Mawar Biru

.

.

.

Yaoi-BL / Jimin x Yoongi / MinYoon / BTS

.

.

Don't like this couple just click the close button above, kay?

.

.

Pagi hari yang sejuk, campuran aroma dari berbagai bunga menghampiri indra penciuman seorang pemuda tampan yang bekerja sebagai pengrajin bunga. Jimin, pemuda itu, memetik satu per satu bunga yang akan dibuatnya menjadi sebuah buket. Pesanan yang baru saja masuk pagi-pagi sekali hari ini.

"Jiminie, apa bunganya sudah selesai?" Kepala Seokjin menyembul dari balik pintu kaca di belakang Jimin, Jimin menoleh sebentar kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya. "Sedikit lagi hyung."

"Semangat tampan! Buat bunga yang indah yaa!"

Si pemuda cantik yang merangkap sebagai pemilik toko bunga bernama 'Fiore' itu kembali ke depan saat mendengar seseorang mengunjungi tokonya. "Sebentar, aku segera datang."

.

.

.

Bibir gendut Seokjin membulat ketika melihat siapa pengunjung tokonya, seorang pemuda mungil nan manis yang pernah singgah beberapa waktu lalu. Yoongi. Tentu saja Seokjin ingat, pemuda manis inilah yang diceritakan oleh pegawai termudanya tempo hari. Jimin membuat buket bungan mawar biru yang ditanamnya sendiri untuk orang yang spesial, katanya. Seokjin kesal, sedikit, pasalnya Jimin bahkan belum pernah melihat indahnya bunga yang dirahasiakan si Jimin itu. Bukan, Seokjin tidak marah, malah merasa gemas pada pemuda yang belum lama bekerja padanya. Remaja yang sedang jatuh cinta memang manis!

"Yoongi, ya?" Seokjin bertanya lembut pada si manis yang masih berdiri diam di hadapannya.

"Eh? I-iya. Dari mana anda.. Tahu?" Tanya Yoongi sedikit ragu takut menyinggung seseorang didepannya ini.

"Eii, santai saja denganku, panggil hyung saja, oke? Aku Seokjin, Kim Seokjin." Seokjin tersenyum manis, manis sekali sambil mengedipkan matanya. Dan saat itu juga Yoongi terperangah, pertama kali dalam hidupnya ia melihat laki-laki yang luar biasa cantik.

"Ba-baik, Seokjin hyung." Yoongi membalas senyum Seokjin kemudian menerima jabatan tangan pemuda itu. Apa tadi Yoongi melamun terlalu lama? Sampai-sampai tidak sadar kalau Seokjin sudah menjulurkan tangannya.

"Omo! Tanganmu lembut sekali Yoongi! Seperti bayi aaah lembut sekali!" Seokjin berseru heboh ketika telapak tangannya bersentuhan dengan kulit Yoongi, tekstur yang sangat lembut, sangat sempurna dipadukan dengan kulit susunya. Yoongi menggaruk tengkuknya bingung, sementara Seokjin masi kelewat heboh sambil mengusapkan punggung tangan Yoongi di pipinya. Dasar aneh.

.

.

.

Jimin yang baru saja selesai membuat buket terkejut melihat kehadiran Yoongi, untuk beberapa detik keduanya beradu tatap dengan Yoongi yang tampak memelas pada Jimin untuk segera melepaskannya dari Seokjin. Mata sipit Yoongi menyayu lucu, dan tentu saja Seokjin tidak melihatnya. Jimin hanya tertawa tanpa suara, sama sekali belu ingin membantu.

"Ekhem.. Seokjin hyung. Kasihan anak orang diuyel-uyel begitu." Seokjin segera melepaskan cubitannya yang sudah beralih pada pipi Yoongi kemudian mendengus tak suka. "Jika mau tahu siapa yang memberitahu soal kamu padaku, ini dia pelakunya." Ujar Seokjin menjawab pertanyaan yang tak terucap Yoongi sambil menusuk-nusuk pipi Jimin dengan telunjuknya. "Eii hyung, aku bukan anak kecil!"

"Biar saja, kau pendek. Wee!" Menjulurkan lidah, saat ini pemuda yang berusia paling tua diantara ketiganya tampak tak lebih dari seorang bocah. "Eh, lagi pula kalian berdua 'kan sama-sama pendek jadi cocok. Imut dan manis sekali. Hohoho."

"Ya hyung!"

"Sudah-sudah. Aku mau pergi mengantar bunga dulu. Baik-baik yaa ~" Dan dengan begitu Seokjin berlalu begitu saja meninggalkan dua orang di dalam sana. Walaupun ia adalah pemilik toko, Seokjin tetap sering mengantarkan bunga pesanannya sendiri. Bermodalkan sepeda dengan keranjang di bagian depan. Pemuda cantik itu kemudian melenggang pergi mengayuh sepeda berwarna merah muda miliknya. Tanpa tahu apa yang akan ditemuinya setelah ini.

.

.

.

Oops, ternyata kita melupakan seseorang, Yoongi. Sedari tadi diam mematung semenjak Jimin datang, si manis hanya memperhatikan interaksi antara bos dan pegawai yang begitu dekat. Jimin menyimpan buket yang telah dibuatnya di meja. Menarik tangan Yoongi dan membawanya ke depan toko untuk duduk di sebuah ayunan yang memang disediakan di sana bagi pengunjung yang membawa anak kecil.

Mereka duduk berhadapan, bias cahaya mentari pagi menghangatkan suasana diantara keduanya. Yoongi terpana melihat bola mata bewarna biru jernih milik Jimin. Sangat indah diterpa cahaya, ibarat lautan yang memantulkan cahaya mata hari. Biru menenangkan dan Yoongi sangat suka itu. Pemuda di hadapannya membuka suara, memutus lamunan Yoongi akan mari-mengagumi-betapa-tampan-seorang-Park-Jimin nya.

"Kenapa hyung datang pagi-pagi sekali?"

"Apa kau bertanya? Aku membaca pesanmu." Yoongi merengut, bagaimana bisa Jimin bertanya seperti itu.

"Oh, haha. Aku tak menyangka hyung menemukannya."

"Tentu saja. Dan apa kau tidak bisa meletakkannya diluar saja? Mana aku tahu kalau ada satu surat lagi di dalam. Untung saja aku membongkar buketnya." Yoongi mengoceh, panjang nan lebar yang sangat bukan merupakan tipikal Min Yoongi.

"Tapi hyung menemukannya, 'kan?"

"Tch. Iya. Tapi Kenapa harus disimpan di situ, sih?"

"Entah." Jimin mengedikkan bahunya. "Aku hanya merasa kalau hyung akan membuka buket bunga yang kuberikan."

"Percaya diri sekali. " Yoongi mencibir, bibir tipisnya menekuk disudut bermaksud tampak sinis tapi malah jatuhnya lucu di mata Jimin.

"Tapi kenyataannya begitu 'kan. Haha."

"Ya, ya. Terserahmu saja."

Jimin tertawa, lagi. "Aku hanya tak menyangka hyung benar-benar datang." Jimin mengusak rambut Yoongi gemas. "Jadi, jawabannya?" Jimin bertanya, menatap mata Yoongi dalam. Menenggelamkan si pemuda manis yang di tatapnya. Dan sontak membuat Yoongi menjawab dengan pasti...

"Ya." Sedetik kemudian Yoongi tersenyum lebar, manis sekali.

.

.

.

.

.

.

Hyung, kau membacanya? Itu artinya kau menemukan surat ini. Haha aku senang!

Err.. Jangan bertanya mengapa aku melakukan ini, aku hanya merasa kalau kita perlu untuk jalan-jalan berdua? Mungkin?

Datanglah ke Fiore kapanpun Yoongi hyung mau.

P.J.M

Yoongi menyimpan apik semua pemberian Jimin. Mawar biru yang sudah berpindah tempat ke dalam sebuh vas berwarna putih diletakkannya di sisi tempat tisur, beserta dua surat yang tersimpan rapi di laci mejanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Lagi, apa ini? #kabur