| HUNHAN | DARK & GOLD | CHAPTER 2 |
Author : LarasAfrilia1771
Genre : Drama, Angst, Tragedy, YAOI, Romance
Cast : Lu Han
Oh Sehun
Wu Yifan
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
.
A/N : Judul FF ini terispirasi dari salah satu iklan kesukaan saya. Cerita milik saya almiah, buka remake apalagi jiplak punya orang. Tanpa ada unsur menjelek - jelekkan tokoh saya ciptakan ff ini (?) Juga Luhan punya keluarganya semua member juga kecuali sehun yang mutlak punya saya bhaqq ^o^
.
.
Summary
Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi penerus keluarga. Orangtua yang berpangkat jendral dengan kekayaan berlimpah tak menjamin keinginannya pada Luhan sang anak bungsu. Luhan terlahir dengan figur yang berbeda dari keluarga kemiliteran Choi. Lemah lembut, penyayang juga cantik meski Luhan seorang namja. Keluarga Choi menjadi khawatir akan hal itu, mereka takut Luhan akan diperebutkan oleh siapapun yang menginginkannya.
.
THREESOME(?)GAJE, KEKERASAN DIKIT(?)
.
.
.
.
.
_Sebelumnya_
"Hai Luhan, apa kabar?" Ujarnya menjadi saapaan kedua untuk hari ini. Luhan tersenyum kala itu, hingga matanya beralaih pada Sehun yang kini tengah mengusap lembut tangannya.
"Chanyeol, ini Sehun guru pribadiku" Ucap Luhan dengan nada dan pengucapan yang pelan.
Kedua namja tampan itu saling menoleh. Menatap satu sam lain. Mendeskripsikan sosok yang berada di hadapannya masing – masing dalam benaknya. Sehun menatap dingin kearah Chanyeol juga sebaliknya. Luhan yang melihat mereka hanya terdiam dengan tanda tanya besar dikepala. Ia berpikir kenapa mereka hanya terdiam saling menatap, tak adalakah keingin dari masing – masing untuk pemperkenalkan diri.
"Chanyeol/Sehun"
.
.
_D&G_
Setelah beberapa minggu kemudian kondisi Luhan berangsur membaik, meski ia belum diperbolehkan untuk bangun dari baringnya karena masih dalam proses penyatuan tulang dada sehabis operasi. Dokter bilang butuh waktu 6 – 8 minggu untuk penyatuan tulangnya dan sekarang baru memasuki minggu ke tiga.
Siang ini Luhan hanya bisa terdiam di ruang rawatnya dan tak melakukan apapun karena di awal – awal ini ia masih merasakan nyeri di bagian bekas operasinya. Ia hanya terdiam di ranjangnya, menatap sekeliling seraya menunggu seseorang yang mungkin akan datang. Appanya Siwon juga Yifan secara mendadak menghadiri acara kenegaraan di Kanada hampir lima hari belakangan ini, meninggalkan dirinya sendiri di Korea yang tengah melakukan masa penyembuhan. Siwon sangat berat untuk sekedar meninggalkan sang anak bungsu barang sedikitpun, namun pekerjaannya yang satu ini memaksanya untuk meninggalkan Luhan di rumah sakit meski Siwon menugaskan seorang suster untuk mengontrol Luhan setiap harinya.
Namja cantik yang setia berbaring itu tengah menunggu seseorang. Biasanya Sehun atau Chanyeol akan datang sekitar pukul dua siang setiap harinya, namun sekarang entah kenapa mereka belum juga menunjukkan batang hidungnya padahal waktu telah menunjukkan pukul empat sore. Luhan berpikir jika Sehun maupun Chanyeol tak akan mengunjunginya sekarang.
Pintu ruangannya terbuka, menampilkan seorang suster yang rutin mengontrolnya beberapa hari ini. Suster tersebut membawa sebuah nampan berisi makanan, pukul empat sore dan waktunya untuk makan. Ia merengut saat menyadari tak ada Sehun maupun Chanyeol sekarang, karena biasanya kedua namja itulah yang setia menyuapinya. Tapi sekarang Luhan hanya bisa pasrah saat suster wanita itu mencoba untuk menyuapinya dengan perlahan. Menyalakan televisi disana untuk menghilangkan rasa bosannya sekarang. Hanya bisa menatap jenuh saluran televisi yang nampak sangat membosankan.
.
Waktu terus berputar hingga tak terasa sudah hampir pukul sepuluh malam. Luhan masih terjaga kala itu padahal lampu telah dimatikan oleh suster atas perintahnya tadi. Di tengah lampu yang temaram ia mencoba untuk terlelap. Angin malam yang sedikit masuk dari celah jendela besar disebelah membuatnya sedikit bergidik kedinginan. Luhan sengaja membuka tirai jendela besar tersebut, ia tak ingin untuk menutupnya barang sedikitpun.
Matanya mulai meredup, merasakan badannya yang sebentar lagi mati rasa karena terbawa alam bawah sadar. Mencoba semakin terlelap sebelum pintu ruangan kembali dibuka oleh seseorang. Ia kembali terbangun dan sontak matanya menatap dua orang yang mencoba mendekat di tengah cahaya lampu yang minim. Luhan menyipit untuk menatapnya hingga ia terkejut melihat kedua orang bermasker hitam yang mulai mendekat kearahnya.
HUPP
Ia tak bisa untuk sekedar memberontak saat bagian mulutnya di bekap oleh telapak tangan seseorang. Tanpa kain bius yang sebelumnya ia bayangkan, dan Luhan tak bisa untuk berteriak karena mulutnya langsung dicium oleh salah satu pria bermasker yang tak ia ketahui. Dadanya menjadi ngilu karena sedikit tertekan oleh sesuatu, membuat napasnya tersengal dengan bibir seseorang yang belum mau untuk lepas dari bibirnya.
Perlahan ia merasakan tangan seseorang yang mencoba melepas selang infus yang menancap pada punggung tangannya. Membuat Luhan terkejut seraya meringis karena infus itu dicabut secara paksa.
Ciuman itu dilepasnya, membuat Luhan bisa bernapas lega meski tangannya terasa sangat sakit akibat bekas infus yang telah dicabut. Namun yang ia anehkan selang darah yang masih menancap pada lengannya tak dicabut. Luhan bisa merasakan lengan seseorang yang mulai menggendongnya bagai kuala. Luhan hanya bisa bersandar pada dada bidang tersebut karena dadanya masih terasa ngilu untuk sekedar mengubah posisi. Ia sebenarnya sangat takut sekali, namun ia tak dapat berbuat apa – apa saat dirasa tubuhnya dibawa oleh kedua orang bermasker entah kemana. Kantuk menyerangnya saat tubuh itu masih dalam gendongan. Guncangan yang dirasakan membuat Luhan berkali – kali melenguh karena merasakan nyeri pada bagian dada. Dan pada akhirnya ia hanya bisa memejamkan matanya, tak kuat untuk sekedar menahan kantuk dan tertidur di gendongan orang asing.
.
.
Kedua oran namja tampan itu melepas masker yang sedari tadi mereka pakai. Bernapas berat karena kelelahan juga jantung mereka yang sama – sama berdetak tak karuan karena berlari cukup jauh melalui tangga darurat hingga akhirnya sampai di dalam mobil.
"Kenapa kau cabut selang infusnya, Yeol?" Seru Sehun seraya menyamankan posisi namja cantik yang nampak terlelap di dekapannya sekarang.
"Sorry, aku kelepasan. Di kotak P3K ada plester, aku yakin tangannya berdarah" Chanyeol berucap sebari meyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan mobil itu keluar dari pekarangan belakang rumah sakit.
"Darahnya mengenai bajuku aishh" Gerutu Sehun melihat kecerobohan Chanyeol yang membuat tangan namja cantik ini berdarah cukup banyak.
Chanyeol tak menghiraukan ucapan Sehun yang terus saja menggerutu. Ia mengaku ceroboh akan hal ini, kali pertama dan ia merasa gugup sedari tadi harus melakukan apa. Namja tinggi itu fokus pada kemudia, ia ingin segera sampai ke tempat tujuan. Tak sabar untuk bisa merasakan kulit lembut namja cantik yang kini tengah tertidur lelap di dekapan Sehun.
.
Setelah hampir beberapa jam di perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di mension megah milik Oh Sehun. Dimana tempat tersebut jauh dari perkotaan, berada di tempat terpencil namun memilki keindahan yang sangat alami juga kondisi yang masih asri. Chanyeol mencoba turun dari mobil bersama dengan Sehun yang masih setia menggendong Luhan bagai kuala. Namja pucat itu tak merasa risih untuk ini, tubuh Luhan ringan dan dengan posisi seperti ini ia lebih leluasa untuk menciumi wajah namja cantik yang nampak terlelap damai.
Sehun mengelus helayan rambut itu perlahan, hanya merasakan tekstur rambutnya saja Sehun sudah ketagihan apalagi merasakan secara keseluruhan tubuh Luhan, dijamin ia akan lebih dari sekedar ketagihan karena Luhan bagaikan candu baginya.
.
Sehun membaringkan tubuh itu perlahan di ranjang mewah yang jauh – jauh hari telah disediakan khusus untuk Luhan. Menyelimuti hingga sebatas perut dan menyuruh orang kepercayaannya untuk memasangkan infusan yang semula telah dicabut oleh Chanyeol.
Mereka masih menunggu sebari mengganti baju mereka dengan baju tidur untuk malam ini. Sehun menatap Chanyeol yang mulai mendekat ke arah ranjang, tidur menyamping dengan pandangan fokus pada Luhan yang nampak terlelap damai dengan bibir sedikit terbuka.
CUPP
Satu ciuman dicuri oleh Chanyeol membuat namja cantik itu sedikit terusik namun sekejap kembali terlelap damai.
"Kau cantik sekali baby" Ujar Chanyeol dengan tangan yang mengelus pipi tirus tersebut. Mengecupi secara perlahan setiap inci wajah yang nampak sangat sempurna sekali. Bibir merah, kulit halus dengan bulu mata yang lentik dan itu mendeskripsikan jika Luhan terlahir sangat sempurna.
Sehun mulai menghampiri ranjang, memposisikan tubuhnya di sebelah namja cantik tersebut. Menatap pahatan apik yang diciptakan tuhan dihadapannya.
"Aku sudah tak sabar sekali"
Sehun menciumi bibir Luhan menuntut sedangkan Chanyeol masih betah untuk menciumi setiap inci wajah Luhan. Wangin khas yang menguar dari tubuh namja cantik ini membuatnya ketagihan untuk terus mengecup, melumat hingga meraba setiap permukaan kulit itu hingga ia tak mampu lagi melakukannya. Luhan adalah sosok cantik yang mewah bagai emas dan menggoda seperti coklat. Membuat siapa saja yang menatapnya tergiur untuk merasakannya.
.
.
Pagi menjelang dan namja cantik yang masih terlelap damai itu perlahan membuka mata, mengerjap sesaat karena sinar matahari tanpa sengaja masuk dari celah – celah jendela disebelahnya. Ia mencoba membuka mata perlahan hingga ia sedikit terkejut dengan ruangan yang nampak sangat asing dimatanya. Tak sengaja melihat punggung lengannya yang masih terdapat selang infus juga selang darah yang masih menancap, padahal sebelumnya ia masih ingat jika malam tadi infus ini dicabut oleh seseorang.
Ya, seseorang bermasker yang sangat asing baginya..
Luhan sangat jelas untuk kembali memikirkan kejadian tadi malam.
Saat bibirnya dibungkam oleh bibir seseorang.
Infus.
Juga Gendongan kuala.
Ia mengingatnya dengan cepat.
Luhan berpikir, mengulang kembali kejadian lalu yang membuatnya kini berada di sebuah ruangan megah yang sangat asing, tidak mungkin jika ini adalah kamar milik sang appa maupun Yifan karena ia sangat mengenali secara keseluruhan aspek didalamnya. Dekorasi serta barang – barang yang terdapat disana.
Saat dirinya ingin bangkit, namja cantik itu meringis menahan sakit pada dadanya yang sangat terasa saat sedikit saja ia mencoba mengubah posisi. Luhan masih ingat kata – kata dokter bahwa penyembuhan paska operasi membutuhkan waktu 6-8 minggu, dan ia telah menghitung jika baru tiga minggu masa penyatuan kembali tulang dadanya.
Kembali dalam baring ia hanya bisa terdiam di ranjang, hingga sosok lain membuka pintu kamar tersebut dan membuat Luhan tercengang akan apa yang ia lihat. Disana tepatnya di ambang pintu, Chanyeol juga Sehun mulai masuk lebih dalam, mendekat ke arah ranjangnya dengan senyuman hangat di pagi hari. Ia meralat untuk pikiran yang menyatakan hanya terdapat seseorang, ini dua orang namja yang sangat ia kenal hampir satu tahun belakangan ini.
"Chanyeol,,Sehun" Ucap Luhan lirih saat menatap kedua namja tersebut.
"Pagi Luhan, apakah tidurmu nyenyak?" Tanya Chanyeol dan tak dibalas oleh Luhan setelahnya. Namja cantik itu cukup bingung dengan situasi aneh ini. Terbangun di sebuah ruangan asing dan disambut dengan kedua namja yang sangat ia kenal.
Sehun menatap Luhan lekat saat dirasa namja cantik itu hanya diam. Ia yakin Luhan tengah berpikir keras untuk situasi ini dan Sehun yakin Luhan sedang kebingungan.
"Merasa asing dengan ini sayang?" Sehun berujar membuat Luhan disana ketakutan. Panggilan sayang itu ditunjukkan kepadanya namun membuatnya ketakutan.
"Sehun, aku ada dimana?"
"Kau di rumahku, tenang saja kau aman disini"
Setelah ucapan itu kedua namja tampan itu segera mengecupi wajah Luhan. Wangi yang tercium dari masing – masing namja tersebut membuat Luhan menutup matanya perlahan, seolah merasakan sensasi menenangkan dari perpaduan itu meski ia masih bertanya dengan keadaannya sekarang.
Sehun maupun Chanyeol hanya mengecup permukaan wajahnya saja, tidak dengan bibir Luhan yang nampak sedikit terbuka disana, membuat libodo mereka memuncak.
Sehun mendesis dikala Luhan nampak resah dengan sentuhan – sentuhan yang diberikan oleh Chanyeol, membuat namja cantik tersebut menggerakkan kepalanya sesuai dengan kecupan yang terus diterimanya. Desahan halus keluar dari mulut manis Luhan saat dengan nakal tangan Chanyeol menyentuh daerah selangkangan Luhan yang tertutup oleh celana piyama.
"Shhh..kita lakukan dengan pelan – pelan, jangan terburu – buru ingat kondisi si cantik ini" Sehun mengintrupsi Chanyeol yang akan memulai aksinya. Mengerayangi sekitar kulit leher Luhan hingga selangkangannya, namun tidak daerah dadanya paska operasi. Luhan menatap Sehun maupun Chanyeol yang nampak membuat sesuatu di daerah selatannya terbangun. Luhan menahan sesuatu yang sangat ngilu disana, hanya bisa mendesah hingga bibirnya sendiri digigit tanda jika ia resah dengan kondisi ini. Luhan butuh menuntaskan ini.
"Kau hard baby? Kita bermain sedikit tak apa?" Ucapan itu tak terlalu diperdulikan oleh Luhan. Ia pasrah, terbaring di ranjang dengan pakaian yang mulai dilepas satu persatu oleh keduanya.
Chanyeol bergumam takjub dengan apa yang ia lihat sekarang. Tubuh Luhan sangat lembut juga putih membuat air liurnya nampak menetes disana.
"Buka infus juga selang darahnya!" Perintah Sehun pada namja tinggi itu.
"Aku tak berani, kau saja" Chanyeol mengelak karena ia merasa takut untuk melakukan itu, lagipula ia tak mau terjadi sesuatu pada Luhan. Sehun mendesis, sedikit menatap juniornya yang sudah hard disana hingga mengubah posisi untuk segera mencabut selang yang berada di punggung tangan Luhan.
Saat ia mencoba mencabut alat itu, Sehun sedikit melirik Luhan yang masih belum bergeming sedikitpun, nampak menikmati setiap sentuhan yang Chanyeol berikan kepadanya.
"Yeol, jangan mendahuluiku"
"Tenang saja bung"
Luhan merintih saat kedua selang itu terasa di cabut paksa oleh Sehun. Setelah itu namja tampan tersebut mendekati Luhan, menghapus sisa saliva yang mengotori bibir itu dengan ibu jarinya.
"Sehun..kalian akan melakukan apa?" Luhan bertanya dengan nada yang lirih karena terus saja lehernya diciumi oleh Chanyeol disana. Sehun menatapnya lekat tanpa niatan untuk membalas pertanyaan itu, tersenyum samar sesaat dan kembali mendekatkan wajahnya untuk menggapai bibir tersebut.
Ahhhhh~~~
Sehun dengan nakalnya meraba kulit perut Luhan yang masih tertutupi oleh bajun. Mengingatkan untuk mereka agar tak menyentuh bagian dada namja cantik tersebut, karena bekas operasinya masih sangat sensitif dan mereka tak ingin terjadi sesuatu terhadap Luhan.
Chanyeol maupun Sehun dengan perlahan melucuti satu persatu pakaian yang dipakai Luhan. Menyibak sedikit kerah baju tersebut hingga mempertontonkan kulit bahunya yang nampak sangat lembut. Sehun mengecup sekejap kulit bahu itu, menjilatnya hingga menggigit yang membuat Luhan sedikit meringis karenanya.
Seluruh tubuh Luhan melemas akibat sentuhan terus menerus yang diberikan kedua namja tersebut. Ia ingin memberontak untuk menghentikan semua kegilaan ini, Luhan tahu apa yang akan dilakukan oleh kedua namja ini dan ia ketakutan tanpa memberontak dengan segala perlakuan mereka terhadapnya.
Luhan hampir berteriak saat dengan tak sopan Sehun membuka bajunya dengan cepat. Luhan merona saat medapati keadaannya sekarang yang telah full naked. Menatap kearah Chanyeol maupun Sehun yang masih betah menatapinya dengan pandangan memuja. Namja cantik itu bergidik ngeri melihat tatapan memangsa keduanya, seolah ia adalah seonggok daging yang siap untuk disantap.
Chanyeol menyeringai, memegang kendalinya untuk mengikat kedua tangan Luhan dengan dasi pada kepala ranjang. Mengikatnya perlahan namun cukup kuat dan itu dapat membuat Luhan tak memberontak.
"Kenapa engghh..Kau mengikat tanganku?" Luhan gelagapan saat bertanya, karena juniornya yang sudah hard tengah di kocok dengan perlahan oleh Sehun. Sang guru privat tersebut memulainya membuat bulu kuduknya meremang merasakan setiap sentuhan tersebut.
Tak akan ada ucapan yang terlontar dari bibir kedua namja tampan itu. Karena terlalu fokus dengan kegiataannya sekarang. Sehun mencoba untuk mengocok milik Luhan agak cepat, merangsang sang namja cantik untuk semakin mendesah karenanya.
Ahhh~
Sehun menggesekkan kejantanannya pada milik Luhan yang sudah sangat hard. Menyeringai menatap Luhan yang nampak sangat pasrah dengan kedua lengan yang diikat pada kepala ranjang.
"Kau hanya perlu menikmatinya baby..eghhh"
Dengan blingsatan Sehun mengocok juniornya juga Luhan yang membuat namja cantik itu terus mendesah nikmat. Chanyeol yang menganggur segera merayap untuk mengelus paha dalam namja cantik itu, menyibak sedikit helaian rambut yang nmapak menghalangi wajah Luhan dan mencium keningnya sesaat.
Luhan terperangah saat melihat tatapan hangat sang supir pribadinya. Memperlakukannya dengan hangat juga lembut. Ia sempat terbuat akna hal itu, sebelum ia kembali tersadar dan segera menolehkan kepanya saat kembali bibirnya ingin dijamah.
"Jangan malu – malu seperti itu" Chanyeol berucap sedikit mengejek membuat Luhan tetap pada pendiriannya. Ia tidak mau sampai perbuatan ini melintas terlalu jauh. Ingin rasanya memberontak dan berlari sejauh mungkin untuk lari dari bangunan ini. Namun apa daya, ia tak bisa melakukan itu.
Ahhhh~~
"Yeol, aku sudah tak kuat. Aku yang akan memasuki si cantik ini dulu" Sehun menggeram dengan suara yang membuat Luhan merona saat mendengarnya. Dengan keadaan pasrah, tangan yang diikat pada kepala ranjang dengan kaki yang mengangkang membuatnya semakin malu.
"Berhenti untuk melakukan hal menjijikan ini ..Akhhh..Sakit Sehun..Berhenti..Ahhhh~~"
Sehun memasuki Luhan dengan sekali hentakan membuat Luhan menjerik merasakan daerah selatannya yang dirobek paksa oleh sesuatu yang besar itu. Sehun tak memberi waktu untuk membiasakan juniornya didalam Luhan. Sekali hentakan saja dan ia langsung menggenjot lubangnya dengan keras.
"Akhh..Ouhh..Sakiit..Berhentiii~~"
"Kau akan menikmatinya..enghh..Tunggu sebentar lagi babyhhh"
Sehun terus menggenjot Luhan dengan kasar, membuat kaki namja cantik itu tak mau diam namun segera ditahan oleh Chanyeol. Luhan terus saja merintih kesakitan dengan perlakuan kasar dari Sehun. Ini sungguh menyakitkan.
"Bungg, aku juga ingin memasukkinya" Ucap Chanyeol merasa jika ia pun sama – sama terangsang.
"Bersama saja akhh~" Ucap Sehun susah payah masih dengan menggenjot lubang Luhan.
JLEBBB
"Akhhh..Hikss..Sakit..Enghh"
Kini kedua junior itu telah tertanam sempurna dilubang Luhan. Sesuatu yang sangat menyakitkan dan Luhan merintih dengan isak tangin yang menggema di ruangan itu. Bayangkan saja dua junior masing – masing namja tinggi itu berada di dalam milik Luhan yang belum pernah terjamah oleh siapapun. Itu mungkin sangat sakit dan menyiksa.
"Ukhhh...Kau bilang tak akan ..akhh melakukannya dengan kasar" Chanyeol berseru dengan genjotannya yang lebih pelan daripada Sehun.
"Akhh..aku sudahh tak kuat lagi" Sehun meracau menengadah saat puncaknya sudah akan sampai. Dengan pandangan yang sedikit buram akibat berhasil mencapai klimak,Sehun menumpahkan cairannya didalam lubang Luhan yang terlihat berdarah.
Lengket juga becek yang dirasakan pada lubang alanya. Luhan terus saja terhentak saat Chanyeol belum juga untuk mencabut junior itu dari dalam lubangnya. Terus menggenjot hingga beberapa kali tusukan lagi akhirnya namja tinggi itu sampai pada puncaknya.
Luhan merintih dengan suara yang lemah. Peluh membanjiri ketiga orang tersebut. Awal pagi yang indah untuk Sehun maupun Chanyeol namun tidak dengan Luhan.
"Kenapa mengeluarkannya diluar?"
Chanyeol merasakan klimaksnya di luar. Entah alasannya apa dan Sehun bertanya akan itu.
"Hanya berjaga – jaga saja"
Sehun acuh saat alasan itulah yang diterimanya. Tak memperdulikan sesuatu yang mencurigaan dari Chanyeol.
Luhan telah terpejam sempurna dengan posisi terlentang. Untuk semua perlakuan yang dilakukan, Luhanlah yang paling tersiksa. Sehabis operasi tiba – tiba ia dibawa oleh kedua orang yang ia kenal ke dalam bangunan ini dan diperlakukan tak semestinya. Ia mencoba mengatur napasnya di tengah keterpejaman. Luhan masih tersadar namun rasanya ia tak sanggup untuk membuka matanya sedikitpun. Seluruh bangian tubuhnya terasa remuk juga kinerja jantungnya yang memompa tak normal. Terlalu cepat hingga membuat dirinya merasakan ngilu.
Sehun mencoba untuk membuka ikatan pada kedua lengan Luhan. Mengelus bagian yang nampak memerah disana dan sesekali mencium kulit tersebut. Luhan sudah tak ambil pusing dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh sesuatu yang diluar dugaan, disetubuhi oleh kedua namja yang jelas merupakan bawahannya. Bukan lagi disetubuhi namun ini lebih parah karena ia telah diperkosa secara habis – habisan oleh kedua namja tersebut.
Dengan inisiatifnya Sehun menggendong Luhan menuju kamar mandi. Menaruhnya di dalam bathup yang terisi dengan air hangat. Chanyeol maupun Sehun telah memakai pakaiannya, meski pakaian itu sudah agak kusut.
Luhan bersandar pada sisian bathup, merasakan air hangat yang sedikit demi sedikit membasahi sebagian tubuhnya. Lengan seseorang terasa menyentuh lengannya, membersihkannya dengan sabun lalu membasuhnya. Ia yakin orang yang melakukan itu adalah Chanyeol maupun Sehun.
Namja cantik tersebut masih betah untuk terpejam, karena ia belum mampu untuk kembali membuka kedua matanya. Dengan napas yang sedikit memburu Luhan mencoba menetralkan degup jantungnya karena kegiatan tadi.
Merasakan setiap sentuhan lembut bersamaan dengan wangi bunga yang tercium olehnya.
.
.
.
_D&G_
Yifan maupun Siwon dnegan terburu – buru melangkah menuju ruangan rawat. Mereka ingin memastikan secara pasti apakah Luhan benar – benar hilang sesuai laporan yang diterimanya barusan.
Siwon membuka pintu itu cepat, hingga ia terkejut melihat ranjang yang nampak kosong disana. Luhan benar – benar tak ada disini dan entah pergi kemana. Siwon tidak akan menuduh Luhan kabur karena tak betah dirumah sakit ini, mengingat kondisinya seperti apa. Ini jelas kasus penculikan oleh orang yang sangat tega sekali terhadap anaknya.
Dengan cepat Siwon menghubungi pihak kepolisian, mencoba untuk mencari keberadaan anak bungsunya yang hilang. Rasa khawatir menggerayangi hatinya, akan bagaimana kondisi Luhan sekarang yang masih melakukan penyembuhan paska operasi.
"Luhan tidak mungkin kabur dari sini bukan?" Siwon melangkah menuju jendela besar yang nampak terbuka disana. Meskipun jendela itu terbuka namun itu sangat tidak masuk akal jika Luhan kabur lewat jendela ini. Apa alasannya jika ia melakukan itu, dan mereka sangat berhungungan baik.
"Itu sulit dipercaya, Luhan tak mungkin kabur lewat jendela ini. Dia tak akan bisa melakukannya appa" Yifan menyangkal, ikut melangkah menuju jendela besar tersebut.
"Appa juga sepemikiran denganmu, kita harus mencarinya dengan cepat"
Siwon berpikir keras akan hal ini. Pihak kepolisian mungkin tak akan bisa dengan cepat menemukan Luhan. Tanpa teka – teki dan ini sungguh diluar dugaan. Anak bungsunya diculik entah kenapa, mungkin karena ia adalah anak pejabat negara dan itu mungkin alasan seseorang yang mau menjatuhkannya.
"Ayo kita pergi Yifan"
Mereka meninggalkan ruangan tersebut untuk segera mencari Luhan. Dibantu dengan pihak kepolisian tak lantas mereka diam saja. Siwon sang appa juga Yifan akan melakukan pencarian secepat mungkin. Mereka takut jika Luhan disandra atau dijadikan budak, Siwon tak bisa membayangkan itu semua terlalu mengerikan dan itu jangan sampai terjadi pada anak bungsunya.
.
.
.
"Apakah kondisi Luhan akan baik – baik saja?"
Seorang dokter tengah menangani Luhan yang kini nmapak damai dalam tidurnya. Ya, Sehun dan Chanyeol memutuskan untuk memanggil dokter pribadinya untuk segera menangani Luhan yang belum juga untuk tersadar hampir dua belas jam. Mereka takut karena melakukannya terlalu kasar membuat kondisi Luhan menjadi seperti ini.
"Dia kelelahan, apakah ia baru melakukan operasi atau semacamnya?" Tanya dokter Byun pada mereka.
"Ya transplantasi jantung"
Ucapnya snagat to the point tanpa ada beban sedikitpun karenanya. Itu adalah sebuah operasi besar dan atas nafsu mereka Luhan nampak sangat kelelahan juga hampir dehidrasi.
"Operasi yang cukup besar rupanya. Ia harus istirahat penuh untuk ini, ia mengalami dehidrasi dan aku akan memberikannya resep obat" Sang dokter mencoba untuk menulis pada kertas tersebut lalu memberikannya pada Chanyeol.
"Harus diminum secara rutin, mengingat ia baru melakukan operasi besar aku menyarankan obat dalam dosis yang rendah"
Chanyeol meraih kertas tersebut dan Sehun maaih fokus pada Luhan yang nampak terlelap damai.
"Baiklah aku pergi, sampai jumpa"
.
.
.
"Ayo kita beli obat itu"
"OK"
Mereka segera berlalu dari ruangan, meninggalkan Luhan sendirian disana.
Dengan mengendari mobil mereka menuju apotek yang berada cukup jauh dari bangunan ini. Setengah jam perjalanan bukan waktu yang sedikit untuk pergi menuju pusat kota.
Setelah mereka sampai Sehun memutuskan untuk berdiri sambil bersandar pada mobil mewahnya, sedangkan Chanyeol mulai masuk untuk membeli.
Dengan kacamata hitam Sehun terus menunggu Chanyeol untuk kembali. Dengan jas hitam dipaduan jeans hitam sedikit sobek Sehun nampak bersandar dengan angkuhnya. Bagi seorang guru pribadi ia tak mungkin berpenampilan seperti ini. Selalu memakai kaca mata berbingkai hitam bak pria culun, jelas itu bukan fashion-nya. Namun sekarang ia bukanlah seorang guru pribadi, ia adalah namja dengan segudang kekayaan juga jabatannya.
Disaat Chanyeol keluar sambil menenteng sebuah kantung kresek. Sehun menatap sekitar, hingga ia tak sengaja melihat seseorang yang nampak familir disana. Ya, disana seorang namja yang ia ketahui bernama Yifan nampak berdiri sambil menatap smartphonenya. Ia sangat mengenali sosok itu. Pria dengan setelan mantel hitam yang merupakan kakak dari sosok cantik yang tengah disekapnya.
"Kau melihatnya?" Tanya Sehun pada Chanyeol.
"Berhenti bertanya karena ia mulai mendekat" Suara pelan Chanyeol masih bisa didengarnya. Menoleh kemudian mendapati sosok yang tengah mereka bicarakan tengah melangkah kearahnya.
Sehun memasang senyum palsu, melepas kacamata yang setia bertengger itu untuk ia pegang.
Chanyeol melakukan apa yang dilakukan rekannya. Seolah menerima akan sapaan hangat Yifan kepadanya.
"Sehun dan Chanyeol? Kalian sedang apa?" Tanya Wufan seketika.
"Kami sedikit berjalan – jalan sebentar, anda sendiri?" Formal Sehun padanya dan Yifan.
"Ya sesuatu sedang terjadi, dan aku sedang menunggu laporan berikutnya"
"Laporan apa? Boleh kami tahu" Chanyeol bertanya dengan penasaran, mungkin saja ada snagkut pautnya dengan Luhan.
"Ini terlalu mendadak dan sulit dipercaya. Luhan diculik oleh seseorang, semuanya sedang berusaha untuk mencarinya tapi belum juga ada perkembangan hingga saat ini" Yifan nampak murung untuk berbicara seperti itu. Mengabaikan jika pelakunya sedang berada dihadapannya, karena ia memang tidka tahu.
"Kau bisa lihat CCTV nya mungkin, itu akan lebih mudah"
"Ya, namun parahnya CCTV itu dirusak oleh penculiknya. Mereka sungguh hebat"
Sehun maupun Chanyeol hanya bisa tersneyum licik. Ya, melihat bagaiman wajah sedih seorang pejabat kenegaraan membuat hatinya senang. Sesuatu hal yang langka untuk dapat melihat seperti ini, karena ia tahu biasanya seorang pejabat kenegaraan akan berdiri tegap dengan angkuhnya.
"Lantas karena hal itu kami diberi cuti?" Chanyeol berseru, menatap sekilas Sehun yang menyeringai kearahnya.
"Ya, setelah Luhan berhasil ditemukan kalian akan bekerja lagi"
Suara dering ponsel seseorang membuang Yifan mau tak mau untuk mengeceknya. Hingga ia segera menyimpan kembali benda tersebut untuk berpamitan pada mereka.
"Ok jika kalian menemukan Luhan tolong beritahu kami. Baiklah aku pergi dulu"
Yifan berbalik dan pergi dari pandangan mereka. Masuk ke dalam sebuah mobil mewah diujung jalan sana.
Sehun maupun Chanyeol hanya bisa melihat kepergiannya dengan prihatin. Keluarga Choi mungkin sedang berjuang untuk mencari keberadaan anak bungsunya. Uhh, mereka tak bisa membayangkan bagaimana semua prajurit turun tangan untuk mencari Luhan. Akan ada film action yang seru dan membuat Sehun terbahak untuk melihatnya.
Tidak semudah itu untuk merebut kembali Luhan. Nmaja cantik itu sudah menjadi milik mereka, kalaupun ingin merebut kembali namja cantik itu mereka harus lebih exstra dalam mencarinya. Sehun maupun Chanyeol bukanlah seorang yang abal – abal, mereka penuh perencanaan dengan mengandalkan otak cerdasnya.
"Jangan sampai si cantik itu kembali pada keluarganya"
"Kita punya banyak wilayah kekuasaan bukan. Pindahkan ia ke tempat yang jauh dan kita akan lebih tenang disana"
"Tidak perlu repot – repot. Korea adalah negara yang aman"
..
.
.
.
.
TBC/END
Ditengah ujian yang sebentar lagi akan saya hadapi ehh malah nulis ff. Ya gak papa deh yang penting saya senang.
OK yang masih inget chap 1 D&G ini chap 2 nya.
Untuk genrenya agak action gitu ya.
OK saya gak terlalu suka basa – basi yang suka mangga review Ok. Please tinggalkan jejak jangan bikin saya Baper Ok wkwkwk
