"Shika-kun" teriak Ino sambil meninggalkan tempat itu

"Ino!" teriak Shikamaru

"Shikamaru, biarkan!" kata Temari

"Maaf Temari, aku harus mengejar Ino. Selamat tinggal. Hati-hati!"

Shikamaru pun meninggalkan Temari dan mengejar sahabatnya mungkin sudah bukan sahabat tapi sekarang adalah cintanya.. Yamanaka Ino

Chapter 2 Finish ,

Pairing - ShikaIno

DISCLAIMER : NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Happy Reading!

Shikamaru's POV

Aku terus mengejar Ino , walau aku tahu mungkin dia tidak akan menemuiku. Sesampai di depan rumahnya, aku langsung mengetuk pintu kayu itu

'Tok.. tok.. tok..'

Dari luar terdengar langkah kaki seseorang, aku yakin jika bukan Ino pasti Inoichi—ayah Ino

.

.

.

"Shikamaru?"

"Konichiwa paman Inoichi, Ino ada di rumah?" tanyaku tanpa ba bi bu lagi

"Oh.. ada tapi, paman rasa Ino ingin menenangkan diri dulu Shikamaru. Tadi ketika Ino pulang, Ia langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan salam. Memang ada apa?"

"Oh.. hm, tidak ada apa-apa Paman Inoichi. Ittekimasu!" kataku sambil melangkahkan kakiku meninggalkan tempat kediaman Yamanaka serta toko bunga ini

End of Shikamaru's POV

Normal's POV

Sementara Shikamaru meninggalkan tempat kediaman Yamanaka sekaligus Yamanaka florist ini, si pemilik berkelamin perempuan ini sedang menangis di kamarnya yang serba ungu itu. Si gadis yang bernama Ino itu terus menangis di atas kasurnya. Setelah tiga puluh menit , Ino berhenti menangis. Ia langsung pergi menuju sebuah meja kecil yang terletak sebuah bingkai foto. Di foto itu ada tiga orang anak kecil serta salah satu orang dewasa.

"Tim 10 bersama Asuma-sensei. Tim yang penuh banyak kisah. Di tim ini aku mendapatkan sahabat-sahabat yang aneh tapi baik, di tim ini aku mulai menyukai hmm.. Shikamaru" kata Ino sambil meneteskan setetes air mata.

Setelah ia mengucapkan kata-kata itu, Ia lalu membuka jendelanya dan membiarkan angin-angin menyentuh kulit putihnya. Ino terus memandang langit

"Langit hari ini cerah, matahari pun masih menyinarkan cahaya dengan semangat. Apa hanya hatiku saja yg gelap dan hanya diriku saja yang tidak bersemangat hari ini?" tanya Ino pada dirinya sendiri

Sementara Ino terus memandang langit biru itu, Inoichi mengetuk pintu berwarna coklat anaknya

"Hime, ayolah turun! Makan siang sudah siap!"

"hmm.. baik Touchan, Ino akan segera turun!" jawab Ino sambil mengusap matanya dengan punggung tangannya.

Setelah mengusap matanya, Ino turun dan pergi ke meja makan. Ino melihat touchannya sedang membereskan barang-barangnya.

"Touchan mau kemana?"

"Hime, Touchan baru saja mendapat panggilan dari Tsunade-sama untuk pergi ke Kirigakure membantu Shikaku di sana. Oh ya Touchan memintamu untuk memberitahukan kepada Shikamaru untuk segera bersiap-siap ikut ke Kirigakure"

"Shikamaru ikut ke Kirigakure?"

"Ya, banyak shinobi yang kesakitan akibat melawan musuh di Kirigakure dan Touchan di utus oleh Tsunade-sama untuk membawa beberapa orang"

"Siapa yang Touchan pilih selain Shikamaru?"

"Sementara ini hanya kau dan Shikamaru. Makanya makanlah cepat lalu beritahukan kepada Shikamaru, Touchan akan segera mencari dua anggota lain"

"Hmm.. baiklah"

.

.

.

.

.

.

.

Selesai makan siang, Ino segera pergi menuju kediaman Nara. Walau Ia tahu sebenanya hatinya berlum siap untuk menemui Shikamaru. Tapi ini adalah misi, jadi ya mau bagaimana lagi.

Sesampainya di kediaman Nara, Ino langsung di sambut oleh Yoshino

"Ino-chan , Shikamaru ada di kolam. Ino, aku titip Shikamaru selama misi ya?"

"Baik bibi Yoshino, aku sekarang mau ke kolam dulu"

.

.

.

Ketika Ino sampai di kolam di kediaman keluarga Nara, Ino melihat Shikamaru sedang tertidur. Jantungnya berdetak lebih cepat, walau hatinya sakit atas kejadian tadi di gerbang perbatasan Konoha

"Hei Tuan Pemalas bangun! Ada misi untukmu"

Shikamaru diam sejenak, dia bingung apakah mimpinya ini seperti kenyataan. Shikamaru tetap menutup matanya

"Shika-kun bangun! Ada misi !" teriak Ino . Tapi tetap saja Shikamaru menghiraukan suara Ino sejak tadi. Karena kehabisan kesabaran Ino lalu mengguncang tubuh Shikamaru. Shikamaru pun terjatuh

"Ino?"

"..."

"Maafkan -"

"Shikamaru cepat siap-siap kita harus ke Kirigakure membantu Paman Shikaku. Aku tunggu kau di gerbang perbatasan Konoha, sebaiknya kau cepat karena Touchan –ku akan marah jika kau terlambat" setelah berkata-kata panjang seperti itu Ino langsung pergi meninggalkan Shikamaru dan menuju gerbang perbatasan Konoha.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ino" panggil seorang gadis yang rambutnya digulung dua itu

"Tenten? Kau ikut?"

"Ya, touchanmu yang menyuruhku"

"Hime, mana Shikamaru?" tanya Inoichi

"Sebentar lagi ia akan datang, touchan" jawab Ino malas

Setelah menunggu sekitar 10 menit dari kejauhan tampak dua orang pemuda. Yang satu berambut hitam dan berkuncir satu yang menyerupai nanas, sedangkan yang satunya berambut panjang berwarna coklat

"Akhirnya kalian datang juga, ayo Shikamaru, Ino, Neiji, Tenten kita harus segera pergi!" ajak Inoichi

"Baik" jawab para ninja itu

.

.

.

.

.

.

Sesampainya di Kirigakure, mereka langsung di sambut dengan musuh-musuh. Namun mereka berhasil di tangani oleh para ninja Konohagakure. Inoichi,Ino,Tenten,Neiji,dan Shikamaru langsung menuju tempat para Shinobi yang membutuhkan pertolongan, di mana salah satunya adalah Shikaku—ayah Shikamaru

"Touchan!" panggil Shikamaru sambil menghampiri Shikaku yang sedang terbaring lemah.

"Ino, ayo cepat kemari! Sembuhkan luka Shikaku" panggil Inoichi

"Baik"

Ino lalu menyembuhkan luka Shikaku. Ino meletakkan tangannya diatas perut Shikaku dan menyembuhkannya dengan chakra yang dimiliki oleh Ino.

.

.

.

Setelah selesai menjalani misi Ino, Shikamaru, Neiji, dan Tenten kembali ke Konoha. Sedangkan, Inoichi masih harus membantu Shikaku dan Choza . Sesampainya di Konoha, Shikamaru langsung pergi ke kantor Hokage untuk melaporkan misi yang telah selesai ke Tsunade-sama.

"Baiklah Shikamaru, terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam misi ini"

"Hn"

Setelah berkata itu Shikamaru lalu pulang ke rumah kediaman clan Nara. Dalam perjalanan ke rumahnya, Shikamaru melewati Yamanaka florist.

Shikamaru's POV

Aku lalu mengetuk pintu Yamanaka florist , setelah menunggu sekitar 5 menit keluarlah sang pemilik rumah.

"Ada apa?" tanya Ino sambil bersikap cuek

"Ayo ikut aku" ajak ku sambil menarik tangan Ino.

Selama diperjalanan, tidak ada percakapan sama sekali. Aku merasa tidak nyaman dengan sikap Ino yang seperti ini. Aku merindukan Ino yang merepotkanku. Aku membawanya ke kediaman keluarga Nara.

"Mengapa -"

"Aku membawamu ke rumahku untuk tinggal bersamaku"

"..."

"Maafkan aku"

"..."

End of Shikamaru's POV

Normal's POV

Ino sama sekali tidak menjawab kata-kata Shikamaru. Ia hanya diam, walau hatinya sakit. Ino sudah terlanjur sakit. Sudah 3 menit mereka diam dan berdiri di kediaman Nara. Tiba-tiba

"Shikamaru? Ino? Sedang apa kalian? Mengapa tidak masuk ke dalam? Dasar kau anak pemalas tidak sopan terhadap tamu" kata Yoshino memecah keheningan

"Baik bi" jawab Ino langsung masuk tanpa memedulikan Shikamaru

.

.

.

.

Shikamaru lalu menceritakan pada Kaachan nya untuk mengajak Ino tinggal di rumahnya sementara Inoichi pergi untuk misi. Yoshino sangat setuju dan membantu Shikamaru untuk membujuk Ino tinggal di sini. Setelah berbincang-bincang dan membujuk Ino, Yoshino mendapatkan hasil yang memuaskan. Tentu saja Ino mau, Ino tidak tega terhadap Yoshino yang sudah ia anggap seperti Kaachannya itu.

.

.

.

Langit pun berubah menjadi gelap. Tak ada matahari lagi hanya ada sinar bulan dan bintang-bintang. Ino duduk di atas rumput samping kolam. Ino terus menerus mengamati bintang-bintang yang bersinar pada malam itu. Ino sangat serius mengamati bintang-bintang itu, sampai-sampai ia tidak menyadari ada sosok pria yang duduk di sampingnya

"Bintang yang cantik"

"Iya bintang- Shikamaru?"

"Hn, kau sangat menyukai bintang sampai-sampai kau tak menyadari kehadiranku di sini?"

"Gomen~!"

"Ino, aku tahu kau masih marah denganku tentang Temari bukan?"

"..."

"Tadi pagi saat di perpustakaan, dia berbicara serius denganku"

"Berbicara apa?" tanya Ino tiba-tiba

"Dia bilang dia menyukaiku"

"Lalu?"

"Ya begitulah"

Mata aquamarine milik ino mengeluarkan setetes air mata. Dengan ibu jarinya, Shikamaru mengusap air mata gadis berclan Yamanaka ini.

"Jadi.. ehm.. kamu sudah jadian?" tanya Ino

"Hampir" jawab Shikamaru santai

"Hampir? Bukankah Temari sudah menyatakan perasaannya?"

"Hn"

"..."

"Tapi aku menolaknya"

.

.

.

.

.

Ino berpikir sejenak. "Shikamaru lalu apa maksudmu hampir?"

"Hn"

"Ayolah Shika-kun"

"Aku hampir saja jadian"

"Dengan siapa?" tanya Ino

"Sudahlah Ino itu merepotkan. Konbanwa!" kata Shikamaru sambil meninggalkan Ino sendirian. Shikamaru lalu kembali ke kamarnya dengan senyum yang nyaris tak terlihat.

.

.

.

.

Ino's POV

Aku masih penasaran, siapa gadis yang di maksud Shikamaru tadi. Aku berdiam sebentar di tepi kolam setelah itu aku pergi ke salah satu kamar yang aku tempati selama tinggal di kediaman Nara ini. Kamarku berhadapan dengan kamar Shikamaru. Aku lalu membuka pintu kamarku. Gelap. Sangat gelap. Aku mencari saklar lampu, setelah aku mendapatkan saklar lampu aku menyalakan lampu.

End of Ino's POV

Normal's POV

Setelah Ino menekan saklar lampu, di dinding kamar Ino sudah ada lampu-lampu berwarna-warni dan bertuliskan ' Aishiteru Ino-chan ' . Bukan hanya itu, yang membuat Ino kaget adalah di atas kasurnya ada sebuket bunga mawar merah. Ino lalu menuju kasurnya dan mengambil buket bunga itu. Pintu kamarnya dibiarkan terbuka begitu saja. Tanpa Ino sadari seorang laki-laki berada di ambang pintu

"Kau suka?"

"Shikamaru! Arigatou Gozaimasu" ucap Ino sambil berlari dan memeluk Shikamaru

"Kau tak marah lagi?"

"Tidak"

"Jadi, kapan kita menikah?"

"Hei! Kita belum sempat berpacaran mana mungkin langsung menikah !"

"Ino, kau tau bukan aku tidak suka hal yang merepotkan?"

"Ya, tapi mengapa kau memilih gadis merepotkan untuk menjadi pendamping hidupmu?"

"Karena, jika tidak ada gadis merepotkan hidupku tak akan berwarna"

"Aishiteru Shikamaru"

"Aishiteru Ino"

Mereka lalu berpelukan, mengakhiri hari itu dengan pelukan. Sebelum tidur pun, Shikamaru sempat mencium jidat Ino. Ino langsung blushing. Sebelum meninggalkan kamar Ino, Shikamaru sempat melemparkan sesuatu kepada Ino.

"Bacalah! Oyasumi "

"Oyasumi Shika-kun"

Setelah Shikamaru pergi, Ino langsung membuka bungkusan coklat itu. Ternyata berisi undangan pernikahan

Yamanaka Ino dan Shikamaru Nara

"Shika, kau ini benar-benar pria aneh! Tapi aku mencintaimu" kata Ino lalu memeluk guling dan mulai bermimpi.

.

.

.

.

Sementara itu di balik pintu kamar Ino ada yang mendengar kata-katanya

"Pria aneh yang mencintai Nona Merepotkan" kata seorang pria sambil meninggalkan kamar gadis yang nanti akan menjadi istrinya itu

Akhirnya beres juga.. maaf yaa chapter 2 ini lebih sedikit di banding chapter 1 nya..

Arigatou udh mau baca Fanfic ini :D 3

Gomen~ kalau kurang romantizzz ya!

So... I need You Review -