Ada sebuah pulau terletak di ujung perbatasan lautan Indonesia. Pulau itu dipenuhi oleh bangunan-bangunan tinggi.
Mungkin kalian berpikir kalau itu adalah sebuah kota.
Maaf, jawaban kalian hampir benar!
Semua bangunan yang ada di pulau kecil itu adalah bagian dari sebuah sekolah.
Ya. Ada sekolah yang bisa sampai memenuhi satu pulau.
Indonesia School of Cardfight Vanguard, atau disingkat ISCV.
Sekolah khusus bagi mereka yang ingin berkarir di dunia permainan kartu Cardfight Vanguard. Dibangun oleh pemerintah Jepang tapi seluruh dunia setuju untuk menanggung biaya sekolah ini. Indonesia dengan senang hati menjadi tuan rumahnya (karena menang undian).
Ada dua syarat kau bisa masuk.
Pertama: kamu adalah seorang anak SMA. Mengapa? Sepertinya Jepang memang suka anak-anak SMA. Coba hitung ada berapa banyak anime yang settingnya di SMA. Oke kita mulai keluar jalur.
Kedua: kamu adalah seorang vanguard fighter yang memenuhi syarat. Maksudnya kamu harus lulus babak seleksi masuk ISCV. Dan usiamu saat mendaftar harus diantara 14-16 tahun. Lagi-lagi, karena anak SMA.
Impian semua vanguard fighter untuk bersekolah di situ.
Dan kita termasuk diantara mereka yang impiannya terwujud...
Angkatan yang pantas disebut sebagai 'The Vanguard'.
Angkatan yang paling mengagumkan di sepanjang sejarah.
.
.
.
Brother Sister Production
present
.
.
A collaboration fanfiction by the authors of ISCV
.
.
.
Indonesia School of Cardfight Vanguard
.
.
.
Disclaimer: Indonesia School of Cardfight Vanguard is a non-profit fanfiction of Cardfight Vanguard. The following media is owned by Bushiroad. Please support the official media.
OR ELSE!
.
Rate: K+ - T
.
WARNING(s): AU (Link Joker, Legion Mate dan G tidak pernah terjadi), lots of OC, canon character perannya hanya sebagai secondary characters, typos menyebar dimana-mana.
.
.
.
Opening Song: Masterpiece by mihimaru GT (from Yu-Gi-Oh! ZEXAL)
Turn 01: Entrance Exam, Vanguard Fighter Only!
Di pagi hari yang cerah, namun sang mentari belum terlihat karena masih subuh, seorang gadis berambut putih, yang masih mengenakan piyama warna pink, membuka matanya. Agak kaget ketika yang ia lihat pertama kali adalah huruf-huruf, tapi ia kembali tenang ketika ia ingat bahwa ia membaca sampai tertidur kemarin malam.
Ia bangkit dari kasurnya lalu mengembalikan novelnya yang berjudul 9 Summer 10 Autumns ke rak buku meja belajarnya. Sekilas ia melihat kalender kecil di atas meja belajarnya. Ia tersenyum lalu pergi ke kamar mandi.
Kalender 2027 pada hari ini ia bundari dengan lambang vanguard circle.
Ya. Hari ini adalah babak seleksi terakhir pendaftar siswa baru Indonesia School of Cardfight Vanguard.
Setelah selesai mandi dan sarapan (hanya roti isi keju), Sakurako (nama gadis itu) mengambil beberapa novel dari rak bukunya dan deck-nya. Berhubung tempat pendaftarannya lumayan jauh dari tempat ia tinggal (di kos-kosan), Sakurako harus berangkat sekarang. Untung ada bis yang lewat depan gang kos-kosan-nya.
Setelah mengunci pintu ruangannya dan menyapa Bu Tintin si pemilik kos, "Pagi, Bu Tintin."
Bu Tintin yang tadinya sibuk menyapu halaman, menoleh ke gadis bersurai perak itu. "Eh, Sakurako. Mau kemana, Nak?"
"Mau ke Gor Sriwijaya, Bu," jawabnya. Ia mengeluarkan deck case berwarna pink tua. "Mau ikut pendaftaran ISCV."
Bu Tintin mengangguk mengerti. Permainan vanguard sudah bukan hal yang asing lagi baginya, karena hampir semua penghuni kos-kosannya adalah pemain vanguard. Ia sendiri juga bermain vanguard kalau ada waktu luang. Ia mengerti kalau bisa masuk ke ISCV adalah dream come true bagi anak-anak di kos-kosannya. Sakurako salah satunya.
Untuk masuk ISCV, seorang card fighter harus bisa memenangkan enam pertandingan secara berturut-turut selama minggu seleksi yang dibuka di sekitar Indonesia dan negara-negara Asia tertentu. Lima melawan sesama calon murid ISCV dan pada pertandingan keenam melawan card fighter yang bekerja atas nama ISCV mulai dari 'kelas kakap' seperti Izaki Yuta sampai finalis Asia Circuit seperti Misaki Tokura. Sakurako telah menang lima kali, dan sekarang ini adalah yang terakhir melawan seorang elit.
"Ya sudah," kata Bu Tintin sambil tersenyum. "Semoga lulus, ya."
Sakurako membalas senyumannya. "Iya, Bu!"
Sakurako berlari keluar dari kos-kosan dan tepat waktu saat sebuah bus melintasi gang kos-kosan-nya.
Bus itu berhenti dan pintunya terbuka. Sakurako naik bus itu dan langsung mengambil tempat duduk tengah yang kosong dekat jendela. Saat bus mulai berjalan lagi, Sakurako sudah mengeluarkan novelnya yang berjudul Sunset Flower dan terlarut dalam kisahnya.
Di selama perjalanan, Sakurako sudah menghabiskan Lord Of The Rings, Harry Potter, Narnia, How To Construct A Powerful Vanguard Deck, dan Tales Of The Oracles. Kemampuan membacanya yang melewati batas normal bisa membuatnya lupa waktu dan lokasinya. Seperti saat ini.
Sakurako menoleh ke jendela, ia kaget. "Eh! Ini sampai mana?" tanyanya pada dirinya sendiri. Ia melihat bangunan dan spanduk di sepanjang jalan. Tak ada yang familiar! Ia tersesat!
"Huee...aku dimana..." Rasanya Sakurako ingin menangis. Makanya jangan membaca terus.
Tepat saat itu, busnya berhenti depan sebuah halte. Pintu bus terbuka, mempersilahkan penumpangnya masuk dan keluar.
"Ayolah Kakek Tao, jangan lambat-lambat." Terdengar suara anak remaja laki-laki dari kerumunan penumpang baru. Mata hijau muda Sakurako melirik ke arah suara itu. Benar, ada seorang remaja laki-laki berambut hitam pendek bermodel shaggy spike dan agak wavy dengan sedikit warna putih di ujung-ujungnya, dan mata hijau. Di belakang ada pria yang lebih tua dan berkeriput dengan rambut putih tipis (bahkan hampir botak).
"Sabarlah Ryuji," kata sang kakek. "Kaki kakek nggak secepat kakimu."
Tapi berhubung dengan bis itu sudah penuh, remaja itu, Ryuji, dan kakeknya, Tao, terpaksa berdiri sepanjang perjalanan. Tepatnya di samping tempat duduk Sakurako.
Merasa iba, Sakurako pun memasukkan novel-novelnya lalu menepuk pundak sang kakek sambil berkata, "Permisi. Kek." Sang kakek menoleh padanya. Sakurako tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya. "Silahkan duduk."
Kakek Tao tersenyum. "Oh...Makasih, Nona." Senyumannya mendadak berubah menjadi senyuman mesum. "Beruntung sekali kakek bertemu dengan gadis cantik dan baik hati sepertimu~"
Ryuji, yang merasakan aura gelap muncul di sekeliling Sakurako, segera berdiri di antara kakeknya dan gadis itu. "Kek, satu hari nggak merayu cewek bisa nggak sih?" tegurnya. Ia berbalik menghadap Sakurako dan tersenyum tanda minta maaf. "Maaf kalau kau terganggu."
"Nggak masalah," kata Sakurako tersenyum manis, tidak lagi mengeluarkan aura mengerikan. "Aku Sakurako Kurosawa."
"Ryuji Miyamoto. Salam kenal." Kedua anak itu saling berjabat tangan. "Jadi, kamu mau kemana?"
"Ke Gor Sriwijaya. Lha kamu?"
"Sama. Mau ikut pendaftaran ISCV? Kau seorang vanguard fighter?"
Sakurako menganggukkan kepalamya lalu mengeluarkan deck case-nya. "Iya. Kalo kamu?"
Ryuji menggelengkan kepalanya. "Nggak. Hanya ingin lihat-lihat pendaftaran tahun ini."
"Padahal Ryuji cucu kakek ini jago sekali," komentar Kakek Tao. "Para wanita selalu terpesona melihat pertarungannya~"
"Kakek..." Ryuji memutar bola matanya. Sakurako hanya tersenyum pada pasangan kakek dan cucu itu. Setidaknya ia mendapat teman ke Gor Sriwijaya (agar tidak tersesat).
Akhirnya Sakurako, Ryuji, dan Kakek Tao tiba di Gor Sriwijaya. Kalau hari-hari biasa gor yang biasa digunakan untuk pertandingan sepak bola itu itu memang tidak ramai, bahkan bisa kosong sama sekali. Tapi sekarang... rasanya seperti tenggelam dalam banjir manusia. Ini lebih hebat daripada SEA Games tahun lalu.
"For Cray sake..." gumam Ryuji, "Banyak sekali orangnya." Ia kemudian melihat sebuah booth yang ada papan di dekatnya, 'Daftar Ulang ISCV'.
"Hei, Kurosawa-san," panggilnya ke gadis berambut perak yang sedang menyaksikan pertarungan vanguard di meja terdekat antara pengguna Narukami berambut twintail dan seorang elit pengguna Royal Paladin. "Kalau mau mendaftar ulang di situ." Ia menunjuk ke meja yang tadi ia lihat.
Sakurako mengangguk. "Makasih, Miyamoto-san," katanya sambil tersenyum. "Saya pergi dulu ya." Dengan begitu ia lari dari pasangan kakek dan cucu itu ke meja pendaftaran dengan antrian yang lebih panjang di banding roller coaster.
"Gadis yang manis," kata Kakek Tao, membuat cucunya mengelengkan kepalanya.
"Kakek Tao jangan berpikir yang macam-macam," katanya.
Setelah perjuangannya mengantri hampir tiga jam dan mengisi formulir daftar ulang dan pendataan kelanjutan, Sakurako sekarang duduk di salah satu kursi penonton, menunggu namanya dipanggil untuk gilirannya.
"Udah daftar ulang?" Sakurako hampir saja menonjok muka remaja laki-laki di belakangnya kalau saja remaja itu tidak cepat menghindar.
"Miyamoto!" kata Sakurako. "Jangan ngagetin aku kayak gitu."
Ryuji tertawa. "Jadi sekarang gimana?"
Sakurako melihat ke sekelilingnya. "Well, ini tinggal menunggu panggilan sih," 'Dan aku bosan…' tambahnya dalam hati.
Ia tiba-tiba merasa ada yang menyentuh tangannya. Refleks, ia mengepalkan tangannya dan siap memukul siapapun yang berani menyentuhnya, tapi Ryuji menghentikannya.
Ryuji melontarkan death glare pada kakeknya. "Kakek Tao! Jangan mesum di muka umum, please."
Kakek Tao malah tetap tersenyum tanpa rasa bersalah. "Maaf, tidak sengaja," katanya, tapi Ryuji tidak percaya pada kakeknya yang seperti inkarnasinya Jiraya si Pertapa Genit.
"Panggilan untuk Sakurako Kurosawa untuk segera ke duel arena 3. Sekali lagi. Panggilan untuk Sakurako Kurosawa untuk segera ke duel arena 3."
Sakurako berdiri dari tempat duduknya. "Saatnya giliranku," katanya, lebih kepada diri sendiri untuk menambah percaya diri. Tapi Ryuji meresponnya dengan sebuah anggukan, sedangkan Kakek Tao berkata "Semoga beruntung, Nona Kurosawa~"
Di duel arena 3, di seberang Sakurako ada seorang pria yang memiliki rambut putih dan berkacamata. Ia tampak barusaja selesai mengocok deck-nya. Entahlah, bagi Sakurako, pria itu tampak tidak asing.
Itu sampai salah satu penonton berteriak, "Itu Osamu Kishida!"
Oya, Osamu Kishida.
…
Siapa itu?
"Jadi, anda Sakurako Kurosawa, bukan?" tanya Osamu untuk memastikan dalam data I-Pad-nya. Kacamatanya berkilau entah karena sinar atau rasa percaya diri yang berlebihan. "Kalau anda sudah siap, kita bisa segera memulai."
"Baiklah, tunggu sebentar." Gadis itu melakukan tahap awal. Ia menaruh starting vanguard mereka di vanguard circle, lalu mengocok deck-nya. Setelah itu, ia mengambil lima kartu teratas dari deck-nya. Osamu tampak puas dengan kartu di tangannya, sedangkan Sakurako mengerutkan alisnya.
"Ugh..." gurutu Sakurako. Hasil kocokannya tidak bagus. Ia punya tiga grade 0, satu grade 1, satu grade 2, dan tidak ada grade 3. "Aku mengulangi." Sekali lagi, ia mencampurkan kartu di tangannya, mengocoknya, lalu mengambil lima kartu baru. 'Kok...Ini gimana sih?' pikirnya. Sekarang di tangannya ada satu grade 0, dua grade 1, dan dua grade 2. 'Kok nggak ada grade 3?'
Sedangkan Ryuji ingin menonton, jadi ia duduk kembali di kursi penonton dekat Sakurako. Si kakek juga memutuskan untuk menunggu cucunya...sambil mengamati cewek-cewek cantik yang bertarung.
"Sakurako Kurosawa, mari kita mulai pertarungannya," kata Osamu, dan Sakurako membalasnya dengan, "Baiklah."
"Stand up, Vanguard!" kedua petarung itu berteriak. Kedua jiwa mereka berpindah dari stadion ke tengah-tengah hutan dan berubah menjadi avatar mereka.
"Battle Sister, Waffle!" Sakurako menjadi elf.
Battle Sister, Waffle Power: 5000/ Shield: 10000
"Larva Mutant, Giraffa!" Sedangkan Osamu menjadi serangga raksasa.
Larva Mutant, Giraffa Power: 5000/ Shield: 10000
"Hei, Battle Sister, tuh! Deck-nya kan relatif mahal!"
"Wah, Megacolony, sama kayak deck-ku, tuh!"
"Kok deck-nya Kishida-san beda sama zaman dulu?"
"Perkembangan zaman, man…"
"Aku mulai. Draw." Pria itu menarik satu kartu dari puncak deck-nya. "Ride, Pupa Mutant, Giraffa!"
Pupa Mutant, Giraffa Power: 6000/ Shield: 5000
"Kalau dalam soul-ku ada Larva Mutant, Giraffa," Osamu mengambil deck-nya lalu mengambil satu kartu dari situ. "Aku bisa menambahkan satu kartu Elite Mutant, Giraffa ke tanganku. Turn end."
.
Osamu
Hand: 6
Soul: 1
Damage: 0
Field:
Empty - Pupa Mutant, Giraffa -Empty
Empty - Empty - Empty
.
Sakurako
Hand: 5
Soul: 0
Damage: 0
Field:
Empty - Battle Sister, Waffle -Empty
Empty - Empty - Empty
.
Sakurako mengangguk. "Draw." Ia menarik kartu dari puncak deck-nya. "Ride, Oracle Guardian, Gemini!"
Oracle Guardian, Gemini Power: 8000/ Shield: 5000
"Aku pindahkan Waffle ke rear guard-ku." Ia menarik kartu vanguard sebelumnya lalu menaruhnya di rear guard tepat di belakang vanguard. "Aku menyerangmu dengan Gemini dan boost dari Waffle!"
Oracle Guardian, Gemini Total Power: 8000 + 5000 = 13000
"Drive trigger check." Sakurako membalik kartu teratasnya. Ternyata kartunya berkilau kuning. "Critical trigger. Power dan critical effect ke Gemini."
Drive Trigger: Battle Sister, Ginger (critical trigger)
Oracle Guardian, Gemini Total Power: 13000 + 5000 = 18000 Total Critical: 2
"Damage trigger check. Pertama," Kartu pertama yang dibalik Osamu berkilau merah. "Draw trigger. 5000 power untuk vanguard-ku. Kedua," Ia membalik satu kartu lagi, kali ini tidak berkilau. "No trigger."
Damage Trigger (first): Raider Mantis (draw trigger)
Damage Trigger (second): Phantom Black (no trigger)
Sakurako menghela nafas. "Turn end." 'So far so good,' pikirnya.
.
Osamu
Hand: 7
Soul: 1
Damage: 2
Field:
Empty - Pupa Mutant, Giraffa -Empty
Empty - Empty - Empty
.
Sakurako
Hand: 6
Soul: 0
Damage: 0
Field:
Empty - Oracle Guardian, Gemini -Empty
Empty - Battle Sister, Waffle - Empty
(Mari kita cut ke tempat lain terlebih dahulu...)
Seorang pria berambut merah panjang menggigit crepes dengan whip cream di atasnya. "Hmm~" gumamnya. Ia menjilat ujung bibirnya yang masih ada whip cream-nya. "Oishi~"
"Apa kamu nggak makan terlalu banyak, Ren?" tanya pria lain yang memiliki rambut ungu yang lebat.
"Nggak," jawab Ren sambil mengigit crepes-nya lagi. "Perutku masih bisa menampung satu lagi crepes." Ia melirik ke kawannya lalu menyodorkan crepes-nya ke dekat muka kawannya. "Tetsu mau, ya?"
Tetsu menggelengkan kepalanya. "Nggak lah."
"Ayolah," Ren mulai berjalan lagi. Kai mengikutinya dari belakang. "Kita jalan-jalan lagi~"
Yap. Dua vanguard fighter ternama tingkat internasional, Tetsu Shinjou dan Ren Suzugamori ada di Gor Sriwijaya untuk menyaksikan seleksi penerimaan siswa baru Indonesia School of Cardfight Vanguard.
(Kembali ke battle...)
"Stand and draw." Osamu menarik satu kartu lalu smirk. Sakurako menahan nafasnya, berharap ia bisa bertahan.
"Ride Elite Mutant, Giraffa!" teriak Osamu, menghantamkan kartunya ke vanguard circle.
Elite Mutant, Giraffa Power: 9000/ Shield: 5000
"Call Tail Joe, Gloom Flyman, dan Gloom Milipede." Tiga serangga lagi muncul di samping kiri Giraffa dan di belakangnya.
Tail Joe (depan kiri) Power: 8000/ Shield: 5000
Gloom Flyman (belakang kiri) Power: 7000/ Shield: 5000
Gloom Milipede (belakang vanguard) Power: 6000/ Shield: 5000
"Dengan boost dari Milipede, Giraffa menyerang!" teriak Osamu mengubah posisi Gloom Milipede dan Elite Mutant, Giraffa menjadi vertikal. "Kalau Pupa Mutant, Giraffa ada di soul, Elite Mutant dapat tambahan 1000 power."
Elite Mutant, Giraffa Total Power: 9000 + 6000 + 1000 = 16000
Osamu smirk. "Skill Milipede, kalau semua kartu lawanku dalam keadaan rest, unit yang di-boost dapat 4000 power lagi!"
Elite Mutant, Giraffa Total Power: 16000 + 4000 = 20000
"Well, itu skill yang menyebalkan," gerutu Ryuji.
"Tapi, kalau semua kartunya tidak tidur, ia akan baik-baik saja," kata Kakek Tao.
Ryuji menoleh ke kakeknya. "Tapi semua unit pasti rest kalau selesai menyerang."
"Ya sudah, jangan menyerang."
"Gimana mau menang, Kakek?"
"Eh..."
"Drive trigger check." Osamu tidak mendapat trigger.
Drive Trigger: Paralyze Madonna (no trigger)
"Damage trigger check." Sakurako membalik kartu teratasnya. Kartunya tidak berkilau.
Damage Trigger: Oracle Guardian Gemini (no trigger)
"Elite skill," kata Osamu. "Kalau serangannya berhasil, aku bisa pilih salah satu rear guard lawan dan unit itu tak bisa berdiri di turn berikutnya." Ia menunjuk pada kartu Sakurako di belakang vanguard-nya. "Battle Sister, Waffle!"
Di Cray, dua robot Gemini menoleh ke belakang mereka ketika mereka mendengar suara jeritan. Waffle tiba-tiba ambruk dan tidak bisa bangkit.
Sakurako mengerutkan dahinya. 'Skill sialan,' gerutunya dalam hati.
"Mangsa kecil sudah terperangkap di jaring, tanpa bisa berbuat apa-apa..." Osamu tertawa. "Inilah gaya bertarung Megacolony yang sejati!"
Ryuji melirik ke Sakurako. "Apa langkah berikutmu, Kurosawa-san?"
Osamu merubah posisi Gloom Flyman dan Tail Joe menjadi vertikal. "Dengan boost dari Flyman, Tail Joe menyerang. Tail Joe mendapat 3000 power kalau semua unit lawan rest."
Tail Joe Total Power: 8000 + 7000 + 3000 = 18000
"Damage trigger." Sakurako membalik kartu teratasnya. Kali ini, ia mendapat kartu berkilau merah. "Draw trigger."
Drive Trigger: Dream Eater (draw trigger)
"Sayang sekali trigger-mu muncul di saat yang tidak tepat, ya?," kata Osamu. "Turn end."
.
Osamu
Hand: 5
Soul: 2
Damage: 2
Field:
Tail Joe - Elite Mutant, Giraffa -Empty
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 7
Soul: 1
Damage: 2
Field:
Empty - Oracle Guardian, Gemini -Empty
Empty - Battle Sister, Waffle - Empty
.
"Draw," kata Sakurako. Ia menarik satu kartu lalu menukarnya dengan kartu lain di tangannya. "Ride, Battle Sister, Macaron!"
Battle Sister, Macaron Power: 9000/ Shield: 5000
"Call, White Hare of Inaba!" Di Cray seekor kelinci muncul di deretan belakang.
White Hare of Inaba (kiri belakang) Power 6000/ Shield: 5000
"Skill-nya, aku pilih satu kartu dari tanganku dan memasukkannya ke soul." Ia memasukkan kartu Physic Bird ke bawah kartu Battle Sister, Macaron.
"Call, Battle Sister, Mocha dan Battle Sister, Cream!" Dua lagi battle sister muncul di samping dan deret belakang Macaron.
Battle Sister, Mocha (kanan depan) Power: 8000/ Shield: 5000
Battle Sister, Cream (kanan belakang) Power: 6000/ Shield: 5000
"Macaron menyerang Tail Joe!" Ia mengubah posisi Macaron menjadi vertikal. "Drive trigger check." Ia membalik kartu teratasnya, menghela nafas pelan ketika ia mendapat grade 3.
Drive Trigger: Battle Sister, Cookie (no trigger)
"Aku menyerang vanguard-mu dengan Mocha dan boost dari Cream! Kalau di tanganku ada empat kartu atau lebih, Mocha mendapat 3000 power lagi!" teriak Sakurako.
Battle Sister, Mocha Total Power: 8000 + 6000 + 3000 = 17000
"Guard dengan Megacolony Battler A!" Seekor semut berseragam prajurit muncul di depan Giraffa.
Megacolony Battler A Shield: 10000
Elite Mutant, Giraffa Total Shield: 9000 + 10000 = 19000
"Skill-nya, kalau ia dipakai untuk pelindung, aku bisa taruh dia di soul." Osamu menarik Megacolony Battler A masuk ke dalam soul-nya.
"Turn end," kata Sakurako.
.
Osamu
Hand: 4
Soul: 3
Damage: 2
Field:
Empty - Elite Mutant, Giraffa -Empty
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 4
Soul: 3
Damage: 2
Field:
Empty - Battle Sister, Macaron -Battle Sister, Mocha
White Hare of Inaba - Battle Sister, Waffle - Battle Sister, Cream
.
Osamu melirik ke kartu-kartu Sakurako. "Jadi kau nggak suka skill-ku, makanya White Hare of Inaba-mu sengaja berdiri?" Osamu menggelengkan kepalanya lalu menarik satu kartu dari atas deck-nya. "Tapi...Tetap saja kau tak akan bisa lepas dari jaringku! I ride Death Warden, Ant Lion!"
Death Warden, Ant Lion Power: 10000/Shield: 0
"Aktifkan skill-nya Ant Lion. Soul charge." Osamu membalik kartu teratasnya lalu memasukkannya ke dalam soul-nya. "Ia mendapat 2000 power."
Death Warden Ant Lion Total Power: 10000 + 2000 = 12000
"Sekali lagi, call Ant Lion!"
Death Warden, Ant Lion (depan kiri) Power: 10000/ Sheild: 0
"Dengan boost dari Flyman, rear guard Ant Lion-ku menyerang!" teriak Osamu.
Death Warden, Ant Lion Total Power: 10000 + 7000 = 17000
Sakurako meletakkan satu kartu dari tangannya ke guardian circle. "Battle Sister Ginger guard!"
Battle Sister Ginger Shield: 10000
Battle Sister, Macaron Total Shield: 9000 + 10000 = 19000
"Dengan boost dari Milipede, vanguard-ku menyerang!" teriak Osamu.
Death Warden, Ant Lion Total Power: 12000 + 6000 = 18000
"Drive trigger check." Osamu membalik kartu teratasnya. Ternyata tidak mendapat trigger.
Drive Trigger: Death Warden, Ant Lion (no trigger)
"Damage trigger check." Sakurako juga tidak mendapat trigger.
Damage Trigger: Battle Sister, Tarte (no trigger)
"Turn end."
.
Osamu
Hand: 5
Soul: 5
Damage: 2
Field:
Death Warden, Ant Lion - Death Warden, Ant Lion -Empty
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 3
Soul: 2
Damage: 3
Field:
Empty - Battle Sister, Macaron -Battle Sister, Mocha
White Hare of Inaba - Battle Sister, Waffle - Battle Sister, Cream
.
Sakurako melihat ke damage zone-nya. 'Hanya tiga damage,' katanya dalam hati. 'Aku nggak bisa pake Limit Break kalo kayak gini.' Ia menarik satu kartu dari deck-nya. 'Tapi, aku harus coba!' "I ride Battle Sister, Cookie!"
Battle Sister, Cookie Power: 10000/ Shield: 0
"Aku aktifkan skill-nya Cookie. Counterblast." Sakurako membalik dua di damage zone-nya. "Aku bisa menarik dua kartu dari deck-ku dan membuang satu kartu dari tanganku." Ia menarik dua kartu, sebagai gantinya ia membuang kartu Battle Sister, Vanilla.
"Aku call satu lagi Cookie!" Ia menaruh satu lagi kartu Battle Sister, Cookie di rear guard-nya.
Battle Sister, Cookie (kiri depan) Power: 10000/ Shield: 0
"Dengan boost dari Waffle, aku menyerangmu dengan vanguard-ku!"
Battle Sister, Cookie Total Power: 10000 + 5000 = 15000
"Twin drive check!" Kartu yang dibalik Sakurako berkilau kuning. "Critical trigger! Power untuk Mocha, critical effect untuk Cookie!" Sedangkan yang kedua tidak mendapat trigger.
Drive Trigger (pertama): Physic Bird (critical trigger)
Drive Trigger (kedua): Battle Sister, Chocolat (no trigger)
Battle Sister, Cookie Total Power: 15000 Total Critical: 2
Osamu membalik dua kartu teratasnya. "Damage trigger check. Pertama, no trigger. Kedua, no trigger lagi."
Damage Trigger: Bloody Hercules (no trigger)
Damage Trigger: Pupa Mutant, Giraffa (no trigger)
"Dengan boost Cream, Mocha menyerang! Karena di tanganku ada lima kartu, Mocha mendapat 3000 power!"
Battle Sister, Mocha Total Power: 8000 + 6000 + 3000 = 17000
"Damage trigger check." Kartu yang dibalik Osamu berkilau biru. "Stand trigger. 5000 power untuk vanguard-ku, dan aku stand rear guard Ant Lion."
Damage Trigger: Sonic Cicada (stand trigger)
Death Warden, Ant Lion Total Power: 10000 + 5000 = 15000
"Dengan boost dari White Hare, Cookie menyerang!"
Battle Sister, Cookie Total Power: 10000 + 6000 = 16000
Osamu menaruh satu kartu di guardian circle. "Megacolony Battler A guard!" Ia lalu memindahkannya ke soul-nya. "Ia pindah ke soul setelah bertahan."
Megacolony Battler A Shield 10000
Death Warden, Ant Lion Total Shield: 10000 + 10000 = 20000
Sakurako tersenyum kecil. "Turn end." 'Yosh!' pikirnya. 'Aku tinggal harus bertahan sedikit lagi, dan aku akan lulus!'
Ryuji tampak berpikir keras saat melihat damage zone-nya Osamu, lalu melihat ke pemainnya. 'Ia membiarkan hampir semua serangannya kena, tapi ia tetap tenang. Apa ia akan melakukan Limit Break?'
.
Osamu
Hand: 4
Soul: 6
Damage: 5
Field:
Death Warden, Ant Lion - Death Warden, Ant Lion -Empty
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 5
Soul: 3
Damage: 3
Field:
Battle Sister, Cookie - Battle Sister, Cookie -Battle Sister, Mocha
White Hare of Inaba - Battle Sister, Waffle - Battle Sister, Cream
.
Osamu smirk. "Kau pikir hanya karena kau berhasil mendorongku sampai lima damage kau jadi pemenangnya?" Osamu melakukan stand phase-nya, lalu menarik satu kartu. "Tapi usaha yang sia-sia, karena aku akan menang duluan!" Ia mengangkat kartunya tinggi-tinggi. "I ride Death Warden, Ant Lion!"
Death Warden, Ant Lion Power: 10000/Shield: 0
"Aktifkan skill-nya Ant Lion. Soul charge." Osamu membalik kartu teratasnya lalu memasukkannya ke dalam soul-nya. "Ia mendapat 2000 power."
Death Warden, Ant Lion Total Power: 10000 + 2000 = 12000
Senyuman Osamu semakin lebar. "Sekarang aku punya delapan kartu di soul-ku."
Mata Ryuji membulat lebar. 'Megablast?!' "Sakurako, hati-hati!" teriaknya tanpa sengaja dan dengan volume keras sambil berdiri dari kursinya. Sedangkan Kakek Tao di sebelahnya terseyum penuh arti(?).
Awalnya Sakurako kebingungan mengapa Ryuji memperingatinya. Tapi Osamu melanjutkan, "Call, Evil Armor General, Giraffa!"
Evil Armor General, Giraffa Power: 10000/Shield: 0
"Ini dia!" teriak Osamu. "Kau akan tenggelam ke dalam keputusasaan yang terdalam! Desert Prison! Ant Lion MEGABLAST!" Dengan cepat Osamu membuang semua kartu dari soul-nya ke drop zone dan membalik semua kartu di damage zone-nya.
Sekarang Sakurako menjadi panik. 'Oh my goddess! Kenapa nggak kepikiran?!' gerutunya dalam hati.
Osamu menunjuk pada Sakurako. "Sekarang semua rear guard-mu tak bisa stand di giliranmu!"
Di Cray, satu per satu kawan Cookie jatuh ke tanah dan tidak bisa bangkit. "Cih! Sialan!" gerutu Sakurako.
"Evil Armor General, Giraffa attack!"
Evil Armor General, Giraffa Total Power: 10000
"Mocha intercept!"
Battle Sister, Mocha Shield: 5000
Battle Sister, Cookie Total Shield: 10000 + 5000 = 15000
"Dengan boost dari Milipede, vanguard-ku menyerang!" teriak Osamu. "Skill-nya Milipede, kalau semua unit lawan dalam keadaan rest, ia mendapat 4000 power lagi!"
Death Warden, Ant Lion Total Power: 12000 + 6000 + 4000 = 22000
Sakurako melihat ke damage zone-nya. 'Aku mungkin masih bisa melakukan Limit Break.' "No guard."
"Twin drive. Pertama..." Kartu pertama tidak ada trigger. "Kedua..." Sayangnya kartu kedua berkilau kuning. "Critical trigger! Power untuk rear guard Ant Lion dan critical effect untuk vanguard!"
Drive Trigger (first): Phantom Black (no trigger)
Drive Trigger (second): Sharp Nail Scorpio (critical trigger)
Death Warden, Ant Lion (vanguard) Total Power: 22000 Critical: 2
Death Warden, Ant Lion (rear guard) Total Power: 10000 + 5000 = 15000
"Cih! Damage trigger check. Pertama..." Kartu pertama yang di balik Sakurako tidak mendapat trigger. "Kedua..." Kartu kedua pun tidak dapat trigger.
Damage Trigger (first): Battle Sister, Chocolat (no trigger)
Damage Trigger (second): Battle Sister, Macaron (no trigger)
"Dengan boost dari Flyman, rear guard Ant Lion-ku menyerang!" teriak Osamu.
Death Warden, Ant Lion Total Power: 15000 + 7000 = 22000
"Ginger and Dream Eater will guard that!" balas Sakurako.
Battle Sister, Ginger Shield: 10000
Dream Eater Shield: 5000
Battle Sister, Cookie Total Shield: 10000 + + 10000 + 5000 = 25000
Osamu menghela nafas. "Turn end."
.
Osamu
Hand: 5
Soul: 0
Damage: 5
Field:
Death Warden, Ant Lion - Death Warden, Ant Lion - Evil Armor General, Giraffa
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 3
Soul: 3
Damage: 5
Field:
Battle Sister, Cookie - Battle Sister, Cookie - Empty
White Hare of Inaba - Battle Sister, Waffle - Battle Sister, Cream
.
"Sayang sekali," kata Osamu sambil menggelengkan kepalanya. "Kau hanya bisa menyerang dengan vanguard-mu." Ia menunjukkan semua kartu di tangannya. "Kau pikir kau bisa menembus pertahanan lima kartuku?"
Sakurako tertunduk melihat arenanya dimana hanya vanguard-nya yang berdiri. 'Bener sih. Aku hanya bisa menyerang satu kali.' Tangannya ada di atas deck-nya. 'Tapi...'
Osamu smirk. "Oh? Sudah menyerah?"
Sakurako menutup matanya. Dalam pikirannya muncul seseorang. Wajahnya dihalangi bayangan, tapi ia masih bisa melihat senyuman lebar di muka orang itu.
"Ketemu di ISCV, Saku-chan!"
Sakurako membuka matanya. 'Aku akan ke ISCV...dan bertemu dengannya.' Ia menarik kartu teratasnya dan membulatkan matanya ketika melihat apa yang ia dapatkan. Sedangkan Osamu mengerutkan dahinya.
Battle Sister, Fromage. 'Dan aku bisa menang dengan ini!' Sakurako mengangkat kartu itu tinggi-tinggi. "Tanpa perbatasan dan hati yang percaya, lampaui dirimu yang sebelumnya! I ride Battle Sister, Fromage!"
Battle Sister, Fromage Power: 10000/ Shield: 0
"Call, Battle Sister Tarte!" Sakurako menaruh kartunya di rear guard yang sebelumnya ada Battle Sister Mocha.
Battle Sister, Tarte (kiri depan) Power: 10000/ Shield: 5000
"Tanpa ragu, tak ada pagar yang bisa menghentikanku! Fromage LIMIT BREAK!" teriak Sakurako. Ia lalu membalik tiga damage di damage zone-nya. "Kalau aku punya empat atau lebih unit dengan nama Battle Sister aku bisa menarik dua kartu!" Ia menarik dua kartu lalu menunjukkan semua kartu di tangannya, yang sekarang ada empat, ke lawannya. "Sekarang kartuku sudah cukup untuk membalasmu!"
Di Cray, satu per satu unit muncul di belakang dan samping Fromage. "Call, Silent Tom, Battle Sister Chocolat, Battle Sister Vanilla, dan Battle Sister, Tiramisu!"
Silent Tom (kiri depan) Power: 8000/ Shield: 5000
Battle Sister Chocolat (kanan belakang) Power: 6000/ Shield: 0
Battle Sister Vanilla (belakang vanguard) Power: 6000/ Shield: 5000
Battle Sister, Tiramisu (kiri belakang) Power: 5000/ Shield: 5000
Senyuman Osamu berganti menjadi raut muka panik. "Kau mengganti semua unit yang tidak bisa berdiri?!"
Ryuji tersenyum. "Sekarang dia bisa menyerang tiga kali. Itu lebih dari cukup!"
"Dengan boost dari Chocolat, Silent Tom menyerang!" kata Sakurako. "Skill-nya, lawanku tidak bisa guard dengan grade 0!"
Silent Tom Total Power: 8000 + 6000 = 14000
Osamu melihat ke kartu-kartu di tangannya. "Cih! Paralyze Madonna perfect guard!"
Paralyza Madonna Shield: 0
Death Warden, Ant Lion Total Shield: perfect guard
"Dengan boost dari Vanilla, Fromage menyerang!" teriak Sakurako.
Battle Sister, Fromage Total Power: 10000 + 6000 = 16000
"Sharp Nail Scorpio dan Phantom Black guard!" teriak Osamu semakin panik. 'Jangan sampai ia dapat trigger.'
Sharp Nail Scorpio Shield: 10000
Phantom Black Shield: 5000
Death Warden, Ant Lion Total Shield: 10000 + 5000 + 10000 = 25000
"Twin drive..." Sakurako menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya lewat mulutnya. "Pertama..." Kartunya berkilau hijau. "Heal trigger. Aku heal satu damage dan power-nya untuk Fromage."
Drive Trigger (first): Battle Sister, Chai (heal trigger)
Battle Sister, Fromage Total Power: 16000 + 5000 = 21000
Tangan Sakurako memegang kartu teratas deck-nya. "Kedua..." Kartunya berkilau merah. "Draw trigger!"
Mulut Osamu terbuka lebar tidak percaya. "Serius nih?!"
Tapi Sakurako menghiraukannya. "Power untuk Fromage dan draw!"
Drive Trigger (second): Battle Sister, Tiramisu (draw trigger)
Battle Sister, Fromage Total Power: 21000 + 5000 = 26000
"Ugh... N-no guard. Damage check," Osamu membalik kartu teratasnya. "Tidak ada trigger. Aku kalah."
.
Osamu
Hand: 1
Soul: 0
Damage: 6
Field:
Death Warden, Ant Lion - Death Warden, Ant Lion - Evil Armor General, Giraffa
Gloom Flyman - Gloom Milipede - Empty
.
Sakurako
Hand: 3
Soul: 3
Damage: 5
Field:
Silent Tom - Battle Sister, Fromage - Battle Sister, Tarte
Battle Sister, Tiramisu - Battle Sister Vanilla - Battle Sister Chocolat
.
"Wuih… Menang! Dia menang!"
"Pengguna Battle Sister itu lumayan hebat. Cookie dan Fromage, memang dua-duanya itu kuat."
"Dia hebat sekali pakai Battle Sister, super cocok!"
"Pada akhirnya Osamu Kishida tak pernah menang satu kalipun."
"Hei, ia sendiri kalah melawan Katsumi Morikawa. Katsumi effing Morikawa!"
Sakurako menghela nafas yang ia tak sadar tahan. Ia masih mendengar suara tepukan tangan, namun kali ini berasal dari belakangnya. Ketika ia berbalik ia melihat seorang pria rambut merah berjalan mendekatinya. "Sebuah pertunjukan yang menarik," pujinya. "Kau benar-benar menguasai deck-mu, ya?"
Mata Sakurako membulat lebar ketika melihat pria itu. Dan juga pria berambut coklat yang mengikuti si rambut merah. "Ren...Suzugamori? Dan Tetsu...Shinjou?"
Ren menoleh ke Sakurako. "Boleh lihat?" tanyanya. Sakurako mengangguk lalu memberikan deck-nya pada Ren. Tetsu ikut melihat.
"Wow, kombinasi yang unik," komentar Ren.
"Jadi kalau soul-mu banyak, kau bisa pakai Fromage, sedangkan kalau soul-mu sedikit, kau pakai Cookie," kata Tetsu.
Ren mengembalikan deck itu kepada Sakurako. "Apakah ini kemenangan keenammu?" tanyanya, yang sakura jawab dengan sebuah anggukan kecil. Senyuman Ren tampak melebar, "Sepertinya kita dapat murid baru~"
Osamu berjalan ke arah mereka lalu mengeluarkan sebuah amplop yang ada cap vanguard circle. Ia memberikan surat itu kepada Ren. "Sakurako Kurosawa," kata Ren, menyodorkan surat itu. "Kami menunggumu di ISCV."
Sakurako menerima amplop itu. Ia memandang wajah Ten. "Aku...lulus?" Kai tersenyum lalu mengangguk padanya. Ren mengedipkan sebelah matanya kepada gadis kecil itu. "Ketemu di ISCV Sakurako-chan~" Dengan begitu, ia dan Tetsu berjalan menjauh dari situ.
Sakurako masih tidak percaya. Ia kembali memandangi surat yang ia terima. "Lulus..." bisiknya. Ia tersenyum sedikit. "Aku lulus..." Senyumannya semakin lebar. Ia tertawa sambil meloncat-loncat kegirangan. "LULUS! AKU LULUS!"
Ketika ia melihat ke area penonton, matanya bertemu dengan mata hijau Ryuji yang tersenyum kepadanya. Sakurako dengan senyuman lebar berlari ke arah remaja laki-laki itu. "Selamat, ya," kata Ryuji ketika Sakurako berhenti di depannya.
Sakurako tersenyum balik. "Makasih."
Kakek Tao menganggukan kepalanya. "Kau hebat sekali, Nona Kurosawa."
Dan Sakurako mengangguk balik. "Terima kasih, Miyamoto-san." Sekali lagi, ia memandangi surat di tangannya itu. 'Tunggulah aku...Aku akan menemukanmu...'
Ending Song: Wake Up Your Heart by KENN (from Yu-Gi-Oh! GX)
Halo, bagaimana kabarnya?
*berhadapan dengan banyak readers yang membawa obor dan garpu jerami*
He he... Maaf, maaf. Authoress tidak lupa ISCV, kok.
Masalahnya gini. Ani-chan sedang berusana memperbaiki semua fanfic. Alasannya ada beberapa:
1) Banyak typos
2) Udah lupa gimana alurnya
3) Tulisan yang kacau
4) Dan masih banyak lagi...
Kayaknya, karena sekarang udah kuliah, authoress merasa kemampuan menulisku sudah semakin bertambah. Bandingkan chapter ini sama ISCV versi awal, jaraknya jauh banget. Hah... Nggak terasa aku sudah menelantarkan Vanguard dan ISCV selama lebih dari tiga tahun... (ITU NGGAK BISA DIBANGGAKAN!).
Oh ya, perlu aku peringatkan. Mungkin para pembuat karakter, atau ada yang iseng-iseng membaca OC profil di forum, mungkin akan ada beberapa karakter (atau bahkan semuanya) yang personalitinya berbeda dengan yang dituliskan. Authoress meminta maaf karan membuat karakter tidak OOC adalah salah satu kelemahan authoress.
Tapi semangat nulis lagi sejak V-Series! Berdoa saja, ide-ide authoress bisa hidup lagi sehingga tidak menelantarkan ISCV lagi, ya?
Caranya? Ketik 'REG' spasi- Eh, maksudnya review!
Fakta unik, battle di chapter ini terispirasi dari Episode 46 Season 1 Original Series, saat Misaki battle di National Tournament setelah Aichi mendapat PSYQuallia. Namanya juga ISCV, nggak mungkin kalau nggak ada battle!
Udah dulu, ya
See you in the next update!
Stand up, Vanguard!
Next episode: Kita terbang ke ISCV dan bertemu dengan salah satu anggota main gang kita! Wow, seperti tuan putri dari OG ISCV…
