THANK YOU
Naruto – Kishimoto Masashi
Ino membuka matanya perlahan, merasakan kembali cahaya menerangi indra penglihatannya. Tubuhnya terasa kaku dan sakit. Ino berusaha keras untuk duduk. Dia menyandarkan punggungnya ke dinding di belakangnya. Ino mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Ini… di mana?"
Dia berada di ruangan yang cukup luas. Sebuah lemari kayu terletak di pojok ruangan. Di samping Ino ada meja yang penuh dengan obat. Selang infus terpasang di tangannya. Ino mencoba mengingat apa yang terjadi padanya.
'Cklek'
Ino menoleh. Seorang pria berambut hitam memasuki ruangan tempatnya berada. Pria itu terlihat kaget saat melihat Ino. Baru saja Ino akan bertanya, pria itu sudah memeluknya dengan erat.
"Syukurlah, syukurlah kau sudah sadar Ino." kata pria itu.
"… Anda siapa…?"
Pria itu melepas pelukannya. Dia memandang Ino heran. Ino hanya diam menunggu jawaban.
"Kau… tidak mengingatku?"
Ino menggeleng pelan. Dia yakin tidak pernah bertemu dengan pria di depannya.
"… Aku Itachi… saudara jauhmu." ujarnya.
"Aku tak ingat kita pernah bertemu…" kata Ino.
"Pernah, sewaktu kau masih sangat kecil. Selama ini aku tinggal di luar negeri." kata Itachi.
"Benarkah? Di mana ayahku?" tanya Ino.
"Ino… kau tidak ingat apa yang terjadi?" Itachi bertanya pelan.
"Apa yang terjadi padaku?"
"Ayahmu… sudah meninggal Ino…" ujar Itachi pelan.
"A-apa? Ti-tidak mungkin! A-apa yang sebenarnya terjadi?"
Itachi terdiam melihat Ino. Dia menghela napas.
"… Kecelakaan mobil. Kau dan ayahmu terluka sangat parah. Kau beruntung hanya mengalami koma, tapi… ayahmu tak bisa diselamatkan…"
Ino tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Kalau itu benar, mengapa ia tak dapat mengingat apapun tentang kejadian itu?
"Ti-tidak… aku tidak percaya!" teriak Ino.
"Ino…"
"Ugh…"
Kepala Ino terasa sangat sakit di bagian belakang. Rasanya kepalanya seperti mau pecah.
"Ino? Kau tidak apa-apa?" tanya Itachi melihat ekspresi Ino yang kesakitan.
"Kepalaku… sakit…"
Itachi segera mengambil sebotol obat di meja. Dia memasukkan serbuk dalam botol itu ke dalam segelas air. Setelah obat itu tercampur Itachi memberikannya pada Ino.
"Minumlah, ini akan meringankan rasa sakitnya."
Ino bersusah payah untuk meneguknya. Rasa sakit di kepalanya perlahan-lahan menghilang.
"Kau baru saja sadar dari koma, sebaiknya kau kembali beristirahat Ino." Itachi membantu Ino untuk berbaring.
"Aku akan menceritakan semuanya saat keadaanmu sudah lebih baik."
Itachi berjalan keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Ino sendirian dalam kebingungan.
