Aragon City, sebuah kota ditengah pegunungan bersalju. Kota itu sangat indah, dulunya, sebelum tragedi itu terjadi.

.

.

[Aragon's West Gate]

[09.00 AM]

3rd Squad, terdiri dari 12 orang anggota pasukan Elit. Kuroo Tetsurou, Bokuto Koutaro, Akaashi Keiji, Tsukishima Kei, Haiba Lev, Hinata Shouyo, Kondou Shouri, Yoshimoto Kouki, Yuuki Kousei, Kosaka Ryotarou, Ishikura Noah, dan Suga Kenta.

"Lihat kesana. Gedung yang berada ditengah kota itu adalah tujuan kita." Kata Kuroo, kapten dari 3rd Squad. "Kita akan bagi menjadi tiga tim. Semuanya mengambil jalan berbeda, tapi tujuan kita sama."

"Kenapa harus menjadi tiga tim?" tanya Lev.

"Akan sangat mencolok kita pergi bersama dalam kelompok besar." Jawab Kuroo. "Aku tidak ingin mati dalam satu kelompok besar." Katanya datar dan dingin.

"Terlebih lagi, kita semua tahu, makhluk apa yang menunggu kita di dalam kota mati ini." Akaashi menyambung.

"Kita akan berkumpul tepat di depan gedung. Yang pertama datang harus menunggu, tapi jika sepuluh menit sudah lewat, kelompok pertama yang harus masuk kedalam gedung terlebih dahulu." Jelas Kuroo lagi. "Ada yang harus kuingatkan, bunuh siapapun atau apapun yang hidup disini. Kalian mengerti?" Semuanya mengangguk. "Let's move!"

[Umbra Corporation]

[72 hours before mission]

"Tembak!" Komando Kuroo. Seluruh anggota 3rd Squad langsung mengikuti komandonya, menembak target tak bergerak maupun yang bergerak selama 10 menit. "Oke, Cukup!" Kuroo menatap layar dan melihat hasilnya. "Like as always, eh, Bokuto." Katanya sambil melihat hasil sempurna dari Bokuto.

Bokuto tertawa. "Haha, tentu saja. Aku ace dari tim ini" sombongnya setengah bercanda.

"Kapten Kuroo disini?" Iwaizumi tooru masuk kedalam ruang latih 3rd Squad.

"Yes." Jawab Kuroo. "Ada apa?"

"Pimpinan ingin bertemu denganmu. Ada misi." Kata Iwaizumi.

"Hm.. oke." Kuroo berbalik. "Oke, latihan hari ini cukup!" serunya lalu pergi mengikuti Iwaizumi. Mereka pergi kelantai paling atas menggunakan lift kaca.

"Ini aneh, kami baru saja selesai menjalankan misi." Gumam Kuroo. "Seharusnya jika ada misi, akan diberikan pada Second Squad atau Fourth Squad."

Lantai teratas hanya memiliki satu ruangan, yaitu ruangan pimpinan dari Umbra Corporation. Saat Kuroo masuk, pimpinan dan dua orang yang Kuroo tidak tahu siapa, sedang menunggunya. Pimpinan itu menyerahkan sebuah dokumen. Kuroo mengambil dan membukanya. "Itu data rahasia untuk kasus kota Aragon, monster dan zombie memenuhi kota mati itu. Kami mengirim Second Squad kesana. Tapi mereka menghilang. Kami kehilang kontak selama hampir sebulan."

"Misi apa yang dilakukan Second Squad di kota mati itu?" tanya Kuroo.

"Satu setengah bulan yang lalu kami mendapatkan rekaman ini." Salah satu dari mereka menekan sebuah tombol. Sebuah layar besar muncul dan menampilkan sebuah video tentang makhluk-makhluk itu mengambil alih kota dan membuat manusia yang ada disana menjadi sama seperti mereka—menjadi monster atau zombie. "Kami mengirim Second Squad untuk mengetahui ini nyata atau tidak. tapi kami yang seperti kukatakan tadi, kami kehilangan kontak."

"Sehari setelah kami kehilangan kontak, seseorang mengirim ini pada kami." Video itu berganti menjadi sebuah data akan DNA dan virus atau sesuatu yang sama sekali tidak Kuroo paham.

"Apa ini?"

"Sesuatu yang membuat monster dan zombie. Ada seseorang yang membuat makhluk-makhluk itu."

Kuroo terdiam sesaat. Otaknya memikirkan banyak kemungkinan akan misi yang harus diambil 3rd Squad. Dan itu bukan sesuatu yang bagus.

"Squadmu memiliki dirimu juga anggota dengan kemampuan terbaik diantara squad lainnya. Dan aku yakin kalian bisa menyelesaikan misi ini."

Kuroo mengepalkan tangannya. "Dan misi apa yang anda ingin squad saya lakukan?"

"Sampel dan data, seluruh informasi tentang cara pembuatan makhluk-makhluk itu, juga mencari tahu apa yang terjadi dengan Second Squad."

"Kami tidak menerima penolakan, Kapten Kuroo Tetsurou."

Kuroo tidak menjawab. Ia hanya mengangguk dan keluar dari ruangan. Tanpa mempedulikan Iwaizumi, ia berjalan masuk ke lift tanpa bicara satu kata pun.

Kuroo kembali ke ruangan santai 3rd Squad dengan ekspresi marah. Membuat semua orang mengerti, jika misi kali ini, bukanlah sesuatu yang bagus apalagi mudah.

"Kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali?!" geramnya.

"Pemberitahuan apa?" tanya Tsukishima.

"Second Squad hilang dalam misi." Sahut Kuroo.

"Ha? Itu tidak mungkin. Maksudku, kemampuan mereka bahkan hampir menyamai First Squad." Kata Kousei.

"Tapi begitulah kenyataannya." Kuroo duduk disebelah Bokuto. "Orang-orang atas itu yang mengatakannya langsung padaku. Bahkan mereka sudah kehilang kontak hampir sebulan."

"Memangnya mereka mendapatkan misi apa?" tanya Kosaka.

Kuroo terdiam sesaat. "Misi yang sama dengan misi yang akan kita lakukan." Jawabnya.

"Tunggu, apa maksudmu. Memang misi kita apa?" tanya Kouki.

"Misi mengambil sampel data di kota mati Aragon." Jawab Kuroo.

"Kota Aragon? Maksudmu kota yang dipenuhi monster itu." Noah tertawa. "Yang rumornya memiliki banyak zombie seperti di resident evil?"

"Nah, orang-orang atas itu yang memperlihatkan rekamannya padaku. Bahkan hal lainnya. Tapi itu tidak penting. Kita akan pergi. Jadi sebaiknya kita menyiapkan banyak alat besok." Kata Kuroo dengan nada perintah yang tak bisa ditolak.

.

.

.

Yahoo~

Gimana Chap pertama? Ada yang seneng dengan kejutannya kah? Hehe... Author gunain para pemain Haisutenya.

Seneng gak? Mending jangan.

Chapter 2 dan seterusnya bakal diisi action. Why? Sebenernya ini terinspirasi sama film Resident Evil series dan sebuah game lama yang Author pernah mainin tapi lupa sama judul gamenya. MC keluar dari mobil menembaki zombie lalu masuk gereja juga buat nembak zombie.

Kalo ada yang tau, kasih tau ya... Kangen, mo main lagi

Oke, sekian~

Tunggu kisah selanjutnya ~