Different Day

Beberapa jam setelah Yugi dan teman-temannya menjalani hari-hari baru mereka dikelas baru, bel pulang sekolah berdentang. Semua anak berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing untuk pulang ke rumah. Pengecualian Jounouchi, Honda, Anzu, Ryo, dan Otogi yang khawatir pada Yugi, mereka menunggu sahabat mereka di gerbang sekolah.

"Kamu ngapain nungguin Yugi…?"
"Aku`kan emang biasa pulang bareng dia… Kamu sendiri?" tanya Anzu.
"Ng… cuma lagi pingin pulang bareng aja…" sanggah Honda.
"Kalian sendiri?" Ryo dan Otogi yang ditanya begitu oleh Honda cuma pandang-pandangan. Akhirnya mereka sama-sama mengakui kalau mereka khawatir pada Yugi. Begitu pula Anzu dan Honda. Keempat orang itu melirik pada Jou. "Kamu juga khawatir?"

"… Yugi bilang, di tiap mimpinya Atem selalu bilang `Tanya Jii-chan`… mendingan kita tanya langsung aja sama Jii-chan…" jawab Jou. Yang lain setuju.

Begitu Yugi keluar gedung sekolah, kelima temannya menghampirinya.
"Yug… bukannya kita mau ikut campur urusanmu, tapi… apa nggak sebaiknya kita tanya Jii-chan tentang mimpimu itu…?" ujar Jou pelan, keempat temannya yang lain juga menunjukkan wajah yang sama dengan Jou.
"Iya… daripada kamu kepikiran terus… kita juga… sebenernya penasaran sama apa yang mau diomongin Atem…" tambah Anzu. Yugi menghela napas, ia menyadari telah membuat teman-temannya khawatir.

"Kalau begitu sebaiknya dia juga ikut… berhubung punya mimpi sama…"
"Dia…?"
"Siapa..?"

Mata Yugi mencari-cari orang yang dimaksud. Dan… bingo…
"Kaiba-kun!"
Seto menoleh sebelum memasuki limousine-nya yang mewah. Yugi mendekatinya. Sedangkan kelima anak yang lain hanya berpandang-pandangan. Yugi seperti membicarakan sesuatu, dan sepertinya Seto setuju.
Seto dan Yugi berjalan mendekati kelima teman mereka. Isono yang tengah menunggu tuannya, menjadi bingung.
"Se… Seto-sama…?"
"Kau pulang duluan saja… aku masih ada urusan… nanti kalau aku butuh, aku akan telepon. Tolong temani Mokuba ke Mall… Aku tak bisa menemaninya sekarang…"
"Tidak… naik mobil…?"
"Tidak… aku akan jalan saja…"
Tanpa basa-basi, Isono membungkuk hormat pada tuannya. Dan pergi bersama mobil mewah Seto.

"Etooo… Yugiii…"
"Udahlah… sekalian… berhubung dia mimpi Atem juga…" potong Yugi menanggapi Honda.
Tapi suasana jadi tambah dingin begitu mereka menyadari Seto dan Jounouchi pandang-pandangan dengan dinginnnya.
"Ayo…" Yugi memotong suasana dingin itu dengan berjalan diantara kedua temannya yang tinggi itu. Seto dan Jou sama-sama diam, mereka tak mau memulai perdebatan.

---

Selama perjalanan ke rumah Yugi, mereka berjalan dengan `dingin`nya. Yugi mulai bosan dengan suasana itu.
"Guys… laper nih… beli makanan ntar ya…?" bujuknya.
"Yok!" sambut Ryo dengan ceria.
"Yeee ni anak… kalo uda denger makanan aja langsung semangat…" ledek Otogi.
"Biar, mau protes???" ancam Ryo. Suasana mulai mencair sedikit. Mereka berjalan tertawa-tawa mendekati kios takoyaki. Seto berdiri sendirian, ia tetap menjaga jarak dari Yugi dan teman-temannya.

Tak lama, ada beberapa perempuan yang melewati Seto berdiri, mereka tampak menyadari siapa Seto.
"Eh… itu Seto Kaiba yang CEO itu`kan…?"
"Eh, iya…! Aku fansnya lo!"
Seto yang panik berusaha tenang. Tapi wajahnya benar-benar menunjukkan kegelisahannya. Ia paling benci jika ada fans atau wartawan yang terobsesi untuk mendekatinya dan bertanya macam-macam, apalagi jika di umum.

Jou yang lagi asik dengan takoyaki panasnya, menyadari keberadaan Seto yang agak jauh dari mereka.
"Ada apa, Jou…?" Tanya yang lain, mereka mengikuti arah pandang Jounouchi. Dan menyadari situasi Seto.

Seto hanya berdiri diam panik, para cewek itu mulai mendekati Seto.
"Haaaiii… Anu… kamu Seto Kai…?"
"KEITAAAAAA!!! Ngapain lu disini? Takoyakinya nunggu tuuu!!!" tiba-tiba Jou merangkul Seto dan menariknya dari cewek-cewek yang mengerumuninya.
Seto bingung menghadapi Jou yang masih merangkulnya. Para cewek itu hanya bengong.
"Sori, ya… temen gue mirip Seto Kaiba ya? Emang banyak yang sering nyangka dia CEO ngetop itu…!" Cewek-cewek itu terlihat sebal dan kecewa ketika tahu mereka salah orang.
"Ihh… males banget… pergi yuk…"
"Yah… bukan Seto Kaiba ya…?"
Mereka pergi begitu saja.

Jou melepas rangkulannya setelah para cewek itu tak terlihat lagi.
"Yok… ntar keburu sore…" ujar Jou datar.
Seto terdiam melihat Jou kembali berjalan mendekati teman-temannya yang lain. Mereka tersenyum kecil pada Jou dan pada Seto yang masih berdiri diam.
"… Katsuya…" Jou menoleh pada Seto yang memanggil nama belakangnya (1).
"… Terima kasih…"
"… Hmm… Sama-sama…"

Akhirnya mereka kembali jalan menuju rumah Yugi.
Tapi selama perjalanan, kini selalu terjadi `gangguan`.
"Woi! Perut karet! Buset! Takoyaki gue di-embat juga" Protes Yugi. Ryo kabur dari kejaran Yugi.
"Dikit doang…!"
"`Dikit`, nenekmu `dikit`! Makan 2 biji gitu!"
"Woooi… buset dah… anteng napa?"
"Yu-chan… udah la… ikhlasin ajah…"
"Kaga! Gue ga trima!"

Seto berjalan di belakang sambil keheranan melihat Yugi yang sekarang. Bahasa yang digunakan dan tingkahnya benar-benar berubah. Yugi bahkan tega-tega saja mencekik Ryo atau menendangi Honda, menjitaki Otogi, bahkan mengejek Anzu. Jounouchi juga berubah banyak. Doi lebih memilih diam kalem dibelakang bersama Seto sambil tertawa kecil melihat tingkah Yugi.
"Ei, lu diem aja… laper?" Tanya Yugi pada Seto. Seto menghela napas melihat Ryo yang kesiksa dicekek Yugi. "Nggak, aku…"

KRUYUUUUUUUUUUK…

….. Diem….

"Sori… perutku protes lagi, Yug…" ujar Ryo.
"Edan ini anak!" teriak Yugi sambil melepas cekikannya.
"Jou… minta punyamu dooong… Yugi pelit tu…"
"Nggak, tu minta Otogi aja… masih banyak…" tolak Jou kalem sambil megang takoyakinya yang tinggal dua biji. Akhirnya terjadi kejar-kejaran antara Ryou dan Otogi. Anzu dan Honda heboh ngasih semangat.
`Apa seenak itu sih makanan ini…?` Tanya Seto dalam hati sambil melihat takoyaki yang dipegang Jou. Jou menyadari pandangan Seto. Ia memberikan setusuk takoyaki.
"Nyoba…?"
Seto yang agak ragu-ragu, menerimanya perlahan. Begitu ia memakannya, Seto menyadari kalau dia…

KRUYUUUUUUUUK…

… Diem…

"RYOOOOOO!!!"
"BUKAN AKUUUU! SUMPAAAHHH!!" Ryo berusaha melindungi diri dari timpukan Yugi. Jounouchi, Honda, Anzu, dan Otogi ketawa nggak karuan. Seto berusaha menghentikannya.
"Anu…"
"BO`ONG! BILANG AJA LU MAU NGEMBAT PUNYA HONDA JUGA!"
"Yug…"
"NGGAAAAK!!! BENERANNN!!!"
"Eh…"
"WAHAHAHAHAHAHA!"
"… ng… halo…"

Semua melirik pada Seto yang berusaha mengatakan sesuatu dari tadi setelah menghentikan tawa dan timpukan mereka secara perlahan.
"Itu… aku… maaf…"

Keenam anak itu terbengong-bengong melihat seorang CEO yang kelaparan. Seto merasa malu dan jadi bingung ngehadepin keenam anak yang liatin dia dengan bengong.
Tiba-tiba ada penjual ubi keliling melewati mereka. Ketujuh anak itu saling berpandangan, dan semua melirik pada Seto.
"… Eh…? A, Apa?"

"BAAAAAAAANG!!! BELI UBINYAAAAA!!!!" Keenam anak itu otomatis mengejar sang penjual yang kaget mendengar teriakan mereka. Seto jadi kebingungan melihat mereka tiba-tiba lari.

-

"Noh! Lu abisin tu ubi ampe mencret!" ledek Yugi pada Ryou yang asik meluk ubinya. Yang lain cuma beli satu atau dua, tapi Ryou beli lima…
"Nih… makannya sambil jalan aja…" tawar Yugi. "Kalo masih laper, bagi dua sama aku aja…" tambah Jou. Anzu panik megangin ubi-nya yang masih panas.
"Aduh mamih! Aduh! Panas! Adauw! Iiih! Auw!"
"Ih! Ni cewek satu! Centil amat…" ledek Honda. Tapi cowok itu langsung nginyem begitu liat tatapan tajam Anzu.
"Ngomong apa tadi?"
"Ng… Nggak…"
Seto memakan perlahan ubi pemberian Yugi dan Jou yang masih panas.
"PUANAAAAAASSS!!!" Semua pada ketawa liat Ryo yang dengan lahapnya makan plus kepanasan.

TBC...

(1) Aku nggak tau pastinya, tapi kayaknya Katsuya itu nama depan Jou kalo di anime/manga-nya. Tapi aku ngerasa lebih cocok aja kalo nama keluarga Jounouchi itu 'Katsuya'. Makanya, di fic-ku 'Katsuya' jadi nama keluarga Jounouchi.