sayang apa yang kamu lihat? Dan siapa yang kamu ajak bicara?" Changmin bertanya dengan wajah sedikit kecewa

"apa kamu mendengar berita tentang seseorang bernama Siwon?" Kyu malah balik bertanya pada Changmin

"oh Tuhan! Jangan lagi" Changmin menggelengkan kepalanya

"jadi maksudmu sekarang kamu sedang berhadapan dengan orang bernama Siwon ?" Changmin tampak menyepelekan pertanyaan Kyu yang sangat penting buat Siwon

"lupakan kita masuk mobil" Changmin berlalu dan masuk kedalam mobil dibalik kemudi

"Kyu kamu mau pergi tidak?" Changmin setengah membentak

"nee!" jawab Kyu pelan menatap Siwon

"masuklah" Kyu menawarkan Siwon untuk ikut pergi bersama mereka.

In the car

Kyuhyun diam seribu bahasa begitu juga Changmin. Sementara Siwon terus saja berbicara tentang kasus yang menimpanya

"sebenarnya kasus yang menimpa namja bernama Siwon itu seperti apa jelasnya?" Kyu membuka percakapan dengan kekasihnya

"dia diberitakan hilang selama seminggu, anehnya semua barang berharga miliknya termasuk mobil mewah ditemukan masih utuh. Mobil itu ditemukan di basement appartement kita. Jadi besar kemungkinan orang itu adalah korban penculikan yang didasari dendam pibadi bukan karena uang. Menurut berita orang itu adalah pewaris kerajaan Choi" Changmin menjawab sambil konsentrasi mengemudikan mobilnya.

Kyu memperhatikan Siwon melalui kaca spion, tatapan matanya memelas melihat arwah Siwon yang sedang duduk termenung dibelakangnya

"tapi aku tidak punya musuh, bagaimana mungkin ada orang memiliki dendam pibadi padaku" Siwon menggerutu

"Minnie-ah kita sudah berteman selama 2 tahun lebih dan kita memutuskan untuk berpacaran selama hampir 8 bulan. Aku yakin kamu tahu pasti apapun yang menimpaku termasuk kemampuanku dalam melihat makhlus halus" Kyu berusaha melunakan hati Changmin

"jadi apa maksudmu?" tanya Changmin ketus

"percaya atau tidak Siwon ada bersama kita. Dia duduk dibelakang" Kyu memberitahu Changmin.

Changmin yang syock menghentikan mobilnya dengan tiba – tiba

"cukup! Aku tidak ingin mendengar lagi. Kamu hanya berhalusinasi Kyu" bentak Changmin menatap Kyu

"ternyata kamu tidak sepenuhnya memahamiku" sesal Kyuhyun kecewa

"aku sangat memahamimu Kyu. Aku menerima semua kekuranganmu termasuk penyakitmu itu. tapi aku tidak bisa menerima halusinasi juga delusimu" Changmin semakin menaikan intonasi bicaranya

"maafkan aku membuat kamu bermasalah dengan kekasihmu?" Siwon menyesali kehadirannya

"antarkan aku pulang" Kyu berubah fikiran

"mwo? Pulang?" Changmin memastikan

"dalam hidup tidak ada yang aku inginkan lebih dari sekedar dimengerti" Kyu beralasan

"kamu ingin semua orang mengerti tentang delusi juga halusinasimu. Begitu maksudmu?" ujar Changmin sinis

"aku pikir dengan menerima kamu sebagai kekasih aku akan lebih merasa nyaman, ternyata tidak. kamu tidak bersamaku saat aku dihantui seseorang. Kamu sama saja dengan yang lainnya hanya menganggap aku aneh" Kyu mengeluarkan semua keluhannya

"apa yang harus aku lakukan?" tanya Changmin

"pahami apa yang sedang menimpaku saat ini" jawab Kyu tegas

"dihantui namja bernama Siwon" Changmin sepertinya menyindir

"aku tadi sudah bilang. Aku sedang diikuti orang bernama Siwon itu" Kyu menatap Siwon yang hanya duduk terdiam dari kaca spion

"baiklah lalu apa selanjutnya?" Changmin meneruskan kembali mengemudikan mobilnya.

"katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kyu pada Siwon

"aku tidak tahu pasti, yang aku ingat terakhir aku menabrak seorang anak kecil lalu mengantarnya pulang kerumahnya setelah itu semuanya hitam" jawab Siwon putus asa

"apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Kyu kembali

"mola! Aku hanya ingin mencari tahu kenyataan sebenarnya yang telah menimpaku. Jika aku sekarang adalah arwah itu berarti aku memang sudah mati. Lalu dimana jasadku? Aku ingin tahu" Siwon menundukka kepalanya

Kyuhyun menatap Siwon penuh haru. Dalam hati dia berfikir Setidaknya hidup Ku lebih baik walau aku mengidap penyakit yang aneh ini, aku masih hidup juga memiliki kekasih. Sementara Siwon dia sekarang adalah sebuah arwah yang tidak tahu pasti dengan apa yang menimpanya

At siwon"s home

Semenjak menghilangnya Siwon sang dongsaeng. Heechul menjadi sangat pemurung juga lebih emosional. Setiap hari dia menghabiskan waktunya untuk melukis wajah Siwon dalam berbagai versi. Heechul menyibukan diri demi melupakan dukanya sampai lupa untuk merawat dirinya.

Appa juga eomma sangat mengkhawatirkan satu – satunya putera yang tersisa. Mereka memutuskan untuk mendatangkan Sully yeoja cantik yang akan dijodohkan dengan Heechul.

"oppa! Boleh aku masuk?" Sully mengetuk pintu kamar Siwon dimana Heechul sedang berada didalamnya

"aku tidak ingin bertemu dengan siapapun! Tinggalkan aku" jawab Heechul ketus dari dalam kamar

"Heechul-ah! Eomma mohon jangan seperti itu" eomma memohon pada Heechul

"eomma! Aku mohon jangan ganggu aku! Aku baru saja kehilangan dongsaengku tercinta, aku tidak ingin kehilangan privasiku juga eomma! Tinggalkan aku" Heechul memang keras kepala

"jika kamu begitu terus! Apakah akan mengembalikan Siwon pada kita?" eomma terus berusaha membuat Heechul keluar

"aku sudah tidak tahan dengan keributan yang kalian buat! Lebih baik aku keluar mencari udara segar" Heechul membuka pintu kamar dengan kasar dan berlalu meninggalkan eomma juga Sully disana

At Kyuhyun's room

Changmin terpaksa menuruti keinginan Kyuhyun untuk pulang kerumahnya karena Kyuhyun masih kecewa dengan reaksi Changmin akan sosok Siwon yang kini terus mengikutinya.

"sampai kapan kamu akan terus mengikutiku?" tanya Kyuhyun pada Siwon saat menaiki anak tangga menuju kamarnya

Seperti biasa rumah Kyuhyun selalu sepi karena kedua orang tuanya sangat sibuk mengelola Universitas yang mereka dirikan di kota Seoul.

"sampai aku benar – benar dipanggil Tuhan" jawab Siwon asal

"apa kamu tidak merasa sedih? Mati dalam usia yang masih sangat muda" Kyuhyun menatap Siwon yang saat ini berjalan disampingnya

"apakah aku memang sudah mati?" Siwon malah balik bertanya

"pengalamanku bertemu dengan arwah sepertimu, memang pasti mereka sudah mati" Kyuhyun membuka pintu kamarnya

"kalau aku memang sudah mati, kenapa aku tidak merasakan apapun? Sakit atau terbakar atau terjatuh?" Siwon memperhatikan isi kamar Kyuhyun

"apa kamu sudah memiliki kekasih?" Kyuhyun mulai bertanya masalah pribadi Siwon

"tidak ada waktu untuk memikirkannya. Karena aku terlalu sibuk dengan kuliah dan pekerjaanku" jawab Siwon menatap keluar jendela yang sudah mulai gelap

"apa ini adil? Namja sempurna seperti kamu memiliki segalanya, keluarga kaya. Tapi harus mati muda" Kyuhyun merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk sambil memandang kearah Siwon

"aku tidak tahu" Siwon menatap Kyuhyun diam

"berapa umurmu?" tanya Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk

"jika aku masih hidup bulan April nanti aku akan berumur 24 tahun" jawab Siwon masih diposisinya

"kau 2 tahun lebih tua dariku. Itu berarti aku harus memanggilmu hyung" Kyuhyun berdiri melangkah menuju tempat Siwon, ikut menikmati pemandangan luar

"kenapa kamu berpacaran dengan seorang namja Kyuhyun-ssi?" Siwon mulai berani mengorek Kyuhyun

"karena aku tidak suka yeoja! Sederhana bukan?" jawab Kyu dengan tatapan evilnya

"kamu sangat tidak beruntung hyung. Diusia 24 tahun, belum memiliki kekasih. Apa hidup seperti itu tidak membosankan?" Kyuhyun duduk dimeja belajarnya

"sangat membosankan Kyu! Hidupku nyaris sempurna. Semua begitu mudah buatku. Tidak ada tantangan dan perjuangan" tatapan Siwon tertuju sebuah piala milik Kyuhyun

"apa hyung menyukai yeoja?" kyuhyun ikut menatap kearah piala

"itu milikmu Kyu?" Siwon mengalihkan pembicaraan berjalan menuju piala besar disudut kamar

"nee" jawab Kyuhyun singkat

Piala itu Kyuhyun dapatkan karena prestasinya yang begitu cemerlang dibidan sains. Tapi sejak penyakit itu menyerangnya, Kyuhyun menjadi berubah dan tidak lagi berambisi untuk mempertahankan prestasinya

"kamu masih kuliah Kyu?" Siwon melangkah mendekati Kyuhyun

"jika aku sudah siap untuk kembali" jawab Kyuhyun mencoba menyentuh tubuh Siwon yang menerawang

"kamu juga bahkan tidak bisa menyentuhku Kyu! Apalagi keluargaku" Siwon memandangi tubuhnya

"keluarga? Apa arti mereka buatmu hyung?" Kyuhun seolah sedang meraba bagian perut Siwon dengan tangannya

"segalanya! Appa yang sangat menyanyagiku, eomma yang sangat mempedulikanku dan Hyung yang mencintaiku" wajah Siwon tampak sedih jika teringat keluarganya

"aku tidak memiliki itu semua hyung! noonaku mati saat mencoba menggugurkan kandungannya karena kekasihnya yang tidak bertanggung jawab. Orang tuaku sibuk dengan universitas yang mereka dirikan. Mereka bahkan pernah hendak mengirimkan aku untuk dirawat dirumah sakit jiwa karena penyakitku ini. Setiap hari selalu aku habiskan dengan sahabatku Changmin yang kini menjadi kekasihku. Semua berawal dari rasa nyaman dan bahagia saat bersama Changmin hingga aku benar – benar sangat tergantung padanya dan jatuh cinta padanya" Kyuhyun menghela nafas panjang

"kamu belum menjawab pertanyaanku Hyung! Apa kamu menyukai yeoja?" Kyu kembali bertanya

"yeoja? Mereka datang dan pergi tanpa pernah singgah dihatiku" Siwon memejamkan matanya

"apa yang harus aku lakukan untuk dapat menolongmu hyung?" kyuhyun menatap Siwon yang masih memejamkan matanya

"Pergilah kerumahku besok siang. Dan katakan bahwa kamu mampu melihatku" Siwon memberikan ide yang sangat gila

Dilain tempat Heechul mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia hendak menemui Hankyung sahabat Siwon dikampus. Heechul nekat menjemput Hankyung ke kost-annya

"hyung-ah! Sebenarnya ada masalah apa sampai – sampai hyung menemuiku malam – malam begini?" sapa Hankyung saat menghampiri Heechul yang tampak murung dalam mobilnya

"temani aku minum Hankyung-ah aku sangat membutuhkan teman disaat seperti ini" Heechul membuka kunci pintu mobilnya untuk Hankyung

"saya tahu hyung pasti sangat merindukan Siwon. Itu sebabnya hyung datang menemuiku bukan?" Hankyung tatap Heechul haru

"kamu betul Hankyung-ah aku sangat merindukannya. Aku rindu manjanya, aku rindu pelukannya, aku rindu senyumannya aku rindu semua yang ada pada dirinya" Heechul tampak sangat sentimental

"nado hyung! Siwon adalah teman terbaik yang pernah aku miliki. Dia bahkan tidak pernah menghitung berapa banyak uang yang aku pinjam darinya untuk menutupi biaya kost juga kuliahku. Baju baru yang hanya sekali dia pakai aku pinjam dan tak pernah aku kembalikan. Dia adalah teman yang sangat hebat hyung" Hankyung ikut larut dalam kesedihan Heechul

"jika dia masih hidup kamu harus ingat untuk mengembalikannya Hankyung-ah" Heechul mulai bercanda.

Mereka berdua minum bersama dikios yang biasa menjajakan minuman seperti arak, soji juga beer.

"tidak banyak teman yang kami punya. Karena status social yang kami miliki, eomma juga appa sangat membatasi pergaulan kami" Heechul mulai mencutahkan isi hatinya

"itu juga yang sering diceritakan Siwon padaku hyung" Hankyung meneguk sojinya

"berteman dengan putra dan putri mahkota dari beberapa kerajaan bisnis relasinya appa sungguh sangat membosankan buat kami. Itu sebabnya aku dan Siwon menjadi lebih dekat dan saling bergantung satu sama lain. Kami lebih nyaman dan merasa senang jika kami berdua tanpa ada orang lain disekitar kami" Heechul kembali meneguk sojinya

"kami bahkan tidak pernah berfikir untuk mencari kekasih karena kami takut kehadiran mereka malah merusak kenyamanan yang sudah kami dapat. Appa dan eomma terlalu berfikir jauh dan salah mengartikan kedekatan kami. Mereka memisahkan aku dan Siwon dengan cara mengirimkan aku untuk menekuni hobiku dalam seni lukis di Perancis" Heechul mulai meneteskan air matanya

"apa yang bisa aku lakukan untuk mengurangi sedihmu hyung?" Hankyung tampak serba salah melihat Heechul yang rapuh

"jadilah perdengar yang baik buatku" jawab Heechul menghabiskan sisa sojinya

"nee" jawab Hankyung menatap Heechul penuh simpaty

"Siwon adalah dongsaengku satu – satunya mana mungkin aku akan jatuh cinta padanya? Appa dan eomma benar – benar sudah gila berfikir aku dan Siwon menjalin cinta terlarang. Sekarang apa yang bisa mereka lakukan untuk menghiburku? Aku sudah dipaksa berpisah dengan dongsaengku dan saat aku kembali dia pergi entah kemana" Heechul menutup wajahnya dengan telapak tangannya

"hyung ottokhe?" Hankyung mencoba menghibur Heechul dengan menepuk bahunya

"belum cukup sampai disitu mereka mengujiku. Hari ini mereka mendatangkan yeoja dungu dan tolol untuk menghiburku aku sungguh muak dengan semua ini. Yeoja itulah yang akhirnya nanti akan menjadi istriku" Heechul menatap Hankyung pasrah

"hyung lebih baik kita pulang! Kamu sudah minum terlalu banyak hyung" ajak Hankyung

"bawa aku pergi dari sini tapi jangan coba kamu mengantarku pulang kerumah " Heechul melingkarkan tangannya dibahu Hankyung

Hankyung memapah Heechul masuk kedalam mobil namun bukan dijok supir karena Heechul sudah mabuk berat. Setelah yakin Heechul sudah duduk dengan nyamyan, Hankyung segera masuk kedalam mobil dan mulai melaju meninggalkan tempat itu.

"kemana kita sekarang hyung?" Tanya Hankyung bingung

"bawa aku ketempatmu" jawab Heechul yang tetap memjamkan matanya

"tempatku tidak nyaman hyung! aku hanya anak kost yang mampu menyewa kamar murahan. Aku tidak berani membawamu ketempatku" Hankyung merendah

"aku tidak peduli yang penting aku tidak ingin kembali kerumah" jawab Heechul memaksa

"baiklah hyung" Hankyung melajukan mobil Heechul dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya. Mereka sampai ditempat kost-an Hankyung. Hankyung kembali memapah Heechul masuk kedalam kamarnya

"siapa dia?" Tanya salah satu penghuni kostan

"hyungku" jawab Hankyung berbohong

Mereka sudah berada didalam kamar. Hankyung merebahkan tubuh Heechul diatas kasurnya yang sudah lepek dan tidak empuk lagi

"kemarilah! Peluk aku" Heechul memeluk Hankyung saat hendak beranjak meninggalkan dikasur

"hyung!" Hankyung sedikit terkejut

"bercintalah denganku" Heechul seketika melumat bibir tipis Hankyung

Hankyung syock berat dengan apa yang sudah dilakukan Heechul padanya. Dia tidak membalas ciuman itu namun tidak menolak juga. Dia hanya diam menikmati ciuman Heechul yang penuh hasrat padanya. Malam itu adalah pertama kalinya bagi Hankyung berciuman dengan sesama namja.

Heechul akhirnya bermalam dikamar Hankyung setelah lelah melumat bibir Hankyung sampai hampir kehabisan nafas. Hankyung dihadapkan pada sebuah dilemma karena Heechul. Disisi lain naluri namjanya yang normal dan menyukai yeoja cantik tapi dia juga tidak mampu menyangkal pesona dan sentuhan dari namja yang sangat cantik bernama Heechul, hyung dari sahabatnya yang kini entah berada dimana.

At Siwon's home

"jadi ini istana keluarga Choi yang sangat terkenal itu?" Tanya Kyuhyun memperhatikan istana megah dari balik kemudinya setelah melewati pos satpam digerbang utama.

"nee" jawab Siwon yang duduk disampingnya

"apa yang harus aku lakukan sekarang?" Kyu bertanya pada Siwon

"berpura – puralah menjadi teman lamaku dan tujuanmu kesini adalah untuk mencari kabar terbaru kasusku" jawab Siwon menyusun skenario

Tiba – tiba datang mobil Heechul melewati mobil Kyuhyun sebelum Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari mobilnya. Lalu keluar Heechul dan Hankyung yang tampak jauh lebih akrab dari malam sebelumnya

Siapa mereka?" Tanya Kyu

"dia hyungku dan yang satunya adalah sahabatku" jawab Siwon menunjuk satu persatu

"hyung? kenapa buatku dia seperti yeoja yang sangat cantik?" Kyuhyun memperhatikan Heechul melangkah masuk kedalam rumah diikuti Hankyung

"jangan pernah berfikir untuk memacari hyungku! Dia namja yang sangat normal" Siwon memberi Kyuhyun peringatan

"ani! Tapi aku lihat mereka tampak seperti sepasang kekasih" Kyuhyun terus memperhatikan Heechul dan Hankyung

"jika dengan begitu hyung bisa bahagia! Aku rela karena aku tahu Hankyung adalah namja yang sangat baik" Siwon memandangi Heechul dengan tatapan sedih

"kamu keluarlah dan segera sapa mereka" perintah Siwon

"baiklah" Kyu segera keluar dari mobilnya diikuti Siwon berjalan dibelakangnya.

Mereka berjalan menghampiri Heechul juga Hankyung yang hendak membuka pintu rumah berwarna coklat itu.

"permisi!" sapa Kyuhyun pada Heechul

"anda siapa?" Tanya Heechul menoreh kearah Kyuhyun

"saya chingunya Siwon-shi hyung" jawab Kyu tersenyum.

"chingu?" Heechul menatap Hankyung

"bilang kalau kamu chingu di club sains" Siwon memerintah

"Kyuhyun imnida! Saya chingu di club sains hyung" Kyuhyun menuruti perintah Siwon

"apa kamu sudah mendengar berita yang menimpa uri Siwonnie?" Heechul bertanya

"nee, itu sebabnya saya kemari ingin mencari kabar terbaru hyung" jawab Kyuhyun

"masuklah! Kita bicara didalam" Heechul mengajak Kyuhyun dan Hankyung masuk

"oppa! Semalam oppa kemana saja?" tiba – tiba Suly keluar membuka pintu

"dirumah chingu" jawab Heechul ketus

"ada siapa?" terdengar suara eomma dari ruang tengah menghampiri

"dia eommaku" Siwon memberitahu Kyu

"oppa eommoni! Jawab Sully

"Heechul-ah kamu membuat eomma khawatir saja" eomma memeluk Heechul

"eommoni!" sapa Hankyung disambut ramah eomma

"Kyuhyun imnida eommonie" sapa Kyu pada eomma

"Kamu teman Siwon atau Heechul?" tanya eomma ramah

"saya teman lama Siwon hyung, tujuan saya datang kesini untuk mencari tahu perkembangan terakhir atas kasus yang menimpa Siwon hyung. Saya sungguh menyesal neommonie" Kyu menatap eomma penuh haru

"jejaknya masih belum ditemukan dan polisi juga hampir putus asa karena tidak ada petunjuk mengarah kemana dan dimana Siwon berada. Bahkan telpon dari sang penculikpun tidak pernah kami terima" eomma meneteskan air matanya

"eomma!?" Heechul memeluk eomma

Siwon menatap penuh luka pada Heechul dan sang eomma.

"aku sangat menyayangi hyung ku lebih dari sekedar rasa sayang pada hyung, bahkan aku sangat mencintainya" Siwon menatap Heechul penuh kasih dan terus menatapnya disaksikan Kyu yang memang hanya dia yang mampu melihatnya

"Siwon hyung sering bilang pada saya kalau dia sangat mencintai eomma juga hyungnya" Kyu berinisiatif menceritakan yang beru saja didengarnya pada Heechul

"jinja? Apa yang dia ceritakan?" Heechul mulai menampakan semangatnya

"katakan padanya aku suka saat melihat dia tidur karena saat tidur dia tampak sangat cantik, katakan juga padanya kenangan paling indah dalam hidupku adalah saat kami terjebak dalam badai salju setelah bermain sky di villa dulu" Siwon tak henti – hentinya menatap wajah Heechul.

Kyu kembali menyampaikan semua yang dia dengar dari Siwon. Heechul hanya bisa meneteskan air matany

"Hankyung-ssi apa anda juga sering mendengar cerita serupa dari uri Siwonnie?" Tanya eomma pada Hankyung

Ani" jawab Hankyung menatap Heechul

"katakan pada Hankyung kalau kamu juga sering mendengar tentang kisahnya" Siwon tampak tidak enak pada Hankyung sahabatnya

Kyuhun mengikuti setiap perintah yang diberikan Siwon.

"gumawao karena sudah menceritakan semua itu pada saya"Heechul menyeka air matanya

"eomma tinggal sebentar yah eomma ingin mengundang kalian untuk makan malam bersama malam ini, jadi eomma akan menyiapkannya, Kyuhyun-ssi juga Hankyung-ssi buatlah kalian merasa nyaman berada disini" umma meninggalkan mereka.

Kenangan indah yang Siwon rasakan bersama Heechul adalah saat mereka berlibur musim dingin. Liburan itu mereka habiskan di villa mereka disekitar pegunungan.

mereka tidak bisa kembali ke villa karena terjebak badai salju dijalan. Mereka berdua mencari tempat untuk berlindung dan menemukan sebuah gubuk tua dimana atapnya dipenuhi tumpukan salju.

Heechul kedinginan dan badannya tidak berhenti menggigil. Siwon panik melihat penderitaan hyungnya yang lebih ringkik darinya dan melepaskan jaket yang melindunginya,

Heechul masih menggigil kedinginan Siwon lalu melepaskan semua pakaiannya tanpa mempedulikan tubuhnya sendiri yang hampir membeku, Heechul masih saja menggigil

"hyung percaya padaku kan?" tanya Siwon pada Heechul

"kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Heechul menggigil

"bukalah semua baju yang hyung pakai, lalu rapatkan tubuh kita yang tidak memakai apapun, hawa panas dari tubuh kita akan membantu kita menghangatkan diri" siwon membantu Heechul melepaskan pakaiannya satu persatu hingga yang tersisa hanya underwear.

Jaket milik siwon digunakan sebagai alas untuk mereka berbaring, Siwon membaringkan Heechul yang sudah tidak berpakaian lalu berbaring disampingnya dan memeluknya.

Jaket milik Heechul digunakan untuk menutupi tubuh mereka, siwon mendekap erat tubuh Heechul hingga Heechul benar – benar merasa hangat. Hawa panas mulai menjalar ditubuh mereka.

Heechul sudah tidak kedinginan lagi dia menatap wajah Siwon yang dari tadi terus memandangi wajahnya saat terlelap.

"kenapa kamu mau melakukan itu untukku Siwon-ah?" Heechul menatap adiknya penuh kasih

"hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk melindungimu hyung! aku ingin membalas apa yang sudah hyung korbankan untukku. Hyung harus rela memakai besi dikaki kiri hyung gara – gara menyelamatkan aku dari kecelakaan itu" Siwon memeluk Heechul

"itulah yang seharusnya hyung lakukan untuk melindungi dongsaengnya Siwon-ah" Heechul memeluk dongsaengnya dan mereka terlelap.

tbc

keep reading yah!

jangan lupa reviewnya biar jadi masukan buat author

mudah"an suka ama chapter 2

moment wonkyu masih harus sabar yah!

kan author harus menyingkirkan Changmin terlebih dahulu *ditabok ama Changmin bias

gumawao n saranghae