Obsesi Sasuke

Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Thanea Zwarte Roos

Pairing : SasuNaru BL

Genre: hurt, comfort

Rate: T ( seiring berjalan waktu bisa naik )

Warning: Yaoi, BoyxBoy, EBI kacau, OOC, dkk.

.

.

.

Taman kanak-kanak adalah masa perkenalan bagi para siswa dalam hal belajar membaca, menulis dan bersosialisasi.

Begitu juga dengan Naruto dan Sasuke. Dua orang Bocah berbeda kepribadian, berbeda sifat dan selera. Meskipun begitu, keduanya tetap saling melengkapi satu sama lain. Di mana ada si raven maka di situ ada si pirang. Mereka juga sering bertengkar, namun dengan cepat berbaikan kembali. Karena mereka tahu, mereka berdua tidak bisa saling mendiamkan dan saling membenci.

Kini keduanya tengah memasuki jenjang taman kanak-kanak dengan semua tingkah lucunya. Seperti sekarang, di mana akan diadakannya pentas akhir tahun di Taman Kanak-kanak tempat mereka menimba ilmu di usia dini. Mereka akan melakukan pentas seni berupa drama. Keduanya memerankan tokoh cerita dongeng yang dimodifikasi.

Bila di dongeng aslinya adalah sang putri yang harus diselamatkan oleh pangeran dengan membunuh sang naga, maka sang naga dalam dongeng yang mereka pentaskan akan diganti dengan rubah berekor sembilan.

Sasuke yang notebene sangat tampan tidak diragukan lagi untuk berperan menjadi sosok pangeran berkuda putih. Dan yang menjadi putrinya adalah gadis cantik bersurai merah jambu.

Sementara Naruto sendiri harus rela menjadi Sang rubah. Meski sedih dan gagal menjadi pangeran seperti keinginannya, Naruto tetap akan menampilkan perannya sebaik mungkin.

Pertunjukan pun akan segera dimulai. Bocah-bocah kecil menggemaskan melakukan latihan terakhir dengan antusiasme khas anak-anak. Tidak ada kendala apa pun dari latihan, membuat semua guru yakin pertunjukan akan berjalan seratus persen sesuai harapan.

Pertunjukan dimulai. Adegan demi adegan dilakoni dengan baik oleh anak-anak yang mendapati peran. Para orang tua yang duduk di kursi penonton tersenyum, kadang terkekeh lucu melihat putera-puteri kebanggaan mereka memerankan tokohnya dengan menggemaskan.

Hingga tiba di mana adegan sang pangeran harus membunuh sang rubah akan segera dilakukan, suasana pun berubah menjadi kacau. Sasuke yang harus melakukan adegan tersebut tak kunjung mengeluarkan pedangnya untuk menjalankan perannya.

Mata hitam bulatnya terlalu terpaku pada Naruto dalam balutan costum rubah —yang terlihat menggemaskan. Ditambah, kelakuan Naruto menahan bajunya yang memang agak kesempitan dengan ukuran tubuhnya.

Semua itu bermakna sangat ambigu bagi Sasuke. Oh ... jangan lupakan desahan yang lolos dari bibir cherry itu.

"Engggg." Naruto menggeram, mencoba terlihat galak, namun terlihat mengemaskan. Membuat Sasuke tidak tahan dan langsung menubruk tubuh Naruto.

Bite.

Sasuke menggigit pipi gembil Naruto, sementara tangannya meremas bokong montok bocah itu. Naruto yang mulai merasakan alarm bahaya segera berbalik dan menjauh. Menghindari Sasuke dalam mode mesum yang sangat tidak aman bagi masa depan kepolosannya.

Namun sayang ... Sasuke yang terlalu bernafsu justru menarik ekor rubah Naruto. Aksi tarik menarik antara Sasuke dan Naruto pun tak terelakkan.

Tangan mungil Naruto bahkan harus berpegangan pada kastil yang mengurung sang putri. Namun dengan sekuat tenaga, Sasuke menarik ekor Naruto, bermaksud agar Naruto lebih dekat dengannya.

Dan peristiwa memalukan tersebut terjadi tanpa diduganya. Bunyi kain yang robek terdengar cukup nyaring, bersamaan dengan bunyi bedebum benda jatuh.

Sasuke tidak sengaja merobek costum Naruto. Akibat perbuatannya bokong montok milik Naruto terlihat oleh semua orang.

Bukkkk.

Sasuke yang baru pertama kali melihat bokong telanjang Naruto —yang ternyata sangat mulus tanpa cacat— harus rela kehilangan darahnya melalui hidung dan jatuh tak sadarkan diri karena terlalu shock.

"Kyaaaa!" Sang putri hanya mampu berteriak dari atas kastil. Sang pangeran yang seharusnya datang menolong dari kurungan rubah ekor sembilan, justru tumbang dengan tidak elit.

"Hahahahaaha!" tawa para penonton semakin membuat kacau pertunjukan. Sementara orang tua dari dua bocah si pembuat kekacauan hanya menggelengkan kepala. Enggan berkomentar akan tingkah putera-puteranya.

Dasar.

Akhirnya, Naruto dengan terpaksa harus menahan malu. Dirinya juga harus menutup bokongnya yang telanjang dengan kedua tangan mungilnya. Wajahnya sudah memerah sempurna. Dalam hati merutuki perbuatan Sasuke yang telah berhasil membuat dirinya malu seperti ini.

Dan ditambah suara tumbang Sasuke yang jatuh pingsan karena mimisan melihat bokong kenyal nan mulus milik Naruto.

Pertunjukan drama pentas seni akhir tahun pun ditutup dengan akhir; Sang pangeran yang mati dan putri tetap terkurung di kastil, juga Sang rubah yang harus rela kehilangan ekornya.

.

.

.

TBC

Beberapa chapter ke depan masih terkesan humor. Jadi mohon bersabar untuk inti permasalahannya.

Mohon saran dan kritiknya~~

Salam damai selalu

Hidup SasuNaru Lovers

#Thanea Zwarte Roos