[Bagian II – Pahlawan Baru]
One Punch Man © ONE & Yuusuke Murata
…
Puri Puri Prisoner mendelik pada monster di depannya. Tubuh pria tersebut sudah bersimbah darah dan babak belur–tak kuat lagi berdiri. Sial, S Class Hero macam apa dia? Apa memang dia yang terlalu lemah atau monstr tersebut yang kelewat kuat. Jika saja ada King, mungkin monster yang satu ini sudah wafat sekali lirik.
(Sayangnya, King itu sebenarnya... tidak kuat sama sekali.)
Puri Puri Prisoner sudah siap mati, ketika sang monster berjalan mendekatinya. Namun–
Craash!
–rasa sakit itu tak kunjung datang.
Pria yang tak sadar sudah menutup mata erat-erat seperti pengecut itu akhirnya membuka mata. Seorang wanita tinggi bersurai cokelat berdiri memunggunginya. Katana tajam berada digeggaman tangan kiri yang terlindungi sarung tangan fingerless sang wanita seperti mengancam si monster untuk segera pergi.
Wanita itu mengambil kuda-kuda. Kaki kirinya ditekuk hingga membentuk 90 derajat, sedangkan kaki kanan lurus ke belakang, dengan hanya jari-jari kaki yang menyentuh tanah. Pegangan katana dipegang menghadap si monster. Telapak tangan kanan menjadi tumpuan berat badan sang wanita. Dalam hitungan detik, sang wanita sudah berlari secepat kilat ke arah sang monster–yang lengannya terngah berdarah akibat sang wanita, ketika Puri Puri Prisoner terpojok tadi.
Sang monster mengayunkan lengannya yang tak berdarah, hendak mencengkram sang wanita, namun sang wanita lebih cepat. Sang wanita melompat tepat ketika tangan sang monster yang hendak mencengkramnya menyentuh tanah, sehingga tanah langsung retak dan menerbangkan tanah-tanah tersebut. Wanita itu terus melompat, mengambil tanah-tanah yang beterbangan tersebut sebagai pijakan, hingga akhirnya melompat sampai ke atas kepala sang monster.
Ia mengeluarkan seringai seram.
"The end."
Puri Puri Prisoner menatapnya dengan terbelalak, sebelum akhirnya semua menjadi gelap.
"Cih, kalau kalian berani memanggil kami semua kemari hanya demi hal yang tidak penting–"
"Tenang, Tatsumaki-san. Kami memanggil kalian dengan sengaja, agar bisa memperkenalkan seorang pahlawan baru..."
"Oh? Memangnya aku peduli?"
"... Dia adalah seorang S Class."
Pandangan tak percaya langsung ditujukan pada sang eksekutif Hero Association. Bahkan Tatsumaki yang mengomel dari tadi pun bungkam. Melihat kondisi yang sudah tenang, sang eksekutif berdeham dan berkata: "Yamimi-san, silakan masuk."
Semua orang menahan napas dan terpaku, takjub akan kecantikan wanita yang masuk ke dalam ruangan. Surai cokelat panjang miliknya terlihat sedikit kemerahan tertimpa cahaya lampu, manik hijau zamrudnya tampak bening, dan kulitnya putih pucat bak boneka porselen. Wanita itu mengenakan choker abu-abu, jaket tanpa lengan yang berwarna hitam, dress selutut yang senada dengan chokernya, dan sepatu bot hitam.
Wanita itu hanya memandang mereka datar, seakan tak tertarik. Ia hnya mengangguk pada mereka dan melipat kedua tangan di depan dada. "Yamimi. Salam kenal," ucapnya bosan.
"K-kau yang waktu itu...!" ucap Puri Puri Prisoner. Yamimi hanya mengedipkan kedua matanya. "Oh, kau lagi." balas Yamimi.
Genos terdiam. Bukannya wanita ini adalah...
... Yamika?
TBC
don't forget to review~
Minimal 4 review buat update an minggu depan. No review no update.
iwanagahimesama
