Summary: Menabrak seseorang merupakan takdir yang salah. Pepatah itulah yang mengantarkan Alibaba Saluja, murid baru dari Magi High School, kepada masalah yang ia hadapi saat ini—dengan ketua kedisplinan sekolahnya, Ren Kouha!

Disclaimer: Magi itu milik Ohtaka Shinobu.

Rate: T

Warning! Abal, gaje, typo dimana-mana, grammar berantakan dan lain-lain. Saya lupa tambahin ini di chapter sebelumnya ._. AU!Modern Universe!

Pairing: Alibaba x Kouha (Slight AliMor, AliGyoku, HakuMor and more.)


Previously,

Yang menarik adalah nama yang tertera di kertas lirik

Be My Slave
By Ayame Yumesaki

Chapter 2, "Alibaba Saluja dan Ren Kouha"

Aku tidak percaya apa yang kulihat disini.

Namaku Alibaba Saluja. Aku murid pindahan di Magi High School dan baru menjalani hari pertamanya. Namun berbagai hal sukses membuat hari pertama ini menjadi hari paling gila yang pernah kualami. Bagaimana tidak? Kita re-cap sedikit.

Tadi pagi, aku bertemu dengan perempuan dan menabraknya, lalu dimarahi. Sampai di sekolah, aku masuk ke kelas dan memperkenalkan diri. Mendapat teman pertama. Lalu temanku mengatakan aku harus melapor ke ketua kedisplinan. Aku mencari ketua tersebut di lorong yang ditunjuk 10 kali, dan menemukan seseorang yang sedang bernyanyi lagu DaiSyl. Pada akhirnya, aku sampai di ruang ketua kedisplinan, bicara dengannya dan ditinggal.

Mari kita tambahkan kalau aku menemukan penemuan terpenting abad ini!

Kalian mau tahu apa tulisan itu? Sebenarnya tidak perlu kan yah? Eh iya iya! Jangan di deathglare donk! Nasibku sudah lebih dari kata ngenes!

Dan sekarang, aku menemukan kalau ketua stress yang seharusnya memberitahuku segala urusan kedisplinan di kelas adalah cross dresser, dan seorang idol yang sedang di puncak ketenaran!

"Tunggu! Tunggu sebentar. Aku jadi tidak mengerti. Tadi pagi aku bertemu perempuan yang mirip dengan Syl-chan. Lalu aku menemukan Ren Kouha sedang bernyanyi di ruangan kosong. Dan sekarang aku menemukan pakaian gadis tadi pagi di ruangannya, yang berarti dia adalah gadis tadi pagi. Tapi.. Tapi.. Kertas ini..."

Kepalaku rasanya mau pecah. SEBENARNYA, SIAPA ANAK INI—

"Hei! Apa yang kau lakukan!?"

Langsung saja aku berdiri dan mengangkat tangan. Bagaimana tidak? Aku diteror dengan pedang! Kau tahu, aku merasa ini hari tergila. Tapi mungkin juga ini baru setengah dari kegilaan yang mungkin kualami hari ini.

"Ano.. Ini milikmu kan?" tanyaku meyakinkan. Sambil mengangkat kertas lirik.

"...Kalau iya kenapa?" balasnya lagi, melihatku dengan kekesalan.

"Kau itu Sylvia!? Syl-chan!?" tanyaku lagi.

"...Sekali lagi, kalau iya, kenapa?" balasnya, mulai memegang pedangnya lagi.

"...kau cross-dresser!"

"..." Dia melihatku dengan penuh kebencian.

Ugh, aku percaya ini perkenalan terburuk yang pernah kubuat di muka bumi ini. Pedangnya naik dari dadaku ke daguku!

"Ketahuan ya..? Hmph, jangan harap kau bisa lari,"

Sialan! Bagaimana ia bisa tersenyum selicik itu padahal ketahuan!? Sudah itu, ia menerorku dengan tatapan psikopatnya! Sosok ini—apa ia benar-benar ketua kedisplinan!? Aku tidak pernah tau ada ketua kedisplinan seperti ini! Dan kau bertanya-tanya, anak ini, sebelah mananya yang disiplin!? Yang ada ia menerorku dengan tatapan psikopatnya!

"Err—boleh aku kembali ke kelasku?" tanyaku, gugup.

"...Heh, enak saja," ia menerorku dengan penekanan di setiap katanya.

Ugh—aura gelap apa yang kurasakan ini? Apakah mengetahui kalau ia seorang idol merupakan sebuah dosa? Tuhan, aku harap kau masih melihat anakmu yang penuh dosa ini. Dan masih mau mendengarkan doaku. Aku diteror oleh ketua kedisplinan sekolahku dan sepertinya akan mengalami sesuatu yang jauh lebih buruk daripada ini. Oh tidak! Ya Tuhan, selamatkan aku!

"Namamu...Alibaba Saluja kan?" tanyanya, sambil menodong pedang yang sejak tadi ia bawa-bawa.

KENAPA MEREKA MENGIZINKAN PEDANG DI SEKOLAH!?

"I-i-i-i-i-i-i-iya..." jawabku gemetaran.

Ia tersenyum sadis lalu memanggilku, "Alibaba Saluja!"

"IYA!?"

"Kau harus jadi budakku, mulai hari ini! Tidak ada kata tidak! Dan ini perintah, kau tidak bisa melawan!"

Konstan, langsung kujawab, "BAIK!"

.

.

.

.

.

Tunggu, apa!?

Budak.. MAKSUDNYA JADI BUDAKNYA!? BUDAK DARI ORANG PSIKOPAT YANG SELALU BAWA-BAWA PEDANG DAN CROSS-DRESSER INI!? SIAL! Kenapa kujawab 'baik'!? Apa yang sebenarnya kupikirkan! Kau mati, Alibaba! Kali ini kau benar-benar tamat!

Ia menyeringai. Ugh, semakin buruk!

"Tunggu, tunggu sebentar!" Aku menyelanya. Ia hanya diam, mengangkat alisnya sambil tersenyum menghinaku.

"Aku tidak mengerti kenapa kau mau aku menjadi budakmu! Seperti aku akan memberitahukan rahasiamu itu!" ucapku.

"Hmmm... Mungkin kau bisa bilang kalau aku mau menyiksamu," balasnya, menyeringai kembali.

"EEEEEEEEEHHHHHHH!?"

Anak ini. Dia bukan bermuka psikopat. Dia benar-benar psikopat!

"Jangan banyak protes. Tugasmu mudah. Kau hanya perlu mengikutiku kemana pun aku pergi, termasuk ketika menjadi Syl, juga menjemputku di pagi hari dan mengantarku pulang di malam hari. Heh, aku hanya ingin memastikan kalau rahasia itu tidak akan keluar sembarangan," ucapnya, duduk di atas sofa. Menggunakan pose yang sama seperti ketika duduk di atas meja.

"Ke—Kenapa kau cross-dress juga!? Akan lebih mudah kalau kau tidak melakukannya kan?"

...Ups, sepertinya salah pertanyaan.

"...Ahahahaha...AHAHAHAHAHA!"

Sontak aku kaget. Memang ternyata anak ini psikopat stress. Tanpa alasan, tanpa angin, tanpa badai, tanpa tsunami. Hah, aku menyesal mencari masalah dengannya.

Dan pedang di bawah daguku, siap untuk menebas.

"Kalau kau tidak mau terbelah menjadi dua, kusarankan lebih baik diam."

Itu lebih seperti teror dibandingkan perintah. Apa dia benar-benar anak sekolahan!? Atau jangan-jangan yakuza yang sedang bersembunyi!? Kalau benar ia yakuza, aku harus melaporkannya ke polisi. Tapi yakuza itu kan pakainya katana, dia pakai pedang besar. Bukan, bukan. Mungkin dia memang psikopat yang melarikan diri dari rumah sakit. Aku harus menelepon rumah sakit!

"...Nah Alibaba, ini kertas peraturan dan oh! Kembalilah kesini nanti sore dan aku akan memberikan kertas ini," ucapnya sambil menggoyangkan tangannya, mengusirku.

Psikopat labil.

Aku berharap hari ini tidak akan jadi lebih buruk dari yang seharusnya.


Seperti yang ia perintahkan, aku pergi ke kantor kedisplinan sore itu.

Aku mengikuti kelas seperti biasa. Kougyoku bertanya soal berbagai hal, termasuk kesan pertama pada kakaknya itu. Ia juga mengatakan alasan Kouha membawa pedang tersebut untuk keamanan. Keluarga mereka—katanya—sering diincar oleh perampok, terutama kakaknya punya ke-'imut'-an di luar umur. Yang menurutku tidak masuk akal karena orang itu lebih ke psikopat daripada imut.

Tidak hanya mendapat informasi sampai situ, Kougyoku juga mengenalkan beberapa temannya padaku. Toto, Myron dan Morgiana—oh yang terakhir tidak usah. Mereka begitu senang ketika Kougyoku menceritakan soal murid baru di kelas ini. Tapi yang kuketahui, mereka bertiga agak seram. Toto superior pada kendo, sedangkan Myron dan Morgiana punya tenaga ekstra dalam karate dan judo. Kougyoku juga memperkenalkan saudaranya, anak berambut hitam kehijauan, Ren Hakuryuu. Hoo, kalau begitu, aku sudah mengenal 3 orang keluarga Ren di sekolah ini.

Dan hari pun berlalu. Ini sore hari.

Morgiana tinggal serumah dengan Myron. Mereka dijemput oleh kakak Myron. Sedangkan Kougyoku dijemput oleh pelayan pribadinya. Orang kaya itu berbeda ya..

*Tok tok tok*

"Hm, masuk,"

Aku membuka pintu ruangan itu dan menemukan Kouha sedang menyisir rambutnya penuh hati-hati. Pakaian yang ia kenakan benar-benar berbeda. Ia tidak mengenakan seragam sekolah, melainkan sebuah dress warna putih, cardigan warna hitam dan stocking warna putih. Ia masih mengenakan sepatu sekolah. Di atas meja terdapat kacamata dan topi warna hitam.

Ia berbalik dan melihatku, lalu kembali ke depan cermin.

"Oh, sudah datang. Kertasnya ada di sofa," ucapnya, masih sibuk dengan kerjaannya.

"Kau ada kerjaan?" tanyaku polos, sambil berjalan menuju sofa.

"Hm? Ya. Ngomong-ngomong, Alibaba,"

Aku mengambil kertas itu dan membaca seluruh peraturan itu—dengan 4 peraturan tambahan. Ugh, masalah aku menjadi budak dadakannya tetap membuatku kesal. Bagaimana bisa ia memaksaku melakukan itu. Dan bodohnya aku. Kenapa aku bilang 'baik' dari semua hal!? Hah. Biarlah..

Peraturan tambahan (awas kalau kau langgar, kuputuskan kepalamu!)

Judul macam apa ini!? Dia memang menerorku!

1. Kau harus menjemputku di rumahku dan mengantarkanku pulang.

Baik, yang ini tidak ada masalah. Hah, padahal ibuku sakit di rumah.

2. Setiap istirahat dan setelah pulang, kau "harus" berada di ruanganku!

Ugh. Dia ingin menyiksa kehidupan sosialku. Jangan khawatir, aku akan menarik Kougyoku dan Morgiana kesini!

3. Mulai hari ini dan seterusnya, kau harus mengikuti perintahku!

Iya, iya. Psikopat cerewet.

4. Kau akan ikut aku kemanapun aku pergi. Termasuk ketika hari libur dan minggu.

"Hoi, Alibaba!"

Aku langsung melihatnya dengan tatapan tidak percaya. Ia sedang mengenakan boots warna hitam.

"Mulai hari ini, kau akan jadi manager-ku," ucapnya, masih menghadap cermin.

...Tunggu, apa?

"Apa maksudmu dengan menjadi manager-mu, Kouha-sama!?" tanyaku tidak percaya.

"Heh. Bukankah aneh kalau kau berkeliaran di sekitarku tapi hanya manusia biasa? Yang ada skandal tercipta. Tapi kalau kau manager-ku, tidak akan masalah. Kau tidak perlu khawatir. Bagaimana pun juga, aku tetap membayarmu—sebagai manager," ucapnya sambil mengenakan kacamata.

Baik. Ini lebih dari kata cukup! Tidak hanya mengunciku dengannya tapi menjadi manager!? Aku tidak punya waktu bebas kalau begitu! Aaaaarrrggghhh! Ini hari pertama terburuk yang pernah kualami seumur hidupku! Tuhan, seberapa buruk ini bisa terjadi!?

"Baik, kita berangkat sekarang," ucapnya mantap.

"Huh?" aku berkedip, sebelum ditarik olehnya.

Tunggu sebentar! Kita kemana!?

"Ayo! Nanti Judal marah kalau telat!" ucapnya sambil menggeretku ke mobil.

Mobil. Ya, Kougyoku mengatakan seluruh anak keluarga Ren memiliki mobil pribadi. Mereka juga punya supir atau pelayan pribadi. Berarti aku akan naik mobil orang kaya donk! Benar saja. Kouha menarikku sampai ke bawah dan kami menemukan mobil mahal—aku tidak tahu namanya. Kouha mendorongku masuk. Aku menemukan supir pribadi Kouha sudah standby disana.

"Kouha-sama, kali ini kita kemana?" tanyanya.

"Hmm.. Ke sky tree," jawabnya sambil melihat tab.

Sky tree? MAKSUDNYA TOKYO SKY TREE!?

Iya juga ya. DaiSyl ada konser disana! Terkadang, aku lupa fakta kalau anak psikopat ini Sylvia-chan yang kukagumi. Seluruh lagu yang dinyanyikan oleh Syl-chan menggugah semangat, ditambah suaranya yang anggun dan gerakannya yang lincah. Apalagi hits-nya yang berjudul "Along The Way", satu-satunya single DaiSyl yang mencapai 2 juta kopi dalam hari pertama! Syl-chan yang imut dan Daimil yang keren. Pasangan yang cocok—

—Tunggu sebentar. Aku mau menarik kata-kataku.

Memang benar. Syl-chan itu imut, cantik, manis dan senyumnya sukses membuat fans (lelaki) meleleh. Tapi setelah melihat diri yang sesungguhnya, ia bukan hanya imut—tapi psikopat. Psikopat kelas atas. Kalau kau salah sedikit, pedangnya bisa memenggal kepalamu. Ugh—horor. Ini kah sosok Syl-chan yang anggun itu!? Yang membuatku jatuh cinta dalam satu kali lihat?!

"Meihou, apa En-nii menghubungimu tadi?" tanya Kouha, masih melihat tab.

Oh, nama supirnya Meihou. Yoroshiku nee, Meihou-san!

En-nii? Kakaknya Kouha?

"Ah iya! Kouen-sama meminta saya untuk membawamu pulang ke rumah besar setelah selesai dengan urusan anda," jawab Meihou-san.

"Lho? Memangnya ada apa?" Kouha langsung melihat sang supir.

"Entahlah. Kouen-sama tidak memberitahu saya. Tapi kata Koubun-san, Gyokuen-sama ingin mengadakan pesta kepulangan Hakuei-sama dari Amerika,"

Ughh, terlalu banyak nama yang tidak kukenal. Kouen, rasanya sering dengar. Apa Morgiana selalu mengucapkannya ya? Atau Kougyoku? Nanti baru kuingat lagi. Lalu Koubun. Apa dia yang menjemput Kougyoku pulang?

Sekarang kupikirkan, hidupku yang merupakan kehidupan anak sekolahan biasa berubah menjadi 'pelayan' dadakan anak keluarga Ren. Walau penyiksaan ini belum dimulai sih. Tapi aku rasa, penderitaanku akan segera dimulai. Ugh, bagaimana bisa aku hidup seperti ini!? Sabar, Alibaba, mungkin kau akan mendapat sesuatu yang lebih indah kedepannya.

"Hoi!"

Aku melihat Kouha keluar dari mobil. Eh? Memang sudah sampai?

"Alibaba-san, kita sudah sampai," kata Meihou-san padaku.

"Eh-eh, iya," aku membuka knop pintu di sebelahku dan berlari kecil mengikuti Kouha.


I'm follow you
Wherever you go
Wherever is it
I don't care anymore
I just want to be with you
Together. Just two of us.

Kau tahu, walau Kouha itu psikopat kejam yang tidak tahu ampun dan siap membelah kepalamu menjadi 2, ia tetap manis, imut, cantik dan elegan ketika menjadi Sylvia! Suara Syl-chan yang begitu halus, juga kata-kata pada lagu-lagunya yang menurutku keren. Tidak jadi. Aku tidak jadi mengatakan 'aku menyesal mengatakan baik', toh aku bisa jadi penonton VVIP konser-konser DaiSyl mulai dari sekarang dan dapat bonus backstage mereka!

"Arigatou gozaimasu! Minna!" aku melihat Kouha meninggalkan panggung dengan Dai-san.

Mereka masuk ke ruang ganti, tempat dimana aku menunggu.

"Otsukaresama," ucapku pada keduanya.

Tapi aku malah mendapat pandangan 'siapa-lelaki-kelas-bawah-ini?' dari Dai-san. Benar juga, aku belum kenalan ya..

"Ha, ini siapa?" tanya Dai-san.

"Dia, manager-ku. Kenapa?" jawab Kouha, kembali mengurus rambutnya.

"Hah? Sejak kapan kau punya manager, Kouha?" Dai-san langsung melihat Kouha tidak percaya.

"Judal. Kau tau kepalaku sedang sakit kan? Kalau kau tidak mau kehilangan kepalamu itu, lebih baik kau diam," ucap Kouha.

"Tch, ini pasti karena kau harus bertemu keluarga besar ya?"

Ok ok. Sebentar. Sejak kapan Judal-san ini jadi paranormal!?

"Kalau kau tahu, lebih baik diam. Aaaaa~ Padahal aku berpikir tentang makan malam berdua dengan En-nii~" ucap Kouha sambil memanyunkan mulutnya dan memajukan tubuhnya di atas meja.

Judal berjalan ke arahku dan menepuk pundakku. Ok, aku semakin tidak mengerti.

"Namamu Alibaba kan? Kuberitahu. Jangan ilfeel kalau misalnya Kouha sudah bicara soal kakaknya. Ia punya brother complex yang kuat~" bisik Judal-san.

Brother complex!? Psikopat gila ini!?

"Alibabaaaaa..."

Aku meninggal Judal-san dan berjalan menuju Kouha.

"Ada apa, Kouha-sama?"

Sejak kapan aku memanggilnya Kouha-sama!? Alibaba, ada apa dengan kepalamu? Apakah pada akhirnya kau menerima dirimu menjadi 'budak' Ren Kouha!? Oh sudahlah, aku tidak peduli lagi.

Ada untung ruginya. Toh penonton VVIP untuk konser DaiSyl. Hanya saja, ruginya, kalau kau melakukan kesalahan sedikit saja—kepalamu akan lepas dari tubuhmu. Sebenarnya tidak setimpal, tapi aku menggunakan sebelah mata! Jadinya setimpal. Jangan bilang kalau kalian tidak mengerti sedikit pun!

"Nanti kau ikut aku ke rumah. Ada Kougyoku dan Hakuryuu disana. Hoaammmhh.."

...Huh!? Apa!?

"...Ma—maksudmu apa, Kouha-sama?"

Judal-san langsung melihat Kouha, "Aku tidak percaya kau mau membawa orang luar, Kouha."

"Aku seriuusss... Kau juga ikut saja, Judal. Aku malas bertemu orang itu~" Kouha berdiri dan mulai mengepang rambutnya lagi.

Orang itu? Duh, keluarga Ren itu ribet, banyak sekali. Aku melihat Judal-san mengangguk dan mengganti pakaiannya sendiri.

Berarti aku akan pergi ke rumah orang kaya? Bukan, ke rumah keluarga Ren? Serius!?

To be continued.

Author's Note: Endingnya gak jelas -w- Yang jelas, chapter 3 menjadi pertemuan Alibaba dengan keluarga Ren! Saya merasa chapter ini agak absurd di bawahanya -w- Setidaknya, kita tahu siapa Kouha sekarang!

Terima kasih untuk readers yang bersedia membaca fanfic absurd ini~! Kita bertemu lagi di chapter 3~!

Ngomong-ngomong, nama lagu yang dimasukkan disini itu "Along The Way". Seluruh lirik lagu yang ada fanfic ini buatan saya~