CT belongs to Yoichi Takahashi

Sanae's Gifts belongs to Ciymii a.k.a Chappy Ruki Oguri

Warning: Maapin gaje, pendek, serta idenya pasaran. Hihi.

.

.

Sudah seminggu sejak pertandingan di Sydney, Australia.

Hari ini aku mengantarkan Tsubasa untuk check up keadaan kakinya.

"Syukurlah kakimu sudah jauh lebih baik. Sepertinya kau melakukan semua yang aku sarankan padamu." Kata sang dokter kepada Tsubasa.

"Aku ingin segera kembali bermain sepak bola. Jadi aku ingin cepat sembuh." Jawab Tsubasa bersemangat.

"Baguslah. Sepertinya istrimu berhasil membujukmu untuk melakukan apa yang aku sarankan untukmu."

"Eh?"

"Ahahaha. Iya" Jawab Tsubasa sambil menggaruk kepalanya.

Aku yang mendengar namaku di sebut-sebut mendadak merona.

Akhirnya kami selesai melakukan check up. Kami berpamitan kepada dokter dan berjalan menuju tempat parkir.

"Syukurlah kakimu sudah lebih baik, Tsubasa." Aku memulai pembicaraan.

"Ya. Aku berusaha untuk sembuh lebih cepat. Waktuku hanya seminggu kan?" tanyanya.

"Eh?" aku menatapnya penuh tanya.

"Tidak lupa kan?"

"Masih ingat ternyata. Aku kira sudah lupa."

"Tidak mungkin. Yang pertama saja begitu luar biasa. Apalagi yang kedua." Jawabnya tersenyum sambil melirikku.

"Iya. Siapkan dirimu untuk hadiah kedua." Jawabku dengan menantangnya.

"Siapa takut!" bisiknya begitu dekat di telingaku.

Wajahku mendadak merona dan aku menjadi salah tingkah.

"Jangan menggodaku." Aku mendorongnya agar dia menjauh.

"Hahaha." Tawanya.

.

.

.

Akhirnya kami tiba di suatu tempat. Lebih tepatnya di taman Hikarigaoka, tempat pertama kali Tsubasa menyatakan cintanya padaku. Oya, setelah pertandingan di Sydney, Tsubasa,aku dan anak-anak kembali ke Nankatsu hanya untuk sekedar liburan sebentar.

"Eh? Kenapa kita ke sini?" tanyanya penasaran ketika mobil yang aku kendarai berhenti di taman itu.

"Katanya mau hadiah kedua? Aku mau memberikannya di sini." Kataku sambil tersenyum. "Cepat turun." Kataku lagi yang melihat Tsubasa masih tercengang. Mungkin sedang menebak-nebak kira-kira apa yang akan aku berikan padanya.

Akhirnya ia membuka pintu mobil dan turun.

Aku berjalan ke arahnya.

"Ayo." Ajakku sambil menggandeng tangannya. Kami mulai berjalan ke tengah taman.

"Ingat tidak apa yang terjadi di tempat ini?" tanyaku.

"Hmm.. tentu saja. Tidak akan pernah lupa." Jawabnya.

Aku melepaskan gandengan tanganku padanya. Kemudian berjalan mundur beberapa langkah. Hendak menjauh darinya. Dan beberapa detik kemudian dia menyadarinya.

"Eh? Kenapa?" tanyanya bingung. Aku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

"Satu." Aku mulai menghitung. Dan dia mulai kebingungan.

"Dua."

"Tiga. SEKARANG !"

"CIIIIAAATTT"

"KYAAAAAAA"

Semua teman-teman kami sewaktu SMP keluar. Mulai melempari satu per satu barang-barang aneh seperti telur bebek, tepung, air comberan, dan entah apa lagi namanya ke arah Tsubasa.

BUAAK!

PYAAAR!

MAK KECIBUNG ! (?)

"SURPRISE!" Semua berteriak ketika semua benda-benda aneh yang mereka bawa habis untuk di lempar ke arah Tsubasa.

Tsubasa memandangi seluruh badanya yang entah kini berbentuk apa. Serta mencium bau badannya yang bikin pingsan.

"SELAMAT ULANG TAHUN, TSUBASA !"

"SELAMAT ULANG TAHUN, KAPTEN !"

Ucapan selamat ulang tahun itu satu per satu diucapkan untuk Tsubasa.

"Te-teman-teman... Terimakasih." Kata Tsubasa.

Lalu aku datang membawa kue ulang tahun yang di atasnya sudah ada lilin dengan angka 25. Aku baru sadar kalau suamiku itu ternyata masih muda sekali. Ya kan kami nikah muda dan kami sudah memiliki dua putra. Hihi.

"Selamat ulang tahun ya, Tsubasa."

"Terimakasih, Sanae." Balas Tsubasa.

"Tiup lilinnya... Tiup lilinnya... Tiup lilinnya sekarang juga." Teman-teman kini bernyanyi agar Tsubasa segera meniup lilinnya. Dan dengan segera ia meniup lilin di atas kue itu.

"Aku sudah bau dan kotor seperti ini. Kalau begitu kalian juga harus bau."

Dan aksi saling kejar-kejaran dan peluk-pelukan gaje terjadilah antara Tsubasa dan teman-temannya.

"Aku gak mau bau sama kotor!" teriak Ishizaki.

"Habis ini aku mau kencan. Jangan bauin aku!" entah yang ini teriakan siapa.

Aku hanya tersenyum memandangi aksi kekanak-kanakan itu.

Haah. Satu hadiah telah aku berikan untuk Tsubasa. Tinggal satu. Ada yang mau tahu?

.

.

TBC

Ciymii's CurCol

Minnaaaaa~~~ Akhirnya hadiah kedua bisa ciymii bikin. Ini inspirasinya dari adiknya ciymii yang barusan ultah dan dikerjain sama temen-temennya. HAHAHAHAHA. Lucuuuu~~~

Oke, untuk hadiah ketiga sebelum tanggal 28 aku publish deh ya...

Oya, ada yang mau bikinin Ciymii fict pas tanggal 21 Juli? Hihihi ^^

Maap pendek bangeet ya..

See youh :*

Semarang, 13 Juli 2013 22:07