My Senpai is Pervert
Chapter 2
By Author : Yuna Mikuzuki
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku
Yap! Nie sudah kuapdet chap 2-nya. Hope you like it! LOL
Chapter 2
"Sa-Sasuke-senpai, pelan-pelan menyetirnya! Kita mau kemana?" Tanya Sakura yang panic karena Sasuke ngebut menyetirnya.
"Kita ke…"
Sasuke diam dan tak menjawab pertanyaan Sakura.
'Kami-Sama, aku mau dibawa kemana oleh Senpai-ku ini… jangan-jangan dia mau membawaku ke tempat yang menyeramkan atau mau mem*******ku….
"Turunkan akuuuuu !" teriak Sakura, takut jika Sasuke mau mem*******nya.
"Huwaaaaaaaa…. Turunkan aku! Aku mau pulaaaaang ! Sakura makin panik dan menjadi-jadi. "Diamlah! Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, Aku hanya ingin membawamu ke suatu tempat!" geram Sasuke.
"Kemana? Justru itu yang membuatku ingin turun!" sahut Sakura. Sasuke akhirnya jengkel dan menambah kecepatan mobilnya.
BRUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMMM !
"SA-SASUKE-SENPAI! HATI-HATI!"
"Makanya, diam saja!"
.
.
.
.
.
CKIIIT!
Mobil Sasuke berhenti di suatu daerah yang belum Sakura kunjungi, bahkan Sakura bertanya-tanya didalam pikirannya. "Ini dimana?" Tanya Sakura pada Sasuke.
"Ini Distrik Uchiha, dimana hanya orang-orang kalangan atas bisa memasukinya. Tidak aneh jika tempat ini agak terpencil,orang miskin sepertimu takkan tahu tempat ini." Jawab Sasuke. Sakura menggembungkan pipinya dan langsung berjalan ke belakang.
"Maaf kalau aku orang miskin!" geram Sakura. Meskipun kenyataan jika Sakura memang miskin, tapi dia kesal jika dilihat serendah itu.
"Hei! Aku kan mengajakmu kesini! Kenapa kau malah jalan ke belakang?" Tanya Sasuke.
"Kenapa kita ke sini?" Tanya Sakura yang masih kesal. "Jangan banyak tanya, ayo ikut aku!" kata Sasuke dan menarik tangan Sakura. "Huwaa!" jerit Sakura kecil. Sasuke memegang tangan Sakura dan jalan masuk ke Distrik Uchiha. 'Ini namanya bukan distrik' pikir Sakura dalam hati karena melihat banyak toko-toko yang terlihat elit dan mewah.
Sasuke dan Sakura masuk ke toko butik. Sakura hanya bisa menganga karena melihat banyak baju-baju, sepatu, dan perhiasan yang berkilauan dan terlihat mahal. Sasuke dan Sakura langdung disambut oleh pegawai toko butik tersebut.
"Selamat datang, tuan Sasuke. Ada yang ingin anda cari?"' Tanya pegawai tersebut dengan ramah. "Ada baju yang cocok untuk gadis ini?" Tanya Sasuke. Sakura menoleh pada Sasuke. "Sasuke-senpai, kau mau apa?" Tanya Sakura.
"Wah, nona ini cantik sekali. Akan kami carikan baju yang cocok untuk nona ini." Kata pegawai toko.
CTIK!
Pegawai toko itu menyentikkan jarinya dan beberapa pegawai toko lainnya langsung berjejer sambil membawa baju yang kelihatannya mewah.
"Huwa!" kaget Sakura karena para pegawai lainnya langsung melesat menghampiri Sakura dan membawa ke tempat ruang ganti.
BREEET
"Huwaaaaaaa !" teriak Sakura
SREET
KYUT
"Sudah selesai, tuan Sasuke." Kata pegawai toko.
"Hn?" sahut Sasuke dan menoleh pada pegawai toko. Muncullah Sakura dengan pegawai toko yang lain disebelah kanannya.
"Bagaimana, tuan Sasuke?" Tanya pegawai toko yang berada disebelah kanan Sakura dan menunjukkan Sakura yang memakai dress panjang selutut berwarna putih dengan renda tebal di bagian bawahnya dan aksesoris mawar di sebelah dada kiri bajunya.
Sakura hanya bisa menundukkan kepalanya ke bawah lantaran malu. Dia baru kali ini memakai baju mewah seperti ini
"Hn, lebih baik dari yang tadi. Tata rambutnya." Perintah Sasuke. Pegawai toko langsung menarik Sakura kembali ke ruang rias. "Huwaaaaa !"
.
.
.
.
20 menit Sasuke menunggu, dan pegawai toko langsung keluar dari ruang rias dan Sasuke menoleh. "ya, tuan Sasuke. Sang putri telah hadir." Senyum pegawai toko dan memperlihatkan Sakura dengan tatanan rambutnya yang dijepit ke atas dan meninggalkan sedikit rambut panjangnya.
"Bagaimana, tuan Sasuke?" Tanya pegawai toko.
"Ya, cantik." Sahut Sasuke. Sakura menundukkan kepalanya dan muncul semburat merah di pipinya.
Sasuke menarik Sakura dan menatap lekat-lekat wajah Sakura yang dirias dengan lipstik baby pink dan blush-on berwarna pink tipis serta maskara berwarna merah.
"Ya, cantik." "Pantas, kok" Kata Sasuke berhasil membuat wajah Sakura semakin merah.
"U-um.. terima kasih.." jawab Sakura malu-malu.
"Apa tuan Sasuke juga ingin mengganti baju anda?" tawar pegawi toko. "Ya, carikan yang biasa saja." Jawab Sasuke dan berjalan menuju ruang ganti meninggalkan Sakura.
"Ya, cantik." "Pantas, kok"
Sakura mengingat-ingat perkataan Sasuke yang mengatainya cantik. Muka Sakura langsung dipenuhi semburat merah.
10 menit Sakura menunggu dan keluarlah Sasuke yang menggunakan jas formal berwarna hitam dan kaus putih berkancing yang meninggalkan bagian atasnya terbuka. Sakura yang melihat Sasuke begitu berkilauan langsung meneguk ludahnya dan wajahnya memerah kembali.
"Sa-Sa-Sasuke-senpai…" Sakura terbata-bata karena Sasuke terlihat begitu tampan bila memakai baju formal. Sasuke berseringai dan menghampiri Sakura. "Kenapa? Tak tahan melihat pesonaku, ya?" Goda Sasuke dan Sakura memalingkan mukanya. "Hu-huh!"
"Tuan Sasuke, apa anda memilih baju itu?" Tanya pegawai toko. "Ya, aku ambil ini dan baju yang dikenakan gadis ini." Jawab Sasuke dan pergi ke kasir untuk membayar baju Sasuke dan Sakura.
'Pakai kartu kredit… Sasuke-senpai memang orang kaya…..' batin Sakura.
"Ayo, pergi." Kata Sasuke dan pergi meninggalkan toko butik itu. "Terima kasih, tuan Sasuke." kata pegawai toko sambil melihat Sasuke bersama Sakura pergi.
Setelah Sasuke dan Sakura pergi, Sakura menghentikan langkahnya. "Ada apa?" Tanya Sasuke. "Sasuke-senpai, Senpai membelikanku baju ini? Aku jadi merasa terbenani…..." Kata Sakura dengan berat.
"Kau tak perlu pikirkan itu. Anggap saja ini permintaan maafku padamu." Kata Sasuke tanpa ekspresi. Sakura mengangkat wajahnya. "Senpai tak perlu membelikanku baju ini…." Wajah Sakura menjadi ekspresi yang merasa tidak enak pada Sasuke. "Sudahlah.." kata Sasuke sambil memegang pipi kiri Sakura dengan tangan kanannya. Lagi-lagi semburat terlihat jelas di muka Sakura.
.
.
.
.
Sakura berjalan bersama Sasuke dan banyak orang-orang melihat mereka berdua dan Sakura menundukkan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Sasuke. "Tidak, aku hanya malu. Hanya saja, banyak orang melihat kita, Senpai…" kata Sakura.
"…" Tiba-tiba Sasuke memegang tangan Sakura dan mengenggamnya.
"Eh?" Sakura kaget karena tangannya dipegang Sauke.
"Aku biasa dilihat orang. Kalau begini kau tidak malu lagi , kan?" Tanya Sasuke.
"Uumm…" Sakura hanya memandang ke bawah dan melihat tangannya yang digenggam Sasuke. Tangan Sasuke terasa besar untuk memegamg tangan Sakura.
'Tangannya hangat…' batin Sakura berbicara.
.
.
.
.
Mereka sampai di sebuah café. Sasuke dan Sakura masuk dan duduk di kursi yang ada meja kecilnya.
"Pesan apa, tuan dan nona?" Tanya pelayan café. "Aku pesan kopi 1. kau apa?" Tanya Sasuke pada Sakura. "Uuumm… aku pesan jus stroberi saja." Pesan Sakura. "1 kopi dan 1 jus stroberi, ya." Catat si pelayan. "Tambah 1 jus tomat." Sahut Sasuke tiba-tiba. "Tambah 1 jus tomat, ya. Apa anda berdua mau cake kami?" tawar si pelayan. "Sakura, kau mau?" tawar Sasuke. "Ah, boleh.." jawab Sakura pelan.
"Baiklah, mohon tunggu sebentar." Senyum si pelayan. Si pelayan pergi meninggalka mereka berdua untuk mengambil pesanan mereka.
Di antara mereka belum ada yang memulai pembicaraan. Akhirnya, Sakura memberanikan diri untuk berbicara.
"Uuuummm… Sasuke-senpai, apa kau pernah memperlakukan seorang wanita seperti yang kau lakukan padaku?" Tanya Sakura dengan pelan. " Sauke mengangkat wajahnya. "Tidak." Jawab Sasuke. Sakura kaget mendengar jawaban Sasuke. Tidak mungkin, seorang playboy kaya yang suka mempermainkan wanita itu tak pernah memperlakukan wanita seperti yang ia lakukan terhadap Sakura.
"Lalu, kenapa kau membelikanku baju ini, dan membawaku ke café mewah seperti ini?' Tanya Sakura agak keras. Sasuke menghela napasnya.
"Aku hanya mau minta maaf padamu." Jawab sasuke ringan.
"Minta maaf? Jika kau mau minta maaf, bilang saja maaf, kan pasti kumaafkan" kata Sakura.
"Bukankah aku sudah bilang 'maaf' padamu? Kau tidak memaafkanku, ya kubawa saja kau kesini." Jawab sasuke agak kesal. "Asal kau tahu saja, baru kali ini aku mengucapkan kata maaf ke seorang wanita, apalagi orang miskin sepertimu."
Sakura terkejut bukan main. Oran seperti ini semas hidupnya belumpernah mengucapkan kata maaf? Hebat sekali orang ini.
"Maaf menunggu, ini pesanan anda." Kata si pelayan membawa 1 kopi, jus stroberi, jus tomat dan 2 cheesecake.
"Terima kasih." Jawab Sakura.
Si pelaya pergi meninggalkan Sakura dan Sasuke. Sasuke meminum kopinya dan Sakura memakan cheesecakenya.
"Mmmm… enak ! baru kali ini aku memakan cheesecake seenak ini!"kata Sakura dengan semangat. Dia melahap cheesecakenya dengan nikmat. Sasuke pun tertawa.
"Puh…."
"Apa yang lucu?" Tanya Sakura sambil menaikkan alisnya. "Tidak, kau terlihat seperti anak kecil saat kau makan cheesecake itu." Tawa Sasuke. Muka Sakura memereh karena perkataan senpainya itu.
"Huuh!" Sakura memalingkan mukanya untuk menyembukin semburat merahnya. Sakura kembali melahap cheesecake itu dan Sasuke mengangkat tangannya.
"Hm? Sasuke-senpai? Ada apa?" Tanya Sakura.
"Sebentar…" Tangan Sasuke menyentuh sudut bibir Sakura. Rupanya ada krim yang menempel. Sasuke berniat membersihkannya dengan tisu.
Sasuke menggosok sudut bibir Sakura yang tekena krim. Muka Sakura mendadak memerah saat Sasuke membersihkan sudut bibirnya.
Skip Time
"Sasuke-senpai, kita mau kemana?" Tanya Sakura kepada Sasuke yang sedang menyetir. Sasuke tidak menjawab. Ini sudah jam 07 malam, tapi Sasuke belum mengantarkannya pulang.
"Tenang saja, kau akan menyukainya." Jawab Sasuke sambil tersenyum nakal.
'Oh, Kami-sama. Ternyata benar, Sasuke –senpai mau membawaku ke suatu tempat yang aneh-aneh, dan pasti itu buka tempat baik…' batin Sakura gelisah.
CKIIIT
Mobil Sasuke berhenti di sebuah tempat seperti di klub malam. Sakura keluar dari mobil dan meneguk ludahnya.
'Tidak…. Sasuke-senpai membawaku ke tempat yang benar-benar berbahaya!' batin sakura berteriak. Memang benar, Sasuke membawanya ke sebuah klub malam. Sasuke berjalan bersama Sakura yang berada di belakang. Sasuke membuka pintu klub dan terlihat pemandangan yang memusingkan untuk Sakura. Banyak orang berdansa di tengah-tengah sorot lampu disko yang berkerlap-kerlip, ada juga orang yang sedang minum di sofa yang ada, atau minum di meja bartender, DJ yang memutarkan cd hitamnya, dan lagu yang sangat kencang.
"Uuummm…. Sasuke-senpai, aku tida mau berada di sini…" kata Sakura menghela napas. Sasuke menarik tangan Sakura ke dalam. Sasuke bertemu dengan teman-temannya. Ada Naruto, Sai, Kiba, dan Neji.
"Teme, di sini!" teriak Naruto pada Sasuke. Sasuke melihat Naruto melambaikan tangan padanya dan berjalan menghampirinya.
"Lho, teme? Kau membawa cewek waktu itu?" Tanya Naruto melihat Sakura. Sakura hanya menundukkan wajahnya, lalu mengangkat kepalanya. "Sakura Haruno." Balas Sakura sambil membungkukkan badannya. "Oh salam kenal juga! Kami tidak perlu mengenalkan nama kami, karena kau pasti tahu kami!" kata Naruto sambil tertawa. "Hn, mana Shikamaru?" Tanya Sasuke. "Dia ada urusan katanya." Jawab Kiba.
"Hn." Balas Sasuke.
'Dasar manusia 'Hn'' Batin Sakura.
"Mana birnya? Berikan padaku!" kata Sasuke sambil duduk dan menuntun Sakura untuk ikut duduk. "Ini, teme. Katanya ini bir keluaran baru, efeknya kuat sekali, lho!" kata Naruto sambil memberikan sebotol bir pada Sasuke.
"Hn." Balas Sasuke dan menerima botol birnya. Sasuke meminum bir itu dan menghela napasnya. "Kau juga mau, Sakura-Chan?" tawar Naruto sambil memberikan minuman itu.
"Ah… tidak usah, Naruto-senpai. Aku mau jus saja." Tolak Sakura. "Oh, kalau begitu kupesankan jus saja, ya. Bagaimana?" tawar Naruto lagi. "Uuummm… tidak masalah." Balas Sakura.
"Oi, Sora! 1 jus, ya!" pesan Naruto pada bartender yang sedang mengelap botol bir. "Oke, tunggu sebentar, Naruto." Balas Sora, si bartender. "Aku turun dulu, ya." Kata Kiba. Kiba bangkit dari sofa dan mulai nerdansa dengan gadis yang sedang berdansa di tengah-tengah.
"Ya, aku juga." Sahut Sai. Akhirnya, Kiba dan Sai urun ke tengah dan mulai berdansa.
Sakura hanya menghela napasnya dan Sora langsung datang sambil membawakan jus jeruk pada Sakura.
"Ini minumannya, nona." Kata Sora sambil menaruh jusnya di atas meja didepan Sakura. "Terima kasih." Balas Sakura. Sakura langsung meminumnya dan menaruhnya kembali di atas meja. "Hnn…" erang Sasuke. Sakura menoleh kearah Sasuke dan melihat ternyata Sasuke mabuk. Sasuke berdiri dan dia menghampiri Sakura.
"Ayo pulang." Kata Sasuke masih dalam keadaan mabuk. Sakura melihat wajahnya Sasuke yang dipenuhi dengan semburat merah. Dan Sasuke merangkul pundak Sakura dengan tangan kirinya.
"Ekh! Sasuke-senpai!" Sakura terkejut karena Sasuke merangkul Sakura dengan erat.
"Sudah kubilang, ayo pulang…" Kata Sasuke dengan erangannya. "Sasuke-senpai, kau banyak minum, kau harus tidur." Perintah Sakura sambil berdiri dan membawa Sasuke yang masih merangkulkan tangannya. "Hn.."
"Naruto-senpai, tolong hubungi keluarganya Sasuke-senpai untuk menjemputnya, aku tidak bisa menyetir…" pinta Sakura. "Oke, aku telpon pengawalnya Sasuke saja, Izumo." Balas naruto.
"Tolong, ya." Kata Sakura.
45 menit menunggu, akhirnya pengawal Sasuke yang bernama Izumo bertemu dengan Sakura yang dirangkul Sasuke dengan keadaan masih mabuk. "Sasuke-sama!" teriak Izumo karena melihat tuannya mabuk." Nona, bisa jelaskan kenapa Sasuke-sama mabuk?" Tanya Izumo.
"Sasuke-senpai minum banyak bir, makanya dia mabuk." Jelas sakura.
"Oh. Nona, tolong bawa Sasuke-sama ke dalam mobil kami yang itu. Mobil Sasuke-sama akan dibawa oleh pengawal yang lain." Jelas Izumo. "Baik."
Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke rumah kediaman Uchiha. Mobilnya berhent di rumah yang terlihat seperti istana bagi Sakura. 'Ini rumah atau istana? Besar sekali… rumahku saja tak semewah ini..' batin sakura terkagum-kagum.
Pintu besar rumah Uchiha terbuka lebar-lebar. Sakura masih membopong Sasuke. Sakura diberitahu jika kamarnya Sasuke berada di lantai 2 paling ujung.
Sakura membuka pintu kamarnya Sasuke dan menaruh Sasuke di atas ranjangnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Sasuke. Sakura menghela napas puas dan berniat untuk berdiri. Tetapi, lengan Sakura tertarik oleh tangan Sasuke dan menariknya ke atas ranjang.
Sasuke membaringkan tubuh Sakura di atas ranjang, dan Sasuke berada di atas Sakura. Sasuke memegang kedua tangan Sakura dengan kedua tangannya, da disatukan oleh tangan kiri Sasuke. Sedangkan tangan kanannya memegang punngung Sakura. Dengan cepat, Sasuke menempelkan bibirnya dengan bibir Sakura. Sasuke mencum Sakura dengan ganas, seakan ingin menghisap mulut Sakura. Lidah Sasuke meminta untuk membuka mulut Sakura yang masih tertutup. Akhirnya Sasuke menggigit bibir bawah Sakura. Sakura terkejut dan refleks mulutnya terbuka, dengan mudah Sasuke menerobos mulut Sakura dan menjilat langit-langit mulut Sakura, serta mengabsen gigi-gigi Sakura.
"Mmmmppphh…. Ngh…" desah Sakura yang tertahan karena rapatan mulut Sasuke. Sasuke melepas bibirnya dari mulut Sakura dan menjilat bibirnya sendiri.
"Sasuke-senpai, lepaskan aku….. kumohon…" pinta Sakura dengan pelan.
"Berisik!"
"KYAAA !"
Sasuke langsung menancapkan mulut ke tengkuk leher putih nan mulus Sakura, Sakura mendesah tak tertahankan. Sasuke mulai menjilati tengkuk leher Sakura dengan lambat, sehingga menimbulkan rasa geli di leher Sakura.
"Aahhh…. Aahh.. ngh….." desah Sakura mulai menjadi-jadi. Lalu Sasue menggigit leher Sakura. Refleks Sakura menjerit kecil "Ekh! Sasuke-senpai!" Sasuke tak menggubris kejutan Sakura, dia tetap menggigit, menjilat, mencium, dan mulai meninggalkan kissark disitu.
"Manis…" kata Sasuke sambil menjilati bibirnya sendiri dan muli menjulurkan bibirnya ke bawah.
"Jangan, kumohon…"
To be Continued…
HIEEEEEEEEEEE! Pada mau ada lemon, g di next chap?
Itu terserah kalian,dan moga2 pada mau bersenang hati…
R
E
V
I
E
W
Plis?
