Mysterious Writer
Author: sebaekkiebyun
Rated: T
Cast: ChanBaek and other member EXO / otp
Genre: bisa ditentuin sendiri aja :v
Semua cast disini bukan milik saya, tetapi milik Tuhan Yang Maha Esa dan SM Ent. But, the story is mine! Please don't copy my story!~
Mysterious Writer Chapter 2.
Chanyeol menikmati perjalanannya menuju ke korea. Meskipun hatinya tak tenang karena memikirkan bagaimana nasib Kyungsoo. Chanyeol mengambil handphonenya dan menatap layarnya hanya untuk sekedar berkaca saja.
"Chan…Kau tak tidur? Perjalanan masih lama," ujar Yoora yang sedari tadi menatap Chanyeol kasihan.
"Nanti saja noona. Aku tidak mengantuk," kata Chanyeol sambil mengambil novel yang belum ia selesai baca. "Sudahlah, noona tak perlu mengkhawatirkanku. Jika noona ingin tidur, tidur saja. Aku bisa membaca novel yang belum selesai aku baca,"
"Baiklah Chan.. Jika itu maumu," ucap Yoora yang kemudian tertidur.
Ck, dasar noona pemalas, batin Chanyeol dalam hati. Chanyeol hanya tertawa kecil melihat noonanya yang sudah terlebih dahulu tidur.
Chanyeol pun melanjutkan membacanya. Novel – yang menurutnya sangat bagus itu – berjudul 'When I Meet You' karya…entahlah. Penulis tak menuliskan identitasnya disini. Chanyeol memiliki beberapa buku yang penulis tak menuliskan identitasnya di buku tersebut. Menurut Chanyeol, orang yang menulis buku-buku tersebut adalah sama.
Chanyeol pernah mendengar dari teman sekelasnya di Universitas Paris bahwa orang yang menulis buku itu tinggal di Korea. Chanyeol hanya bisa berharap bahwa ia bisa bertemu dengan penulis misterius itu.
.
.
"Chan… Bangun…" kata Yoora membangunkan Chanyeol. "Hah! Sudah sampai ya?" tanya Chanyeol sambil mengucek matanya dan mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul seluruhnya.
"Sudah Chan… Ayo turun…" kata Yoora sambil menggandeng lengan Chanyeol untuk turun dari pesawat. "Kau bisa telepon Kai jika kau ingin ke apartemennya. Kau kesana naik taksi saja. Ini noona bayar ongkosnya. Jangan bertengkar sama Jongin ya!"
"Iya noona," jawab Chanyeol malas sambil mencari taksi. Sejak kecil, Chanyeol dan Jongin memang jarang rukun. Itu sebabnya, pada saat diajak ke Paris oleh noona-nya, Jongin tak ikut dan membiarkan Chanyeol ikut Yoora ke Paris.
Sebelum mencari taksi, Chanyeol terlebih dahulu menelpon Jongin. Sebenarnya Chanyeol malas, tapi mau bagaimana lagi? Ia tak tahu akan tinggal dimana selain apartemen yang dihuni oleh Jongin.
"Dasar bocah!" kata Chanyeol mengumpat Jongin karena tidak menjawab telponnya. Tiba-tiba handphone Chanyeol bergetar. Ia melihat ada panggilan masuk. Dari Kim Jongin.
"Heyy! Dasar bocah! Sudahku telpon berkali-kali tapi kenapa baru kau angkat? Hey Kim Jongin!" kata Chanyeol sedikit menahan emosinya.
"Tenanglah Park Chanyeol! Kim Jongin sudah disini.." kata Jongin tetap bersikap tenang.
"Ihh…tolong jangan sok tenang begitu Kim Jongin! Hey! Sudah kubilang, panggil aku dengan sebutan hyung!" kata Chanyeol marah-marah. "Ah, sudahlah lupakan,"
"Kenapa kau menelponku?" tanya Jongin akhirnya.
"Dimana alamat apartemenmu? Aku akan kesana," ucap Chanyeol masih agak sedikit jengkel. Dengan seksama, Chanyeol mendengarkan perkataan Kai tentang alamat apartemennya.
.
.
Ternyata disini kau tinggal, Kim Jongin, batin Chanyeol dalam hati sambil melihat dari luar apartemen Jongin.
Chanyeol pun segera menuju lift dan menekan angka 5 yang menunjukkan ia akan naik ke lantai 5, tempat Jongin tinggal. Chanyeol mencari nomor kamar yang diberikan oleh Jongin. Nomor 88, ingat Chanyeol dalam hati.
Chanyeol mengangkat tangannya untuk mngetok pintu. Tapi belum sempat Chanyeol mengetuk pintu, orang yang di dalam kamar tersebut sudah membuka pintu terlebih dahulu. Seorang namja yang tingginya hampir sama dengan dia membuka pintunya.
"Hey Park Chanyeol! Welkam bek (?) hyunngg~~~ ai mis yuuu (?)~~" ucap Jongin sambil memeluk Chanyeol. Chanyeol yang di peluknya hanya bisa pasrah di peluk Jongin.
"Hey Kim Jongin! Bolehkah aku masuk? Aku sangat lelah hari ini. Perjalanan yang melelahkan," ucap Chanyeol sambil memohon kepada Jongin. "Masuklah. Sini kubantu bawakan barangmu, Chan.." jawab Jongin sambil membawakan 2 tas Chanyeol.
Tanpa membereskan barangnya terlebih dahulu, Chanyeol langsung membaringkan tubuhnya di kasur Jongin. Jongin yang berniat mengusirnya langsung mengurungkan niatnya karena melihat Chanyeol tertidur pulas di kasurnya. Sepertinya Chanyeol sangat capek. Hyung, ternyata dari dulu kau tak berubah. Kau tetap Park Chanyeol yang dulu, ucap Jongin dalam hati.
Jongin – yang kebetulan lagi berbaik hati kepada Chanyeol – membereskan beberapa bawaan Chanyeol. Ia membereskan pakaian yang di bawa Chanyeol. Menatanya rapi di lemari pakaian. Mungkin butuh beberapa waktu untuk menata beberapa pakaian yang dibawa Chanyeol.
.
.
Chanyeol mengucek matanya. Ia baru saja bangun dari tidurnya yang pulas. Ia melihat ajam yang berada di meja di samping kasur Jongin. Pukul 2 siang! Chanyeol tertidur selama 3 jam ternyata. Chanyeol tidak pernah tidur siang sampai 3 jam.
"Hey Chanyeol! Kau sudah bangun rupanya..aku sudah membereskan beberapa pakaianmu," ucap Jongin yang baru saja keluar dari kamar mandi kemudian duduk di samping Chanyeol.
"Sudah kubilang beberapa kali panggil aku hyung! Tapi terserahlah.. eh, terimakasih telah bantu beresin pakaianku," ucap Chanyeol sambil meraih handphonenya dan mengecek apakah ada pesan dari Kyungsoo atau tidak.
Kyungsoo tidak menelpon atau memngirimku pesan. Mungkin nanti, batin Chanyeol sambil menatap layar handphonenya. Jongin yang melihat Chanyeol menatap handphonenya dengan 'tatapan melas' segera menyenggol lengan Chanyeol.
"Hyung! Kenapa nih? Kayaknya lagi nunggu sms atau telepon dari seseorang…jangan-jangan kau sudah mempunyai…kekasih ya?" tanya Jongin dan Chanyeol mengambil bantal dan melempar kearahnya.
"Hey Kim Jongin! Aku tak mempunyai kekasih! Aku hanya menunggu pesan dari teman dekatku yang satu universitas denganku di Paris," jawab Chanyeol seadanya. Jongin hanya menganggukan kepalanya.
Hening sejenak…
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Sampai-sampai bunyi detik jam dinding di kamar Jongin terdengar.
"Park Chanyeol…" panggil Jongin akhirnya. Chanyeol hanya mendongakkan kepalanya seraya menatap Jongin yang berdiri sambil mengambil jaketnya. "Kau ku traktir deh! Mumpung aku lagi baik hati sama hyung,"
Chanyeol – yang tak percaya mendengar perkataan Jongin – langsung mengiakan. Ia mengambil jaketnya dan pergi keluar bersama Jongin.
.
.
"Hyung, kau mau pesan apa? Biar kubayar," kata Jongin sambil melihat daftar menu. "Aku mau latte," jawab Chanyeol singkat sambil meraih handphonenya yang bergetar.
Jongin pun memanggil waiter dan memesankan dua latte. Jongin mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.
"Hey! Kau bisa ke café dekat apartemenku sekarang?" tanya Jongin
"…."
"Ya, cepatlah! Ada hyungku disini… dia baru pulang tadi.."
"…."
"Baiklah, cepatt! Kutunggu!" Jongin pun memutuskan panggilannya. Chanyeol yang sudah beres dengan handphonenya – juga – menatap Jongin heran. Siapa orang yang ditelponnya?
"Nugu?" tanya Chanyeol tanpa basa-basi.
"Kau masih ingat Oh Sehun?" tanya Jongin balik. Chanyeol mengingat-ingat masa sekolah dasarnya.
"Sebentar… Ya! Oh Sehun? Kekasih Xi Luhan saat SMP? Bagaimana keadaannya saat ini?" tanya Chanyeol saat sudah mengingat masa lalunya.
"kau akan tahu keadaan Sehun sebentar lagi," jawab Jongin sambil melihat orang – yang sepertinya bernama Oh Sehun itu – datang kearah meja mereka.
"kau Sehun?" tanya Chanyeol tanpa basa-basi. Orang yang didepan Chanyeol dan Jongin hanya mengangguk. "Heyy! Bagaimana kabar Luhan? Apa dia baik-baik saja? Apa dia tetap menjadi kekasihmu? Dan ngomong-ngomong kau lebih tampan dari yang dulu!" ucap Chanyeol histeris.
"Hey Park Chanyeol! Kau masih mengenalku ternyata.. dan sifatmu sama saja seperti dulu. Tentang Luhan, ia baik-baik saja. Aku tetap menjalin hubungan dengannya," jawab Sehun tenang. "Dan kau tahu, Luhan bekerja disini. Itu dia!" tunjuk Sehun.
Chanyeol menatap orang yang di tunjuk Sehun. Mata rusa yang ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Xi Luhan!
Luhan bergerak menuju kearah mereka bertiga sambil membawakan dua latte pesanan Jongin dan Chanyeol. Luhan menaruh dua gelas di meja dan menatap Chanyeol sejenak.
"Kau Park Chanyeol?" Chanyeol hanya mengangguk. "Kau benar-benar Park Chanyeol? Seorang happy virus saat SMP dulu? Haaaa….aku benar-benar merindukanmu, Chanyeol!" Luhan langsung memeluk Chanyeol dan Sehun yang melihatnya langsung berdehem.
"Ehem… Luhannie..kau tidak melihatku?" tanya Sehun dengan cuek. Luhan yang menyadari keadaan langsung melepaskan pelukan 'kangen'nya. "Maafkan aku, Hunnie…Aku hanya merindukan Chanyeol,"
"Terserahlah," jawab Sehun singkat, padat, dan tak jelas.
"Baiklah… Aku kembali bekerja dulu, ya! Bye Jongin, Chanyeol, Sehunnie~" kata Luhan sambil melambaikan tangannya.
"Lihatlah! Dia tetap saja seperti dulu," kata Sehun sambil menatap Luhan. Chanyeol hanya mengangguk yang melihat sikap Luhan yang tak berubah sejak SMP.
.
.
Hampir satu jam mereka berada di café yang Chanyeol tak tahu apa nama café tersebut. Chanyeol menemani Jongin membayar di kasir sedangkan Sehun menunggu mereka di luar.
Saat di kasir, Chanyeol melihat petugas kasir tersebut. Ia menatapnya baik-baik. Seorang penjaga kasir yang sangat imut dan manis, menurut Chanyeol. Ia tak berhenti menatap namja penjaga kasir tersebut.
Akhirnya, Jongin menariknya keluar. Chanyeol merasakan detak jantungnya tak beraturan. Apalagi saat ia mendapatkan eye contact dari namja tadi.
Apakah aku menyukai namja itu? tanya Chanyeol dalam hati.
Dan tak sengaja tadi Chanyeol melihat name tag yang di kenakannya. Ia melihat namanya. Nama namja penjaga kasir itu adalah…. Byun Baekhyun!
.
.
Tbc…
Maaf kalau ceritanya malah jelek soalnya langsung nulis apa yang ada di otak author -_- ditambah author juga banyak tugas...biasalah author kena k13 :( reviewnya author tunggu lho ya~~~ btw, author seneng banget soalnya Kyuhyun mau debut jadi solo artis yeay! #abaikan *tebar kembang kamboja kuburan (?)* see you next chapter ya guys :D
