CHAPTER 1

Liburan sekolah telah berlalu. Saatnya untuk kembali sekolah. Min mengambil mantel cokelat lalu segera melilitkan ke tubuhnya. Tak lupa juga syal hitam kesayangannya. Ia meraih tas yang tergeletak di meja.

"umma, aku pergi" kata Min kepada ibunya lalu berlari ke pintu.

Lalu berjalan ke tangga lalu keluar dari gedung Apartement.

Salju belum turun namun, Pagi itu sudah sangat dingin. Mungkin beberapa hari lagi Salju akan segera turun. Min menunggu bis yang menuju ke sekolahnya. Tak lama kemudian Bis yang ia tunggu datang. Saat akan masuk, seseorang tidak sengaja menabraknya.

"maaf" katanya pelan.

Min hanya mengangguk dan bergegas masuk ke Bis. Ia tak mau terlambat. Begitu pula dengan orang yang menabraknya tadi.

Min duduk di baris ke 2 sebelah kiri. Ia duduk sendiri. Ia memang lebih suka duduk sendiri. Sementara orang yang menabraknya terduduk tak jauh dari tempat Min.

"bagaimana liburanmu?" kata suzy kepada sahabatnya itu

"aku hanya pergi menemui ayah di Amerika, sudah lama aku tak bertemu dengannya" jawab Min.

"lalu apa yang..." belum selesai Suzy berbicara Miss Han masuk ke dalam kelas dan meminta perhatian dari semua siswa. Kemudian disusul masuknya seorang laki – laki yang masuk ke kelas. Min tak merasa asing dengan lelaki itu, sepertinya dia sudah pernah melihatnya. Tapi, Min lupa kapan dan dimana hal itu terjadi.

"annyeong haseyo nama saya Lee Gi kwang, sebelumnya aku sempat bersekolah dan tinggal di Amerika selama 10 tahun. Senang berjumpa dengan kalian." Ia Semua tersenyum dengan ramah dengan semua orang. Semua siswa wanita terpesona dan yang laki – laki iri kepadanya. Tapi tidak dengan Min. Dia hanya cuek duduk di belakang, tak peduli dengan kedatangan pria tadi.

Gi kwang duduk di bangku sebelah Min. Ia terlihat riang. Min tersenyum ramah padanya setelah itu ia melanjutkan menulis. Gi kwang melihat min yang sangat ramah.

" hai, " gi kwang menyapa dan tersenyum ramah kepada Min.

" hai, juga" ucap min lagi.

Setelah melihat wajah Gi kwang dengan jelas ia semakin yakin jika ia sudah tidak merasa asing dengannya. Sepertinya ia pernah melihatnya sebelumnya. Ia pernah mendengar suara itu. Hal itu membuatnys makin penasaran saja.

" kau, duduklah dibelakang sana" Miss Han menunjuk bangku di belakang. Bangku itu kosong dan disebelahnya duduk seorang wanita yang berambut pendek dan terlihat lembut. Gi kwang berjalan menuju bangku yang dimaksud. Ia menyapa gadis itu. Mereka saling tersenyum ramah. Sepertinya aku pernah melihatnya gumam Gi Kwang dalam hati. Ia penasaran dengan gadis itu. Pelajaran sedang berlangsung. Miss Han menuliskan beberapa soal di papan tulis. Semua siswa disuruh untuk mengerjakan soal tadi. Namun, Gi kwang tak mendengar perintah itu. Ia masih melihat gadis yang tersinari cahaya matahari itu. Ia menatapnya lekat – lekat sembari memikirkan kejadian dimanakah mereka pernah bertemu. Ia masih sangat penasaran. Namun, khayalannya buyar begitu saja saat Miss Han menghampirinya dan berkata " Kau terus menatapnya. Sekarang saatnya untuk belajar bukan untuk memperhatikan gadis di sebelahmu" Gi kwang kaget lalu tertunduk.

"kerjakan soal di papan tulis sekarang" Perintah Miss Han.

Gi kwang melangkah ke depan. Ia berhadapan dengan papan putih dengan tulisan – tulisan. Ia sama sekali tak mendengarkan penjelasan Miss Han tadi. Ia hanya memperhatikan gadis yang ada di sebelahnya tadi. Lama ia berdiri disana. Ia mencoba untuk menjawab soal yang ada dihadapannya. Huh,, tetap sulit, ia membalikkan badan.

"maaf saya belum bisa" Katanya kepada bu Guru.

" makanya kalu sekolah perhatikan pelajaran bukan hanya melihat gadis yang bersebelahan denganmu" Miss Han menjawab dengan ketus

" karena ini hari pertamamu kau hanya kuhukum untuk membersihkan kelas setelah jam pelajaran usai nanti." Lanjutnya

" baik, maafkan saya" Gi kwang kembali melangkah ke bangku dan duduk kembali. Ia melihat gadis itu sempat menoleh tadi namun hanya sekejap.

Gi Kwang duduk . namun, tak lagi memperhatikan gadis itu. Ia lebih memperhatikan pelajaran sekarang.

Min kaget mendengar Miss han mengetuk meja dengan keras . Dikiranya itu mejanya. Ternyata meja anak baru itu. "dasar baru masuk udah bikin ulah." Batin min. " Kau terus menatapnya. Sekarang saatnya untuk belajar bukan untuk memperhatikan gadis di sebelahmu" ucap Mis Han pada anak baru itu. Min tersentak kaget . Gadis sebelahnya?. Aku? Sepertinya memang aku, gumam Min. Tapi untuk apa dia memperhatikanku?.

Sudahlah. Min kembali menghadap bukunya. Ia mencoba mengerjakan soal yang diberikan oleh Miss Han tadi.

Dengan mudah Min bisa mengerjakannnya. Namun, anak baru yang disuruh mengerjakan di depan hanya terdiam menatap papan tulis dan terlihat sedikit berpikir lalu menyerah. Ia melihat laki – laki itu melangkah kembali ke tempat duduknya. Sebenarnya tampangnya tidak terlalu buruk. Kali ini Min cukup memperhatikannya namu cukup sampai laki – laki itu duduk di tempat duduknya sendiri. Kenapa aku sekarang seperti ini, batinnya. Tidak mungkin min tertarik padanya. Min lalu mengalihkan pandangannya kembali ke pekerjaannya. Ia kembali berkutat dengan soal – soal yang ada di hadapannya.

Bel istirahat sudah berbunyi. Saatnya untuk pergi makan siang. Tapi, Min tidak berniat pergi ke cafetaria sampai ketika Suzy mengajaknya pergi. Min akhirnya pergi juga. Sampai di cafetaria mereka memesan makan siang lalu pergi mencari tempat duduk. Gi Kwang juga datang. Min melihat kedatangannya. Lalu oa melihatnya duduk tak jauh dari tempat duduk min ternyata siswa baru itu juga sedang makan siang dan sepertinya ia sudah mendapatkan teman akrab. Ia terlihat sedang sangat gembira mengobrol dengan teman – teman barunya. Sangat ceria. Dan tawanya terlihat sangat manis. Tawa yang sangat menyenangkan. Min memperhatikan Gi kwang sampai – sampai membiarka Suzy mengoceh sendirian, ia bercerita tentang calon pacar barunya.

" bagaimana menurutmu?" tanya suzy kepada Min.

Min diam. Ia tak mendengarka Suzy sama sekali.

"hei, min" Suzy memanggil Min sedikit dengan suara keras.

Lalu terlihat Gi Kwang menoleh ke arah Min. Min menyadarinya. Sesegera mungkin ia mengalihkan pandangannya dan ia mendengar Suzy mencoba berkata sesuatu padanya yang memang dari tadi tak ia dengarkan.

"ha? Apa? Tadi kau bicara apa?" tanya Min pada Suzy

" huh?! Apa? " Suzy menirukan kata – kata Min sedikit mengejek. " jadi, dari tadi aku bicara dan kau tak mendengarkannya?" Suzy menggerutu.

"maaf, aku tadi..." belum usai Min berbicara Suzy sudah berkata " kau tadi melihat Gi Kwang kan?"

" emm, tidak" Min mencoba untuk mengelak.

"ayolah mengaku, aku kan sahabatmu" bujuk Suzy.

"sudahlah, lanjutkan makanmu dan ayo capat kembali ke kelas. Kurasa tidak lama lagi bel akan berbunyi." Ucap Min pada akhirnya.

Benar saja bel akhirnya berbunyi 5 menit kemudian. Min bangun dari tempat duduknya lalu melangkah keluar kembali ke kelasnya.

Tak butuh waktu lama Gi Kwang mendapat teman baru. Ia bahkan mendapat teman yang enurutnya asik. Setelah bel istirahat berbunyi mereka pergi ke cafetaria. Setelah mendapatkan makan siangnya, Gi Kwang dan teman – temannya yaitu Jong Hyun, Hyun Seung , dan Dong Woon duduk di dekat jendela. Gi Kwang mengobrol banyak kepada mereka. Begitu juga teman – temnannya. Mereka saling bertukar cerita. Bertukar pengalaman. Namun, percakapan mereka terhenti saat Hyun Seung menunjuk Meja di depan mereka. Seorang wanita tengah memperhatikan mereka atau lebih tepatnya hanya Gi Kwang yang ia perhatikan. Gi Kwang kemudian melihatnya. Ia sangat imut dengan pipi Chubynya. Ia adalah Min. Gadis yang ia perhatikan di kelas tadi. Gi Kwang hanya tersenyum. Yang kemudian senyumannya itu dibalas oleh Min dengan sangat manis. Namun, gadis itu malah kemudian memalingkan pendangannya lalu mengobrol dengan temannya yang sempat menoleh tadi.

"sepertinya kau benar benar menyukainya ya?" tanya Hyun Seung tiba – tiba.

"hahaha,,, kau bercanda. Mana mungkin. Aku baru saja bertemu dengannya." Jawab Gi kwang.

" kau tidak percaya dengan cinta pandangan pertama?" tanya Dong Woon kemudian.

"cinta pada pandangan pertama? Aku belum pernah mengalaminya, entahlah aku tak mengerti." Kata Gi kwang lagi

" kau yakin? Sepertinya tidak. Dari tadi kau terus saja memperhatikannya. Dikelas kau memperhatikannya. Dan sekarang juga. Kau pasti menyukainya.." desak Jong hyun.

" sudahlah. Bel sudah berbuny. Sebaiknya kita cepat – cepat kembali ke kelas." Gi kwang mengalihkan pembicaraanya.