~Kyusung~

'Carilah'

Kyuhyun yang sedang terlelap itu terbangun secara tiba-tiba. 'Sial. Mimpi itu lagi' batinnya

Tidak ada keringat dingin atau teriakan ketika mimpi itu membangunkan Kyuhyun, hanya bangun dengan ekspresi sedikit terkejut kemudian mendatar lagi. Entah karena memang sudah terbiasa dengan mimpi itu atau memang dirinya sudah terbiasa dengan wajah kaku itu.

Ia sebenarnya cukup heran mengapa mimpi itu sering mendatangi tidurnya. Mimpi itu tidak menunjukkan sebuah wujud, tempat atau gambaran apapun. Hanya hitam dan gelap dengan sebuah suara yang selalu menyerukan kata yang sama. Carilah. Siapa yang menyuruhnya mencari? Apa yang harus ia cari atau siapa yang harus ia cari? Kemana ia harus mencari?!

"Aku akan membunuh orang yang membuatku selalu mendapatkan mimpi ini" serunya dingin seperti biasa.

Heol...hanya orang bodoh yang benar-benar mau memikirkan mimpi bodoh itu. Dan Kyuhyun tidak termasuk salah satunya, jelas saja ia hanya mengabaikannya dan berpikir bahwa itu hanyalah bunga tidur. Hal yang paling dirutukinya adalah mimpi sialan itu selalu saja berhasil mengganggu waktu tidur berharganya. Tentu saja kita tau bukan, si penerus Tarteis Kingdom ini merupakan seorang pangeran tidur. Jangan pernah berani mengganggu tidurnya atau kepalamu akan berakhir dengan lepas dari tempatnya. Aku tidak bercanda!Sungguh!.

Karena waktu masih menunjukkan pukul 12 tengah malam, Kyuhyun lebih memilih untuk menyembunyikan kembali caramel indah itu dalam tidurnya.

~Alaktris Kingdom~

Sinar cerah itu mengintip dari tirai-tirai jendela. Menunjukkan bahwa sang mentari telah hadir kembali menyapa dunia. Mengusik tidur makhluk-makhluk didalamnya termasuk sang ice master kita ini. Kelopak mata itu perlahan terbuka menampilkan sepasang obsidian cantik dibaliknya. Mari kita ucapkan selamat pagi pada pangeran tampan namun manis kita ini. Ckck jika saja Yesung memiliki sedikit rasa humor, mungkin kita bisa menjulukinya pangeran ice cream. Sangat cocok bukan? Dingin dan manis.

Tok...tok..tok

"Masuklah"

Setelah Yesung mengatakannya, 2 orang pelayan wanita masuk ke dalam kamar itu, berdiri dihadapan Yesung yang masih setia dibalik selimutnya. Kemudian membungkuk hormat kepada sang pangeran.

"Selamat pagi yang mulia" Hormat mereka bersamaan masih dalam posisi membungkuk. Seperti biasanya, Yesung tidak menjawab dan lebih memilih untuk masuk ke kamar mandi.

Mungkin kau berpikir jika biasanya pagi hari begini para pelayan sudah menyiapkan air hangat untuk mandinya. Tapi itu tidak akan berlaku bagi Yesung, ia seorang ice master kalau kau lupa. Dan ia sangat menyukai dingin.

Saat Yesung sudah di kamar mandi, kedua pelayan tersebut kembali menegakkan tubuhnya dan memulai tugasnya. Satu orang bertugas untuk merapikan kembali tempat tidur sedangkan satunya lagi membuka gorden dan menyiapkan baju untuk dipakai sang pangeran.

Mereka sudah biasa melakukannya, bahkan mereka sudah terbiasa dengan sikap Yesung yang selalu dingin itu. Yah anggap saja mereka sudah terlalu terbiasa diabaikan. Namun satu hal yang selalu mereka pertanyakan, disaat orang berkuasa lainnya lebih suka memerintah pelayan untuk melakukan sesuatu. Mengapa Yesung lebih senang melakukannya sendiri? Ia bahkan sering mengusir pelayan yang bertugas untuk melayani segala keperluannya.

Setelah tugasnya selesai, kedua pelayan tersebut keluar dari kamar Yesung. Mereka segera keluar dari kamar itu sebelum Yesung selesai mandi. Karena Yesung tidak suka jika ada orang lain di kamarnya setelah ia keluar dari kamar mandi. Risih mungkin, tapi entahlah.

Masih di depan pintu kamar Yesung, 2 orang pelayan tadi berbincang

"Yoona-ah, kau penasaran tidak?"

"Penasaran tentang apa Sulli-ah?" balasnya

"Mengapa yang mulia Yesung selalu bersikap begitu?" Sulli menyuarakan pertanyaannya yang selama ini benar-benar membuatnya penasaran

"Sikap yang selalu dingin itu atau sikap yang tidak suka kita berlama-lama di kamarnya?" Tanya Yoona

"Dua-duanya"

"Berhentilah bertanya bodoh jika kau masih ingin bekerja" Yoona menimpali sambil berbisik

"Ya kan aku hanya bertanya" Sulli merengut

"Sssttt apa kau lupa jika Amber eonni dipecat karena yang mulia Yesung tidak suka sikap cerewet dan penasaran luar biasanya itu?" Yoona mengingatkan kembali kasus Amber yang dipecat karena ia pernah bertanya mengapa Yesung tidak suka dengan kehadiran para pelayan. Yoona sangat mengingat ketika Yesung tidak menjawab dan hanya menatap datar pada Amber. Kebetulan saat itu ada Sungmin yang lewat di depan kamar Yesung. Ia menganggap Amber bertindak tidak sopan pada adiknya. Sebagai kakak, ia tau dibalik wajah datar itu terdapat tatapan yang cukup terganggu. Tanpa basa basi, saat itu juga Sungmin memecat dan mengusir Amber dari istana.

Well...bukan Yesung yang mereka takutkan akan memecat, tapi pangeran sulung yang satunya itu.

"Haahh...baiklah. Aku tidak akan menanyakannya lagi" Ujar Sulli akhirnya. Hei..ia baru seminggu bekerja, dan ia tidak akan mau dipecat hanya karena rasa keingintahuannya.

"Kau benar-benar harus melakukannya" Perintah Yoona "Ah! Sulli ah ayo kita bantu Yuri di dapur. Ia pasti sangat memerlukan banyak bantuan untuk menyiapkan perjamuan nanti malam"

"Tapi aku harus—

"Kau bisa membantu Minho setelahnya" Seakan tau pikiran Sulli, Yoona menjawab. Ia tentu tau Sulli akan pergi membantu Minho merawat bunga-bunga ditaman. Bukan tanpa alasan, Sulli itu menyukai Minho dan ia akan sangat betah berlama-lama bersama namja itu dengan alasan ikut membantu. Ckck

"Huuuh" dan Sulli hanya dapat mendengus kesal karena rencana indahnya diganggu Yoona.

Baiklah mari kembali pada tokoh utama kita!

Ceklek

Pintu sewarna marmer itu terbuka, menampilkan sang ice master yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Tubuh putih mulusnya hanya terbalut handuk sebatas pusar sampai lutut. Kulit bak porselen yang membuat yeoja manapun iri. Oh. Jangan lupakan rambutnya yang masih sedikit basah dan menteskan air itu. Hanya satu kata. Seksi!

Yesung berjalan kearah tempat tidur king sizenya sambil mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil. Ia mengambil pakaian yang telah disediakan pelayan tadi. Setelan kemeja berwarna coklat muda dengan dasi kupu-kupu hitam sebagai pelengkapnya. Ditambah sebuah jas hitam panjang selutut dengan aksen berlian dibagian dada kanannya. Sangat pas melekat ditubuh Yesung, menambah kadar ketampanannya. Setelahnya ia memakai kaos kaki pendek hitam sebelum menggunakan sepatu hitam kulit mengkilap. Kemudian ia berjalan kearah cermin besar setinggi dirinya yang terletak di dekat jendela. Mematut diri.

Menyisir rambut pirangnya kemudian menyemprotkan parfum kesukaannya. Aroma cytrus. Tidak ada polesan bedak atau pelembab bibir. Karena wajah sempurnanya tidak membutuhkan benda-benda itu.

Setelahnya ia melangkah keluar meninggalkan kamar putih bernuansa elegan miliknya menuju ke ruang makan kerajaan untuk sarapan bersama. Ia menuruni tangga menuju lantai satu karena kamarnya berada di lantai dua.

Di meja makan sekarang telah duduk sang ayah, ibu dan tentu saja saudara manjanya. Siapa lagi kalau bukan Sungmin. Liat saja apa yang ia lakukan sekarang, ia sedang disuapi oleh sang permaisuri yang juga menjabat sebagai ibunya.

"Selamat pagi Yesungie" sapa Leeteuk lembut pada sang putra bungsu.

"Hm" hanya deheman yang Yesung berikan. Seperti biasa. Jangan harapkan sikap manis dan hangat dari seorang Kim Yesung

Setelah Yesung duduk dikursinya, para pelayan dengan sigap langsung menyiapkan makanan sang pangeran. Saat seorang pelayan akan menuangkan minuman, Yesung menghentikannya

"Bukankah sudah ku katakan aku tidak suka dituangkan minuman" Ujarnya dingin

Pelayan tersebut hanya dapat mengucapkan maaf dan kembali ketempatnya. Meninggalkan teko air disamping gelas Yesung, karena pangeran itu lebih suka menuangkan airnya sendiri. Entah apa alasannya.

"Yesungie kenapa kau tidak membiarkan pelayan itu melakukan tugasnya?" tanya Sungmin. Ia benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran saudaranya ini

Yesung hanya meliriknya sekilas lalu kembali menyantap makanannya.

"Eomma lihat, dia mengabaikanku lagi" Rajuk Sungmin pada sang ibu.

"Sudahlah...Sungminie kau sungguh tidak sadar usia oeh?" Ejek sang ayah sarkatik

"Huss...aku bicara pada eomma bukan pada appa" Jawab Sungmin sambil menjulurkan lidahnya. Kurang ajar memang. Tapi orang tua ini sudah sangat biasa dengan sikap kedua anaknya

"Yak Sungminie, jangan begitu pada appa. Nanti Eomma tidak mau menyuapimu lagi" Bela sang ibu

"Andweeee" Teriak sang pangeran sulung. Dan kedua orang tua itu hanya dapat tertawa melihat tingkah konyol anak sulungnya. Ice master kita? Oh dia hanya fokus pada makanannya. Ia sebenarnya mendengarkan, tapi tidak harus selalu ikut menimpali bukan.

Sebenarnya hal ini cukup membingungkan. Harusnya yang bersikap manja dan kekanakan itu Yesung mengingat ia lebih muda dari Sungmin. Namun kenyataan berkata sebaliknya.

"Ne Yesungie" Ayahnya tiba-tiba berhenti tertawa. Cukup aneh bagi Yesung, langsung saja ia menatap sang ayah yang tengah menampilkan wajah seriusnya.

"Wae?"

"Apa kau merasakannya?"

"Sedikit" Jawab Yesung kemudian beralih lagi ke makanannya

"Bersiaplah" Kangin menyuarakan itu dengan sedikit seringai di bibirnya

"Tentu"

"Kalian sedang membicarakan apa?" Leeteuk penasaran pada dua orang yang tiba-tiba bicara serius dengan topik tidak jelas itu.

Kangin hanya membalasnya dengan senyuman. Sedangkan Yesung? Masih fokus mengunyah. Dasar apatis!

"Apakah...

Leeteuk menggantung kalimatnya yang dibalas anggukan oleh Kangin

Sungmin yang sedang bermanja-manja itu nampak tidak peduli. Namun jauh di dalam hatinya, ia tau apa yang akan segera terjadi

"Aku selesai" itu Yesung yang berkata

"Kau mau kemana?" Itu Leeteuk yang bertanya karena sang anak hendak pergi dari tempat duduknya.

"Perpustakaan" Jawabnya singkat

"Menyendiri lagi huh!" itu Sungmin

Yesung hanya berlalu tanpa menjawab sang kakak.

"Sungminie setelah ini temani Appa berlatih ne" pinta kangin

"Tidak yeobo. Denganku saja"

"Eh tumben Eomma ingin berlatih" tanya Sungmin kaget. Biasanya Eommanya ini lebih senang merawat tumbuhannya daripada bertarung.

"Cari keringat kekeke"

"Ya...ya..ya terserah Eomma saja. Aku jadi penonton saja"

"Hmm bagaimana kalau Appa dan Eomma bertarung terlebih dahulu. Yang menang akan melawanmu Sungminie?" Usul Kangin

"Ide bagus. Aku setuju" Sungmin

"Oke" Leeteuk menjawab sambil menyatukan jari telunjuk dan jempol tangan kanannya. Tanda setuju, seperti seorang koki yang sedang memuji sebuah masakan. Sebenarnya ia ingin Yesung ikut bergabung, tapi dikalahkan telak oleh anak sendiri pasti sangat memalukan bukan. Jadi biarkan ia sedikit bersenang-senang dengan suami dan putra sulungnya.

Setelahnya keluarga bahagia itu kembali menikmati sarapannya.

~Di Perpustakaan~

Yesung duduk tenang di salah satu kursi di perpustakaan itu. Ia terlihat sedang fokus membaca sebuah buku tua dengan sampul hitam yang sudah mulai lusuh. Hingga

Syuuuuttttt...krrakk

Sebuah panah berlapis air meluncur tepat mengarah pada Yesung. Namun ia dengan sigap memundurkan tubuhnya hingga panah tersebut menancap di dinding.

"Refleks yang sangat bagus"

Yesung tidak menoleh, ia kembali ke posisinya dan kembali membaca.

"Kau salah orang" Ucap Yesung datar

"Dan tentu saja salah tempat kekeke" Orang itu melanjutkan sambik tertawa

"Tentu saja aku tidak akan dapat membunuh master dan panglima perang seperti anda yang mulia" Setelah puas tertawa, orang itu berdiri dihadapan Yesung kemudian membungkuk 90 derajat. Setelahnya ia duduk di kursi tepat didepan Yesung.

"Ada apa?"

"Anda tentu sudah tau maksud kedatangan saya yang mulia. Saya akan tetap melakukan pengawasan pada mereka"

"Hmm" Yesung tetap fokus pada bacaannya

"Kemarin saat saya dan pasukan saya pergi ke perbatasan, kami merasakan samar-samar ada aura panas mulai bergerak yang mulia. Tapi masih dalam batas aman, karena masih sangat samar dan timbul tenggelam. Tapi tetap saja ini merupakan pergerakan pertama mereka yang mulia" Orang itu mengakhiri laporannya.

Ya. Orang itu adalah salah satu jendral kepercayaan sang ice master. Kau tidak lupa kan jika Yesung adalah seorang panglima perang. Walaupun fokus pada bacaanya, Yesung tetap mendengarkan laporan itu dengan seksama

"Ku serahkan padamu"

"Baik yang mulia" Orang itu berdiri dari duduknya lalu membungkuk hormat. Detik berikutnya orang itu menghilang diiringi suara gemercik air.

~Terteis Kingdom~

DUARRRRRR...

Dor...dor...dor...wusshh

Batu besar itu hancur dan terbakar akibat terkena tembakan senjata seseorang.

Dor...cliiingg...dor...cling

Peluru tersebut berhasil ditangkis oleh lawannya.

"Cih" pemilik tembakan berdecih

Dor...dor...dor...dor..dor

Syuuutttttt...

Tinggal satu senti lagi dan pedang itu akan menebas lehernya.

"Baiklah...latihannya cukup sampai disini"

"Hmm"

"Ketepatan sasaran anda sudah sangat baik yang mulia. Begitu juga dengan akurasi tembakan dan bidikan anda. Tapi anda masih kurang menggunakan peluru secara efisien. Jika seperti ini terus, dalam peperangan anda akan cepat kehabisan peluru"

"Lagi" Perintahnya

"Maafkan saya yang mulia, kita sudah berlatih seharian penuh dan tenaga saya sudah habis. Sekuat-kuatnya saya, tetap tidak bisa mengalahkan anda"

Zhoumi. Pelatih itu benar-benar sudah sangat lelah. Sudah seharian penuh ia menjadi lawan tanding pangeran muda Terteis ini. Tapi lwan tandingnya itu nampak berdeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Wajah sang pangeran tidak nampak gurat kelelahan sedikitpun

"Maafkan saya yang mulia Kyuhyun" Ucapnya lagi sambil membungkuk hormat. Ia harus mengakhiri latihan hari ini karena kesempatan tidak datang dua kali. Sejak awal berlatih Kyuhyun selalu menang dan Zhoumi harus dapat setidaknya membuat Kyuhyun terpojok agar ia dapat menguasai waktu pertandingan. Setelah penantian panjang dan inilah saatnya. Tidak mungkin disia-siakannya begitu saja. Ia tau Kyuhyun akan sangat sanggup berlatih sampai berhari-hari tanpa henti. Tapi sekali lagi, ia bukan sang master seperti Kyuhyun. Ia hanya seorang maker yang punya batas jauh dibawah sang master. Tidak masalah jika Kyuhyun berlatih sendirian, tapi kali ini dirinya ikut serta. Kan tidak lucu jika ia harus meregang nyawa karena menemani sang pangeran berlatih.

"Baiklah. Istirahatlah" Titah sang pangeran. Jangan lupakan tatapan datarnya yang minta dihajar itu.

"Terima kasih yang mulia" Zhoumi kembali membungkuk. Setelahnya ia berlari cepat pergi dari hadapan Kyuhyun dengan kecepatan cahayanya. Apalagi keadaan yang sudah hampir gelap ini membuat cahaya tersebut makin jelas terlihat.

Tanpa basa basi. Kyuhyun kembali pada latihannya. Sendirian.

~Di ruang makan Terteis Kingdom~

"Yeobo panggil Kyuhyun" Pinta Hangeng sang raja pada istrinya

"Haiss anak itu lupa waktu lagi" gerutu Heechul yang tadi mendapat perintah dari suaminya

Dengan sekali kedipan mata, Heechul beralih dari ruang makan tersebut ke tempat Kyuhyun tadi berlatih

"Makan malam. SEKARANG!" Heechul tiba-tiba muncuk dihadapan Kyuhyun dan berteriak padanya

Matanya agak melebar terkejut. Tapi tidak sampai berlebihan melotot dan berteriak.

'Oh. Gen wajah datar menyebalkan' batin Heechul

Mengabaikan Kyuhyun yang tidak menjawabnya, Heechul memegang pundak sang anak dan dengan kecepatan cahaya mereka sudah berada di kerajaan kembali

"Bersihkan dirimu dahulu. Lalu ke ruang makan. Ayahmu menunggu" Titah Heechul

"Ne" Kyuhyun hanya menjawab singkat lalu berlalu dari hadapan Heechul. Melakukan perintah sang ibu tentunya

"Haaah" Heechul menghela napasnya kemudian menuju ruang makan dimana suaminya berada.

"Kenapa eoh?" Tanya Hangeng karena istrinya itu datang dengan wajah ditekuk.

Dipeluknya istrinya itu sayang sambil mengusap lembut surainya. Mengabaikan para pelayan yang ada disana.

"Hiks...hiks" Heechul menangis

"Waeyo Yeobo!" Hangeng mulai panik karena istri cantiknya menangis. Ia lepas pelukannya lalu menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya

"Katakanlah" Katanya lembut

"Aku hiks..tidak...bisa..hiks.."

"Ne uljima" kembali dipeluknya sang istri

"Aku..hiks...tau wajah datar dan sifat dingin itu juga karenamu hiks" Jeda

Hangeng diam mendengarkan. Ia sudah mengerti kearah mana perkataan istrinya ini

"Tapi tidak bisakah ia bersikap sedikit hangat padaku? Aku ibunya? Kau saja bisa bersikap dingin pada orang lain hiks...tapi begitu hangat pada kami. Kenapa? Kenapa? Hiks.." Heechul makin menenggelamkan wajahnya pada dada bidang sang suami.

"Apa ia masih menganggapku ibunya..hiks" Racau Heechul lagi

Hangeng tau, sikap Kyuhyun selama ini sungguh menyakiti hati Heechul. Tapi ia juga paham, sifat itu sudah ada dalam diri Kyuhyun bahkan sejak ia lahir. Akan sangat sulit mengubahnya.

"Uljima. Percayalah, jauh di dasar hatinya Kyuhyun sangat manyanyangimu yeobo"

"Hiks...hiks.."

"Sudahlah...kita akan makan malam. Kau mau Kyuhyun melihatmu menangis begini?"

Heechul menggeleng dalam pelukan Hangeng. Setelahnya Hangeng melepas pelukannya dan menghapus air mata dari istri tercintanya.

"Nah sekarang tersenyumlah. Sambut Kyuhyun dengan senyum cerahmu itu" Kata Hanggeng sambil mencium kilat bibir sang istri. Memberi semangat

"Ne. Mianhae aku terlalu emosional tadi" Sesal Heechul

"Gwenchana yeobo. Itulah gunanya aku"

Kini mereka berdua tersenyum dengan sangat lembut dan tulus.

"Mianhae eomma"

Tanpa mereka sadari. Mata yang sejak tadi mengawasi dari balik pintu menampilkan sedikit kesenduannya, lalu kembali seperti biasanya.

Ia segera membuka pintu tersebut untuk kemudian makan malam bersama kedua orangtuanya.

"Oh. Kau sudah datang Kyuhyun, cepatlah Appa sudah sangat kelaparan" Heechul bersuara sambil tersenyum menyambut putranya sambil sedikit menatap mengejek pada suaminya.

"Ne" Kyuhyun duduk dikursinya kemudian menatap eommanya yang juga sedang menatapnya.

"Ne Eomma" Ia menarik sedikit ujung bibirnya. Tersenyum. Tipis. Sangat tipis. Namun mampu membuat Hangeng dan Heechul tertegun...

TBC

Wkwkwk cukup sekian dan terima kasih #plakk. Gak nyangka ternyata banyak yang tertarik sama ff absurd ini. Buat yang sudah review maksih buaaaaaaaanyaaakkkkkkkk. Maaf belum bisa aku balas disini. Review kalian besar banget efeknya buat aku lanjutkan ff ini. Ya semacam kasih semangat dan inspirasi gitu lah kekeke. Makasih juga buat yang sudah fav dan follow juga. Miahae aku belum bisa apdet asap ff ini soalnya lumayan sibuk di dunia nyata. Mianhae juga belum bisa ngasih persembahan moment Kyusung. Mianhae kalau fantasynya kurang gereget. Mianhae kalau alurnya aneh. Dan silahkan tambahkan mianhae lainnya dikolom review kekeke #plakk.

Akhir Kata

Review?