Disclaimer:
Danball Senki series © Level-5
Warning:
OOC, TYPO, NGACO!
Important Note:
Tidak ada satu pun Kuyo yang terluka dan terancam nyawanya selama proses pembuatan fic ini karena ybs sudah seenak jidat menjadikan seorang Kaidou Jin menjadi seorang pemuda yang gemar bertani—hanya saja di tengah proses pembuatan, listrik di rumah sang penulis sempat mati tatkala proses pengetikan sampai TEPAT di bagian saat Jin dijodohkan dengan Putri Kousuke; sehingga hal ini sempat membuat proses penulisan menjadi terhambat sampai kurang lebih dua jam lamanya.
Sejujurnya, Kousuke sudah menyiapkan rencana busuk di dalam kepalanya.
Kira-kira, beginilah isinya:
Ia akan memaksa orang random untuk berpura-pura menjadi kekasihnya, kemudian, ia akan menyeret pria (malang) tersebut ke hadapan kedua orangtuanya, lalu meminta mereka untuk membatalkan perjodohannya dengan pangeran dari kerajaan nun jauh di seberang sana tersebut. Nah, begitu rencana perjodohan itu batal, maka selesai sudah urusan Kousuke dengan orang random tersebut. Habis manis sepah dibuang; begitu selesai dimanfaatkan, Kousuke akan segera mencampakkan pria tersebut.
(PS: Sifat buruk Kousuke yang seperti ini mungkin bawaan DNA negatif dari sang ayah.)
Betrothed Princess
—putri yang dijodohkan—
Nah, kita sudah cukup banyak menyorot kehidupan tentang Putri Kousuke. Sekarang, mari kita tengok sosok lain yang turut ikut ambil bagian yang penting dalam cerita ini.
Alkisah, di sebuah kerajaan nun jauh di seberang sana, tinggalah seorang pemuda berusia 17 tahun. Menurut kabar burung yang beredar, konon katanya pemuda ini adalah sosok pemuda yang baik, tampan, pintar, dan gemar menabung. Hobinya adalah bertani menanam sayur dan buah-buahan di pekarangan. Meskipun dirinya sudah menginjak usia 17, namun ia belum juga (dikaruniai) seorang pacar. Hal ini membuat dirinya kadang-kadang digoda oleh remaja lelaki seusianya yang senang berlaku iseng. Akan tetapi, pemuda ini menanggapi ejekan-ejekan tersebut dengan kalem. Ia tetap melanjutkan kegiatan bertanamnya dengan giat dan tekun.
Saat ditanya mengapa ia belum juga memiliki seorang pacar, jawabannya cuma satu: belum ada yang nampol di hati.
Pemuda itu hanya tinggal berdua saja dengan kakeknya yang sudah tua renta dan kelihatannya akan segera tutup usia. Meskipun begitu, pemuda ini tetap setia berbakti kepada sang kakek dengan sepenuh hati.
"Uhuk-uhuk, cucuku…" gumam sang kakek dengan suara gemetar, "..hidup kakek… kelihatannya tidak akan lama lagi…"
"Iya, kakek." Jawab pemuda itu kalem, "aku akan selalu bersama kakek hingga waktu kakek berakhir…"
"Uhuk, uhuk—" sang kakek kembali terbatuk dengan lancar, "tapi, cu. Kakek belum bisa tenang kalau cucu belum… uhuk..!" batuk sang kakek terdengar semakin keras. Sang cucu berusaha membuat kondisi sang kakek lebih baik dengan mengelus pundaknya secara lembut dan memberinya segelas air. "Kakek, minum dulu…"
"..Uhuk, terima..kasih… cu…" dengan suara lirih, sang kakek berterima kasih pada sang cucu. Setelah menenggak sejumlah air, sang kakek melanjutkan kembali perkataannya yang sempat terinterupsi oleh batuknya sendiri.
"Haah… sebelum..kakek..meninggal, kakek punya satu permintaan…"
Sang pemuda tersenyum lembut seraya meremas pelan telapak tangan kakeknya. "Katakan saja, kek. Aku akan berusaha memenuhinya semampuku," tuturnya perlahan di dekat telinga sang kakek yang terbaring di atas kasur peristirahatannya.
"…Kakek ingin…"
"..Ya?"
"..Kakek..ingin….uhuk—haah, sebelum kakek meninggal…"
Sang cucu hanya diam dan menunggu kakeknya untuk menyelesaikan kalimatnya.
"..Sebelum kakek meninggal…."
"..Sebelum kakek minggal…?"
"Sebelum kakek meninggal…"
"..Ya..?"
"Sebelum kakek meninggal…"
"Sebelum kakek meninggal, kakek ingin apa?" pemuda itu membantu sang kakek dengan menuntunnya meneruskan kembali perkataannya yang terus terulang tadi. Sebab, maklumlah. Sang kakek sudah tua dan pikun, jadi tak jarang jika ia lupa dengan kalimat yang hendak diucapkannya sendiri.
"Ah, iya. Sebelum kakek meninggal… kakek ingin… melihatmu menikah, cu."
Perkataan yang dilontarkan oleh sang kakek dengan suara pelan itu terasa bagaikan gemuruh petir di sekitar areal SUTET bagi sang cucu.
"Eh..? Me-me-me-menikah?" sang cucu bukan main terkejut setengah mati. Menikah? Hah..? Sempat jatuh cinta apalagi pacaran saja belum pernah; masa, sih… tiba-tiba saja ia harus menikah…?
Terlebih lagi, di mana ia bisa menemukan calon istri dalam waktu dekat ini?
"Jangan kuatir, cu…" dengan gemetar, sang kakek menyerahkan sebuah gulungan pada sang cucu. "Tadi siang… saat cucu sedang berkebun, ada perwakilan…dari kerajaan yang jauh… datang kemari… uhuk," sang kakek terbatuk dulu sebentar, "…mereka menawarkan.. rencana perjodohan..pada kerajaan kita…."
Oh, rupanya gulungan yang dipegang sang kakek adalah gulungan berisi tawaran perjodohan tersebut. "..Lalu?" sebelah alis sang cucu naik ke atas, penasaran dengan kelanjutan cerita sang kakek.
"..Kemudian… tanpa ambil pusing, kakek… segera menerima..tawaran itu…" pria tua yang rupanya menjabat sebagai kepala kerajaan itu mengambil nafas sebentar, "..jadi…dalam waktu dekat ini, kau akan segera beristri, cucuku.."
Tik.
Tik.
Tik.
…Oke..
..Kalau boleh jujur, rasanya semua ini terlalu tiba-tiba dan mengejutkan bagi sang cucu. Padahal, rasa-rasanya baru sejam yang lalu ia masih menikmati hidupnya sebagai seorang pemuda lajang yang gemar menanam sayur dan buah-buahan di pekarangan. Tapi sekarang, semua itu telah berubah. Statusnya kini tak ubahnya seperti "Siti Nurbaya". Hanya saja, dirinya dijodohkan bukan karena ayahnya terlilit hutang; melainkan karena permintaan terakhir dari sang kakek, sebelum yang bersangkutan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Karena dirinya adalah seorang cucu yang berbakti pada kakeknya, maka pemuda itu pun patuh saja terhadap permintaan sang kakek. Tanpa adanya perdebatan maupun perlawanan, pemuda itu menganggukkan sebuah persetujuan, walaupun sebetulnya ia sendiri tak tahu, apakah ia benar-benar yakin dan tulus menyanggupi permintaan dari kakeknya tersebut atau tidak.
Singkat cerita, dalam kurun waktu satu minggu lagi, kedua pasangan yang dijodohkan ini akan saling dipertemukan di Kerajaan Kamiya. Karena letak kedua kerajaan ini sangat jauh, maka dalam waktu dua-tiga hari lagi, sang pemuda, alias sang putra mahkota, harus sudah bersiap dan berangkat dari kerajaannya menuju istana di mana calon istrinya, Putri Kousuke, tinggal dan dibesarkan di sana.
Sehari sebelum keberangkatannya, sang pangeran sempat berpamitan kepada teman-teman sebayanya, sekaligus meminta masukan dari mereka mengenai bagaimana cara menghadapi seorang wanita. Sebabnya, pengalaman cinta sang pangeran betul-betul nol besar.
Jangankan soal cinta; memikirkan soal wanita saja rasanya sang pangeran belum pernah. Sebab, selama ini dirinya selalu disibukkan dengan kegiatan menanam sayur dan buah-buahan—yah, selain disibukkan dengan kesibukan yang lain sebagai putra mahkota, tentu saja.
Setelah mendapat beberapa tips dan trik dari para kawan sehandainya, Kaidou Jin, sang pangeran dari Kerajaan Kaidou pun akhirnya berpamitan kepada mereka. Tak lupa ia juga memohon doa restu dari mereka semua.
"Selama aku pergi, tolong jaga kebun sayur dan buahku, ya." Ucapnya lagi sebelum pemuda itu benar-benar meninggalkan teman-teman sebayanya. Hm, begitu rupanya. Pantas saja selama ini ia belum pernah dapat pacar. Rupanya isi kepalanya cuma tanaman dan tanaman melulu.
Tanpa mengetahui bahwa roda takdir mulai berputar, Kaidou Jin pun menaiki kuda putih miliknya yang gagah, menuju ke istana sang putri yang kelak akan menjadi permaisurinya. Kepalan tangan pada tali kekang kudanya mengeras saat pemuda itu memberi isyarat pada sang kuda untuk mulai berjalan.
"Heah!"
Langkah kaki segerombolan pasukan berkuda terlihat meninggalkan kepulan debu di belakang mereka. Menciptakan jejak-jejak menyerupai huruf U di sepanjang jalan yang mereka lalui.
(Akankah Kousuke berhasil menemukan sosok yang akan berpura-pura menjadi pasangannya sebelum Jin tiba? Mari kita nantikan kelanjutannya…)
(Bersambung)
A/N:
Asem, pake acara kena mati listrik segala. Saya mulai kapok pairingin seme!Jin sama chara lain; apalagi kalo pasangannya si Lele itu. Brrr. Bisa mati listrik seminggu kali ya rumah saya? #plak #NGARANG
(BTW kenapa ini A/N isinya malah curcol?)
Kembali, kalo nemu typo or apa, maklumin aja ya hehe. Yah, pokoknya doain aja semoga saya bisa update fic ini secepatnya. K see ya~
