norak itu menyebalkan!"

"Dia sangat menyukaimu Jess, dan kurasa dia bukan hanya suka tapi sudah jatuh cinta"

"Diam kau Jung, lebih baik aku naik bus sendirian daripada harus bersama namja nerd itu! YAH! Jangan tersenyum JUNG CHANG!"

Changmin terkekeh.

1 - 0 Ia berhasil membalas godaan jahil Jessica.

"Supirmu kemana?"

"Menjemput Appa di bandara"

"Paman Il Woo sudah pulang?"

"Hum baru hari ini"

"Mobilmu?"

"Malas"

"Akan kusuruh supirku menjemputmu, bagaimana?"

"Yaiiiyy Jung Chang yang terbaik~!"

Changmin menelpon kerumah agar supirnya segera menjemput gadis blonde itu.

Setelahnya ia menyuruh Jessica untuk menunggu di gerbang sekolah.

"Kau akrab sekali dengan Jessica, tidak heran kalian sering dianggap pacaran"

"Kau cemburu pada sepupuku sendiri?"

"Aku tidak cemburu Jung Changmin!"

Pemuda jangkung itu terkekeh lagi.

Ia memberikan helmnya pada Kyu.

Dan mereka menuju RS untuk menengok Junsu.

Sesampainya di RS mereka menuju kamar Junsu yang berada di gedung yang berbeda dari gedung utama RS.

Gedung yang di khususkan untuk pasien VVIP.

"Kau bawa apa sih? Banyak sekali"

"Kau bilang Junsu sangat ingin makan strawberi bijindo jadi aku sengaja kesana untuk membelinya. Dan ini spicy pork dan mantau daging"

"Junsu tidak suka makanan pedas"

"Bukan untuk Junsu"

"Lalu?"

"Kau. Bukankah kau suka spicy pork? Kulihat di kantin kau selalu memesan menu ini hampir setiap hari"

Ah~

Rupanya namja berkulit vampire itu sering memperhatikannya hum?

Manis sekali apa yang dilakukan namja Cho itu.

Membuat si rascal Jung tersenyum kecil.

Keduanya sudah berada di depan pintu kamar rawat Junsu.

Saat ia masuk kamar rawat itu terlihat berantakan sekali.

Piring gelas makanan minuman pot bunga bahkan tiang infus Junsu-pun jatuh.

"Hyukjae, ada apa ini?"

"Tuan muda untunglah anda cepat datang. Tuan muda Junsu mengamuk lagi, tadi aku sudah menghubungi tuan Jung tapi sepertinya ia sedang rapat ponselnya mati, lalu nyonya Jung sedang menuju kesini"

Changmin menghela napasnya.

Adiknya mengamuk lagi eoh?

Sejak kejadian itu Junsu hobi sekali melempar barang.

Padahal sebelumnya tidak pernah.

"Baiklah kau boleh keluar"

"Permisi tuan muda"

Chang - Kyu masuk mendekati Junsu yang tengah duduk di ranjang kamar rawatnya.

Napasnya tersengal.

"Hei, kau kenapa lagi hum?"

"Aku kesal!"

"Waeo?"

"Hyukjae tidak mau menemaniku main bola!"

"Kau belum main bola hari ini?"

"Sudah tadi pagi, dengan Appa"

"Siapa yang menang?"

"Aku tentu saja! Hyung kau tahu-"

Dan Changmin berhasil meredakan emosi Junsu.

Adiknya itu sibuk bercerita.

Ia sangat hapal betul kalau Junsu akan teralihkan fokusnya jika tentang sepak bola.

"Hahaha begitu? Jadi kau membuat Appa terjatuh di depan umum?"

"Yes! Appa kesal tapi dia tidak berani memarahiku hyung~ dan aku menang 10-1 eukyangkyang"

"Kau memang yang terbaik kalau urusan sepak bola Junsu~ya! Ah ne lihat aku mengajak Kyu. Kau masih ingat dengannya?"

Junsu melirik sekilas.

Ia mempuoutkan bibirnya.

"Kenapa Kyu baru kesini? Kau berjanji mengajariku bermain starcraft kemarin!"

"Ah itu- maafkan aku nee aku sedikit sibuk akhir-akhir ini"

"Kata Umma kalau sudah berjanji harus ditepati, kalau tidak berarti dia pembohong!"

"Su, dia kan sudah minta maaf" bela Changmin.

"Aku tidak mau berteman dengan orang pembohong! Nanti seperti hyung ketua osis! Hyung ketua osis bilang mau melihat anak bebek taunya aku malah dibawa ketempat itu!"

Changmin mengehela napas.

Adiknya berubah menjadi keras kepala sekarang.

Dan jika sudah begitu, ingin rasanya Changmin membangkitkan lagi si ketua osis brengsek yang hanya tinggal nama itu dan menghajarnya kembali hingga tak berbentuk!

"Suie, maafkan hyung ne hyung janji tidak akan membohongi Suie lagi. Yah lihat apa yang hyung bawa, tada~ strawberi bijindo! Kau ingin makan ini kan Su?" sahut Kyu penuh harap agar Junsu mau memaafkannya.

"Ung? Darimana hyung tahu aku ingin makan itu?"

""Firasat seorang teman. Cha ini untukmu"

"Semua?"

Kyu mengangguk dan tersenyum.

"Hummm~ baiklah aku memaafkan hyung kali ini tapi jangan diulangi ne? Sekali berjanji harus ditepati!"

"Arraso"

"Pinky Promise?"

"Pinky Promise"

"Yaiiiyyy strawbery bjindo!"

Melihat keakraban Junsu dan Kyuhyun.

Membuat hati Changmin menghangat.

Changmin menyuruh petugas RS untuk membersihkan kamar yang terlihat seperti panggung Mirotic selepas konser.

Tak lama Jessica datang dengan boneka dolphino yang pernah ia janjikan.

Lalu Jaejoong yang terlihat tergesa karena mendengar kabar bahwa putera bungsunya itu mengamuk lagi.

Namun ia bisa bernapas lega karena melihat Junsu tertawa senang.

TOK TOK TOK

"Masuk"

"Permisi"

"Iya? Silahkan masuk. Apa anda dokter yang baru? Maksudku psikiater yang baru untuk puteraku?"

"Ah ne, saya yang mulai hari ini akan menggantikan dokter Kangin sebagai psikiater Jung Junsu"

"Nee aku sudah tahu kabarnya dari suamiku. Mohon bantuannya uisanim-?"

"Park Yuchun imnida"

Psikiater berjas dokter itu tersenyum ramah.

Ia tampan- bahkan SANGAT tampan.

Wajahnya chubby dengan potongan rambut jamur.

Mengingatkan Jaejoong akan Micky TVXQ dalam video Picture of You

Suara huskynya terdengar nyaman di telinga.

Senyumnya mampu meluluhkan hati siapa saja.

"Umma~" panggil Junsu sambil berbisik.

"Ne sayang?"

"Kemari"

Jaejoong mendekati ranjang Junsu.

Lalu membisikan kalimat yang membuat Jaejoong membulatkan matanya.

"Umma ada apa?" tanya Changmin penasaran karena melihat reaksi Jaejoong.

"Bibi Joongie? Muka-mu kenapa memerah begitu?" kali ini giliran Jessica yang bertanya.

"Su~ tidak boleh ani maksud Umma tidak sekarang baby duck"

"Ish Umma~!" Junsu mempoutkan lagi bibirnya manja.

"Umma, ada apa sih? Apa yang Su katakan?"

"Itu-"

CKLEK

"Anyeong~"

"APPA!"

"Hi baby, bagaimana kabarmu hari ini?"

"Appa, aku boleh minta sesuatu?"

"Tentu, katakan apa yang kau mau?"

"Appa akan memenuhi semua permintaanku?"

"Yes baby, apa yang Suie mau?"

"Aku mau-"

"Yun jangan"

"Huh?"

"Aku mau menikah dengan dokter itu! SE-KA-RA-NG!"

"Mwo?!"

Kompak Yunho, Changmin, Jessica dan Kyuhyun terkejut.

Sedang Jaejoong mengelus kening dengan salah satu tangannya.

Dan psikiater tampan itu hanya bisa mengangkat satu alisnya lalu menggeleng dan tertawa kecil.

Ah~ pasien barunya ini menggemaskan.

Sepertinya ini akan menyenangkan.

"Eukyangkyang~"

TBC

Terima Kasih banyaaakk ^^

irisajung