Brak...

Aomine Daiki menggebrak meja kayu seraya berkata"mustahil..bagaimana bisa si psikopat itu membunuh 2 agen polisi dalam 1 hari..ini terlalu cepat..bagaimana cara-nya untuk menggalahkan psikopat itu..?"tanya-nya kepada diri sendiri,sedangkan bawahan-nya Kagami Taiga Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat atasannya yang sedang apa yang membuat Imayoshi pemuda berkacamata dengan gaya rambut yang berantakan berani menuduh Kagami sebagai pelaku pembunuhan.

"jangan-jangan kagami,yang membunuh kasamatsu dan sakurai.."imayoshi langsung menyemburkan kata-katanya, semua yang berada di ruangan itu melirik ke arah kagami"hei..bodoh jangan menuduh sembarangan.."kagami menatap jawah megane imayoshi "huh..tapi yang membunuh mereka berdua adalah pemuda yang memiliki surai merah...dan kau kagami satu-satunya orang di sini yang berambut merah"ketus imayoshi.

Emosi kagami jadi naik"AKU INI MEMANG MEMILIKI SURAI MERAH DARI LAHIR,TAPI AKU TIDAK SEKEJAM ITU SAMPAI MEMBUNUH MEREKA BERDUA..."kagami menarik kemeja yang melihat tingkah laku temannya itu Cuman bisa diam,akhirnya dia sadar kalau dia tak bisa membiarkan melihat aksi kagami dan imayoshi yang saling tuduh menuduh.

"memangnya semua orang yang berambut merah itu termasuk orang yang membunuh kasamatsu dan sakurai..?"tanya takao,yang membuat mereka berdua berhenti."aku sedang mencurigai seseorang tapi aku tak mau menuduhnya..."kata-kata takao tadi memancing aomine untuk dibicarakan."jadi siapa yang kau curigai..?"tanya aomine.

Takao Cuma menghela nafas,dan menutup manik onyx-nya ."aku mencurigai...dokter otopsi...Midorima Shintaro..."ujar takao,membuat suasana di ruangan hening seketika

0o0o0

The Hunting knife

Disclaimer:

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

Rate:

T*buat jaga-jaga

Genre:

Crime, Friendship

Mengandung unzur:criminal, typo bertebaran dimana-mana,sepertinya kurang tsadest,absrud.

Jadi sebelum baca niatkan dirimu...

0o0o0

"apa..?bukannya midorima shintaro itu dulu anggota kiseki no sedai,sekaligus teman-mu takao..?"tanya kagami penuh penasaraan,takao Cuma mengganguk"tapi aku rasa mustahil kalau midorima yang melakukannya...OH IYA.."aomine tidak melanjutkkan kata-katanya."ada apa..?"tanya imayoshi,yang melihat aomine segera menuju ke komputer yang berada di ruangan sebelah"aku sedang mencari data tentang akashi seijuro.."sahut aomine,takao segera bangkit dari tempat duduk-nya dan dia berdiri di samping aomine.

"aku baru ingat yang memiliki surai scarlet,dan orang yang memiliki mata heterokrom itu...adalah akashi seijuro...bodoh kenapa aku baru ingat sekarang"sahut aomine yang masih sibuk dengan meneliti data-data temannya itu."tunggu sebentar...jangan di scroll ke bawah.."sahut takao,dan dia segera membaca profil tentang akashi seijuro.

"akashi seijuro memiliki beberapa perusahaan ternama di tokyo..di masa saat sma dia seorang atlit pemain basket yang handal berasal dari SMA"Rakuzan"dan sekarang dia menjadi orang sukses yang berhasil mendirikan satu rumah sakit bernama "AKA HOSPITAL"dan 2 universitas swasta dengan nama yang berbeda.."sahut takao yang membacakan profil akashi dengan lantang.

"tunggu...dia punya rumah sakit..coba kita lihat data rumah sakit tersebut.."sahut aomine,dan segera membuka data-data yang menyangkut perihal tentang rumah sakit milik akashi"takao..boleh kau bacakan sekali lagi.."pinta aomine,tanpa disuruh pun sebenarnya pemuda yang memiliki mata hawk eye itu sudah membaca."rumah sakit milik akashi yang bernama AKA HOSPITAL,adalah rumah sakit yang terbesar sakit AKA HOSPITAL memiliki dokter handal..yang salah satunya sebagai berikut..."takao berhenti membaca manik onyx-nya membulat.

"salah satunnya adalah Midorima Shintaro dokter otopsi.."ujar lirih takao..aomine tersenyum menyeringai"sepertinya aku akan melakukan reuni kecil-kecilaan..."ujar aomine meninggalkan komputernya,kini takao sedang membaca profil akashi lebih teliti lagi kini dugannya semakin kuat bahwa kasus kriminal kali ini dalangnya adalah akashi dan takao segera menggejar aomine yang hendak pergi dari markas "tunggu sebentar..aomine..aku boleh ikut saat kau akan menggundang anggota kiseki no sedai..?,soalnya aku punya firasat buruk.."ujar takao.

Aomine Cuma mengganguk,meninggalkan takao yang terdiam di depan pintu masuk 'aku tak menyangka teman ku dan tetangga apartement ku adalah seorang dokter gila..yang berkerja untuk seorang psikopat..'batin takao

0o0o0

Pemuda berambut hijau yang di tanggan kirinya kini memegang sebuah gelas kaca,yang kata-nya adalah lucy item-nya hari emerald-nya kini sedang fokus menatap lapangan basket yang berada di halaman belakang kediaman maniak oha-asa ini berkomentar tentang rumah akashi itu seperti labirin,bisa tersesat di bersurai scarlet itu meminta midorima untuk berkunjung ke rumah-nya untuk membicarakan sesuatu,pikir midorima akashi bakalan muja-muji dirinya karna aksinya yang berhasil membunuh kasamatsu yukio.

"shintaro..kau selalu datang lebih awal.."entah sosok surai scarlet ini muncul dari arah mana,midorima menaikan kacamata-nya yang tak melorot itu"aku ini datang lebih awal bukan karna aku mau menemui-mu lebih lama..karna aku ingin berkeja seperti biasa lagi tau.."midorima membuang pandangannya dan melirik akashi yang di tanggan kanannya memegang sebuah bola basket "tertarik one on one shintaro...?"tawar akashi midorima tersenyum tipis,tipis banget malah hanya dirinya yang tahu bahwa dirinya telah tersenyum.

"siapa yang tidak mau,aku ingin one on one dengan mu karna aku ingin men shoot bola lagi..-nodayo"sahut midorima meletakan gelas kaca-nya di aspal,akashi mengoper bola ke midorima sambil tersenyum menyeringai "matilah kau..shintaro."ucap akashi lirih,midorima tak menggerti arah pembicaran saat dia memegang bola,anehnya bola basket itu menjadi 4x lebih berat.

Punya firasat tidak enak dengan bola basket itu,midorima mendekatkan bola basket itu ke arah telinga-nya,dan terdengar bunyi countdown timer ia melempar bola basket yang ternyata berisi bom ke arah taman kecil yang tak jauh dari situ,untung-nya lemparannya itu tak pernah meleset.1 detik kemudian bom itu meledak,tidak terlalu besar ledakannya bisa di bilang seperti ledakan granat.

"kau gila ya-nanodayo ?"tanya midorima setengah panik,akashi Cuma tertawa melihat tingkah laku midorima yang seperti itu "huh..aku tak menyangka bahwa kau menyadari bahwa di dalam bola basket itu ada bom handmade buatan-ku.."midorima menatap manik heterokrom akashi dengan tajam,bola basket itu nyaris membunuhnya-nya,untung saja dia segera melempar bola basket tersebut."aku sudah mencurigai-nya dari ,aku masih bingung kau menyumpahi bahwa aku bakal mati,kedua bola basket itu menjadi 4 kali lebih berat dari bola basket yang biasanya-nodayo"ujar midorima.

"baguslah kalau begitu,omong-omong ini.."akashi memberi sebuah kotak yang lumayan besar,midorima hanya menatap kotak tersebut "apalagi ini..?bomb C-4?"tanya midorima membuat akashi tertawa."ahaha bodoh...ini isinya adalah sianida dan pistol glock 17"sahut akashi sambil membuka kota tersebut,midorima Cuma bisa melongo melihat pistol glock 17 beserta pelurunya yang di berikan akashi."aku tak bisa memakai pistol-nodayo"midorima menggeleng dan menggambil racun sianida"oh kau minta aku untuk menusuk perut-mu baiklah.."lagi-lagi akashi menggeluarkan hunting knife-nya.

"bu..bukan begitu maksu..ARGH.."ucapan midorima terlambat sudah,karna akashi sudah menancapkan pisau-nya di bagian bawah perut midorima,yeah...tidak terlalu dalam tapi lumayan 3,5cm kira-kira,setelah 20 detik akashi baru mencabut pisau kecil-nya dari perut midorima darah segar menggucur deras,midorima tak sanggup berdiri,dia terduduk di aspal sambil memegangi luka-nya."a..aka..akashi..kau kejam.. ..-no..da..yo"butuh perjuangan untuk menyelesaikan kalimat tersebut.

Midorima masih meringgis kesakitan sedangkan si surai scarlet Cuma bisa tersenyum saat melihat midorima kesakitan."cih payah...baru segitu saja kau sudah kesakitan..ini belum cukup..aku akan menggores wajah-mu.."sahut akashi sambil mendekatkan pisau-nya ke wajah midorima.

Sret...sret...

Akashi menggoreskan pisau kecil-nya ke wajah midorima,luka tersebut membentuk pola silang,si surai hijau sampai menutup manik emerald-nya,tanpa di duga midorima akashi menggambil pistol kesayanggan-nya dan menodongkan ke arah keningnya."terima pistol itu..atau kau mati di sini..?"tanya akashi..masih sibuk dengan pisau kecil-nya,masih senang menggoreskan pisaunya ke wajah tak berdosa milik midorima, midorima hanya bisa pasrah di perlakukan dengan sadis oleh sahabat gila-nya ini.

"tuhan..daripada aku di siksa seperti ini cabut nyawaku sekarang saja-nodayo"batin midorima dalam hati,akashi sudah berbicara lagi "CEPAT..AMBIL PISTOL-MU.."bentak midorima menurut dan menggambil pistol glock 17 "pasang pelurunya sekarang.."perintah akashi,midorima segera mengisi pistol tersebut dengan peluru.

"bagus..sekarang arahkan pistol-mu ke arah..."akashi mencari-cari sasaran yang tepat untuk menembak dan manik heterokrom itu menggambil lucy item milik midorima dan menaruh-nya dari radius 3,5 meter."coba kau tembak gelas kacamu yang tak berguna itu.."sahut akashi,midorima langsung protes "apa..kau gila..lucy item..ku itu sangat berharga...ng..baiklah kalau itu mau mu-nanodayo"midorima kapok kalau di todongin hunting knife lagi.

Ternyata kacamata-nya itu sedikit membantu,midorima menggarahkan pistolnya ke arah lucy item-nya menutup mata-nya sebelah,mencoba menarik pelatuk pistolnya.

Dor...

Tembakan midorima tepat sasaran,akashi Cuma tersenyum tipis"ternyata tembakan-mu tak pernah meleset cih.."ujar akashi,sedangkan midorima Cuma memandangi lucy item-nya yang sudah tak terbentuk lagi dengan pasrah."aku kembali ke rumah sakit dulu,permisi...-nodayo"midorima segera meninggalkan akashi yang terpaku di tempat.

0o0o0

Di rumah sakit,midorima sibuk mengobati luka-nya itu,goresan pisau yang bertengger di pipi kanannya itu membuat beberapa dokter pertanyaannya "apa kau terkena hunting knife lagi..?"mendenggar pertanyaan tersebut di lontarkan midorima Cuma bisa diam,dan hari ini dia memang sial ada tamu tanpa ia undang datang menemuinya.

Midorima masih asik menyelidiki korban di ruang otopsi dan tiba-tiba saja sosok yang ia kenali muncul dari balik pintu"sedang apa kau di sini...aomine..?"tanya midorima tanpa berpaling dari mayat yang ada di depannya,aomine segera menghampirinya"ternyata kau sekarang jadi dokter otopsi ya..."ujar aomine,dan dia terkejut saat meliat wajah midorima yang di penuhi luka.

"astaga...ada apa dengan wajah tsundere-mu itu..?apa kau termasuk korban dari si hunting knife..?"tanya aomine,midorima Cuma melirik si detektif berkulit tan"Cuma luka kecil..luka kecil tidak membuat ku menjadi lemah-nodayo"midorima berbohong buktinya,dia menjerit-jerit ke sakitan saat menuangkan obat di sekitar lukannya."tujuan ku kesini sebenarnya ingin memintai mu keterangan seputar...ehem.."aomine berdehem,lalu menarik nafas.

"aku mau kau menjelaskan semua tentang akashi seijuro.."midorima memberhentikan keasikannya yang sedang meneliti mayat yang ada di depan-nya,midorima menghela nafas untuk kali ini pemuda surai hijau tersebut harus berbohong lagi."begini saja-nodayo,aku sedang sibuk bagaimana nanti setelah makan siang,kita membicarakan hal ini-nodayo..bagaimana..?"tawar midorima,sedangkan aomine mengganguk-anguk.

Skip time

Hari sudah menjadi malam,midorima melirik arloji-nya dan menandakan waktu pukul 20.00"hm..tidak terlalu malam..semoga saja takao tidak mencurigai-ku lagi.."ujar midorima,sebelum turun dari mobil ia menggaca sebentar luka-nya masih terasa sedikit sakit, luka yang di perut-nya itu ia tutupi dengan perban,manik emerald-nya menatap racun sianida dan pistol glock 17.memasukan benda-benda itu ke dalam tas-nya,dan segera ia turun dari mobil-nya,menutup pintu mobil-nya dan dia teringat ucapan akashi.

0o0o0

Saat midorima hendak meninggalkan akashi,si surai scarlet itu berbicara"shintaro..mungkin kau harus menjadi anggota mafia bersama-ku.."tawar akashi,midorima membalik badannya mengahadap akashi"apalagi yang kau inginkan-nodayo..?"tanya si surai hijau,akashi tersenyum"aku ingin kau...membunuh kazunari dengan waktu 24 jam...kalau kau tak berhasil kau sudah tak menjadi dokter otopsi lagi melainkan menjadi anggota mafia bersama-ku.."mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut akashi,midorima merasa lensa kacamatanya retak seketika.

"baiklah..sepulang dari tugas aku akan berusaha untuk membunuh-nya.."sahut midorima mulai berbalik dan meninggalkan akashi "oh iya satu lagi,berhati-hatilah shintaro...mungkin agen kepolisian mulai mencurigai-mu...apalagi daiki aomine..cih..dia sudah tau kalau aku ini dalang-nya.."akashi membuang tatapan nya.

Midorima menaikan kacamata nya yang tak merosot dari hidungnya itu"sebenarnya apa tujuan mu itu-nanodayo..?"akashi Cuma melihat hunting knife-nya"ya..Cuma untuk bersenang-senang saja...mencari kebebasan dalam membunuh orang..aku juga bosan dalam perkerjaan-ku...makanya aku ingin membunuh orang..termasuk kau shintaro.."midorima langsung meninggalkan akashi setelah mendengar kalimat itu.

Semoga saja dirinya tak berakhir tragis seperti sakurai dan kasamatsu.

0o0o0

Di lobi apartemen dia sudah di kejutkan oleh takao kazunari,tapi dia sedikit berbeda,ya da yang berbeda dari dirinya,gaya rambutnya berbeda ...ini membuat midorima bertanya-tanya dalam hati takao menghampiri-nya"hei..tumben kau pulang cepat.."ujar-nya dan segera menatap wajah tsundere midorima"apa kau habis membunuh orang lagi..?"tanya-nya,midorima jadi kesal sendiri kenapa setiap bertemu dengan orang ini,dirinya selalu di bilang hanya cuek,males menanggapi orang seperti dia,diliriknya takao ke luar dari lobi,midorima segera menuju lift dan.

Setelah dia sampai di kamarnya yang dilantai 19,betapa kagetnya dia "yo..shin-chan.."takao sudah berdiri manis di depan lift,midorima mengganga melihat takao sudah ada di hadapannya tadi ia ada di lobi dan keluar dari apartemen ?,kenapa dia berdiri di sini ..?"kenapa kau bisa di sini?bukannya aku memperhatikan mu-nodayo"takao Cuma tertawa melihat sikap midorima yang tsundere tingkat dewa.

"hah..dari tadi aku ini di sini kok..nunguin shin-chan datang.."ujar takao sambil senyam-senyum,midorima mengingat-ingat dia berjalan berpaspasan dengan takao,bukan..?tapi takao bilang dia dari tadi di sini..?ahk lagi pula bocah itu suka bercanda benar bukan ...?"mungkin tadi shin-chan,bertemu dengan shun izuki.."jelas takao,midorima menghentikan langkahnya"eh..hontou..?"tanya midorima.

"beneran shin-chan,suer dah...takao kazunari yang ganteng nya pol..ini gak pernah bohong.."midorima yang melihat takao berbicara dengan gaya seperti anak alay itu menatap takao dengan jijik"tadi itu izuki-san dateng ke apartemen-ku..yah urusan perkerjaan lah.."midorima langsung meng-oh kan"oh iya shin-chan..mampir ke kamar-ku yuk.."manik emerald midorima menatap si surai raven itu dengan jijik"sejak kapan elu homo..?"takao langsung tertawa."ga...gue ga homo..Cuma ada yang pengen gue omongin aja.."

Setelah mereka berdua berbincang-bincang cukup lama takao,menghentikan pembicaraan-nya teringat ucapan atasannya.

0o0o0

"nee...takao kazunari.."sahut aomine sebelum dia pergi meninggalkan markas."nani.?"aomine menarik nafas"kau perlu berhati-hati kepada midorima ya.."takao Cuma tertawa kecil.."tenang saja.."lalu aomine menggeluarkan pistol AK-47."ini ku pinjami...gunakan ini saat kondisi darurat atau ada hal-hal yang mencurigakan..aku tahu akurasi menembak-mu sangat bagus..karna kau memiliki hawk eye"takao menerima pistol tersebut dan menaruh-nya di saku celannya.

"baik,kapten.."takao membungkukan badannya"satu lagi..nanti shun izuki akan datang ke apartemen-mu dia akan memasang cctv di apartemen mu..tugasmu adalah memancing midorima..memancing-nya untuk berbicara dengan jujur..oke..bisakan.."lagi-lagi takao Cuma tertawa"ahaha itu mah..kecil shin-chan kan tsun-tsun jadi mudah di rayu..ahaha"setelah itu takao mendapat tinju dari detektif bersurai biru gelap.

"lakukan tugas-mu dengan benar..kalau tidak..aku tak akan segan-segan untuk memukuli-mu dengan bola basket.."sahut aomine sambil meninggalkan takao yang masih tertawa "ahaha..bola basket..ahaha"seketika kepala takao jadi benjol karna benturan bola basket yang entah dari mana aomine dapatkan.

0o0o0

"takao.."panggil midorima seraya menampar wajah takao "oi..oi takao..masih sadar atau udah mati nih..?"ucapan midorima berhasil membuat takao sadar dari lamunan-nya"eh...gomen..tadi Cuma ke inget sesuatu shin-chan.."midorima beranjak dari tempat duduknya "lho shin-chan mau kemana..?"tanya takao"mau ke dapur membuatkan minuman..bu..bukannya aku peduli-nodayo.."takao juga beranjak dari tempat duduk-nya."aw..shin-chan,perhatian banget..aku ingin ke toilet sebentar.."

Takao bukannya ke toilet menggambil laptop-nya di kamar yang lambang laptopnya itu apel digigit..dan membawanya ke kamar mandi..wah ngapain ente..?ckckc.setelah itu mengunci pintu kamar mandi..menyalakan laptopnya..dan menoton film biru..*ok salah adegan.di laptopnya takao sedang memperhatikan gerak-gerik midorima di dapur.."emang sih ga ada yang mencurigakan..dia membuat sirup dari sirup marj*n"batin takao dalam hati.."eh tunggu..itu apa..?"takao bertanya-tanya sendiri,dia melihat dengan teliti gerak-gerik midorima dari laptopnya,terpampang gambar midorima sedang memasukan sebuah cairan..entahlah itu apa "apa itu racun..?jangan-jangan sianida..?apa shin-chan berniat untuk membunuh-ku..?"tanya takao pada diri sendiri..

"Takao dimana kau..?"terdengar suara midorima memanggil nama-nya buru-buru takao mematikan laptopnya dan gelagapan sendiri "aduh..duh..ini laptop enaknya taro di mana ya..?"takao sedang mencari celah...untuk menaruh laptop kesayangan-nya itu."takao..dimana kau..?"suara midorima yang seperti main kejar-kejaran antara si pembunuh dan si korban..dan sekarang ini terjadi pada mereka..setelah melihat langit-langit yang bisa di buka takao menaruh laptop kesayanggan-nya di situ.

"kamu di sini dulu ya...jangan jatoh loh.."lalu takao mulai mengisi pistolnya dengan peluru menyelipkan nya di saku celana,dirinya keluar dari kamar mandi dan mendapatkan midorima dengan kedua tanggan-nya memegang gelas..yang berisi sirup."nih..untuk-mu.."midorima menyodorkan gelas yang ada di tanggan kanan-nya,ada sedikit ragu tergambar di wajah polisi muda itu.."eh..iya..makasih loh.."akhirnya suka tidak suka takao menerima-nya."diminum dong bakao.."perintah surai hijau..setelah itu dia membalikan badannya dan tersenyum licik.

"apakah dia akan meminumnya..?"batin midorima dalam hati..takao jadi bingung sendiri "aduh gimana ini..minum tidak..minum tidak...nanti kalau saya minum saya udah tenggler duluan..kalaau ga di minum kasihan.."batin takao lalu dia teringat pesan atasannya itu,ya izuki "janggan percaya sama orang lain..kalau kau melihatnya dia melakukan kejahatan..dan dia berbohong megucapkan bahwa dia tak melakukan kejahatan barangkali sedikit-pun ,kau boleh membunuhnya asal..kau benar-benar melihat..dia melakukan tindakan kejahatan.."

Takao menarik nafas "shin-chan..."panggil takao,membuat midorima membalikan badan-nya."nani..?"takao menundukan kepalanya"shin-chan.."gelas-nya dia pegang erat-erat."takao..kenapa sirup-nya tidak di minum-nodayo..?"tanya midorima memasang tampang muka tak bersalah..takao menatap manik emerald milik midorima,menatapnya lekat-lekat seraya berkata.

"APA KAU BERANI MINUM SIRUP INI,SHINTARO MIDORIMA..?"bentak takao sambil menyodorkan gelas-nya yang berisi sirup sianida.muka midorima langsung pucat pasi mendengarkan kalimat itu terlontar dari bibir kecil takao.

Author note:

Eh..gomen potong di sini dulu adegannya...kasian,takao-nya pengen di racunin ama abang mido :v,author-nya iri ama midorin yang di kadoin pistol glock 17 sama akashi,oh iya soal adegan aomine mengajak midorima untuk membicarakan soal akashi nanti akan di jelaskan di chapter berikutnya..arigatou..yang udah mau baca..jaa ne~

Diminta untuk review-nya ya..#dasar tukang pinta-pinta