Empat tahun sudah dilewatinya

Wajah yang dulu kusam kini telah berubah menjadi bersih

Sekarang waktunya dia menunjukkan negaranya

Dia akan membuktikan siapa dia sekarang.

Batam City, 20 September 2016

"Sudah siap bos",kata pemuda pirang yang sudah di naturalisasikan menjadi warga negaranya.

"Baiklah, kita akan melakukannya sekarang",kata Arya.

"Satu... Dua... Tiga... mulai", perintah Olius pemimpin tim itu.

Kungkungan itu terbuka, matahari menyinari dengan ceria seakan dia sudah lama tidak melihat negara yang memiliki eksotika yang indah. Keindahan negara yang telah berubah dari tradisional menjadi negara yang maju dengan teknologi dan pertataan yang baik. Negara ini telah berkembang menjadi negara yang lebih maju dari yang lainnya. Utang-utang negaranya telah lenyap ketika dia sudah menghilang dipeta. Kini nusantara telah cantik dengan teknologi dan keuangan yang baik.

Dia tidak akan seperti ini, jika dia tidak menemukan mesin tanpa zat buang itu yang membuat kecepatan kendaraan perang yang lebih cepat melebihi kendaraan perang Alfred sekalipun. Jika dia tidak menemukan bahan yang melebihi kerasnya titanium, mungkin dia sudah terpuruk setelah kekayaannya habis di keruk oleh nation-nation itu. Jika dia tidak atau lebih tepatnya bosnya tidak membangun tempat rahasia itu mungkin dia sekarang telah berubah, bukan berubah menjadi bersih tetapi lebih kotor dari yang dulunya. Dia telah berjanji kepada tiga puluh enam adik-adiknya untuk menyelamatkan mereka. Untuk merubah NKRI menjadi negara yang patut di banggakan, beban ada di pundaknya yang harus menatap masa depan. Waktunya telah tiba. Sudah tujuh puluh satu tahun dia menunggu ini. Menunggu di balik topeng yang kadang kejam dan kadang ramah. Sekarang setelah perang dunia di mulai, dia akan melawan Amerika melawan Alfred F Jones yang sudah memulai. Dia ingin menyelamatkan saudara-saudaranya dari kekejaman Amerika, dari lepasnya topeng Alfred Jones


Title : Perang Dunia III

Rate : T

Hetalia Axis Power Hidekaz

Warning : Gaje, D L L

Genre : Tragedy,


Pertemuan dan Perang


Timur Tengah, 23 Oktober 2016

"Kau ingin melawanku Arya, setelah sekian lama kau seperti zero yang hanya berlindung di kubahmu itu", ucap Alfred bengis menatap Arya sambil memenggal kepala seseorang.

"Sepertinya kau telah kembali ke sifat aslimu ya Al?", tanya Arya tenang.

"Apa yang kau bicarakan Arya?", tanya Alfred tidak mengerti.

"Kau telah kembali ke sifatmu yang dulu, pembunuh berdarah dingin. Kalau begitu aku mungkin tidak segan akan melawanmu untuk menjadi budakku!", ujar Arya mendingin.

"Masih butuh seratus tahun untuk kau mengalahkan aku Arya".

DORR...DORR...BOOOM...CRASH...DORR...AKH...

"Kau lihat kehebatan tentara ku yang bisa mengalahkan tentaramu dalam sekejap", sombong Alfred

"Kau lihat dulu apa yang di tembak dan di hunus pedangnya oleh tentara-tentara mu yang bodoh itu", ucap Arya geli sendiri.

"Apa yang kau mak..", seketika Alfred diam ketika yang di tembak tadi bukan daging, tetapi robot-robot yang entah kenapa telah ada di situ.

"Jadi, kau kehabisan tentara Arya!", hina Alfred pada Arya.

"Tidak kah kau mengerti Alfred! Apakah kepintaranmu telah hilang? Ini semua berarti aku tidak sungguh-sungguh menghadapmu yang lemah sekarang. Kemanakah Alfred hero itu?", ucap Arya.

"AKU HERO? AKU SUPER POWER? AKU ADIKUASA YANG TIDAK AKAN KALAH DARIMU NEGARA MISKIN TERCEMAR OLEH LIMBAH SUNGAINYA! AKU KAYA DIBANDINGKAN DIRIMU, NEGARAMU, BAHKAN RAKYATMU YANG MISKIN DI JALAN", teriak Alfred kepada Arya.

"Sudah puas? SUDAH PUAS KAU HINA NEGARAKU! Aku memang dulu miskin dibandingkan dirimu, tetapi aku bisa bangun dari terpurukan akibat ulahmu! SUDAH PUASKAH KAU HINA AKU? Kau itu bahkan tidak tahu apa yang terjadi padaku empat tahun ini. Kau hanya mementingkan dirimu sendiri Alfred!", marah Arya.

"Memangnya apa yang harus kutakutkan dari negara miskin sepertimu", ucap Alfred.

"Kau telah menyulut api Alfred, maka kini kau harus rasakan bagaimana api itu?", kata Arya sambil mengarahkan star gel nya ke arah Alfred yang kemudian berteriak keras. Darah mengucur dari bagian lengan dan paha Alfred seketika. Dengan luka sedikit itu Arya telah menghilang entah kemana meninggalkan Alfred yang telah kritis. Sebelumnya Alfred masih sempat mengirim sinyal ke markas besar. Dan yang terakhir Alfred lihat adalah ketika Arya meletakan pistolnya di dekat dada Alfred.


Laut China Selatan 12 Desember 2016.

Sudah waktunya, perang dunia di wilayah pasifik di mulai. Perang yang merebutkan sumber minyak yang membuat banyak Nation merebutnya kecuali Indonesia. Peperangan itu di awali ketika Amerika dengan ganasnya menyerang wilayah Indonesia yang sebenarnya jauh dari Laut Cina Selatan tersebut. Hasil dari uji misil itu hanya menghasilkan serpihan-serpihan pasir dari ledakan basoka yang di hancurkan dengan entengnya oleh pesawat Indonesia berbentuk piring. Peperangan di mulai oleh kemarahan Indonesia karena serangan misil dan rudal dari tentara-tentara Amerika yang hampir mematikan ikan-ikan dan penduduk di negaranya,

"Kau lemah Arya! Apakah itu yang ingin kau tunjukkan padaku", kata Amerika sombong.

"Sepertinya aku tidak usah menggunakan topeng padamu Alfred, kau tidak patut di kasihani seperti kemarin", ujar Arya menyesal.

"Buktikan jika kau bisa. Apa ini yang kau maksud kekuatanmu?", pancing Alfred.

"Jangan pernah menyesal atas ucapanmu itu", kata Arya. Aura di sekitar tubuh Arya berubah menjadi berwarna hitam. Api perang telah menyala, pedang telah di asah. Arya maju bersama pasukannya yang datang untuk mengoyak Alfred dan pertahanan kokoh pemenang perang dunia kedua itu. Topeng yang menghiasi wajah Arya telah hancur bersama dengan banyaknya korban yang mati karena peluru sapu Inggrisnya(1). Jika Arthur tidak mengekspor bunga itu ke negaranya mungkin ini tidak akan terjadi. Sapu Inggris itu di campur dengan Aconitum(2) dan sarung tangan Serigala(3) yang dipakai untuk campuran timah panasnya. Timah panas tersebut dapat membunuh dalam sekejap tanpa harus menembak ke arah jantung. Alfred hanya tercengang dengan apa yang dia lihat. Bukti ucapan Indonesia benar bahwa misilnya akan dapat membunuh tentara-tentaranya yang anehnya malah mengobarkan semangat untuk menumpas Indonesia yang dia anggap ancaman militer Amerika. Negara super power dan adi kuasa.

DUAKH...JLEB...BOOOM...DUAR...ARGH.

Darah telah berceceran bercampur dengan air laut yang asin. Daging-daging bertumpukkan seperti seonggok sampah yang tidak pernah di buang. Semua melihatnya dengan tercengang dengan apa yang di lihatnya. Di benak semua nation itu hanya satu yaitu "Jangan menggangu Indonesia jika kamu tidak ingin mendapatkan hal yang lebih parah dari mencabik kepala orang secara hidup". Alfred dengan bala bantuan yang datang berusaha merusak jantung pertahanan Indonesia. Tetapi itu tidak bisa ketika tampak para tentara Indonesia yang sedang berjaga di laut, darat, dan udara yang membuat semua terpantau aman dari serangan negara lain.

"Sepertinya kau tidak bisa menembus pertahanan kami Alfred", ejek Arya dengan semangat yang telah lama hilang di dalam dirinya.

"Oh kita lihat saja, kau mungkin akan kalah di sini Arya. SERANG", misil-misil dan rudal berjatuhan menyerang Indonesia. Dilihat dari segi manapun, perang ini tidak mungkin di menangkan oleh Indonesia, karena Arya melawan lima negara yang telah berpengalaman di perang dunia sekaligus.

"Aku jadi ingat waktu tahun-tahun pertama perang dunia, aku mengalahkan Jerman dengan telak", kenang Arthur berkaca-kaca.

"Hai Arthur, sepertinya kau tidak ada berubah yah", ucap Arya.

"Tidak berubah apa Arya?", tanya Arthur.

"Ya seperti dirimu dulu. Kau kalah dari Alfred. Padahal kau mantan motherlandnya Alfred!".

Perkataan Arya telak membuat air muka Arthur berubah menjadi menakutkan bagi peri-peri di sekelilingnya yang langsung pergi menghilang entah kemana. "Arya kau membuatku marah", kata Arthur. Arthur mulai mengarahkan tinjuannya ketika Arya mengarahkan pistol tepat ke kepala Arthur.

"Tak ku sangka, kau terlalu lemah. Inikah kau si Krikland mantan bajak laut", kata Arya. Dia tidak tahu ada sesuatu yang hilang atau nation yang lain.

"Ah..", teriak Arya seketika. Tangannya telah di pegang oleh Netherlandyang membuat dia tidak bisa bergerak.

"Ha...ha...ha..., inikah dirimu yang kuat itu", ucap Nethere di telinga Arya.

"Nethere, lepaskan tanganmu dari Arya", teriak seseorang.

"Hai honey, kamu kok disini", ujar Nethere, dia sedikit kaget ketika dia melihat siapa yang menganggunya.

"Nethere, sejak kapan aku jadi pacarmu", kata Kirana.

"Tapi, kau kan sudah tinggal denganku Kirana", seru Nethere dengan senyum jahil.

"Maaf, hubungan kita tidak terikat, ingat itu Nethere. Sekarang, lepaskan Arya", ucap Kirana.

"Kalau begitu, dia akan mati honey", ancam Nethere.

"Kau sudah lemah Nethere", ucap Arya. Dia sudah tidak terikat oleh tangan Nethere.

"Apa yang kau maksud?", tanya Nethere. Dia tidak tahu apa yang di katakan oleh Arya.

"Mungkin dua bulan lagi kita akan bertemu", kata Arya. Dia membuat beberapa bagian tubuh sekutu terluka yang cukup parah.

"Selamat tinggal" ucap Arya dan Kirana bersamaan. Mereka menghilang bersama dengan kepergian tentara-tentara Indonesia.

"Kalian membutuhkan waktu untuk menyehatkan badan kalian. Dua bulan lagi kami ASEAN akan menyerang kalian ingat itu Sekutu. Amerika, aku berbicara denganmu. Jika kau berani, kau harus melawanku dua bulan lagi dan tidak ada orang berada di tempat itu" suara Arya menggema di dekat pangkalan USA sampai Rusia dan China.

"Ini akan menjadi perang yang hebat aru", ucap China pada Rusia.

Mereka tidak mengetahui perang ini akan lebih parah dari perang dunia ke dua. Cangkang telah terlepas. Garuda akan mengangkasa untuk memangsa. Kehidupan akan berjalan ke arah ke damaian. Hidup indah dengan kehijauan bukan dengan beton-beton. Air mata tidak akan membantu. Semua akan hidup dan akan mati. Perang besar menanti dua bulan lagi. Apa yang harus dilakukan Alfred. Apa dia akan sombong, menyombongkan keheroannya yang padahal akan berubah menjadi zero di perang ini.


(1)Sapu Inggris atau Cytisus Scoparius adalah tanaman hama dan beracun berasal dari Inggris

(2) Aconitum atau Aconitumferox adalah tanaman beracun yang berasal dari pegunungan Himalaya yang di gunakan suku Ainu di Jepang, Cina dan Suku Minaro pada mata tombaknya yang digunakan untuk berburu dan untuk pengobatan di India dan China

(3) Sarung tangan Serigala atau Digitalis Purpurea bunga yang berasal dari Eropa. Memiliki racun yang mematikan dan juga berguna untuk pengobatan penyakit gagal Jantung. William Withering yang menemukannya.

Saya kembali. Saya tidak menyangka akan banyak review yang ada di fik ini. makasih. Sekarang sudikah anda me review fic abal ini. Mungkin agak aneh ya. Nanti aku ceritakan tentang hubungan Kirana dengan Nethere deh. Di sini Indonesia ku buat twin. Maaf lama Updet soalnya aku harus mengejar nilaiku. Nilai midku ada yang nuruni. Ada tiga mata pelajaran yang nilainya dibawah delapan puluh. Jadi maaf lama apdet.