ANYEONG YEOROBEUN..!
I'M COME BACK AGAIN
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO FLAME| NO BASHING | PLEASE COMMENT
.
Title
I LOVE YOU HYUNG 2
Length
N - CHAPTER
Rating
PG-18 (M)
Genre
SCHOOL LIFE, ROMANCE, ANGST, DRAMA, VIOLENCE, YAOI
(DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
Main Cast
DAEHYUN, YOUNGJAE, SEHUN, LUHAN
Support Cast
ALL MEMBER BAP AND EXO
Disclaimer
THIS FANFICTION IS MINE
Warning
A lot of typo *ngaks*
.
.
A/N: Terima kasih buat para reader yang mau meninggalkan beberapa jejak di FF author gaje ini sehingga author bersemangat buat lanjutin dan ga jadi author delete kkkkkk. Gumawooo *cipokin satu2 *reader: hoeeekkk *author nyengir. Oiya ada beberapa ah tidak banyak reader yang menunggu adegan NC. Nah loh ketauan pada yad***g kkkkk tapi maaf dichapter ini belum ada adegan NC-nya wkwkwk *ketawa epil bareng DAEvil* Dan beberapa juga bingung kenapa Daehyun bisa dingin banget sama Youngjae. Tunggu saja…sedikit demi sedikit kebenaran akan terungkap *bergaya ala detektif conan/? *ditabok reader. Author jelasin sekali lagi yah..main cast disini daejae dan hunhan yg lain jd support cast (EXO & BAP OTP) muehehe. Author kaga mau banyak bacot disini. Let's CHENKAIDOt!
.
.
CHAPTER 2 : MIANHAE HYUNG
.
"Daehyun-ah, Youngjae-ah, Appa akan pergi ke Jeju selama 2 minggu dan eomma kalian akan ikut bersama appa," ujar Mr. Jung ditengah-tengah acara makan malam. "Kalian harus bisa menjaga rumah baik-baik, karena Mr. Kim akan ikut denganku dan Bibi Lee (Kepala Rumah Tangga) minta ijin cuti untuk beberapa hari kedepan," lanjut Mr Jung
'Mwo? Apa yang appa bilang tadi? Pergi ke jeju bersama eomma selama 2 minggu?' – batin Youngjae. 'Apa itu berarti aku akan tinggal hanya berdua bersama dengan hyung selama 2 minggu?' Youngjae diam-diam melihat kearah hyungnya yang duduk dihadapannya. Pipi Youngjae tiba-tiba terasa hangat.
"Aku selesai," ujar Daehyun seraya bangkit berdiri dan berjalan kearah kamarnya.
"Aku juga sudah selesai. Aku kekamar dulu, eomma, appa," ujar Youngjae seraya membungkukkan badannya dan melesat pergi kekamarnya.
Mr. Jung melihat kepergian kedua anaknya itu dengan raut wajah cemas.
"Tenang saja yeobbo. Mereka pasti bisa menjaga rumah baik-baik selama kita pergi," ujar Ms. Yoo seraya menepuk pundak Mr. Jung.
.
.
"Kami pergi dulu. Jaga rumah baik-baik," ujar Mr. Jung seraya masuk kedalam mobil sedan hitam miliknya.
"Youngjae-ah, nae aegya, jangan nakal ne. Turuti kata-kata hyungmu," ujar Ms. Yoo seraya memeluk Youngjae
"Yak eomma, Yongjae bukan anak kecil lagi," gerutu Youngjae
Ms. Yoo terkekeh pelan. "Kami pergi," ujarnya seraya mengikuti Mr. Jung masuk kedalam mobil.
Youngjae dan Daehyun menatap kepergian (calon) appa dan eomma mereka. Youngjae menoleh kearah Daehyun yang ternyata sudah tidak ada ditempatnya. Ia menghela nafas, lalu masuk ke dalam rumah. Ketika ia masuk, ia melihat Daehyun sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih rapi.
"Hyung, kau mau pergi kemana?" tanya Youngjae
"None your business," balas Daehyun seraya pergi meninggalkan Youngjae.
Youngjae hanya bisa menatap kepergian Daehyun.
"Haahhh… Apa yang harus ku lakukan sekarang?" ujar Youngjae seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Youngjae memperhatikan sekeliling ruangan. "Baiklah, pertama aku akan membersihkan rumah."
Youngjae mengecek semua ruangan yang ada dirumah itu satu persatu. "Ck, pabboya. Rumah ini kan sudah bersih. Untuk apa aku susah payah membersihkannya?"
Youngjae kembali menghela nafas. "Lalu apa yang bisa aku lakukan?"
CETIK
Youngjae tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. Ia kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel miliknya, lalu menekan-nekan layar diponselnya.
"Yak…Kyungsoo-ah. Apa kau sedang tidak ada kegiatan?" ujar Youngjae. "Aahh… jadi begitu… maaf aku mengganggumu," lanjutnya.
Youngjae menutup ponselnya. "Ooo..tunggu.. Baekhyun." Youngjae kembali menekan tombol dilayar ponselnya.
"Ck, dasar Youngjae payah. Kemarin kan Baekhyun cerita kalau dia akan pergi bersama orang tuanya hari ini." Youngjae kembali menutup ponselnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" Youngjae benar-benar frustasi. Tiba-tiba sebuah ide muncul diotaknya. "Baiklah aku akan menonton dvd sampai puas," ujarnya seraya tersenyum gembira dan pergi mengambil beberapa snack dan cola sebagai teman menonton dvd.
TIK TOK TIK TOK
Terdengar suara jam berdetak. Jam menunjukkan pukul 08.00 PM.
"Kenapa hyung belum pulang juga?" Youngjae menatap jam dinding yang ada diruang tengah. "Apa dia sudah makan malam?"
Youngjae mengerutkan dahinya, "Hmmm…baiklah…aku akan membuat makan malam. Siapa tahu dia belum makan," gumam Youngjae. "Ah…tidak tidak…bisa saja dia sudah makan diluar."
Youngjae kembali berpikir, "Baiklah, aku akan memasak."
Ia pun beranjak dari sofa dan berjalan ke dapur, lalu membuka lemari pendingin. "Apa yang harus kumasak? Bibimbap? Bulgogi?" Youngjae bingung memilih apa yang harus dimasaknya. "Hmmm…baiklah…aku akan memasak sup kimchi," ujar Youngjae seraya mengambil bahan-bahan dilemari pendingin.
Tidak perlu waktu yang lama, masakan Youngjae pun jadi. Ia menata masakannya diatas meja makan, lalu duduk dikursi dan menatap jam dinding yang ada diruang makan. "Huh…lama sekali," gumamnya seraya menopang dagunya dan meniup-niup poninya. Dan tanpa disadarinya, Youngjae tertidur dimeja makan karena terlalu lelah menonton dvd seharian.
CLEK
Terdengar suara knop pintu terbuka dan langkah kaki seseorang. Youngjae masih setia menutup kedua matanya ketika orang itu berjalan menghampirinya.
"Ck, dasar," gumam Daehyun. Ia berdiri disamping Youngjae dan menatap masakan yang tertata rapi dimeja makan. "Apa dia yang memasak semua ini?"
Youngjae membuka pelan matanya dan mengerjap-ngerjapkannya, "Oo..hyung..waseo.." ujarnya
Daehyun tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia membalikan badannya dan pergi kekamarnya.
"Hyung, apa kau sudah makan?" teriak Youngjae
Daehyun menghentikan langkahnya sejenak, "Aku tidak sedang lapar," ujarnya seraya kembali berjalan meninggalkan Youngjae.
"Aku sudah membuatkan makanan untukmu hyung," gumam Youngjae dengan suara pelan dan menatap sedih kearah masakannya yang sudah mendingin.
.
.
Nae beoryeodo eochapi nan honjayeotji. Amudo eobseo da uimi eobseo. Satang balin wiro ttawin jibeo chyeo. Oneul bameun ppittag hage [ GD – Crooked ]
Terdengar suara alarm berbunyi.
TUK
Daehyun mematikan alarm yang mengganggu tidur nyenyaknya. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan kekamar mandi. Tidak lama kemudian, Daehyun keluar dengan seragam sekolah yang melekat dengan rapi ditubuhnya. Ia sedikit merapikan dan menata rambutnya didepan cermin. "Nice…" gumamnya seraya tersenyum dan menyambar tas sekolahnya, lalu keluar dari kamarnya.
"Oo..hyung..kau sudah mau berangkat?" ujar Youngjae saat melihat Daehyun turun dari kamarnya.
Daehyun menoleh kearah Youngjae yang sudah memakai seragamnya dengan rapi dan oh jangan lupakan apron berwarna soft pink yang melilit ditubuhnya.
"Kkaja kita sarapan. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu juga hyung," ujar Youngjae seraya tersenyum.
Daehyun tidak mengindahkan ajakan Youngjae dan melesat pergi begitu saja. Ia menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba ketika ia merasakan seseorang menarik pergelangan tangannya.
"Sarapan itu sangat baik untuk kesehatan," jelas Youngjae. "Tidak ada salahnya untuk mengisi energy kita sebelum beraktifitas."
Baiklah, mungkin untuk kali ini saja Daehyun mengikuti kata-kata Youngjae. Ia pun berjalan menuju ruang makan. Youngjae membawa sebuah mangkuk besar berisi sup dan menaruhnya diatas meja. Dan mereka berdua pun memulai acara sarapan mereka. Eerrrr…kalau dipikir-pikir mereka terlihat seperti pasangan muda yang baru saja menikah kkkkkkk
Daehyun mulai memakan makanan yang ada dihadapannya. 'Not bad. Rasanya tidak terlalu buruk,' batin Daehyun.
Youngjae diam-diam melihat Daehyun yang sedang memakan makanannya tanpa protes. Ia tersenyum melihat hasil karyanya tidak sia-sia.
Ketika Daehyun akan memasukkan suapannya yang ke-3 kedalam mulutnya, ia merasakan suhu tubuhnya meninggi dan juga merasa sedikit kesusahan untuk bernafas.
"Waegeurae?" tanya Youngjae sadar akan perubahan yang terjadi pada Daehyun. Wajah Daehyun terlihat pucat dan memerah.
"A..apa yang kau masukkan kedalam sup?" Daehyun sedikit kesusahan untuk berbicara
"Hmmm…ini sup kimchi jadi aku memasukkan kimchi kedalamnya," ujar Youngjae
"Tidak…selain itu?"
"Hmmmmm…lobak…bawang putih…"
"Bukan…bukan itu…" ujar Daehyun
"Potongan sayur…daging…oh…aku menambahkan sedikit bubuk udang kering," balas Youngjae
"Damn it," gumam Daehyun
Daehyun semakin kesusahan bernafas dan pandangannya menjadi kabur.
"Hyung, gwenchanayo?!" Youngjae beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Daehyun. Youngjae bisa merasakan tubuh Daehyun menimpa dirinya, "Hyung, Daehyun hyung, sadarlah." Youngjae berusaha membangunkan Daehyun dengan mengguncang-guncangkan tubuhnya. Youngjae dapat merasakan nafas berat dan hangat milik Daehyun yang menyapu lehernya. Ia pun meletakkan tangannya dipipi Daehyun, "Panas…" ujarnya. "Eottokae?" Youngjae benar-benar panik. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Ck, berisik," gumam Daehyun. "Panggilkan Mr. Park kemari," lanjutnya yang dibalas dengan anggukan dari Youngjae.
Youngjae pun membantu Daehyun berjalan kekamarnya, lalu menelepon Mr. Park seperti yang dikatakan oleh Daehyun. Tidak perlu waktu yang lama untuk Mr. Park datang kerumah mereka. Mr. Park adalah dokter pribadi keluarga Jung. Ia sudah lama mengabdi pada keluarga Jung dan menjadi salah satu tangan kanan Mr. Jung.
"Aku sudah menyuntikan obat tidur padanya dan memberikan anti alergi juga penurun demam padanya," ujar Mr. Park pada Youngjae. "Aku rasa kau belum tahu bahwa Daehyun alergi dengan seafood."
"Mianhae hyung... Ini semua salahku…" ujar Youngjae seraya menatap kearah namja yang terbaring lemah ditempat tidur
"Terima kasih Mr. Park." Youngjae membungkukan badannya.
"Baiklah, aku harus pergi karena banyak pasien yang menungguku. Berikan obat ini padanya setelah ia bangun," ujar Mr. Park
Youngjae menerima obat yang diberikan Mr. Park padanya dan mengantar kepergiannya.
Drrrttt…drrtttt
Youngjae merasakan ponselnya bergetar. Ia segera merogoh saku celananya dan mengangkat telepon.
"Youngjae-ah, kau tidak masuk sekolah? Apa kau sakit?" teriak Baekhyun dari bailk ponsel
"Ne…mian…tolong katakan pada songsaengim aku ijin hari ini," balas Youngjae
"Apa kau baik-baik saja? Kalau begitu sepulang sekolah aku dan Kyungsoo akan pergi melihatmu dirumah," ujar Baekhyun dengan nada khawatir.
"Ah…tidak perlu. Aku hanya sedikit tidak enak badan."
"Hmmm, baiklah. Cepatlah sembuh."
"Hmmm, gumawo," ujar Youngjae seraya menutup ponselnya
Youngjae menatap kearah Daehyun yang tertidur pulas diatas ranjangnya.
"Jeongmal mianhae," lirihnya.
.
.
[Daehyun POV]
Aku membuka mataku perlahan. Rasanya sangat berat sekali. Aku merasakan sesuatu yang hangat ditanganku. Aku menolehkan kepalaku dan mendapati Youngjae tertidur pulas disamping ranjangku.
"Hey," ujarku seraya mencolek pipinya yang chubby untuk membangunkannya.
'Lembut,' batin Daehyun. 'Ck, apa yang kupikirkan?'
"Hey, Youngjae," aku kembali berusaha untuk membangunkan Youngjae
Youngjae pun membuka kedua matanya, "Oo..hyung..kau sudah sadar? Bagaimana rasanya? Apa masih sakit?" tanya Youngjae
"Ck, kau ini berisik sekali," gumamku
"Mi..mianhae hyung.."
Aku berusaha untuk bangun dari ranjang tetapi tiba-tiba Youngjae menahanku
"Hyung, kau mau kemana?" ujar Youngjae
"Aku lapar," ujarku
"Hyung lapar? Kalau begitu biar aku yang mengambilkan hyung makanan," ujar Youngjae
"Tidak, aku tidak mau lagi memakan masakanmu. Bisa-bisa aku mati mendadak," ujar Daehyun sarkastik
"Mianhae hyung. Aku tidak akan memasukkan seafood lagi kedalam makananmu hyung. Percayalah padaku," Youngjae berusaha menyakinkanku
"…"
"Tunggulah sebentar," ujar Youngjae seraya pergi mengambil makanan
Aku memijit keningku dan menyandarkan badanku yang masih sedikit lemas. "Haaahhh…benar-benar merepotkan.
.
.
A DAY LATER
.
.
"Youngjae-ah, kau sudah baikan?" tanya Baekhyun saat melihat Youngjae masuk kedalam kelas
"Hmmm…aku sudah tidak apa-apa. Lihat aku baik-baik saja," ujar Youngjae seraya tersenyum. "Yah…dimana Kyungsoo?"
Baekhyun menaikan kedua bahunya, "Entahlah, aku belum melihatnya sejak tadi. Mungkin saja dia masih dijalan."
.
.
Kyungsoo kembali melihat jam yang melilit ditangannya, "Haiiisshhh…aku pasti telat." Kyungsoo berlari dengan sekuat tenaga menuju sekolah. Untung saja pintu gerbang masih terbuka dan secepat kilat ia menerobos sebelum pintu gerbang benar-benar tertutup.
BRUK
Kyungsoo mengusap-usap kepalanya yang terbentur sangat keras, "Ahh…appo…"
"Gwenchana?" ujar seorang namja yang tidak sengaja tertabrak oleh Kyungsoo
Kyungsoo mendongakan kepalanya. Dalam hitungan sepersekian detik, Kyungsoo merasa seperti terhipnotis. 'Sadarlah Do Kyungsoo.'
"Hey, kau tidak apa-apa?" ujar namja ber-name tag Kim Jongin seraya mengulurkan tangannya.
"N..ne..aku tidak apa-apa," ujar Kyungsoo seraya berdiri. "Mian," lanjutnya seraya membungkukkan badannya dan berlari menuju kekelasnya.
"How a cute boy," gumam Kai
.
.
[Youngjae POV]
"Buka halaman selanjutnya. Coba kalian kerjakan seperti yang sudahku jelaskan tadi," ujar Lee songsaengnim didepan kelas.
"X + Y lalu dibagi dengan 100 sama dengan cos x akar pangkat 2," gumam Youngjae seraya membolak-balikan buku pelajarannya. "Ini mudah. Jawabannya…." Youngjae menulis jawaban diatas kertas. "Selesai," lanjutnya seraya tersenyum.
Youngjae melihat kearah soal-soal yang berhasil ia selesaikan dalam waktu 15 menit. Yah, walaupun Youngjae bukan anak kelas A, tapi otaknya lumayan encer. "Haahhh, bosan," gumamnya seraya menopang dagu dan menatap kearah luar jendela. Ia menyipitkan matanya dan mempersempit jarak pandang. Matanya tertuju pada salah satu namja yang sedang mengiring bola. Namja itu terlihat seperti pemain pro, meliuk-liukan badanya menghindari serangan lawan yang hendak merebut bola darinya.
"Yak..yak..kekanan yak seperti itu...bagus…tendang sekarang…yeeeessssss!" teriak Youngjae
TUK
"Ahhh…" Youngjae merasakan seseorang memukul kepalanya sedikit keras. Ia pun mendongakkan kepalanya dan mendapati Lee songsaengnim berdiri dihadapannya dengan ekspresi seperti singa hendak menerkam mangsanya.
"Apa yang kau lihat? Apa kau sudah menyelesaikan soal yang aku berikan?" ujar Lee songsaengnim dengan nada tinggi.
"Mianhae songsaengnim. Aku sudah mengerjakan semuanya," ujar Youngjae
"Baiklah. Sekarang kerjakan soal dihalaman selanjutnya."
"Nde?" hampir saja Youngjae berteriak dihadapan Lee songsaengnim. "N..ne songsaengnim," ujar Youngjae seraya menundukkan kepalanya.
Youngjae kembali menatap kearah luar jendela. 'Baru kali ini aku melihat Daehyun hyung bermain sepakbola. Keren…' batin Youngjae. 'Oopppsss…yak…apa yang kau pikirkan Yoo Youngjae.'
.
.
JAM ISTIRAHAT SEKOLAH
.
"Hey, Youngjae kau mau kemana?" tanya Baekhyun yang asik menyeruput strawberry milk-nya.
"Aku mau mengambil sup," balas Youngjae
"Ambilkan buatku juga ne…" pinta Baekhyun
"Ne…" ujar Youngjae seraya berjalan dan mengantri bersama dengan teman-temannya yang lain untuk mengambil sup.
Kini 2 sup panas berada ditangannya. Karena kepala koki mengisi mangkuknya penuh, Youngjae merasa sedikit kewalahan membawanya dan lagi teriakkan histeris para yeoja yang memekakkan telinganya membuatnya kehilangan keseimbangan.
BYUR…PRANG…
Sup panas miliknya tumpah dan mengotori seragam namja yang berdiri dihadapannya.
"Mi..mianhae…" Youngjae menundukkan kepalanya lalu mendongakkannya. Matanya terbelalak ketika ia mengetahui siapa pemilik seragam yang tidak sengaja dikotorinya. "Da..daehyun hyung…"
Namja yang dipanggil Daehyun itu menatap tajam kearah Youngjae. 'Mati kau Yoo Youngjae,' – batin Youngjae
"Mi…mianhae hyung…" ujar Youngjae seraya membersihkan seragam Daehyun dengan tissue yang dibawanya.
"Yak…apa yang kau lakukan huh?! Apa kau tidak punya mata?!" teriak Chanyeol seraya menarik kerah seragam Youngjae.
Terlihat wajah Youngjae yang penuh dengan ketakutan,"Mi..mian.."
GREP
Daehyun memegang tangan Chanyeol, "Sudahlah…"
"Tapi Dae…"
Daehyun tidak menghiraukan perkataan Chanyeol dan memilih untuk pergi dari kerumunan yang melihat kejadian itu.
"Daehyun…wait!" teriak Chanyeol seraya melayangkan deathglare pada Youngjae,lalu pergi mengejar Daehyun.
Youngjae melihat kepergian Daehyun dengan wajah sedih.
"Anak itu berani berbuat seperti itu pada anak kelas A?"
"Ckck..apa yang ada dipikirannya?"
"Apa dia sedang mencari perhatian?"
Youngjae dapat mendengar dengan jelas siswa-siswa yang lain berbisik dibelakangnya.
"Pabbo Youngjae," gumamnya seraya menundukkan kepalanya dan berjalan kembali ketempat duduknya.
"Yo..youngjae-ah..kau tidak apa-apa?" Baekhyun yang juga melihat kejadian itu terlihat khawatir melihat temannya yang satu itu.
Youngjae hanya membalas dengan anggukkan. "Aku duluan…" ujarnya seraya pergi meninggalkan kantin
Youngjae berjalan keluar kantin menuju kearah kamar mandi. Ia tiba-tiba menghentikan langkahnya didepan pintu ketika mendengar suara yang berasal dari dalam kamar mandi.
"Ahhhh…perih…"
Youngjae mencoba melihat namja yang sedang berdiri menatap cermin yang ada dihadapannya. Namja itu sedikit membuka kancing seragamnya dan terlihat bercak merah disekitar dadanya.
"Oh god…my skin… it's horrible…tsk…" gerutu namja itu.
Youngjae hanya bisa menatap dengan tatapan sendu. "Mianhae daehyun hyung…" Youngjae tidak berani menghampiri Daehyun meskipun ia ingin minta maaf atas kesalahannya.
Daehyun menolehkan kepalanya kebelakang. Ia merasa ada seseorang yang sedang menatapnya. Tapi tidak ada orang lain disana selain dirinya.
.
.
AFTER SCHOOL
.
Terlihat berulang kali Daehyun mempertontonkan deretan gigi putihnya didepan cermin seraya menatap tubuh bagian depannya.
"Ssshhh…kenapa masih panas? Tsk…" gerutu Daehyun
Ya, sudah hampir 1 jam Daehyun berendam didalam bathup tapi tetap saja dadanya masih terasa perih.
TOK..TOK..TOK
Terdengar suara ketukan pintu, tapi Daehyun tidak memperdulikannya dan kembali menatap bayangan dirinya didepan cermin.
"Hyung…apa kau ada didalam?" teriak Youngjae dari luar kamar Daehyun. "Hyung…bisakah kau membukakan pintunya?"
CKLEK
Pintu kamar Daehyun pun terbuka dan tertampanglah tubuh seorang namja dengan tubuh topless yang hanya terbalut handuk dihadapan Youngjae. Sudah bisa diyakini kini wajah Youngjae memerah karena mendapat suguhan yang errrrr sungguh diluar dugaannya.
"Yak…Bisakah kau tidak berteriak? Kau bisa membuat kupingku tuli," ujar Daehyun sarkastik
Youngjae pun kembali dari alam bawah sadarnya dan menatap Daehyun tanpa berkedip,"Mi..mianhae hyung…"
"Untuk apa kau mencariku?" ujar Daehyun dingin
"A…aku ingin minta maaf padamu hyung…" Youngjae menundukkan kepalanya,"Mi..mian..a..aku tidak sengaja menumpahkan sup dibadanmu…mianhae hyung…" Youngjae menggigit bibir bawahnya.
Daehyun mendekatkan dirinya, lalu meraih dagu Youngjae dan mengangkatnya,"Apa kau bilang? Minta maaf?" Daehyun menatap tajam kedua manik hitam Youngjae,"Lihat apa yang kau perbuat padaku," ujar Daehyun seraya menunjuk dadanya yang masih terlihat merah meski sudah berendam selama hampir 1 jam.
"Mi..mianhae hyung.. a..aku membawakan obat untukmu," ujar Youngjae seraya meyodorkan sebuah kotak berisi obat-obatan dihadapan Daehyun. "Bi..biarkan aku mengobati lukamu hyung…"
"Shireoyo…panggilkan saja Mr. Park…biar dia yang mengobati lukaku…"
"Ta..tapi hyung.."
"Aku belum mau mati," ujar Daehyun sarkastik seraya menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar.
Youngjae hanya bisa terdiam menatap pintu yang kini tertutup rapat dihadapannya. Ia pun hanya bisa tersenyum miris. Sungguh, ia tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia lakukan. Youngjae menaruh kotak P3K didepan pintu kamar Daehyun lalu kembali kekamarnya. Ia tidak ingin membuat hyung-nya semakin marah padanya.
.
.
Youngjae terbangun keesokan harinya. Kini jam menunjukkan pukul 06.00 AM waktu Seoul. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya, lalu membuka jendela. Ia melihat pemandangan kota Seoul yang sangat disukainya.
"Good morning everybody," gumam Youngjae seraya tersenyum.
Ia pun beranjak dari kamarnya. Ketika ia membuka pintu kamarnya, ia merasakan sesuatu hal yang sedikit janggal. Youngjae masih ingat dengan jelas semalam ia menaruh kotak P3K didepan pintu kamar yang ada diseberang kamarnya. Tapi kini kotak itu tidak lagi berada disana.
"Mungkinkah…" terlihat senyuman disudut bibir Youngjae.
Youngjae pun berjalan kearah dapur. Ia membuka lemari pendingin dan mencari-cari bahan yang bisa ia gunakan untuk disulap menjadi masakan lezat.
"Sosis…telur…" gumam Youngjae. Tangannya dengan lihai memotong beberapa sayuran,lalu mengulungnya dengan nasi.
Tidak lama kemudian jadilah sebuah bento yang tertata dengan cantiknya. "Selesai…" gumam Youngjae seraya tersenyum melihat hasil karyanya,"Tidak terlalu buruk…"
Youngjae menolehkan kepalanya ketika ia mendengar suara langkah kaki yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. "Ooo..hyung…kau sudah mau berangkat?"
Namja yang dipanggil hyung itu pun menoleh kearah Youngjae. Youngjae pun berjalan mendekatinya dan mengulurkan bento yang sudah disiapkannya.
"Aku sudah tau kalau hyung pasti akan menolak untuk sarapan denganku. Ini untukmu hyung."
Daehyun menatap kearah bento yang dibuat Youngjae dengan tatapan – Apa ini bisa dimakan? –
"Jangan khawatir hyung…tidak ada racun dan bumbu seafood didalamnya," ujar Youngjae seolah tahu apa yang ada dipikiran Daehyun
Tanpa menunggu persetujuan Daehyun, Youngjae menarik tangan Daehyun dan menyerahkan bento buatannya,lalu pergi meninggalkan Daehyun untuk bersiap-siap ke sekolah.
.
.
"Yah…Daehyun-ah…aku lupa membawa headset…aku pinjam punyamu…" pinta Chanyeol
"Ambil saja. Ada didalam tas…" balas Daehyun dengan enteng
Chanyeol pun dengan segera mengobrak-abrik isi tas Daehyun. Ia sedikit mengerutkan dahinya ketika menemukan sesuatu didalam tas itu.
"Yak..Daehyun-ah..apa kau punya pacar?" celetuk Chanyeol membuat Daehyun menatap bingung kearahnya
Chanyeol mengeluarkan kotak berwarna pink dari dalam tas Daehyun. Daehyun yang melihatnya segera merebut kotak itu dari tangan Chanyeol.
"Ohoo…." Terlihat seringai disudut bibir Chanyeol,"Yak..Kamjongie..Krissie..apa kalian tahu? Daehyun…" teriakkan Chanyeol yang menggema di dalam kelas pun terputus karena tangan Daehyun yang membungkam erat mulut ember Chanyeol.
"Waegaeurae?" tanya Kris dan Kai yang diikuti tatapan beberapa pasang mata yang ada didalam kelas.
"Ah…ti..tidak ada apa-apa…" ujar Daehyun seraya memberikan deathglare pada Chanyeol.
Daehyun pun melepaskan bungkamannya setelah dirasa Chanyeol tidak akan berteriak lagi.
"Yah..siapa yeoja yang beruntung mendapatkan hati seorang Jung Daehyun?" ujar Chanyeol seraya menyenggol badan Daehyun
Daehyun kembali men-deathglare Chanyeol. "Kau sudah bosan hidup huh?"
"Huuuuu…takut…kkkkkkkkk…" Chanyeol berpura-pura seperti anak kecil yang ketakutan membuat Daehyun merasa ingin muntah saat itu juga.
.
.
RUANG KEPALA SEKOLAH
.
"Anda memanggil saya Yunho-sajangnim?" Jaejong membungkukkan badannya
"Ne jonggie…Tuan Xi menitipkan anaknya padaku. Mulai besok ia akan bersekolah disini. Tolong beritahukan pada Yongguk-sii untuk mengantarkannya berkeliling sekolah. Ah…satu lagi… Tuan Jung juga menitipkan anak kerabatnya disini. Mereka berdua akan bergabung dengan anak-anak kelas A."
"Baik sajangnim. Saya akan memberitahukan kabar ini pada Yongguk-sii."
.
.
TBC *uhuk*
.
.
Thank's to:
Yoonandi, jungyoungjae, dewicloudsddangko, Takamii de Yuukimaru, dae, nadalim, liaohuan, okta1004, yongchan,anjelbbangster, pujoshi exo.
