dangerouSHIRO present :
"Maple Love Story"
All chara own by SMent
This fanfic using MALExMALE story
You can find alot of TYPO here!
So, if you DON'T LIKE that thing…
Make it simple!
DON'T READ my fanfic!
I DON'T NEED FLAMER OR BASHING!
( ¯ _ ¯!)
And if you don't like all pairing in this story,
Just GO AWAY!
XOXOX
Bus yang ditumpangi oleh Changmin, Yesung dan Kangin akhirnya tiba di halte yang lumayan dekat dari SM Senior High-School. Tiga pemuda itu akhirnya turun dari bus dan mulai berjalan dari halte menuju ke gedung sekolah mereka. Obrolan diselingi derail tawa membuat mereka semakin akrab, khususnya antara Changmin-Kangin dengan Yesung, yang notabene baru mereka kenal.
Namun belum jauh mereka berjalan, sosok Yesung menghentikan langkahnya. Kontan saja Changmin dan Kangin terkejut dan ikut menghentikan langkah kaki mereka, Kangin menatap Yesung yang masih terpaku dipinggir jalan. "Aigooo…hyung-ah! Kenapa kau berhenti? Kami kan tidak tahu dimana letak sekolahnya."
Changmin pun menganggukan kepalanya, "nde hyung! Palli ya…" ajak Changmin. Namun saying, kata-kata Kangin ataupun Changmin sepertinya tidak didengar dengan baik oleh Yesung. Buktinya? Pemuda berkepala besar itu masih berdiri diam ditempatnya.
"Kenapa sih dia? Aneh sekali." Ujar Kangin, yang langsung dijawab anggukan oleh Changmin. Kangin menyenggol bahu Changmin pelan, "kau dekati saja sana."
Changmin pun tanpa piker panjang langsung mendekati Yesung. Dia tepuk pundak Yesung pelan, "hyung-ah…"
"Aku mendengarnya lagi."
"Hah? Mendengar apa hyung?" Tanya Changmin tak mengerti. Yesung menolehkan kepalanya, iris gelap sewarna batu obsidian miliknya menatap Changmin dengan sinar misterius. "Tangis pemuda dari dalam rumah itu, Changmin-ah."
Changmin mengerutkan keningnya, tampak sekali ia bingung dengan perkataan ambigu yang dilontarkan oleh Yesung. Pemuda bertubuh kelewat tinggi itu menatap bayangan sebuah rumah besar yang tak jauh dari tempatnya dan Yesung berdiri, "maksud hyung dari dalam rumah itu ya?"
Yesung mengangguk. Changmin kembali menatap bayangan rumah besar itu, lalu bergantian menatap Yesung-yang tengah memandangi rumah besar itu juga. "Kau tahu darimana kalau ada pemuda yang tinggal disana hyung?"
"Kau baru mengenalku Changmin-ah, dank au belum mengenal tempat ini seperti aku. Ah, kajja! Kita jalan lagi, sekolahnya tinggal lewat belokan itu."
XOXOX
"Hyung-ah! Aku terpisah darimu nih, bagaimana?" Changmin panik sendiri ketika ia tidak sekamar dengan Kangin ketika pembagian kamar. Kangin yang mendengar kepanikan Changmin langsung memutar bola matanya, tampak kalau ia jengkel dengan kelakuan sang dongsaeng yang berlebihan. Kangin hanya mengibaskan tangan ketika Changmin masih merengek-rengek layaknya anak kecil- meminta untuk tetap sekamar dengan Kangin.
Merasa tak akan ada gunanya terus merengek, Changmin pun memutuskan untuk pergi kekamarnya sendiri. Ketika ia hendak menaiki tangga untuk menuju kelantai dua, manik kelam dimata Changmin menangkap sesosok pemuda yang tengah duduk disalah satu anak tangga sembari menundukan wajahnya. Changmin berjinjit dan melangkah pelan, mencoba agar pemuda yang tengah terduduk sambil menundukan wajahnya itu tak menyadari kehadirannya. Namun malang, pemuda itu malah menengadahkan wajahnya dan menatap Changmin tanpa ekspresi.
"Errr...halo." sapa Changmin dengan nada yang terdengar aneh. Pemuda yang ternyata tampak manis dan cantik itu menatap Changmin dengan begitu intens, bola matanya yang secokelat almond tampak menelusuri tiap jengkal tubuh Changmin yang menjulang. Tak urung Changmin pun semakin salah tingkah jika dihadiahi pandangan macam itu oleh pemuda cantik berkulit putih lebih cenderung pucat, berambut ikal berwarna cokelat hangat, dan berbibir tipis dan merah seperti cherry. Changmin merasa ia gila karena terpana oleh keindahan karya tuhan yang nyata seperti pemuda dihadapannya ini.
"Ck, tak menarik!"
Bang! Seperti ada yang menghantam kepala Changmin dengan godam besar ketika pemuda cantik tak dikenalnya itu berkata seperti itu. Changmin merasakan harga dirinya runtuh karena dinilai tidak menarik oleh si cantik namun bermulut tajam itu- oke, setidaknya memang mulutnya tajam kan?
Changmin mendengus, "kau bilang apa? Aku tidak menarik, eh? Asal kau tahu ya, dari kota asalku itu, aku adalah orang yang paling..."
"...jelek?" pemuda itu memotong kalimat Changmin dengan nada datar. Mendengar perkataan pemuda itu, Changmin semakin panas dan kepalanya serasa mendidih.
'enak saja dia bilang jelek! Tak tahu apa kalau aku ini pemuda tertampan dikotaku? Dasar sial! Cantik-cantik tapi mulutnya tidak secantik wajahnya.' Batin Changmin.
Pemuda itu kembali menundukan wajahnya, "kau memang jelek kok. Jadi terima saja apa yang aku katakan, dan berhenti memandangiku seperti itu. Kau membuatku muak!"
"MWO? KAU BILANG APA?
Pemuda cantik nan manis itu beranjak dari tempatnya duduk, sekilas Changmin melihat kalau pemuda itu memasukan sesuatu kedalam saku jaketnya. Sesuatu yang berwarna hitam mengkilat dan berbentuk kotak. Changmin mengernyit, "kau memasukan apa?"
"Bukan urusanmu!"
"Arra! Kau bawa narkoba ya?"
Dan seketika itu juga, bola mata berwarna almond milik pemuda itu menatap Changmin ganas. Dan Changmin hanya bisa terpaku, entah karena takut atau terpana-hanya Changmin yang taghu. Pemuda itu berjalan meninggalkan Changmin dalam diam, namun sebelum dirinya semakin jauh, pemuda itu membalikan tubuhnya. "Benda yang ada didalam saku jaketku ini namanya PSP, orang kampung!" teriaknya lalu kembali berjalan menjauh, menuruni anak tangga yang ada.
Changmin sendiri? Dia masih terdiam sampai sesuatu yang sedari tadi dicerna dalam otaknya mulai terbaca. Dan pemuda bertubuh tinggi itu hanya bisa mengumpat, "dasar sial! Enak saja dia bilang aku ini orang kampung! Awas saja kalau bertemu lagi..."
XOXOX
Kangin menatap pemdangan luar SM Senior High-School lewat jendela kamarnya yang beradar dilantai empat. Sesekali pemuda bertubuh tinggi-besar itu menghela nafas, membuat beberapa orang temannya seperti Shindong dan Sungmin terheran-heran. Sungmin mendekati Kangin yang masih setia duduk dipinggiran nako jendela kamar sambil memandangi pohon-pohon maple yang belum berubah warna. "Kau kenapa Kangin-hyung?"
"Ah, Sungmin. Aku tidak apa-apa, hanya sedang menikmati pemandangan pohon-pohon maple itu saja kok." Jawab Kangin. Sungmin pun mengangguk mengerti dan tak mengganggu Kangin lagi. Pemuda berwajah aegyo itu berjalan kembali keranjangnya, dan kembali merapikan barang-barang bawaannya.
Kangin pun kembali tenggelam dalam lamunannya, entah apa yang dipikirkan oleh pemuda bertubuh besar itu-hanya dirinya yang tahu. Bola mata beriris kelam milik Kangin terpaku pada bangunan yang berdiri tak jauh dari gedung dorm, sebuah bangunan kecil bertingkat tiga yang mempunyai jendela banyak. Mata Kangin terpaku pada satu jendela, dimana daun jendela itu terbuka begitu lebar dan menampakan sesosok pemuda yang rambutnya berwarna lembut bagai madu.
"K...kkalian berdua! Cepat kemari!"
Sungmin dan Shindong yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing pun saling berpandangan bingung ketika Kangin memanggil mereka dengan nada yang cukup terdengar...histeris.
Shindong yang pertama mendekati Kangin pun bertanya, "Waeyo gurae, Kangin-ah?"
Kangin menunjuk kearah bangunan bertingkat tiga yang tadi ia pandangi, "itu, disana! Bangunan apa itu?"
Sungmin mengernyitkan matanya ketika ia memandang kearah yang ditunjuk oleh Kangin. "Itu kan rumah sakit yang ada didekat sini, hyung. Kenapa?"
Kangin tak menjawab, dia masih memandangi satu jendela yang sedari tadi jadi objek pandangnya. Jendela yang tadi daun pintunya sempat terbuka dan menampakan sosok pemuda bersurai madu, yang entah kenapa sepertinya sukses mencuri hati Kangin pada pandangan pertama.
"Errrr...hyung-ah? Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau menanyakan rumah sakit itu?" Sungmin tampaknya semakin heran dengan sikap Kangin yang tadi sempat heboh, kini kembali diam. Kangin tak menjawab pertanyaan Sungmin, pemuda bertubuh tinggi-besar itu malah dengan santainya melenggang pergi dari kamar, meninggalkan dua pemuda lainnya dalam kebingungan.
XOXOX
Malam yang panjang di SM Senior High-School pun berakhir, digantikan dengan pagi yang akan menjadi awal bagi mereka yang merupakan siswa baru disekolah itu. Kini ribuan namja beralmameter biru sedang berdiri diaula utama, menunggu sambutan pagi sekaligus pidato awal tahun ajaran dari pemilik sekaligus kepala sekolah mereka.
"Hei, katanya kepala sekolah kita itu jelek ya Hae?"
"Katanya sih begitu Hyukkie, tapi aku juga tidak tahu. Memangnya kenapa kalau Soo Man-sshi jelek?"
Changmin hanya tertawa kecil ketika mendengar bisik-bisik dua pemuda yang berdiri tepat disampingnya. Satu pemuda yang rambutnya berwarna hitam pekat tersenyum kearah pemuda yang lain, senyum pemuda itu tampak manis seperti permen karet. Dari percakapan mereka, Changmin tahu bahwa pemuda itu bernama Eunhyuk sementara pemuda lainnya bernama Donghae.
Para siswa yang tadinya saling berbincang dengan siapa saja yang ada disamping atau depan mereka- hingga menghasilkan dengungan bising didalam ruangan itu- akhirnya senyap. Changmin yang terheran-heran karena dengungan yang sedari tadi didengarnya tiba-tiba menghilang pun bertanya pada sosok Donghae-yang berdiri tepat disampingnya. "Kenapa semuanya diam?" tanya Changmin.
"Karena apa lagi? Lihat saja didepan, raja kematian sudah berdiri disana." Celetuk Donghae.
Changmin segera memandang kearah depan. Walau padangannya sedikit terhalang oleh kepala-kepala yang lebih tinggi daripada dirinya, namun itu tak mengjhalanginya untuk bisa melihat bagaimana sosok lelaki paruh baya yang terkenal berhati dingin itu. Dan ketika manik kelam dimata Changmin merefleksikan sosok seorang Lee Soo-man, seketika itu juga Changmin merasa ada aura yang menekannya. Aura yang membuatnya sesak, dan tak bisa bernafas.
'Inikah aura dari pria yang dibilang tak mengenal cinta? Kenapa auranya begitu menusuk? Pikir Changmin.
XOXOX
"Bisa aku bertemu Lee Soo Man-sshi?"
"Anda siapa? Apa telah membuat janji dengan beliau?"
"Aku guru baru untuk mata pelajaran seni musik, beliau yang telah membuat janji denganku."
"Baiklah, siapa nama anda? Saya harus melapor dulu pada beliau."
...
...
...
"Namaku, Kim Yunho.
T B C
Yak! Sepertinya saya Cuma bisa update segini dulu ( ́ Д ̉ )¬
So?
Mind to leave me some review?
But please...BE KIND!
