Hai hai! Chapter 2 update! Maaf untuk keterlambatan update, soalnya Mecha sudah kelas 6, jadi sibuk terus dan gak boleh buka laptop. Pulangnya malam, belum lagi kalau ada PR TTwTT.
Alice no himitsu
Summary: Alice Baskerville, mungkin ia terlihat sebagai manusia biasa, tetapi siapa sangka, keluarganya adalah salah satu keluarga keturunan penyihir. Meskipun berulang kali Lacie menyuruh Alice untuk tidak menggunakan sihir sembarangan, tetapi Alice tetap mempergunakannya sembarangan, hingga suatu hari teman sekelasnya melihatnya menggunakan sihir..
Disclaimer: Pandora Hearts (c) Jun Mochizuki
Alice no himitsu (c) Mechamote12
Genres: Friendship, fantasy and romance
Warning: GaJe, OOC, alur kecepetan, bikin galau berkepanjangan, cerita tersendat-sendat, kependekan/kepanjangan, typo ada di mana-mana.
Chapter 02: Another Secret
"Se-sera-seragam..." Oz menatap Alice dengan pandangan tidak percaya dan itu membuat Alice kesal.
"Kau terlalu berlebihan! Baiklah...aku bukan manusia biasa sepertimu!" ucap Alice kemudian berjalan ke arah Oz yang masih diam membeku.
"Ja-jadi? Kau itu setan? Siluman?" tanya Oz setelah mulai agak tenang.
PLAK! Alice menyihir sebuah sapu yang di letakkan di belakang gedung tersebut dan memukul kepala Oz.
"Aku bukan setan ataupun siluman!" omel Alice sambil mengendalikan sapu yang di sihirnya untuk memukul-mukul kepala Oz.
"Sudah! Sakit, tau!" Oz memegangi kepalanya yang dari tadi dipukuli sapu.
"Aku adalah penyihir" Alice melepaskan kendalinya.
"Aku ingin kau menjaga rahasia ini!" lanjut Alice. Oz terdiam.
"Baiklah, aku akan menjaga rahasiamu!" ujar Oz.
"Aku tidak yakin padamu.." ujar Alice. Oz menghela nafas.
"Kalau begitu, mau aku bocorkan?" Oz tersenyum usil.
"Jangan!" teriak Alice, Oz tersenyum sekali lagi.
"Hahahaha! Gadis dingin sepertimu bisa bertingkah seperti itu juga!" ujar Oz sambil tertawa, wajah Alice memerah.
"Uukh..." Alice mulai merasa kesal dengan Oz. Sekali lagi, ia mengayunkan tangannya.
"Ma-maaf, aku tidak serius, kok! Hanya bercanda..." Oz mengangkat tangannya membentuk V melihat Alice hendak menyihir sapu itu lagi untuk memukuli Oz.
"Kau ini serius, tidak sih?" omel Alice.
"Baik-baik...gomen...aku akan menjaga rahasia ini! Janji!" Oz mengulurkan tangan. Alice perlahan menyambut tangan Oz. Entah mengapa, dadanya berdebar-debar saat memegang tangan Oz.
"Err...Alice?" suara Oz menyadarkan lamunan Alice.
"Ahh...maaf.." Alice melepaskan tangan Oz.
"Hei! Kalian lama sekali!" tegur seseorang dari belakang. Ternyata itu Florence Celarie, teman sekelas mereka.
"Darimana kau dapat baju itu?" tanya Florence menatap Alice tajam. Padahal ia sudah yakin menyembunyikan baju olahraga Alice di tempat yang sangat sulit sehingga mustahil untuk di temukan olehnya.
"Bukan urusanmu..." Alice melewati mereka berdua. Florence semakin panas kemudian menarik Oz dan mendahului Alice.
"Oz, Alice memang menyebalkan, ya?" Florence memeluk erat lengan Oz membuat Oz agak sesak.
"Y-Ya..." jawab Oz singkat. Alice yang memperhatikan dari belakang hanya bertanya-tanya tentang debaran di dadanya tadi, dan kini dadanya malah terasa amat sesak.
XXX
TENG TENG bel tanda pergantian pelajaran berbunyi, Alice dan teman-temannya masuk ke ruang kelas. Mereka mengganti pakaian mereka dulu tentunya.
"Alice!" panggil Sharon, Alice menoleh.
"Oh! Sharon!" Alice tersenyum melihat Sharon.
"Hehehe...kudengar kau bersama Oz tadi!" Sharon tersenyum, Alice langsung berkeringat dingin, pasti Sharon akan mengajarkannya tentang cinta, perasaan dari hati, atau apalah.
"..." Alice terdiam, Sharon kembali menanyai Alice.
"Apakah ada debaran di hatimu, Alice?" tanya Sharon, Alice menunduk dan tanpa sadar berkata
"Ya"
Oops! Alice berkeringat dingin, seragam miliknya telah basah oleh keringat. Sharon pasti akan mengontrolnya tentang cinta dan memaksanya mempelajari seluruh isi novel cinta yang pasti sangat membosankan.
"ITU DIA!" seru Sharon membuat seluruh pasang mata menatap mereka berdua.
"Sha-sharon!" tegur Alice. Sharon hanya menyengir.
"A-Alice! Itu bagian menjadi seorang Lady! Kau hebat! Hebat!" Sharon mengguncang-guncang tubuh Alice.
"Ukh...kau berlebihan, Sharon!"
"Hehehe...sepertinya aku harus memakai sihir.." gumam Sharon.
"Sharon?" tanya Alice ketika sahabatnya itu bergumam.
"Ti-tidak..." Sharon terkejut karena 'rahasia'nya hampir diketahui Alice.
"Yah Sharon! Aku janji akan memberitaahukan rahasia terbesarku-" Alice menutup mulutnya karena secara tidak sengaja mengatakan 'rahasia terbesar'.
"benarkah?" tanya Sharon. Alice mengangguk pelan, Sharon pun mengangguk juga.
"Aku juga akan memberitahu rahasiaku Alice..." Sharon tampak ragu-ragu. Mereka hening beberapa saat.
"Eh, ayo masuk sudah bel..." Alice memecah ketegangan.
"I-Iya!"
XXX
'Sharon berperilaku aneh...ia seperti menyembunyikan rahaasia dariku' ujar Alice dalam hati.
"Alice...Alice!" panggil Oz, Alice tersadar dari lamunannya.
"Kau dari tadi melamun terus, ada apa?" tanya Oz, Alice menggeleng pelan.
"Aku tidak apa-apa, kok..." Alice tersenyum kecil.
"Apa benar? Kau tampak memikirkan sesuatu" ujar Oz lagi.
"Aku bilang tidak ya tidak!" Alice reflek memukul meja hingga semua pasang mata tertuju padanya.
"Cih...berisik sekali kau ini!" ujar murid perempuan di depannya, Alice berusaha menahan emosinya.
'Hanya karena aku dekat dengan Oz mereka membenciku? Sungguh bodoh! Meskipun beberapa kali mereka mengerjaiku, tidak akan mempan!' gerutu Alice dalam hati.
"Sharon lama sekali..." gumam Alice menunggu Sharon di taman sekolah, tempat yang di katakan sharon untuk saling bertukar rahasia.
"Hei! Alice Baskerville!" panggil Florence sambil berjalan angkuh ke arah Alice.
"Cih..." Alice mengepalkan tangan, ia menahan emosinya pada gadis di depannya ini. Florence sudah berulang kali membuatnya kesal. Saat pelajaran biologi ia menumpahkan alkohol ke seragam Alice dan menyalahkan dirinya hingga ia di damprat Rufus-sensei, mengotori lantai yang susah payah di pel Alice dengan kopi sehingga sulit dihilangkan, menyiram Alice dengan air bekas pel. Alice sudah pasti akan menyihirnya menjadi katak jika ia tidak dilarang oleh Oz.
"Hei...kau tak perlu dingin begitu, Alice!" ia menyeringai, teman satu gengnya memberikan seember cairan berwarna hitam.
"..." Alice terdiam saat teman Florence menyiramkan cairan itu ke tubuh Alice, ia memejamkan mata, tetapi-
"Jangan!" suara Sharon. Alice membuka matanya, ia melihat Sharon membuat sebuah tameng, bukan tameng biasa, karena tameng itu hancur ketika Sharon melepaskan kedua tangannya. Florence dan yang lainnya masih terkejut dengan kejadian tersebut begitu juga Alice.
"Sha-sharon...kimi wa...mahou shoujo.." ujar Alice tak percaya, Sharon mengangguk.
"Aku tahu Alice, kau juga 'kan?" tanya Sharon sambil tersenyum.
"Ta-tapi...bagaimana kalau mereka memberitahu yang lain?" bisik Alice.
"Tenang saja..." Sharon menjentikkan jarinya, Florence dan yang lainnya tiba-tiba bertingkah seperti orang yang tidak tahu apa-apa.
"Itu sihir penghapus ingatan" jelas Sharon.
"Wah...aku saja belum menguasai sihir sulit seperti itu, dan Alyss butuh dua tangan untuk melakukannya, sementara kau Cuma menjentikkan jari? Hebat!" puji Alice, Sharon hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehehe...terima kasih!" Sharon tersenyum.
"Mana Oz?" tanya Sharon. Alice hening sejenak.
"Tadi...sepertinya ia di ajak Florence kencan atau apalah aku tak tahu!" Alice menunduk, entah mengapa dadanya terasa lebih sesak lagi dari yang tadi.
"Kau cemburu, ya? Tunggu! Bukannya Florence..." Sharon melihat sekelilingnya, Florence masih bersama teman-temannya.
"Alice! Kau...kau dalam bahaya!"
"Da-dalam bahaya? Apa maksudmu?" tanya Alice, namun Sharon sudah menariknya kedalam portal yang di buatnya.
"Kita susul Oz, Alice!" ujar Sharon, sesaat kemudian, mereka sudah berada di sebuah taman.
"Alice, biar kujelaskan! Oz pemegang rahasiamu, bukan?" tanya Sharon, Alice mengangguk.
"Itu artinya, ia terikat denganmu, atau bisa jadi ia pemegang Soulgem milikmu dan...aku takut jika Soulgem itu di rebut dan jatuh ke tangan orang yang salah maka dunia ini bisa saja hancur!" jelas Sharon.
"Ha-hancur?" tanya Alice, Sharon mengagguk.
"Ya. Setiap penyihir memiliki Soulgem, empat Soulgem terkuat dimiliki empat keluarga besar Baskerville, Reinsworth dan Nightray! Kau dan aku adalah pewaris Soulgem berikutnya!"
"Tunggu, apa marga satu keluarga lagi? Kau baru menyebutkan tiga!" ujar Alice.
"Itu- aku lupa, tapi yang jelas jika keempat Soulgem tersebut di satukan, maka akan menghasilkan energi yang besar!"
"Tapi-" Bruk! Alice ambruk di pangkuan Sharon.
"Gawat...aku terlambat"
TBC
Gimana? Gimana? Ngomong-ngomong maacih buat reviewsnya! Mecha sampai terharu nih...pengen nangis...hehe siip! Kali ini gak kependekan kaya chapter pertamanya! Dan Mecha sedikit menyisipkan adventure di cerita ini! Bye-bye! See you in next chappy!
