My hyung wants me to be a partner

.

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, etc

Genre: Yaoi, Brother complex (Incest)

Pairing: [Chanbaek]

Rated: M

.

.

Setelah kejadian Chanyeol yang mencium Baekhyun, Chanyeol sudah tidak bisa fokus dengan jalanan sekarang. Dia malah sedang berperang dengan batin dan pikiran nya.

'Ada apa denganmu Park Chanyeol?' Pikir Chanyeol.

'Kau sudah gila! Asal kau tau saja Park Chanyeol' Batin menjawab apa adanya.

'Aku tidak segila itu! Aku hanya mencium nya!'

'Ya memang benar kau hanya mencium nya, tetapi yang kau cium adalah adik mu sendiri!'

'Aku tidak salah akan hal itu'

'Kau cabul Park Chanyeol! Kau sudah seperti binatang'

'Aku tidak-'

"HYUNG! AWAS"

CKITTTTT

Hampir saja Chanyeol menabrakan mobil ke pembatas jalan jika Baekhyun tidak berteriak. Pada akhirnya Chanyeol menepikan mobil untuk menenangkan diri, jujur saja Chanyeol sedikit shock dan sekarang Baekhyun sudah pucat pasi.

"Sebenarnya ada apa dengan mu hyung!?" Tanya Baekhyun dengan nada 2 oktaf nya karna dia terlalu shock.

"..."

"Hyung jawab aku!"

"..."

"PARK CHANYEOL!" Baekhyun sudah berteriak sekarang, sungguh Baekhhyun tidak bisa habis pikir dengan hyung nya ini, dia ingin bunuh diri apa? Mungkin akan membunuh Baekhyun juga.

"DIAM KAU BYUN BAEKHYUN!" Teriak Chanyeol tidak kalah kencang.

Baekhyun kaget bukan main saat hyung nya berteriak kepadanya karna sungguh Chanyeol belum pernah berteriak kepada Baekhyun, seberapa Chanyeol kesal dia selalu mengalah. Sekarang Baekhyun takut sungguh dia tidak bisa berbuat apa-apa jika melihat wajah hyung nya yang sudah mengeras. Sadar maupun tidak Baekhyun menitik kan air mata.

Setelah Chanyeol merasa lebih tenang dia pun melesatkan mobilnya pulang ke rumah. Tanpa menyadari keadaan adiknya sekarang.

.

.

Sesampai di rumah Chanyeol langsung pergi ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, saat melihat Baekhyun menyusul masuk kedalam rumah Nyonya Park menghampiri Baekhyun.

"Apa kalian bertengkar?" Tanya Nyonya Park khawatir.

Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya, sungguh hari ini membuat dirinya sangat pening. Kejadian itu berjalan begitu saja tanpa ada yang bisa mencegahnya bukan?

"Sebaiknya kalian berbaikan Baekhyun. Oh iya Eomma ingin pergi ke rumah halmonie karna ada sesuatu yang mengharuskan Eomma ikut dan haraboji sedang sakit jadi Eomma juga akan menjaganya untuk beberapa waktu, tidak apakan kau berdua dengan hyung mu?" Tanya Nyonya Park penuh harap.

DEG

Secara tidak langsung mau tidak mau dia harus tinggal berdua dengan Chanyeol. Sebenarnya dia tidak keberatan harus tinggal berdua dengan hyung nya, toh memang Eomma nya sering ke sana secara dadakan dan Appanya dinas berbulan bulan ke luar kota. Tetapi tidak dengan saat ini karena mereka tidak bertengkar seperti biasa, sungguh Baekhyun pasti sangat canggung.

"Apakah Appa akan pulang minggu ini?" Tanya Baekhyun penuh harap.

Tetapi harapan itu runtuh saat mendengar Eommanya tertawa kecil "Baekhyun, Appa baru saja seminggu lalu pergi, dia akan pulang tiga bulan lagi sayang." Jawab Nyonya Park sembari tersenyum.

"Baiklah, apa Eomma akan lama?" Tanya Baekhyun lemas.

"Cukup lama, sekitar tiga minggu." Jawab Nyonya Park ala kadarnya.

Saat mendengar itu seperti sambaran tersendiri bagi Baekhyun dan pening yang semakin berdenyut nyeri memperburuk keadaan.

"Ya sudah aku butuh istirahat Eomma, bangunkan aku jika makan malam" Saat berbicara seperti itu tanpa menunggu Eommanya menjawab. Dia langsung masuk ke dalam kamar nya dan kesadaran nya mulai menghilang saat dia terjatuh ke atas kasur.

.

.

Took

Took

Took

"Baekhyun, bangun sayang ayo makan malam" Ucap Nyonya Park dari balik pintu.

Saat mendengar eomma nya mengetuk pintu Baekhyun mengerjapkan matanya dan melirik jam. "Iya Eomma, aku akan mandi dulu" Jawab Baekhyun dengan nada khas orang bangun tidur. Dan Nyonya Park sudah pergi menuju meja makan di lantai satu.

Baekhyun sudah terduduk di pinggiran kasur dengan setengah kesadaran nya, setelah merasa kesadaran nya sudah pulih. Baekhyun pergi menuju kamar mandi yang berada di kamarnya.

.

Baekhyun dan Eomma nya sudah berada di ruang makan tengah menyantap makanan nya, Baekhyun sedari tadi heran kemana hyung nya? Apa sebegitu marah nya dia? Atau dia sudah makan malam duluan? Karna penasaran akhirnya Baekhyun bertanya.

"Eomma, Apa Chanyeol hyung sudah makan malam terlebih dahulu?"

"Tidak Baek, dia bilang nanti saja. Oiya Eomma tidak punya banyak waktu, Eomma berangkat dulu. Hati-hati ya! jaga diri ya Baek! Cepatlah berbaikan dengan hyung mu ya" Pamit Nyonya Park setelah mencium anaknya.

"Hati-hati dijalan Eomma!" Nyonya Park tersenyum dan menghilang begitu saja di balik pintu.

Setelah Nyonya Park pergi Baekhyun membereskan piring kotor bekas makan nya juga Eomma nya dan Baekhyun pergi ke dapur untuk memcuci piring kotor. Saat Baekhyun merasa telah selesai dengan acara membersihkan piring-piring dia teringat bahwa hyung nya belum makan sampai sekarang, Baekhyun harus menyiapkan makan malam untuk hyung nya dan membawa ke kamar Chanyeol. Baekhyun menuju kamar Chanyeol dengan nampan yang dia pegang untuk makan malam hyung nya.

"Hyung, saatnya makan malam" Ucap Baekhyun dari depan kamar Chanyeol yang bercat coklat tua.

"..."

"Hyung, ayo makan nanti kau sakit hyung" Tidak ada jawaban tetapi Baekhyun tidak menyerah begitu saja, dia mencoba membuka pintu dengan susah payah beruntung jika pintu itu tidak di kunci.

Baekhyun menyimpan nampan itu di atas meja belajar Chanyeol, Baekhyun menghampiri Chanyeol yang sedang berbaring tetapi memunggungi Baekhyun di balik selimutnya. Baekhyun menempatkan diri di pinggiran kasur Chanyeol.

"Hyung, apa kau masih marah?" Ucap Baekhyun lirih sungguh dia takut hyung nya menjauh darinya.

"..."

"Hyung, tolong jawab aku" Suara Baekhyun sudah bergetar menahan tangisan nya.

"..."

"Kau tidak menginginkan aku disini? aku akan keluar hyung, jika terjadi sesuatu panggil saja aku dan hyung jangan lupa makan yang sudah aku sediakan di meja belajarmu" Saat mengucapkan itu Baekhyun benar benar menghilang di balik pintu kamar Chanyeol.

"Maaf kan aku Baekhyun" Lirih Chanyeol tanpa sadar ada setetes liquid yang mengalir dari matanya.

.

.

Sudah empat hari semenjak kejadian 'itu' dan sudah empat hari pula Chanyeol hyung nya menjauhi Baekhyun. Segala sesuatunya sudah berubah sekarang, mulai dari Baekhyun berangkat menggunakan bus, pulang bersama sahabatnya Sehun dan terkadang Baekhyun juga pulang malam. Wow Chanyeol dan Baekhyun memang sedang perang dingin.

Dan disinilah sekarang Baekhyun dan juga Sehun sahabat yang selalu ada di suka mau pun duka, terdengar cheesy memang tapi ya itu benar adanya, di sebuah taman belakang sekolah yang sedikit tidak terurus dan sepi dari siswi maupun siswa. Sudah empat hari yang lalu mereka menggunakan jam istirahat disini, sebenarnya Sehun bosan dan ingin pergi saja ke kantin tapi Baekhyun ber alasan "Aku bosan di kantin" jika Sehun menjawab Baekhyun pasti akan menjawab "Apa kau tega melihat sahabatmu sendirian?" dengan jurus aegyo nya juga, sungguh Sehun lelah.

Dan lihatlah sekarang mereka, sedang duduk ditaman belakang dan tidak berbicara apapun. Bagaimana Sehun tidak bosan? Ya walaupun Sehun tidak suka bicara tetapi jika terus begini Sehun merasa jadi manusia dungu.

"Baekhyun ada apa dengan mu sebenarnya?" Ucap Sehun angkat bicara sungguh dia merasa ada yang tidak beres dengan manusia hiperaktiv yang tiba tiba menjelma menjadi manusia patung kerjaan nya suka melamun.

"..."

"Baekhyun?"

"..."

"Byun Baekhyun? Apa kau kerasukan?" Sungguh ada apa dengan anak ini apa dia kerasuka? Batin Sehun bergidik ngeri.

"Oh Sehun" Tiba tiba saja Baekhyun memanggil Sehun dan yang di panggil menatap ngeri.

"Bolehkah aku menceritakan sesuatu?" Ucap Baekhyun lirih, jujur saja jika di tidak dalam mood yang kacau ini dia akan mencolok mata Sehun karna memandang nya seperti apa-kau-kerasukan.

"Apa yang kau ingin ceritakan Byun?" Tanya Sehun serius karna sekarang Baekhyun sudah menundukan kepalanya dalam dan Sehun tau Baekhyun sedang menahan tangisan nya.

Baekhyun tidak menjawab justru dia malah menunduk lebih dalam, Sehun sebagai sahabat dan dia memiliki naluri pria sejati langsung saja Sehun menarik Baekhyun kedalam dekapan nya. Sungguh Sehun tidak sanggup melihat Baekhyun yang rapuh seperti ini hati nya mencelos begitu saja.

"Baek tenang lah ada aku disini" Ucap Sehun menenangkan tetapi tidak dengan Baekhyun bukan nya mereda tangisan nya tetapi malah semakin kencang dan memilukan. Sungguh Sehun kasian dan takut jika ada seseorang yang melihat dan berpikir yang tidak tidak.

"Baekhyun kau bisa cerita ada apa sebenarnya?" Ucap Sehun sabar tidak ingin membuat namja yang di peluknya ini menangis meraung raung. Berlebihan memang.

Baekhyun hanya menggeleng sungguh dia bimbang apa dia harus memberi tahu masalahnya dengan Chanyeol hyung kepada Sehun?

"Baek" Sungguh suara Sehun sekarang menjadi dalam dan berperasaan.

"Baek, tatap lawan bicaramu" Ucap Sehun sekali lagi tetapi Baekhyun masih dalam pendirian nya membenamkan wajah nya di dada bidang Sehun. Secara tiba-tiba Sehun menarik dagu Baekhyun untuk menatap nya.

"Ada apa dengan mu? Tolong jangan buat aku khawatir" Ucap Sehun sambil menatap intens wajah Baekhyun. Tiba-tiba saja jarak diantara mereka sudah menghilang, sekarang bibir Sehun telah mendarat di bibir Baekhyun. Sehun sudah menutup matanya mengecupi bibir namja imut itu tetapi kecupan itu mulai berubah menjadi lumatan, dan saat itu Baekhyun sedikit demi sedikit menutup matanya dan mengikuti permainan Sehun. Tanpa menyadari jika seseorang melihat mereka sedari tadi.

"Brengsek" Desis seseorang dari balik pohon. Tidak mau membuat hatinya sakit dia langsung pergi dari tempat itu tetapi dia pun tidak tau mengapa hatinya berdenyut sakit saat melihat adiknya berciuman dengan seseorang yang di bilang 'Sahabat'.

.

.

Sekarang Baekhyun berjalan gontai menuju halte bus sendirian tanpa Sehun yang menawarinya pulang bersama tetapi Baekhyun tolak dengan keras, sejak insiden di taman belakang sekolah dia merasa butuh waktu untuk sendiri tanpa hyung nya dan Sehun. Sesampai di halte bus dia melihat adik dan kakak yang tampak akur, sungguh Baekhyun merasa iri dengan mereka.

Baekhyun sekarang mengkhawatirkan hyung nya, banyak sekali pertanyaan tentang hyung nya saat ini tanpa menyadari bus sudah datang. Saat ada seseorang yang tidak sengaja menyenggolnya Baekhyun pun sadar dan langsung masuk ke dalam bus 'untung saja aku tidak tertinggal bus' batin Baekhyun.

.

.

Baekhyun sudah berada di rumah saat dia ingin menuju kamar nya tanpa sengaja dia mendengar suara desahan wanita dari kamar,hyung nya.

Ahh.. Chann..ughh" Apa.. apa yang di lakukan hyung nya saat ini, tidak tidak mungkin hyung nya. Tidak mungkin berbuat seperti ini.

"Chan..Ahhhhhh. Ugh yeolhhshh" Sungguh Baekhyun tidak kuat langsung saja dia dobrak pintu kamar Chanyeol dan melihat hal yang tidak senonoh nya untuk di lihat. Dia melihat hyung nya sedang beciuman di atas tempat tidur yang sedang asik memainkan payudara yeoja itu dan melakukan finger sevice.

Baekhyun langsung jatuh terduduk dengan pandangan nya yang menatap kosong. "Apa kau hyung ku?" Tanya Baekhyun secara tiba-tiba sambil menatap Chanyeol dengan pandangan kosongnya yang dibalas menatap Baekhyun tajam.

Saat melihat itu yeoja itu merasakan hawa yang tidak mengenak kan dia langsung membenahi baju dan langsung keluar dari rumah itu.

"Apa kau benar hyung ku?" Ulang Baekhyu takut-takut jika yang di depan nya ini orang asing.

Saat mendengar itu Chanyeol berdecak meremehkan Baekhyun "Kau pikir aku siapa? Aku masih tetapi Park Chanyeol! Little Bitch" Tajam sungguh ucapan Chanyeol sangat tajam sampai-sampai menusuk ke ulu hati nya.

Baekhyun tau jika Chanyeol itu emosional dan Tempramental dia tahu betul itu, dia masih ingat betul bagaimana perilaku binal Chanyeol saat tau dia akan menjadi adik nya tetapi akan kah itu terjadi? Apa mungkin akan lebih parah.

"Sebenarnya ada apa dengan mu hyung?" Ucap Baekhyun sambil menggigit bibir nya keras sembari bangkit dari duduk nya.

"Kau berubah hyung, KAU BUKAN HYUNG KU! KAU INI SIAPA HAH? TOLONG KELUAR DARI RAGA HYUNG KU! KAPARAT KELUAR KAU! SHIT YOU ARE A JERK!" Baekhyun sudah nagis sesegukan sembari memukul dada Chanyeol.

Secara tiba-tiba kedua sudut pipi Baekhyun Chanyeol cengkram dan Chanyeol tarik ke atas untuk menatap Chanyeol, wajah Baekhyun sudah penuh dengan linangan air mata. Sungguh menyedihkan.

"Kau bilang aku berubah Byun Baekhyun? Kau menganggap ku berubah? Akan aku tunjukan bagai mana jika aku berubah Byun!" Desis Chanyeol dalam tepat di depan muka Baekhyun.

.

.

TBC

.

.

Aku mau bilang kalo ff ini Chanbaek ya Hunbaek itu hanya membantu alur cerita nya tapi bakal ada Hunbaek moment karna nanti akan ada konflik lagi hehe. Apa ada yang bingung kenapa Baekhyun berbeda marga sendiri? Jadi Ibu nya Baekhyun nikah sama Ayah nya Chanyeol dan Ibunya ganti marga Park karna harus ngikutin marga suami sedangkan Baekhyun lebih nyaman dengan Marga Byun dari pada Park tapi jika ada acara satu keluarga mereka menggunakan Park mau tidak mau, cukup jelas ga?

Oiya makasih buat yang review fav dan follow, See you next Chapter bae.

Mind to review fav and follow for fast update and make me cheer up^^?

Thanks to: [ Damchu93 ] [ Dindacrln08 ] [ 6104 ] [ KimchanChan0603 ] [ BabyWolf Jonginnie'Kim ] [ winter park chanchan ] [1004baekie ] [ choHunHan ] [ egatoti ] [ Krasivyybaek ] [ Little iLaa ] [ aquariusbaby06 ] [ neli amelia ] [ Ica638 ] [ V3 ]