Title :

"Baby And Daddy"

Cast :

- Byun Baek Hyun

- Park Chan Yeol

-Etc

Gendre :

- Incest, Pedophilia, Genderswich, Dark, Dirty talk, Lil bit BDSM !!

Rate :

Mature, NC21, Explicit !!

Lenght :

Chaptered

Disclaimer :

Ini ff asli buatan saya jika ada kesamaaan cerita sungguh bukan unsur kesengajaan.

Bila tidak suka dengan couple yang saya buat tolong jangan bash mereka, bash saya saja :)

Di mohon untuk tidak memplagiat, orang pintar pasti menghargai karya orang lain :)

Ingat, Tuhan lihat apa yang kamu lakuin.

Mereka milik Tuhan, Family, Agency, dan Fans. Saya hanya menggunakan nama mereka sebagai ide cerita saya.

Warning !!!

Untuk anti gs-gs club, boleh meninggalkan story ini. Jadilah pembaca yang bijak dan pintar dalam memilih bacaan.

Untuk anda yang merasa belum layak membaca cerita ini, dimohon untuk meninggalkan cerita ini. Saya sudah memperingati, selebihnya anda yang menentukan.

Pintu keluar ada di sebelah kiri. Terimakasih.

Attention !!

TOLONG JANGAN JADI PEMBACA GELAP DAN BERHENTI COMMENT "NEXT" "LANJUT" "FAST UP". PERCAYALAH MENGETIK TIDAK SEMUDAH SAAT KALIAN MENGETIK 3 KATA ITU. TERIMAKASIH.

Happy reading

Baby And Daddy

Chanyeol pov

Hari ini aku dan Baekhyun akan berbelanja baju baru untuk Baekhyun. Aku ingin mengganti semua celana Baekhyun dengan rok mini. Jika sewaktu-waku aku ingin memasukinya aku rasa itu akan lebih mudah. Iyakan?

Baekhyun tersenyum kala ia menghampiriku dikamar. Gadis kecilku sudah duduk manis dipangkuanku.

"Good morning Daddy," sapanya sambil mencium pipiku.

"Morning little girl," aku pun mencium pipi mulusnya. Aku selalu menyukai setiap kali burat merah itu tercetak dipipinya kala aku menciumnya.

"Hari ini kita jadi berbelanjakan Dad?" Baekhyun menatapku penuh harap, ia selalu menyukai agenda berbelanja bersamaku.

"Tentu saja. Apa kau ingin membeli sesuatu?" Gadis ku mengangguk antusias.

"Aku ingin boneka Bunny dan Teddy," ucapnya sambil menampakan gigi kelinci putih dan rapihnya.

"Kalau begitu ayo kita berangkat," Baekhyun bersorak girang. Aku sangat menyukai gadis kecilku.

Author pov

Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di pusat perbelanjaan milik Chanyeol. Akhir pekan mereka dihabiskan berkeliling, membeli apapun yang Baekhyun mau. Chanyeol membiarkan Baekhyun memilih apapun yang ia suka.

Sebenarnya Baekhyun sedikit bingung jika Chanyeol memang tidak mengadopsinya sebagai anak mengapa ia begitu memanjakan Baekhyun? Pria tampan itu menyekolahkannya disekolah terbaik di Korea, memfasilitasi semua kebutuhan Baekhyun, selalu memanjakannya dan selalu menomor 1 kannya diatas pekerjaannya.

Usia Chanyeol memang baru 33 tahun, sudah layak untuk menikah. Tapi untuk punya anak seusia Baekhyun rasanya itu terlalu muda.

Ah sudahlah Baekhyun tidak terlalu ingin ambil pusing apapun status yang Chanyeol inginkan Baekhyun akan menurutinya. Ia bahagia untuk semua kasih sayang yang Chanyeol berikan padanya.

Mereka sekarang berada disebuah toko baju merek terkenal dunia, setelah Baekhyun membeli boneka-boneka yang ia mau terlebih dahulu.

Baekhyun sedikit mengernyit kala Chanyeol memilihkan semua baju untuknya berwarna pink, ia suka pink tapi tidak semua seperti ini.

"Pink?" Baekhyun sedikit memiringkan kepalanya.

"Kau tak suka?" Chanyeol mengusak kepala Baekhyun. Ia tau pasti gadisnya sedikit bingung dan tidak suka.

Ia juga tidak tau mengapa ia memilihkan semua pakaian untuk Baekhyun berwarna pink. Ia tidak menyukai warna merah muda yang terkesan sangat wanita itu, tapi saat melihat Baekhyun mengenakan pakaian berwarna merah muda, entah mengapa Baekhyun terlihat sangat sexy.

"Aku menyukainya Dad," Baekhyun langsung memeluk Chanyeol, walau sebenarnya ia biasa saja tapi ia tidak ingin membuat Daddy nya kecewa.

Chanyeol langsung melumat bibir gadis itu, tidak peduli tatapan orang juga para pegawai yang melihatnya. Baekhyun pun demikian, ia acuh saja. Apa salahnya ia berciuman dengan Daddy nya sendiri.

Chanyeol pov

Hari ini, setelah aku dan Baekhyun berkeliling pusat perbelanjaan sehariaan. Baekhyun tertidur pulas karna kelelahan.

Ku baringkan tubuh mungil nan berisi yang begitu menggiurkan. Sejauh ini Baekhyun belum ku ajak masuk sepenuhnya dalam duniaku. Aku masih membiarkannya beradaptasi walau kadang setiap kali melihatnya, iblis didalam tubuhku seolah berkata "Bukan salahmu jika kau tergoda," namun begitu aku tetap menahannya sampai waktunya tiba.

Waktu dimana ia akan merintih dan mendesahkan namaku, meminta lebih dibawahku.

Sudah ku lucuti pakaian yang ia kenakan. Sekarang ia hanya mengenakan pakaian dalam yang ku belikan minggu lalu. Ia terlihat sangat indah dengan warna merah muda itu. Aku sangat menyukai gadis kecilku, ia begitu patuh dan penurut. Rasanya aku tidak sabar membawanya keduniaku.

Membayangkan ia mengikuti semua permainanku benar-benar membuatku gila.

"Good night little girl,"

Lagi-lagi malam ini aku ditemani dengan sebotol wine yang senantiasa menemaniku. Sekedar meredam hasratku pada gadis kecilku.

8 tahun yang lalu semua tidak terasa begitu gila seperti sekarang. Baekhyun tumbuh terlalu cepat dan sungguh aku sangat menyukainya.

Jika aku boleh jujur, sebenarnya Baekhyun adalah anak kandungku hasil dari buah kesalahan dan ketidak sengajaanku dimasa lalu.

Saat usia ku 18 tahun, aku tidak sengaja memperkosa anak salah satu maid ku hingga ia hamil. Hari itu, hari dimana kelulusanku di SHS, aku mabuk berat dan anak maid ku itulah yang menjadi pelampiasan nafsuku. Aku bahkan tidak bisa memilih dengan siapa nafsu ku harus ku lampiaskan.

Orangtuaku tidak menyuruhku untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku. Bukan karna tak ingin tanggung jawab.

Well, bagaimana pun gadis itu hanya anak seorang maid sedangkan aku putra salah satu pengusaha besar di Korea. Tidak bermaksud merendahkan. Namun nama baik keluarga serta kredibilitas dimata kolega selalu dinomer satukan.

Walau pun aku tak menikahinya, bukan berarti aku melepas tanggung jawabku. Orangtuaku tetap membiayai semua keperluan selama kehamilan gadis itu, hingga ia melahirkan. Kami tak berniat membunuh bayi yang bahkan tak berdosa itu.

Setelah ia melahirkan, ia sekeluarga kecuali ayah dan bayinya -juga bayiku-, dipulangkan oleh orangtuaku, sekedar menghilangkan jejak.

Ayahnya tetap bekerja pada keluargaku, itu permintaannya. Ia bekerja pada keluargaku bahkan jauh sebelum aku dilahirkan, dedikasi pada keluarga ku sangat tinggi dan ia pun berjanji akan membungkam rapat mulutnya pada semua hal yang telah terjadi.

Dan bayi itu tetap tinggal bersama denganku. Bayi perempuan cantik dan manis, aku memberinya nama kala itu Baekhee dan setelah ia ku masukan ke pati asuhan, ku ganti namanya menjadi Baekhyun. Aku tak berminat untuk menjadi ayah saat itu.

Come on, saat itu bahkan aku hanya bocah belasan tahun, mana mungkin aku menjadi ayah diusia mudaku.

Aku tidak terlalu peduli, namun juga tidak serta-merta mengabaikannya. Semua berjalan biasa saja.

Hingga pada suatu ketika, kala itu Baekhyun sudah berusia 6 tahun dan sungguh pikiranku sangat terganggu setiap kali gadis kecil itu berkeliaran tanpa busana dihadapanku.

Jiwa dominant dan pedophilia kala itu benar-benar merusak isi kepalaku. Aku ingin sekali menerkamnya.

Hingga akhirnya ku putuskan untuk menitipkan Baekhyun dipanti asuhan dengan semua fasilitas yang tetap ku beri, meski ia tak tau jika aku ayahnya. Dan tak membiarkan siapa pun untuk mengadopsinya. Aku tau Baekhyun bocah yang sangat manis pasti banyak yang menginginkannya.

Bukan karna aku menghindar untuk melecehkannya kala itu. Aku hanya mempersiapkan tubuh Baekhyun sampai ia benar-benar tumbuh menjadi wanita cantik seperti sekarang. Ku pikir saat itu Baekhyun masih terlalu kecil untuk ku nikmati.

Dan kesabaranku membuahkan hasil. Dan ya saat ini Baekhyun tumbuh seperti yang aku harapkan.

Oh my little girl, you make me going crazy.

Author pov

"Daddy," Baekhyun melenggang masuk ke kamar besar Chanyeol.

"Ada apa little girl?" Chanyeol mengusak rambut Baekhyun yang sudah duduk manis dipangkuannya.

"Aku bosan," rengek Baekhyun manja.

"Kau ingin menonton kartun kesukaanmu?" Chanyeol mulai menyalakan laptop dihadapannya.

"Tidak, aku bosan menonton itu. Aku ingin menonton yang lain," Baekhyun terus merengek.

Chanyeol mengernyit, berpikir sejenak. Baekhyun sudah menonton semua film kartun yang ada laptop nya. Ia bahkan belum mengunduh film kartun lagi.

"Ini film apa Daddy?" Baekhyun memiringkan kepalanya kala Chanyeol mulai memutar sebuah film setelah mengotak-atik laptopnya.

"Mengapa wanita itu diikat, Daddy?" Baekhyun semakin mengernyit kala layar laptop sang Daddy menampilkan adegan seorang submissive yang diikat tangan dan kakinya, bahkan hampir sekujur tubuhnya dengan mata diikat pula.

"Dia sedang mendapat hukuman sayang, karna ia nakal," ucap Chanyeol. "Daddy juga akan menghukummu jika kau nakal," sambung Chanyeol.

"Baekkie, tidak akan nakal Dad," cicit Baekhyun takut.

"Bagus, jadilah anak baik dan penurut," Baekhyun mengangguk patuh. Chanyeol tersenyum lalu mengelus rambut Baekhyun.

Mereka kembali menonton film yang sedang diputar di laptop Chanyeol. Pria besar itu mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Baekhyun. Mengendus wangi rambut Baekhyun yang beraromakan strawberry.

Plak.

Plak.

Plak.

Plak.

Suara tamparan pada bokong wanita dalam film itu, membuat fantasi seorang Park Chanyeol meliar. Dalam pikirannya ia pun sedang menampar bokong sintal Baekhyun hingga berwarna merah.

Pasti sangat nikamat rasanya, pikir Chanyeol.

"Oh ya tuhan!" pekik Baekhyun kaget, hal itu sukses membuyarkan fantasi liar Chanyeol.

"Daddy mengapa pria itu jahat? Lihat dia memukul gadis itu. Pasti sakit sekali," cicit Baekhyun iba.

"Tidak little girl. Pria itu tidak menyakiti wanita itu. Ketahuilah wanita itu menikmati semua rasa sakitnya," bisik Chanyeol sambil mengelus paha Baekhyun yang tak tertutup roknya.

"Benarkah?"

"Yap, tentu saja,"

"Tapi itu pasti sakit Dad,"

"Sudah berhenti bicara, kita lanjutkan lagi menonton oke," Baekhyun menganggukkan kepalanya.

Baekhyun menonton dengan serius film yang diputar. Chanyeol meraba paha mulus Baekhyun, terasa halus dan sangat kenyal. Tubuh Baekhyun menegang kala tangan nakal Chanyeol meraba paha bagian dalamnya.

Bulu halus ditubuh Baekhyun meremang. Baekhyun secara otomatis merapatkan kedua kakinya kala jari besar Chanyeol mengelus miliknya. Membuat garis lurus secara perlahan.

"Da-ddy," suara Baekhyun terdengar bergetar.

"Yas little girl," jawab Chanyeol, ia tau Baekhyun tengah terangsang dengan sentuhannya. Bukannya berhenti ia justru semakin mempercepat gerakan tangannya.

"Da-ddy," suara Baekhyun terdengar berat, nafasnya pun seperti tersendat.

"Kau merasakan sesuatu yang lembab di area sensitifmu little girl?" Baekhyun menganggukan kepalanya.

"Jawab Daddy,"

"Iya Da-ddy,"

"Iya apa? Jawab yang benar little girl!" sifat dominant Chanyeol keluar. Tangan sebelahnya yang tadi hanya diam saja kini meremas paha Baekhyun kuat. Bahkan gadis itu sempat meringis kesakitan.

"Aku merasakan seperti pipis dicelana. Tapi sungguh Dad, aku tidak mengompol," ucap Baekhyun seperti ketakutan. Chanyeol tersenyum miring, bahkan Baekhyun terlalu polos untuk tau apa yang telah terjadi padanya.

Chanyeol menggeser laptopnya dan beberapa berkas yang berada dimeja. Lalu mengangkat tubuh Baekhyun untuk duduk menghadapnya di atas meja.

"Duduk yang manis princess, Daddy akan lihat kau mengompol atau tidak," Chanyeol melebarkan paha Baekhyun.

Baekhyun secara refleks merapatkan kedua pahanya. "Aku tidak mengompol Daddy sungguh," cicit Baekhyun sambil menunduk takut dan menggigit bibir bawahnya gugup.

Chanyeol menundukan kepalanya sejajar dengan milik Baekhyun setelah ia membuka paksa himpitan kuat paha Baekhyun. Pria itu menyibak rok mini yang Baekhyun kenakan, celana dalam berwana merah muda bergambar uniqornnya pun nampak dihadapannya.

Chanyeol menyentuh celana dalam itu, membuat Baekhyun tersentak bahkan tubuhnya sedikit terperajat. Chanyeol menyeringai, dengan nakalnya ia membuat pola lurus pada belahan milik Baekhyun, lalu sedikit menekannya agar sentuhannya lebih terasa.

Baekhyun memejamkan matanya dengan dahinya yang mengkerut antara nikmat dan takut. Tapi dari ekspresinya, Chanyeol dapat menyimpulkan jika rasa nikmatlah yang lebih mendominasi.

Chanyeol menyibak celana dalam Baekhyun kesamping. Nampak jelaslah milik Baekhyun yang berwarna merah muda tanpa bulu itu. Wajah Chanyeol berubah seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Ia begitu mendambakan milik Baekhyun. 8 tahun yang lalu ia sudah melihatnya. Dan sekarang bertambah indah dengan tonjolan kecil diantara lipatannya yang terlihat menyembul.

Chanyeol menahan celana dalam Baekhyun kesamping, dan jari telunjuknya bekerja untuk mengecek bagian dalam milik Baekhyun yang ternyata sudah sangat basah dengan cairannya.

"Well, ini sangat basah little girl. Jadi, kau mengompol dipangkuan Daddy?"

"Ti-tidak Da-ddy, aku tidak mengompol. Sungguh aku tidak mengompol. Aku juga tidak tau kenapa basah. Aku tidak mengompol sungguh, huaaa~" Baekhyun menangis kencang merasa bingung dan frustasi dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

Gadis kecil ini masih terlalu awam untuk tau segala sesuatu yang berhubungan dengan sex. Bahkan ia tak tau pada reaksi alami tubuhnya yang terangsang dan mengapa kemaluannya mengeluarkan cairan. Baekhyun masih terlalu polos.

"Sssttt ... tenanglah Daddy tidak marah, sungguh. Sekarang berhenti menangis, biar Daddy bantu kau membersihkannya, oke," Chanyeol langsung menggendong tubuh Baekhyun yang masih bergetar dan bibirnya senantiasa mengeluarkan isakannya. Pria itu membawanya ke kamar mandi dan mendudukan gadis mungil itu diatas closet.

"Hiks ... hiks ..." Baekhyun masih setia menangis hingga nafasnya tersendat-sendat.

Chanyeol membuka celana dalam Baekhyun, sebelum kembali melebarkan kedua paha Baekhyun. Chanyeol meraih shower kecil disamping closet untuk membersihkan miss v Baekhyun. Dibilasnya miss v Baekhyun dengan air yang mengalir hingga cairan milik Baekhyun tak tersisa lagi. Baekhyun secara otomatis menghentikan tangisannya dan merunduk untuk melihat Chanyeol yang tengah membersihkan miliknya.

Chanyeol kembali meletakan shower itu setelah selesai. Lalu memandangi wajah Baekhyun yang terlihat memerah dan penuh dengan cairan asin itu.

"I'm sorry Daddy," cicit Baekhyun sambil sesenggukan, Chanyeol tersenyum menenangkan.

Chanyeol pov

Rasanya tak tega tapi sekaligus menyenangkan melihatnya seperti itu. Bibir mungilnya masih saja terkatup-katup mengeluarkan senggukan kecilnya. Kudekati bibirnya dengan bibirku. Melumatnya secara perlahan agar senggukannya mereda.

Oh my godness. Bibirnya saja benar-benar memabukan. Ku kecup semakin dalam bibir mungil itu, dengan tidak sabaran ku selipkan lidahku untuk mengajak lidahnya bertemu. Ku sapu bersih deretan giginya yang tersusun rapih. Baekhyun mulai mampu mengimbangi ciuman liarku. Gadis kecilku melumat bibirku asal, sangat tidak berpengalaman namun cukup membuat birahiku meningkat.

Aku mulai meraba belahan pahanya yang tak memakai celana dalam. Ku selipkan jariku diantara lipatan miss v Baekhyun. Jariku mulai ku gesekan lalu ku jentikan, tidak sampai memasukinya namun cukup membuat Baekhyun terlena.

Ku buat gerakan memutar di area luar miss v nya dengan jariku. Lalu memainkan klitorisnya yang mengegang. Baekhyun mendesah tertahan diantara ciuman kami. Aku tau saat ini Baekhyun tengah dibuat bingung dan merasa dipermainkan dengan birahinya sendiri seiring dengan permainan jariku diklitroisnya yang semakin cepat.

Baekhyun mencengkam kuat kemeja bagian depanku dan semakin liar melumat bibirku sebagai pelampiasnnya.

"Daaddyyyy~ aaakkkhhhhhh~" Baekhyun berhasil melepaskan orgasme pertamanya. Nafasnya terengah-engah, mulutnya terbuka mencari udara sebanyak-banyaknya untuk memasok udara ke paru-parunya. Matanya terpejam menikmati sisa-sisa sensai pelepasan yang baru saja ia lakukan.

Ku belai wajanya yang tengah terpejam. Demi iblis yang menggoda dengan gilanya. Sungguh Baekhyun terlihat sangat cantik berkali-kali lipat saat ini.

Gadisku membuka mata indahnya dan menatapku dengan tatapan yang aku yakini ia tengah kebingungan.

"More little girl?"

TBC

Hallo~

Ga nyangka disini ada yang tertarik juga kkk~

Gimana masih mau lanjut?

Yuk di comment, jangan lupa juga ya like nya hehehe~

Btw, di wattpad udah part 7 lho~

Oke yasehundahlah~

See ya~

And

Pyong~

Salam Chanbaek is Real