Genre: Drama/Romance?
Pairing: Taoris/Kristao/Fantao
Cast: Huang Zitao
Wu Yifan
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Oh Sehun
Lu Han
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Rate: T
Summary: Bukan salah Yifan jika dia dilahirkan dengan segala kelebihan yang dimilki. Dia tampan? Jelas iya. Dengan rambut pirang mencolok bagaikan tokoh utama manga yang keluar dari komik. Sayangnya, banyak orang merasa salah paham dengan ketampanan yang dimilikinya terutama karena Bitch face-nya. "Sungguh Hyung. Dia seperti cuter version dari wajah bitchy yang kau miliki itu – Park Chanyeol
Warning: OOC, Boyslove, alur kecepatan, typo bertebaran
Cuter version?
.
.
Silahkan tinggalkan page ini jika anda tidak berkenan
Dengan para cast dan warning-nya
.
Menerima Segala kritikan dan saran yang bersifat membangun
Tanpa menghancurkan semangat dan imajinasi author
.
Enjoy the story
.
.
Banyak orang mengakui bahwa seorang Huang Zitao adalah anak yang manja, ceroboh dan kekanak-kanakan. Selain ada fakta lain yang menyebutkan bahwa dia adalah anak yang polos mengingat dia adalah anak tunggal dan kedua orang tuanya yang begitu protektif dan posesive padanya. Bukan masalah yang besar. Hanya saja akibat semua perlakuan orang tuanya yang terlalu berlebihan itu, sosok Huang Zitao tumbuh menjadi sosok yang pemalu dan agak pendiam sehingga di usia yang sudah mencapai 16 tahun hanya memiliki beberapa teman. Yah, kalau bisa disebut beberapa terhitung sepupunya dan satu teman sepupunya. Bukannya dia dibenci, justru beberapa orang yang mengenal sosok Huang Zitao menganggap dia adalah anak yang menggemaskan dan pantas untuk dimanja. Tapi memang Zitao sendiri yang begitu pendiam jika bertemu orang asing sehingga orang lain menjadi sungkan padanya.
Tidak heran walau sudah 2 hari pindah ke sekolah barunya, Zitao cuma mengenal beberapa teman di kelasnya dan juga teman sebangkunya, Do Kyungsoo. Seorang lelaki manis bermata belo seperti burung hantu yang awalnya Tao mengira dia adalah anak yang menakutkan. Tapi setelah kenal dekat, ternyata Kyungsoo adalah anak yang ramah dan begitu baik padanya. Sebenarnya, ada sesuatu hal yang membuat Zitao bingung dan aneh 2 hari belakangan ini, dimulai dari saat ia menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di sekolah dan percaya atau tidak hampir semua siswa yang berpapasan dengannya dikoridor memandangnya dengan penuh minat kemudian mereka saling berbisik satu sama lain. Hal itu membuat Zitao takut dan salah tingkah. Apa ada yang salah dengan penampilannya? Dan dia sempat berfikir untuk pulang dan mengadu kepada orang tuanya jikalau sepupunya saat itu tidak mencegahnya. Sungguh, rasanya Zitao ingin menangis.
Tidak hanya itu, respon aneh juga datang dari teman-teman sekelasnya. Saat sesi perkenalan banyak anak (terutama siswi) yang bertanya kepadanya, apakah dia adik Kris? Atau apakah dia saudara kembar Kris? Demi tuhan! Dia bahkan tidak kenal Kris. Siapa itu Kris? Apa dia seorang anggota boyband terkenal sehingga banyak gadis yang menanyakannya? Tao benar-benar tidak tahu. Tapi ada satu hal pasti yang dia tahu, si Kris entah siapa itu namanya telah membuat Zitao langsung terkenal di seluruh sekolah di hari pertama dia menampakkan wajahnya di sekolah. Bahkan hingga hari ini.
He's like an impromptu celebrity, ya know?
"Menurutku, memang sedikit mirip kok."
"Apanya yang sedikit? Mereka benar-benar mirip, babySoo. Hanya saja Zitao lebih ramping dan sexy daripada dia."
"Apa kalian buta? Dari sudut mana mereka mirip? Sekali lihat saja sudah jelas mereka berbeda. Kalian bisa lihat sendiri kalau Zitao lebih mirip dengan panda sedangkan dia lebih cocok kalau disamakan dengan seekor Naga."
"Ukhh… kenapa kalian bertiga melihat Tao seperti itu? Apa Tao terlihat aneh?"
Benar. Inilah salah satu hal mencurigakan lainnya yang membuat Tao sedikit ketakutan dan berencana untuk tidak mau sekolah lagi. Kenapa teman-teman barunya menatapnya intens seperti itu? Apa dia adalah elien atau sejenisnya? Bahkan teman sebangkunya, Kyungsoo juga ikut-ikutan.
Plakk Plakk
"Ouch! Kenapa kau menamparku, babySoo~"
"Iya Hyung. kenapa menampar kami?"
"Jangan memandangi Taozi seperti itu, Kim jongin, Oh Sehun. Apa kalian tidak pernah berkaca? Wajah kalian berdua terlihat mengerikan jika seperti itu." Do Kyungsoo berujar sinis. Membuat 2 pemuda lain (Kai dan Sehun) mendengus sebal. Sejak kedatangan Zitao, entah kenapa Kyungsoo menjadi sedikit galak dengan orang lain. Apalagi kalau itu berkaitan dengan Zitao. Seperti saat ini contohnya?
"Hyung sendiri menatap Panda-hyung seperti itu. Kenapa kami yang disalahkan?" gerutu pemuda berkulit putih susu, Sehun.
"Kalau aku jelas berbeda, Oh Sehun."
"Apanya yang beda?"
Zitao hanya memandang mereka bertiga yang saat ini sedang berdebat dengan tampang polos andalannya. Sebenarnya ada apa sih? Padahal dia ingin sekali ke kantin. Saat bel tanda istirahat berbunyi tadi, pemuda polos itu yang awalnya ingin mengajak Kyungsoo ke kantin langsung diurungkan niatnya saat melihat 2 teman sekelasnya (baca: Kai dan Sehun) datang dengan wajah yang mencurigakan. Tentu saja hal itu membuat Tao bingung. Apalagi saat merasakan mereka berdua dan Kyungsoo seolah mengintimidasinya.
"Jadi, kau benar-benar tidak mengenal Kris-Hyung? kau yakin?" Tanya Kai penasaran. Tao hanya mengangguk polos.
"Kris yang itu lho. Tinggi seperti tiang listrik, berambut pirang dan irit ekspresi." Jelas Kai lagi. Tao menggeleng.
"Siapa itu Kris?"Tanya Tao penasaran. Membuat tiga temannya yang lain saling pandang kemudian menghela nafas.
"Apa aku bilang Kkamjong? Tidak mungkin kalau Panda-hyung adalah adik atau saudaranya. Jelas-jelas mereka berbeda." Dengus Sehun malas. Kenapa teman hitamnya ini keras kepala sekali sih? Sebelumnya dia bahkan ngotot kalau Zitao adalah saudara Kris atau semacamnya.
"Sudahlah. Kalian hanya membuatnya bingung. Jangan dengarkan ocehan mereka berdua nee Taozi?" Kyungsoo tersenyum tipis ke arah Tao yang masih duduk di sampingnya. Membuat si bocah panda tersenyum lugu ke arahnya.
"Kyaa~ kenapa kau menggemaskan sekali? Aduh. Tahan Soo, tahan… jangan ooc seperti ini." Gumam Kyungsoo pelan pada dirinya sendiri sambil meremas tangannya. Membuat Kai dan sehun memutar bola mata mereka bosan. Sedangkan Tao hanya lempeng saja, tidak mengerti sama sekali.
"Lebih baik kalau kita pergi ke kan-"
Brakk
"BabyZii~ kenapa kau lama sekali? Gege sudah menunggumu di kantin." Omongan Kai terputus saat seorang pemuda cantik dengan seenak rambutnya mendobrak pintu kelas dan menghampiri mereka berempat dengan tampang sok polos.
"Luhan-hyung?"
.
.
"Berhenti mengangguku, Park Dobby!" teriak seorang pemuda manis bereyeliner pada seorang pemuda tinggi di sampingnya. Ayolah, dia hanya ingin pergi ke kelas sahabatnya tapi kekasihnya yang bodoh ini selalu menanyainya macam-macam.
"Ayolah Baekh sayang~ aku hanya ingin bertanya, siapa itu Zitao?" Chanyeol memandang Baekhyun dengan memelas. Membuat pemuda yang lebih kecil memutar matanya malas.
"Aku baru mengenalnya kemarin Chan sayang~ kau juga melihatnya kan? Kita baru bertemu dengannya kemarin pagi bersama Luhan-Hyung. Puas?" jelas pemuda Byun jengkel. Kenapa kekasihnya ini tidak mengerti juga? Kalau saja dia bukan kekasih yang disayanginya sepenuh hati, ingin sekali Baekhyun melempar Chanyeol ke kandang Naga.
"Benarkah? Tapi, kau kan sudah mengenal dekat Luhan-hyung. Seharusnya kau tahu Zitao juga kan?"balas Chanyeol ngotot. Membuat Baekhyun yang berjalan di sampingnya ingin menendangnya kuat-kuat. Damn! Untuk Chanyeol dan mulut cerewetnya.
"Terserahlah~ kenapa kau ngotot sekali ingin mengenalnya? Kau naksir dengannya ya Park Chanyeol?" tuduh si pemuda eyeliner macam-macam. Membuat Chanyeol seketika membuka mulutnya lebar-lebar.
"Iya-kan? Kau mau mencoba berselingkuh dibelakangku? Lihat saja, aku benar-benar akan mencincangmu kalau kau berani melakukannya." ancam pemuda bermarga Byun itu serius. Entah kenapa Chanyeol sedikit takut dan berkeringat dingin.
Byun Baekhyun tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"Aku sudah sering memperingatimu sayang~ jangan terlalu sering menonton drama tv. Jalan pikiranmu menjadi ngelantur seperti ini kan?" Baekhyun mengeraskan ekspresinya ketika mendengar jawaban Chanyeol kemudian dengan sekuat tenaga dia menendang kaki panjang milik kekasihnya.
"Yaa! Kenapa kau menendang kakiku baby-Baek?" teriak Chanyeol tidak terima. Sedangkan Baekhyun mengangkat bahunya acuh dengan tampang polos. Tidak mempedulikan tatapan heran yang didapatkannya dari siswa lain yang berpapasan dengan mereka. Dengan santai pemuda itu meninggalkan kekasihnya sendirian di tengah koridor.
"Haishhhh…. Dia kenapa sih? Apa sedang PMS? Aduh! Tendangannya sakit sekali…" ringis Chanyeol mengaduh sambil mengelus kakinya yang nyeri.
.
.
Katakan pada Yifan jika dia memang gila. Sudah dua hari ini dia tidak bisa menjalankan aktivitasnya dengan benar. Bahkan dia hampir saja menabrak seorang pejalan kaki tadi pagi kalau saja dia tidak menghentikan mobilnya tepat waktu. Dia bahkan sampai menceritakan hal itu pada Chanyeol dan pemuda tinggi sahabatnya itu hanya menatapnya prihatin. Bukannya memberikan masukan, Chanyeol malah menambah beban dengan mengatakan bahwa Yifan mulai bertingkah tidak biasa dua hari ini karena seseorang.
Huang ZiTao?
Jujur saja. Yifan bahkan belum sempat bertemu dengan cuter version-nya yang diceritakan oleh Chanyeol itu. Selain karena memang tidak sempat, dia hanya merasa… belum saatnya. Ntah apa yang ada dipikirannya, dia hanya mengikuti kata hati, sungguh. Biarlah semua berjalan dengan apa adanya. Yifan hanya ingin mengikuti arus yang sudah digariskan. Hanya itu. Bukannya dia tidak penasaran atau apa… yah, mungkin benar kata Chanyeol. Kalau dia memikirkan sosok itu tanpa disadarinya. Merepotkan.
"Kau sudah melihatnya kan? Siswa baru itu mirip Kris."
"Kau benar. Mereka sama-sama pirang. Tapi bagiku, Kris tetap yang tertampan~"
"Sttttt! Jangan keras-keras, kita sekarang di perpustakaan dan Kris ada di depanmu, bodoh."
Yah, Yifan saat ini memang ada di perpustakaan. Seharusnya, biasanya dia lebih memilih kantin atau atap sekolah saat istirahat seperti ini. Tapi, karena memang dia membutuhkan sebuah buku untuk bahan tugasnya, terpaksa dia mengunjungi perpustakaan. Dan bodohnya, dia malah terjebak dengan mendengarkan percakapan dua siswi yang saat ini duduk tidak jauh darinya. Demi apapun, suara mereka bahkan bisa di dengar oleh penjaga perpustakaan di depan sana. Inilah salah satu alasan Kris tidak menyukai seorang gadis. Mereka berisik.
"Iya, aku tahu kok. Tapi, bagaimana menurutmu?"
"Kalau kau ingin aku jujur, aku lebih menyukai cuter version-nya. Maksudku yah… siswa baru itu. Lihat kan? Menurutku dia anak yang manis dan sikapnya tidak sedingin Kris bahkan kudengar dia anak yang polos."
"Tentu saja dia manis. Aku setuju, apalagi mata Pandanya. Dia terlihat menggemaskan."
Mata Panda?
Yifan tertegun. Sebuah kenangan lama menyeruak masuk ke dalam otaknya. Sebuah memory yang tanpa Yifan sadari selalu tersimpan rapi di otaknya. Tersimpan aman dengan segala bentuk kepercayaan dan janji yang mengikatnya. Setelah beberapa saat, dia mulai beranjak dari kursi yang di dudukinya kemudian melangkah keluar perpustakaan. Meninggalkan dua siswi yang masih bergosip tentang dirinya di belakang.
.
.
"Kau pulang dengan siapa, Taozi?" Tanya Kyungsoo sambil memandang anak panda di sampingnya yang saat ini tengah membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja.
"Bersama Lulu-ge, Soo-hyung. Hyung dengan siapa?" Tao membalas dengan ekspresi polosnya. Membuat Kyungsoo memekik gemas ingin menyimpannya di karung dan membawanya pulang.
"Dengan jongin, seperti biasanya. Mau berjalan bersama ke parkiran sekolah?" tawar Kyungsoo tersenyum tipis. Tao mengangguk semangat kemudian dengan cepat membereskan bukunya dibantu Kyungsoo.
"Soo-hyung dan Kai sepasang kekasih ya?" Tanya Tao tanpa dosa. Membuat Kyungsoo membelalakkan matanya syok.
"Darimana kau tahu?"
"Sehun yang memberi tahu Tao tadi." Ingatkan Kyungsoo untuk memukul Sehun nanti jika bertemu dengannya.
"Kajja kita pergi sekarang. Nanti Luhan-hyung lama menunggu." Pemuda bermata bulat itu menggandeng tangan Tao. Membuat yang bersangkutan tersenyum manis. Tuhan, Tao senang sekali mendapatkan teman yang perhatian seperti Kyungsoo. Katakan dia berlebihan, Kyungsoo memang teman pertamanya selain sepupunya.
"Jadi, kau sudah lama tinggal di Korea?" Tanya Kyungsoo membuka pembicaraan saat keduanya berjalan di koridor. Tao menggeleng pelan.
"Tao baru pindah sekitar 3 bulan yang lalu."
"Pantas bahasa koreamu belum terlalu fasih." Balas Kyungsoo sambil mengangguk paham.
"Zitao… " panggil seorang pemuda tinggi saat berpapasan jalan dengan mereka berdua. Meskipun terkesan pelan, tapi Tao masih bisa mendengarnya.
"Ndee?" Tao menoleh dan mendapati seorang pemuda tinggi berambut pirang berdiri tidak jauh darinya. Pemuda itu memandang Zitao dengan tatapan yang sulit diartikan. Tapi entah bagaimana, Zitao bisa melihat tatapan sedih, terkejut dan…. Rindu di dalamnya. Itu membuat perasaan Zitao menjadi tak menentu. Sebuah perasaan yang bahkan belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Kenapa?
"Zitao… " Pemuda itu masih menyebut namanya pelan.
Hening
Hening
"Kau… siapa?"
Dari sekian banyak waktu
Kenapa baru sekarang aku menemukanmu?
Dari seribu kemungkinan yang ada
Kenapa harus dalam keadaan seperti ini?
.
.
.
T.B.C
Note : Akhirnya bisa update juga ya allah… #sujudsyukur . aku sempat gak nyangka kalau ternyata fic Ini mendapat respon positif dari kalian semua. Kalian luar biasa #alaArielnoah
Terima kasih ya atas review kalian semua, Maaf belum bisa balas satu-satu. Aku ngetik ini bahkan di sela-sela kesibukan skripsi-ku yang belum kelar-kelar. Maaf juga telat update T_T maklumi saya okeh…. Oh ya, mereka (KrisTao) baru bertemu di akhir fic ini jangan ada yang kecewa ya? Chap depan bakal ada banyak moment mereka kok. Ehm. Gak janji sih…. #digampar
Jadi, jika ada diantara kalian semua ingin menanyakan sesuatu tentang fic atau apa kalian bisa inbox saya. Menerima segala masukan dan kritikan kok… asal tidak menerror saja #smirk
See yaa~
So, REVIEW?
