Sesampai di apartemennya Shinn langsung melempar diri ke tempat tidur. Tangannya menutupi matanya
'Aku….Beruntung bisa sekelompok dengan Lacus'
Dia mengambil handphonenya dan melihat nomor Lacus
'Kalau aku SMS dia sekarang….Gimana ya?'
Shinn berpikir sambil menatap nomor Lacus yang terpampang di Handphonenya
'Ah…Baru dapat langsung menghubungi. Yang bener aja.'
Shinn meletakkan Handphonenya di meja sebelah tempat tidurnya dan tertidur lelap
Shinn terbangun pagi sekali. Dia masih merasa ngantuk tapi dia memutuskan untuk mandi. Setelah mandi dia memeriksa handphonenya yang berada di atas meja. Dia melihat ke handphonenya dan dia terkejut
1 New Messagge From Lacus
'Lacus? Untuk apa dia mengirim SMS?'
Dia membuka Message tersebut dan membaca isinya
'Hai Shinn! Sedang apa? Aku harap aku tidak menganggumu. Aku cuma ingin menanyakan itu saja. Dan kalau boleh kita lebih sering contact ya. Supaya kita bisa menjadi lebih akrab. Kalau kamu tidak keberatan tentunya'
"Sial! Kalau saja aku tidak tidur aku bisa SMSan dengannya" Shinn merengut
Jam menunjukkan pukul 5 pagi
'Apa ya yang bisa aku lakukan sekarang. Bosan juga.'
Shinn menatap keluar jendela melihat langit yang masih agak gelap karena matahari baru terbit.
'Aku tidur sebentar lagi ah. Masih ngantuk'
Shinn kembali tertidur di tempat tidurnya. 5 jam berlalu dia terbangun.
'Jam 10 ya? Aku ke mall dulu ah. Mau beli game Playstation terbaru'
Shinn langsung mengenakan pakaiannya dan langsung turun ke bawah mengendarai motor merahnya menuju Eternal Mall.
Di Eternal Mall
Shinn memasuki mall tersebut. Walaupun masih pagi, tapi mall itu sudah ramai pengunjung. Mall tersebut adalah yang terbesar dan terlengkap di kota Minerva.
'Ramai banget sih. Padahal aku piker pagi-pagi masih sepi. Ah…Sudahlah. Lebih baik aku langsung ke tempat game biar bisa cepat pulang'
Shinn menaiki escalator ke lantai 4 tempat took game langganannya berada. Saat dia selesai membeli game, dia keluar took dan melihat orang yang dikenalnya di depan estalase toko sebelah.
"Lacus?"
"Shinn? Wah…Sedang apa disini?" Lacus bertanya dengan senyuman di wajahnya yang membuat Shinn gugup
"Kamu….Sedang apa disini?" Shinn bertanya mencoba menyembunyikan kegugupannya. Lacus hanya tersenyum melihat Shinn menggaruk-garuk kepalanya
"Aku sedang jalan-jalan saja. Sepi tidak ada yang bisa menemani. Kamu mau tidak nemenin aku? Kalau tidak mau ya tidak apa-apa" Lacus memberi senyuman yang hangat
"Ma….Mau kok. Aku bisa menemani kamu" Shinn menjawab dengan wajah yang memerah
"Benarkah? Terimakasih ya" Lacus tersenyum dengan manis yang membuat Shinn merasa pipinya akan terbakar
"Jadi kamu mau jalan-jalan kemana?"
"Aku sebenarnya mau membeli beberapa baju. Kalau kamu tidak keberatan untuk menemaniku."
"Oh….Aku engga keberatan. Toko mana kamu biasa membeli baju?"
"Di lantai 5. Archangel Fashion Shop"
"Oke. Ayo, kita kesana" Shinn mengajak Lacus. Lacus hanya tersenyum dan berjalan di samping Shinn
'Ternyata Shinn walaupun pendiam, sebenarnya dia sangat ramah'
Sesampainya di toko Lacus langsung melihat pakaian-pakaian yang ada disana. Dia mencoba pakaian yang berkaos hitam, rok hitam bergaris-garis putih dan jaket merah
"Shinn, bagaimana menurutmu? Cocok tidak?" Lacus keluar dari ruang ganti memakai baju yang dipilihnya
"Cocok. Bagus sekali" Shinn memberi komentar
"Ternyata kamu bisa menilai pakaian untuk wanita ya" kata Lacus sambil tersenyum yang membuat Shinn memerah
Tiba-tiba…..
"Shinn! Lacus! Oi!"
Kira Yamato memanggil Shinn dan Lacus. Kira datang bersama Flay Alster menuju Shinn dan Lacus
"Sedang apa kalian berdua disini?" Flay bertanya
"Ehm… Ga…. Cuma" Shinn terbata-bata mengeluarkan kalimat
"Shinn sedang menemaniku melihat-lihat baju
"Oh begitu?" Kira memberi senyuman nakal pada Shinn yang membuat Shinn mengeram
"Kalau begitu kami duluan ya. Nanti mengganggu kencan kalian" Kira sambil tersenyum mengajak Flay pergi
"SIAPA YANG KENCAN?!" Shinn berteriak. Lacus memegang lengannya
"Sudahlah, mereka hanya bercanda. Biarkan saja" Lacus memberi senyum yang membuat Shinn diam
"Ayo ke kasir. Aku mau bayar" Lacus menarik lengan Shinn menuju kasir
"Eh iya…" Shinn membiarkan dirinya ditarik oleh Lacus menuju kasir
Setelah Membayar
"Terimakasih ya Shinn. Kamu udah nemenin aku belanja" Lacus berterimakasih sambil memberi senyuman yang membuat Shinn memerah
"I…Iya. Ga masalah" Shinn menjawab dengan grogi
"Bagaimana dengan tugas kelompok kita? Kapan kita akan mengerjakannya?"
"Bagaimana kalau besok?"
"Oke. Dimana mau mengerjakannya?"
"Di rumahku saja. Ada internet jadi ga usah repot-repot ke warnet. Jam 12 siang bisa?"
"Ehm… Bisa. Oke. Besok ya"
Setelah itu Shinn pergi kembali ke apartemennya membayangkan besok dia akan ke rumah Lacus
"Aku….Ke…Rumah Lacus?"
End Chapter 2
Review y
