Title : Sex In School With Kingka

Genre : Lemon , Friendship, School.

Rate : M

Length : ?

Main Cast :

Kim JaeJoong JYJ | 17 tahun | GS

Jung Yunho DBSK | 17 tahun

Shim Changmin DBSK | 17 tahun

Park Yoochun JYJ | 17 tahun

Kim Junsu JYJ | 15 tahun | GS

Lee Chaerin 2ne1 | 17 tahun

Park Sandara 2ne1 | 17 tahun

And all others

Summary : Jaejoong yang baru pindah sekolah, berada dalam kelas yang sama dengan kingka sekolah yang memiliki ketertarikan seksual padanya dan meginginkannya berada di atas ranjang pria itu.

Hope You Like It !

Junsu sudah meninggalkannya 20 menit yang lalu menuju sekolahnya dan ia masih berada di gerbang sekolah gedungnya. Sesungguhnya ia berharap untuk tidak masuk kembali dalam sekolahnya setidaknya kelasnya itu.

Bel masuk berbunyi dan ia masih di posisinya. Ia sangat ragu untuk kembali, jika bisa ia ingin berlari menjauh.

"hei nona " seorang satpan menghampirinya

" bel sudah berbunyi , kenapa kau masih disini ? " Jaejoong menatap lalu menunduk sambil menggelengkan kepalanya dan melangkah pergi menuju kelasnya.

Saat ia sampai ternyata gurunya sudah berada di kelas, mengabsen.

" maaf saya terlambat " Jaejoong menundukan kepalanya

" tidak apa – apa, pelajaran belum dimulai tapi lain kali jangan di ulangi lagi " Jaejoong menganggukan kepalanya dan berjalan menuju kursinya

Ia terdiam di tempatnya saat seseorang teman sekelasnya duduk di kursi yang ditempatinya, Jaejoong belum mengenal anak itu karena sejak kejadian kemarin hingga pulang sekolah ia tidak melakukan apa pun lagi.

Orang itu menunjukan jarinya kearah belakang dan Jaejoong pun menoleh.

Sebuah bangku kosong tepat berada di depan bangku pria kemarin, bulu halus di tubuh Jaejoong berdiri. Dia hanya terdiam manatap kearah bangku kosong itu, ia tidak mau duduk di sana namun sebuah suara mengintrupsinya.

" Jaejoong , kenapa belum duduk " dengan berat ia pun melangkah menghampiri bangku kosong itu. Gadis itu berharap tidak ada yang akan terjadi nanti.

selama mata pelajaran, Nampak jelas Jaejoong terlihat gelisah sesekali gadis itu menengok kebelakang hanya untuk berjaga – jaga bahwa tidak ada hal buruk yang di rencanakan pria itu terhadapnya.

Jaejoong benci saat pria itu menyeringai dan melambaikan tangannya seolah mengejek ke gelisahannya, tapi ia tidak dapat membohongi diri bahwa ia merasa takut pada pria itu, Kingka dan pembullian bukanlah lagi hal tabu baginya , di sekolahnya dulu pun juga ada yang seperti itu , namun di sekolah inilah yang terparah.

Kekerasan memang kerap terjadi bahkan dikelas tapi tidak pernah ia melihat sebuah sex life tepat di depan matanya dengan hanya kurang dari 2 meter.

" aaahhh " Jaejoong terpekik saat merasakan hembusan udara panas tidak biasa di telinganya. Gadis itu menoleh dan mendapatkan pria itu terkikik geli, kemudian ia memandang sekitar, guru sudah tidak ada, dia terlalu banyak melamun sepertinya.

Semua nampak tidak perduli, nahkan saat ia menjerit hanya seperkian detik beberapa anak yang menoleh kearahnya setelahnya mereka kembali sibuk dengan urusan masing – masing.

Jaejoong merasa bahwa ia seperti target pembulian. Apakah karena ia anak baru ? Jaejoong ingin bertanya tapi ia takut, takut jika kingka kelasnya berkata 'ya' untuk jawabannya.

Ia meraih bekalnya dan melangkah pergi meninggalkan kelas, mencari tempat tenang untuk menghabiskan bekalnya.

Di luar kelas ia bertemu dengan salah satu murid kelasnya, ia berfikir untuk menyapa.

" hai " seunya sambil melambaikan tangan , ia tidak berharap banyak gadis itu membalasnya tapi ternyata …

" hai " gadis itu membalas sapaannya dengan senyum walaupun tetap berjalan melewatinya

" tunggu " Jaejoong dengan cepat kembali memanggil, banyak yang ingin di ketahuinya

Gadis itu berbalik " kenapa ? " Jaejoong menghampiri

" aku Jaejoong " sambil mengulurkan telapak tangan.

" Park Sandara " balas gadis itu.

" boleh aku bertanya ? " gadis bernama sandara itu menganggukan kepalanya

" kalau begitu bangaimana jika di taman, sambil manghabiskan bekal bawaanku " Jaejoong mengangkat kotak bekal yang di bawanya.

Gadis itu nampak sedang berfikir " jika kau sibuk tidak apa – apa koq " kemudian gadis itu menggelengkan kepalanya

" baiklah, ayo " mereka pun berjalan beriringan tanpa kata – kata.

Setibanya di taman sekolah mereka mencari tempat untuk bersantai. Jaejoong membuka bekalnya dan menyerahkan sumpitnya pada Sandara.

" ini enak " seru Sandara setelah mencicipi satu telur gulung dari kotak bekal Jaejoong.

Jaejoong " ibuku memang pintar memasak, oh , ya. Sandara aku ingin tanya " Jaejoong menghentikan sejenak pembicaraannya, melihat respon gadis itu .

" silahkan, panggil saja Dara, nama ku terlalu panjang jika kau ucapkan semua " gadis itu nampak santai

Jaejoong menganggukan kepalanya " apakah aku target pembulian " gadis itu berhenti mengunyah dan menatap Jaejoong lekat.

" kenapa kau berfikiran begitu ? " Jaejoong menghela nafasnya

" karena tidak ada yang mau bicara denganku, apa lagi kejadian kemarin … " Jaejoong tidak melanjutkan

" Yunho dan Ji Eun ya " Jaejoong mengulang nama Yunho tanpa suara.

" sebenarnya aku tidak tahu kau target atau bukan karena aku bukan salah satu bagian dari mereka " jawab Sandara

" lagi pula masalahnya bukan pada Yunho tapi pada CL,Lee Chae Lin , selama dia tidak ada itu baik untuk kita " lanjut Sandara

" apa maksud mu " gadis itu menghela nafasnya

" Yunho tidak suka menyakiti wanita " Jaejoong merasa heran

" tapi gadis yang duduk disebelahku itu ! " tanyanya

" itu rumit dan semua itu , ya Karena CL " Sandara kembali melanjutkan makanannya.

" kursi yang kau tempati itu, milik gadis sialan itu " Jaejong kaget

" benarkah ? lalu bagaimana jika nanti ia datang dan melihat aku disana " Jaejoong panic dan Sandara mengangkat bahunya

" ya berdoa saja Changmin berbaik hati padamu mengembalikan kursi mu sebelum CL kembali dari Seoul " Jaejoong masih belum mengerti situasi yang ada.

" aku rasa aku akan meminta Changmin untuk berpindah tempat " seru Jaejoong

" jangan, Changmin itu salah satu dari mereka " Jaejoong merasa tertimpa batu besar di kepalanya

" aku sangat bingung dengan situasi disini ,benar – benar tidak mengerti, bisa kau menjelaskannya " ungkap Jaejoong

Sandara mengunyah makannya lebih cepat sambil menganggukkan kepala " boleh , tapi besok bawakan aku bekal lagi ya " Jaejoong menoleh pada bekalnya yang ternyata suadah habis tanpa sisa

Gadis itu tertawa kecil " maafkan aku, sepertinya aku kelewatan " ucapnya dengan senyum lebar

" masakan ibu mu sangat enak " Jaejoong ikut tersenyum

" tidak apa – apa , aku senang jika kau menyukainya, aku akan membawakan bekal untuk mu juga besok "

" wah, terima kasih , hm.. sekarang aku haus bagaimana jika kita kekantin beli minum, aku yang traktir " Jaejoong mengangukan kepalanya

" tapi kau akan bercerita padaku kan ? " tanyanya sambil menutup kembali kotak bekalnya dan memansukannya dalam tas kecilnya.

" aku akan beritahu sambil kita beli minum " Sandara berdiri lalu menepuk pantatnya dan disusul Jaejoong

" ayo " mereka pun menuju kantin

" jadi, pertama – tama yang harus kau ingat agar tidak mendapat masalah adalah menghindari Geng Dobangsinki " ungkap Dara

" Dobangsinki " Jaejoong mengulang

" ia, mereka. Changmin yang menempati tempat mu, Yoochun dan Yunho yang duduk di belakang mu dan CL terutama CL , dia anggota Dobangsinki yang paling menyebalkan bagi siswa perempuan karena yang lain selalu segan untuk mengganggu wanita" mereka memasuki area kantin dan berjalan kearah mesin minuman

" lalu bagaimana bisa Ji Eun " Sandara berhenti berjalan lalu menatap Jaejoong lalu menghela nafasnya

" aku kasihan dengannya tapi tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membantu " lalu keduanya kembali melangkah

" ia sudah diperlakukan seperti itu sejak kelas satu semester genap " Jaejoong segera memotong

" berarti setahun lalu " Sandara menganggukan kepalanya

" kurang lebihnya, itu terjadi karena ia membela Hwayoung " saat mereka sampai di mesin minuman, Sandara merogoh sakunya dan memasukan beberapa koin kedalam mesin

" mau minum apa ? " tanya Gadis itu

" jus Lemon " Sandara menekan tombol Lemon dan tombol susu dan beberapa detik berikutnya suara kaleng terdengar dari bawah mesin, gadis itu membungkuk dan mengambilnya, memberikan sekaleng jus Lemon pada Jaejoong

" terima kasih " Sandara menganggukan kepalanya

" Hwayoung itu yang mana ? " tanya Jaejoong, Sandara berjalan menuju kursi yang kosong

" dulu dia duduk tempat mu " Jaejoong mengangukan kepalanya

" lalu sekarang ? " Jaejoong bertanya lagi

" dia pindah sekolah " Jaejoong merasa aneh

" kenapa ia pindah saat temannya sudah bersudah payah membantunya " Jaejoong menyarakan fikirannya

" karena telah membuat Ji Eun seperti itu makannya dia pindah, dia tidak bisa berbuat apa pun untuk membantu dan tidak bisa melihat itu semua " Jaejoong menganggukan kepala

" Ji Eun , Hwayoung dan Se Kyung berteman baik sejak bertemu setahu ku begitu, diantara mereka bertiga Hwayoung yang paling pintar dan kebutulan duduk di sebelah CL, dia selalu menjadi bahan suruhan CL dari mulai mencatat , mengerjakan pekerjaan rumah bahakan membelikan sesuatu jika ia melukan kesalahan CL tanpa ragu akan memukulnya, terakhir kali Hwayoung di lemparkan botol di kelanya. Mungkin karena merasa kesal dan kasihan sebagai teman Ji Eun berniat membantu tapi karena saat itu masih awal kami masuk sekolah kami tidak benar – benar ada yang paham apa yang bisa di lakukan seseorang yang menakutkan diantara kami, aku sendiri tidak tahu bahwa akan seperti ini jadinya." Sandara menundukan kepala, ia tahu gadis itu sedang merasa sedih untuk temannya

" apa yang dilakukkan Ji Eun " Jaejoong merasa penasaran

" dia melaporkan tindakan kekerasan CL pada guru lewat surat pengaduan " Sandara terdiam

" lalu ? " Jaejoong ingin segera mengetahuinya

" CL tentu mendapat hukuman saat kembali ia segera memeriksa satu persatu tulisan tangan kami dan akhirnya Ji Eun ketahuan , sejak saat itu ia menggantikan Hwayoung bahkan pembuliannya lebih-lebih dari Hwayoung, rambutnya dipotong pendek dan ia harus menggunakan maskernya, karena CL tidak ingin melihat wajahnya dan begitulah seperti yang kau lihat sekarang "

" lalu bagaimana dengan Hwayoung dan Se Kyung " Sandara menggelengkan kepalanya

" awal kenaikan Hwayoung tidak pernah datang dan beberapa hari kemudian kami bertanya pada guru da ternyata dia telah mengundurkan diri , aku sempat bertemu Hwayoung di jalan dan bertanya kenapa ia meninggalkan Ji Eun lalu ia bilang karena dia tidak sanggup melihat Ji Eun seperti itu tidak bisa berbuat apa pun untuk mengembalikan segalanya jadi ia lebih memilih pergi " ada rasa marah dalam hati Jaejoong

" tidak seharusnya seperti itu, harusnya mereka mencari cara semua yang terjadi pada Ji Eun sudah sangat keterlaluan "

" itu keputusannya Jaejoong, aku juga sempat berfikir sama seperti mu tapi saat aku renungkan dan berfikir untuk memposisikan diriku di tempatnya, aku merasa bingung jadi aku putuskan untuk tidak berfikir apa – apa lagi tentang ini " Jaejoong kembali melihat gurat sedih diwajah Sandara

" lalu bagaimana dengan Se Kyung ? " Jaejoong berhenti berbicara tentang gadis bernama Hwayoung melihat gurat wajah Sandara dank arena ia sadar juga bahwa ia adalah anak baru yang tidak mengerti apapun baik keadaan maupun yang sudah terjadi dan yang harus dilakukannya hanyalah belajar memahami keadaan dan apa yang telah terjadi di kelas itu.

" di duduk di bangku paling depan dekat pintu " jawab Sandara

" dia juga tidak membantu apa pun lagi " Jaejoong bertanya

" aku tidak tahu aku juga sempat mempertanyakan ini dan jawabannya hanya ' biarkan saja itu urusannya ' " Jaejoong kembali merasa marah

" kenapa seperti itu ? " Sandara menggelengkan kepalanya

" aku tidak tahu, Jae. Ayo kita kembali kekelas sebenatar lagi bel " gadis itu pun berdiri dan berjalan kembali kekelas

" kau tidak bertanya lagi pada Se Kyung " Sandara menghentikan langkahnya dan memandang Jaejoong yang berada di sampingnya.

" aku tidak tahu, hanya saja ada hal yang berubah diantara mereka bertiga yang aku tidak tahu dan sulit aku tahu, saat aku bertanya pada Se Kyung tentang Ji Eun dia menjawabnya dengan dingin , jadi aku putuskan untuk berhenti " Jaejoong segera akan membalas saat Sandara dengan cepat kembali melanjutkan ucapannya

" yang harus kau tanamkan di kepalamu saat ini adalah bagaimana caranya terhindar dari musibah di kelas neraka itu, karena jika kau sudah masuk kedalamnya akan sulit untuk keluar, kau harus ingat itu Jae " Jaejoong terdiam dan berfikir dalam tentang apa yang di katakan Sandara.

Dan apa yang dikatakan Sandara benar, ia harus menghindari masalah untuk satu tahun setengah kedepan dan caranya hanya dengan menghindari semua hal tentang Dobangsinki.

Screenplays Fanfiction

Present

Sm Entertaiment TVXQ

Sex in School With Kingka

Author By Bie

Chapter 2

Sudah tiga hari ini Jaejoong duduk di bangku CL dan beruntung hingga saat ini si pemilik masih belum kembali, Sandara bilang kalau saat ini CL berada di Seoul karena neneknya yang tinggal disana baru saja meninggal jadi mungkin ia akan berada di sana kurang lebih selama seminggu, walaupun begitu Jaejoong tetap merasa gelisah karena siapa yang tahu kalau CL bisa saja kembali lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.

Jaejoong menyandarkan tubuhnyadi Atas mejanya, dia lelah dengan rasa gelisah ini, dikelilingi tiga anggota Dobangsinki membuatnya merasa menjadi siswa paling sial didunia yang tengah menunggu ajalnya, segala apa yang dilakukannya penuh kehati – hatian karena takut melakukan kesalahan.

Dan yang paling dibencinya adalah suara adegan Sex di sebelahnya.

Beberapa menit lalu, saat guru bahasa Ingris datang hanya untuk memberikan pekerjaan rumah lalu meninggalkan kami dengan jam kosong, pasangan Sex itu memulai aksi mereka dan membuat Jaejoong berada diposisi terjepit.

Yoochun menyuruh Yunho untuk melakukan kegiatannya di tempat lain selain di bangku mereka karena ia ingin tidur, karena Changmin duduk di bangku Jaejoong dan Jaejoong duduk di bangku CL yang sialnya sebelahnya kosong karena Changmin duduk di tempatnya, membuat Yunho melalukan kegiatannya di sana dan yang lebih membuat Jaejoong kesal adalah ia berada di pojok, membuat ia tidak dapat keluar dari situasi itu.

Jaejoong berusaha memejamkan matanya tapi selalu terganggu dengan suara Ji Eun yang mengerang- ngerang. Ia berharap memiliki sebuah Earphone saat itu.

Jaejoong bergerak mengangkat kepalanya dan tanpa sengaja mereka saling menatap, matanya dengan Yunho. Pria iru menatapnya tajam membuatnya salah tinggah dan memutuskan kontak mata mereka. Ia menundukan kepala dan sedetik kemudian mengutuki diri, Yang di lihatnya di bawah sana adalah Ji Eun yang telah mengulum penis Yunho yang menegang.

Pria itu tidak melepaskan celananya hanya membuka sabuknya dan menurunkan retseletinya untuk mengeluarkan penisnya dari balik celana.

Jaejoong menelan salivanya dengan berat.

" suka dengan apa yang kau lihat ? " Jaejoong segera menghimpitkan punggungnya di dinding saat mendengar lirih Yunho dan nafas beratnya yang menerpa kulit. Ia seperti kehilangan oksigennya saat melihat seringaian pria itu.

Berlahan wajah mereka yang dekat menjauh saat Yunho mengembalikan posisi awalnya tapi matanya masih menatap kearahnya.

Ji Eun bergerak naik dari bawah dan menyodorkan puntingnya tepat di bibir Yunho yang dengan cepat segera melahap dan menghisapya tapi mata musng itu masih meliriknya, seakan memintanya untuk terus memperhatikan kegiatan nista itu.

Ji Eun meraih penis Yunho dan berlahan mengarahkan pada lubangnya, kemudian tubuhnya berlahan turun , membuat penis itu masuk sempurna dalam liang senggamanya.

Ji Eun bergerak, maju dan mundur , mendesah kemudian saat Yunho melepaskan kulumannya ia menaik turunkan tubuhnya seakan pertanda bahwa dengan lepasnya kuluman di dadanya adalah perintah dari Yunho untuk bergerak merubah arah.

Jaejoong sudah akan memalingkan wajahnya saat tangan Yunho mengampit kedua pipinya hanya dengan satu tangan.

Ia tidak mengerti maksud pria itu tapi ia tidak berani bertanya maupun bergerak melepaskan cengkraman pria itu dan yang bisa di lakukannya saat itu untuk menghindar adalah dengan memejamkan mata.

Jaejoong merasa sesak, ia tidak tahu karena takut atau rasa hinanya yang di paksa melihat dan mendengar semua yang tidak pantas itu, air matanya mengalir begitu saja tanpa diperintah otaknya.

" berhenti " Jaejoong membuka matanya, melihat apa yang terjadi, apakah Yunho berbicara padanya ?

" Ku bilang berhenti , Ji Eun " ucapnya keras dengan bentakan, gadis itu terdiam dan menunggu.

" rapihkan kembali " intruksi lanjutan Yunho untuk Ji Eun dengan mata yang masih menuju Jaejoong

Ji Eun dengan cepat mengelap cairannya di penis Yunho dengan tisu dan memasukan penis pria itu yang masih menegang kedalam celananya.

" buka selangkanganmu " Ji Eun pun mendudukan dirinya diatas meja membuka lebar kakinya tepat di depan Yunho dan kemudian pria itu melepaskan cengkramannya di wajah Jaejoong dan meraih vibrator yang tergeletak diatas mejanya.

Dimasukannya vibrator berbentuk kapsul itu sebanyak lima buah kedalam lubang kewanitaan Ji Eun lalu berdiri dan mengambil tas Ji Eun dan mengeluarkan sebuah penjepit punting dari sana lalu memasangkannya di kedua punting Ji Eun yang menegang , sebuah gag Ball pun juga di pasang mulut gadis itu.

" tetap seperti ini sampai bel istirahat " perintahnya dan mendapatkan anggukan patuh dari gadis itu dan Yunho kembali kemejanya, memasang earphone lalu tidur diatas meja.

Jaejoong melihat jam tangannya, masih satu setengah jam lagi bel istirahat berbunyi. Ia memandangi keadaan Ji Eun dan air matanya kembali berlinang. Ia merasa kasihan pada gadis itu yang bahkan tidak di hiraukan teman satu kelasnya yang lain.

Screenplays Fanfiction

Present

Sm Entertaiment TVXQ

Sex in School With Kingka

Author By Bie

Chapter 2

Saat istirahat Sandara hanya diam ditempat, ia ingin menghampiri Jaejoong tapi Ji Eun masih di sana dan Yunho masih tertidur begitu pula Yoochun dan Changmin sibuk dengan game di Handphonennya.

Sejak mendapatkan surat rahasia itu, mulut Sandara sebenarnya telah gatal untuk memberi tahu Jaejoong yangsebenarnya tapi ia masih menimbang – nimbang tentang itu. Jujur ia takut dengan konsekuensi yang nanti di dapatkannya walalupun CL sedang tidak ada dan mereka bertiga tidak pernah berurusan dengan wanita tapi resiko tetap ada, segala kemungkinan bisa terjadi. Apa lagi surat itu di tulis langsung oleh Yunho. Ia benci menjadi pecundang untuk para orang brengsek.

Gadis itu menghela nafasnya " apa yang kau fikirkan ? " tanya Se Kyung yang tiba – tiba datang

Sandara mendengakkan kepalanya " sejak kemarin kau terus melirik kearah anak baru itu ! kau kasihan ? " Se Kyung mengambil kursi kosong di sebelah Sandara.

" pasti tidak nyaman di posisi seperti itu, lagi pula bagaimana bisa ini terjadi pada anak baru yang bahkan tidak tahu apa – apa, aku akan paham jika di sini ada CL tapi ini ulah Yunho, setahuku ia tidak pernah mencari masalah dengan wanita " Se Kyung melirik ketempat Jejoong dan Ji Eun

" apa menurutmu Jaejoong akan menjadi seperti Ji Eun ? " tanya Sandara , Se Kyung kembali memfokuskan diri pada Sandara

" tergantung pada pilihannya, kita berdua tahu Yunho bukanlah orang yang pemaksa untuk perempuan " suara Changmin terdengar memanggil Yunho dan Yoochun dan yang pertama kali bangun adalah Yoochun

" apa sudah istirahat ? " tanya Yoochun yang baru saja bangun

" hm, sekitar setengah jam lalu " sahut Changmin

" kenapa baru bangunkan ? " Yoochun memprotes

" tadi game ku sedang tanggung serunya " Yoochun menajukan bibirnya kesal, beberapa hari ini ia sedang memililki target baru dan sekarang sedang gencar mendekati gadis itu rencananya ia akan datang untuk berkenalan tapi karena Changmin yang menunda setengah jam waktu istrahatnya dan membuatnya harus mengundur rencananya.

Lalu matanya menatap kedepan, memandang keadaan dua gadis di depannya "sejak kapan Ji Eun seperti itu ? " tanyanya saat melihat Ji Eun yang sudah sangat lemas.

" satu atau dua jam mungkin, aku kurang ingat " Yoochun menganggukan kepalanya lalu membangunkan Yunho.

" ayo Kekantin " Yoochun segera mengajak Yunho saat pria itu membuka matanya lalu berjalan menuju meja Ji Eun, dengan cepat ia melepaskan satu persatu mainan sex yang ada ditubuh Ji Eun kemudian mengancingkan kemejanya dan memberikan sapu tangannya pada Ji Eun

" bisa berjalan kekantin ? " tanyanya dan Ji Eun menggelengkan kepala

" kami akan membawakan mu, makanan nanti " dan saat Ji Eun menganggukan kepalanya, mereka bertiga pergi meninggalkan kelas.

Tenggorokan Jaejoong yang kering memaksakan untuk berbicara membuatnya terdengat serak dan tidak bertenaga " kau baik – baik saja ? " Ji Eun menoleh kearahnya, entah hanya perasaan Jaejoong atau memang benar , ia merasa Ji Eun memandangnya dengan tatapan kurang suka tapi tetap menajawabnya.

"ya" lalu memakai kembali maskernya kemudian turun dari meja lalu membersihkan cairan – cairannya yang berada di sana.

Jaejoong hanya diam memperhatikan, ingin membantu tapi ia merasa jijik dan saat Ji Eun kembali ketempatnya dan mengistirahatkan tubuhnya di atas meja Sandara segera menhampiri

" kau baik – baik saja ? " tanya Sandara cepat

" aku tidak tahu " Jawabnya lemah

Se Kyung memberikan botol airnya pada Jaejoong yang segera di terimanya. Ia merasa lebih baik sekarang.

" apa , aku air ini boleh aku berikan pada Ji Eun tanya Jaejoong , Se Kyung diam sejenak lalu menjawab

" setelah padamu " kemudian melangkah pergi meninggalkan kelas.

" Ji Eun " panggil Jaejoong dari tempatnya dan gadis itu tetep diam tidak merespon bahkan di pangilannya yang ke tiga gadis itu tetap terdiam.

" mungkin dia kelelahan dan tidur " sambung Sandara

" dia pasti haus " Jaejoong menatapi botol air di tangannya kemudian tak beberapa lama Jaejoong mengambil alat tulisnya dan merobek kertas.

'Minumlah'

Isi kertas itu lalu Jaejoong meletakan kertas itu di bawah botol di atas meja yang di tempati Changmin, ia berharap Ji Eun nanti membacanya.

"ayo kekantin " ajak Jaejoong pada Sandara

" kau serius, kau sudah baikkan ? " Jaejoong menganggukan kepalanya dan mereka pun juga meninggalkan kelas.

Tidak ada siapa pun di sana kecuali Ji Eun, seluruh anak di kelas itu segera pergi dari kelas setelah bel berbunyi karena rasa jengah dengan apa yang terjadi di sana dan saat itu hanya tinggal Sandara yang menunggu Jaejoong dan saat Yunho, Changmin dan Yoochun pergi begitu pula Jaejoong , Sandara dan Se Kyung, yang masih tinggal disana hanyalah Ji Eun.

Gadis itu tidak tidur hanya memang malas menanggapi panggilan Jaejoong dan saat mereka berdua pergi ia bangun dan melihat botol yang di tinggalkan Jaejoong.

Di raihnya botol tersebut dan kemudian menangis bersama Se Kyung yang bersembunyi di balik pintu.

Screenplays Fanfiction

Present

Sm Entertaiment TVXQ

Sex in School With Kingka

Author By Bie

Chapter 2

Di hari keempat Jaejoong dibuat kaget dengan kedatangan seorang gadis berambut pirang dan berwajah masam melemparkan tasnya di atas meja di sebelahnya. Mulutnya mengunyah permen karet matanya menelisik tubuhnya dari atas hingga kebawah kemudian menoleh kearah Yunho dan duduk di bangkunya tanpa berkata apa – apa lagi.

Jaejoong berkeringat dingin, ia berfikir bahwa mungkin gadis itulah yang bernama CL dan dilihat dari pandangan seluruh teman sekelasnya yang menatap kearah mereka ia merasa tebakannya adalah benar.

" kapan kau pulang , bukannya kau harusnya masuk senin depan " tanya Changmin

" di sana membosankan, aku muak melihat wajah pura – pura sedih dan tangisan murahan disana, jadi aku kabur " Changmin yang menjadi lawan bicaranya nampak jengah dengan ucapan teman satu gengnya itu.

" nenek mu akan sedih jika mendengarmu " Jaejoong melihat gadis pirang itu menyeringai

" apa yang bisa dia dengar , dia sudah mati " Jaejoong tidak tau respon apa yang di berikan ketiga temannya satu gengnya saat gadis itu berbicara kasar.

" well, How are you ? " Jaejoong menengokkan kepalanya kearah CL dan jantungnya seketika berdetak cepat dan tangan juga telapak kakinya terasa mendingin.

Tatapan gadis itu sangat tajam dengan makeup di bagaian matanya. " Kim Jaejoong " ucap Jaejoong dengan nada bergetar, gadis itu tertawa kemudian memperlihatkan wajah masamnya lagi.

" kau takut ? " tidak ada yang keluar dari mulut Jaejoong walaupun dalam hatinya berteriak 'ya, aku takut' Jaejoong benci ini.

Gadis itu memandanginya terus dan sesekali melirik kearah Yunho. Jaejoong tidak mengerti apa yang terjadi saat tiba – tiba gadis itu mengangkat tangannya kemudian bersandar pada kursi dan memainkan seakan berbicara lewat telepati.

Screenplays Fanfiction

Present

Sm Entertaiment TVXQ

Sex in School With Kingka

Author By Bie

Chapter 2

TBC